• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Risiko Klinis Dalam Snars Ed1 Sutoto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen Risiko Klinis Dalam Snars Ed1 Sutoto"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

KARS KARS

DR.Dr.Sutoto,M.Kes

DR.Dr.Sutoto,M.Kes

(2)
(3)

CURICULUM

CURICULUM VIT

VITAE:

AE: DR.Dr

DR.Dr.Sutoto,M.Kes

.Sutoto,M.Kes

•• Ketua EksKetua Eksekutif KARS ekutif KARS (Komisi(Komisi Akreditasi Akreditasi RS SeRS Seluruh Indonesia),luruh Indonesia), •• Board Member Board Member of of ASQua (Asia ASQua (Asia Society for Quality Society for Quality in Health in Health Care),Care),

•• Regional AdvisRegional Advisory Council ory Council dari dari JCI (Joint JCI (Joint Commission Commission Internasioanl) sejInternasioanl) sejakak

2013, 2013,

•• Anggota Komite NasiAnggota Komite Nasional Keselamatan Ponal Keselamatan Pasien Kemenkes R.I.asien Kemenkes R.I. •• Dewan Dewan Pembina Pembina MKEK MKEK IDI IDI Pusat.Pusat.

•• Dewan Dewan Pembina Pembina AIPNI AIPNI PusatPusat

Pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan RS seluruh Indonesia Periode Pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan RS seluruh Indonesia Periode tahun 2009-2012 dan 2012-2015, Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta, tahun 2009-2012 dan 2012-2015, Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta, Direktur Utama RS Kanker Dharmais Pusat Kanker Nasional, serta Plt Dirjen Direktur Utama RS Kanker Dharmais Pusat Kanker Nasional, serta Plt Dirjen Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan R.I thn

(4)

POKOK BAHASAN

POKOK BAHASAN

1.

1. PEND

PENDAHUL

AHULU

UAN

AN

2.

2. MANAJEM

MANAJEMEN RISIK

EN RISIKO DA

O DALAM SNAR

LAM SNARS ED 1

S ED 1

3.

3. RIS

RISIK

IKO KL

O KLINIS

INIS

4.

(5)

Berlaku mulai

1 Januari 2018

(6)

I. KELOMPOK STANDAR PELAYANAN BERFOKUS PADA

PASIEN

II. KELOMPOK STANDAR MANAJEMEN RS

V. INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM

PELAYANAN

III. SASARAN KESELAMATAN PASIEN STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT ED 1 (PMKP,PPI,TKRS, MFK, KKS, MIRM) SKP (7 BAB) (6 BAB) PONEK HIV/AIDS TB PPRA GERIATRI

IV. PROGRAM NASIONAL

(ARK,HPK,AP, PAP,PAB,PKPO MKE)

(7)

SNARS EDISI 1

1. STANDAR PELAYANAN BERFOKUS PASIEN

1. Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan (ARK) 2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)

3. Asesmen Pasien (AP)

4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) 5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

6. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) 7. Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)

2. STANDAR MANAJEMEN RUMAH SAKIT

8. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) 9. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

10. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)

11. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 12. Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)

(8)

LANJUTAN…

3. SASARAN KESELAMATAN PASIEN

1. SASARAN 1 : Mengidentifikasi pasien dengan benar 2. SASARAN 2 : Meningkatkan komunikasi yang efektif 

3. SASARAN 3 : Meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai (High Alert Medications)

4. SASARAN 4 : Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar.

5. SASARAN 5 : Mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan 6. SASARAN 6 : Mengurangi risiko cedera pasien akibat terjatuh

4. PROGRAM NASIONAL

4. Program Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. 5. Program Menurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS.

6. Program Menurunan Angka Kesakitan TB

7. Penyelenggaraan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) 8. Penyelenggaraan Pelayanan Geriatri

(9)

Standar PMKP 12

Program manajemen risiko berkelanjutan digunakan untuk melakukan

identifikasi dan mengurangi cedera serta mengurangi risiko lain terhadap

keselamatan pasien dan staf.

Elemen Penilaian PMKP 12

1. Rumah sakit mempunyai program manajemen risiko rumah sakit yang

meliputi butir 1) sampai dengan 6) yang ada pada maksud dan tujuan.

(R)

2. Rumah sakit mempunyai daftar risiko di tingkat rumah sakit yang

sekurang-kurangnya meliputi risiko yang ada di butir a) sampai f) yang

ada pada maksud dan tujuan. (D,W)

3. Rumah sakit telah membuat strategi untuk mengurangi risiko yang

ada di butir a) sampai dengan f). (D,W)

4. Ada bukti rumah sakit telah melakukan failure mode effect analysis

(analisis efek modus kegagalan) setahun sekali pada proses berisiko

tinggi yang diprioritaskan. (D,W)

5. Rumah sakit telah melaksanakan tindak lanjut hasil analisis modus

dampak kegagalan. (FMEA). (D,W)

(10)
(11)

Program Manajemen Risiko Rumah Sakit

Daftar Risiko Di Tingkat Rumah Sakit

 Strategi Untuk Mengurangi Risiko

(12)

Program manajemen risiko formal yang komponen-komponen

pentingnya meliputi

1) identifikasi risiko;

2) prioritas risiko;

3) pelaporan risiko;

4) manajemen risiko;

5) invesigasi kejadian yang tidak diharapkan (KTD);

6) manajemen terkait tuntutan (klaim).

(13)

STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH

Elemen penilaian PKPO 1 Telusur Skor 5. Terlaksananya pelaporan kesalahan

penggunaan obat sesuai peraturan perundang-undangan. (D,W)

D

W

Bukti pelaksaaan pelaporan

medication error sesuai peraturan perundang-undangan

 Kepala Instalasi Farmasi  Komite/tim PMKP

 Komite medis

 Staf Instalasi Farmasi

10 5 0 TL TS TT

6. Terlaksananya tindak lanjut terhadap kesalahan penggunaan obat untuk  memperbaiki sistem manajemen dan penggunaan obat sesuai peraturan perundang-undangan. (D,W)

D

W

Bukti tentang tindak lanjut terhadap kesalahan penggunaan obat.

 Kepala Instalasi Farmasi  Komite/tim PMKP

 Komite medis

 Komite/tim farmasi terapi

 Staf Instalasi Farmasi/staf klinis

terkait 10 5 0 TL TS TT

PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT

(14)

STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH

Elemen penilaian PKPO 7.1 Telusur Skor

1. Ada regulasi medication safety yang bertujuan mengarahkan penggunaan obat yang aman dan meminimalisasi kemungkinan terjadi kesalahan

penggunaan obat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (R)

R Regulasi tentang medication safety 10 -0

TL -TT

2. Ada bukti pelaksanaan rumah sakit mengumpulkan dan memonitor seluruh angka kesalahan penggunaan obat termasuk kejadian tidak diharapkan, kejadian sentinel, kejadian nyaris cedera, dan kejadian tidak cedera. (D,W)

D

W

Bukti pelaksanaan pengumpulan dan monitoring seluruh angka kesalahan penggunaan obat

 Kepala Instalasi Farmasi  Perawat  Apoteker 10 5 0 TL TS TT

(15)

Dalam menyusun daftar risiko diharapkan rumah sakit agar

memperhatikan ruang lingkup manajemen risiko rumah sakit yang

meliputi beberapa hal, namun tidak terbatas pada

a) pasien;

b) staf medis;

c) tenaga kesehatan dan tenaga lainnya yang bekerja di rumah

sakit;

d) fasilitas rumah sakit;

e) lingkungan rumah sakit; dan

f) bisnis rumah sakit.

(16)

RISIKO KLINIS

(17)

Risiko adalah :

Potensi terjadinya kerugian

Dapat timbul dari proses / kegiatan saat Sekarang atau

Kejadian pada Masa y.a.d

Risk :

Potensi terjadinya kerugian .

Risiko murni adalah ketidakpastian apakah kerugian akan

terjadi

Risiko spekulatif adalah ketidakpastian tentang suatu peristiwa

yang dapat menghasilkan kerugian .

Risiko murni adalah diasuransikan namun risiko spekulatif

(18)

Manajemen Risiko RS : Kegiatan klinis

dan administratif yang dilakukan untuk

mengidentifikasi , mengevaluasi , dan

mengurangi risiko cedera bagi pasien ,

staf , dan pengunjung , dan risiko

kerugian untuk organisasi itu sendir

(19)

Risiko Klinis :

 –

 Semua isu yang dapat berdampak terhadap

pencapaian

Risi

di R ma Sa it

 pelayanan pasien yang bermutu,

aman dan efektif.

Risiko Nonklinis / Corporate Risk :

 –

 Semua isu yang dapat berdampak terhadap

tercapainya tugas pokok dan kewajiban hukum

dari RS sebagai korporasi

(20)

CATEGORIES OF HOSPITAL RISK

Property Risk Visitor Risk Worker Risk Owner Risk Patient Risk Other’s Risk

(21)

KARS

FINANSIAL

- Alokasi sumber daya

- Manajemen anggaran dan sumber  daya

- Proses2 manajemen risiko - Instruksi2 bendahara

- Manajemen kontrak -   Kegagalan2 fiduciary 

OPRASIONAL

- Pelayanan dan tindakan klinis - Kegagalan proses klinis dan

manajemen

- Kegagalan peralatan dan prasarana - Peraturan, kebijakan dan standar  - Manajemen tenaga kerja

- Pelatihan dan edukasi

POLITIS

- Hubungan2 Pemerintah Pusat-Daerah

- Budaya rumah sakit

- Legislasi dan regulasi Pusat-Daerah - Harapan2 komunitas, politis dan

media

LEGAL

-   Komplain2

- Tugas pelayanan

- Tanggung jawab legal dan regulasi - Tanggung jawab medico-legal

- Tanggung jawab Anggaran Dasar  - Hukum Kesehatan & Keamanan

Tempat Kerja

 ACHS : Risk Management & Quality Improvement Handbook, 2013

(22)

1. Patient care-related risks

2. Medical staff-related risks

3. Employee-related risks

4. Property-related risks

5. Financial risks

6. Other risks

Roberta Caroll, editor : Risk Management Handbook for Health Care Organizations, 4thedition, Jossey Bass, 2004

Kategori Risi o di Rumah Sakit

Categories of Risk

(23)

Roberta Caroll, editor : Risk Management Handbook for Health Care Organizations, 4thedition, Jossey Bass, 2004 Hospital Risk Management Patient Risks •

Clinical Risk Mgt

Patient Safety

Property Risks

Hospital Risk Management

(24)

RISIKO KLINIS DI ICU

1. Medication error:

ESO, READ BACK,LASA,

HIGH ALERT/RISK DRUG, ROTD.

2. Error terkait prosedur: diklat/kompetensi:

pemasangan dan maintenance ventilator, NGT,

ETT, infution pump, dll.

3. Komplikasi Prosedur/pengobatan/tes: angka

HAIs,(VAP. ISK. ILO, IADP, Plebitis, Decubitus),

4. Pasien Jatuh: angka pasien jatuh, pasien

(25)

Risk management process overview

   K    O    M    U    N    I    K    A    S    I    D    A    N    K    O    N    S    U    L    T    A    S    I    M    O    N    I    T    O    R    D    A    N    R    E    V    I    E    W TEGAKKAN KONTEKS IDENTIFIKASI RISIKO ANALISA RISIKO EVALUASI RISIKO KELOLA RISIKO RISK REGISTER KARS

(26)

PENGELOLAAN RISIKO

- Tetapkan alternatif / pilihan - analisa untung rugi

- pilih tindakan yeng paling sesuai

EVALUASI RISIKO

-Bandingkan tingkat risiko dg ktriteria

-analisa untung rugi

-Risiko diterima atau tidak

ANALISA RISIKO

-Dampak & probabilitas - Siapa yang terlibat

-Tingkat risiko

-Kendali yang sudah ada dan yang diperlukan

IDENTIFIKASI RISIKO :

-Apa yang bisa terjadi -Bagaimana kejadiannya -Mengapa hal itu bisa terjadi

-Kapan hal itu bisa terjadi -Dimana hal itu bisa terjadi

-Siapa yang bisa tertimpa kejadian tersebut

MEMBANGUN KONTEKS :

- FAKTOR YANG MENDUKUNG DAN YANG MENGHAMBAT - TENTUKAN TUJUAN DAN SASARAN

- STRUKTUR ORGANISASI MANAJEMEN RISIKO

MONITOR AUDIT REVIEW RISIKO diterima RISIKO Tdk diterima KOMUNIKASI DAN KONSULTASI KARS

(27)

••

Proses un

Proses untuk mengiden

tuk mengidentifikasi apa

tifikasi apa yang bisa

yang bisa

terjadi, mengapa dan bagaimana hal tersebut

terjadi, mengapa dan bagaimana hal tersebut

bisa terjadi

bisa terjadi

••

Instrumen

Instrumen identifikasi

identifikasi ::

a. Laporan insiden

a. Laporan insiden

b. Komplain dan litigasi

b. Komplain dan litigasi

c. Risk profiling

c. Risk profiling

d. Surveilance

d. Surveilance

••

 Peran staf 

 Peran staf 

KARS KARS

(28)

.

.

Berhubungan langsung dengan asuhan pasien :

Berhubungan langsung dengan asuhan pasien :

o

o

Konsekuensi dari ke t

Konsekuensi dari ke tidaklayakan atau pengobatan/pelayanan

idaklayakan atau pengobatan/pelayanan

medis yang salah

medis yang salah

o

o

Kerahasiaan dan pelepasan informasi yang tepat

Kerahasiaan dan pelepasan informasi yang tepat

o

o

Perlindungan dari penyalahgunaan, penelantaran dan

Perlindungan dari penyalahgunaan, penelantaran dan

kekerasan

kekerasan

o

o

Apakah pasien diberitahu tentang risiko ?

Apakah pasien diberitahu tentang risiko ?

o

o

Pengobatan tidak diskriminatif

Pengobatan tidak diskriminatif

o

o

Triase yang tepat dan transfer pasien dari

Triase yang tepat dan transfer pasien dari IGD

IGD

o

o

Partisipasi pasien dalam studi penelitian dan penggunaan obat

Partisipasi pasien dalam studi penelitian dan penggunaan obat

eksperimental

eksperimental

 – 

 – 

dengan persetujuan pasien ?

dengan persetujuan pasien ?

o

o

Apakah kepulangan pasien sudah sesuai?

Apakah kepulangan pasien sudah sesuai?

KARS KARS

(29)

o

o

Kredential terhadap staf medis ?

Kredential terhadap staf medis ?

o

o

Tindakan medis sesuai kompetensi dan

Tindakan medis sesuai kompetensi dan

prosedur baku ?

prosedur baku ?

o

o

Apakah pasien di kelola dengan baik?

Apakah pasien di kelola dengan baik?

o

o

Apakah staf kita telah terlatih?

Apakah staf kita telah terlatih?

KARS KARS

(30)

Risiko keselamatan dan kecelakaan kerja

Menjaga lingkungan yang aman

Kebijakan Kesehatan Karyawan :

 –

mengurangi risiko penyakit akibat kerja dan

cedera

 –

menyediakan untuk pengobatan dan

kompensasi pekerja untuk penyakit atau cedera

yang berhubungan dengan pekerjaan

(31)

KARS

No. PELAYANAN INSIDEN

1. Gawat Darurat Insiden kesalahan identifikasi kegawat daruratan Insiden kesalahan transportasi pasien

2. Kamar Operasi Insiden kesalahan identifikasi pasien Insiden kesalahan jenis operasi

Insiden kesalahan lokasi

Insiden tertinggalnya kain kasa Insiden tertinggalnya instrumen

Insiden operasi tanpa spesialis anestesi Insiden operasi dengan kekurangan darah Insiden konsultasi durante operasi

Insiden perluasan operasi

(32)

KARS

3. Rawat Intensif Insiden tersumbatnya saluran napas yang berakibat bradikardi Insiden kesalahan setting ventilator

Insiden vagal reflex pada pemasangan ET 4. Perawatan Insiden pasien jatuh

Insiden infus blong Insiden trauma elektrik

Insiden kesalahan pemberian obat

Insiden kesalahan pemberian informasi kepada dokter Insiden kesalahan cara pemberian obat

Insiden kesalahan dosis obat

Insiden kesalahan pencampuran obat Insiden kesalahan sampling

Insiden kesalahan identifikasi pasien pada pengambilan sample Insiden kesalahan persiapan pemeriksaan penunjang

Insiden kesalahan persiapan operasi Inside luk bak akibat buli buli

(33)

KARS

5. Pelayanan darah Insiden kesalahan golongan darah

Insiden kesalahan jenis darah Insiden reaksi transfusi darah Insiden perbedaan hasil skrining

6. Radiologi Insiden kesalahan posisi pemeriksaan

Insiden reaksi obat kontras

7. Gizi Insiden kesalahan jenis diet

Insiden kesalahan sediaan diet khusus

8. Laboratorium Insiden kesalahan menyampaikan hasil

pemeriksaan

Insiden kesalahan pengambilan sampel Insiden kesalahan pasien

9. Farmasi Insiden kesalahan pembacaan resep

Insiden kesalahan penyerahan obat 10. Rehabilitasi Medik Insiden luka bakar akibat diatermi

(34)

Setiap rumah sakit menetapkan definisi operasional dari kejadian

sentinel yang meliputi sekurang-kurangnya :

a. kematian tidak terduga dan tidak terkait dengan perjalanan

alamiah penyakit pasien atau kondisi yang mendasari

penyakitnya (contoh, bunuh diri)

b. kehilangan fungsi utama

(major)

secara permanen yang tidak

terkait dengan perjalanan alamiah penyakit pasien atau

kondisi yang mendasari penyakitnya

c. salah-lokasi, salah-prosedur, salah-pasien operasi; dan

d. penculikan bayi atau bayi yang dipulangkan bersama orang

yang bukan orang tuanya

(35)

Error Kategori Hasil

 No error A Kejadian atau yang berpotensi untuk terjadinya kesalahan (KPC)

Error, no harm B Terjadi kesalahan sebelum obat mencapai pasien (KNC)

C Terjadi kesalahan dan obat sudah diminum/digunakan pasien tetapi tidak membahayakan pasien (KTC)

D Terjadinya kesalahan, sehingga monitoring ketat harus dilakukan tetapi tidak membahayakan pasien (KTC)

Error, harm E Terjadi kesalahan, hingga terapi dan intervensi lanjut diperlukan dan kesalahan ini memberikan efek yang buruk yang sifatnya sementara (KTD)

F Terjadi kesalahan dan mengakibatkan pasien harus dirawat lebih lama di rumah sakit serta memberikan efek buruk yang sifatnya sementara (KTD)

G Terjadi kesalahan yang mengakibatkan efek buruk yang bersifat  permanen (sentinel )

H Terjadi kesalahan dan hampir merenggut nyawa pasien contoh syok anafilaktik (KTD)

(36)

Tipe medication

errors 

Keterangan

Unauthorized

drug 

Obat yang terlanjur diserahkan kepada pasien padahal

diresepkan oleh bukan dokter yang berwenang

Improper

dose/quantity 

Dosis, strength atau jumlah obat yang tidak sesuai

dengan yang dimaksud dalam resep

Wrong dose

 preparation

method 

Penyiapan/formulasi atau pencampuran obat yang tidak

sesuai

Wrong dose

form 

Obat yang diserahkan dalam dosis dan cara pemberian

yang tidak sesuai dengan yang diperintahkan di dalam

(37)

Tipe medication

errors 

Keterangan

Wrong patient 

Obat diserahkan atau diberikan pada pasien yang

keliru yang tidak sesuai dengan yang tertera di resep

Omission error 

Gagal dalam memberikan dosis sesuai permintaan,

mengabaikan penolakan pasien atau keputusan klinik

yang mengisyaratkan untuk tidak memberikan obat

yang bersangkutan

Extra dose 

Memberikan duplikasi obat pada waktu yang berbeda

Prescribing error 

Obat diresepkan secara keliru atau perintah diberikan

secara lisan atau diresepkan oleh dokter yang tidak

berkompeten

Wrong

administration

Technique 

Menggunakan cara pemberian yang keliru termasuk

misalnya menyiapkan obat dengan teknik yang tidak

dibenarkan (misalkan obat I.M diberikan I.V)

Wrong time 

Obat diberikan tidak sesuai dengan jadwal pemberian

atau diluar jadwal yang ditetapkan

KARS

(38)

risk grading matrix

root cause analysis ( RCA )

failure modes and effects analysis

( FMEA )

(39)

Risiko sebagai suatu fungsi dari Probabilitas (Chance,

Likelihood) dari suatu Kejadian yang tidak diinginkan, dan

Tingkat Keparahan / Besarnya Dampak dari kejadian tsb

.”

Risk =

Probability (of the Event) X Consequence

(Impact, Dampak)

KARS

(40)

Risk Matrix

 Sering digunakan

Untuk memetakan risiko terhadap Probabilitas dan Dampak

Risk Matrix efektif :

Mudah digunakan dan dimengerti

Mempunyai deskripsi detail dan definitif 

Menerangkan bagaimana risiko dapat di mitigasi pada

tingkat yang bisa ditolerir 

(41)

PROBABILITY / LIKELIHOOD

Level DESKRIPSI 1

Very low

0 – 5% – extremely unlikely or virtually impossible

HAMPIR TIDAK MUNGKIN TERJADI

2

Low

6 – 20% – low but not impossible

 JARANG TAPI BUKAN TIDAK MUNGKIN TERJADI

3

Medium

21 – 50% – fairly likely to occur

MUNGKIN TERJADI / BISA TERJADI

4

High

51 – 80% – more likely to occur than not

SANGAT MUNGKIN

5

Very high

81 – 100% – almost certainly will occur

HAMPIR PASTI AKAN TERJADI

(42)

SKOR DAMPAK

1 2 3 4 5

INSGNIFICANT MINOR MODERATE MAJOR CATASTROPHIC

CEDERA PASIEN

Tidak ada cedera Dapat diatasi dengan pertolongan pertama Berkurangnya fungsi motorik / sensorik

Setiap kasus yang

memperpanjang perawatan Cedera luas Kehilangan fungsi utama permanent Kematian PELAYANAN/ OPERASIO NAL TERHENTI LEBIH DARI 1 JAM TERHENTI LEBIH DARI 8 JAM TERHENTI LEBIH DARI 1 HARI TERHENTI LEBIH DARI 1 MINGGU TERHENTI PERMANEN BIAYA / KEUANGAN

KERUGIAN KECIL KERUGIAN LEBIH DARI 0,1% ANGGARAN KERUGIAN LEBIH DARI 0,25 % ANGGARAN KERUGIAN LEBIH DARI 0,5% ANGGARAN KERUGIAN LEBIH DARI 1% ANGGARAN

PUBLIKASI RUMOR - MEDIA LOKAL - WAKTU SINGKAT - MEDIA LOKAL - WAKTU LAMA MEDIA NASIONAL KURANG DARI 3 HARI MEDIA NASIONAL LEBIH DARI 3 HARI

REPUTASI RUMOR DAMPAK KECIL

THD MORIL KARYAWAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DAMPAK BERMAKNA THD MORIL KARYAWAN DAN KEPERCAYAAN DAMPAK SERIUS THD MORIL KARYAWAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT MENJADI MASALAH BERAT BAGI PR KARS

(43)

Likelihood /  Probability

Potencial Concequences / Impact Insignificant 1 Minor  2 Moderate 3 Major  4 Catastropic 5 Almost certain (Tiap mgg /bln) 5

Moderate Moderate High Extreme Extreme

Likely (Bebrp x /thn) 4

Moderate Moderate High Extreme Extreme

Posible (1-2 thn/x)

3

Low Moderate High Extreme Extreme

Unlikely (2-5 thn/x) 2

Low Low Moderate High Extreme

Rare (>5 thn/x) 1

Low Low Moderate high Extreme

MATRIX ASSESSMENT

Can be manage by

procedure

Clinical Manager / Lead Clinician should

assess the

consequences againts cost of treating the risk

Detailed review & urgent treatment

should be undertaken by senior management

Immediate review & action required

at Board level. Director must be

informed

KARS

(44)

KARS

1.

Identifikasi insiden yg akan di investigasi

INVESTIGASI

2.

Tentukan tim investigator

3.

Kumpulkan data

(Observasi, Dokumentasi , Interview)

4.

Petakan kronologis kejadian

(Narratif chronology, Timeline, Tabular Timeline, Time Person Grid)

5.

Identifikasi masalah (CMP)

(Brainstorming, brainwriting, Nominal Group

Technique)

ANALISA

6.

Analisis Informasi

(5 why’s, Analisis Perubahan, Analisis

penghalang, fish borne, dll

7.

Rekomendasi dan Rencana kerja untuk

improvement

IMPROVE

(45)

LANGKAH-LANGKAH

ANALISIS MODUS KEGAGALAN & DAMPAK (AMKD)® (HEALTHCARE FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS)

(HFMEA) By : VA NCPS

1. Tetapkan Topik AMKD/HFMEA

2. Bentuk Tim

3. Gambarkan Alur Proses

4. Buat Hazard Analysis

5. Tindakan dan Pengukuran Outcome

(46)

1. Risk Ranking

2. Prioritize the risk

3. Cost Benefit Analysis (setelah diranking, biaya untuk

mengurangi risiko dibandingkan dengan biaya kalau

terjadi risiko)

4. Determine, is the risk to be accepted or not

KARS

(47)

Kriteria Evaluasi Risiko

Keputusan untuk menerima risiko dan pengelolaannya

berdasarkan pertimbangan :

o

kriteria klinis, operasional, teknis, kemanusian

o

kebijakan, tujuan ,

o

sasaran dan kepentingan stakeholder.

o

keuangan, hukum, sosial

(48)

Risk Register

RS harus punya Standar yg berisi Program Risk

Assessment tahunan

Risk Register 

 Risk Register :

1. Risiko yg teridentifikasi dlm 1 thn

2. Informasi Insiden keselamatan pasien, klaim

litigasi dan komplain, investigasi eksternal &

internal, exernal assessments dan Akreditasi

3. Informasi potensial risiko maupun risiko aktual

(menggunakan RCA & FMEA)

KARS

(49)

KARS

ISSUE RISIKO DAMPAK PROBABILITAS   SKOR RISIKO RANGKI NG RISIKO PIC 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 A. Pasien - Insiden KP B. Staf Medis Tuntutan hukum Pengelolaan pasien C. Staf Keperawatan

(50)
(51)

o

 Pengendalian risiko

o

 Pembiayaan risiko

(52)

Rencana kegiatan dengan tujuan strategis untuk satu tahun digambarkan dengan tabel

Tujuan

RENCAN KEGI AN CTIO PLAN

Strategis Kegiatan Hasil ( Outcome ) Pelaksana Waktu (Time Scale) 1.Risk Management sebagai bagian integral dari rencana strategi RS Penyusunan rencana dan kebijakan strategis tentang Manajemen Risiko --- ---- ----2.Membangun kesadaran dan kepedulian staf tentang Manajemen Risiko Sosialisasi Manajemen Risiko kepada seluruh staf RS ---- ---- ----3.Pembelajaran dari pengalaman risiko tahun lalu

Penyebarluasan proses Manajemen

Risiko ---- ----

----4……… ……….. ……….. ………... ……….. KARS

(53)
(54)

KATEGORI RISIKO D A M P A K P R O B A B I L I T A S S K O R TINDAKAN : - PENCEGAHAN - MITIGASI

BIAYA PERINGKATRISIKO

Staf Medis 1. 2. Staf Keperawatan 1. …… KARS

(55)
(56)

SENTINEL

KNC

KTD

RCA

INVESTIGASI

SEDERHANA

MERAH &

KUNING

RISK

GRADING

BIRU &

(57)

Rumah Sakit ………..

PROGRAM MANAJEMEN RISIKO

TAHUN 2018

(58)

PROGRAM

MANAJEMEN RISIKO

I.

PENDAHULUAN

• Latar belakang diperlukannya PROGRAM manajemen risiko bagi

rumah sakit

• Proses manajemen risiko dengan pendekatan yang sistematik

• Hal – hal yang telah dicapai selama ini

• Harapan untuk masa yang akan datang

II.

TUJUAN

1. Mengembangkan pelaksanaan manajemen risiko

2. Memperjelas peran, tugas, dan tanggung jawab staf rumah sakit dalam hal pelaksanaan manajemen risiko

(59)

III. PENGERTIAN

1.

Risiko adalah

  ………

2.

Risiko klinis adalah

  ………

3.

Risiko Non Klinis adalah

  ………

4.

Manajemen Risiko ...

5.

.

………….

6.

  ………..

(60)

IV. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM MANAJEMEN RISIKO

1. Seluruh anggota staf memiliki tanggung jawab pribadi dalam hal pelaksanaan manajemen risiko, dan seluruh tingkatan manajemen harus mengerti dan mengimplementasikan strategi dan kebijakan manajemen risiko

2. Board / yayasan / Pemilik  

• Bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan prinsip – prinsip Good

Governance termasuk mengembangkan proses dan sistem pengendalian keuangan, pengendalian organisasi, Clinical Governance, dan manajemen risiko

• Dalam hal pelaksanaan strategi ini board  berperan : - mengarahkan

- mendukung - memonitor 

- persetujuan pembiayaan

(61)

3. Direktur  :

Memiliki tanggung jawab menyeluruh sesuai dengan Hospital Bylaws

yang telah ditetapkan

Memastikan bahwa tanggung jawab dan koordinasi dalam hal

manajemen risiko dalam dokumen ini dilaksanakan dengan baik

Dalam hal pengembangan strategi manajemen risiko ini CEO

mendelegasikan tanggung jawabnya kepada ……….

4. Wkl Direktur Medis:

Bertanggung jawab kepada Direktur dalam hal implementasi dan

pengembangan manajemen risiko klinis dan keselamatan pasien

Monitor pelaksanaan manajemen risiko klinisMonitor pelaksanaan pelaporan insiden

•   ………

•   ………...

5. Kepala Keperawatan

Koordinasi manajemen risiko keperawatanIdentifikasi risiko bidang keperawatan

•   ………

(62)

V. PROSES MANAJEMEN RISIKO

   K    O    M    U    N    I    K    A    S    I    D    A    N    K    O    N    S    U    L    T    A    S    I    M    O    N    I    T    O    R    D    A    N    R    E    V    I    E    W TEGAKKAN KONTEKS IDENTIFIKASI RISIKO ANALISA RISIKO EVALUASI RISIKO KELOLA RISIKO ASESMEN RISIKO RISK REGISTER

(63)

1. Asesmen Risiko:

a. Area Asesmen :

Area asesnmen risiko mencakup : - UNIT BEDAH - UNIT FARMASI - UNIT RADIOLOGI - UNIT KEPERAWATAN - UNIT LABORATORIUM DST.

Untuk tahun ….. Lebih diprioritaskan : ……

(64)

b. Identifikasi Risiko :

- Proses untuk mengidentifikasi apa yang bisa terjadi,

mengapa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi

- Instrumenidentifikasi :

a. Laporan insiden

b. Komplain dan litigasi

c. Risk profiling

d. Survei

(65)

c. Analisis risiko :

- risk grading matrix

- root cause analysis ( RCA )

- failure modes and effects analysis

( FMEA )

d. Penilaian Risiko :

- Risk ranking

- prioritas risiko

- cost benefit analysis

2. Penanganan Risiko :

- Pengendalian risiko

(66)

VI. SISTEM PELAPORAN

Penjelasan tentang peran dan tanggung jawab individu, tim maupun departemen dalam melaksanakan pelaporan.Alur dan tata cara pelaporan insiden harus diatur dengan jelas baik untuk risiko klinis maupun risiko non klinis

VII. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. Manajer Risiko mengkoordinasikan pendidikan dan pelatihan bagi

manajer – manajer dan staf terkait

2.   ………

(67)

VIII. INDIKATOR UNTUK KEBERHASILAN

Indikator harus bisa diukur dan memiliki potensi untuk perbaikan 1. Indikator Keuangan : •   ……… •   ……… 2. Indikator SDM : •   ……… •   ……… 3. Indikator Kegiatan : •   ……… •   ……… 4. Indikator Klinis : •   ……… •   ………

5. Indikator Manajemen Risiko :

•   ………

6. Indikator Eksternal :

•   ………

7. Indikator Reputasional :

(68)

Rencana kegiatan dengan tujuan strategis untuk satu tahun digambarkan dengan tabel

Tujuan

IX RENCAN KEGI AN ACTION PLAN

Strategis Kegiatan Hasil ( Outcome ) Pelaksana Waktu (Time Scale) 1.Risk Management sebagai bagian integral dari rencana strategi RS Penyusunan rencana dan kebijakan strategis tentang Manajemen Risiko --- ---- ----2.Membangun kesadaran dan kepedulian staf tentang Manajemen Risiko Sosialisasi Manajemen Risiko kepada seluruh staf RS ---- ---- ----3.Pembelajaran dari pengalaman risiko tahun lalu

Penyebarluasan proses Manajemen

Risiko ---- ----

(69)

X.

MONITORING, AUDIT DAN REVIEW

1. Monitoring Internal ……… ……… ………. 2. Monitoring Eksternal ………. ……… …..……….

Lampiran A : Struktur organisasi Manajemen Risiko

Lampiran B : Proses asesmen risiko / Risk Management Tools Lampiran C : Risk Register Tahun ……

(70)

Lampiran A :

Struktur organisasi Manajemen Risiko

(71)

NO -IDENTIFIKASI RISIKO -KORBAN D A M P A K P R O B A B I L I T A S S K O R TINDAKAN  YANG SUDAH ADA - REKOMEN DASI TINDAKAN LAIN - TANGGAL MULAI BIAYA TANGGUNG JAWAB -REVIEW -TANGGAL

ASESMEN RISIKO UNTUK :

……….. TANGGAL DILAKUKAN ASESMEN : ……… PELAKSANA : ……….. Lampiran B :

(72)

KATEGORI RISIKO D A M P A K P R O B A B I L I T A S S K O R TINDAKAN : - PENCEGAHAN - MITIGASI

BIAYA PERINGKATRISIKO

 A. UNIT BEDAH 1.

B

.

UNITLABORATORIUM 1.

Lampiran C :

(73)

OVERVIEW PMKP

SENTINEL

KNC

KTD

RCA

INVESTIGASI

SEDERHANA

MERAH &

KUNING

RISK

GRADING

BIRU &

HIJAU

Gambar

TABEL ASESMEN RISIKO

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa tiga faktor utama yang membuat mahasiswa enggan untuk mencari bantuan psikologis pada penyedia layanan psikologis formal

OBJEKTIF STRATEGI STRATEGI STRATEGI STRATEGI Sasaran Sasaran Pencapaian Pencapaian (%) (%) 2012 2012 2013 2013 2014 2014 2015 2015 2016 2016 MBM MBM Tujuan utama

Setelah daerah potensi ikan ditetapkan, diperlukan analisis lanjutan agar diperoleh zona perikanan tangkap pelagis potensial. Aspek pengembangan wilayah menjadi pertimbangan

bahwa salah satu Keputusan MUSDA-X Partai Golongan Karya Provinsi Gorontalo sebagaimana tersebut pada huruf a di atas adalah Pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah

Hal ini dapat menunjukkan bahwa keragaman kesuksesan implementasi sistem e-procurement mampu dijelaskan oleh konstruk kualitas sistem, kualitas informasi, persepsi

Berangkat dari hal ini semua, kami berharap pihak kampus dapat memberikan dukungan moril dan materi untuk keikutsertaan kami dalam event Thailand Inventors' Day

Forecasting petumbuhan jumlah pelanggan yang dilakukan berdasarkan data historis operator menggunakan time series analysis.Dari perhitungan traffic dan kapasitas

Untuk IPAL Suwung pengoperasian aerator masih dengan cara manual yaitu dioperasikan pada jam tertentu sehingga input jumlah oksigen terkadang tidak sesuai dengan karakteristik