• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran masyarakat jasa konstruksi - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peran masyarakat jasa konstruksi - Spada UNS"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

ASPEK LEGAL

JASA KONSTRUKSI

Semester : VII Bobot : 3 SKS

Sifat : Matkul Pilihan

Pertemuan : 14

(PERAN MASYARAKAT DALAM LAYANAN JASA KONSTRUKSI)

(2)

Peran Masyaraka

t dalam Jasa Konstruksi – UU No. 2 Tahun

2017

Penyelenggaraan sebagian kewenangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 mengikutsertakan

masyarakat Jasa Konstruksi  satu lembaga yang dibentuk oleh Menteri

Unsur pengurus lembaga tsb : asosiasi perusahaan yang terakreditasi; asosiasi profesi yang terakreditasi; institusi

pengguna Jasa Konstruksi yang memenuhi kriteria; perguruan tinggi atau pakar yang memenuhi kriteria

Pengurus lembaga ditetapkan oleh

Menteri setelah mendapatkan persetujuan

dari Dewan Perwakilan Rakyat 2

(3)

Bentuk Partisipasi Masyaraka

t – UU No.

2 Tahun 2017

Mengakses informasi dan keterangan terkait dengan kegiatan konstruksi yang berdampak pada kepentingan masyarakat

Melakukan pengaduan, gugatan, dan upaya mendapatkan ganti kerugian atau kompensasi terhadap dampak yang ditimbulkan akibat kegiatan Jasa Konstruksi

Membentuk asosiasi profesi dan asosiasi badan usaha di bidang Jasa Konstruksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dalam perumusan kebijakan Jasa Konstruksi

Partisipasi masyarakat dilakukan sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan 3

(4)

Lanjutan....

Dalam hal terdapat pengaduan masyarakat akan adanya dugaan kejahatan dan/atau pelanggaran yang disengaja dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi, proses pemeriksaan hukum terhadap Pengguna Jasa dan/atau Penyedia Jasa dilakukan dengan tidak mengganggu atau menghentikan proses penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Dalam hal terdapat pengaduan masyarakat terkait dengan kerugian negara dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi, proses pemeriksaan hukum hanya dapat dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dari lembaga negara yang berwenang untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

Partisipasi masyarakat dapat dilakukan oleh masyarakat Jasa Konstruksi melalui Forum Jasa

Konstruksi 4

(5)

Pengertian beberapa unsur sebagai berikut

MASYARAKAT UMUM masyarakat awam

MASYARAKAT JASA KONSTRUKSI

masyarakat / praktisi yang tergabung dalam suatu wadah organisasi formal dan berbadan hukum (asosiasi, himpunan : PII, HATHI,

GAPENSI, INTAKINDO DLL)

MASYARAKAT DALAM KONSTRUKSI

5

(6)

Peran masyaraka

t umum masyaraka dan

t jasa konstruksi

Hak dan kewajiban masyarakat umum dalam rangka tertib jasa konstruksi Hak

masyarakat

Penyelenggaraan peran masyarakat jasa konstruksi (masyarakat yang mempunyai kepentingan dan/atau kegiatan yang

berhubungan dengan usaha pekerja

konstruksi ) dikembangkan melalui suatu forum yang keanggotaanya meliputi unsur - unsur swasta (Asosiasi jasa

konstruksi,asosiasi mitra usaha jasa konstruksi ,lembaga konsumen ,dan

organisasi kemasyarakatan yang terkait) serta unsur pemerintah

Pelaksanaan pengembangan jasa konstruksi dilakukan oleh suatu lembaga yang

inpenden dan mandiri ,yang beranggotakan wakil -wakil aosiasi perusahaan ,asosiasi profesi jasa konstruksi ,pakar dan perguruan tinggi serta pemerintah

6

(7)

Peran masyaraka

t jasa konstruksi

Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat

Membahas dan merumuskan pemikiran arah pengembangan jasa konstruksi nasional

Mendorong tumbuh dan berkembangnya peran pengawasan masyarakat

Memberi masukan kepada

pemerintah dalam merumuskan pengaturan ,pemberdayaan dan pengawasan

7

(8)

Peran lembaga yang inpenden

mandiri dan

Melakukan penelitian dan

pengembangan jasa konstruksi

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi

Memberikan sertifikat registrasi badan usaha

Melakukan akreditasi sertifikat keterampilan dan keahlian kerja

Menyelenggarakan/meningkatkan peran arbitrase mediasi dan penilai

ahli di bidang jasa konstruksi 8

(9)

FORUM JASA KONSTRUKSI

Forum Jasa Konstruksi merupakan sarana komunikasi, konsultasi, dan informasi antara masyarakat jasa konstruksi dan Pemerintah dalam bentuk pertemuan tetap yang sifatnya independen dan mandiri untuk membahas secara transparan berbagai hal yang berhubungan dengan jasa konstruksi

Masyarakat umum, masyarakat jasa konstruksi, dan dunia usaha yang berkepentingan dengan jasa konstruksi dapat menyampaikan aspirasinya kepada Forum

Hasil Forum disampaikan kepada Pemerintah, Lembaga, dan asosiasi yang terkait sebagai bahan pertimbangan untuk

pengembangan jasa konstruksi nasional

(10)

FORUM J-KONS MELIPUTI

asosiasi perusahaan jasa konstruksi

asosiasi profesi jasa konstruksi

asosiasi perusahaan barang dan jasa mitra usaha jasa konstruksi

masyarakat intelektual

organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dan

berkepentingan di bidang jasa konstruksi dan atau yang mewakili konsumen jasa konstruksi

instansi Pemerintah

Lain-lain (TA praktisi, akademisi dll)

(11)

FUNGSI FORUM J-KONS

Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat

Membahas dan memutuskan pemikiran arah pengembangan jasa konstruksi nasional

Menumbuhkan dan mengembangkan peran pengawasan masyarakat

Memberi masukan kepada Pemerintah dalam merumuskan pengaturan, pemberdayaan, dan pengawasan

(12)

LEMBAGA JASA KONSTRUKSI

Lembaga jasa konstruksi didirikan di tingkat nasional dan di tingkat daerah untuk melaksanakan kegiatan pengembangan jasa konstruksi

Lembaga tingkat nasional berkedudukan di ibukota Negara dan Lembaga tingkat daerah berkedudukan di ibukota daerah yang bersangkutan

mempunyai sifat nasional, independen, mandiri, dan terbuka yang dalam kegiatannya bersifat nirlaba

Masa bakti, rincian tugas pokok dan fungsi, serta mekanisme kerja Lembaga ditetapkan dalam anggaran dasar dan

anggaran rumah tangga Lembaga

(13)

Lanjutan ... (lembaga JK)

Lembaga tingkat nasional menetapkan norma dan aturan yang bersifat nasional

Lembaga tingkat daerah dalam melaksanakan fungsinya berpedoman pada norma dan aturan yang telah

ditetapkan oleh Lembaga tingkat nasional

(14)

TUGAS LEMBAGA JK

melakukan dan mendorong penelitian dan pengembangan jasa konstruksi

menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi

melakukan registrasi tenaga kerja konstruksi yang meliputi klasifikasi, kualifikasi, dan sertifikasi keterampilan dan

keahlian kerja

melakukan registrasi badan usaha jasa konstruksi

mendorong dan meningkatkan peran arbitrase, mediasi, dan penilai ahli di bidang jasa konstruksi

(15)

WEWENANG LEMBAGA JK

Memberikan akreditasi kepada :

asosiasi perusahaan untuk membantu Lembaga dalam rangka menyelenggarakan klasifikasi dan kualifikasi badan usaha dan

asosiasi profesi, institusi pendidikan dan pelatihan untuk membantu Lembaga dalam rangka penyelenggaraan sertifikasi keterampilan kerja dan keahlian kerja

Memberikan status kesetaraan sertifikat keahlian tenaga kerja asing dan registrasi badan usaha asing

Menyusun dan merumuskan ketentuan-ketentuan mengenai tanggung jawab profesi berlandaskan prinsip-prinsip keahlian sesuai dengan kaidah keilmuan, kepatutan dan kejujuran intelektual dalam menjalankan profesinya dengan tetap

mengutamakan kepentingan umum

Memberikan sanksi kepada asosiasi perusahaan, asosiasi profesi, dan institusi

pendidikan dan pelatihan yang mendapat akreditasi dari Lembaga atas pelanggaran yang dilakukan

Memberikan sanksi kepada penyedia jasa konstruksi atas pelanggaran ketentuan Lembaga

(16)

ASOSIASI JASA KONSTRUKSI

Merupakan satu atau lebih wadah organisasi dan atau himpunan pengusaha orang perseorangan dan atau perusahaan baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum yang bergerak di bidang jasa konstruksi yang bersifat umum atau spesialis serta memiliki keterampilan dan atau keahlian sesuai dengan kriteria :

bersifat nasional  memiliki dan/tidak cabang daerah, lingkup kerja nasional

mempunyai tujuan memperjuangkan kepentingan dan aspirasi anggotanya

memiliki dan menjunjung tinggi kode etik asosiasi

melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan manajemen usaha bagi anggota-anggotanya

(17)

ASOSIASI PROFESI KONSTRUKSI

Merupakan satu atau lebih wadah organisasi dan atau himpunan orang perseorangan terampil dan atau ahli atas dasar kesamaan disiplin keilmuan dan atau profesi di bidang konstruksi atau yang berkaitan dengan jasa konstruksi yang memenuhi kriteria :

bersifat nasional

mempunyai tujuan memperjuangkan kepentingan dan aspirasi anggotanya

memiliki dan menjunjung tinggi kode etik profesi

melakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan keahlian bagi anggota-anggotanya

(18)

PAKAR

Merupakan satu orang atau lebih yang memenuhi kriteria sebagai ahli di bidang jasa konstruksi

berdasarkan disiplin keilmuan dan atau

pengalaman, serta mempunyai minat untuk

berperan dalam pengembangan jasa konstruksi dan bukan pengusaha jasa konstruksi

(19)

WAKIL PERGURUAN TINGGI

Merupakan satu orang atau lebih yang berasal dari institusi pendidikan yang memenuhi kriteria :

mempunyai jurusan disiplin ilmu yang berkaitan dengan bidang jasa konstruksi

telah memenuhi persyaratan akreditasi perguruan tinggi dan telah mendapat rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi untuk berpartisipasi dalam Lembaga

(20)

WAKIL INSTANSI PEMERINTAH

Perupakan pejabat dari satu atau lebih instansi yang melakukan pembinaan dan atau bidang

tugasnya berkaitan dengan jasa konstruksi yang direkomendasi oleh Menteri

(21)

PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBINAAN JASA KONSTRUKSI

Memberikan penyuluhan tentang peraturan perundang-undangan jasa konstruksi

Memberikan informasi tentang ketentuan keteknikan, keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta tata lingkungan setempat

Meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap kewajiban pemenuhan tertib penyelenggaraan konstruksi dan tertib

pemanfaatan hasil pekerjaan konstruksi

Memberikan kemudahan peran serta masyarakat dalam

pelaksanaan pengawasan untuk turut serta mencegah terjadinya pekerjaan konstruksi yang membahayakan kepentingan dan

keselamatan umum

(22)

TUJUAN PEMBINAAN

Memberikan arah pertumbuhan dan

perkembangan jasa konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha konstruksi yang kokoh, andal,

berdaya saing tinggi dan hasil pekerjaan yang berkualitas

Mewujudkan tertib penyelenggaraan jasa konstruksi sehingga

Mewujudkan peningkatan peran masyarakat di bidang jasa konstruksi

(23)

OBYEK PEMBINAAN

Penyedia Jasa : Usaha orang perseorangan dan

Badan Usaha yang berbadan hukum ataupun yang bukan berbadan hukum

Pengguna Jasa : Instansi pemerintah pusat dan daerah, Orang Perseorangan, dan Badan Usaha yang berbadan hukum ataupun yang bukan

berbadan hukum

Masyarakat Jasa Konstruksi

Asosiasi perusahaan & profesi, perguruan tinggi, pakar, dll

(24)

BENTUK PEMBINAAN

Pengaturan

Melaksanaan kebijakan nasional terkait dengan jasa konstruksi

Menyebarluaskan peraturan per-UUan Jasa Konstruksi

Pemberdayaan

Melaksanakan pelatihan, bimbingan teknis dan penyuluhan

Menerbitkan perizinan Usaha Jasa Konstruksi

Pengawasan sesuai kewenangannya untuk

terpenuhinya tertib penyelenggaraan pekerjaan jasa konstruksi

(25)

TERIMA KASIH

semoga bermanfaat

Referensi

Dokumen terkait

hubungan kerja yang terjadi di badan usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang.. perseorangan, milik persekutuan atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun

(1) “Setiap bentuk usaha yang berbadan hukum a tau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang

Dengan demikian Asosiasi Sistem Informasi Indonesia atau AISINDO dalam payung hukum nasional merupakan organisasi sosial profesi yang berbadan hukum Yayasan, dan dalam

Kantor Penggerak Jaminan Sosial Indonesia, yang selanjutnya disebut Kantor Perisai adalah wadah berkumpul Perisai dalam organisasi yang berbadan hukum atau tidak

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan suatu badan usaha milik warga negara indonesia, baik perseorangan maupun berbadan hukum yang memiliki kekayaan bersih.

Pelaku Usaha adalah Perusahaan industri yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri yang berbentuk perseorangan atau badan usaha baik berbadan hukum maupun bukan badan hukum

Pengertian… • ORGANISASI merupakan wadah yang dibentuk oleh sekelompok orang lebih dari satu yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran bersama.. • PEMBAGIAN KERJA

Pemohon adalah LJK, orang perseorangan, atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun yang tidak berbentuk badan hukum, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok