i
PENGEMBANGAN ELEKTRONIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (E-LKPD) BERBASIS KONTEKSTUAL BERBANTUAN LIVE WORKSHEET PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
KELAS VIII SMP/MTs
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Oleh:
Nur Intan Fibriana NIM: T201810061
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
DESEMBER 2022
ii
PENGEMBANGAN ELEKTRONIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (E-LKPD) BERBASIS KONTEKSTUAL BERBANTUAN LIVE WORKSHEET PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
KELAS VIII SMP/MTs
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Oleh:
Nur Intan Fibriana NIM : T201810061
Disetujui Pembimbing
Rafiatul Hasanah, S.Pd., M.Pd.
NIP. 198711202019032006
iii
PENGEMBANGAN ELEKTRONIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (E-LKPD) BERBASIS KONTEKSTUAL BERBANTUAN LIVE WORKSHEET PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
KELAS VIII SMP/MTs SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam
Hari : Kamis
Tanggal : 22 Desember 2022
Tim Penguji
Ketua Sekretaris
Dr. Indah Wahyuni, M.Pd. Laily Yunita Susanti, S.Pd., M.Si.
NIP. 198003062011012009 NIP. 198906092019032007
Anggota :
1. Dr. A. Suhardi, ST., M.Pd. ( ) 2. Rafiatul Hasanah, S.Pd., M.Pd. ( )
Menyetujui
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I.
NIP. 196405111999032001
iv MOTTO
Artinya : “Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”. (QS. Al- An’am: 125).*
*Lajnah Pentafsiran Mushaf, Al Qur’anulkarim Al-Ihsan (Bandung: Al Hambra, 2014).
v
PERSEMBAHAN
Segenap puji syukur saya sampaikan kepada Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan ridho-nya, kesehatan, rahmat dan hidayah sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi dan memperoleh gelar Sarjana, walaupun skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.
Semua pencapaian ini tentu tidak lepas dari dukungan dan do’a banyak pihak. Oleh karena itu, saya persembahkan skripsi ini kepada:
1. Diri sendiri yang telah berjuang untuk menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
2. Bapak A. Rofiq dan Ibu Siti Salmah selaku orang tua tercinta yang sangat luar biasa, terimakasih atas segala ketulusan, dukungan, kasih sayang, kesabaran, motivasi, nasihat, do’a di setiap waktu dan banyak hal yang telah beliau berikan kepada saya serta yang mengajarkan segala hal dalam setiap sisi kehidupan dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan.
3. Saudara-saudari saya Atika Dian Firdaus, Ahmad Esa Fahmi, Muhammad Jauhari, dan Muhammad Rifqi Ilhamsyah yang senantiasa memberikan dukungan, motivasi, do’a disetiap waktu dan pengalaman perjuangan hidup demi menggapai cita-cita.
4. Keponakan saya Aqillah Nur Syafiqoh dan Muhammad Fariza Al-Ghifari, telah menjadi penghibur di tengah proses pengerjaan skripsi ini.
vi
KATA PENGANTAR
Segenap puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Berbasis Kontekstual Berbantuan Live Worksheet Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas VIII SMP/MTs”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) di Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, Jurusan Pendidikan Sains, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, dapat terselesaikan dengan lancar.
Penyusunan skripsi ini dapat penulis selesaikan atas dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., M.M selaku Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan sarana dan prasarana yang memadai selama menuntut ilmu di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah menyetujui serta mengesahkan skrispi ini.
3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M.Pd selaku Kepala Jurusan Pendidikan Sains yang telah memberikan persetujuan skripsi ini.
vii
4. Bapak Dinar Maftukh Fajar, S.Pd., M.Pfis selaku koordinator Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam menyelesaikan mata kuliah dan proses pengajuan judul skripsi.
5. Ibu Rafiatul Hasanah, S.Pd., M.Pd selaku dosen Tadris Ilmu Pengetahuan Alam dan dosen pembimbing skripsi yang sudah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing agar terselesainya skripsi ini dengan baik.
6. Segenap Dosen Tadris Ilmu Pengetahuan Alam yang telah memberikan banyak ilmu, sehingga dapat terselesaikan skrispi ini.
7. Seluruh Dosen, Karyawan dan Civitas Akademika UIN Kiai Achmad Siddiq Jember
8. Bapak Drs. Muhammad Suhudi, M.Pd selaku kepala sekolah SMP Negeri 3 Lumajang yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di lingkungan lembaga tersebut.
9. Ibu Kamiyatik Khoiroh, S.Pd selaku guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Lumajang yang telah membimbing, membantu, dan bekerja sama bersama penulis saat melakukan peneliatian didalam kelas.
10. Guru-guru tercinta mulai sejak TK Muslimat Nu 02 Lumajang, MI Nurul Islam Kota Lumajang, MTs Negeri Lumajang, dan MAN Lumajang yang telah memberikan ilmunya dan bimbingan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan hingga di perguruan tinggi,
viii
11. Penyemangat sekaligus sahabat saya Fira, Gita, Andalia, Neni, Riris, Alfina, dan Vivin dan teman-temanku Ade, Nida, Asya, Faizatul, Fitri yang telah mendukung dan banyak membantu hingga skripsi ini selesai.
12. Teman-teman mahasiswa angkatan 2018 Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberi dukungan.
13. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah membantu, saya ucapkan terima kasih.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa dalam penulisan skrispsi ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, sehingga jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan skrispi ini. Semoga skrispi ini dapat meberikan manfaat khususnya bagi penulis dan seluruh khalayak. Aamiin.
Jember, 12 Desember 2022
Penulis
ix ABSTRAK
Nur Intan Fibriana, 2022. Pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Berbasis Kontekstual Berbantuan Live Worksheet Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas VIII SMP/MTs
Kata Kunci: Elektronik Lember Kerja Peserta Didik (E-LKPD), Kontekstual, Live Worksheet
Pembelajaran IPA dapat dikembangkan dengan memanfaatkan media salah satunya sebuah lembar kerja teknologi yakni Eletronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbantuan Live Worksheet yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 3 Lumajang bahwasannya peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang menunjang pembelajaran daring khususnya pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII. E-LKPD berbantuan Live Worksheet ini melengkapi sumber belajar dan evaluasi pembelajaran dengan pendekatan kontektual yang mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari yang diringkas dan disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan di sekolah.
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini yaitu: 1) Untuk mendeskripsikan validitas E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs. 2) Untuk mendeskripsikan hasil respons peserta didik terhadap E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs.
Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ASSURE yang terdiri dari enam tahapan berupa Analyze learner, State objectives, Select methods, media andmaterials, utilize media and materials, require leaner participation dan evaluation. Untuk tahap evaluation peneliti hanya bisa melaksanakan evaluasi formatif saja yang dilaksanakan pada setiap penelitian seperti melakukan perbaikan dari para ahli, uji coba skala kecil, dan uji coba skala besar. Agar mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan maka dilakukan uji coba pada validator ahli materi, ahli media, dan ahli pengguna (Guru IPA), serta dilakukan uji coba terbatas skala kecil pada 6 peserta didik dan skala besar pada 30 peserta didik.
Hasil dari penelitian dan pengembangan ini mendapatkan persentase dari ahli diantaranya: 1) Ahli materi sebesar 93,85%, ahli media sebesar 94,00%, dan ahli pengguna (Guru IPA) sebesar 92,17%, sehingga diperoleh persentase rata-rata dari semua ahli sebesar 93,34%. Artinya elektronik lembar kerja peserta didik berbasis kontekstual berbantuan live worksheet pada materi sistem pernapasan manusia dinyatakan sangat valid digunakan dalam pembelajaran. 2) Hasil uji coba skala kecil pada 6 peserta didik diperoleh persentase sebesar 90,71% dan uji coba skala besar pada 30 peserta didik diperoleh persentase sebesar 89,38%. Artinya respons peserta didik terhadap elektronik lembar kerja peserta didik berbasis kontekstual berbantuan live worksheet pada materi sistem pernapasan manusia dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran.
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PERSETUJUAN TIM PENGUJI ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 11
C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan ... 11
D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan ... 11
E. Manfaat Penelitian ... 12
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ... 13
G. Definisi Istilah atau Definisi Operasional ... 15
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 17
A. Penelitian Terdahulu ... 17
B. Kajian Teori ... 22
xi
1. Hakikat IPA ... 22
2. Model ASSURE ... 23
3. Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) ... 27
4. Berbasis Kontekstual ... 30
5. Live Worksheet ... 33
6. Sistem Pernapasan Manusia ... 36
BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 47
A. Model Penelitian dan Pengembangan ... 47
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan ... 48
C. Uji Coba Produk ... 56
1. Desain Uji Coba ... 56
2. Subjek Uji Coba ... 56
3. Jenis Data ... 58
4. Instrumen Pengumpulan Data ... 59
5. Teknik Analisis Data ... 61
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 65
A. Penyajian Data Uji Coba ... 65
B. Analisis Data ... 79
C. Revisi Produk ... 89
BAB V KAJIAN DAN SARAN ... 96
A. Kajian Produk Yang Telah Direvisi ... 96
B. Saran Pemanfaatan, Diseminasi dan Pengembangan Produk ... 97
DAFTAR PUSTAKA ... 99
xii
DAFTAR TABEL
No. Uraian Hal Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan
Penelitian yang akan dilakukan ... 20
Tabel 3.1 Karakteristik Umum Peseta Didik ... 49
Tabel 3.2 Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) ... 50
Tabel 3.3 Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator ... 53
Tabel 3.4 Kriteria Skala Penilaian ... 60
Tabel 3.5 Kriteria Nilai Validasi ... 63
Tabel 3.6 Kriteria Kemenarikan Hasil Respons Peserta Didik ... 64
Tabel 4.1 Hasil Respons Peserta Didik Uji Coba Skala Kecil ... 72
Tabel 4.2 Hasil Respons Peserta Didik Uji Coba Skala Besar ... 72
Tabel 4.3 Nama Validator ... 74
Tabel 4.4 Hasil Validasi Ahli Materi ... 75
Tabel 4.5 Hasil Validasi Ahli Media ... 76
Tabel 4.6 Hasil Validasi Ahli Praktisi atau Guru IPA ... 78
Tabel 4.7 Hasil Validasi oleh para Ahli ... 79
Tabel 4.8 Revisi Produk dari Ahli Materi ... 90
Tabel 4.9 Revisi Produk dari Ahli Media ... 92
Tabel 4.10 Revisi Produk dari Ahli Praktisi atau Guru IPA ... 94
Tabel 4.11 Revisi Produk dari Uji Coba Peserta Didik ... 95
xiii DAFTAR GAMBAR
No. Uraian Hal
2.1 Live Worksheet ... 34
2.2 Sistem Pernapasan pada Manusia ... 37
2.3 Struktur Organ Pernapasan: Rongga Hidung, Faring, dan Laring ... 39
2.4 Struktur Paru-paru, Bronkus, Bronkiolus, dan Alveolus ... 41
2.5 Mekanisme Pernapasan Dada dan Perut saat Inspirasi dan Ekpirasi ... 43
4.1 Grafik Hasil Uji Coba Produk ... 73
4.2 Grafik Hasil Validasi Oleh Para Ahli dan Praktisi ... 79
4.3 Respons Positif Peserta Didik Terhadap Produk ... 87
4.4 Respons Negatif Peserta Didik Terhadap Produk ... 89
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
No. Uraian Hal
1. Surat Pernyataan Keaslian Tulisan ... 103
2. Matriks Penelitian dan Pengembangan ... 104
3. Hasil Wawancara Guru IPA ... 110
4. Hasil Analisis Kebutuhan Peserta Didik ... 111
5. Hasil Observasi ... 112
6. Hasil Validasi Ahli Materi ... 113
7. Hasil Validasi Ahli Media ... 117
8. Hasil Validasi Pengguna (Guru) ... 120
9. Angket Uji Respons Skala Kecil ... 124
10. Angket Uji Respons Skala Besar ... 128
11. Hasil Respons Skala Kecil ... 132
12. Hasil Respons Skala Besar ... 133
13. Surat Permohonan Bimbingan Skripsi ... 135
14. Surat Izin Penelitian ... 137
15. Surat Keterangan Penelitian ... 138
16. Jurnal Kegiatan Penelitian ... 139
17. Dokumentasi Uji Coba Produk ... 140
18. Gambar E-LKPD Berbasis Kontekstual Berbantuan Live Worksheet 142 19. Riwayat Hidup ... 146
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan diartikan sebuah aktifitas yang memiliki maksud atau tujuan tertentu yang diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki manusia baik sebagai manusia ataupun sebagai masyarakat dengan sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1
Pendidikan disekolah pada dasarnya merupakan kegiatan belajar mengajar yaitu terdapatnya interaksi antara guru dan peserta didik. Belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran dan mengajar menunjukkan apa yang harus dilakukan guru sebagai pengajar.2 Sebagai suatu sistem belajar mengajar meliputi suatu komponen antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru metode, situasi dan evaluasi. Kegiatan belajar dapat berjalan dengan lancar dan dapat efektif
1Undang-undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 1 dan (Perpusnas, 2013)
2Nurhakima Ritonga, ‘Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi Pokok Sistem Pernapasan Manusia Di SMP Abdi Negara Asam Jawa’, Wahana Inovasi, 5.2 (2016), 409.
apabila seluruh komponen yang berpengaruh didalamnya saling mendukung salah satunya kegiatan pembelajaran di sekolah.3
Salah satu kegiatan pembelajaran di sekolah yaitu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pembelajaran IPA di sekolah atau madrasah harus mampu memberikan bekal kepada siswa agar mereka dapat hidup serasi sesuai dengan perkembangan zamannya.4 IPA adalah pengetahuan yang mempelajari tentang femomena alam baik hidup maupun tak hidup yang meliputi tiga bidang ilmu dasar, yaitu Biologi, Fisika dan Kimia. Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah dan sikap ilmiah. Mata pelajaran IPA di SMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki berbagai kemampuan, diantaranya yaitu memperoleh keyakinan terhadap keteraturan ciptaan Tuhan, mengembangkan rasa ingin tahu dan sikap positif tentang adanya hubungan saling mempengaruhi antara sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat, serta mengembangkan pemahaman konsep IPA dan keterampilan proses sains yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.5 IPA juga dapat membantu seseorang mengembangkan pemahaman dan kebiasaan berpikir, serta memungkinkan peserta didik untuk menguasai banyak kecakapan hidup seperti observasi, prediksi dan sikap ilmiah termasuk dalam mendorong perkembangan teknologi didalam
3Wahid Khoirul Ikhwan, ‘Implementasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Lulusan Sebagai Standar Mutu Pendidikan MTs Negeri Di Kabupaten Tulungagung’, Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 4.1 (2015), 16–22 .
4Sigit Prasetyo, ‘Pengembangan Media Pembelajaran Ipa Berbasis Android Untuk Siswa Sd/Mi’, JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education), 1.1 (2017), 122–41
<https://doi.org/10.32934/jmie.v1i1.29>.
5R. Arviansyah, I. Indrawati, and A. Harijanto, ‘Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry Disertai Lks Audiovisual Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Di Smp’, Jurnal Pembelajaran Fisika, 4.4 (2016), 308-314–314.
pembelajaran.6 Salah satu bentuk pengaplikasiannya yakni dengan adanya media pembelajaran. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al- Qur’an surat An-Naml ayat 29-30 yaitu :
ي ْتَلاَق يَلِاَيِقْلُاْيِّ نِااُؤَلَمْلااَهُّ يَا ْيِرَك ٌب تِك
هينِا ۞ ِمْيِحيرلاِن ْحْيرلاِه للاِمْسِبينَِّاَوَ ن مْيَلُسْنِم
۞
Artinya : “(29) berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, Sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia, (30) Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan Sesungguhnya (isi)-nya:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Naml ayat 29-30)
Uraian tentang potongan cerita Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis tersebut terjadi sebagai teknologi komunikasi yang canggih pada masa itu.
Nabi Sulaiman menggunakan burung hud-hud untuk menyampaikan pesan dalam bentuk surat yang disampaikan kepada Ratu Balqis, sehingga yang disampaikan dapat terima dengan baik sampai pada tujuan yang dikehendaki.
Bahkan Nabi Sulaiman telah memperlihatkan teknologi yang canggih di istananya.7 Hubungannya dengan proses pembelajaran yang juga merupakan salah satubentuk komunikasi yang berada di wilayah pendidikan. Penggunaan media burung hud-hud oleh Nabi Sulaiman dalam menyampaikan surat kepada Ratu Balqis merupakan implementasi teknologi pada masa itu, sebab dengan penggunaan burung tersebut dapat membuat proses komunikasi lebih efektif dan efisien. Bahkan, dalam pertemuan keduanya difasilitasi dengan
6Fernando Panggabean, dkk. ‘Analisis Peran Media Video Pembelajaran Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Smp’, Jurnal Pendidikan Pembelajaran Ipa Indonesia (Jppipai), 2.2 (2020), 7–
12.
7R Rahimi, ‘Konsep Media Pembelajaran Dalam Perspektif Alquran’, Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 3.2 (2021), 87–101.
sarana dan prasarana yang menggunakan teknologi canggih, sehingga dapat membuat suasana nyaman dan kondusif.8
Media pembelajaran dapat diartikan sebagai sumber ataupun alat bantu peserta didik dalam memperoleh informasi. Media pembelajaran juga diartikan sabagai segala sesuatu terkait alat, bahan, lingkungan yang dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar itu bertujuan untuk memfasilitasi dan mempermudah proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.9
Bentuk media pembelajaran salah satunya yaitu lembar kerja peserta didik (LKPD). LKPD merupakan kumpulan dari lembaran yang berisikan kegiatan peserta didik yang memungkinkan peserta didik melakukan aktivitas nyata dengan objek dan persoalan yang dipelajari. LKPD berfungsi sebagai panduan belajar peserta didik dan juga memudahkan peserta didik dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar. LKPD juga dapat didefinisikan sebagai bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik, yang mengacu pada kompetensi dasar yang dicapai seperti tugas-tugas yang dapat berupa teori ataupun praktik. Pada masa pandemi ini pembelajaran dikelas semua terbatas, sehingga pembelajaran dilakukan secara online atau berakses jaringan internet, begitu juga halnya dengan LKPD yang biasanya
8Dian Fitriana, M Yusuf, and Susanti Ely, ‘Pengembangan Lembar Kerja Siswa’, Prosiding Mathematics and Sciences Forum, 2016, 819–24.
9Rodhatul Jennah, Media Pembelajaran, Media Pembelajaran, 2009.
berbentuk cetak bisa digantikan dengan LKPD interaktif yang memanfaatkan teknologi yakni Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD).10
Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) merupakan rangkaian kegiatan yang digunakan peserta didik dalam melakukan penyelidikan dan penyelesaian masalah. E-LKPD berupa panduan kerja peserta didik untuk mempermudah dalam memahami materi pembelajaran dalam bentuk elektronik yang pengaplikasiannya menggunakan dekstop komputer, notebook, smartphone, maupun handphone.11 Penggunaan E-LKPD dalam pembelajaran menjadikan peserta didik dapat belajar dan berlatih.
Penggunaan E-LKPD salah satu inovasi baru bagi peserta didik dalam memahami materi pelajaran pada pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi.12
Teknologi dalam pembelajaran dapat menggunakan sebuah aplikasi dalam pengimplementasian pembelajaran. Salah satu bentuk aplikasi yang dapat digunakan yakni aplikasi Live Worksheet. Aplikasi Live Worksheet adalah sebuah aplikasi yang disediakan gratis oleh mesin pencari Google.
Aplikasi ini memungkinkan guru mengubah lembar kerja tradisional (LKPD) yang dapat dicetak (dokumen, pdf, jpg, atau PNG) menjadi latihan online atau Elektronik Lembar Peserta Didik (E-LKPD) interaktif sekaligus otomatis
10Fitriana, dkk.rPengembangan LembarrKerjaSiswa’, ProsidingrMathematics and Sciences Forum, 2016, 819–24
11Vivi Puspita and Ika Parma Dewi, ‘Efektifitas E-LKPD Berbasis Pendekatan Investigasi Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar’, Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 5.1 (2021), 86–96.
12Aulia Augustha, Susilawati Susilawati, and Sri Haryati, ‘Pengembangan E-LKPD Berbasis Discovery Learning menggunakan Aplikasi Adobe Acrobat 11 Pro Extended Pada Materi Kesetimbangan Ion dan PH Larutan Garam untuk kelas XI SMA/MA Sederajat’, Journal of Research and Education Chemistry, 3.1 (2021), 28.
mengoreksi. Peserta didik dapat mengerjakan lembar kerja secara online dan mengirimkan jawaban mereka kepada guru juga secara online.13 E-LKPD berbantuan Live Worksheet ini dapat memberikan variasi belajar kepada peserta didik agar pembelajaran tidak membosankan. Disamping itu juga, E- LKPD ini mendorong peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran dan memberikan kemudahan dalam belajar yang dilaksanakan secara daring.14
Pembelajaran untuk mendorong peserta didik dalam memahami isi materi diperlukan dengan metode atau konsep belajar yang sesuai. Hal tersebut dapat menyebabkan peserta didik tidak merasa bosan dan proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu diterapkan suatu pendekatan untuk membuat peserta didik lebih aktif dalam belajar. Terdapat berbagai macam pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran salah satunya adalah pendekatan kontekstual yang merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik. Pembelajaran kontekstual adalah suatu konsep belajar yang dapat membantu guru dalam mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pembelajaran yang mengaitkan materi dengan permasalahan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah dikonstruk oleh peserta didik.
13NoviAndriyani dkk, ‘Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD Live Worksheet untuk Meningkatkan Keaktifan Mental Siswapada Pembelajaran Tematik Kelas VA’, September, 2020, 122–30.
14Asri Fauzi dkk, ‘Penggunaan Situs Liveworksheets Untuk Mengembangkan LKPD Interaktif Di Sekolah Dasar’, Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2.3 (2021), 232–40.
Apabila dalam pembelajaran kontekstual yang dipelajari dinilai bermanfaat, seseorang akan termotivasi untuk mempelajari lebih lanjut materi yang diajarkan.15
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA SMPNegeri 3 Lumajang, sistem pembelajaran diterapkan selama pandemi covid-19 yaitu blended learning, yakni pembelajaran campuran antara tatap muka (face to face) langsung (offline) dan pembelajaran online.16 Bahan ajar yang digunakan hanya buku paket saja. Pembelajaran di sekolah tersebut masih menggunakan metode ceramah, media gambar, link video pembelajaran youtube serta merekam suara untuk dikirim pada WhatsApps Group, ataupun E-learning lainnya ketika proses pembelajaran berlangsung. Penggunaan media dan bahan ajar tersebut cenderung membuat siswa merasa jenuh dan sukar dalam mencerna materi. Dalam mempelajari IPA, penerapan metode belajar dengan praktikum ataupun observasi jarang dilakukan. Hal tersebut dikarenakan untuk melakukan eksperimen ataupun observasi dibutuhkan lebih banyak waktu, sedangkan ketersediaan waktu pembelajaran sangat terbatas dikarenakan sekolah menerapkan peseta didik masuk ke sekolah hanya 50%.
Sehingga dalam kondisi apapun guru bukan lagi berperan sebagai sumber belajar satu-satunya bagi peserta didik, akan tetapi guru dituntut sebagai
15Anisa Safitri and Nuriana Rachmani Dewi, ‘Kajian Teori: Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kontekstual Materi Aritmetika Sosial Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Pembelajaran Preprospec Berbantuan TIK’, PRISMA, Prosiding Seminar
Nasional Matematika, 4 (2021), 59–66
<https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/44933>.
16Walib Abdullah, ‘Blended Learning Approach Initiating Application in Primary School’, Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar, 7.2 (2017).
perancang pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan sumber atau media pembelajaran.17
Pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 3 Lumajang, guru selain menjelaskan materi saat tatap muka akan tetapi juga ada pemberian tugas kepada peserta didik dalam berbagai media untuk menunjang tugas peserta didik salah satunya pemberian tugas yang dikirim melalui aplikasi E- Learning lainnya yang dikirim oleh guru yang dapat diakses oleh semua peserta didik melalui handphone masing-masing dengan tujuan untuk lebih memahamkan isi materi yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan adanya pemberian tugas tersebut, nilai pada setiap peserta didik dapat diperoleh, namun banyak peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam mengerjakan karena penyampaian materi hanya menggunakan metode ceramah dan media gambar atau video saja. Sehingga kesulitan peserta didik ini juga berdampak pada pengerjaan tugas individu mereka karena kurangnya pemahaman pada materi. Kesulitan peserta didik terlihat pada saat peserta didik yang diberi pertanyaan hanya diam saja, dan nilai yang diperoleh diakhir pembelajaran jauh dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari peserta didik kelas VIII pada tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 30, hanya terdapat 12 peserta didik yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).18 Hasil serupa diperoleh dari hasil angket analisis masalah melalui google form kepada peserta didik kelas VIII tahun pelajaran2021/2022 SMP Negeri 3 Lumajang, dihasilkan bahwa sebesar 67% menyatakan kurang
17Kamiyatik, “Wawancara Guru SMP Negeri 3 Lumajang” (Lumajang, 2021)
18Kamiyatik, “Wawancara Guru SMP Negeri 3 Lumajang” (Lumajang, 2021)
memahami materi sistem pernapasan manusia. Peserta didik kesulitan dalam membedakan satu teori dengan teori lainnya. Faktor yang menyebabkan peserta didik kesulitan dalam memahami materi pembelajaran yaitu metode dan media pembelajaran kurang efektif.
Dari hasil telaah masalah, kemudian peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk mengetahui alternatif kebutuhan peserta didik dalam mempelajari materi sistem pernapasan manusia melalui angket dan observasi.
Hasil analisis kebutuhan melalui angket diperoleh hasil sebesar 85% peserta didik membutuhkan media penunjang yang interaktif dan menarik untuk belajar sistem pernapasan manusia, sebesar 68% peserta didik senang jika pembelajaran memanfaatkan teknologi. Oleh karena itu diperlukan suatu media yang interaktif yang dapat memaksimalkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA. Salah satu media pembelajaran yang dapat dikembangkan saat ini yaitu media elektronik lembar kerja peserta didik (E- LKPD) berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet. Media pembelajaran yang mudah diakses oleh siapa saja khususnya untuk peserta didik menjadi faktor pendorong berkembangnya media pembelajaran.
Materi sistem pernapasan manusia ialah materi yang terdapat di kelas VIII SMP/MTs semester genap. Materi tersebut ada pada KD 3.9 yaitu Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan dan KD 4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Materi sistem pernapasan manusia ini merupakan materi yang berkaitan
dengan mekanisme beserta proses yang terjadi didalam tubuh, maka materi ini bersifat abstrak dan prosedural dimana tidak dapat dipelajari atau diamati secara langsung sehingga peserta didik merasa kesulitan untuk memahami materi tersebut.19
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan ASSURE. Pada model ini menerapkan teknologi didalamnya secara sistematis dalam pembelajaran. Tahapan-tahapan pada model ASSURE juga dapat memudahkan guru dalam merancang dan menerapkan kegiatan pembelajaran berupa karakteristik peserta didik, tujuan belajar, strategi kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan peranan teknologi. Hal tersebut juga tepat sekali jika diterapkan untuk materi sistem pernapasan pada manusia yang sifatnya abstrak dan prosedural. Pada materi yang bersifat abstrak, artinya materi tersebut masih berupa konsep abstrak dan perlu dibuktikan dengan berbagai cara salah satunya dengan cara divisualisasikan menggunakan sumber atau media pembelajaran. Sumber atau media pembelajaran yang dapat divisualisasikan misalnya seperti video atau gambar pembelajaran yang berkaitan dengan materi pembelajaran abstrak dengan kondisi nyata yang dapat dimanfaatkan pada media pembelajaran yang telah dikembangkan.20
Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti tertarik mengangkat penelitian skripsi dengan judul “Pengembangan Elektronik Lembar Peserta Didik Berbasis Kontekstual Berbantuan Live Worksheet pada
19I Prihartanti, ‘Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Tematik Materi Sistem Pernapasan Manusia Terhadap Hasil Belajar Biologi Di Smp Negeri I’, 2011.
20 Murdiani, ‘Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Menjumlahkan Pecahan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Siswa Kelas Iv Sdn Hariang Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong’, Sagacious Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Sosial, 4.2 (2018), 35–40.
Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas VIII SMP/MTs”. Dengan harapan E-LKPD berbasis media ini bisa menjadi sebuah inovasi sebuah E- LKPD dalam menunjang kegiatan peserta didik dalam pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana validitas E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs?
2. Bagaimana hasil respons peserta didik terhadap E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs?
C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan
1. Untuk mendeskripsikan validitas E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs
2. Untuk mendeskripsikan hasil respons peserta didik terhadap E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs
D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
1. E-LKPD ditujukan kepada peserta didik kelas VIII SMP/MTs pada materi sistem pernapasan manusia.
2. E-LKPD yang dikembangkan berbasis kontekstual
3. E-LKPD berisikan beberapa tipe soal diantaranya pilihan ganda, essay, dan menjodohkan
4. E-LKPD berisikan KI, KD, Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Uraian Materi, Petunjuk Pengisian E-LKPD, dan Soal-soal 5. E-LKPD yang dikembangkan berbantuan media Live Worksheet sebagai
evaluasi yang difokuskan pada materi sistem pernapasan manusia untuk peserta didik kelas VIII SMP/MTs semester genap
6. Isi ataupun komponen-komponen yang dimuat pada materi sistem pernapasan manusia ini meliputi:
a. Organ pernapasan manusia b. Mekanisme pernapasan manusia c. Frekuensi pernapasan
d. Volume pernapasan
e. Gangguan pada sistem pernapasan manusia dan Upaya untuk mencegah atau menanggulanginya
E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Produk yang dikembangkan dapat diterapkan sebagai media penunjang pembelajaran dan memperbanyak informasi guru dalam mengembangkan media pembelajaran pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peserta Didik
E-LKPD dapat dijadikan sebagai media yang membantu peserta didik untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi
sistem pernapasan manusia melalui berbagai tipe latihan soal dalam memecahkan masalah.
b. Bagi Guru
Dapat dijadikan sebagai bahan ajar tambahan dalam mengembangkan soal dengan berbantuan media pembelajaran secara online
c. Bagi Instansi (Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq)
Produk yang dikembangkan diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengembangan keilmuan dan tambahan literasi bagi lembaga khususnya dalam pendidikan IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
d. Bagi Peneliti
Sebagai bentuk kontribusi untuk menambah wawasan dan pemahaman mengenai pengembangan media E-LKPD serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA SMP/MTs.
e. Bagi Lembaga yang Diteliti
Penelitian bagi lembaga digunakan untuk para pendidik atau guru guna menumbuhkan rasa semangat serta minat peserta didik untuk belajar materi sistem pernapasan manusia, serta meningkatkan kualitas proses kegiatan belajar secara online dengan media tersebut yakni E-LKPD berbasis kontekstual berbantuan Live Worksheet.
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan
1. Asumsi Penelitian dan Pengembangan
a. Menghasilkan sebuah E-LKPD yang dijadikan guru sebagai kegiatan pembelajaran dan tambahan bahan ajar
b. E-LKPD sebagai bahan ajar yang ringkas dan berbagai soal untuk berlatih bagi peserta didik
c. E-LKPD berbantuan Live Worksheet yang dihasilkan dapat digunakan oleh peserta didik kelas VIII SMP/MTs pada materi sistem pernapasan manusia
2. Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan
a. Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis kontekstual
b. Penelitian ini menggunakan media pembelajaran berbantuan Live Worksheet pada materi sistem pernapasan manusia kelas VIII SMP/MTs
c. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan E-LKPD yang digunakan untuk peserta didik kelas VIII SMP/MTs
d. Media yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 revisi 2017 e. Pengembangan produk dibatasi pada materi sistem pernapasan
manusia yang terdapat pada Kompetensi Dasar (KD):
3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan
4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan
f. Model pengembangan yang digunakan adalah model ASSURE yang dikembangkan oleh Robert Heinich dkk yang meliputi 6 tahap yaituAnalyze, State, Select, Utilize, Require, Evaluation. Namun pada tahap Evaluation tidak dilakukan oleh peneliti karena keterbatasan waktu serta biaya.
G. Definisi Istilah atau Definisi Operasional
1. Pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD)
Pengembangan E-LKPD adalah sebuah rancangan yang berisi bahan ajar elektronik yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar yang isinya memuat KI, KD, Tujuan Pembelajaran, Indikator Pencapaian, Uraian Materi, Petunjuk Pengerjaan dan Beberapa Soal-soal.E-LKPD ini diakses melalui jaringan internet dengan harapan dapat membantu peserta didik untuk lebih memahami materi yang diberikan oleh guru sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
2. Live Worksheet
Live Worksheet adalah salah satu platform yang dapat membantu guru dalam membuat e-worksheet secara online. E-LKPD berbantuan Live Worksheet dapat memberikan variasi belajar kepada peserta didik agar pembelajaran tidak membosankan dan mudah digunakan.
3. Berbasis Kontekstual
Kontekstual merupakan sebuah pendekatan yang berpusat pada peserta didik dengan proses pembelajaran yang dikemas dalam
mengaitkan materi yang diajarkan dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
4. Sistem Pernapasan Manusia
Sistem pernapasan manusia merupakan salah satu bagian materi pembelajaran IPA kelas VIII semester genap. Pokok bahasan dalam materi tersebut meliputi struktur dan fungsi sistem pernapasan, gangguan pada sistem pernapasan manusia dan upaya untuk mencegah dan menanggulanginya.
17 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini berisi beberapa penelitian terdahulu yang memiliki relevansi dengan topik yang diangkat dengan judul “Pengembangan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Berbasis Kontekstual Berbantuan Live Worksheet Pada Materi Sistem Pernapasan Manusia Kelas VIII SMP/MTs. Hal ini memiliki tujuan agar peneliti bisa mengetahui adanya keterbaruan dari penelitian sebelumnya. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian yang akan dilakukan antara lain:
1. Penelitian oleh Anita Widiyanti dalam jurnalnya yang berjudul
“Pengembangan Bahan Ajar E-LKPD Menggunakan Live Worksheet Pada Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar”.22
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Cara penggunaan bahwan ajar E-LKPD yaitu dilakukan dengan menggunakan zoom meeting dengan petunjuk penggunaan peserta didik mengamati video pembelajaran pada E-LKPD dan mengerjakan soal evaluasi pada E-LKPD. Berdasarkan hasil penelitian
22Anita Widiyanti, ‘Pengembangan Bahan Ajar E-LKPD Menggunakan Live Worksheet Pada Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar’, Eprints UMM, 2021, 20.
yang dilakukan dengan penggunaan bahan ajar E-LKPD menggunakan Live Worksheet pada materi bangun datar kelas IV sekolah dasar menunjukkan penelitian dan pengembangan bahan ajar E-LKPD Live Worksheet layak digunakan dalam pembelajaran. Dalam proses pengembangan, peneliti melakukan perbaikan berdasarkan evaluasi sumatif dari hasil validasi bahan ajar E-LKPD Live Worksheet menunjukkan tingkat kevalidan mencapai presentase 96% dengan keterangan sangat valid, ahli materi 80% dengan keterengan sangat valid, respon guru 95% dengan keterangan sangat valid dan respon peserta didik sangat antusias dan terlibat aktif dalam pembelajaran menggunakan bahan ajar E-LKPD Live Worksheet yang telah dikembangkan dengan mencapai presentase 83%, maka produk yang dikembangkan oleh peneliti yaitu bahan ajar E-LKPD menggunakan Live Worksheet pada materi bangun datar dikatakan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.
2. Penelitian oleh Retno Eka Nianti, Sri Haryati, Herdini dalam jurnalnya yang berjudul “Pengembangan E-LKPD Berbasis Connecting, Organizing, Reflecting, Extending Berbantuan Live Worksheet Pada Pokok Bahasan Asam Basa”. Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Riau. 7.1 (2022), 34–
41.23
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan E-LKPD berbasis connecting, organizing, reflecting and extending (CORE) berbantuan live
23Nianti Retno Eka, Sri Haryati, HerdiniRetno Eka Nianti, Sri Haryati, and Herdini,
‘Pengembangan E-LKPD Berbasis Connecting, Organizing, Reflecting. Extending Berbantuan LiveWorksheet Pada Pokok Bahasan Asam Basa’, 7.1 (2022), 34–41.
worksheets pada pokok bahasan asam basa untuk kelas XI MIA SMA/MA sederajat yang valid. Penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D merupakan jenis penelitian yang digunakan dalam pengembangan E-LKPD ini. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi yang diberikan kepada 4 orang validator (2 validator ahli media dan 2 validator ahli materi), lembar respons pengguna kepada 2 orang guru mata pelajaran kimia dan 20 orang peserta didik. Hasil penelitian diperoleh skor persentase rata-rata penilaian validator ahli materi dan ahli media sebesar 94.48% dan 96.12% dengan kategori valid. Hasil uji coba kepada guru dan peserta didik masing- masing diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 91.07% dan 91.96%
dengan kategori sangat baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis CORE berbantuan Live worksheets pada materi asam basa dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
3. Penelitian oleh Fitri Sholehah dalam jurnalnya yang berjudul
“Pengembangan E-LKPD Berbasis Kontekstual Menggunakan Live Worksheets Pada Materi Aritmetika Sosial Kelas VII SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi”.24
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini membahas mengenai pengembangan media pembelajaran berupa LKPD elektronik berbasis kontekstual menggunakan Live Worksheets. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Aritmetika Sosial dengan
24Fitri Sholehah, ‘Pengembangan E-LKPD Berbasis Kontekstual Menggunakan LiveWorksheets Pada Materi Aritmetika Sosial Kelas VII SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi’, 4.1 (2021), 6.
menerapkan model pembelajaran kontekstual yang berlokasi di Sekolah Menengah Pertama Ahmad Dahlan Kota Jambi. Model pengembangan yang digunakan yaitu ASSURE dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga; 1) Metode Pencatatan Dokumen, 2) Metode Angket, 3) Metode Tes Hasil Belajar. Teknik analisis data menggunakan; 1) Teknik Analisis Deskriptif Kualitatif, 2) Teknik Analisis Deskriptif Kuantitatif, 3) Teknik Analisis Hasil Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian E- LKPD menurut ahli materi sebesar 89,33%, penilaian ahli media sebesar 92,5%, dan penilaian guru memperoleh skor sebesar 85,33%, selanjutnya persentase skor respon siswa diperoleh sebesar 83,1%. Berdasarkan proses pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa E-LKPD ini dapat memfasilitasi kegiatan pembelajaran
Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian yang akan dilakukan.
No. Nama
Peneliti Judul Persamaan Perbedaan
1. Anita Widiyanti
Pengembangan Bahan Ajar E- LKPD
Menggunakan Live Worksheet Pada Materi Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar
- Penelitian pengembangan - Media yang akan
dikembangkan yaitu E-LKPD - Aplikasi yang
digunakan untuk mengembangkan E-LKPD yaitu Live Worksheet
- Pada materi yaitu materi Bangun Datar - Model
pengembangan yang
digunakan yaitu ADDIE - Sasaran yang
dituju yaitu peserta didik
kelas IV
Sekolah Dasar.
No. Nama
Peneliti Judul Persamaan Perbedaan
2. Retno Eka Nianti, Sri Haryati, Herdini
Pengembangan E-LKPD Berbasis Connecting,
Organizing, Reflecting, Extending
Berbantuan Live Worksheet Pada Pokok Bahasan Asam Basa
- Penelitian pengembangan - Media yang akan
dikembangkan yaitu E-LKPD - Aplikasi yang
digunakan untuk mengembangkan E-LKPD yaitu Live Worksheet
- Pada materi yaitu materi pokok bahasan Asam Basa - Model
pengembangan yang
digunakan yaitu 4D - E-LKPD
berbasis CORE - Sasaran yang dituju yaitu peserta didik
kelas XI
SMA/MA.
3. Fitri Sholehah Pengembangan
E-LKPD Berbasis
Kontekstual Menggunakan
LiveWorksheets Pada
Materi Aritmetika
Sosial Kelas VII
SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi
- Penelitian pengembangan - Media yang akan
dikembangkan yaitu E-LKPD - Aplikasi yang
digunakan untuk mengembangkan E-LKPD yaitu Live Worksheet - E-LKPD
berbasis Kontekstual - Model
pengembangan yang digunakan yaitu ASSURE
- Pada materi yaitu materi Aritmetika Sosial
- Sasaran yang dituju yaitu peserta didik kelas VII SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi
Dari beberapa penelitian, peneliti menemukan adanya perbedaan yang signifikan dalam penelitian yang hendak dilakukan oleh peneliti dengan penelitian terdahulu. Adapun perbedaan tersebut terletak pada materi yang digunakan, peneliti menerapkan pada materi sistem
pernapasan pada manusia, sedangkan peneliti terdahulu menerapkan pada materi bangun datar, pokok bahasan asam basa dan aritmetika sosial.
Subjek yang dituju oleh peneliti yaitu peserta didik SMP/MTs kelas VIII, sedangkan pada penelitian terdahulu subjek yang dituju yaitu peserta didik kelas IV SD, peserta didik kelas XI SMA/MA, dan peserta didik kelas VII SMP. Media E-LKPD yang dikembangkan oleh peneliti berbasis kontekstual, sedangkan media E-LKPD yang dikembangkan oleh peneliti terdahulu yaitu berbasis Connecting, Organizing, Reflecting, Extending.
Model yang diterapkan oleh peneliti yaitu ASSURE, sedangkan model yang diterapkan oleh peneliti terdahulu yaitu ADDIE dan 4D.
B. Kajian Teori 1. Hakikat IPA
Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu pengetahuan atau kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui proses kreatif yang sistematis melalui inkuiri yang dilanjutkan dengan proses observasi (empiris) secara terus-menerus yang merupakan suatu upaya manusia yang meliputi keterampilan, strategi, dan menghitung yang dapat diuji kembali kebenarannya yang dilandasi dengan sikap keingintahuan, keteguhan hati, ketekunan yang dilakukan oleh individu untuk menyikapi alam semesta, karena itu IPA/sains dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik, dirumuskan secara umum,
ditandai oleh penggunaan metode ilmiah dan munculnya sikap ilmiah sebagai produk dan proses.25
Pendidikan IPA adalah suatu upaya atau proses untuk membelajarkan peserta didik untuk memahami hakikat IPA yaitu produk, proses, dan mengembangkan sikap ilmiah serta sadar akan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat untuk pengembangan sikap dan tindakan berupa aplikasi IPA yang positif. Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan melakukan sesuatu sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam menyajikan pembelajaran sains adalah memadukan antara pengalaman proses sains dan pemahaman produk sains dalam bentuk pengalaman langsung.26
2. Model ASSURE
Model ASSURE merupakan salah satu model pada penelitian pengembangan (R&D). R&D/Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.27 Penelitian dan pengembangan
25I Made Alit Mariana and Wandy Praginda, Hakikat IPA Dan Pendidikan IPA (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Bandung 40115, 2009).
26P Rahayu, S Mulyani, and S S Miswadi, ‘121174-ID-Pengembangan-Pembelajaran-Ipa-Terpadu- De’, Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1.1 (2012), 63–70.
27Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012).Hal.
297
(Research and Development atau R&D) adalah suatu proses atau langkah- langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggung jawabkan.28 Penelitian ini disebut juga dengan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan untuk menyempurnakan suatu produk yang sesuai dengan acuan dan kriteria dari produk yang dibuat sehingga menghasilkan produk yang baru melalui berbagai tahapan dan validasi atau pengujian.29
Dalam melakukan suatu penelitian pengembangan diperlukan model-model pengembangan. Model penelitian dan pengembangan (R&D) salah satunya yaitu ASSURE yang meliputi Analyze, State, Select, Utilize, Require, Evaluation. Model ASSURE ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik. Tahapan-tahapan tersebut berikut ini.30
a. Analyze learner (menganalisa pembelajar)
Langkah yang pertama adalah mengidentifikasi karakteristik peserta didik. Hal ini menjadi panduan dalam memutuskan rancangan media dan teknologi yang akan diterapkan. Analisis terhadap
28Lailil Maghrifoh, ‘Pengembangan Modul Matematika Materi Transformasi Berdasarkan Kemampuan Otak Kanan Siswa Kelas VII Mts Negeri 2 Tulungagung Tahun Ajaran 2015/2016’, 53.9 (2016), 41–55.
29A. Maryam Mogana, ‘Metode Penelitian Dan Pengembangan’, Kerangka Konsep Penelitian, 53.9 (2017), 1–15.
30Heri Achmadi, Suharno, and Nunuk Suryani, ‘Penerapan Model Assure Dengan Menggunakan Media Power Point Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Sebagai Usaha Peningkatan Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X MAN Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013’, Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran, 2.1 (2014), 35–48.
karakteristik peserta didik meliputi beberapa hal penting seperti karakteristik umum, spesifikasi kemampuan awal, dan gaya belajar.
Ada 3 jenis gaya belajar peserta didik yaitu: visual, auditori, dan kinestetik.
b. State objectives (menyatakan tujuan)
Langkah berikutnya adalah merumuskan tujuan pembelajaran sekhusus mungkin tujuan ini mungkin dijabarkan dalam silabus, buku teks, kurikulum, atau dikembangkan sendiri oleh guru. Teknik ABCD untuk menyatakan tujuan:
1) Audience : Apa yang dikerjakan oleh peserta didik (bukan apa yang dilakukan oleh guru).
2) Behaviour : Kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan yang akan dicapai setelah pembelajaran.
3) Conditions : Pernyataan tujuan yang meliputi kondisi dimana untuk kerja itu diamati.
4) Degree : Pernyataan tujuan yang mengidentifikasikan standar atau criteria yang akan memutuskan sejauh mana keberhasilan untuk kerja itu dapat diterima.
c. Select methods, media and materials (memilih metode, media dan materi)
Rencana untuk penggunaan media dan teknologi, pertama-tama tentu saja menuntut pemilihan yang sistematis. Proses memilih ada tiga tahap yaitu:
1) Menentukan metode yang sesuai untuk suatu tugas belajar
2) Memilih bentuk media yang cocok dengan metode yangakan disajikan
3) Memilih, memodifikasi atau merancang materi secara khusus dalam bentuk media. Kriteria tertentu yang penting dalam penilaian media.
d. Utilize media and materials (memanfaatkan media dan materi)
Perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered ke student-centered, yang lebih memungkinkan peserta didik untuk memanfaatkan materi, baik secara mandiri atau kelompok kecil daripada mendengarkan presentasi guru secara klasikal.
Dalam penerapan media dan materi, guru harus dapat menjelaskan secara rinci bagaimana menerapkan media pembelajaran ke dalam pelajaran dan juga guru harus mampu memanfaatkan media pembelajaran dan bahan ajar dengan efektif dan maksimal.31
e. Require Learner Participation (meminta partisipasi peserta didik) Pendidik yang merealisasikan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Perkembangan selanjutnya muncul teori belajar kognitif yang menekankan pada proses mental, juga mendukung partisipasi aktif tersebut. Belajar merupakan suatu proses untuk mencoba berbagai perilaku dengan hasil yang menyenangkan. Dengan pendekatan ini berarti perancang pembelajaran harus mencari cara agar peserta didik
31Wahyu Intan Ndhadhari, ‘Pengembangan Game Pembelajaran Matematika Untuk Siswa Kelas V SD/MI Dengan Menggunakan Program Visual Scratch’, 2019, 1–19.
melakukan sesuatu. Dari sudut pandang psikologi kognitif disarankan bahwa peserta didik membangun mental ketika otaknya secara aktif mengingat atau mengaplikasikan beberapa konsep atau prinsip.
f. Evaluate (menilai)
Evaluasi dan revisi merupakan komponen yang paling penting untuk pengembangan kualitas pembelajaran. Pertama meniai hasil peserta didik. Pernyataan tentang tujuan akan membantu untuk mengembangkan kriteria guna mengevaluasi unjuk kerja peserta didik baik individual maupun kelompok. Cara menilai pencapaian hasil belajar tergantung pada hakekat tujuan itu. Ada tujuan yang menuntut keterampilan kognitif. Kedua menilai metode dan media. Evaluasi juga menilai metode dan media pembelajaran. Pembelajaran dapat membantu untuk memperoleh data dengan cara yang halus.
Percakapan dengan spesialis media akan memusatkan perhatian pada nilai khusus media dalam suatu unit pembelajaran, yang diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran di masa mendatang. Revisi Langkah terakhir adalah melihat kembali hasil data evaluasi yang akan dikumpulkan. Buat catatan segera sebelum mengimplementasikan pelajaran lagi. Bila dari hasil data evaluasi menunjukkan ada kelemahan pada komponen tertentu, kembalilah pada bagian itu dengan merencanakan dan merevisinya.
3. Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) a. Pengertian E-LKPD
Elektronik lembar kerja peserta didik atau bisa disingkat E- LKPD merupakan salah satu jenis bahan ajar berbentuk cetak yang berupa lembar kerja peserta didik yang mampu menarik perhatian peserta didik dalam menyelesaikan tugasnya karena didalamnya itu terdapat unsur suara dan gambar, lembar kerja peserta didik didalamnya terdapat ringkasan materi, soal-soal dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas yang memuat unsur teks, audio, dan audio visual yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai dengan maksud supaya membantu peserta didik belajar secara terarah.32 E-LKPD juga merupakan rangkaian kegiatan yang digunakan siswa dalam melakukan penyelidikan dan penyelesaian masalah.
E-LKPD berupa panduan kerja peserta didik untuk mempermudah bagi peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dalam bentuk elektronik yang pengaplikasiannya menggunakan desktop komputer, notebook, smartphone, maupun handphone. Sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk memaksimalkan pemahaman dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan E-LKPD dalam pembelajaran memberikan dampak terhadap aktivitas belajar peserta didik menjadi lebih menyenangkan, pembelajaran menjadi interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berlatih dan
32Siti Maysaroh, ‘Pengembangan E-LKPD Berbasis 3D Pageflip Professionalpada Tema Cita- citaku untukKelas IV SD/MI’ (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2021).Hal. 23
memotivasi dalam belajar. E-LKPD dapat membantu peserta didik dalam memahami dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyelesaikan soal berfikir kritis.
b. Fungsi E-LKPD
Fungsi E-LKPD sebagai berikut.
1) Sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik, namun lebih mengaktifkan peserta didik.
2) Sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan.
3) Sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih melalui platform online.
4) Memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.
c. Tujuan E-LKPD
1) Sebagai alternatif pendidik untuk mengarahkan pengajaran atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu.
2) Dapat mempercepat proses belajar mengajar dan hemat waktu mengajar
3) Melatih kemandirian belajar peserta didik
4) Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik.
Adapun keunggulan dan kelemahan E-LKPD yaitu Keunggulan E-LKPD yaitu:
1) Peserta didik dapat melihat materi dan soal-soal dari mana saja atau interaksi multiarah
2) Peserta didik dapat menggunakan gawai mereka dalam pembelajaran, bukan sekedar bermain game atau media social 3) Peserta didik dapat mengenal metode pembelajaran yang baru dan
menarik
4) Penyajian materi dan soal-soal pada E-LKPD lebih menarik yang dapat meningkatkan minat belajar pesrta didik. Elektronik lembar kegiatan peserta didik ini akan dirancang dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memecahkan masalah.
Kelemahan LKPD terletak pada interaksi oleh karenanya dibutuhkan pengembangan E-LKPD. Perlunya merancang soal dalam E-LKPD sebagai kegiatan melatih keterampilan berfikir peserta didik. E-LKPD lebih menarik bagi peserta didik dan memberikan dampak terhadap hasil belajar.33
4. Berbasis Kontekstual a. Pengertian Kontekstual
Pendekatan pembelajaran berperan untuk mempermudah bagi guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bagi peserta didik untuk memahami materi ajar yang disampaikan guru dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Kontekstual atau
33Miqro’ Fajari Lathifah, Baiq Nunung Hidayati, and Zulandri Zulandri, ‘Efektifitas LKPD Elektronik Sebagai Media Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19 Untuk Guru Di YPI Bidayatul Hidayah Ampenan’, Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4.2 (2021), 0–5.
biasa disebut dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata, dengan begitu hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik.34
Kontekstual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Pembelajaran di sekolah tidak hanya difokuskan pada pemberian pembekalan kemampuan pengetahuan yang bersifat teoritis saja, akan tetapi bagaimana agar pengalaman belajar yang dimiliki oleh siswa senantiasa terkait dengan permasalahan-permasalahan aktual yang terjadi dilingkungannya.
Dengan demikian pendekatan kontekstual merupakan keterkaitan setiap materi atau topik pembelajaran dengan kehidupan dunia nyata.
Untuk mengaitkannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, selain karena memang materi yang dipelajari secara langsung terkait dengan kondisi faktual, juga bisa disiasati dengan pemberian ilustrasi atau contoh, sumber belajar, media dan lain sebagainya yang memang baik
34Nurma Yunita, ‘Pengembangan Media Komik Digital Berbasis Contekstual Teaching and Learning (CTL) Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Sistem Pernapasan Untuk Peserta Disik Kelas VIII SMP/MTs’, 549 (2017), 40–42.