• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Media Sosial dalam Promosi Kesehatan

N/A
N/A
Sofiah Khasanah

Academic year: 2024

Membagikan "Peran Media Sosial dalam Promosi Kesehatan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERAN MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA PROMOSI KESEHATAN Disusun untuk memenuhi mata kuliah: Sistem Informasi Keperawatan

Dosen Pengampu: Ns. Jaenudin Saputra, S.Kep.,M.Kep.,

Disusun Oleh:

Kelompok 4 Materi 7 Sofi’ah Khasanah I. (23020078) Selvi Sahrani (23020079) Purti Dewi Amelia (23020099) Siti Humaeroh (23020072) Ferdi Tri Wibowo (23020087)

Aden (23020134)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS YATSI MADANI

2024

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah- Nya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul " Pengaruh Penggunaan Media Sosial Dalam Praktik Keperawatan " dengan tepat waktu.

Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Keperawatan. Selain itu, Makalah ini bertujuan menambah wawasan mengenai proses menstruasi pada wanita, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan juga bagi kami.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ns. Jaenudin Saputra, S.Kep.,M.Kep., selaku Dosen pengajar mata kuliah Sistem Informasi Keperawatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kami menerima saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Tangerang, 15 Desember 2024

Penyusun

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR GAMBAR ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan ... 3

BAB II PEMBAHASAN ... 4

A. Definisi Media Sosial dan Promosi Kesehatan ... 4

B. Dampak Positif dan Negatif Media Sosial ... 7

C. Macam-Macam Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan ... 8

D. Cara / Langkah Meng Upload Vidio Promosi Kesehatan Melalui Media Youtube ... 11

BAB III PENUTUP ... 17

A. Kesimpulan ... 17

B. Saran ... 18

DAFTAR PUSTAKA ... 19

(4)

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Browser Leaflet ... 6 Gambar 2. Media Elektronik ... 6 Gambar 3. Media Banner ... 7

(5)

1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Teknologi yang semakin canggih dan kebutuhan barang yang mudah diakses, globalisasi tampaknya memiliki dampak yang signifikan. Dunia globalisasi saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat cepat karena banyaknya kemajuan teknologi terbaru (Chandra, 2020). Dengan begitu banyaknya media sosial, berbagai versi dan fungsi muncul. Karena itu, masyarakat saat ini tertarik dan ingin mencoba menggunakan berbagai macam media sosial, yang dikenal sebagai internet (Setiawan, 2022).

Media sosial telah menjadi salah satu alat komunikasi yang paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam konteks promosi kesehatan. Dengan meningkatnya penggunaan platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter, informasi kesehatan dapat disebarluaskan dengan cepat dan luas. Hal ini memungkinkan penyampaian pesan kesehatan yang lebih efektif kepada berbagai segmen masyarakat, termasuk mereka yang mungkin tidak memiliki akses ke informasi kesehatan melalui saluran tradisional. Penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan visibilitas program- program kesehatan masyarakat, sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam inisiatif kesehatan (Bert et al., 2021).

Salah satu keuntungan utama dari media sosial adalah kemampuannya untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Melalui konten yang menarik dan interaktif, media sosial dapat menarik perhatian pengguna dan mendorong mereka untuk terlibat dalam diskusi tentang isu-isu kesehatan. Ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit ((Permatasari et al., 2023).

Selain itu, peran media sosial dalam promosi kesehatan juga dipengaruhi oleh algoritma yang digunakan oleh platform tersebut. Konten

(6)

2

yang dianggap menarik atau populer akan lebih sering muncul di feed pengguna, yang dapat mempengaruhi jenis informasi kesehatan yang mereka terima. Ini menimbulkan risiko bahwa informasi yang kurang populer tetapi penting mungkin tidak mendapatkan perhatian yang layak (Fanbanyo & Abdullah, 2024).

Salah satu keuntungan utama dari media sosial adalah kemampuannya untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam.

Melalui konten yang menarik dan interaktif, media sosial dapat menarik perhatian pengguna dan mendorong mereka untuk terlibat dalam diskusi tentang isu-isu kesehatan. Ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit.

Dengan memanfaatkan elemen visual dan interaksi langsung, media sosial memungkinkan penyampaian informasi kesehatan yang lebih menarik dan mudah dicerna (Roozenbeek et al., 2020).

Selain itu, peran media sosial dalam promosi kesehatan juga dipengaruhi oleh algoritma yang digunakan oleh platform tersebut. Konten yang dianggap menarik atau populer akan lebih sering muncul di feed pengguna, yang dapat mempengaruhi jenis informasi kesehatan yang mereka terima. Ini menimbulkan risiko bahwa informasi yang kurang populer tetapi penting mungkin tidak mendapatkan perhatian yang layak.

Penelitian menunjukkan bahwa algoritma dapat menciptakan "echo chambers" di mana pengguna hanya terpapar pada informasi yang sejalan dengan pandangan mereka sendiri, sehingga membatasi pemahaman mereka tentang isu kesehatan yang lebih luas (Cinelli et al., 2020).

Namun, meskipun media sosial memiliki banyak manfaat, ada juga tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah penyebaran informasi yang salah atau hoaks yang dapat membingungkan masyarakat.

Ketidakakuratan informasi kesehatan di media sosial dapat menyebabkan perilaku yang berbahaya dan merugikan kesehatan masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa misinformation dapat mengakibatkan keraguan

(7)

3

terhadap vaksinasi dan pengabaian terhadap pedoman kesehatan yang ilmiah (Chou et al., 2020).

B. Rumusan Masalah

1. Apa Definisi Media Sosial Dan Promosi Kesehatan?

2. Apa Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan?

3. Apa Macam-Macam Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan?

4. Bagaimana Cara / Langkah Meng Upload Vidio Promosi Kesehatan Melalui Media Youtube?

C. Tujuan

1. Mengetahui Definisi Media Sosial Dan Promosi Kesehatan.

2. Mengetahui Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan.

3. Mengetahui Macam-Macam Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan.

4. Mengetahui Cara / Langkah Meng Upload Vidio Promosi Kesehatan Melalui Media Youtube.

(8)

4 BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Media Sosial dan Promosi Kesehatan 1. Media Sosial

Media sosial adalah sebuah platform atau aplikasi berbasis internet yang menjadikan orang dari berbagai banyak negara untuk bisa saling berinteraksi, saling memberikan informasi, bahkan saling mengirim gambar hingga suara. Media sosial memiliki berbagai situs seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual dapat memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk memiliki halaman web pribadi yang memfasilitasi mereka agar saling berkomunikasi dengan teman-teman, saling bertukar informasi, hingga memperkuat konektivitas dan interaksi (Utami, 2024).

Kini banyak dari berbagai kalangan sudah bisa menguasai penggunaan media sosial mulai dari generasi baby boomer, hingga generasi z media sosial sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Diindonesia media sosial adalah aplikasi yang sedang digemari saat ini. Berdasarkan hasil survei dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) ditetapkan bahwa pada januari 2023 ini pengguna internet diindonesia mencapai 215.626.156 Jiwa (78.19 persen) dari total Populasi 275.773.901 jiwa Penduduk Indonesia pada tahun 2022. (APJII, 2023).

Internet tidak hanya digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi, tetapi juga digunakan sebagai media promosi untuk menjual barang dan tren kontemporer. Media sosial adalah bagian dari internet, dan memiliki berbagai bentuk, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Game, Tiktok, dan lainnya (Ahmad Zulkifli, 2021). Media sosial sangat berperan dalam meningkatkan konsep diri mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial (Siallagan et al., 2021).

(9)

5 2. Promosi Kesehatan

Promosi kesehatan adalah upaya memberdayakan perorangan, kelompok dan masyarakat agar memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan diri dan lingkungan melalui peningkatan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan serta mengembangkan iklim yang mendukung, yang dilakukan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat itu sendiri sesuai dengan faktor budaya setempat yang menguntungkan bagi lingkungannya. Promosi kesehatan merupakan upaya preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif, hal tersebut merupakan kombinasi dari segala bentuk pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan hidup masyarakat (Mediawati ., 2024).

Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik melalui media cetak, elektronika (berupa radio, TV, komputer dan sebagainya) dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkatkan pengetahuannya yang kemudian diharapkan menjadi perubahan pada perilaku ke arah positif di bidang kesehatan. Media promosi kesehatan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

1. Media cetak

Media cetak dapat sebagai alat bantu untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan, beberapa contohnya seperti booklet, leaflet, rubik dan poster.

Booklet adalah media untuk menyampaikan pesan kesehatan dalam bentuk buku baik berupa tulisan maupun gambar. Leaflet adalah media penyampaian informasi yang berbentuk selembar kertas yang dilipat.

Rubik adalah media yang berbentuk seperti majalah yang membahas tentang masalah kesehatan. Kemudian poster adalah media cetak yang berisi pesan atau informasi kesehatan yang umumnya ditempel di tembok, tempat umum atau kendaraan umum.

(10)

6

Gambar 1. Browser Leaflet

2. Media elektronik

Media elektronik merupakan suatu media bergerak yang dinamis, dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan.

Contoh dari media elektronik adalah TV, radio, film, vidio film, cassete, CD, dan VCD.

Gambar 2. Media Elektronik

3. Media luar ruangan

Media luar ruangan yaitu media yang menyampaikan pesannya diluar ruangan secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis, misalnya papan reklame, spanduk, pameran, banner dan TV layar lebar.

(11)

7

Papan reklame adalah poster dalam ukuran besar yang dapat dilihat secara umum di pekerjaan. Spanduk adalah suatu pesan dalam bentuk tulisan dan disertai gambar yang dibuat pada secarik kain dengan ukuran yang sudah ditentukan (Jatmika et al., 2019).

Gambar 3. Media Banner

B. Dampak Positif dan Negatif Media Sosial 1. Dampak Positif

Penggunaan media sosial memiliki dampak positif pada remaja : b. Meningkatkan kreativitas.

c. Memperluas wawasan.

d. Membantu remaja dalam membangun jaringan sosial dan memperluas lingkaran pertemanan.

e. Mempermudah komunikasi dan interaksi dengan orang lain, baik itu dengan teman, keluarga, atau bahkan dengan orang yang belum dikenal.

(12)

8

f. Membantu remaja dalam membangun identitas diri dan mengekspresikan diri.

g. Memberikan akses mudah ke informasi dan sumber daya pendidikan.

h. Meningkatkan kesadaran sosial dan partisipasi dalam gerakan sosial.

2. Dampak Negatif

Penggunaan media sosial juga memiliki dampak negatif pada remaja : a. Rusaknya manajemen waktu dan gangguan waktu tidur

b. Meningkatnya kegelisahan dan ketakutan c. Kurang tidur

d. Perundungan siber atau cyberbullying e. Iri hati

f. Kurangnya komunikasi dengan orang lain secara langsung

g. Menjadikan remaja malas dan jarang bersosialisasi secara langsung dengan orang lain

h. Menurunnya kualitas hubungan interpersonal i. Menurunnya kemampuan berpikir kritis j. Menurunnya kesehatan mental

C. Macam-Macam Media Sosial Dalam Upaya Promosi Kesehatan

Di era Web 2.0, Health 2.0, atau Medicine 2.0, pasien semakin beralih ke Internet daripada dokter untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan mereka. Situs web hiburan virtual populer seperti YouTube, Facebook, MySpace, Twitter, dan Second Life telah menunjukkan keefektifan dan kekuatannya dalam menyebarkan data kesejahteraan untuk mendukung upaya peningkatan kesejahteraan secara online. serta teknologi seluler, blog, dan berbagi gambar. Sekilas tentang media:

a. YouTube

YouTube menerima lebih dari 100 juta penayangan video setiap hari, dan angka itu terus meningkat. Video YouTube dari penelitian

(13)

9

kesehatan masyarakat baru-baru ini telah menunjukkan hal ini. yang mempromosikan vaksinasi terhadap virus papiloma, tembakau, dan makanan kaleng "cacing". Para ilmuwan menunjukkan kemampuan menyimpan energy YouTube untuk navigasi kesehatan.

b. Facebook

Dilanjutkan dengan pemanfaatan lokal interaksi interpersonal membuat.

Setiap hari, jutaan orang menggunakan situs web untuk belajar, berbagi konten, dan berinteraksi dengan pengguna lain. Program, barang, dan informasi dapat disampaikan secara langsung dan personal melalui situs jejaring sosial. Situs jaringan Facebook adalah jejaring sosial paling populer, dengan lebih dari 750 juta pengguna. Facebook adalah platform publik, sehingga sering menjangkau masyarakat umum. Pengguna memposting rata-rata 90 konten setiap bulan, dan 50% orang yang terlibat log in setiap halaman Facebook yang didedikasikan untuk petugas kesehatan masyarakat, penyedia layanan kesehatan, dan kelompok lain ada hubungan yang menguntungkan antara mereka yang mencari informasi kesehatan.

b. Twitter

Twitter adalah platform microblogging paling terkenal di Amerika Serikat, dengan lebih dari 305 juta pengguna aktif setiap bulannya jangkauan sangat bagus di kalangan remaja dan dewasa muda, klaim duggan batas 140 karakter membuat tweet tetap singkat dan mendorong penonton untuk merespons dengan cepat dan tidak rumit. Pengguna Twitter lebih sering berbagi., mengirim, dan memposting ulang pesan selain menerimanya. Siswa sekolah menengah atas, mahasiswa yang tertarik pada kesehatan, pendidik yang tertarik pada kesehatan, dan profesional kesehatan adalah target audiens yang potensial.

(14)

10 d. Second Life

Pengguna Second Life dapat terlibat dengan berbagai materi, termasuk teks, foto, audio, dan video. Meski terpisah secara geografis, mereka bisa “berkumpul” sebagai komunitas dalam setting virtual. Pasien dapat mengakses situs web dengan nasihat profesional internasional atau kelompok dukungan online untuk kondisi tertentu melalui dermatologi di Second Life.

e. Image Sharing

Berbagi gambar menawarkan grafik untuk kesehatan masyarakat yang dapat ditambahkan dengan cepat ke situs web, blog, atau platform media sosial lainnya. memberikan nilai bagi kegiatan komunikasi kesehatan.

Kebutuhan akan grafik dan konten baru yang menarik secara visual tumbuh seiring dengan terus berkembangnya pembuatan konten melalui platform media sosial dan seluruh internet. Saat ponsel berkamera sering digunakan, pengambilan gambar menjadi lebih mudah. Berbagi foto online menjadi semakin populer sebagai akibat ledakan penggunaan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter serta aplikasi foto seluler.

Lebih dari 100 juta gambar diunggah ke Facebook setiap hari. Dengan memberikan pendukung dan pengikut representasi visual dari

"aktivitas" kesehatan masyarakat, memperkuat pesan kesehatan, atau sekadar menyajikan informasi dalam format visual baru yang menarik, organisasi dapat memperoleh keuntungan dari tren ini.

f. Teknologi Seluler

Teknologi untuk perangkat seluler Ponsel secara teknis mendukung berbagai fitur, terutama voicemail dan SMS. Komunikasi dua arah langsung dan tidak langsung dimungkinkan dengan komunikasi singkat seperti SMS atau pesan teks. Banyak ponsel modern dilengkapi dengan kamera yang dapat merekam film singkat atau gambar diam yang kemudian dapat ditonton di perangkat, diunduh ke komputer, atau

(15)

11

dikirim ke orang lain. Kemampuan pemrosesan dan penyimpanan data ponsel melalui koneksi jaringan server tumbuh setiap tahun dan menawarkan transfer dan analisis data terperinci dalam sejumlah format, termasuk teks, file numerik, gambar, audio, dan video, serupa dengan

"Smartphone". Setiap saat, ponsel dapat terhubung ke jaringan data nirkabel. Terkadang, fitur radio tambahan memungkinkan untuk menukar data dengan cepat di antara beberapa lokasi melalui internet.

Bluetooth dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat elektronik lain pada beberapa ponsel . Dengan semakin banyaknya bukti bahwa perawatan kesehatan individual dan layanan promosi kesehatan dapat disampaikan melalui ponsel,teknologi telepon menjadi lebih kuat dan lebih terjangkau.

g. Blog

Istilah "web log" yang merupakan kependekan dari "blog"

menggambarkan tulisan yang ditampilkan sebagai postingan di situs web dalam bentuk aplikasi web. Posting ini sering dimuat dalam urutan kronologis terbalik, dengan informasi terbaru muncul lebih dulu, meskipun tidak selalu demikian. dan kemudian lebih panjang. Situs seperti ini biasanya terbuka untuk semua klien Web sesuai subjek dan motivasi dibalik si klien blog.

D. Cara / Langkah Meng Upload Vidio Promosi Kesehatan Melalui Media Youtube

1. Persiapkan Konten Video

Pertama, rencanakan isi video yang akan diunggah. Buat skrip atau daftar poin penting yang ingin disampaikan, seperti tutorial perawatan pasien atau informasi kesehatan. Rekam video dengan perangkat yang memadai untuk memastikan kualitas audio dan visual yang baik. Konten yang informatif dan menarik akan meningkatkan minat audiens terhadap profesi keperawatan (Najafi & Nakhaei, 2022).

(16)

12 2. Buat Akun YouTube

Jika belum memiliki akun, langkah selanjutnya adalah membuat akun YouTube. Anda dapat mendaftar menggunakan akun Google atau masuk jika sudah memiliki akun. Lengkapi profil dengan deskripsi yang relevan mengenai keperawatan dan tujuan channel Anda. Profil yang profesional dapat menarik lebih banyak pengikut ( O’Connor, 2017).

3. Upload Video di Youtube

1. Buka situs www.youtube.com Lalu akan muncul tampilan youtube

2. Selanjutnya tekan tombol Upload yang ada dibagian pojok kiri atas

(17)

13

3. Setelah menekan tombol upload akan muncul tampilan seperti di bawah ini

Jika video berdurasi 60 detik atau kurang dan memiliki rasio lebar tinggi persegi atau vertikal, video tersebut akan diupload sebagai video Shorts. Pelajari lebih lanjut. (Opsional) Jika video berdurasi lebih dari 60 detik dan memiliki rasio lebar tinggi persegi atau vertikal, Anda dapat mengetuk “Edit menjadi video Shorts” untuk memangkas video dan menguploadnya sebagai video Shorts.

4. Tekan Tombol Pilih File untuk diupload

(18)

14

5. Setelah menekan tombol tersebut, Silahkan cari video best practice yang ingin diupload

6. Setelah memilih video best practice yang ingin diupload, youtube akan mengarahkan kita ke halaman berikut: digambar bawah Tunggu sampai proses upload selesai

7. Setelah Proses Upload selesai. Masuk ke halaman awal youtube, lalu Pilih Akun anda seperti gambar di bawah ini. Lalu pilih channel saya.

(19)

15

8. Lalu youtube akan menampilkan tampilan berikut. Pilih menu Upload

9. Pilih menu Putar Semua

(20)

16

10. Youtube akan menampilkan tampilan berikut

(21)

17 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Media sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan platform lainnya telah membuktikan diri sebagai alat yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan cepat dan luas. Penggunaan media sosial memungkinkan tenaga kesehatan dan organisasi terkait untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang sulit dijangkau melalui saluran komunikasi tradisional. Selain itu, media sosial menyediakan ruang interaksi yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam diskusi kesehatan.

Keuntungan utama dari penggunaan media sosial adalah kemampuannya untuk menyajikan informasi secara menarik dan interaktif, baik melalui teks, gambar, maupun video. Media sosial juga memungkinkan keterlibatan langsung dengan audiens, yang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai isu kesehatan. Namun, manfaat ini tidak lepas dari tantangan, seperti penyebaran informasi yang salah atau hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat. Selain itu, algoritma platform media sosial dapat menciptakan

"echo chambers" yang mempersempit pandangan pengguna hanya pada informasi tertentu, sehingga mengurangi pemahaman tentang isu kesehatan yang lebih luas.

Media sosial memiliki dampak positif seperti memperluas wawasan, meningkatkan kreativitas, mempermudah akses informasi, serta memfasilitasi komunikasi yang lebih cepat dan efisien. Namun, dampak negatif juga harus diperhatikan, termasuk risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, ketergantungan, dan cyberbullying. Oleh karena itu, perlu pendekatan yang bijaksana dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi kesehatan.

(22)

18 B. Saran

Media sosial sebagai alat promosi kesehatan memerlukan pendekatan yang strategis dan terarah agar dapat memberikan dampak yang optimal.

Tenaga kesehatan dan organisasi terkait perlu mengembangkan konten yang tidak hanya berbasis bukti ilmiah tetapi juga dirancang secara menarik dan interaktif. Pemanfaatan format seperti video pendek, infografis, dan kampanye interaktif dapat membantu menyampaikan pesan kesehatan secara efektif kepada berbagai segmen masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan influencer atau tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar di media sosial dapat digunakan untuk meningkatkan jangkauan pesan kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi kesehatan dapat diterima oleh kelompok-kelompok masyarakat yang lebih luas, termasuk mereka yang kurang terpapar informasi melalui saluran tradisional.

Penting juga untuk memperhatikan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh media sosial, seperti penyebaran hoaks dan kecanduan.

Oleh karena itu, peningkatan literasi digital masyarakat menjadi prioritas utama. Program edukasi yang mengajarkan cara memverifikasi informasi, mengenali sumber terpercaya, dan menghindari penyebaran informasi yang tidak valid harus digalakkan. Di sisi lain, platform media sosial juga harus diajak bekerja sama untuk memprioritaskan penyebaran informasi kesehatan yang kredibel melalui algoritma mereka. Regulasi yang mendukung pengawasan konten kesehatan di media sosial perlu diterapkan untuk meminimalkan dampak negatif seperti misinformasi dan cyberbullying.

Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, masyarakat, dan penyedia platform media sosial, promosi kesehatan dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.

(23)

19

DAFTAR PUSTAKA

Chandra Kusuma, D. N. S., & Oktavianti, R. (2020). Penggunaan Aplikasi Media Sosial Berbasis Audio Visual dalam Membentuk Konsep Diri (Studi Kasus Aplikasi Tiktok). Koneksi, 4(2), 372.

Bert, F., Giacometti, M., Gualano, M. R., & Siliquini, R. (2021). Smartphones and Health Promotion: A Review of the Evidence. Journal of Medical Systems, 38(1).

Permatasari, A. A., Lolita, D. C., & Chotimah, C. C. (2023). Peran Media Digital Dalam Upaya Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat: Tinjauan Literatur. Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan), 11(1), 1- 4

Fabanyo, R. A., & Abdullah, V. I. (2024). Konsep dan Prinsip Promosi Kesehatan:

Pengaplikasian dalam Praktik Kebidanan. Penerbit NEM.

Bert, F., Giacometti, M., Gualano, M. R., & Siliquini, R. (2013). Smartphones and Health Promotion: A Review of the Evidence. Journal of Medical Systems, 38(1).

Roozenbeek, J., Schneider, C. R., Dryhurst, S., Kerr, J., Freeman, A. L. J., Recchia, G., van der Bles, A. M., & van der Linden, S. (2020). Susceptibility to misinformation about COVID-19 around the world. Royal Society Open Science, 7(10), 201199.

Setiawan, R., & Nabila, P. A. (2022). Penggunaan Aplikasi Tiktok Dalam Pembentukan Konsep Diri Remaja Di Desa Pisangan Jaya, Kabupaten Tangerang. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 4(3), 122.

Ahmad Zulkifli. (2021). Pengaruh Sosial Media Tiktok terhadap Nasib Kebudayaan Nasional. Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya, 2(2), 34–47.

(24)

20

Siallagan, A. M., Ginting, F., & Manurung, Y. (2021). Konsep Diri Mahasiswa Profesi Ners di STIKES Santa Medan. JINTAN : Jurnal Ilmu Keperawatan, 1(2), 119– 126.

Utami, I. H., Shifa, N. A., & Rukiah, N. (2024). Durasi Penggunaan Media Sosial dengan Kualitas Tidur dan Kestabilan Emosi pada Mahasiswa Keperawatan Tahun 2023. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 1(2), 81-94.

APJII. (2023). survey penetrasi & perilaku internet 2023. In asosiasi penyelenggara jasa internet indonesia (pp. 2–5).

Meidiawati, Y., Rahayu, A. H., Monica, R. D., Nursya, F., Nespita, W., Kusuma, M. A. P. N., ... & Ningsih, D. A. W. S. (2024). Promosi Kesehatan. CV.

Gita Lentera.

Jatmika, S. E. D., Jatmika, S. E. D., Maulana, M., KM, S., & Maulana, M. (2019).

Pengembangan Media Promosi Kesehatan.

Najafi, Bahareh & Nakhaei, Maryam & Rseyyedin, Syyed. (2022). The Role of Social Media in Nursing Education: A Systematic Review. Qom Univ Med Sci J. 16. 530-541.

O'Connor S. (2017). Using social media to engage nurses in health policy development. Journal of nursing management, 25(8), 632–639.

Gambar

Gambar 1. Browser Leaflet
Gambar 2. Media Elektronik
Gambar 3. Media Banner

Referensi

Dokumen terkait

Sasaran promosi kesehatan pada tingkat pelayanan promotif adalah kelompok orang sehat merupakan upaya kesehatan dari.. Masyarakat sosial ekonomi lemah , rentan dan berisiko terhadap

Media Sosial Instagram @pustaka.kemenetan Sumber: Instagram @pustaka.kementan Berdasarkan hasil penelitian, dalam kegiatan promosi melalui media sosial Instagram, PUSTAKA membagikan

Buku ajar berisi materi dan informasi mengenai pengantar teknologi promosi kesehatan, konsep rencana pengembangan media promosi kesehatan, konsep tahapan penelitian untuk menyusun

Komik merupakan salah satu pilihan dalam upaya melakukan kegiatan komunikasi didalam dunia digital, yang isinya sebuah promosi dengan menggunakan media sosial.. Ketertarikan masyarakat

LAPORAN PROJECT PEMANFAATAN TEKNOLOGI DAN SOSIAL MEDIA UNTUK PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DBD NAMA ANGGOTA KELOMPOK 2 GERMANUS KRISTOFER DEDE

Pelatihan Dan Promosi Sebagai Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Upaya Meningkatkan Konsumen Di Woods Barbershop Dengan membuatkan akun sosial media sebagai media bisnis

Output Hasil penelitian ini diperoleh bahwa output sudah sesuai dengan keluaran yang diharapkan dari program promosi kesehatan dengan menggunakan media sosial di Puskesmas Kota

Kesehatan dipengaruhi oleh perilaku manusia, yang sulit diubah, sehingga dibutuhkan upaya promosi kesehatan seperti PHBS untuk meningkatkan derajat