Peran Program Tazwidat Lughawi Fii Maharatul Kalam Pada Mahasiswi PBA Internasional
Al-Ustdzah Siti Nikmatul Rochma, M. Pd
Di susun oleh:
Amelia Fadila 4220221128022
PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR 1444 /2023
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN...3
A. Latar Belakang Masalah...3
B. Fokus Penelitian...4
C. Rumusan Masalah...5
D. Tujuan Penelitian...5
a. Tujuan Teoritis...5
b. Tujuan Praktis...6
E. Manfaat Penelitian...7
BAB 2 PEMBAHASAN...9
A. Study Kepustakaan...9
1. Landasan Teori...9
2. Penelitian Terdahulu...11
BAB 3 METODE PENELITIAN...14
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian...14
B. Tempat Penelitian...15
C. Teknik Pengumpulan Data...15
1. Wawancara...16
DAFTAR PUSTAKA...18
BAB 1
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Bahasa adalah satu hal penting dalam sebuah kehidupan manusia.
Sebab dengan bahasa manusia bisa berkomunikasi dan menyampaikan informasi, gagasan dan isi pikirannya.1 Di dunia ini bahasa sangatlah beragam salah satunya yaitu bahasa Arab, bahasa Arab adalah sebuah bahasa yang terbesar dari segi jumlah penutur dalam keluarga bahasa semitik. Bahasa semitik atau semit adalah bahasa yang dipakai oleh orang orang atau bangsa yang tinggal disekitar Sungai Tigris dan Eufrat, dataran Syiria dam Jazirah Arabiya, seperti bahasa Finisia, Asyiria, Ibrani, Arabia, Suryania dan Babilonia.2
Pembelajaran bahasa Arab merupakan transformasi ilmu, sikap mental dan perilaku kebahasaan Arab yang diharapkan dapat dilakukan secara profesional dan berorientasi kepada tujuan tertentu.
Tujuan bahasa Arab dapat direalisasikan secara efektif jika dilandasi oleh visi, misi dan orientasi yang jelas terhadap prosedur yang dilakukan berlandaskan strategi, pendekatan dan metode yang tepat dan relevan sehingga menghasilkan out put yang optimal dan memutuskan, baik bagi peserta didik, guru maupun lembaga pendidikan dan masyarakat luas.
Secara umum, pembelajaran bahasa asing di Indonesia menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran nya. Tantangan tersebut timbul
1 Ulin Nuha, Ragam Metodologi & Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta:
DIVA Press, 2016), hlm. 21
2 Umi Machmudah dan Abdul Wahab Rosyidi, Active Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab (Malang: UIN Malang Press,2008), hlm. 7
karena terdapat berbagai perbedaan antara bahasa asing, khususnya bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Tantangan dalam pembelajaran bahasa asing di Indonesia ini dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu tantangan linguistik dan non-linguistik.Problematika linguistik adalah hambatan yang terjadi alam pengajaran bahasa yang disebabkan karena perbedaan karakteristik internal linguistik bahasa Arab itu sendiri dibandingkan dengan bahasa Indonesia.3 Sedangkan problematika non-linguistik adalah yang menyangkut segi sosial kultural atau sosial budaya dan psikologis.
Dapat dipahami bahwa problem linguistik adalah yang berkaitan dengan kosa kata, susunan kalimat, dll. Tantangan linguistik yang dihadapi dalam pembelajaran bahasa asing ini adalah hal yang wajar mengingat perbedaan yang signifikan antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut mencakup bentuk huruf, cara pengucapan, dan struktur kalimat. Bahasa Arab juga dikenal sebagai bahasa yang kompleks dan rumit, dengan satu kata dapat memiliki banyak akar kata yang berbeda. Sebaliknya, bahasa Indonesia relatif lebih mudah digunakan sebagai sarana komunikasi sehari-hari.
B. Fokus Penelitian
"Tazwidat Lughawi" adalah istilah bahasa Arab yang merujuk pada program atau metode pengajaran yang berfokus pada aspek fonetik dan tata bahasa dalam bahasa Arab. Lebih spesifik, penelitian ini berfokus pada bagaimana program "Tazwidat Lughawi" ini di implementasikan sehingga dapat membantu mahasiswi PBA Internasional dalam meningkatkan keterampilan berbicara mereka.
3 Syamsuddin Asyrofi, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2010), hlm. 60
Tujuan dari program ini adalah untuk membantu mahasiswa memahami dan menguasai dengan baik pelafalan dan struktur tata bahasa dalam bahasa Arab.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana program ini dirancang dan diimplementasikan?
2. Bagaimana mahasiswa PBA Internasional menilai program tazwidat lughawi? Bagaimana pengalaman dan pandangan mereka terhadap program ini?
3. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program tazwidat lughawi? Apakah ada hambatan yang dihadapi dalam implementasi program ini?
D. Tujuan Penelitian a. Tujuan Teoritis
1. Menyelidiki kontribusi program "Tazwidat Lughawi" terhadap pemahaman fonetik dan tata bahasa. Dengan menganalisis kemampuan mahasiswi PBA Internasional dalam menguasai pelafalan yang benar dan struktur tata bahasa, penelitian ini akan mengeksplorasi dampak program tersebut dalam memperkuat dasar pengetahuan linguistik mahasiswi.
2. Penelitian ini akan menganalisis penilaian yang diberikan oleh mahasiswa PBA Internasional terhadap program tersebut. Dan Menjelajahi pengalaman mahasiswa PBA Internasional dalam menggunakan program "Tazwidat Lughawi". Tujuan ini melibatkan pengumpulan data tentang interaksi mereka dengan program, tantangan yang dihadapi, manfaat yang dirasakan, dan
pemahaman mereka terhadap kegunaan program ini dalam pengembangan keterampilan berbicara. Dengan menjelajahi pengalaman mereka, penelitian ini dapat memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang aspek praktis dan pengaruh program "Tazwidat Lughawi" pada mahasiswa PBA Internasional.
3. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan program "Tazwidat Lughawi": Tujuan penelitian ini juga mencakup identifikasi kelebihan dan kekurangan program "Tazwidat Lughawi" dalam konteks pengembangan keterampilan berbicara mahasiswi PBA Internasional. Dengan menyoroti aspek yang efektif dan area yang mungkin perlu diperbaiki, penelitian ini dapat memberikan masukan berharga untuk pengembangan program pendidikan bahasa Arab di masa depan.
b. Tujuan Praktis
Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan masukan yang berharga dalam merancang dan mengimplementasikan program
"Tazwidat Lughawi" yang lebih baik di masa depan. Pengalaman dan pandangan mahasiswa PBA Internasional terhadap program ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang apa yang telah berfungsi dengan baik dan area yang perlu diperbaiki.
Melalui pemahaman yang lebih baik tentang program "Tazwidat Lughawi" dan pengalaman mahasiswa, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan program pendidikan bahasa Arab yang efektif dan relevan untuk mahasiswa PBA Internasional.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang mungkin dihadapi dalam mengimplementasikan program ini, seperti kendala waktu, keterbatasan sumber daya, heterogenitas kelompok mahasiswa, dan respon serta partisipasi mahasiswa.
Pengetahuan tentang hambatan ini dapat membantu dalam merencanakan strategi untuk mengatasinya dan meningkatkan keberhasilan program.
E. Manfaat Penelitian
1. Memberikan panduan praktis bagi pengembang program pendidikan bahasa Arab dalam merancang dan mengimplementasikan program serupa.
2. Membantu dalam mengoptimalkan pengalaman belajar mahasiswa PBA Internasional dengan memperhatikan pandangan mereka dan mengatasi hambatan yang mungkin mereka hadapi.
3. Memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam merancang dan mengimplementasikan program serupa.
Secara keseluruhan, penelitian ini akan memberikan manfaat dalam pengembangan, penilaian, dan perbaikan program "Tazwidat Lughawi" serta program pendidikan bahasa Arab secara umum.
Pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran, memenuhi kebutuhan mahasiswa, dan memastikan keberhasilan program dalam mencapai tujuan pendidikan bahasa Arab.
BAB 2 PEMBAHASAN A. Study Kepustakaan
Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang sedang di teliti. Informasi ini dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, jurnal ilmiah dll.
1. Landasan Teori
a. Pengertian “Program Tazwidat Lughawi”
“Tazwidat lughawi” merupakan suatu program yang merancang berbagai macam kegiatan kebahasaan yang di khususkan untuk mahasiswi PBA yang akan melanjutkan study ke luar negri.
Didalam program ini akan di temukan berbagai proses pembelajaran yang berkesinambungan dengan bahasa Arab. Program kebahasaan seperti ini sudah banyak di temui di lembaga-lembaga kursus bahasa Arab.
Program di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai rancangan mengenai asas-asas serta usaha-usaha yang akan dijalankan. Jones dalam Arif Rohman, menyebutkan program merupakan salah satu komponen dalam suatu kebijakan.
Program merupakan suatu upaya untuk mencapai tujuan.4
4 Herdita Nurha Pradita, “Implementaasi Program Sekolah Sehat Di SD N Tegalrejo 1 Yogyakarta,” Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan 6, no. 1 (2017): 20–28.
Didalam suatu program diperlukan struktur yang jelas dalam mengoperasikan program sehingga tenaga pelaksana dapat terbentuk dari sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Selain itu para pelaksana harus mampu menjalankan program sesuai dengan teknis dan petunjuk pelaksana agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Kemudian di perlukan adanya pembuatan prosedur kerja yang jelas agar program kerja dapat berjalan sesuai dengan jadwal kegiatan sehingga tidak berbenturan dengan program lainnya
b. Maharatul Kalam
Berbicara adalah suatu kegiatan komunikatif atau bisa dilakukan dalam bentuk dialog antar dua orang atau lebih, seseorang mampu berbicara dengan baik dan lainnya mendengarkan, demikian secara bergantian saling bertukar peran.5
Maharatul Kalam adalah suatu keterampilan menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain. Maharatul Kalam merupakan salah satu komponen penting dalam berbahasa. Sebab berbicara adalah bagian dari keterampilan yang dipelajari oleh pengajar, sehingga keterampilan berbicara dianggap sebagai bagian yang sangat mendasar dalam mempelajari bahasa asing. Dalam memulai latihan berbicara, terlebih dahulu harus didasari oleh kemampuan mendengar, kemampuan penguasaan kosa kata (mufradat) dan keberanian mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.6
5 Ahmad Fuad Efendy, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, (Malang: 2017) hal. 149 6 Mahmud Ali Muhammad Syarabiy, “Istratiyjiyyah Muqtarahah Qaimah 'ala Madkhal al Taqabuli al-Lughawiy wa Thalil al-Akhtha' fi Tanmiyah Maharat al-Fahmi al-Istima'iy wal Qira'ah aljahriyyah wal Kitabah al-Wadhzifiyah laday Darisiy al-Lughah al-'Arabiyyah al- Natiqinan bi Ghairiha, Risalah Dukturah.” (Ma'had al-Dirasat al-Tarbawiyyah, Jami'ah al-
Menurut para ahli gramatika bahasa Arab, keterampilan berbicara (kalam) adalah lafadz yang memberikan suatu faedah atau manfaat yang dilakukan secara sengaja. Keterampilan berbicara (kalam) dalam pengertian terminologis adalah mengucapkan bunyi- bunyi bahasa Arab secara benar dan bunyi tersebut keluar dari makhraj al-huruf yang telah menjadi konsensus para pakar bahasa.7
Keterampilan berbicara sangatlah penting agar para siswa mampu berkomunikasi lisan secara baik dan wajar dengan bahasa yang mereka pelajari. Secara baik dan wajar mengandung arti menyampaikan pesan kepada orang lain dalam cara sosial yang dapat diterima. Namun tentu saja untuk mencapai tahap kepandaian berbicara diperlukan dorongan atau motivasi agar siswa mempunyai keinginan kuat untuk berlatih dan praktek sehingga diperlukan motivasi yang kuat dan mendukung.
Keterampilan berbicara merupakan suatu keinginan seseorang untuk menyampaikan maksud atau kehendak melalui ucapan lisan secara langsung dan dapat didengar oleh lawan bicara dengan jelas dan baik. Berbicara sangatlah penting bagi setiap kalangan mulai dari anak-anak atau pun orang dewasa semua membutuhkan untuk berbicara.8
Qahirah, 2011), hlm. 179
7 Zulhannan, Teknik Pembelajaran Interaktif, (Jakarta: 2015), 95
8 Fakhrur Rosikh, “Mengajarkan Keterampilan Berbicara Kepada Penutur Non Arab”, Jurnal Ummul Qura, Vol. 3 No. 2, (Agustus: 2013), 10
2. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Selain itu, untuk menghindari anggapan kesamaan dengan penelitian ini. Maka dalam penelitian ini peneliti mencantumkan hasil-hasil penelitian terdahulu sebagai berikut:
1. Romico Putra D (2019)
Penelitian nya yang berjudul “Efektifitas Program Intensif Dalam Pemebelajaran Bahasa Arab Di Kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Godean Tahun Akademik 2019/2020”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan program kelas intensif dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Godean, baik itu dalam hal efektifitas proses pembelajaran, sampai kepada efektifitas hasil yang diperoleh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Godean.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga cara, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dintara informan yang peneliti wawancarai adalah guru bahasa Arab, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kepala bagian tata usaha, dan beberapa orang siswa. Untuk data-data yang bersifat dokumen, peneliti menggunakan metode dokumantasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program kelas intensif ini efektif dalam beberapa hal, yaitu (1) pengorganisasian dan manajemen kelas menjadi lebih optimal, (2) suasana kelas menjadi lebih tertib, (3) kebebasan anak dalam belajar menjadi lebih maksimal, (4) perhatian
yang diberikan guru kepada siswa menjadi lebih intensif, (5) motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab menjadi meningkat, (6) hasil belajar siswa terbukti meningkat dan mengalami perbedaan yang signifikan dengan siswa di kelas biasa atau non intensif.
2. Fitri Alpinah (2020)
“Usaha Peningkatan Maharah Kalam Bahasa Arab Melalui Metode Muhadatsah Bagi Santri Di Pondok Pesantren Modern Al- Ikhlas Putri Kuningan”. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah santri, santri bagian bahasa, dan guru bagian bahasa Pondok Pesantren Modern Al- Ikhlas Putri. Teknik yang digunakan dalam menentukan informan penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu memiliki kriteria tertentu yang dapat memperkuat alasan seseorang menjadi subjek penelitiannya. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usaha peningkatan maharah kalam Bahasa Arab melalui metode muhadatsah bagi santri di Pondok Pesantren Modern Al-ikhlas putri yaitu Pemberian Mufrodzat, muhadatsah, muhadoroh, islahul lughah, lomba drama. Kendala yang dihadapi santri dalam peningkatan maharah kalam Bahasa Arab diantaranya minimnya pengetahuan mufrodzat, takut terkena sanksi, logat berbicara, solusinya meningkatkan dan memperbanyak pengetahuan mufrodzat baru serta rajin membawa kamus, melatih lidah dan melatih bermuhadatsah menggunakan lahjah Arab. Adapun hasil dari metode muhadatsah dalam peningkatan maharah kalam
bahasa yaitu berkembang dan meningkatnya bahasa dan maharah kalam, bertambahnya kosa kata, pelafalan makhorijul huruf yang sesuai, terampil berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab, dan prestasi belajar meningkat.
BAB 3
METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah langkah-langkah penelitian sosial untuk mendapatkan data deskriptif berupa kata-kata dan gambar. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Lexy J. Moleong bahwa data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.9 Suharsimi Arikunto juga menjelaskan bahwa jenis penelitian deskriptif yaitui jika peneliti ingin mengetahui status sesuatu dan sebagainya, maka penelitiannya bersifat deskriptif yaitu menjelaskan peristiwa dan sesuatu.10
Pendekatan penelitian kualitatif adalah pendekatan yang tidak menggunakan dasar kerja statistik, tetapi berdasarkan bukti-bukti kualitatif. Dalam tulisan lain menyatakan pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang berdasarkan pada kenyataan lapangan dan apa yang dialami oleh responden akhirnya dicarikan rujukan
9 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), h. 11
10 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Bina Aksara, 1992), h. 25
teorinya.11 Penelitian kualitatif berfokus pada fenomena sosil, pemberian suara pada perasaan dan persepsi dari partisipan dibawah studi. Dalam hal ini, peneliti menafsirkan dan menjelaskan data-data yang didapat peneliti dari wawancara, observasi, dokumentasi, sehingga mendapatkan jawaban permasalahan dengan rinci dan jelas.
Dalam penelitian deskriptif, peneliti akan mencoba untuk melihat kejadian yang menjadi pusat perhatiannya, dan kemudian diilustrasikan sebagaimana apa adanya. Kaitannya dengan hal tersebut Nana Sudjana dan Ibrahim mengungkapkan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan sesuatu, peristiwa, kejadianyang terjadi pada saat sekarang. Dengan kata lain, penelitian deskriptif mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan. Mengingat sifatnya yang demikian, maka penelitian deskriptif dalam pendidikan lebih berfungsi untuk memecahkan masalah praktis pendidikan12
B. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Darussalam Gontor dengan mengambil objek pada kelas PBA Internasional dan dilaksanakan pada semester ganjil ini
11 Sujdarwo, Metodologi Penelitian Sosial, (Bandung: Mandar Maju, 2011), h.25 12 Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), h. 64
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah suatu langkah yang akan digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data-data penelitian yang di perlukan. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode wawancara kepada pelaku-pelaku di balik terlaksananya program Tazwidat lughawi ini, di antaranya DPA dari kelas PBA Internasional dan beberapa mahasiswa yang mengikuti kelas tersebut.
1. Wawancara
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang ingin kami ketahui:
a. Wawancara kepada DPA PBA Internasional
1. Bagaimana program ini diawali? Apa yang mendorong kebutuhan untuk merancang dan mengimplementasikan program ini?
2. Siapa yang terlibat dalam proses perancangan program ini?
Apa peran masing-masing orang di dalam tim ini?
3. Bagaimana langkah-langkah umum yang diambil dalam merancang program ini? Apakah ada pendekatan khusus yang diambil?
4. Apa tujuan utama yang ingin dicapai dengan program ini?
Apakah ada masalah spesifik yang ingin dipecahkan?
5. Apakah ada pertimbangan khusus yang menjadi dasar pemilihan tersebut?
6. Bagaimana arsitektur program ini? Bagaimana komponen- komponen utama saling berinteraksi satu sama lain?
7. Apa jenis data yang digunakan oleh program ini? Bagaimana data tersebut dikelola dan diproses?
8. Bagaimana program ini diuji sebelum diluncurkan? Apakah ada metode pengujian tertentu yang digunakan?
9. Apakah ada tantan gan atau hambatan khusus yang dihadapi selama proses perancangan dan implementasi program ini?
Bagaimana cara mengatasinya?
10.Bagaimana program ini akan diimplementasikan dan diintegrasikan dengan sistem atau lingkungan yang sudah ada sebelumnya?
b. Wawancara kepada Mahasiswa PBA Internasional 1. Bagaimana pengalaman Anda dalam mengikuti program
tazwidat lughawi di PBA Internasional?
2. Apakah program tazwidat lughawi membantu Anda dalam memahami dan mengaplikasikan qowaid-qowaid di dalam bahasa Arab?
3. Bagaimana program ini mempengaruhi kemampuan Anda dalam bidang Maharatul Kalam?
4. Apakah program tazwidat lughawi memenuhi harapan Anda sebagai mahasiswa PBA Internasional yang ingin mempelajari tajwid?
5. Apa hal paling berharga yang Anda pelajari dari program ini dan bagaimana Anda menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari?
6. Bagaimana pendekatan pengajaran yang digunakan dalam program ini? Apakah metode pengajaran nya efektif?
7. Apakah Anda merasa program ini memberikan cukup waktu dan ruang untuk berlatih dan mempraktikkan apa yang Anda pelajari?
8. Bagaimana program ini membantu Anda dalam memperdalam pemahaman Anda tentang keindahan dan makna dalam bahasa Arab?
9. Apakah ada aspek program tazwidat lughawi yang perlu diperbaiki atau ditambahkan?
10.Bagaimana pandangan Anda terhadap pentingnya menguasai Maharatul Kalam bagi mahasiswa PBA Internasional?
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (1992). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik,.
Jakarta: Bina Aksara.
Asyrofi, S. (2010). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab.
Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta.
Efendy, A. F. (2017). Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. 149.
Ibrahim, N. S. (2009). Penelitian dan Penilaian Pendidikan.
Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Mahmud Ali Muhammad Syarabiy. (t.thn.). “Istratiyjiyyah Muqtarahah Qaimah 'ala Madkhal al Taqabuli al-Lughawiy wa Thalil al-Akhtha' fi Tanmiyah Maharat al-Fahmi al-Istima'iy wal Qira'ah al jahriyyah wal Kitabah al-Wadhzifiyah laday Darisiy al-Lughah al-'Arabiyyah al-Natiqinan bi Ghairiha. 179.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif,. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Pradita, H. N. (2017). Implementaasi Program Sekolah Sehat Di SD N Tegalrejo 1 Yogyakarta. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 20-28.
Rosikh, F. (2013). , “Mengajarkan Keterampilan Berbicara Kepada Penutur Non Arab”,. Jurnal Ummul Qura, 10.
Rosyidi, U. M. (2008). Active Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab. UIN Malang Press, 7.
Sujdarwo. (2011). Metodologi Penelitian Sosial. Bandung: Mandar Maju.
Ulin Nuha, (. (2016). Ragam Metodologi & Media Pembelajaran Bahasa Arab. DIVA Press, 21.
Zulhannan. (2015). Teknik Pembelajaran Interaktif. Jakarta.