Peneliti memilih mengambil penelitian pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur dengan judul Peran KPI Pusat dalam Pengawasan Isi Program Siaran Televisi, Kajian Pengawasan Isi Program Siaran di KPID Jawa Timur, mengingat bahwa masih banyak konten siaran di televisi yang mengandung unsur pelanggaran seperti kekerasan, pornografi, eksploitasi bagian tubuh, pencabulan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan lain-lain sebagaimana tertuang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Penyiaran (P3SPS). Pedoman Perilaku Penyiaran atau P3 adalah ketentuan bagi lembaga penyiaran yang dibentuk oleh Komisi Penyiaran Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dari seluruh fenomena di atas, peneliti tertarik untuk mengambil penelitian terkait Peranan Komisi Penyiaran Indonesia Pusat dalam Pengawasan Program Isi Siaran Televisi, kajian mengenai pemantauan isi siaran di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur.
Bagaimana peran Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Indonesia Jawa Timur dalam mengawasi program konten siaran televisi.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah 1. Peran
Program siaran dapat diartikan sebagai bagian atau segmen dari isi siaran radio atau televisi secara keseluruhan. Program siaran adalah program yang memuat pesan atau rangkaian pesan yang berupa suara, gambar, suara dan gambar atau berupa grafik atau karakter, baik interaktif maupun tidak, yang disiarkan oleh lembaga penyiaran. Konten siaran program yang disorot di KPID adalah program yang mengandung unsur sadisme, seksualitas, eksploitasi bagian tubuh, penghinaan dan masih banyak lagi, yang program acaranya diduga berpotensi menyinggung, seperti musik, hiburan, tayangan penerjemah dan lain sebagainya.
Sistematika Pembahasan
PENELITIAN TERDAHULU
Program siaran, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan hasil yang diperoleh. Pedoman penyelenggaraan penyiaran dan standar program siaran disusun dan diadopsi pada tahun 2012. Penerapan pengawasan mungkin belum optimal karena kurangnya peralatan yang digunakan untuk memantau isi siaran televisi. Sanksi yang dikenakan KPID Jatim hanya berupa sanksi administratif/teguran tertulis hingga memperpendek durasi acara program. Hal ini disebabkan minimnya kewenangan yang diberikan kepada KPID Jatim dalam memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang terbukti melakukan pelanggaran penyiaran. isi. Peran KPID Jatim sangat penting, baik dalam pengawasan maupun pemberian sanksi terhadap konten siaran. Dengan koordinasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, diharapkan KPID Jatim mampu mewakili kepentingan masyarakat.
Persamaan penelitian terdahulu dan penelitian sekarang adalah sama-sama mengangkat tema peran KPID Jawa Timur dan perbedaannya terletak pada fokus penelitian; penelitian sebelumnya memfokuskan penelitiannya pada penerapan P3SPS, sedangkan penelitian saat ini berfokus pada pemantauan konten siaran televisi.
KAJIAN TEORI 1. Teori Peran
Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur a. Pengambil kebijakan (Leader)
Dalam komunikasi media massa, organisasi komunikasinya tidak bersifat perorangan melainkan melibatkan banyak orang dengan organisasi yang kompleks dan pendanaan yang besar. Ada film drama, film horor, film perang, film sejarah, film fiksi ilmiah, film komedi, film laga, film musikal, dan film koboi. Ada pula film yang dikategorikan ke dalam berbagai jenis, misalnya film aksi komedi dan film drama sejarah.
Saat ini film faktual masih eksis dalam bentuk film berita dan film dokumenter.37.
PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN
LOKASI PENELITIAN
Survei ini dilakukan selama enam bulan mulai bulan Januari hingga September 2016, dengan waktu pemantauan pukul 07:00 WIB – 17:00 WIB.
SUBYEK PENELITIAN
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Observasi adalah pengamatan atau pengamatan secara langsung terhadap suatu objek, kondisi, situasi, proses atau perilaku. 54 Deskripsi yang diperoleh di lapangan tentang kegiatan, perilaku, tindakan, percakapan, interaksi interpersonal, proses organisasi atau komunitas atau aspek lain dari orang yang diamati. 55. Dalam wawancara ini digunakan wawancara semi terstruktur, wawancara jenis ini masuk dalam kategori wawancara mendalam, dimana pelaksanaannya lebih bebas, tujuan wawancara ini adalah untuk mengetahui permasalahan secara terbuka, dimana pihak yang diwawancara dimintai pendapatnya. pendapat dan gagasan.58. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar atau karya monumental seseorang 59 Jadi metode dokumen berarti usaha pengumpulan data dengan cara memeriksa benda-benda tertulis 60 Catatan program, publikasi dan laporan resmi, catatan harian pribadi, surat, karya seni, foto, memorabilia dan tanggapan tertulis terhadap survei terbuka.61.
ANALISIS DATA
Reduksi data, jumlah data yang telah dibaca, diperiksa, dan diteliti bisa sangat besar sehingga memerlukan reduksi (reduksi, kontraksi, atau derivasi) melalui abstraksi. Pengujian keabsahan data, yaitu validasi data yang memenuhi syarat (dapat diandalkan dan valid) serta dipertahankan dan tidak dibuang. Apabila jawaban responden yang dianalisis kurang memuaskan, maka peneliti akan terus mengajukan pertanyaan kembali hingga pada tahap tertentu diperoleh informasi yang dianggap kredibel.
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstraksian data, dan transformasi data yang muncul dari catatan lapangan.
KEABSAHAN DATA
TAHAP-TAHAP PENELITIAN a. Tahap Pralapangan
Dalam etika penelitian, peneliti harus memahami kondisi sosial budaya tempat penelitian dilakukan. Kegiatan tahap kerja lapangan mengharuskan peneliti memahami situasi dan kondisi lapangan penelitiannya serta mempersiapkan diri memasuki lapangan, berpartisipasi, dan mengumpulkan data. Tema dan rumusan hipotesis diperoleh dari hasil analisis data, untuk sampai pada tema dan rumusan hipotesis kerja tentunya harus didasarkan pada tujuan penelitian dan rumusan masalah.78.
GAMBARAN OBYEK PENELITIAN
Sekretariat KPID Jawa Timur terdiri atas 3 subbagian (masing-masing subbagian dipimpin oleh seorang kepala subbagian yang berada di bawahnya dan bertanggung jawab kepada sekretaris). Dalam melaksanakan fungsi, tugas, wewenang dan kewajibannya, KPI daerah diawasi oleh Dewan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. KPI berfungsi sebagai wujud partisipasi masyarakat untuk memenuhi aspirasi dan mewakili kepentingan masyarakat dalam bidang penyiaran. Dalam menjalankan fungsinya, KPI mempunyai kewenangan.
Menerapkan secara tegas ketentuan dalam Kode Etik Penyiaran dan Standar Program Isi Siaran, namun mengutamakan aspek pendidikan.
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
P3 dan SPS diperuntukkan bagi lembaga televisi dan radio, namun juga diperuntukkan bagi masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan dan pengendalian siaran atau isi siaran, seperti tercantum di bawah ini. Kode Etik Penyiaran dan Standar Penyiaran merupakan aturan milik KPI yang diperuntukkan bagi setiap lembaga penyiaran.
Kode Etik Penyiaran merupakan ketentuan bagi lembaga penyiaran yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Langkah selanjutnya adalah melakukan klarifikasi atau rekonsiliasi data dan rekaman yang dimiliki KPID Jatim dengan yang dimiliki lembaga penyiaran terkait. Sebelum melakukan klarifikasi, KPID Jatim terlebih dahulu akan melayangkan teguran tertulis dan surat panggilan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan.
Dalam klarifikasi tersebut, lembaga penyiaran terkait harus membawa catatan isi siaran yang diduga melanggar P3 dan SPS, disesuaikan dengan hari, tanggal, dan waktu yang disediakan KPID Jatim. Selain petunjuk teknis, IKPID juga menyelenggarakan lokakarya yang juga diikuti oleh lembaga penyiaran televisi dan radio. Apabila suatu lembaga penyiaran merugikan masyarakat dengan menyajikan siaran berkualitas rendah, IKPID akan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran tersebut.
Apabila suatu lembaga radio dan televisi mengabaikan salah satu aturan di atas, KPID akan memberikan sanksi sesuai dengan beratnya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan radio dan televisi tersebut. Kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak memperdulikan penyiaran, mereka hanya menikmati tayangan yang disajikan oleh lembaga radio dan televisi.
Pembahasan Temuan
KPID Jawa Timur wajib menerbitkan dan mendistribusikan pedoman perilaku penyiaran kepada lembaga penyiaran dan masyarakat umum. Hal ini bertujuan agar lembaga penyiaran dan masyarakat mengetahui pembatasan yang dilakukan KPID Jatim dalam dunia penyiaran. Dengan begitu, masyarakat bisa menyampaikan pengaduan ke KPID Jatim jika ada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran.
Standar program penyiaran merupakan ketentuan yang ditetapkan KPID Jawa Timur bagi lembaga penyiaran untuk menghasilkan program siaran yang berkualitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Penyiaran (P3SPS) dirancang agar lembaga penyiaran dapat memenuhi fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, pertumbuhan ekonomi, kontrol sosial, dan pembangunan bangsa. Lembaga penyiaran yang hadir menunjukkan bahwa mereka disukai masyarakat padahal tayangan tersebut memberikan dampak buruk bagi masyarakat.
Izin penyiaran adalah hak yang diberikan negara kepada perusahaan radio dan televisi untuk menyelenggarakan siaran. Kenyataannya, KPID Jatim kurang tegas dalam memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang bersalah dan masih lemah dalam menegakkan aturan yang menjadi pedomannya. Keragu-raguan inilah yang dimanfaatkan oleh lembaga radio dan televisi untuk menayangkan acara yang tidak baik karena hal ini juga yang membuat lembaga radio dan televisi tidak menaati aturan yang diberikan KPID Jatim.
Bila hal ini terjadi, segala sesuatu yang dilakukan KPID tidak berdampak pada pengaturan siaran. KPID Jatim harus bisa menjadi Sang Singa, Raja Hutan yang sangat ditakuti, sehingga apapun yang disampaikan KPID akan segera dipatuhi oleh setiap lembaga penyiaran.
KESIMPULAN
Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur
Faktor pendukung KPID Jawa Timur dalam menjalankan tugasnya adalah adanya tim pemantau yang memantau langsung terlaksananya suatu siaran, peralatan sebagai media pemantauan seperti televisi, server dan komputer.
SARAN
Dan perlu diperhatikan sejauh mana cakupan pengawasannya, KPID Jatim harusnya bisa menjangkau wilayah luar kota Surabaya. Diharapkan KPID Jatim lebih giat membangun lembaga penyiaran yang sehat dan lebih baik. KPID Jatim lebih tegas dalam menegakkan aturan, sehingga tidak ada lagi lembaga penyiaran yang melanggar aturan.
KPID Jatim memerlukan cara-cara baru untuk mengikuti perkembangan penyiaran, inovasi-inovasi baru, agar tetap eksis di hadapan lembaga-lembaga penyiaran, terus bersuara dan angkat kepala, sehingga lembaga-lembaga penyiaran merasa ragu dan takut jika harus melakukannya. melanggar peraturan yang dibuat oleh KPID Jatim. Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang dikerjakannya untuk hari esok (Akherat) dan bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah sangat berhati-hati terhadap apa yang kamu kerjakan.” (K.S Al-Hasyr: 18) ) 1. Penulis ingin terima kasih kepada orang-orang yang paling berarti dalam hidup penulis, yang selalu mendoakan, memberi semangat, motivasi, saran, bantuan serta kasih sayang, kasih sayang dan kebaikan yang sangat berharga bagi penulis, hingga penulis berhasil menyelesaikan penulisan skripsi ini.
Selaku ketua Jurusan Manajemen dan Penyiaran Islam serta sebagai pembimbing dalam penyusunan skripsi, yang selalu bijaksana dalam memberikan bimbingan, nasehat, motivasi dan waktu selama penelitian skripsi ini. Bapak Hepni Zain., S.Ag, M.M selaku dosen wali yang membimbing peneliti dari awal perkuliahan hingga akhir. Seluruh atasan, pegawai dan komisaris Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur yang memberi wewenang penelitian dan membantu perolehan data.
Semoga segala amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan yang baik di sisi Allah. Saya menyatakan bahwa isi skripsi yang berjudul Peran Komisi Penyiaran Daerah Indonesia Jawa Timur Dalam Pengawasan Isi Program Siaran Televisi ini merupakan hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali bagian-bagian yang diacu dalam sumber.
BIODATA PENULIS
PERAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA PUSAT DALAM PENGAWASAN PROGRAM KONTEN TELEVISI. Kajian Pengendalian Isi Siaran pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur). Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur? Mengapa masih banyak pelanggaran jika KPID benar-benar memantau setiap program acara?