• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN PENYULUH AGAMA DALAM MENGANTISIPASI ALIRAN RADIKAL

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PERAN PENYULUH AGAMA DALAM MENGANTISIPASI ALIRAN RADIKAL "

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Bagaimana peran ustadz dalam mengantisipasi radikalisme Islam di wilayah KUA kecamatan Metro Kibang kabupaten Lampung Timur? 8 Hasil pre survey dengan penasehat fungsional agama Islam KUA Kecamatan Metro Kibang Bapak Agus Salim S.Ag dan penasehat Islam non PNS Bapak Alexta Misran pada tanggal 20 Januari 2017.

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Selanjutnya penelitian yang relevan dengan penelitian peneliti adalah penelitian yang berjudul “Perkembangan Mazhab/Pemahaman di Sumatera Barat”, penelitian oleh M. Agus Noorbani yang lebih menekankan pada perkembangan dan dinamika aliran keagamaan di Sumatera Barat bertujuan untuk mengetahui dinamika aliran/opini di kalangan penduduk Sumatera Barat. Dimana penulis lebih menekankan pendekatan pemerintah melalui peran KUA Kecamatan Metro Kibang sebagai salah satu penyuluh agama dalam menghadapi perkembangan radikalisme di Indonesia.

Radikalisme dalam Islam

  • Pengertian Radikalisme
  • Karakteristik Radikalisme
  • Teologi Radikalisme
  • Radikalisme Islam di Indonesia
  • Upaya Deradikalisasi

Imdadun Rahmat dkk, “Islam Pribumi Menolak Arabisme Mencari Islam Indonesia” dalam Tashwirul Afkar PP lakspesdam, No. 23 Jamal Ma'mur Asmani, "Rekonstruksi Teologi Radikalisme di Indonesia, Melawan Islam Rahmatan Lil-Alamin" dalam Forum Akademik, (Pati: Institut Pesantren Mathali'ul Falah), Vol. 29 Sun Choirul Ummah, “Akar Radikalisme Islam di Indonesia” dalam Humaika (Yogyakarta: MKU-UNY), No. 12/September 2012, h.

Penyuluh Agama

  • Pengertian Penyuluh Agama
  • Dasar –Dasar Hukum Penyuluh Agama
  • Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama
  • Peran Penyuluh Agama dalam Mengantisipasi Aliran Radikal

Kedua, penyuluh agama Islam non PNS yang berada di masyarakat dan terdaftar sebagai penyuluh agama Islam di kantor Kementerian Agama di masing-masing kabupaten. Mulai saat ini, tugas penasehat agama Islam adalah memberikan bimbingan, informasi, dan arahan kepada masyarakat di bidang agama dan sosial. Pada tahun 2017, Kemenag kembali mengangkat penasehat agama Islam non PNS berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.III/432 Tahun 2016 tentang pedoman.

Keputusan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 1978 tentang Pelimpahan Wewenang mengangkat, memperbaharui dan memberhentikan Penasihat Agama; Fungsi konsultasi, yakni para ustadzah Islam memberikan pemikiran dan pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat pada umumnya. Ustadz juga memiliki fungsi hukum yaitu sebagai kontrol sosial dalam masyarakat, dimana proses kontrol sosial tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

48 Keputusan Direktur Jenderal Pedoman Masyarakat Islam Nomor 298 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Non Petugas. Keberhasilan seorang penyuluh agama Islam dalam menjalankan tugasnya di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa komponen, diantaranya adalah komponen strategi dakwah yang dipilih dan dirumuskan. Oleh karena itu, penyuluh agama Islam memegang peranan penting dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.

52 Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 298 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Non PNS.

METODOLOGI PENELITIAN

Sumber Data

Mengenai sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menurut sumber data dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber data primer adalah sumber informasi yang memiliki otoritas langsung dan bertanggung jawab untuk mengumpulkan atau menyimpan data. Data primer adalah “data berupa kata-kata lisan atau lisan, gerak tubuh atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya, dalam hal ini subjek penelitian (informan) dalam kaitannya dengan variabel yang diteliti. 56.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa sumber primer adalah sumber utama atau sumber utama yang berasal dari orang pertama. Metro Kibang, Penasehat Agama Islam (PAI Non PNS) non PNS yang ditunjuk untuk membantu operasional KUA di Kelurahan Metro Kibang dengan tugas khusus melakukan penjangkauan terhadap aliran-aliran radikal dan sesat serta penjangkauan terhadap kerukunan umat beragama dan masyarakat sekitar. Sumber data sekunder adalah sumber informasi yang diperoleh secara tidak langsung dari pihak yang memiliki wewenang dan tanggung jawab atas informasi yang ada.

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen grafis (tabel, catatan, risalah rapat, SMS, dll), foto, film, video, benda dan hal-hal lain yang dapat memperkaya data primer 57 . Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa sumber data sekunder merupakan sumber tambahan dalam memperoleh informasi yang masih berkaitan dengan sumber primer. Sumber data sekunder untuk penelitian ini adalah buku, artikel, jurnal yang berkaitan dengan peran ustadz dalam mengantisipasi gerakan radikal di wilayah KUA Kecamatan Metro Kibang.

Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan uraian di atas, dalam teknik ini kepala KUA Kecamatan Metro Kibang berperan sebagai informan. Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur yaitu wawancara dengan penyusunan instrumen penelitian berupa garis besar pokok-pokok bahasan, namun dalam pelaksanaannya pewawancara mengajukan secara bebas, pertanyaan pokok yang dirumuskan tidak harus dipertahankan secara berurutan dan pemilihan kata tidak baku, tetapi diubah selama wawancara sesuai dengan situasi. Dalam penelitian kualitatif, teknik ini merupakan alat utama untuk pengumpulan data, karena metode dokumentasi mencari informasi tentang hal-hal atau variabel dalam bentuk catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, tanda, risalah rapat, kalender, agenda, dll.

Dengan demikian, metode pendokumentasian ini digunakan untuk menggali informasi dari data tertulis yang diminta, yaitu menggali data terkait peran kyai dalam mengantisipasi gerakan radikal di wilayah KUA Kecamatan Metro Kibang. Dokumentasi yang digunakan berupa statistik KUA Kecamatan Metro Kibang tentang jumlah pemeluk agama Islam di KUA Kecamatan Metro Kibang, jumlah aliran Islam yang diterima oleh masyarakat KUA Kecamatan Metro Kibang, serta foto-foto kegiatan penyuluhan keagamaan. di KUA Kawasan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur.

Teknik Analisis Data

Sedangkan langkah-langkah yang peneliti gunakan adalah mendeskripsikan terkait peran ustadz dalam mengantisipasi gerakan radikal di Indonesia di kawasan KUA Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur. Jumlah penduduk yang tinggal di kawasan KUA kecamatan Metro Kibang cukup banyak tersebar di 7 (tujuh) kota dengan data sebagai berikut. KUA Kecamatan Metro Kibang memiliki 9 (sembilan) orang Pengajar Agama Islam (PAI) yang terdiri dari satu orang penyuluh fungsional.

Penasihat Agama Islam KUA Metro Kibang menjalankan tugasnya berdasarkan spesialisasi bidang tugas yang ditetapkan oleh kepala KUA Kecamatan Metro Kibang. Keberagaman ini meliputi berbagai aliran Islam yang ada di wilayah KUA kecamatan Metro Kibang. Berdasarkan hasil wawancara lapangan, Kepala KUA Kecamatan Metro Kibang menjelaskan bahwa KUA telah melakukan beberapa upaya dan keputusan.

Seleksi pengangkatan PAI non PNS sebagai KUA Kecamatan Metro Kibang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Kepala KUA Kecamatan Metro Kibang menjelaskan bahwa ada kesinambungan antara toleransi beragama dengan pencegahan gerakan radikal. Guna menjamin pelayanan yang baik, KUA Kecamatan Metro Kibang melalui para penasehat agama Islam terus berupaya meningkatkan pelayanan di masyarakat terutama dalam pencegahan gerakan radikal.

74 Hasil wawancara dengan Sdri. Mohammad Yusuf sebagai PAI Non PNS Bidang Kerukunan Umat Beragama di KUA Kecamatan Metro Kibang pada tanggal 22 Mei 2019. Para penasehat agama Islam dengan spesialisasi lain juga berperan penting dalam pencegahan gerakan radikal di Kecamatan Metro Kibang. Dalam hal ini KUA Kabupaten Metro Kibang telah mencoba melalui para penyuluh agama Islam untuk melakukan penyuluhan dengan materi terkait pencegahan gerakan radikal dan kerukunan umat beragama.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Masyarakat Wilayah KUA Kaecamatan Metro

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Metro Kibang

Agus Salim, S.Ag, Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Urusan Agama (PAI Non PNS) di wilayah kerja KUA Kecamatan Metro Kibang adalah sebagai berikut. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Ummat Islam, Pedoman no. 298 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyuluh Agama Islam Bukan PNS, tugas utama Penyuluh Agama Islam selain PNS adalah melaksanakan . Bimbingan dan penyuluhan Islam melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama. Penyuluh agama Islam yang bukan anggota PNS berkoordinasi dengan penyuluh agama Islam fungsional untuk pelaksanaan penyuluhan agama Islam di bidang keislaman dan pembangunan sosial keagamaan, baik di lingkungan Kementerian Agama maupun lembaga mitra lintas sektoral.

Pendidik agama yang membidangi peminatan masing-masing harus benar-benar mampu menjalankan tugas dan fungsinya karena hal ini berkaitan dengan kelangsungan hidup masyarakat luas. Pola keragaman masyarakat di wilayah KUA Kecamatan Metro Kibang Luasnya wilayah Kecamatan Metro Kibang menjadikan Metro Kibang a.

Pola Keberagaman Masyarakat di Wilayah KUA Kecamatan Metro

Dari tabel di atas terlihat bahwa pemeluk agama Islam paling banyak atau dominan di Kabupaten Metro Kibang. Bapak Agus Salimm selaku Fungsional Penasihat Keagamaan KUA Kecamatan Metro Kibang, pada tahun 2018 terjadi kesalahpahaman masyarakat mengenai ajaran pembagian agama. Menurut seorang penyuluh agama Islam yang bukan anggota PNS dan bertugas melakukan penyuluhan radikalisme dan aliran, Sdr. Misran mengatakan, di Kabupaten Metro Kibang terdapat beberapa aliran keagamaan dan organisasi keagamaan antara lain: Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Salafi.

Penyuluh Agama Islam Fungsional di KUA Kecamatan Metro Kibang diadakan oleh Bpk. Agus Salim, S.Ag., dan pada tahun 2016, Kementerian Agama RI menyelenggarakan pelantikan Pengurus Agama Islam Non PNS (PAI Non PNS) secara serentak di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil seleksi ujian berkas, ujian tulis dan ujian wawancara, telah diturunkan 8 (delapan) orang penyuluh agama non PNS di wilayah KUA Kecamatan Metro Kibang untuk membantu upaya KUA dalam menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan di wilayah tersebut. Kawasan KUA Kecamatan Metro Kibang termasuk dalam pencegahan gerakan radikal. . Menurut Kepala KUA Kecamatan Metro Kibang, upaya pencegahan dan penanggulangan penyimpangan paham keagamaan, intoleransi dan radikalisme harus terus dilakukan.

KUA Kecamatan Metro Kibang berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai khususnya di bidang IT dengan memasang jaringan internet di kantor KUA Kecamatan Metro Kibang, agar para pemuka agama dapat dengan mudah menerima informasi dan mengakses berita terkait. Materi pokok terkait pencegahan aliran radikal yang dijadikan pedoman bagi para penyuluh agama Islam KUA Kabupaten Metro Kibang berdasarkan SK Dirjen ummat Islam, Instruksi nomor 298 tentang Pedoman Penyuluhan Agama Islam Non Pemerintah karyawan, yaitu. Misran menjelaskan, saat ini upaya pencegahan radikalisme di wilayah KUA Kecamatan Metro Kibang baru dilakukan melalui majelis ta’lim di 7 (tujuh).

Saat ini para penyuluh agama berusaha berkoordinasi dengan Bhabinkantibmas Kecamatan Metro Kibang agar kegiatan penyuluhan tersebut dapat segera terlaksana dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. 76 Hasil wawancara dengan Bapak. A.Misran PAI Non PNS KUA Kecamatan Metro Kibang, 22 Mei 2019.. zakat, infak sedekah, kerukunan umat dan lain sebagainya, semua itu masuk dalam beasiswa Ahwal Syakhsiyyah. Masyarakat hendaknya lebih memperhatikan seruan dan saran para petugas KUA di Kecamatan Metro Kibang agar lebih memahami gerakan radikal dan ikut serta mencegah gerakan radikal.

Referensi

Dokumen terkait

me©bvg I wµqvc`¸wji †Kv‡bv iƒcvšÍi Ki‡Z bv cvi‡j - AMªMwZ cÖ‡qvRb... welqe¯‘i mwVKZv _vK‡jI avivevwnKZvi Afve