Tesis yang berjudul “Peran Bank Umum Syariah Dalam Mengatasi Permasalahan Sosial Ekonomi Pada Masa Pandemi Covid-19”, adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar akademis, baik di IAIN Bengkulu, maupun di perguruan tinggi lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran perbankan syariah dalam mengatasi permasalahan sosial ekonomi pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lembaga keuangan syariah dalam menangani permasalahan sosial ekonomi pada masa pandemi Covid-19, yaitu peran bank sebagai pelaksana penyaluran kegiatan sosial, memfasilitasi penyaluran pembiayaan sebagai KUR. (Kredit Usaha Rakyat) dan memberikan keringanan angsuran, melayani nasabah melalui digitalisasi layanan perbankan.
Tindakan yang dapat dilakukan bank syariah dalam menghadapi permasalahan sosial ekonomi Covid-19. Puji dan syukur atas kehadiran Allah. atas segala rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peranan Bank Umum Syariah Dalam Mengatasi Permasalahan Sosial Ekonomi Pada Masa Pandemi Covid-19”. Peran lembaga keuangan syariah di Indonesia terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19 adalah dengan memberikan berbagai solusi seperti: (1) penyaluran bantuan langsung tunai yang bersumber dari zakat, infaq dan sedekah; (2) penguatan wakaf berupa wakaf uang, wakaf produktif, wakaf sukuk-linked, dan wakaf infrastruktur; (3) bantuan modal usaha bagi UKM yang terdampak pandemi; (4) skema yang ditemukan; (5) meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah; (6) melalui pengembangan teknologi keuangan syariah4.
Solusi ekonomi dan keuangan syariah di masa pandemi covid-19 (diambil 11 Januari 2021). Permasalahan sosial ekonomi yang terjadi pada masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020, salah satunya adalah UMKM tutup sementara karena berkurangnya pendapatan penjualan pada masa pandemi Covid-19, karena kurangnya aktivitas yang dilakukan di luar rumah, sulitnya mencari nafkah, perolehan bahan baku untuk produksi dan kurangnya minat. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin mengetahui bagaimana peran perbankan syariah dalam mengatasi permasalahan sosial ekonomi di masa pandemi Covid 19.
23. terdampak Covid-19 meski di tengah pandemi, serta perbaikan dan pengembangan strategi bertahan hidup selama pandemi Covid-19. b) Bagi lembaga keuangan lainnya, kami berharap hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai perlombaan atau pertimbangan untuk lebih baik lagi dalam pengembangannya.
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
- Sistematika Penulisan
Bab ini akan menjelaskan hasil perhitungan dari data, interpretasi hasil dan argumentasi terhadap temuan penelitian. Pada bab ini terdapat kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan dan saran dari hasil penelitian yang nantinya berguna untuk penelitian selanjutnya.
KAJIAN TEORI
Kajian teori
- Lembaga Keuangan
- Perbankan Syariah
- Masalah Sosial
Selain itu UU Perbankan Syariah juga mengamanatkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang bersumber dari zakat, infaq, sedekah, hibah atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sebagai diinginkan. pemberian wakaf (wakif). Penempatan dana pada bank syariah lain dalam bentuk simpanan berdasarkan akad wadi'ah atau investasi berdasarkan akad mudharabah dan/atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; Lembaga keuangan syariah adalah suatu perusahaan yang usahanya bergerak di bidang jasa keuangan berdasarkan prinsip syariah.
Prinsip syariah, yaitu prinsip yang menghilangkan unsur-unsur haram dalam Islam, kemudian menggantinya dengan akad Islam tradisional atau biasa disebut dengan Prinsip Syariah atau Lembaga Keuangan Syariah, yaitu suatu sistem norma yang berdasarkan pada ajaran Islam. Lembaga keuangan ini pada dasarnya berperan sebagai lembaga perantara antara pihak yang mempunyai kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana. Karena dengan adanya lembaga keuangan ini, pihak-pihak yang kekurangan dana tetap mempunyai kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan terbantu dengan hadirnya lembaga keuangan.
Lembaga Keuangan Syari'ah adalah lembaga keuangan yang prinsip operasionalnya berdasarkan prinsip syari'ah Islam. Tujuan utama didirikannya lembaga keuangan syariah adalah untuk memenuhi perintah Allah di bidang ekonomi dan muamalah serta membebaskan masyarakat Islam dari kegiatan yang dilarang Islam. Islamic Financial Institutions (IFIs) menurut National Sharia Council (NSC) adalah lembaga keuangan yang menerbitkan produk keuangan syariah dan pihak yang menerbitkannya.
Definisi tersebut menyatakan bahwa suatu LKS harus memenuhi dua unsur, yaitu unsur kepatuhan terhadap syariat Islam dan unsur legalitas operasional sebagai lembaga keuangan. Unsur legalitas dalam beroperasinya suatu lembaga keuangan diatur oleh berbagai instansi yang mempunyai kewenangan memberikan izin beroperasi. Bank Islam merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah.
Selain sebagai mediator antara pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus) dan pihak yang tidak mempunyai uang (defisit), terdapat beberapa peran bank syariah dalam perekonomian Indonesia, antara lain peran bank syariah sebagai pelaksana kegiatan sosial, kesejahteraan ekonomi. keberadaan dan kemakmuran ekonomi. dan keadilan, promosi halal, peran bank syariah terhadap ekonomi mikro.15. Dalam sistem perbankan di Indonesia, terdapat dua jenis sistem operasional perbankan yaitu bank konvensional dan bank syariah. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Bank Umum Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia, seperti prinsip keadilan dan keseimbangan ('adl wa tawazun), kemaslahatan. (maslahah), universalisme (alamiyah), dan tidak mengandung benda-benda gharar, maysir, riba, zalim dan haram.
Selain itu UU Perbankan Syariah juga mengamanatkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang bersumber dari zakat, infaq, sedekah, hibah atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sebagai diinginkan. pemberian wakaf (wakif). Sedangkan fungsi bank syariah adalah: 1) Bank syariah dan UUS wajib menjalankan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat.
METODELOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian Dan Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data
Peran lembaga keuangan syariah di Indonesia terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19 adalah dengan memberikan berbagai solusi seperti: (1) penyaluran bantuan langsung tunai yang bersumber dari zakat, infaq dan sedekah; (2) penguatan wakaf berupa wakaf uang, wakaf produktif, wakaf sukuk-linked, dan wakaf infrastruktur; (3) bantuan modal usaha bagi UKM yang terdampak pandemi; (4) skema yang ditemukan; (5) meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah; (6) melalui pengembangan teknologi keuangan syariah1. Layanan dalam penggalangan dana dan pembiayaan serta berperan dalam memberikan pemahaman kepada nasabah dalam penerapan layanan digital untuk memudahkan transaksi dalam pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Peran Bank Sentral pada Masa Pandemi Covid-19 dan Kedepannya (UU Perbankan No. 23 Tahun 1999).
Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam menangani permasalahan sosial ekonomi di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran lembaga keuangan syariah dalam menangani permasalahan sosial ekonomi pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia. 5Azwar, “Solusi ekonomi dan keuangan syariah di masa pandemi Covid-19”, https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini-solusi-ekonomi-dan-financial-islam-saat-pandemi- covid -19 (diakses 11 Januari 2021).
Dengan metode ini, penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran lembaga keuangan syariah dalam menangani permasalahan sosial ekonomi di masa pandemi Covid-19. C. Teknik Pengumpulan Data. Peran lembaga keuangan syariah di Indonesia bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 adalah dengan memberikan berbagai solusi, seperti: (1) menyalurkan bantuan langsung tunai berupa zakat, infaq dan sedekah; (2) Penguatan wakaf berupa wakaf uang, wakaf produktif. Pertama, peran perbankan syariah dalam melaksanakan penyaluran kegiatan sosial seperti penyaluran dana dan bantuan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19.
17 Kajian Penelitian dkk., “Peran Perbankan Syariah dalam Memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pada Masa Pandemi Covid-19:” 2, no. Selain itu, Pegadaian turut memberikan fleksibilitas dengan memberikan fasilitas pembebasan biaya keterlambatan pembayaran, pemberian bunga 0%, dan restrukturisasi pinjaman agar usaha tetap berjalan di masa pandemi COVID-19. 21 Qur, Ogan dan Sumatera, “Peran Pegadaian Syariah Sebagai Solusi Di Tengah Pandemi Covid-19 Pada Masyarakat Indonesia.”.
Penelitian lain yang berkaitan dengan “Peranan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) dalam upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat” adalah salah satu ikut serta mensukseskan pembangunan dalam menggerakkan dan memberdayakan perekonomian kerakyatan, mampu membantu para pelaku UMKM dalam bidang sosial ekonomi. masalah. di masa pandemi Covid-19 dan meminimalkan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Maka BMT datang membantu dan memberikan bantuan permodalan agar para pelaku UMKM bisa memulai kembali usahanya. 27 Sebelum pandemi Covid-19, peran lembaga keuangan secara umum adalah melaksanakan kegiatan sosial, demi kesejahteraan dan keadilan ekonomi, mendorong halal untuk menghasilkan keuntungan yang lebih transparan. Pada masa pandemi Covid-19, lembaga keuangan syariah mempunyai peran yang sedikit berbeda, yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bentuk dana sebagai sarana untuk melakukan kegiatan perekonomian sesuai dengan prinsip hukum syariah.
Dari penafsiran hasil penelitian di atas dapat dipahami bahwa peran lembaga keuangan syariah pada masa pandemi Covid-19 sangat penting dan berpotensi bagi semua sektor untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan sosial pada masa pandemi ini. . Peran perbankan syariah, pertama, sebagai penyedia kegiatan sosial seperti penyaluran dana dan bantuan alat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.