Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran konselor dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba di lembaga penerimaan wajib registrasi Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Peran Konselor Dalam Menangani Korban Penyalahgunaan Narkoba (Pada Instansi Penerima Wajib Lapor dari Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga)' sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar magister Jurusan Konseling Islam Fakultas Dakwah, Lembaga Keagamaan Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.
Latar Belakang Masalah
Oleh karena itu berdasarkan latar belakang diatas mengenai peran konselor dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat menyembuhkan para penyalahguna narkoba. Perlakuan terhadap korban penyalahgunaan narkoba (Dalam lembaga penerima, Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga wajib lapor).
Definisi Oprasional
Peran Konselor
Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan narkoba juga merupakan pola penggunaan yang menyimpang secara klinis, berlangsung setidaknya satu bulan, dan mengganggu fungsi sosial atau pekerjaan. Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah global dan menimpa banyak negara, baik negara maju maupun berkembang seperti Indonesia.7.
Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islami Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
Lembaga penerima wajib melaporkan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami merupakan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, kemanusiaan, memberikan dan memberikan bantuan kepada fakir miskin, janda miskin, serta anak yatim dan dhuafa. Karena melalui pihak-pihak inilah visi Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami dapat terwujud dan berjalan lancar dan lancar.8.
Rumusan Masalah
Lembaga Penerima Wajib Melapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami adalah yayasan yang bergerak di bidang rehabilitasi sosial yang menaungi Rumah Rehabilitasi Narkoba dalam pengobatan dan rehabilitasi pecandu dan korban pengguna Narkoba, diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk korban, keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1.Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
Studi Deskriptif Self Compassion pada Penghuni Narkoba di YPI (Yayasan Pendidikan Islam) Panti Rehabilitasi Narkoba Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Rehabilitasi pecandu Narkoba dengan pendekatan nilai karakter religius di Panti Rehabilitasi Narkoba Nurul Ichsan AL-Islami Karangsari Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga.
Kajian Teoritik 1. Peran Konselor 1.Peran Konselor
Sedangkan tesis peneliti membahas tentang peran konselor dalam penanganan korban penyalahgunaan narkoba (pada lembaga penerima wajib lapor di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga). Sedangkan korban penyalahgunaan narkoba adalah orang yang menggunakan narkotika atau psikotropika tanpa indikasi medis dan tidak dalam pengawasan dokter.
Sistematika Penulisan
Deskripsi Tentang Peran Konselor 1. Pengertian Peran 1.Pengertian Peran
Pengertian Peran Konselor
Menurut Agus Supriyanto dalam Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling menjelaskan peran konselor dalam rehabilitasi yang biasa disebut konselor adiksi, bahwa peran konselor adiksi adalah membantu program rehabilitasi narkoba bagi korban penyalahgunaan narkoba. Konselor atau pembimbing adalah seseorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling dan menggali pengetahuan lebih dalam tentang program rehabilitasi. Dalam hal ini, konselor juga dapat mencari celah atau cara beradaptasi dengan kondisi yang ada, dan menjadi role model dalam pelaksanaan rehabilitasi termasuk bimbingan dalam rehabilitasi.
Konselor yang membantu korban penyalahgunaan narkoba sebagai manusia merupakan bagian integral dari program rehabilitasi. Bagian yang tidak terpisahkan dari pemberian layanan konseling terhadap korban penyalahgunaan Napza oleh konselor adalah bimbingan. Kami berharap potensi korban penyalahgunaan Napza dapat dikembangkan secara positif dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupannya setelah menjalani program rehabilitasi (rehabilitasi pasca kecanduan).
Sifat luar yang dimiliki seorang konselor adalah menawan, kemampuan bersikap tenang ketika bersama orang lain, dan kemampuan berempati.36 Konselor dalam menjalankan tugasnya juga dapat berperan sebagai teman untuk berkomunikasi lebih dekat dengan pelanggan. Dalam kondisi seperti ini hubungan konselor-teman akan mampu membantu klien dengan baik dalam memecahkan masalah dan melaksanakan aktivitas yang diciptakan oleh konselor.
Aktifitas Konselor Dalam Penanganan Korban Penyalahgunaan Narkoba
Sedangkan mentor adalah seorang konselor yang memberikan bimbingan untuk membantu, membimbing, klien dalam menetapkan tujuan. 41 Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli kepada seseorang atau beberapa individu, anak-anak, remaja atau orang dewasa, agar orang-orang tersebut yang dibimbing dapat mengembangkan keterampilannya dan mandiri, dengan menggunakan kekuatan individu dan fasilitas yang ada yang dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Konseling kelompok merupakan suatu metode yang dilakukan secara berkelompok sebagai media dalam proses pertolongan profesional. Dalam terapi kelompok, yang terjadi adalah pertukaran perasaan dimana klien dapat mengungkapkan atau mengutarakan ide dan pendapatnya.
Peran konselor dalam pengobatan korban penyalahgunaan narkoba sangat berpengaruh dalam proses pemulihan di masa rehabilitasi, untuk itu konselor harus memahami tumbuh kembang, perkembangan dan kebutuhan klien secara mendalam. Peran konselor juga merupakan salah satu alat terpenting yang harus kita miliki dalam diri kita sebagai individu. Salah satu kemampuan konselor adalah menemukan dinamika perilaku individu, pada setiap layanan konseling dimana konselor membawa pengalamannya sendiri dan kualitas humanistik yang akan mempengaruhi tidak hanya konseli, tetapi juga dirinya sendiri.
Dalam banyak penilaian, dimensi kemanusiaan, khususnya aspek psikologis, lah yang paling berpengaruh terhadap proses terapeutik dalam proses penyembuhan dan berkontribusi terhadap hasil konseling, setidaknya dalam pengobatan tertentu. Pada tahap ini pecandu mengikuti program rehabilitasi, yaitu suatu tindakan atau program yang diberikan kepada korban penyalahgunaan narkoba.
Deskripsi tentang Korban Penyalahgunaan Narkoba 1. Definisi Korban Penyalahgunaan Narkoba
Jenis-jenis Narkoba a. Narkotika
Zat Adiktif lainnya adalah zat, bahan kimia, dan biologi dalam bentuk sendiri atau campuran yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan kesehatan lingkungan hidup serta mempunyai sifat karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif, dan iritasi. Zat berbahaya tersebut merupakan zat adiktif yang tidak termasuk dalam golongan narkotika atau psikotropika, namun bila disalahgunakan akan menimbulkan dampak yang dapat menimbulkan kerugian fisik pada seseorang. Zat dalam alkohol dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika kadarnya dalam darah mencapai 0,5%, dan hampir setiap orang akan mengalami masalah koordinasi jika kadarnya dalam darah 0,10%.
Pengharaman arak disebut dalam Al-Quran, Sunnah Rasulullah SAW dan firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah: 90. Pengharaman arak dalam ayat ini disamakan dengan larangan syirik dengan berkorban kepada berhala. Daripada beberapa ayat al-Quran di atas, dapat disimpulkan bahawa penggunaan narkotik yang disebut dalam al-Quran sebagai khamr adalah diharamkan di sisi undang-undang dan Allah telah memperingatkan manusia supaya menjauhi khamr dan tidak menyekutukan-Nya. untuk memperoleh kebahagiaan.
Jelas mengapa penggunaan obat-obatan atau apapun yang memabukkan dilarang oleh Allah SWT karena mengkonsumsi produk tersebut akan mengakibatkan gangguan jiwa, gangguan fisik dan penyakit kronis. Selain itu membuat seseorang menjauh dari Allah SWT dan merupakan salah satu dosa terbesar yang dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian antar umat beragama.
Jenis Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat Penelitian
- Subyek dan Obyek Penelitian a. Subyek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Latar Belakang Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
- Visi dan Misi
- Letak dan Kondisi Geografis Di Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
- Landasan Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
- Tujuan Institusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
- Sturuktur Organisasi dan Job Deskripsi
- Tata Tertib Di Intitusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
- Sarana dan Prasarana Di Intitusi Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga
Tempat penelitian yang digunakan peneliti adalah di Lembaga Wajib Lapor Penerimaan Mahasiswa Baru Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Penulis akan memaparkan gambaran umum tentang lembaga wajib lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Seiring berjalannya waktu, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru wajib melapor kepada Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga pada tahun 2011.
Latar Belakang : Penerimaan lembaga harus melapor kepada Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Dasar kelembagaan penerimaan harus melaporkan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Tujuan Penerimaan Institusi harus mendaftarkan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga.
Proses pembaharuan rehabilitasi kelembagaan bagi wajib lapor di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga antara lain meliputi. Pelanggan harus mematuhi semua peraturan yang berlaku dari institusi untuk pengajuan wajib ke Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Terdapat 2 kegiatan rehabilitasi yang dilakukan oleh Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga yaitu :.
Tata tertib di Institut untuk penerimaannya harus dilaporkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga.
Gambaran Umum Subyek Penelitian
- Deskripsi Konselor yang Menangani Korban Penyalahgunaan Narkoba Seorang konselor akan memberikan bimbingan berupa pemberian
- Deskripsi Tentang Korban Penyalahgunaan Narkoba
- Peran Konselor Dalam Penanganan Korban Penyalahgunaan Narkoba Adapun peran konselor dalam proses pemulihan korban
- Analisis Tentang Peran Konselor Dalam Penanganan Korban Penyalahgunaan Narkoba
Berdasarkan observasi penulis, berikut data 3 korban penyalahgunaan narkoba yang dipilih berdasarkan karakteristik 25 penyalahguna narkoba yang berada di Lembaga Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Peran penasehat tentu saja tidak bisa dipisahkan dari peran penasehat. Pembina Lembaga Penerimaan Wajib Lapor Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga menangani korban penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan asesmen, konseling dan monitoring. Konselor menjalankan perannya dengan memberikan dukungan dan motivasi kepada korban penyalahgunaan narkoba agar tidak menggunakan narkoba lagi.
68Hasil perbincangan dengan RK selaku klien, pada tanggal 12 Februari 2020 pukul 16.00 WIB. . 69Hasil wawancara dengan Achmad Ichsan Maulana selaku pimpinan dan pembina, pada tanggal 12 Februari 2020 pukul 20.00 WIB. . mengarahkan dan menjelaskan apa yang benar dan apa yang salah, serta memberikan informasi yang dibutuhkan oleh korban penyalahgunaan narkoba. “Dengan asesmen tersebut, kami akan menghasilkan data sebaik dan selengkap mungkin untuk memfasilitasi kebutuhan korban penyalahgunaan narkoba selama proses penyembuhan selama masa rehabilitasi.” Korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun sudah menjangkau seluruh pelosok nusantara.
Setelah penulis menjelaskan landasan teori pada II. bab dan data di lapangan yang penulis uraikan pada IV. bab, dalam menangani korban penyalahgunaan Narkoba di Lembaga Penerimaan Wajib Lamaran Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Purbalingga. Jumlah bangsal korban penyalahgunaan narkoba di rumah sebanyak 25 orang yang memerlukan penanganan dan bimbingan khusus melalui proses konseling. Berdasarkan teori pada II. Pada bab ini, peran konselor dalam menangani korban penyalahgunaan narkoba adalah sebagai teman, motivator dan pembimbing.
Sedangkan kegiatan konselor dalam penanganan korban penyalahgunaan narkoba memerlukan proses pemulihan yang meliputi asesmen, konseling, dan pemantauan.
Kesimpulan
Saran
Rehabilitasi mental remaja korban penyalahgunaan narkoba di Yayasan Peduli Kesehatan Jiwa Madani, Cipinang Besar Selatan-Jakarta Timur. Peran Harga Diri Terhadap Ketegasan Remaja Penyalahguna Narkoba (Survei Remaja Penyalahguna Narkoba di Pusat Rehabilitasi Narkoba). Pembinaan Akhlakul Karimah Bagi Pecandu Narkoba di Pondok Pesantren dan Rumah Rehabilitasi Narkoba Nurul Ichsan Al-Islami Karangsari Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga.
Metode Rehabilitasi Jiwa Pecandu Narkoba di Rumah Rehabilitasi Nurussalam Sayung Demak bagi Penyandang Cacat Jiwa dan Sakit Jiwa dalam Perspektif Psikoterapi Islami.