• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN ALAT UKUR DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR MESIN

N/A
N/A
NURSYAM ANDESA PUTRI -

Academic year: 2024

Membagikan "PERAN ALAT UKUR DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR MESIN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERAN ALAT UKUR DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR MESIN

Guna Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Pengukuran Teknik dan Metrologi

DOSEN PENGAMPU Legisnal Hakim, ST., MT.

Disusun oleh

Nursyam Andesa Putri (200102088)

PROGRAM STUDI (S1) TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU 2023/2024

(2)

HALAMAN RINGKASAN

Alat ukur dalam teknik mesin adalah perangkat atau instrumen yang digunakan untuk melakukan pengukuran dimensi, kekasaran permukaan, sudut, bentuk geometri, dan sifat-sifat fisik lainnya dari komponen-komponen mesin.

Tujuan utama dari penggunaan alat ukur dalam teknik mesin adalah untuk memastikan bahwa komponen-komponen yang diproduksi atau digunakan dalam mesin memiliki dimensi dan kualitas yang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Beberapa jenis alat ukur yang umum digunakan dalam teknik mesin meliputi :

1. Mikrometer 2. Jangka Sorong 3. Height Gauge

Penggunaan alat ukur dalam teknik mesin sangat penting untuk memastikan bahwa produk mesin memiliki dimensi yang akurat, sesuai dengan toleransi yang ditetapkan, dan memenuhi standar kualitas yang diperlukan. Alat ukur membantu dalam pengendalian kualitas, pemeliharaan mesin, dan pengembangan produk baru dalam industri teknik mesin.

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN RINGKASAN......ii

DAFTAR ISI......3

BAB I ALAT UKUR MIKROMETER......4

BAB II ALAT UKUR JANGKA SORONG......7

BAB III ALAT UKUR HEIGHT GAUGE......11

PENUTUP......15

DAFTAR PUSTAKA......17

(4)

BAB I

ALAT UKUR MIKROMETER

1. Apa itu Mikrometer ?

Mikrometer adalah salah satu jenis alat ukur yang digunakan untuk mengukur dimensi benda dengan presisi tinggi, terutama dalam rentang dimensi yang sangat kecil. Alat ini biasanya digunakan dalam industri manufaktur, teknik mesin, dan bidang lain dimana akurasi pengukuran sangat penting.

2. Fungsi Mikrometer

Mikrometer berfungsi untuk mengukur panjang suatu objek. Tak hanya itu, mikrometer sekrup juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan benda dengan presisi yang tinggi. Mikrometer sekrup sendiri memiliki tingkat ketelitian mencapai 0,01 mm [1].

3. Jenis-jenis mikrometer

Terdapat beberapa jenis mikrometer yang umum digunakan dalam berbagai aplikasi teknik dan industri. Berikut adalah beberapa jenis mikrometer yang paling umum :

a) Mikrometer Luar (Outside Micrometer):

 Jenis mikrometer ini digunakan untuk mengukur dimensi luar objek seperti diameter luar sebuah poros atau diameter luar suatu benda.

 Mikrometer luar terdiri dari frame, rahang geser (anvil), spindle, roda berulir, dan skala pengukuran yang terukir pada barrel.

 Pengukuran dilakukan dengan menempatkan objek di antara anvil dan spindle, kemudian menutup mikrometer hingga objek dijepit dengan rapat. Nilai pengukuran ditentukan dari pembacaan pada skala yang terukir pada barrel dan thimble.

b) Mikrometer Dalam (Inside Micrometer):

 Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur dimensi dalam suatu lubang atau celah, seperti diameter dalam suatu lubang atau diameter dalam suatu tabung.

 Alat ini terdiri dari sebuah frame, spindle, anvil, roda berulir, dan skala pengukuran yang terukir pada barrel.

(5)

 Cara pengukuran mirip dengan mikrometer luar, namun anvil dan spindle dirancang untuk menjangkau ke dalam lubang atau celah yang akan diukur.

c) Mikrometer Tirus (Depth Micrometer):

 Digunakan untuk mengukur kedalaman suatu celah, lubang, atau celah, seperti kedalaman lubang di dalam suatu blok mesin.

 Mikrometer tirus memiliki frame, batang tirus (rod), spindle, roda berulir, dan skala pengukuran yang terukir pada barrel.

 Pengukuran dilakukan dengan menempatkan batang tirus di dalam lubang atau celah, kemudian menutup mikrometer hingga batang tirus bersentuhan dengan dasar lubang. Nilai pengukuran ditentukan dari pembacaan pada skala yang terukir pada barrel dan thimble.

d) Mikrometer Layar Sentuh (Digital Micrometer):

 Jenis mikrometer ini mirip dengan mikrometer luar konvensional, namun dilengkapi dengan layar digital yang menampilkan nilai pengukuran secara langsung.

 Penggunaan layar digital memudahkan pembacaan dan mengurangi kemungkinan kesalahan pembacaan manusia.

 Mikrometer layar sentuh dapat berbentuk mikrometer luar, dalam, atau tirus, dan biasanya memiliki fitur-fitur tambahan seperti perekaman data atau koneksi ke sistem komputer.

4. Bagian-bagian Mikrometer Sekrup

Gambar 1. Mikrometer Sekrup 5. Cara membaca hasil pengukuran mikrometer sekrup

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membaca mikrometer sekrup:

1. Persiapan: Pastikan mikrometer dalam kondisi bersih dan bebas dari debu atau kotoran yang dapat mengganggu pengukuran. Pastikan juga

(6)

bahwa benda yang akan diukur telah ditempatkan di antara anvil (rahang bawah) dan spindle (rahang atas) dengan rapat.

2. Pengukuran Kasar : Putar roda berulir (thimble) ke arah luar mikrometer sampai rahang atas terbuka lebar. Ini memastikan bahwa benda yang akan diukur dapat masuk dengan mudah di antara anvil dan spindle.

3. Penutupan Mikrometer : Putar roda berulir ke arah dalam secara perlahan sampai rahang atas menyentuh benda yang akan diukur dengan lembut. Pastikan untuk tidak menekan terlalu keras, karena ini dapat menyebabkan kesalahan pengukuran.

4. Membaca Skala : Setelah rahang atas menyentuh benda yang akan diukur, lihat pembacaan pada skala mikrometer. Skala utama (biasanya terletak pada barrel) menunjukkan ukuran utama dalam satuan yang lebih besar (misalnya, milimeter atau inci). Pembacaan ini merupakan angka pada skala utama yang terletak tepat di bawah garis nol pada skala tambahan.

5. Membaca Skala Tambahan : Selain skala utama, mikrometer juga dilengkapi dengan skala tambahan yang terletak pada roda berulir (thimble). Skala tambahan ini terdiri dari beberapa garis yang terukir pada thimble, mewakili pecahan dari satu putaran penuh roda berulir.

Bacalah garis pada skala tambahan yang sesuai dengan garis yang sejajar dengan skala utama.

6. Penyatuan Pembacaan : Untuk mendapatkan pembacaan akhir, tambahkan nilai pada skala utama dengan nilai pada skala tambahan.

Pembacaan dari skala utama harus diambil sebagai nilai utama, sementara pembacaan dari skala tambahan menambahkan nilai presisi.

7. Contoh : Misalkan pembacaan pada skala utama adalah 4 mm dan pembacaan pada skala tambahan adalah 0,25 mm. Maka, pembacaan akhir adalah 4 mm + 0,25 mm = 4,25 mm.

8. Catatan : Pastikan untuk membaca pembacaan dengan hati-hati dan akurat. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan pengukuran yang dapat mempengaruhi hasil akhir. Juga, pastikan untuk menggunakan satuan yang tepat sesuai dengan kebutuhan pengukuran Anda (misalnya, milimeter atau inci).

(7)

BAB II

ALAT UKUR JANGKA SORONG

1. Apa itu Jangka Sorong ?

Jangka sorong, atau sering juga disebut vernier caliper, adalah alat ukur yang serbaguna yang digunakan untuk mengukur dimensi luar, dimensi dalam, dan kedalaman suatu objek dengan presisi yang tinggi. Alat ini umum digunakan dalam berbagai aplikasi teknik, manufaktur, dan laboratorium untuk melakukan pengukuran yang akurat.

2. Fungsi Jangka Sorong

Jangka sorong memiliki beberapa fungsi utama dalam berbagai bidang teknik, manufaktur, dan laboratorium. Jangka sorong memiliki tingkat ketelitian 0,01 mm [2]. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari jangka sorong :

1. Mengukur Dimensi Luar : Salah satu fungsi utama jangka sorong adalah untuk mengukur dimensi luar suatu objek dengan presisi tinggi.

Dengan merapatkan rahang atas dan rahang bawah ke sisi objek yang akan diukur, jangka sorong dapat memberikan pembacaan yang akurat tentang dimensi luar objek tersebut.

2. Mengukur Dimensi Dalam : Selain dimensi luar, jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur dimensi dalam suatu objek, seperti diameter dalam sebuah lubang atau celah. Ini dilakukan dengan menggunakan rahang atas yang memiliki bentuk khusus untuk menjangkau ke dalam objek yang akan diukur.

3. Mengukur Kedalaman : Jangka sorong dilengkapi dengan rahang atas yang tajam dan tepi runcing yang memungkinkan pengukuran kedalaman suatu objek, seperti kedalaman lubang di dalam suatu benda kerja atau benda lainnya.

4. Mengukur Ketebalan : Selain dimensi luar, dalam, dan kedalaman, jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur ketebalan suatu objek dengan merapatkan rahang atas dan rahang bawah pada sisi objek yang ingin diukur.

5. Mengukur Sudut : Beberapa jenis jangka sorong dilengkapi dengan skala sudut yang memungkinkan pengukuran sudut dalam berbagai aplikasi teknik, seperti dalam pengelasan atau pembuatan cetakan.

6. Mengukur Kekasaran : Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan suatu objek dengan menggunakan rahang atas yang runcing untuk mendeteksi perbedaan ketinggian yang sangat kecil.

(8)

7. Mengukur Gigi dan Ulir : Beberapa jangka sorong dilengkapi dengan alat tambahan yang memungkinkan pengukuran gigi atau ulir dengan presisi yang tinggi.

3. Jenis-jenis Jangka Sorong

Jangka sorong, atau vernier caliper, memiliki beberapa jenis berdasarkan desain dan fungsinya. Berikut adalah beberapa jenis jangka sorong yang umum digunakan :

1. Jangka Sorong Konvensional (Manual):

 Jangka sorong konvensional merupakan jenis yang paling umum digunakan. Penggunaannya membutuhkan keahlian dalam membaca skala vernier dan membuat pengukuran secara manual.

 Jangka sorong konvensional terdiri dari skala utama yang terukir pada bagian tubuh jangka sorong, serta skala vernier yang terletak pada bagian geser atau slider.

2. Jangka Sorong Digital:

 Jangka sorong digital dilengkapi dengan layar digital yang menampilkan nilai pengukuran secara langsung, yang memudahkan pembacaan dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusiawi dalam membaca skala.

 Jenis ini sering digunakan di lingkungan industri modern karena kepraktisan dan akurasi pembacaan yang lebih tinggi.

3. Jangka Sorong Dial:

 Jangka sorong dial memiliki tampilan analog dengan jarum penunjuk yang menunjukkan nilai pengukuran pada skala dial atau lingkaran yang terletak di bagian atas jangka sorong.

 Meskipun tidak sepopuler jangka sorong digital, jangka sorong dial masih digunakan dalam beberapa aplikasi teknis dan industri.

4. Jangka Sorong Khusus:

 Ada juga jenis jangka sorong yang dirancang untuk aplikasi khusus. Contohnya termasuk jangka sorong yang dilengkapi dengan skala sudut untuk mengukur sudut, jangka sorong untuk mengukur kedalaman lubang yang sangat dalam, atau jangka sorong untuk mengukur ketebalan kaca.

5. Jangka Sorong Besi Besar (Vernier Caliper Gage):

 Jangka sorong besar digunakan untuk mengukur dimensi besar, seperti diameter luar atau ketebalan benda yang lebih besar dari yang dapat diukur dengan jangka sorong konvensional.

 Jenis ini sering digunakan dalam industri mesin atau manufaktur untuk pengukuran dimensi besar dengan presisi yang tinggi.

4. Komponen Jangka Sorong

(9)

Gambar 2. Jangka Sorong 5. Cara membaca hasil pengukuran jangka sorong

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menggunakan jangka sorong dengan benar :

1. Persiapan:

 Pastikan jangka sorong dalam kondisi bersih dan bebas dari kotoran yang dapat mengganggu pengukuran.

 Pastikan bahwa benda yang akan diukur telah ditempatkan di antara rahang atas dan rahang bawah jangka sorong dengan rapat.

2. Penyetelan Awal:

 Buka jangka sorong dengan memutar roda penggeser ke arah luar sehingga rahang atas terbuka lebar dan dapat menampung benda yang akan diukur.

3. Penyetelan Nol:

 Pastikan bahwa skala vernier berada dalam posisi awal atau nol dengan skala utama. Jika tidak, putar roda penggeser hingga skala vernier sejajar dengan skala utama dan nol pada skala vernier berada pada garis nol skala utama.

4. Penjepitan Benda:

 Tempatkan benda yang akan diukur di antara rahang atas dan rahang bawah jangka sorong. Pastikan bahwa benda tersebut ditempatkan secara tegak lurus dan rapat di antara kedua rahang.

 Tutup jangka sorong dengan memutar roda penggeser ke arah dalam sampai rahang atas menyentuh benda dengan lembut.

Pastikan untuk tidak menekan terlalu keras agar tidak merusak benda atau menyebabkan kesalahan pengukuran.

5. Pembacaan:

 Baca nilai yang ditunjukkan pada skala utama di bagian tubuh jangka sorong. Nilai ini memberikan angka utama dalam satuan yang dipilih (biasanya milimeter atau inci).

(10)

 Selanjutnya, baca nilai tambahan yang ditunjukkan pada skala vernier di bagian geser jangka sorong. Skala vernier memberikan nilai tambahan dalam pembagian yang lebih kecil dari satuan yang dipilih.

 Gabungkan nilai pada skala utama dengan nilai pada skala vernier untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir. Biasanya, nilai pada skala utama diambil sebagai bagian utama pengukuran, sementara nilai pada skala vernier menambahkan nilai presisi.

6. Pencatatan Hasil:

 Catat hasil pengukuran dengan hati-hati, termasuk satuan yang digunakan. Pastikan untuk mencatat nilai dengan presisi yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

7. Penyimpanan dan Perawatan:

 Setelah selesai menggunakan jangka sorong, pastikan untuk membersihkan dan menyimpannya dengan benar agar tetap dalam kondisi yang baik untuk penggunaan selanjutnya.

(11)

BAB III

ALAT UKUR HEIGHT GAUGE

1. Apa itu Height Gauge ?

Height gauge adalah alat pengukur yang digunakan untuk mengukur ketinggian. Height gauge biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi manufaktur, metrologi, dan inspeksi kualitas untuk mengukur tinggi komponen atau objek dengan akurasi yang tinggi. Penggunaannya umum dalam industri otomotif, aerospace, elektronik, dan lainnya di mana presisi pengukuran tinggi diperlukan. Dengan menggunakan height gauge, pengguna dapat memastikan bahwa objek diproduksi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan memenuhi standar kualitas yang diperlukan.

2. Fungsi Height Gauge

Height gauge memiliki beberapa fungsi utama dalam berbagai aplikasi teknis dan industri. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari height gauge :

1. Mengukur Tinggi Objek : Fungsi utama dari height gauge adalah untuk mengukur tinggi suatu objek dengan presisi yang tinggi. Alat ini memungkinkan pengguna untuk menentukan tinggi objek secara akurat dalam satuan yang dipilih, seperti milimeter atau inci.

2. Pengukuran Presisi : Height gauge dirancang untuk memberikan pengukuran dengan presisi yang tinggi. Dengan menggunakan alat ini, pengguna dapat mengukur tinggi objek dengan toleransi yang sangat kecil, yang penting dalam banyak aplikasi manufaktur dan metrologi.

3. Inspeksi Kualitas : Height gauge sering digunakan dalam proses inspeksi kualitas untuk memeriksa apakah tinggi suatu komponen memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pengguna dapat membandingkan hasil pengukuran dengan batas toleransi yang telah ditetapkan untuk menentukan apakah objek tersebut diterima atau ditolak.

4. Pengukuran Kontur : Beberapa model height gauge dilengkapi dengan probe atau sensor yang dapat diprogram untuk mengukur kontur atau profil suatu objek. Ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi tambahan tentang bentuk atau karakteristik fisik objek yang sedang diukur.

(12)

5. Kalibrasi Alat : Height gauge juga dapat digunakan untuk kalibrasi alat ukur lainnya, seperti mikrometer atau jangka sorong. Dengan menggunakan height gauge yang diketahui akuratnya, pengguna dapat memverifikasi atau mengkalibrasi alat ukur lainnya untuk memastikan keakuratannya.

6. Pengukuran Lapisan atau Lapisan : Dalam beberapa aplikasi, height gauge dapat digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan atau lapisan yang diterapkan pada suatu objek. Ini berguna dalam proses pemeriksaan kualitas atau pemeliharaan untuk memastikan bahwa lapisan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

3. Jenis-jenis Height Gauge

Terdapat beberapa jenis height gauge yang digunakan dalam berbagai aplikasi teknis dan industri. Berikut adalah beberapa jenis height gauge yang umum digunakan :

1. Height Gauge Konvensional (Manual):

 Height gauge konvensional adalah jenis yang paling umum digunakan. Penggunaannya membutuhkan pengaturan manual dan membaca hasil pengukuran dari skala yang terukir pada alat.

 Alat ini biasanya terdiri dari sebuah kolom atau tiang tegak lurus yang dilengkapi dengan alat pengukur yang terletak di atasnya.

Pengukuran dilakukan dengan menggeser alat pengukur ke atas atau ke bawah untuk menyesuaikan tinggi objek yang akan diukur.

2. Height Gauge Digital:

 Height gauge digital dilengkapi dengan tampilan digital yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung. Ini memudahkan pembacaan dan mengurangi kemungkinan kesalahan pembacaan manusiawi.

 Jenis ini sering digunakan di lingkungan industri modern karena kepraktisan dan akurasi pembacaan yang lebih tinggi.

3. Height Gauge Dial:

 Height gauge dial memiliki tampilan analog dengan jarum penunjuk yang menunjukkan nilai pengukuran pada skala dial atau lingkaran yang terletak di bagian atas alat.

 Meskipun tidak sepopuler height gauge digital, height gauge dial masih digunakan dalam beberapa aplikasi teknis dan industri.

4. Height Gauge Besi Besar (Large Height Gauge):

 Height gauge besi besar digunakan untuk mengukur dimensi besar atau tinggi benda yang lebih besar dari yang dapat diukur dengan height gauge konvensional.

 Jenis ini sering digunakan dalam industri otomotif, penerbangan, dan pembuatan kapal untuk mengukur tinggi bagian-bagian besar seperti rangka atau badan kapal.

(13)

5. Height Gauge Optik (Optical Height Gauge):

 Height gauge optik menggunakan prinsip optik untuk mengukur tinggi suatu objek dengan presisi tinggi. Biasanya dilengkapi dengan kamera dan perangkat lunak pengukuran yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengukuran secara non-kontak.

 Alat ini cocok untuk pengukuran yang membutuhkan akurasi tinggi dan tidak memungkinkan kontak fisik dengan objek yang akan diukur.

6. Height Gauge Khusus:

 Ada juga jenis height gauge yang dirancang untuk aplikasi khusus, seperti pengukuran kontur atau profil suatu objek, pengukuran kekasaran permukaan, atau pengukuran ketebalan lapisan atau lapisan.

 Jenis ini sering digunakan dalam aplikasi industri tertentu di mana pengukuran spesifik diperlukan.

4. Komponen-komponen Height Gauge

Gambar 3. Height Gauge

5. Cara membaca hasil pengukuran height gauge

Untuk membaca hasil pengukuran dari height gauge, langkah-langkahnya bisa sedikit bervariasi tergantung pada jenis height gauge yang digunakan, apakah itu konvensional (manual), digital, atau dial. Namun, berikut

(14)

adalah panduan umum untuk membaca hasil pengukuran dari height gauge :

1. Konvensional (Manual) Height Gauge:

 Perhatikan posisi alat pengukur (biasanya berupa scriber atau probe) terhadap objek yang diukur. Scriber harus bersentuhan dengan permukaan objek secara lembut.

 Baca nilai yang ditunjukkan pada skala utama yang terukir pada kolom atau tiang tegak lurus. Skala utama biasanya memberikan pembacaan dalam satuan seperti milimeter atau inci.

 Selanjutnya, baca nilai yang ditunjukkan pada skala vernier jika ada. Skala vernier memberikan pembacaan tambahan yang lebih presisi dari skala utama.

 Gabungkan nilai pada skala utama dengan nilai pada skala vernier (jika ada) untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir. Nilai pada skala utama diambil sebagai nilai utama pengukuran, sementara nilai pada skala vernier menambahkan nilai presisi.

2. Digital Height Gauge:

 Baca nilai yang ditampilkan pada layar digital. Nilai yang ditampilkan biasanya langsung dalam satuan pengukuran yang dipilih, seperti milimeter atau inci.

 Pastikan bahwa alat pengukur (misalnya, probe) berada dalam posisi yang tepat dan bersentuhan dengan permukaan objek secara lembut.

 Catat atau simpan nilai yang ditampilkan pada layar digital sebagai hasil pengukuran.

3. Dial Height Gauge:

 Perhatikan posisi jarum penunjuk pada skala dial atau lingkaran.

Jarum penunjuk akan menunjukkan nilai pengukuran pada skala dial atau lingkaran yang terletak di bagian atas alat.

 Baca nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk pada skala dial atau lingkaran. Nilai ini biasanya memberikan pembacaan langsung dalam satuan pengukuran yang dipilih, seperti milimeter atau inci.

 Pastikan bahwa alat pengukur (misalnya, probe) berada dalam posisi yang tepat dan bersentuhan dengan permukaan objek secara lembut.

 Catat atau simpan nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk sebagai hasil pengukuran.

(15)

PENUTUP

Dalam industri manufaktur mesin, penggunaan alat ukur memiliki peran yang krusial dalam memastikan akurasi, konsistensi, dan kualitas produk yang dihasilkan. Sebagai inti dari proses produksi, alat ukur tidak hanya menjadi penentu utama dalam pengendalian kualitas, tetapi juga mempengaruhi efisiensi dan produktivitas keseluruhan perusahaan.

Dalam makalah ini, kami telah mengeksplorasi berbagai jenis alat ukur yang digunakan dalam industri manufaktur mesin, mulai dari alat ukur konvensional hingga teknologi canggih seperti alat ukur digital. Kami juga telah membahas peran dan fungsi masing-masing alat ukur tersebut dalam proses produksi mesin, serta pentingnya pemahaman yang mendalam dalam penggunaannya.

Dengan kemajuan teknologi dan terus berkembangnya tuntutan pasar, integrasi alat ukur yang cerdas dan presisi semakin menjadi kunci dalam mencapai keunggulan kompetitif dalam industri manufaktur mesin. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan karyawan, pengembangan sistem pengukuran yang terintegrasi, dan penerapan praktik terbaik dalam manajemen kualitas menjadi sangat penting bagi perusahaan.

Sebagai penutup, kita harus menyadari bahwa alat ukur bukanlah sekadar alat, tetapi merupakan fondasi yang mendasari keberhasilan operasional dan reputasi sebuah perusahaan manufaktur mesin. Dengan memahami dan menghargai peran yang dimainkan oleh alat ukur, kita dapat membantu memastikan bahwa setiap langkah dalam proses produksi mesin berjalan dengan lancar dan menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri dan kepuasan

(16)

pelanggan.

Dengan demikian, mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan kesadaran akan pentingnya alat ukur dalam industri manufaktur mesin, serta tekad untuk terus mengembangkan dan meningkatkan praktik-praktik terbaik dalam penggunaannya. Dengan cara ini, kita dapat membangun masa depan yang lebih cerah dan lebih inovatif untuk industri ini.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

[1] M. R. Angraini, N. Fadilah, Y. Sabrina, and N. Islami, “Analisis

Keterampilan Penggunaan Alat Ukur terhadap Pemahaman Konsep pada Materi Besaran dan Satuan,” vol. 3, no. 2, pp. 196–201, 2024, doi:

10.54259/diajar.v3i2.2416.

[2] M. Husnah, S. Nurlisa, N. A. Fazira, and R. Y. Lubis, “Navigation Physics : Journal of Physics Education Kalibrasi Jangka Sorong Digital ( Vernier Calliper ) Dengan Caliper Cheker Dan Gauge Block Berdasarkan Standar JIS B . 7507 : 2016,” vol. 4, 2023.

Referensi

Dokumen terkait

3. Mengenal hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang, dan antar satuan berat. Peta Konsep Pengukuran Memilih alat ukur sesuai dengan fungsinya Menggunakan alat ukur

Kalibrasi adalah memastikan kebenaran nilai-nilai yang ditunjukkan oleh instrument ukur atau sistem pengukuran atau nilai-nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan

Global Quality Indonesia, apabila hasil pengukuran pada Alat Ukur Kebulatan Roundness Tester Machine tidak sama dengan hasil pengukuran, maka dalam melakukan

Gambar 8 menunjukkan bahwa semua hasil pengukuran kadar gula darah oleh alat ukur yang dirancang menunjukkan hasil yang sangat baik dan akurat karena sebaran data

Global Quality Indonesia, apabila hasil pengukuran pada Alat Ukur Kebulatan Roundness Tester Machine tidak sama dengan hasil pengukuran, maka dalam melakukan

Alat yang biasa digunakan untuk pengukuran tergantung pada apa yang kita ukur, misalnya dalam pengukuran suatu luasan biasanya secara sederhana dilakukan dengan alat ukur

dilanjutkan dengan diskusi tentang cara menggunakan alat ukur elektrik   Peserta didik mengamati tentang cara menggunakan dan membaca hasil pengukuran alat ukur elektrik

Hasil suhu dan kelembaban udara dari kedua alat ukur dibuat dalam bentuk grafik pengukuran suhu dan kelembaban udara, dengan alat ukur rancangan sebagai sumbu horizontal dan alat ukur