Transformasi Pembelajaran Abad 21: Peran Inovatif Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD)
Isti Oktaviani
Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia Email : [email protected]
Abstrak
Penelitian ini mendalami transformasi pembelajaran abad 21, mengidentifikasi karakteristiknya dan tuntutan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Fokusnya pada peran inovatif Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) dalam konteks pembelajaran abad 21, dengan menjelaskan konsep E-LKPD dan menganalisis kelebihan serta manfaatnya. Dalam pengembangan E-LKPD berbasis Pembelajaran Kontekstual (CTL), penelitian merinci pentingnya penggunaan CTL dan bagaimana hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, penelitian membahas tantangan dan inovasi dalam pengembangan E-LKPD, mengidentifikasi kendala yang mungkin muncul dan memberikan tinjauan terhadap berbagai inovasi yang dapat diadopsi. Kaitannya dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran abad 21 juga disoroti, mengkaji sejauh mana E-LKPD memenuhi tuntutan pembelajaran modern. Penelitian dilakukan dengan metode kajian Pustaka dan hasil penelitian yang dapat disimpulkan menyoroti pentingnya pengembangan E-LKPD inovatif sebagai bahan ajar, praktikum, serta respons terhadap perkembangan teknologi dan dampak pandemi. Meskipun penelitian ini berfokus pada E-LKPD inovatif, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi aspek inovatif lainnya, seperti e-Modul.
Kata Kunci : E-LKPD; inovatif; pembelajaran abad 21.
PENDAHULUAN
Berdasarkan pada konteks pendidikan abad 21, yang seharusnya mengedepankan pendekatan berpusat pada peserta didik (student-centered) sesuai dengan Permendikbud nomor 103 Tahun 2014. Meskipun demikian, situasi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar proses pembelajaran masih bersifat
teacher-centered, sehingga menciptakan dampak negatif terhadap aktifitas belajar peserta didik (Adilla et al., 2018).
Fenomena ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada munculnya sejumlah permasalahan dalam pembelajaran. Keengganan belajar, rasa kebosanan selama proses pembelajaran, dan pemahaman konsep materi yang minim menjadi beberapa hasil dari proses pembelajaran yang masih terjebak dalam model guru- berpusat (Asrori & Suparman, 2019). Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu diadopsi suatu pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman.
Pendekatan yang memadai dapat diwujudkan melalui pengembangan bahan ajar yang relevan dan inovatif, baik untuk peserta didik maupun guru (Nugraha et al., 2013). Dengan adanya bahan ajar yang tepat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, merangsang minat peserta didik, serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk merinci dan menggali lebih dalam mengenai kebutuhan pembelajaran abad 21 melalui pengembangan bahan ajar inovatif yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran di era saat ini.
Dalam era pembelajaran online, Electronic Student Worksheets (E-LKPD) telah menunjukkan peran penting sebagai salah satu bahan ajar yang sangat dibutuhkan oleh guru dan peserta didik (Syafitri & Tressyalina, 2020). Kelebihan yang dimiliki oleh E-LKPD, seperti kemampuannya untuk mempermudah dan mempersempit ruang dan waktu, telah membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Lebih lanjut, E-LKPD juga diakui sebagai sarana yang menarik, terutama dalam mengatasi penurunan minat belajar peserta didik (Syafitri &
Tressyalina, 2020).
Meskipun telah ada penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh Syafitri
& Tressyalina (2020) yang menekankan pentingnya pengembangan E-LKPD berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL), namun fokus penelitian tersebut terbatas pada satu pendekatan saja. Review literatur mengenai pengembangan E- LKPD dengan mengintegrasikan analisis hasil dari jurnal nasional dan internasional, dengan memperhatikan kesamaan dan perbedaan masing-masing,
masih sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meraih pemahaman mendalam tentang inovasi-inovasi terkini dalam pengembangan E-LKPD, khususnya dalam konteks pembelajaran sains.
Peneliti merasakan perlunya menjawab tantangan pembelajaran abad 21 dengan merinci kebutuhan E-LKPD inovatif. Melalui pemahaman lebih lanjut terhadap pengembangan E-LKPD dengan berbagai inovasi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk memahami esensi pembelajaran abad 21.
Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan wawasan baru tentang pentingnya E-LKPD inovatif dalam mencapai tujuan pembelajaran yang relevan dan efektif dalam konteks pendidikan abad 21.
Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pentingnya E-LKPD inovatif dalam proses pembelajaran abad 21 berdasarkan kebutuhan bahan ajar, praktikum, alasan bosan, perkembangan teknologi, dan dampak pandemi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan pada pengembangan E-LKPD inovatif dalam proses pembelajaran sains.
METODE
Dalam pelaksanaan penelitian ini, metode yang dipilih adalah kajian kepustakaan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui mini riset terhadap berbagai buku, literatur, dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik
"Transformasi Pembelajaran Abad 21: Peran Inovatif Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD)". Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk merangkai kerangka kerja yang kokoh berdasarkan kontribusi dan perspektif yang telah diungkapkan dalam literatur-literatur terkait. Dengan mengakses sumber-sumber tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang transformasi pembelajaran abad 21, dengan menitikberatkan pada peran inovatif Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) serta merinci tantangan dan solusi yang telah diajukan dalam literatur sebelumnya.
Penelitian ini mengikuti empat tahap utama dalam proses penyusunan literatur, sesuai dengan kerangka yang diusulkan oleh Ramdhani et al. (2014) dan Ulhaq &
Rahmayanti (2020). Tahap pertama melibatkan pemilihan topik yang akan di-
review, diikuti oleh langkah kedua yang melibatkan seleksi jurnal nasional dan internasional yang relevan. Setelah itu, tahap ketiga dilakukan dalam bentuk analisis dan sintesis literatur. Proses sintesis ini mencakup pengintegrasian hasil analisis dari berbagai artikel atau jurnal, dengan mempertimbangkan persamaan dan perbedaan masing-masing. Terakhir, tahap keempat melibatkan pengorganisasian dan penyusunan hasil review agar membentuk kerangka kerja yang komprehensif. Pendekatan ini memastikan bahwa penelitian dapat mencapai pemahaman yang mendalam dan terstruktur terhadap topik yang dijelajahi.
HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pembelajaran Abad 21
Pembelajaran abad 21 menggambarkan suatu era di mana peserta didik tidak hanya diharapkan untuk memahami fakta dan konsep, tetapi juga perlu dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi dinamika tuntutan masyarakat yang terus berubah. Keterampilan abad 21 yang mencakup literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi menjadi fokus utama dalam mencetak lulusan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang semakin kompleks dan dinamis. Pendekatan pembelajaran abad 21, sebagaimana ditekankan oleh Permendikbud nomor 103 Tahun 2014, menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran yang bersifat guru-berpusat menuju pendekatan yang berpusat pada peserta didik.
Karakteristik pembelajaran abad 21 memerlukan suatu pendekatan yang tidak hanya mengedepankan transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan penekanan pada pengembangan keterampilan abad 21. Kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, berkolaborasi, bersikap kreatif, dan berkomunikasi efektif menjadi landasan utama dalam mencapai tujuan pembelajaran abad 21. Transformasi pendidikan menjadi imperatif dalam konteks ini, di mana lembaga pendidikan diharapkan untuk beradaptasi dengan kebutuhan masa kini agar dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis tetapi juga mampu bersaing dalam dunia kerja yang terus berubah.
Perubahan paradigma pembelajaran yang signifikan di era abad 21 mencerminkan evolusi pendekatan dari dominasi guru-berpusat menuju penekanan
pada pendekatan peserta didik-berpusat. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Adilla et al. (2018), meskipun terjadi pergeseran paradigma, masih banyak proses pembelajaran yang cenderung bersifat guru-berpusat, mengakibatkan peserta didik menjadi pasif dan minim keterlibatan. Fenomena ini menyoroti pentingnya transformasi pendekatan pembelajaran untuk memenuhi tuntutan era abad 21.
Paradigma pendidikan yang lebih tradisional, yang menempatkan guru sebagai pusat penyampaian pengetahuan, tidak lagi mencerminkan kebutuhan peserta didik masa kini. Oleh karena itu, pendekatan peserta didik-berpusat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih responsif dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Transformasi ini mencakup pergeseran fokus dari
"mengajar" menjadi "mempelajari," dengan memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran.
Dalam konteks ini, model pembelajaran abad 21 harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Adopsi pendekatan responsif yang memperhatikan gaya belajar, minat, dan kebutuhan individual peserta didik menjadi suatu keharusan. Guru perlu berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, menciptakan lingkungan di mana peserta didik dapat mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi.
Transformasi pembelajaran dalam konteks abad 21 memerlukan perhatian khusus terhadap kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Asrori &
Suparman (2019) menunjukkan bahwa peserta didik sering mengalami kebosanan dan kesulitan memahami konsep materi yang diajarkan oleh guru. Oleh karena itu, upaya adaptasi dalam dunia pendidikan haruslah proaktif, menjawab tantangan lingkungan yang terus berubah dengan cepat.
Pembelajaran abad 21 tidak hanya sekadar menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menarik dan relevan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi sarana penting dalam mendukung adaptasi ini. Melibatkan peserta didik dengan berbagai alat dan metode inovatif menjadi bagian integral dari transformasi pembelajaran.
Salah satu solusi yang menonjol adalah penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD), yang dapat diarahkan untuk menciptakan pengalaman
pembelajaran yang lebih dinamis dan interaktif. Dengan menyediakan aksesibilitas online, E-LKPD memberikan fleksibilitas dan mempermudah proses pembelajaran di luar kelas, sesuai dengan perkembangan zaman yang menuntut pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan peserta didik.
Oleh karena itu, konsep transformasi pembelajaran abad 21 tidak hanya berfokus pada perubahan paradigma dan karakteristik pembelajaran, tetapi juga pada upaya aktif dan terencana untuk mengadaptasi metode pembelajaran dengan cepat berkembangnya zaman. Integrasi inovasi, teknologi, dan pendekatan berpusat pada peserta didik bukan hanya menjadi kebutuhan, melainkan kunci utama dalam memastikan bahwa pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara akademis tetapi juga siap menghadapi tantangan kompleks di era abad 21.
Peran Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) dalam Pembelajaran Abad 21
Dalam era abad 21 yang ditandai oleh kemajuan teknologi, perubahan paradigma pembelajaran menjadi imperatif untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.
Dalam konteks ini, Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) muncul sebagai solusi inovatif yang merangkul transformasi pembelajaran. E-LKPD tidak sekadar merupakan alat digital, melainkan suatu entitas yang meramalkan perubahan signifikan dalam cara kita menyajikan dan mengonsumsi informasi pendidikan.
E-LKPD dapat dikarakterisasi sebagai sebuah alat pembelajaran digital yang terstruktur untuk memberikan panduan, latihan, dan interaksi kepada peserta didik.
Dibandingkan dengan lembar kerja konvensional, E-LKPD tidak hanya mengadaptasi prinsip-prinsip dasar tersebut, tetapi juga menghadirkan fitur-fitur interaktif yang mendorong peserta didik untuk terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Pentingnya E-LKPD dalam pembelajaran abad 21 terletak pada perannya yang menciptakan pengalaman pembelajaran yang dinamis dan responsif. Salah satu aspek kunci yang membuat E-LKPD begitu efektif adalah kemampuannya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan menyajikan tugas-tugas
yang membutuhkan interaksi langsung dengan konten pembelajaran, E-LKPD merangsang keterlibatan peserta didik secara aktif, membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam.
Kelebihan lainnya yang tak kalah penting adalah respons instan yang diberikan oleh E-LKPD terhadap kinerja peserta didik. Umpan balik yang diberikan secara langsung memungkinkan peserta didik untuk memahami sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi, memberikan peluang untuk koreksi dan perbaikan yang cepat.
Dengan mengintegrasikan teknologi dan interaktivitas, E-LKPD bukan hanya alat pembelajaran konvensional yang "digital," melainkan sebuah inovasi pendidikan yang mampu membentuk paradigma pembelajaran abad 21. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan dinamika pembelajaran, E-LKPD menjadi landasan yang kokoh untuk mendukung pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan relevan bagi peserta didik di era digital ini.
Pentingnya Electronic Student Worksheets (E-LKPD) tidak hanya terbatas pada dimensi keinteraktifan semata, melainkan mencakup manfaat yang lebih luas yang secara positif memengaruhi berbagai aspek pembelajaran. Salah satu dampak signifikan adalah responsivitas terhadap gaya belajar individual peserta didik. E- LKPD memungkinkan adanya penyesuaian tempo belajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa, mengakomodasi perbedaan dalam preferensi belajar mereka.
Hal ini menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih personal dan memotivasi, mengingat setiap peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran dengan cara yang paling sesuai dengan gaya belajarnya.
Selanjutnya, E-LKPD juga berperan sebagai pengecil kesenjangan pembelajaran. Melalui penyediaan aksesibilitas yang lebih luas terhadap materi pembelajaran, E-LKPD membuka peluang pendidikan yang setara bagi peserta didik dari berbagai latar belakang. Hal ini sejalan dengan konsep inklusivitas dalam pendidikan, di mana setiap individu memiliki hak untuk mengakses dan mengambil manfaat dari pendidikan tanpa terkecuali.
Penelitian Syafitri & Tressyalina (2020) memberikan ilustrasi konkret mengenai kontribusi positif E-LKPD, khususnya yang berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL), dalam mengatasi tantangan pembelajaran konvensional. Hasil
analisis mereka menunjukkan bahwa E-LKPD CTL tidak hanya memberikan informasi secara mekanis, melainkan juga mengintegrasikan konteks kehidupan nyata ke dalam proses belajar-mengajar. Dengan demikian, E-LKPD bukan hanya menyajikan fakta dan konsep, tetapi juga membantu peserta didik untuk mengaitkan pembelajaran dengan situasi kehidupan sehari-hari, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan relevan.
Sebagai sebuah inovasi, E-LKPD bukan sekadar alat bantu pembelajaran digital, tetapi lebih dari itu, sebuah perubahan paradigma dalam pendekatan pembelajaran abad 21. Dengan memanfaatkan kelebihan dan manfaatnya, E-LKPD menjadi sarana yang efektif dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang dinamis, responsif, dan efektif. Inovasi ini, sebagaimana dicontohkan oleh Syafitri &
Tressyalina (2020), memberikan landasan yang kuat untuk mendukung pendidikan yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan diversitas peserta didik masa kini.
Tantangan dan Inovasi dalam Pengembangan E-LKPD
Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan Electronic Student Worksheets (E-LKPD) memang tidak dapat diabaikan dan memerlukan penanganan yang cermat. Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi adalah aspek teknis dalam proses pengembangan. Para pengembang E-LKPD perlu memiliki pemahaman yang mendalam terhadap berbagai platform teknologi dan perangkat lunak yang digunakan. Potensi masalah teknis seperti kegagalan sistem, masalah kompatibilitas perangkat, atau kendala teknis lainnya harus diidentifikasi dan diatasi dengan cermat agar E-LKPD dapat berfungsi secara optimal (Smith et al., 2018).
Tantangan lain yang tidak kalah signifikan adalah terkait dengan perancangan konten yang sesuai dan efektif. Pengembang E-LKPD harus memastikan bahwa materi pembelajaran yang disajikan dalam format elektronik dapat memfasilitasi pemahaman peserta didik dengan baik. Proses menyusun konten yang dapat menyesuaikan diri dengan tingkat pemahaman dan gaya belajar beragam peserta didik menjadi suatu kendala yang memerlukan pendekatan yang matang. Variasi dalam tingkat pemahaman dan gaya belajar antarindividu harus diperhitungkan
dengan seksama agar E-LKPD mencapai efektivitas maksimal (Saputra et al ., 2020).
Untuk mengatasi tantangan tersebut, langkah-langkah inovatif dan strategis dapat diimplementasikan. Misalnya, integrasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dapat membantu dalam merancang konten yang lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik (Saputra et al ., 2020). Pemanfaatan desain responsif juga dapat menjadi solusi yang efektif untuk memastikan aksesibilitas E-LKPD di berbagai perangkat dan layar (Guntari, 2022).
Dengan memahami dan mengatasi tantangan teknis dan kontekstual, pengembang E-LKPD dapat menciptakan produk yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Keselarasan ini tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga untuk memastikan bahwa E- LKPD dapat memberikan kontribusi maksimal dalam proses pendidikan di era digital ini.
Kaitan E-LKPD dengan Kebutuhan dan Tujuan Pembelajaran Abad 21 Pengembangan Electronic Student Worksheets (E-LKPD) memegang peranan penting dalam menjawab tuntutan kebutuhan dan tujuan pembelajaran abad 21. Era ini menuntut adanya penyesuaian kurikulum dan pendekatan pembelajaran agar dapat mengembangkan keterampilan abad 21 yang esensial bagi peserta didik.
Pengkajian menyeluruh terhadap dinamika pembelajaran kontemporer menjadi langkah awal yang krusial dalam memahami bagaimana E-LKPD dapat secara efektif memenuhi kebutuhan ini.
Pembelajaran abad 21, sebagaimana dikemukakan oleh Trilling & Fadel (2009), menekankan pada pengembangan keterampilan kritis berpikir, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. E-LKPD dapat dianggap sebagai alat yang efektif untuk mendukung perkembangan keterampilan tersebut. Melalui pengkajian kebutuhan pembelajaran abad 21, E-LKPD dapat dirancang dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pengembangan keterampilan tersebut sebagai tujuan utama.
Inovasi dalam E-LKPD menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan multimedia interaktif, sebagaimana dijelaskan oleh Johnson et al. (2020), memberikan peluang untuk meningkatkan kreativitas dan kritis berpikir peserta didik. E-LKPD dapat dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif tetapi juga menggairahkan kreativitas dan mendorong pemikiran kritis.
Dengan memahami kebutuhan pembelajaran abad 21, E-LKPD dapat disesuaikan agar mampu memberikan tantangan yang relevan dengan konteks saat ini. Perubahan-perubahan dalam desain dan pendekatan pembelajaran dapat diimplementasikan dalam E-LKPD untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tuntutan masa depan. Inilah relevansi dan peran krusial E-LKPD dalam konteks pendidikan abad 21, sebagai alat yang tidak hanya mengikuti tren perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pionir dalam membentuk generasi yang siap menghadapi kompleksitas dunia modern.
Pemahaman tentang bagaimana inovasi dalam Electronic Student Worksheets (E-LKPD) dapat mendukung tujuan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman menjadi kunci strategis dalam merancang pengalaman pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh, E-LKPD yang berbasis teknologi kecerdasan buatan memiliki potensi untuk memberikan adaptasi konten yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman individu peserta didik. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen personalisasi dalam pembelajaran, memajukan tujuan pembelajaran personal secara signifikan (Clark & Mayer, 2016). Dengan demikian, peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka, meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Selain itu, integrasi multimedia interaktif dalam E-LKPD memberikan dorongan tambahan terhadap efektivitasnya dalam mendukung komunikasi dan kolaborasi antar peserta didik. Keberagaman elemen multimedia, seperti video, simulasi, dan elemen interaktif lainnya, menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan mendalam. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan peserta didik, tetapi juga memfasilitasi proses kolaboratif di antara mereka.
Dengan menyelaraskan inovasi tersebut dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran abad 21, E-LKPD bukan hanya sekadar alat pembelajaran digital,
melainkan sebuah inovasi yang mampu mengoptimalkan proses pembelajaran di era kontemporer. Melalui pendekatan ini, pengkajian kebutuhan dan tujuan pembelajaran abad 21 menjadi landasan untuk merancang E-LKPD yang tidak hanya responsif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi tuntutan pendidikan yang terus berkembang.
Pengembangan E-LKPD Inovatif sebagai Bahan Ajar
Pengembangan E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) inovatif sebagai bahan ajar adalah langkah yang sangat positif dalam konteks pendidikan modern. E-LKPD dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kebutuhan E-LKPD sebagai Bahan Ajar
No Kebutuhan Inovasi Rujukan
1 Bahan ajar yang digunakan masih berupa buku cetak dan LKPD konvensional.
E-LKPD berbasis guided inquiry dengan Flip PDF Professional.
(Adilla et al., 2018)
2 Kurangnya penggunaan bahan
ajar online. E-LKPD dengan 3D
Pageflip Berbasis Problem Based Learning
(Hidayah et al., 2020) 3 Sumber belajar berupa buku
dan LKS masih belum mampu melatih kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah
E-LKPD model
pembelajaran inkuiri yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis
(Julian & Suparman, 2019)
4 LKPD IPA yang digunakan di sekolah hanya LKPD yang terdapat di dalam buku paket
E-LKPD berbasis literasi
sains dengan flipbook. (Shaleha et al., 2020) 5 Membawa buku cetak
merupakan hal yang berat bagi sebagian peserta didik
Bahan Ajar Elektronik dengan Flip PDF Professional.
(Sriwahyuni et al., 2019) 6 Kurangnya sumber belajar,
bahan ajar, dan media pembelajaran.
E-LKPD berbasis
FlipBook Maker. (Asma et al., 2020) 7 Peserta didik cenderung pasif
dan membutuhkan media yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disediakan.
LKPD elektronik berbasis
model discovery learning. (Julian et al., 2020)
8 Bahan ajar yang digunakan
belum efektif dan efisien. E-LKPD berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL)
(Syafitri &
Tressyalina , 2020)
Berdasarkan informasi dari Tabel 1, terdapat temuan bahwa metode pembelajaran yang masih berfokus pada peran guru cenderung mengakibatkan
kurangnya pengembangan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. Selain itu, sumber belajar utama masih terbatas pada buku dan lembar kerja siswa, sehingga kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis dan memecahkan masalah belum sepenuhnya terstimulasi dengan optimal (Julian & Suparman, 2019).
Terdapat juga permasalahan lain terkait bahan ajar di sekolah yang cenderung bersifat konvensional, seperti Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan buku cetak (Adilla et al., 2018). Hal ini menunjukkan kekurangan dalam variasi sumber belajar, materi ajar, dan penggunaan media pembelajaran (Asma et al., 2020). Selain itu, bahan ajar yang digunakan belum dianggap efektif dan efisien, bahkan ketika digunakan dalam konteks pembelajaran online (Syafitri & Tressyalina, 2020).
Bahan ajar cetak kurang optimal untuk pembelajaran online, sementara E-LKPD juga belum banyak digunakan (Hidayah et al., 2020). Terdapat kesulitan dalam membawa buku-buku paket, khususnya jika ada beberapa mata pelajaran dalam satu hari, sebagaimana disorot dalam penelitian (Sriwahyuni, 2019).
Oleh karena itu, ditekankan bahwa dibutuhkan jenis bahan ajar interaktif dan inovatif oleh peserta didik dan guru (Zahara et al., 2021). Kebutuhan akan E-LKPD inovatif sebagai bahan ajar menjadi penting dalam konteks pembelajaran abad ke- 21. Proses pembuatan E-LKPD perlu mengusung berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan bahan ajar dan tujuan pembelajaran. Contohnya, E-LKPD berbasis guided inquiry dengan menggunakan Flip PDF Professional (Adilla et al., 2018), 3D Pageflip berbasis Problem Based Learning (Hidayah et al., 2020), E- LKPD yang bertujuan untuk merangsang kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan model pembelajaran inkuiri (Julian & Suparman, 2019), dan E-LKPD berbasis literasi sains dengan flipbook (Shaleha et al., 2020). Demikian pula, penggunaan berbagai platform seperti Flip PDF Professional, FlipBook Maker, discovery learning, dan Contextual Teaching and Learning (CTL) juga diusulkan sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Pengembangan E-LKPD Inovatif untuk Praktikum
Pengembangan E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik) inovatif untuk praktikum memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum. dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Kebutuhan E-LKPD untuk Praktikum
No Kebutuhan Inovasi Rujukan
1 Lembar kerja praktikum hanya tersedia dalam buku paket dan berupa pertanyaan sederhana
E-LKPD berpendekatan saintifik
dengan software 3D pageflip (Apriyanto et al., 2019) 2 Pengetahuan yang didapat oleh
peserta didik masih berpatokan pada buku baket.
3 Eksperimen masih kurang terlihat dalam proses pembelajaran, ditambah kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis ICT (Information and Communication Technologies).
E-LKPD berbasis ICT dengan Flip
PDF Professional (Sriwahyuni et al., 2019)
4 Pesrta didik masih kesulitan melakukan praktikum karena kurang memahami materi yang diajarkan.
E-LKPD berbasis praktikum menggunakan software 3D pageflip Professional.
(Ahmadi, 2018)
5 Peserta didik lebih tertarik mempelajari sains jika materinya dikaitkan dengan masalah sehari- hari atau dengan kehidupan nyata.
Bahan ajar berbasis STEAM Problem Based Learning (PBL) melalui WhatsApp group dengan memanfaatkan instagram pada pembelajaran titrasi asam-basa.
(Suryaningsih &
Nisa, 2021)
Berdasarkan informasi dari Tabel 2, terdapat temuan bahwa proses eksperimen atau praktikum dalam pembelajaran di kelas masih kurang efektif, dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis ICT (Information and Communication Technologies) juga masih terbatas (Sriwahyuni et al., 2019). Lebih lanjut, pembelajaran masih banyak bergantung pada sumber belajar tradisional berupa buku paket (Apriyanto et al., 2019). Keterampilan yang diperlukan dalam proses pembelajaran, terutama yang diperoleh melalui praktikum, tampaknya masih belum terpenuhi dengan baik.
Pentingnya kreativitas peserta didik diakui, dan hal ini dapat diekspresikan dalam proses pembelajaran. Peserta didik diberikan kebebasan untuk mengekspresikan ide kreatif mereka (Fredagsvik, 2021). Keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kreatif dan berpikir kritis, dianggap sangat penting. Keterampilan berpikir kritis menjadi kunci untuk mendukung keterampilan proses sains siswa, khususnya melalui integrasi Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics (STEAM) dengan Project Based Learning (Suryaningsih et al., 2021).
Kesulitan peserta didik dalam melakukan praktikum disoroti, dan ini dikaitkan dengan kurangnya pemahaman materi yang diajarkan (Ahmadi, 2018).
Pembelajaran sains tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga
penerapan keterampilan proses sains dalam proyek-proyek. Dalam konteks ini, pembelajaran berbasis proyek dianggap sebagai kegiatan ilmiah yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik (Nasir et al., 2019).
Pengembangan E-LKPD inovatif untuk praktikum menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Proses pembelajaran abad ke-21 membutuhkan inovasi dalam pembuatan E-LKPD agar sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
Beberapa inovasi yang diusulkan termasuk E-LKPD berbasis saintifik dengan menggunakan software 3D pageflip (Apriyanto et al., 2019), E-LKPD berbasis ICT dengan Flip PDF Professional (Sriwahyuni et al., 2019), dan praktikum yang mengintegrasikan STEAM Project melalui WhatsApp Group dan media sosial Instagram (Suryaningsih & Nisa, 2021). Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan dalam pembelajaran praktikum dan mendorong pengembangan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Pengembangan E-LKPD Inovatif berdasarkan Kurangnya Minat
Pengembangan E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik) inovatif dapat menjadi solusi untuk mengatasi kurangnya minat peserta didik dalam pembelajaran seperti terlihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Kebutuhan E-LKPD berdasarkan Kurangnya Minat
No Kebutuhan Inovasi Rujukan
1 Sebagian peserta didik merasa malas dalam belajar matematika dengan proses pembelajaran yang konvensional, kemalasan ini menyebabkan kurangnya pemahaman peserta didik.
E-LKPD dengan model Problem
Based Learning (PBL). (Asrori &
Suparman, 2019)
2 Peserta didik mudah bosan selama
proses pembelajaran E-LKPD berdasarkan model
ekspresi dengan pendekatan STEM. (Sari et al., 2021) 3 Minat belajar peserta didik naik
turun. E-LKPD berbasis praktikum
dengan menggunakan software 3D pageflip Professional.
(Ahmadi, 2018)
4 Inovasi pembelajaran perlu dilakukan untuk membangun minat dan motivasi belajar.
Integrasi Science, Technology, engineering, Art, Mathematics (STEAM) Project dalam proses pembelajaran melalui WhatsApp Group memanfaatkan instagram.
(Suryaningsih et al., 2021)
Berdasarkan data yang terdapat pada Tabel 3, metode pembelajaran konvensional masih mendominasi implementasinya di kelas saat ini, seperti yang
disoroti oleh Asrori & Suparman (2019). Situasi ini mengakibatkan sebagian besar peserta didik merasa kurang termotivasi, malas belajar, dan merasa bosan selama proses pembelajaran. Pembelajaran konvensional dianggap monoton, sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep materi yang diajarkan oleh guru (Asrori & Suparman, 2019). Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya inovasi dalam bentuk E-LKPD baik bagi peserta didik maupun guru untuk mengatasi kebosanan yang muncul selama proses belajar.
Kebutuhan akan E-LKPD inovatif dalam mengatasi kebosanan dalam pembelajaran abad ke-21 membutuhkan pembuatan E-LKPD yang mengusung berbagai inovasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Contoh inovasi tersebut mencakup E-LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) yang bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif (Asrori & Suparman, 2019), ekspresi dengan menggunakan pendekatan STEM (Sari et al., 2021), praktikum dengan memanfaatkan software 3D pageflip Professional (Ahmadi, 2018), serta integrasi STEAM Project dalam proses pembelajaran melalui WhatsApp Group dan pemanfaatan platform media sosial Instagram (Suryaningsih et al., 2021). Dengan menghadirkan E-LKPD inovatif berbasis berbagai pendekatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mengurangi kebosanan, dan memberikan motivasi lebih kepada peserta didik.
Pengembangan E-LKPD Inovatif berdasarkan Perkembangan Teknologi Pengembangan E-LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik) inovatif dapat diarahkan oleh perkembangan teknologi seperti terlihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Kebutuhan E-LKPD berdasarkan Perkembangan Teknologi
No Kebutuhan Inovasi Rujukan
1 Perkembangan teknologi telekomunikasi di 4.0 sangat cepat. Berbagai teknologi dan aplikasi pendukung keilmuan berkembang pada berbagai bidang termasuk bidang pendidikan
E-LPKD dengan penekanan pada tiga level representasi kimia berbasis ICT
(Azhar et al., 2020)
2 Dalam kurikulum 2013 guru
diwajibkan untuk
mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran.
E-LKPD bermuatan multimedia. (Awe & Ende, 2019)
3 Information Communication and Technology (ICT) di era industri 4.0 sudah menjadi kebutuhan yang wajib mendukung bidang pendidikan.
E-LKPD berbasis ICT dengan menggunakan Kvisoft Flipbook Maker 3.
(Qomario &
Agung, 2018)
4 Proses pembelajaran dituntut untuk selalu dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Bahan ajar berbasis STEAM Problem Based Learning (PBL) yang dilakukan via WhatsApp group dengan memanfaatkan instagram dalam proses pembelajaran.
(Suryaningsih &
Nisa, 2021)
Berdasarkan informasi dari Tabel 4, perkembangan teknologi telekomunikasi pada era Revolusi Industri 4.0 mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
Teknologi dan aplikasi keilmuan berkembang pesat di berbagai bidang, termasuk dalam konteks pendidikan (Azhar et al., 2020). Era abad 21 ditandai dengan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Penggunaan teknologi telah merambah ke berbagai elemen seperti buku sumber, buku latihan, evaluasi, absensi, dan aspek lainnya (Azhar et al., 2020). Literasi digital, terutama literasi media, literasi informasi, dan literasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT), menjadi keterampilan yang sangat penting bagi peserta didik di era ini (Sujana & Rachmatin, 2019). Kemampuan ini dianggap sebagai parameter kualitas kinerja peserta didik dalam lingkungan digital.
Teknologi menjadi elemen krusial dalam kehidupan di era Revolusi Industri 4.0 (Aprillinda, 2019). Menghadapi perubahan yang cepat, integrasi ilmu sains dengan teknologi menjadi esensial (Sa'adah et al., 2020), (Maemanah et al., 2019). Oleh karena itu, terdapat kebutuhan yang mendesak bagi peserta didik dan guru untuk menggunakan E-LKPD inovatif yang mengikuti perkembangan teknologi.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, E-LKPD inovatif perlu dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pembuatan E- LKPD harus memasukkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Contoh inovasi tersebut termasuk E-LKPD berbasis ICT (Azhar et al., 2020), multimedia (Awe & Ende, 2019), ICT dengan menggunakan Kvisoft Flipbook Maker 3 (Qomario & Agung, 2018), serta integrasi STEAM Project melalui WhatsApp Group dan pemanfaatan media sosial Instagram (Suryaningsih et al., 2021). Melalui pendekatan ini, diharapkan E-LKPD dapat
menjadi instrumen efektif dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21 yang semakin didorong oleh perkembangan teknologi.
SIMPULAN
Dalam transformasi pembelajaran abad 21, karakteristik pembelajaran yang menuntut adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi krusial. Perubahan paradigma pembelajaran dan kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan zaman menuntut peran inovatif dalam menyusun bahan ajar. Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) muncul sebagai solusi inovatif dalam mendukung pembelajaran abad 21. Konsep E-LKPD, dengan kelebihan interaktifnya, responsif, dan efektif, menjadi penunjang pengalaman pembelajaran yang lebih dinamis.
Pengembangan E-LKPD berbasis Pembelajaran Kontekstual (CTL) juga menarik perhatian, di mana penerapan konsep CTL dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui E-LKPD. Meskipun demikian, tantangan dalam pengembangan E-LKPD tidak dapat diabaikan. Kendala teknis, perancangan konten yang efektif, dan berbagai tantangan lainnya memerlukan inovasi dalam pengembangan E-LKPD. Melalui pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tujuan pembelajaran abad 21, E-LKPD dapat diarahkan untuk memenuhi tuntutan zaman dengan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih relevan. Dalam konteks inovasi pembelajaran, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan E- LKPD inovatif sebagai bahan ajar, praktikum, dengan mempertimbangkan alasan kebosanan peserta didik, perkembangan teknologi, dan dampak pandemi. Kendati memiliki fokus pada E-LKPD, penelitian ini memberikan batasan pada materi yang dikaji, yaitu pengembangan E-LKPD inovatif, dan menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai e-Modul inovatif untuk lebih memperdalam pemahaman dalam bidang ini.
DAFTAR PUSTAKA
Adilla, T. N., Silitonga, F. S., & Ramdhani, E. P. (2018). Pengembangan Electronic Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Berbasis Guided Inquiry Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Ahmadi, I. (2018). Pengembangan E-LKPD Berbasis Praktikum pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Kelas X MIA di SMA Xaverius2 Kota Jambi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi.
Aprillinda, M. (2019). Perkembangan Guru Profesional Di Era Revolusi Industri 4.0. Palembang: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Apriyanto, C., Yusnelti, & Asrial. (2019). Pengembangan E-LKPD Berpendekatan Saintifik Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Journal of the Indonesian Society of Integrated Chemistry, 11(1). https://doi.org/10.22437/jisic.v11i1.6843
Asma, R., Asrial, & Maison. (2020). Development of Interactive Electronic Student Worksheets on Electromagnetic Induction Based on Scientific Approaches.
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA), 6(2), 136-143.
https://doi.org/10.29303/jppipa.v6i2.387
Asrori, A., & Suparman. (2019). Analisis Kebutuhan E-LKPD Sesuai Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif.
Prosiding Sendika, 5(1).
Awe, E. Y., & Ende, M. I. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Siswa Elektronik Bermuatan Multimedia untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa pada Tema Daerah Tempat Tinggalku Pada Siswa Kelas IV Sdi Rutosoro di Kabupaten Ngada. Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(2).
Azhar, M., Alizar, Khair, M., Ranny, Dewara, N., Adriani, D., & Zulhendra. (2020).
Competence of Teacher in Making E-LKPD Using Flip Book Maker with Emphasis on Macro, Submicro, and Simbolic Level Representation of
Chemistry. Pelita Eksakta, 3(1), 1-7.
https://doi.org/10.24036/pelitaeksakta/vol3-iss1/80
Fredagsvik, M. S. (2021). The challenge of supporting creativity in problem- solving projects in science: a study of teachers' conversational practices with students. Research in Science and Technological Education, 00(00), 1-17.
https://doi.org/10.1080/02635143.2021.1898359
Guntari, Y. (2022). PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) MENGGUNAKAN FLIP PDF PROFESSIONAL PADA MATERI USAHA DAN ENERGI (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).
Hidayah, A. N., Winingsih, P. H., & Amalia, A. F. (2020). Development of Physics E-LKPD (Electronic Worksheets) Using 3D Pageflip Based on Problem Based Learning on Balancing and Rotation Dynamics. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 7(2).
Hobri, Ummah, I. K., Yuliati, N., & Dafik. (2020). The effect of jumping task based on creative problem solving on students' problem solving ability. International Journal of Instruction, 13(1), 387-406. https://doi.org/10.29333/iji.2020.13126a International Conference on Language, Literature, and Education (ICLLE 2020).
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Julian, R., & Suparman. (2019). Analisis Kebutuhan E-LKPD Untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis dalam Memecahkan Masalah. PROCEEDINGS OF THE Ist STEEEM 2019, 238-243. https://doi.org/ISBN: 978-602-0737-35-5 Julian, R., Suparman, Djumat, I., Taib, B., Ermawati, Sahidun, N., Wibowo, A. P.,
Sanjaya, F. I., & Sancoko, S. D. (2020). The Analysis and Design of Electronic Student Worksheet Based on the Discovery Learning to Improve Critical Thinking Ability. Universal Journal of Educational Research, 8(12B), 8022- 8033. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.082603
Latifah, S. (2015). Pengembangan Modul IPA Terpadu Terintegrasi Ayat-Ayat Al- Qur'an pada Materi Air sebagai Sumber Kehidupan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi, 04(2), 155-164. https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v4i2.89 Maemanah, S., Suryaningsih, S., & Yunita, L. (2019). Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Model Flipped Classroom Pada Pembelajaran Kimia Abad Ke 21. Orbital: Jurnal Pendidikan https://doi.org/10.19109/ojpk.v3i2.4901
Nasir, M., Fakhrunnisa, R., & Nastiti, L. R. (2019). The Implementation of Project- based Learning and Guided Inquiry to Improve Science Process Skills and Student Cognitive Learning Outcomes. International Journal of Environment &
Science Education, 14(5), 229-238.
Nugraha, D. A., Binadja, A., & Supartono. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks Bervisi SETS, Berorientasi Konstruktivistik. Semarang: Journal of Innovative Science Education. Journal of Innovative Science Education, 2(1).
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jise
Nurjanah, & Cahyana, U. (2021). Pengaruh Penerapan Online Project Based Learning Dan Berpikir Kreatif. Jurnal Buana Pendidikan. 17(1), 51-58.
Qomario, & Agung, P. (2018). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) IPA Berbasis ICT sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 5(2). https://doi.org/10.24042/terampil.v5i2.3190
Ramadhani, F. (2020). Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA dalam Pembelajaran Daring di Kelas IX
SMP. Jurnal Pelita Pendidikan,
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/pelita/index 8(4), 237-243.
Ramdhani, A., Ramdhani, M. A., & Amin, A. S. (2014). Writing a Literature Review Reseach Paper : A Step by Step Approach. In International Journal of Basics and Applied Sciences (Vol. 03, Issue 01, pp. 47–58).
Sa'adah, M., Suryaningsih, S., & Muslim, B. (2020). Pemanfaatan Multimedia Interaktif pada Materi Hidrokarbon untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 6(2), 184-194.
https://doi.org/10.21831/jipi.v6i2.29680
Saputra, R. A., Herpratiwi, H., & Caswita, C. (2020). Developing a STEM-based students’ worksheet building material in elementary school Bandar Lampung City. Jurnal Prima Edukasia, 8(2), 145-155.
Sari, P. M., Herlina, K., & Abdurrahman. (2021). Preliminary Research:
Developing Physics Electronic Student Worksheet Based on ExPRession model with the STEM Approach. Young Scholar Symposium on Science Education and Environment (YSSSEE) 2020. https://doi.org/10.1088/1742- 6596/1796/1/012080
Setiawan, R. R., Suwondo, & Syafii, W. (2021). Implementation of Project Based Learning Student Worksheets to Improve Students' Science Process Skills on Environmental Pollution in High Schools. Journal of Educational Sciences, 5(1), 130-140. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31258/jes.5.1.p.130-140
Shaleha, U., Hairida, & Melati, H. A. (2020a). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Literasi Sains pada Materi Pencemaran Lingkungan. Pontianak. Jurnal Untan Edu Chem, 1(1).
Smith, M.K. 2018. ‘Creators Not Consumers: Rediscovering social education’, Leicester: National Association of Youth Clubs
Sriwahyuni, L, Risdianto, E., & Henny Johan. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Menggunakan Flip PDF Professional pada Materi Alat-Alat Optik Di SMA. Jurnal Kumparan Fisika, 2(3), 145-152.
Sujana, A., & Rachmatin, D. (2019). Literasi Digital Abad 21 Bagi Mahasiswa PGSD: Apa. Mengapa, dan Bagaimana. Current Research in Education:
Conference Series Journal 1(1).
Suryaningsih, S., & Nisa, F. A. (2021). Kontribusi STEAM Project Based Learning dalam Mengukur Keterampilan Proses Sains dan Berpikir Kreatif Siswa. Jurnal
Pendidikan Indonesia, 2(6).
https://doi.org/https://doi.org/10.36418/japendi.v2i6.198
Suryaningsih, S., Muliharto, & Nisa, F. A. (2021). Integrasi Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics (STEAM) Project: Inovasi Pembelajaran Kimia terhadap Minat dan Motivasi Siswa. Prosiding Seminar Nasional FITK UIN
Jakarta., 222-236.
https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56310
Syafitri, R. A., & Tressyalina. (2020). The Importance of the Student Worksheets of Electronic (E-LKPD) Contextual Teaching and Learning (CTL) in Learning to Write Description Text during Pandemic COVID-19. Proceedings of the 3rd
International Conference on Language, Literature, and Education (ICLLE 2020).
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Teachers' perceptions of 3D technology-integrated student worksheet on magnetic field material: A preliminary research on augmented reality in STEM learning.
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1796(1).
https://doi.org/10.1088/1742-6596/1796/1/012083
Tiara, D. R., & Pratiwi, E. (2020). Pentingnya Mengukur Kesiapan Guru Sebagai dasar
Ulhaq, Z. S., & Rahmayanti, M. (2020). Panduan Penulisan Skripsi Literatur Review. Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim.
Zahara, M., Abdurrahman, A., Herlina, K., Widyanti, R., & Agustiana, L. (2021).