• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran advokat dalam sistem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peran advokat dalam sistem"

Copied!
259
0
0

Teks penuh

Buku ini diterbitkan sebagai referensi bagi para praktisi (polisi, jaksa, hakim dan pengacara) dan akademisi dalam memberikan bantuan hukum kepada pihak yang berperkara untuk menegakkan hak asasi manusia (HAM) pengguna jasa hukum yang berhadapan dengan hukum. Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pengasih, dan Penyayang, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menerbitkan buku ini.

SAMPLE

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH

Dalam hal bantuan hukum dan hak asasi manusia merupakan unsur yang sangat prinsipil dalam negara yang berdasarkan hukum (rechtstaat). Hak atas bantuan hukum merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus diakui dan dilindungi.

ADVOKAT PROFESI YANG MULIA

Setiap aparat penegak hukum dan pengacara mempunyai peranannya masing-masing dalam penyelenggaraan bantuan hukum sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang dimilikinya dalam melaksanakan hukum untuk menciptakan keadilan bagi semua (justice for all). Bantuan hukum dalam KUHAP telah menciptakan persamaan hak dan perlakuan di hadapan hukum bagi tersangka dan terdakwa.

TINJAUAN YURIDIS PEMBERIAN BANTUAN HUKUM

KERANGKA TEORETIS

Pengertian jenis hukum normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mengkaji dan menganalisis isi peraturan perundang-undangan mengenai pokok atau permasalahan hukum yang relevan dengan permasalahan yang diangkat serta menekankan aspek hukum dalam kaitannya dengan bantuan hukum dari advokat untuk perlindungan hak-hak tersangka. /dituduh dalam proses pidana. Untuk mendukung penulisan ini, bahan hukum yang digunakan dalam penelitian meliputi: sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.

KERANGKA KONSEPTUAL

Perbedaannya terletak pada kata hak pada Pasal 54 dan kata kewajiban pada Pasal 56. Bantuan hukum pada alinea pertama Pasal 56 KUHAP mempunyai perbedaan. Kata wajib dalam Pasal 22 UU No. 18 Tahun 2003 mengandung makna kewajiban bagi pengacara untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin dan buta huruf tanpa membedakan ancaman pidana.

ISTILAH BANTUAN HUKUM

BANTUAN HUKUM

Gerakan Bantuan Hukum di Indonesia (Studi Awal), Beberapa Pemikiran Tentang Bantuan Hukum: Menuju Bantuan Hukum Struktural), (Bandung, 1981), hal. Pekerja bantuan hukum umumnya dikenal sebagai pembela publik atau advokat publik.

KONSEP BANTUAN HUKUM

51 Pasal 1 PP Nomor 83 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Gratis. Aspek pembiayaan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

LANDASAN YURIDIS TENTANG BANTUAN HUKUM Pemberian jasa hukum yang dilakukan oleh advokat kepada

  • UUD 1945

Hal ini merupakan jaminan bahwa tersangka dapat memperoleh bantuan hukum untuk menjamin terlaksananya persidangan yang adil (due process). buah. 1 Pengacara wajib memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu;

BANTUAN HUKUM BERKAITAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA

Selain membantu masyarakat miskin, bantuan hukum juga merupakan gerakan moral yang memperjuangkan hak asasi manusia. Hak Asasi Manusia (HAM), sebagaimana dikemukakan Champbell yang dikutip oleh Majda El-Muhtaj,54 bahwa hak asasi berarti hak-hak yang bersifat fundamental (mendasar), melekat (inherent) dalam identitas universal manusia.

PROFESI ADVOKAT

Berdasarkan pendapat di atas, terdapat lima jenis profesi hukum di Indonesia yang dilengkapi dengan etika profesi hukum dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya, yang disebut dengan kode etik profesi. Pengacara adalah orang yang profesinya memberikan jasa hukum di dalam dan di luar pengadilan, yang memenuhi persyaratan ketentuan undang-undang ini;

KEDUDUKAN ADVOKAT

  • KEBERADAAN ADVOKAT
  • FUNGSI DAN PERAN ADVOKAT
  • HAK DAN KEWAJIBAN ADVOKAT
  • HAK IMUNITET ADVOKAT

UU No. 4 Tahun 2004 tentang Peradilan, Pasal 37 dan 39 juga mengatur tentang kewajiban advokat untuk memberikan bantuan hukum kepada semua pihak yang terlibat dalam perkara, dalam memberikan bantuan hukum. Ketentuan Pasal 22 UU No. 18 Tahun 2003 yang mewajibkan pengacara memberikan bantuan hukum gratis, pengacara harus mampu mencurahkan waktu dan sumber dayanya untuk masyarakat miskin sebagai masyarakat pencari keadilan dan membutuhkan bantuan hukum gratis. Dengan demikian, mereka berpendapat bahwa istilah “wajib” dalam Pasal 22 UU No. 18 Tahun 2003 perubahan istilah “hak”, yaitu advokat berhak memberikan bantuan hukum cuma-cuma atau menggunakan ungkapan pencari keadilan yang tidak dapat berhak mendapatkan bantuan hukum cuma-cuma dari pengacara.

Pemberian bantuan hukum yang ditujukan kepada semua orang erat kaitannya dengan persamaan di depan hukum yang menjamin keadilan bagi semua.

PRINSIP NEGARA HUKUM

PERAN DAN FUNGSI ADVOKAT

97 Didik Maryono, Kajian Singkat Permasalahan Bantuan Hukum dan Peran Pengacara di Indonesia, www.Solusi Hukum.com. Sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Pengacara, bantuan hukum hanya dapat diberikan oleh pengacara, baik perseorangan maupun anggota organisasi profesi, sambil menunggu peninjauan kembali.102 Setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan Pasal 31 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 , advokat bukan lagi satu-satunya pemberi bantuan hukum (pembela publik). pengacara yang tergabung dalam organisasi pengacara sekaligus anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH);

Namun tidak banyak orang yang mengetahui bahwa bantuan hukum merupakan bagian dari profesi hukum.

ETIKA PROFESI ADVOKAT

Berdasarkan Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Kejaksaan, undang-undang ini mengatur bahwa kode etik profesi pengacara harus ditetapkan oleh perkumpulan hukum. Pentingnya kode etik bagi advokat sama halnya dengan menegaskan hukum yang berlaku dalam interaksi sosial. Kode Etik Pengacara terhadap rekan kerja pada dasarnya didasarkan pada rasa saling percaya dan menghormati.

Berdasarkan Pasal 26 ayat (4) UU No. 18 Tahun 2003, pengawasan terhadap kode etik pengacara dilaksanakan oleh organisasi pengacara.

HAK BANTUAN HUKUM BAGI TERSANGKA ATAU TERDAKWA

Di dalamnya memuat aspek nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) dimana setiap tersangka atau terdakwa berhak didampingi penasihat hukum pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan. Tersangka atau terdakwa terancam hukuman kurang dari 5 (lima) tahun (sebagaimana diatur dalam huruf a ayat empat Pasal 21 KUHAP). Tersangka atau tersangka orang asing yang ditahan mempunyai hak untuk menghubungi dan berbicara dengan perwakilan negaranya.

Pelanggaran terhadap hak-hak tersangka atau terdakwa diatur dalam hukum positif di Indonesia.

ADVOKAT BAGIAN DARI PENEGAK HUKUM

ADVOKAT SEBAGAI PENEGAK HUKUM

Sebab, profesi hukum tidak hanya sekedar mencari nafkah secara finansial, namun mempunyai nilai sosial yang lebih tinggi di masyarakat. Profesi hukum sebagai landasan idealisme telah tertanam dalam kode etik advokat yang mempunyai nilai-nilai kesetaraan secara universal yaitu pejuang keadilan yang pelaksanaannya antara lain mewujudkan peradilan yang bersih dan berwibawa. Dilakukan atau tidaknya peran ini tergantung pada profesi hukum dan organisasi hukum yang independensi dan kebebasannya dijamin oleh Undang-Undang Advokat.

Ketentuan Undang-Undang tentang Advokat telah memberikan petunjuk agar profesi advokat harus dijalankan sesuai dengan tujuan menghormati hukum dan keadilan.

TUGAS ADVOKAT DALAM PEMBERIAN BANTUAN HUKUM

Pengacara pembela harus benar-benar melakukan pembelaannya sesuai dengan hak-hak tersangka atau terdakwa yang ditentukan oleh undang-undang. Agar proses peradilan sebenarnya benar-benar seimbang, dengan memperhatikan hak tersangka atau terdakwa dalam proses penyidikan untuk diadili, untuk selalu mendapat bantuan hukum dari pengacara. Di sini terlihat jelas interaksi pengacara dengan unsur negara (polisi, jaksa, dan hakim) dalam membela tersangka atau terdakwa.

Sejak awal yaitu proses penyidikan, pada saat penuntutan pidana, tersangka atau terdakwa telah mendapat bantuan hukum dari pengacara.

KEWAJIBAN ADVOKAT DALAM PEMBERIAN BANTUAN HUKUM SECARA CUMA-CUMA

Asas ini ditegaskan kembali pada ayat 8 Pasal 7 KEAI: “..kewajiban memberikan bantuan hukum cuma-cuma. pro deo) bagi masyarakat yang tidak mampu'. Oleh karena itu di sini diperlukan kearifan advokat, agar ia dapat memberikan bantuan hukum cuma-cuma (probono) kepada masyarakat pencari keadilan namun tidak mampu (masyarakat miskin). Dengan demikian, pengacara wajib memberikan bantuan hukum cuma-cuma (pro deo) kepada masyarakat yang tidak mampu.

Bantuan hukum yang diberikan oleh advokat tidak membedakan antara pihak yang mampu membayar fee/biaya dengan pihak yang tidak mampu atau diberikan secara cuma-cuma (pro deo/probono).

BANTUAN HUKUM SEBAGAI HAK KONSTITUSIONAL Hak atas bantuan hukum telah diterima secara univer sal

Oleh karena itu pemberian bantuan hukum merupakan pekerjaan yang melekat pada diri seorang pengacara, sehingga seorang pengacara tidak berhak memberhentikan suatu perkara dengan alasan tidak mempunyai uang. Namun asas persamaan di depan hukum dan pernyataan bahwa Indonesia adalah negara hukum menunjukkan bahwa hak atas bantuan hukum merupakan hak konstitusional. Oleh karena itu, selama ini pemenuhan hak bantuan hukum lebih banyak dilakukan oleh organisasi bantuan hukum (LOA) yang didirikan oleh masyarakat sipil.

Jadi, setiap proses legislasi harus mengacu pada pilihan-pilihan strategis tersebut, termasuk pengembangan pendidikan hukum yang mendukung implementasi pemenuhan hak atas bantuan hukum.

AKSES MENUJU KEADILAN (ACCESS TO JUSTICE)

HAK ATAS KEADILAN

Pemberian bantuan hukum sangat diperlukan untuk menjamin dan mewujudkan persamaan di hadapan hukum bagi semua orang, khususnya masyarakat miskin yang dijadikan tersangka atau terdakwa. Kenyataannya, tidak semua tersangka atau terdakwa mempunyai kesempatan menggunakan jasa pengacara untuk membela kepentingannya dalam memperoleh bantuan hukum dan keadilan. Melalui GBHN tahun 1978, Indonesia mulai aktif membahas akses terhadap pengadilan, yang digambarkan sebagai bantuan hukum bagi mereka yang tidak mampu.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa akses terhadap keadilan dalam proses pidana dicapai dalam bentuk “bantuan hukum”.

BANTUAN HUKUM SEBAGAI PERLINDUNGAN HAM Kedudukan manusia dalam hukum sangat erat hubungan-

Aspek pendanaan bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu seharusnya tidak dipertanggungjawabkan. Maka terhadap bantuan hukum cuma-cuma bagi tersangka atau terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 56 KUHAP terdapat pertentangan norma dengan Pasal 27 ayat 1 pasal 28 huruf D ayat 1, dan Pasal 28 huruf I ayat ) UUD 1945 dan Pasal 22(1) 1, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Pengacara. Terhadap bantuan hukum cuma-cuma bagi tersangka atau terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 56 KUHAP, terdapat pertentangan norma dengan Pasal 27 ayat 1 pasal 28 huruf D ayat 1). ) UUD 1945 dan ketentuan Pasal 22 ayat 1, dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 20003 tentang Pengacara.

Sehingga bantuan hukum dapat diberikan secara maksimal untuk mewujudkan persamaan hak dan perlakuan di bidang hukum untuk melindungi hak tersangka atau terdakwa.

DAFTAR PUSTAKA

Gerakan Bantuan Hukum di Indonesia (Studi Awal), Beberapa Pemikiran Tentang Bantuan Hukum: Menuju Bantuan Hukum Struktural. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum. Lihat juga Kurniawan, Runtuhnya Interpretasi Hukum Monolitik, Sketsa Wacana Hukum dalam Masyarakat yang Berubah, Jurnal Hukum JENTERA, Edisi 01/Agustus 2002.

Access to Justice in Indonesia, Special Note on Indonesia's Transitional Era and Coruption, Access to Justice in Asian and European Transitional Countries, Bogor, 27-28 June.

SAMPLE L ampiran-lampiran

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3316); Undang-undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3327); Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3344);

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3713);

PENGAWASAN

Dalam menjalankan profesinya, pengacara mempunyai hak untuk memperoleh informasi, data, dan dokumen lain, baik dari instansi pemerintah maupun dari pihak lain yang terkena dampak kepentingan tersebut, yang diperlukan untuk mewakili kepentingan kliennya sesuai dengan persyaratan hukum.

HONORARIUM

ADVOKAT ASING

ATRIBUT

Pengacara asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23(2) tunduk pada Kode Etik Pengacara Indonesia dan peraturan perundang-undangan. Pelanggaran kode etik profesi pengacara diatur lebih rinci dengan keputusan Dewan Kehormatan Ikatan Pengacara.

KETENTUAN PIDANA

Kode etik dan peraturan mengenai dewan kehormatan profesi hukum telah ditetapkan oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKA-DIN), Ikatan Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Ikatan Pengacara dan Jaksa Indonesia ( HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Ikatan Konsultan Hukum Indonesia (AKHI) dan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dinyatakan pada tanggal 23 Mei 2002 mempunyai kekuatan hukum mutatis mutandis berdasarkan undang-undang ini sampai dengan dibuatnya peraturan baru oleh Mahkamah Agung. Asosiasi.

KETENTUAN PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Kita Undang-Undang Hukum Pidana / Rancangan Undang-Undang Kitab Pidana Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009