• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU SARANA PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PERAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU SARANA PENDIDIKAN "

Copied!
124
0
0

Teks penuh

Peran Masyarakat Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Kasus di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngrayudan Jogorogo Ngawi). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang peran masyarakat dalam wadah komite dalam meningkatkan mutu pendidikan dan, 2) mendeskrepsikan gambaran tentang peran masyarakat dalam wadah dewan pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sumbangan atau kontribusi pemikiran tentang peningkatan mutu pendidikan melalui peran masyarakat di MIN Ngrayudan Jogorogo, Ngawi. Sebagai tambahan pengetahuan terkait strategi peningkatan mutu pendidikan melalui peran masyarakat yang dihasilkan dari proses penelititan di MIN Ngrayudan Jogorogo, Ngawi.

Sistematika Pembahasan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya khazanah ilmu yang ada dan digunakan serta dikembangkan tentang bentuk-bentuk peran masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di madrasah ibtidaiyah.

Kajian Terdahulu

Selanjutnya penelitian atas nama Amir Daud dengan judul penelitian Peran Masyarakat dalam Pengendalian Mutu Pendidikan. Sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah membahas tentang peran masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Kajian Teori

Peran Masyarakat

Berdasarkan dari undang-undang tersebut dapat disampaikan bahwa peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat meliputi perseorangan, kelompok masyarakat guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kewajiban ini sangat perlu dikomunikasikan secara luas kepada masyarakat agar dapat difahami bersama, sehingga peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan semakin besar.

Peran Masyarakat dalam Wadah Komite Sekolah a. Pengertian Komite Sekolah

Peran masyarakat melalui komite sekolah harus diarahkan pada penciptaan budaya kelembagaan baru dalam pengelolaan sekolah yang mencakup. Belum semua masyarakat, khususnya orang tua pada sekolah .. menyadari bahwa untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan pendidikan.

Peran Masyarakat dalam Wadah Dewan Pendidikan a. Konsep Dasar Dewan Pendidikan

Konsep Dasar Dewan Pendidikan . penyelenggara pendidikan, dunia usaha dan organisasi profesi serta perwakilan dari komite sekolah yang disepakati. Keberadaan Dewan Pendidikan harus bertumpu pada landasan peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di daerah. Administrasi pendidikan meliputi administrasi siswa, administrasi personal, administrasi tata usaha, administrasi sarana prasarana, administrasi kurikulum, administrasi keuangan, dan pembiayaan pendidikan, serta supervisi pendidikan.67.

Anggota dewan pendidikan sekolah mempersilahkan para staf guna untuk mencari cara memperbaiki mutu pendidikan.71Peran dewan pendidikan adalah untuk meningkatkan keterlibatan, kepedulian dan dukungan dari. Jadi peran dewan pendidikan perlu dilakukan revitalisasi dan melakukan analisis untuk mencari cara-cara untuk memajukan dan memperbaiki mutu pendidikan.

Mutu Pendidikan a. Pengertian mutu

Kepuasan masyarakat terhadap hasil pendidikan yang dicapai oleh lembaga pendidikan sesuai dengan harapan masyarakat di masa kini dan masa yang akan datang, dan itulah yang disebut dengan mutu78. Prinsip pokok yang dapat diterapkan dalam bidang pendidikan antara lain dipengaruhi oleh hal- hal sebagai berikut. Pencapaian mutu tidak terjadi begitu saja, namun dalam pelaksanaanya untuk mencapai hal tersebut harus memiliki indikator- indikator yang jelas.

Yang menjadi ukuran tingkah laku para lulusan pada lembaga pendidikan setelah mereka terjun dalam mayarakat atau kompetisi dalam dunia kerja. Hal ini juga dikemukakan oleh teorinya Crosby dalam Thoyib yang menegaskan bahwa mutu kompetitif dari suatu pendidikan dapat dilihat dari “imput, process and product that desired by stakeholder”79.

Mutu Sarana Pendidikan a. Pengertian Sarana Prasarana

Pada hakikatnya peran manajemen sarana dan prasarana pendidikan ini sangat terkait dengan kondisi dan ukuran sekolah yang bersangkutan. Ketersediaan, kesiapan, dan penggunaan sarana dan prasarana merupakan hal yang penting bagi penyelenggara pendidikan di sekolah. Namun hal yang lebih penting lagi adalah pemanfaatan sarana dan prasarana tersebut untuk proses belajar mengajar.

Adapun pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah pada dasarnya meliputi: perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, penataan, penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan. Salah satu aktivitas dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah adalah mencatat semua sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah.

Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian

Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pendekatan kualitatif maksudnya secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia, baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.104Atau penelitian yang ditunjukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi dan pemikiran orang secara individual maupun kelompok.105Sedangkan jenis penelitian studi kasus yaitu deskripsi intensif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pribadinya sebagai instrument penelitian yang harus mengikuti prosedur yang digunakan secara runtut tanpa ada prediksi yang diamati106, hal ini tentunya harus mengikuti asumsi-asumsi kultural sekaligus mengikuti data yang ada.107Ada beberapa macam jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: naratif, fenomenologis, etnografis, studi kasus/multi kasus atau grounded theory108, penelitian interaktif dan penelitian tindakan kelas.109.

Penelitian ini diharapkan dapat membangun suatu teori secara induktif dari abstraksi-abstraksi data yang dikumpulkan tentang peran masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kasus, karena peneliti bertujuan ingin mempelajari secara intensif tentang latar belakang seseorang, kelompok atau lembaga, terinci dan mendalam.

Kehadiran Peneliti

Lokasi Penelitian

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara dilakukan untuk memperoleh data tentang peran masyarakat dalam wadah komite sekolah, dan wadah pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan yang dilakukan lembaga pendidikan. Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan buku, notulen, agenda, dan sebagainya.114 Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber non insani, sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman. Sedangkan dokumen digunakan untuk mengacu atau bukan selain rekaman yaitu tidak dipersiapkan secara khusus untuk tujuan tertentu, seperti surat-surat, buku harian, catatan khusus, foto-foto dan sebagainya.

Teknik dokumentasi ini sengaja digunakan dalam penelitian ini sebab; pertama, merupakan sumber yang stabil, kaya, dan mendorong;. Teknik dokumentasi ini digunakan peneliti untuk memperoleh data mengenai peran masyarakat dalam, wadah komite sekolah, dan wadah pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan yang dilakukan lembaga pendidikan.

Analisa Data

Mereduksi data dalam konteks penelitian yang dimaksud adalah merangkum, memilih hal-hal yang penting, memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan penelitian data selanjutnya. Tujuan penyajian data ini adalah memudahkan pemahaman terhadap apa yang diteliti dan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi.

Kesimpulan dalam penelitian ini mengungkap temuan berupa hasil deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih krang jelas dan apa adanya kemudian diteliti menjadi lebih jelas dan diambil kesimpulan. Adapun langkah-langkah analisis model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Pengecekan Keabsahan Data

Meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan, sehingga kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis.

Deskripsi Data Umum

  • Sejarah Berdirinya MIN Ngrayudan Jogorogo Ngawi
  • Letak geografis
  • Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan
  • Kegiatan-kegiatan Madrasah
  • Data Guru dan Pegawai
  • Jumlah Siswa

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngrayudan sebagai lembaga pendidikan dasar berciri khas Islam perlu mempertimbangkan harapan murid, orang tua murid, lembaga pengguna lulusan madrasah dan masyarakat dalam merumuskan visinya. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngrayudan juga diharapkan merespon perkembangan dan tantangan masa depan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, era informasi dan globalisasi yang sangat cepat. Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngrayudan Jogorogo melaksanakan kegiatan pembelajaran mulai dari pagi sampai siang hari, sama seperti sekolah negeri pada umumnya.

Berikut akan peneliti sajikan tabel pada lampiran guru dan pegawai Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ngrayudan Jogorogo Ngawi.123. Berikut akan peneliti sajikan jumlah siswa madrasah ibtidaiyah negeri Ngrayudan Jogorogo Ngawi lima tahun terakhir dapat dilihat pada lampiran jumlah siswa124.

Deskripsi Data Khusus

Bapak W juga menjelaskan bahwa, “pembangunan gedung ruang kelas berjumlah tiga lokal itu betul dari masyarakat. Pelaksanaan pembangunan gedung ruang kelas dapat berjalan dengan lancar dikarenakan masyarakat mayoritas menyadari akan pentingnya sarana gedung ruang kelas di madrasah tersebut. Pelaksanaan pembangunan gedung ruang kelas melibatkan masyarakat dengan tujuan agar terjalin hubungan yang baik antara masyarakat dengan sekolah.

Tahap pelaksanaan pembangunan gedung ruang kelas di madrasah ibtidaiyah ini, menurut data yang peneliti dapatkan, bantuan yang diberikan berupa bambu itu diambilkan dari bambu milik pribadi. Pembangunan gedung ruang kelas itu memang betul dari masyarakat untuk keperluan perlengkapan sarana prasarana dalam pembelajaran.

PEMBAHASAN

Analisa Data tentang Peran Masyarakat Sebagai Wadah Komite dalam Meningkatkan Mutu pendidikan

Disamping itu wujud peran masyarakat dalam wadah komite juga sesuai dibidang pengambil keputusan yaitu masyarakat sebagai pengambilan keputusan yang rasional, persuasif dan melaksanakan perundingan dari tiap masalah. Peran masyarakat dalam wadah komite sekolah bidang evaluasi juga dilakukan di madrasah ini yaitu komite memberikan pengawasan tentang penggunaan berbagai teknik, strategi, dan pendekatan dalam pelaksanaan program. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bawasannya peran masyarakat dalam wadah komite sekolah dalam mutu pendidikan adalah peran yang dilakukan madrasah pada intinya sudah sesuai dengan standar yang berlaku.

Kemudian wujud peran masyarakat dalam wadah komite juga sesuai dibidang pertimbangan yaitu masyarakat sebagai pengambilan keputusan yang rasional, persuasif dan melaksanakan perundingan dari tiap masalah. Peran masyarakat dalam wadah komite sekolah bidang mediator juga dilakukan di madrasah ini yaitu komite berusaha memberi pengarahan tentang penggunaan berbagai teknik, strategi, dan pendekatan dalam pelaksanaan program.

Analisa Data tentang Peran Masyarakat Sebagai Wadah Dewan Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Peran dewan pendidikan disamping sebagai pendukung juga tampak sebagai mediator yang mana peran mediator di lembaga tersebut ada saat masyarakat memberikan pengawasannya kepada dewan pendidikan yang ada di DPRD kabupaten tentang pencairan dana yang akan diberikan madrasah. Peran dewan pendidikan selanjutnya mempunyai fungsi sebagai pertimbangan adalah saat masyarakat membentuk paguyuban wali murid. Dewan pendidikan di madrasah mempunyai fungsi sebagai aspirasai, ide, tuntutan dan berbagai keputuhan pendidikan yang diajukan dari.

Pemberian dukungan bantuan yang diberikan dari dewan pendidikan kepada madrasah sudah menunjukkan peran masyarakat untuk memajukan pendidikan dalam hal sebagai pendukung yaitu memberikan bantuan berupa alat-alat keperluan yang harus dimiliki bagi madrasah untuk penyelenggaraan pendidikan. Peran dewan pendidikan selanjutnya mempunyai fungsi sebagai pertimbangan adalah saat masyarakat membentuk paguyuban wali murid.

PENUTUP

Saran

Bagi komite sekolah, diharapkan adanya peran masyarakat yang unggul dibidang pengambil manfaat, agar tercapainya jumlah lulusan mencapai 100%, yang mempunyai ketrampilan sehingga dapat berguna di masyarakat. Bagi dewan pendidikan, diharapkan adanya peran masyarakat yang unggul dibidang pertimbangan, yaitu dengan menggunakan metode. Bagi peneliti berikutnya, adanya judul penelitian yang membahas secara mendalam terkait peran mayarakat sebagai pertimbangan dan peran masyarakat sebagai pengambil manfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Desain Penelitian Manajemen Strategik: Cara Mudah Meneliti Masalah-Masalah Manajemen Strategik Untuk Tesis, Skripsi Dan Praktik Bisni.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dalam buku Sugiyono (2014:246) dengan metode pegumpulan berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan

Kemudian teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data ( display data ), dan penarikan

Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan metode Miles dan Huberman (2006). Tahapan analisis ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan

Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman melalui 3 tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data (display data), dan verifikasi (conclusion drawing).

Milles and Huberman , dimana terdapat tiga langkah analisis data yaitu : Reduksi data ( data reduction ), penyajian data ( data display ), dan penarikan kesimpulan

Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi). Dan

Teknik analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi.8 Bahan-bahan tekstual tersebut

Miles dan Huberman menyebutkan ada tiga langkah pengolahan data kualitatif, yakni reduksi data data reduction, penyajian data data display, dan penarikan kesimpulan conclusion drawing