• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS ANAK (Studi Kasus Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS ANAK (Studi Kasus Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati "

Copied!
68
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Menambah luasnya wawasan penulis, sehingga penulis mengetahui bagaimana cara mendidik orang tua tentang pendidikan seks pada anak. Dapat memberikan pengajaran pendidikan seks pada anak agar anak dapat mengetahui dan mengenali bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh. Agar orang tua bisa tenang dan anak memahami pendidikan seks pada anak, serta anak mengetahui batasan dan batasan pergaulan dengan orang yang baru dikenalnya.

LANDASAN TEORI

  • Pengertian Peran
  • Pengertian Orang Tua
  • Pengertian Anak
  • Peran Orang Tua Terhadap Anak
  • Jenis-Jenis Peran Orang Tua
  • Kajian Pustaka
  • Kerangka Berpikir
  • Tinjauan Mengenai Pendidikan Seks Anak
    • Pengertian Pendidikan
    • Pengertian Pendidikan Seks
    • Pendidikan Seks Pada Anak
    • Tujuan Pendidikan Seks
    • Hambatan Dalam Memberikan Pendidikan Seks Anak
    • Manfaat Pendidikan Seks Bagi Anak Usia Dini
  • Jenis-Jenis Pendidikan Seks
    • Pengertian Aurat
    • Jenis Kelamin
    • Batasan Pergaulan
    • Perlindungan Diri

Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, karena dari merekalah anak memperoleh pendidikan pertamanya. Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan penting dan sangat berpengaruh dalam pendidikan anak-anaknya. Menurut Mansur, tugas orang tua merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam pendidikan anaknya sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap anaknya.

Hubungan Orang Tua Sebagai Pendidik Dengan Pemberian Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun) Yenny okvitasari 2018 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, penelitian ini membahas tentang kurangnya pendidikan orang tua terhadap pendidikan seks anak. Sejauh ini belum ditemukan skripsi SMA tentang peran orang tua dalam pendidikan seks anak usia dini di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

METODE PENELITIAN

Tempat dan waktu Penelitian

Sumber Data

Tempat dan waktu penelitian ini di Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, Peneliti terjun langsung ke lapangan baik ke sekolah maupun langsung ke masyarakat untuk mengetahui apa peran orang tua dalam mengajarkan seks. pendidikan kepada anak-anak. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan untuk tujuan selain menyelesaikan masalah. Dalam penelitian ini sumber data sekunder adalah literatur, artikel, jurnal dan website di internet yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

Fokus Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Uji Keabsahan Data

Teknik Analisis Data

Menurut ibu Ey, sebagai orang tua saya mempunyai sedikit pemahaman tentang pendidikan seks anak, bahwa saya telah memberikan bimbingan seks anak dengan mengenalkan anak saya pada bagian-bagian tubuhnya dan fungsinya, saya juga mengajarinya. Saya mengajarkan anak saya untuk selalu berpakaian sopan ketika berada di luar rumah dan berinteraksi dengan anak lawan jenis57. Apakah anak Ibu ingin membatasi pergaulannya padahal dilarang?Menurut Bu Rr, saya mengajarkan anak saya untuk selalu mengetahui mana yang buruk dan mana yang baik ketika membatasi pergaulannya.

Beginilah cara saya mengajari anak saya untuk menahan diri.70 Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang tua di atas, rata-rata orang tua mengajarkan, secara terbatas, menasehati anaknya untuk selalu berhati-hati dan tidak boleh ceroboh dalam bersosialisasi. Saya selalu mengajarkan anak untuk segera meminta pertolongan pada orang terdekat dan segera melarikan diri72. Bu Iy menjawab iya, saya sudah mengajarkan anak-anak saya untuk selalu berhati-hati dalam bersosialisasi dan tidak mudah percaya pada orang yang baru ditemui, dan saya selalu begitu.

Menurut Ibu Iy, mengasuh anak artinya saya sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap segala aspek kehidupan anak saya. Menurut Ibu A, beliau juga berpendapat bahwa saya memberikan perlindungan diri kepada anak saya dengan menjaga kesehatan anak, melindungi anak dari bahaya lingkungan sekitar anak. Saya mengajari anak saya untuk tidak terlambat dalam segala ilmu yang ada.

Anak saya mampu mengelola masalahnya sendiri, karena anak diajarkan untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kenalan baru serta meminta bantuan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.114 Berdasarkan hasil survei beberapa orang tua di atas, kami dapat menyimpulkan. bahwa orang tua mengajarkan anak untuk selalu menyelesaikan masalahnya sendiri dan mengurus dirinya sendiri. Hal serupa juga diungkapkan oleh Bu Se bahwa saya selalu mengajarkan anak-anak saya untuk selalu bertanggung jawab terhadap diri mereka sendiri.117 Berdasarkan hasil survey beberapa orang tua di atas, orang tua mengajarkan anaknya untuk selalu bertanggung jawab. Hal senada juga disampaikan ibu n bahwa anak saya siap belajar dan memahami apa yang diajarkan orang tuanya.

Tabel 4.4  Daftar Nama Anak
Tabel 4.4 Daftar Nama Anak

DESKRIPSI DAN ANLISISA DATA

Analisis Data

Menurut ibu Rr iya, anak saya terkadang sulit memahami pentingnya menutup aurat, karena terkadang anak saya hanya mementingkan pakaian yang dia suka dan nyaman, namun saya selalu mengajari anak saya untuk menutup aurat. . bagian. Menurut Bu Jk, saya mengenalkan gender dan apa fungsinya pada anak saya 61 Hal serupa juga diungkapkan oleh Bu Ns, saya mengenalkan gender pada anak namun tidak. Menurut Bu Li, saya mengajari anak saya untuk selalu memiliki batasan ketika bermain dengan anak lawan jenis. Saya mengajari anak-anak saya untuk berhati-hati karena anak perempuan dan laki-laki sangat berbeda. Bermain dan membatasi interaksi sosial adalah hal yang baik untuk anak saya sendiri. , agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya anak laki-laki.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.64 Menurut ibu Ai, jika saya batasi dengan mengajarkan anak saya untuk tidak terlalu dekat jika bermain dengan anak laki-laki, begitu pula sebaliknya. Bagi yang baru ditemuinya, saya selalu mengingatkan anak saya untuk selalu waspada terhadap orang yang baru ditemuinya dan lawan jenisnya.68 Berdasarkan hasil wawancara di atas dengan beberapa orang tua, anak rata-rata bersedia menerima pergaulannya. membatasi dengan sebaliknya. jenis kelamin, disini Orang Tua mengajarkan mereka untuk selalu berhati-hati dengan orang yang hanya dikenal oleh anaknya dan dengan anak yang berlainan jenis. Menurut Bu Mn, saya selalu mengajarkan kepada anak-anak saya untuk selalu berhati-hati terhadap orang-orang yang hanya dikenal oleh anak saya, dan jangan terlalu dekat dengan orang-orang yang hanya dikenal saja, jangan mudah percaya.71 Menurut Bu A, jika saya selalu mendidik anak-anak saya untuk tidak mudah mempercayai orang yang hanya sekedar mengetahui saja, dan bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana cara anda merawat anak anda agar anak anda terlindungi dari segala macam bahaya? Menurut Ibu Ns, saya melindungi anak saya dengan memberikan anak saya makanan yang sehat, menjaga anak saya agar tidak sakit dan memberi mereka makanan yang sehat. anak saya tempat yang nyaman. Melindungi anak dari hal-hal yang membahayakan.80 Ibu Ns mengatakan, perlindungan anak yang saya berikan adalah menjaga anak saya dengan selalu mengingatkan anak saya. Melindungi diri dari anak saya dengan membekali anak saya untuk selalu menjaga kesehatan anak saya, melindungi anak dengan mengingatkan anak untuk tidak mudah percaya pada orang baru, anak saya dari segala macam penyakit.

Bahwa saya mendidik tanpa melampaui batas pengetahuan anak sebelumnya, tanpa mengabaikan dan melebih-lebihkan apa yang akan saya ajarkan kepada anak saya tentang pendidikan 91 Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang tua diatas bahwa orang tua selalu memberikan pendidikan kepada anaknya. dengan caranya masing-masing orang tuanya masing-masing karena kewajiban orang tuanya. Selalu menyemangati anak agar bisa berkembang seluas-luasnya dan melihat apa yang ada di masa depan. penyemangat untuk anak saya agar selalu belajar dan belajar serta ingat untuk selalu mengawasi anak-anak. 105. Menurut Ibu Riski Ramadhan, cara ibu/bapak menjaga anak agar tidak mengalami keterbelakangan mental adalah dengan menjaga anak agar tidak mengalami keterbelakangan mental, sebagai orang tua saya selalu mendidik anak saya untuk selalu belajar dan berpandangan ke depan. berpikir bahwa saya selalu mengajarkan anak-anak saya untuk selalu beradaptasi dengan lingkungan apapun tanpa terkecuali.

Bagaimana cara orang tua mendidik untuk mengatasi kendala yang ada dihadapan anak jika terjadi hal yang tidak diinginkan menurut Ibu Li Saya memberikan berbagai macam pendidikan dan masukan serta selalu mendidik anak saya agar selalu mampu menghadapi apapun ketika berada di luar rumah 115 Ibu .Rr.sangat ekspresif, aku belajar. Saat anak saya bersama saya, saya selalu menasihati anak untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan orang lain116.

Keterbatasan Penelitian

Hal ini sejalan dengan teori Rini Hariyanti untuk memberikan pemahaman yang benar tentang materi konseling seks, termasuk pemahaman tentang organ reproduksi, identifikasi orang dewasa/pubertas. Penolakan terhadap pandangan masyarakat umum tentang konseling seks yang terkadang masih dianggap tabu, tidak Islami, erotis, tidak etis dan sebagainya. Memahami materi pendidikan seks pada dasarnya adalah memahami ajaran islam, yang dimaksud dengan memahami ajaran islam adalah mengajarkan orang tua untuk menutup aurat, memberikan pemahaman bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis, belajar untuk tidak memanjakan bagian tubuh yang berlebihan. anak.

Kisaran materi pendidikan seks anak disesuaikan dengan usia anak yang dapat menggunakan umpan dan papan. Mampu meramalkan dampak negatif dari penyimpangan seksual dalam diri sendiri, dan dalam hal ini orang tua sudah belajar dampak buruknya ketika anak bahkan belum mengetahui apa itu pendidikan seks. Kenalkan bagian-bagian tubuh dan fungsinya, dari hasil penelitian yang dilakukan para orang tua juga telah mengenalkan bagian-bagian tubuh mulai dari bagian tubuh yang boleh diraba maupun yang tidak boleh diraba.

Pahami apa itu menstruasi atau mimpi basah, dari hasil penelitian. Orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan anaknya, memberikan bekal bagi tumbuh kembang anak dengan mengenalkan pendidikan seks pada anak, termasuk tentang apakah anak sedang menstruasi, dan sebaliknya jika anak mengalami mimpi basah. Hal serupa juga menurut pendapat Nurul Chomaria bahwa dengan pendidikan seks, orang tua memulainya dengan mengenalkan bagian-bagiannya secara bertahap kepada anak. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa peran orang tua terhadap pendidikan seks anak di Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu yaitu.

Pemahaman orang tua terhadap pendidikan seks anak berdasarkan hasil penelitian sudah ada, dan orang tua mempunyai pemahaman yang benar mengenai pendidikan seks anak, meski terkadang yang membedakan hanya cara orang tua menyampaikan pendidikannya kepada anaknya. Hambatan bagi orang tua ketika memberikan pendidikan seks pada anak, lingkungan anak dimana masyarakat didaerah tersebut terkadang masih berpikiran tradisional dan kolot. Orang tua diharapkan untuk selalu mengajarkan segala macam pendidikan kepada anaknya, meskipun terkadang orang tua merasa kesulitan untuk menjelaskan hal tersebut kepada anaknya. Sebab pendidikan seks penting untuk tumbuh kembang anak, agar anak bisa menjaga dirinya dan mengetahui batasan diri anaknya. pergaulannya dengan lawan jenis dan mengetahui bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain.

PENUTUP

Saran

Gambar

Tabel 4.4  Daftar Nama Anak

Referensi

Dokumen terkait

selalu menyapa orang yang lebih tua ketika sedang berjalan, dan mengajari anak dalam bergaul.”89 Wawancara dengan bapak Purnomo mengatakan bahwa: “Cara yang saya lakukan dalam tanggung