KEDUDUKAN ADVOKAT
B. FUNGSI DAN PERAN ADVOKAT
SAMPLE
telah ditetapkan sebagai unsur penegak hukum (law enforce- ment) yang kedudukannya disamakan dengan unsur penegak- kan hukum lainnya (Polri, Kejaksaan, Hakim, dan Lembaga Pe- masyarakatan) dan sampai ke pengangkatan, semuanya berada di tangan organisasi advokat, kecuali penyumpahan yang bera- da di tangan kekuasaan kehakiman yang dalam pelaksanaannya dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Tinggi masing-masing ad- vokat berdomisili. Setelah advokat dinyatakan statusnya seba- gai penegak hukum, seharusnya norma-norma yang ada wajib ditaati karena urusan hukum tidak hanya undang-undang atau urusan peraturan formal, tetapi berurusan dengan berbagai ni- lai, sikap, serta perasaan manusia baik perasaan para pencari keadilan maupun perasaan para penegak hukum itu sendiri.
Dengan demikian, profesi Advokat memiliki peran penting dalam upaya penegakan hukum. Setiap proses hukum, baik pi- dana, perdata, tata usaha negara, bahkan tata negara, selalu me- libatkan profesi Advokat yang kedudukannya setara dengan pe- negak hukum lainnya. Dalam upaya pembelaan tersangka atau terdakwa, terutama praktik mafia peradilan, Advokat dapat ber- peran besar untuk menimbulkan dan/atau memutus mata rantai praktik mafia peradilan yang terjadi. Peran tersebut dijalankan atau tidak bergantung kepada profesi advokat dan organisasi ad- vokat yang telah dijamin kemerdekaan dan kebebasannya dalam Undang-Undang Advokat. Kemandirian dan kebebasan yang di- miliki oleh profesi advokat, tentu harus diikuti oleh adanya tang- gung jawab masing-masing advokat dan organisasi profesi yang menaunginya. Ketentuan Undang-Undang Advokat telah mem- berikan rambu-rambu agar profesi advokat dijalankan sesuai de- ngan tujuan untuk menegakkan hukum dan keadilan.
SAMPLE
tif dan eksekutif). Persepsi masyarakat terhadap tugas advokat sampai saat ini masih banyak yang salah paham. Mereka meng- anggap bahwa tugas advokat hanya membela perkara di peng- adilan dalam perkara perdata, pidana, dan tata usaha negara di hadapan kepolisian, kejaksaan, dan di pengadilan. Sesungguh- nya pekerjaan advokat tidak hanya bersifat pembelaan tetapi mencakup tugas lain di luar pengadilan bersifat non-litigasi.
Tugas advokat bukanlah merupakan pekerjaan, tetapi lebih merupakan profesi. Karena profesi advokat tidak sekadar ber- sifat ekonomis untuk mencari nafkah, tetapi mempunyai nilai sosial yang lebih tinggi di dalam masyarakat. Tugas advokat adalah membela kepentingan masyarakat (public defender) dan kliennya. Tugas Advokat tidak terperinci dalam uraian tugas, karena ia bukan pejabat negara sebagai pelaksana hukum se- perti halnya polisi, jaksa, dan hakim. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip negara hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, peran dan fungsi advokat sebagai profesi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab merupakan hal yang penting, di samping lembaga peradilan dan instansi penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan. Melalui jasa hukum yang diberikan, advokat menjalankan tugas profesinya demi tegaknya keadilan berdasarkan hukum untuk kepentingan ma- syarakat pencari keadilan, termasuk usaha memberdayakan masyarakat dalam menyadari hak-hak fundamental mereka di depan hukum. Advokat sebagai salah satu unsur sistem pera- dilan merupakan salah satu pilar dalam menegakkan supremasi hukum dan hak asasi manusia.
Secara garis besar dapat disebutkan di bawah ini mengenai fungsi dan peran advokat antara lain sebagai berikut:
1. Sebagai pengawal konstitusi dan hak asasi manusia;
2. Memperjuangkan hak asasi manusia;
3. Melaksanakan kode etik advokat;
4. Memegang teguh sumpah advokat dalam rangka menegak- kan hukum, keadilan, dan kebenaran;
5. Menjunjung tinggi serta mengutamakan idealisme (nilai
SAMPLE
keadilan, kebenaran, dan moralitas);
6. Melindungi dan memelihara kemandirian, kebebasan, de- rajat, dan martabat advokat;
7. Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan advokat terha- dap masyarakat dengan cara belajar terus-menerus untuk memperluas wawasan dan ilmu hukum;
8. Menangani perkara-perkara sesuai dengan kode etik advo- kat, baik secara nasional, yakni Kode Etik Advokat Indone- sia, maupun secara internasional;
9. Mencegah penyalahgunaan keahlian dan pengetahuan yang merugikan masyarakat dengan cara mengawasi pelaksana- an etika profesi advokat melalui Dewan Kehormatan Asosi- asi Advokat;
10. Memelihara kepribadian advokat karena profesi advokat merupakan profesi yang terhormat. Setiap advokat harus selalu menjaga dan menjunjung tinggi citra profesinya agar tidak merugikan kebebasan, kemandirian, derajat, dan martabat seorang advokat;
11. Menjaga hubungan baik dengan klien maupun dengan te- man sejawat;
12. Memelihara persatuan dan kesatuan advokat agar sesuai dengan maksud dan tujuan organisasi advokat;
13. Memberikan pelayanan hukum (legal services), nasihat hu- kum (legal advice), konsultasi hukum (legal consultation), pendapat hukum (legal opinion), informasi hukum (legal information), dan menyusun kontrak-kontrak (legal draf- ting);
14. Membela kepentingan klien dan mewakili klien di muka pengadilan (legal representation);
15. Memberikan bantuan hukum dengan cuma-cuma kepada masyarakat yang lemah dan tidak mampu. Pembelaan bagi orang tidak mampu, baik di dalam maupun di luar peng- adilan merupakan bagian dari fungsi dan peranan advokat di dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
SAMPLE
Dalam kaitannya dengan fungsi advokat, adalah untuk men jaga objektivitas dan prinsip persamaan di hadapan hukum (equality before the law) yang berlaku dalam sistem peradilan Indonesia.85 Kebutuhan terhadap bantuan hukum dari seorang advokat bagi orang yang sedang menghadapi masalah hukum dirasa sangat penting. Bertolak dari asumsi ini, tugas seorang advokat dalam proses hukum adalah untuk membantu hakim dalam menemukan kebenaran hukum, maka kepentingan se- orang klien dalam menggunakan jasa seorang advokat adalah upaya mencari perlindungan terhadap hak-haknya yang secara hukum harus dilindungi. Dalam upaya melindungi kepentingan atau hak seorang klien itulah maka klien membutuhkan seorang advokat, sebab hampir sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan komunitas yang awam atau buta hukum. Realitas yang demikian itu, keberadaan dan peran seorang advokat men- jadi sangat penting.
Idealnya, profesi advokat senantiasa membela kepenting- an rakyat tanpa membeda-bedakan latar belakang, asal-usul, agama, budaya, warna kulit, tempat tinggal, tingkat ekonomi, gender, dan lain sebagainya. Pembelaan terhadap semua orang termasuk juga kepada fakir miskin sebagai salah satu bentuk bantuan hukum merupakan wujud dari penghayatan advokat terhadap prinsip persamaan kedudukan di hadapan hukum dan perwujudan dari hak untuk didampingi advokat yang dimiliki oleh semua orang. Pemberian bantuan hukum yang ditujukan kepada setiap orang memiliki hubungan erat dengan “equality before the law” dan “access to legal council” yang menjamin
“justice for all” keadilan bagi semua orang.86
85 OC. Kaligis, Op. cit., hlm. 379. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa dalam kaitannya dengan fungsi advokat maka M. Trapman berpendapat bahwa fungsi advokat sebagai ekspresi equality dalam sistem peradilan Indonesia, khususnya peradilan pidana ada- lah bahwa dalam peradilan pidana, terdakwa memiliki pertimbangan yang subjektif dalam posisi yang subjektif; penasihat hukum (advokat) memiliki pertimbangan yang objektif dalam posisi yang subjektif; penuntut umum memiliki pertimbangan yang subjektif dalam posisi yang objektif, sedangkan hakim memiliki pertimbangan yang objektif dalam posisi yang objektif.
86 Rahmat Rosyadi, Loc. cit.