Tujuan dari penelitian PNBP ini adalah untuk mengetahui pengaruh orientasi kewirausahaan hijau terhadap kinerja pemasaran UKM dan membangun model pengembangan orientasi kewirausahaan hijau yang dimediasi oleh pengembangan produk ramah lingkungan yang didukung oleh kemampuan inovasi ramah lingkungan yang baik dan penciptaan pengetahuan ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas. kinerja pemasaran UKM pendukung industri pariwisata di NTB. Urgensi (prioritas) pelaksanaan penelitian PNBP ini adalah perlunya mendesak adanya model strategi pengembangan orientasi green entrepreneurship terhadap kapabilitas inovasi hijau dan pengembangan produk ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja pemasaran UKM di NTB.
Latar Belakang
Fenomena yang dihadapi sebagian besar UKM adalah masih mempunyai banyak keterbatasan, seperti terbatasnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar, serta kurangnya sumber permodalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh orientasi kewirausahaan hijau terhadap kinerja pemasaran UKM dan membangun model pengembangan orientasi kewirausahaan hijau yang dimediasi oleh pengembangan produk ramah lingkungan yang didukung oleh kemampuan inovasi ramah lingkungan yang baik dan penciptaan pengetahuan ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja pemasaran.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Urgensi (Keutamaan) Penelitian
Penelitian Terdahulu
Green Entrepreneurship Orientation dan Green Product Development Konsep green entrepreneurship masih relatif baru namun telah menjadi
Saat ini, kewirausahaan hijau menawarkan peluang baru yang perlu direspon cepat oleh UKM untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan kesenjangan pasar guna meningkatkan kesejahteraan mereka namun tetap peduli terhadap kelestarian lingkungan. Istilah kewirausahaan hijau akan diartikan sebagai kewirausahaan yang dikembangkan pada sektor hijau, dimana hijau merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan lama dengan cara baru.
Green Knowledge Creation dan Green Innovation Capability
Kewirausahaan ramah lingkungan adalah kecenderungan seorang pengusaha untuk berinovasi atau menciptakan organisasi ramah lingkungan sebagai bagian penting dari sistem ramah lingkungan yang komprehensif (Ndubisi, et al., 2009). Perusahaan yang aktif berinovasi justru menciptakan pengetahuan dan informasi baru di dalam perusahaan, sebagai upaya untuk mendefinisikan permasalahan yang dihadapi dan solusi dari permasalahan tersebut (Kazadi et al., 2016; Tee dan Lee, 2013).
Green Innovation Capability dan Green Product Development
Aktivitas perusahaan baik secara internal maupun eksternal menjadi kekuatan untuk terus berinovasi dalam perusahaan, yang pada akhirnya akan menghasilkan daya saing perusahaan (Nonaka et al., 2006; Nonaka dan Takeuchi, 1995). Medeiros, et al., (2013) menyatakan bahwa fokus pada inovasi produk merupakan salah satu cara untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam lingkungan industri.
Green Innovation Capability dan Marketing Performance
Upaya preventif yang dapat dilakukan untuk menghilangkan permasalahan kerusakan lingkungan hidup saat ini sedang diupayakan dengan sangat intensif dengan dikembangkannya konsep-konsep pengelolaan lingkungan hidup, seperti konsep green management, green marketing, green production dan green Innovation (Chen, 2007). Pengembangan produk baru berarti menciptakan perbedaan produk dengan pesaing dan menjadi pesaing yang memimpin pasar dengan memaksa orang lain untuk memenuhi standar yang sama (Wheelwright dan Clark, 1995).
Green Product Development dan Marketing Performance
Roadmap Penelitian
Bekerja sama dengan UNIED dan Exim Bank Indonesia sebagai lembaga pembiayaan ekspor Indonesia pada tahun 2018 melakukan penelitian mengenai peran sektor pariwisata dalam mendorong sektor jasa Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalaika, Lombok. Bekerja sama dengan LSM Korea Selatan Gugah Nurani Indonesia (GNI) pada tahun 2018 melakukan penelitian untuk mengidentifikasi bisnis potensial dan pendukungnya di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Jenis dan Sumber Data
Populasi dan Sampel
Metode Pengumpulan Data
Bagian pertama mengenai profil sosial responden yang berisi data responden terkait identitas responden dan keadaan sosial seperti: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan tertinggi, pendapatan bulanan dan tabungan. Alasan penggunaan metode ini adalah agar responden dapat memperhatikan dan mempertimbangkan dengan jelas pernyataan dan jawaban, pewawancara dapat menggali informasi lebih detail dan juga mengontrol pertanyaan yang diberikan. Jawaban atas angket yang diberikan adalah dengan memberikan poin (√) pada skala sikap 1-7 yang dirasakan responden paling benar terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam angket.
Skala pengukuran yang digunakan adalah skala pengukuran ordinal, yang digunakan untuk mengukur sikap responden terhadap suatu jawaban. Skala pengukuran terbagi menjadi beberapa skala, masing-masing skala mempunyai skor penilaian antara 1-7, dimana skor 1 untuk jawaban responden yang sangat rendah dan skor 7 untuk jawaban responden yang sangat tinggi sehingga ragu-ragu menghindari jawaban (pusat efek kecenderungan)..
Metode Analisis
14 Munculnya model yang kompleks berarti bahwa proses pengambilan keputusan manajemen sebenarnya merupakan proses yang kompleks atau proses multidimensi dengan pola hubungan sebab akibat yang berbeda-beda di berbagai tingkatan. Alat analisis ini dapat digunakan untuk penelitian multidimensi, namun kelemahan utama teknik ini adalah alat tersebut hanya dapat menganalisis satu hubungan dalam satu waktu. Dalam bahasa penelitian dapat dikatakan bahwa teknik tersebut dapat menguji satu variabel terikat saja melalui beberapa variabel bebas.
Langkah pertama dalam mengembangkan model SEM adalah meneliti atau mengembangkan model yang mempunyai justifikasi teoritis yang kuat. Mengembangkan diagram alir (Path Diagram) untuk menunjukkan hubungan sebab akibat. Diagram jalur akan memudahkan peneliti melihat hubungan sebab akibat yang ingin diuji. Konstruk endogen merupakan faktor yang diprediksi oleh satu atau lebih konstruk endogen lainnya, namun konstruk eksogen hanya dapat berhubungan secara kausal dengan konstruk endogen.
Nilai RMSEA yang kurang dari atau sama dengan 0,08 merupakan indeks penerimaan model yang menunjukkan kesesuaian suatu model berdasarkan derajat kebebasan (Browne & Cudeck, 1993 dalam Ferdinand, 2003).
Definisi Operasuional Variabel dan Instruments Penelitian
Semakin tinggi nilai KMO maka semakin valid item-item dalam kuesioner dan semakin homogen variabel-variabel yang diukur. Batas validitas pengukurannya adalah nilai KMO-MSA harus lebih besar dari 0,5 dengan tingkat signifikansi <0,05 agar variabel dapat diprediksi dan dianalisis lebih lanjut (Hair et al., 2010). Oleh karena itu, seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianalisis lebih lanjut karena memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan.
Berdasarkan uji validitas yang dilakukan terlihat bahwa seluruh instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai loading factor diatas 0,40. Reliabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha sebesar 0,60 hingga 0,80, menunjukkan tingkat reliabilitas yang dapat diterima (Sekaran menambahkan bahwa aturan praktis yang digunakan untuk Cronbach's alpha adalah 0,7, meskipun nilai 0,6 masih dapat diterima Berdasarkan reliabilitas pengujian, seluruh instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini telah menunjukkan nilai Cronbach’s alpha diatas 0,7.
Nilai uji validitas dan reliabilitas dari hasil seluruh item yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 1.
Karakteristik Respondents
Berikutnya kategori responden menurut harta kekayaannya yaitu 69 responden (46%) mempunyai harta sampai dengan Rp 100 juta dan 81 responden (54%) mempunyai harta usaha antara Rp 101 juta sampai dengan Rp 1 milyar, sedangkan tidak ada responden yang mempunyai harta kekayaan. yang memiliki harta di atas Rp 1 miliar.
Normalitas Data
Berdasarkan uji normalitas yang dilakukan terhadap data yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hasilnya tidak berdistribusi normal.
Hasil Analisis Data SEM AMOS
Penelitian ini menegaskan bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) dengan orientasi kewirausahaan hijau yang baik akan memiliki kemampuan dalam menciptakan dan mengembangkan produk ramah lingkungan. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tumbuhnya orientasi kewirausahaan hijau merupakan kecenderungan wirausahawan untuk berinovasi atau menciptakan organisasi hijau sebagai elemen penting dari sistem hijau yang komprehensif (Ndubisi, et al., 2009). , dimana usaha kecil memiliki beberapa keunggulan dibandingkan usaha besar dalam mengadopsi praktik sadar lingkungan (Osukoya, 2007). Penelitian ini menegaskan bahwa UKM yang mampu menciptakan kreasi pengetahuan hijau yang baik di lingkungan bisnisnya akan merangsang kapasitas inovasi hijau.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas inovasi ramah lingkungan pada UKM akan menjadi motor penggerak pengembangan produk ramah lingkungan yang baik. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kemampuan berinovasi pada produk dan proses ramah lingkungan berhubungan positif dengan keberhasilan pengembangan produk ramah lingkungan (Wong, 2014). Penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas inovasi ramah lingkungan tidak dapat memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja pemasaran.
Penelitian ini menegaskan bahwa semakin baik pengembangan produk ramah lingkungan yang dilakukan oleh UKM maka semakin baik pula kinerja pemasarannya, dimana proses pengembangan produk ramah lingkungan dapat dilakukan jika sesuai dengan isu lingkungan hidup dan kinerja yang ingin dicapai.
Kesimpulan
Gaya hidup dan perilaku konsumen masa kini menunjukkan adanya perubahan gaya hidup yang sadar dan peduli terhadap lingkungan. Meningkatnya kesadaran akan kepedulian terhadap lingkungan tentunya menjadi peluang bagi UKM untuk menciptakan produk ramah lingkungan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Perusahaan yang selalu menciptakan ide-ide dan nilai-nilai baru akan memiliki keunggulan kompetitif agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
Saat ini UKM masih merupakan bentuk usaha yang mengandalkan kreativitas pemilik atau pengelola manajemennya untuk menghasilkan ide-ide baru dalam mengembangkan produknya, sehingga pertumbuhan usaha UKM di Indonesia masih lambat dan cenderung stagnan. Hal ini sejalan dengan pendapat Knight (2000) bahwa proses kewirausahaan memerlukan orientasi kewirausahaan karena orientasi kewirausahaan menentukan tujuan pengembangan usaha yang telah dimulai. UKM yang memanfaatkan peluang ramah lingkungan dan mengambil risiko sebagai tantangan melalui kemampuan inovasi ramah lingkungan harus memperluas pangsa pasarnya seiring dengan tumbuhnya peluang pasar baru, yang saat ini mengarah pada tren produk ramah lingkungan.
Meningkatnya orientasi kewirausahaan hijau pada UKM sebagai peluang pasar yang potensial akan mendorong pengembangan produk ramah lingkungan yang didukung oleh kemampuan inovasi ramah lingkungan sebagai wujud penciptaan pengetahuan ramah lingkungan.
Keterbatasan dan Agenda Penelitian Mendatang
The Determinants of Green Product Development Performance: Green Dynamic Capability, Green Transformational Leadership, and Green Creativity.
Jadwal Kegiatan
Anggaran Biaya
Position held: Deputy Director, Master of Management (MM) Program Description of duties: Management of the teaching and learning process for postgraduate studies. Institution: Industry and Trade Service of NTB Province Position held: Human Resources and Organization Trainer. Position held: Entrepreneurship and Group Dynamics Training Trainer Title: Entrepreneurship and Group Dynamics Training for.
Institution: Police Department Mataram Municipality Office Position Completed: Learning Approach to Training Trainer. Position Held: Business Creation and Management Training Trainee Title: University of Mataram Alumni Retraining Program. Institution: SMKN 4 Mataram and Ministry of National Education Position Held: Trainer of Introduction to Entrepreneurship.
Position: Trainer for work motivation for employees Education Title: Training for work motivation for employees.
Riwayat Pendidikan
Pengalaman Penelitian
Customer value creation strategy efforts were attempted by Scince Technologi and. and minimize the flow of customers Art. customer transfer ) Polban - Bandung. Effect of ASEAN Economic Community Strategic Cooperation on Business Value and Business Impact 2015.
Pengalaman Seminar Nasional
The effect of strategic cooperation ASEAN Economic Comunity on business value and its Impact Business 2015. delivering customer value in consumer cooperation : An ASEAN. product in Indonesia Regional integration Challenge. Regional integration Challenge GARCOMBS - Bali 3rd international Hospitality and Tourism Conference 2016. the 4th international strategic cooperation inluhannya tepadang conference on Islamic.