Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
3 Hatta Abdul Malik, "Bemagtiging van Al-Qur'an Education Park (TPQ) Alhusna Pasadena Semarang, (Semarang: Journal of Dimas, 2013), Vol. 7 Rafi Andi Wijaya, Al-Qur'an Lees- en Skryfopvoeding (BTQ), (Surabaya: Journal of Islamic Education, 2018), Vol.
Pertannyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Memperkaya khazanah keilmuan di bidang keagamaan, khususnya tentang peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan qira'ah santri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gagasan ilmiah khususnya kepada penyusun dan masyarakat terkait peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan qira'ah santri.
Penelitian Relevan
Sementara itu, tesis yang diteliti peneliti menekankan peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan qira'ah santri. Selanjutnya pada judul skripsi kedua dengan judul skripsi yang diteliti oleh peneliti, keduanya membahas tentang peran ustadz.
LANDASAN TEORI
Kemampuan Qira‟ah Santri
- Pengertian Kemampuan Qira‟ah Santri
- Pentingnya Kemampuan Qira‟ah Santri
- Indikator Kemampuan Qira‟ah Santri
- Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kemampuan
Membaca Al-Qur'an termasuk dalam ibadah dan karenanya harus sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan. 11 Ahmad Annuri, Panduan Tahsin Bacaan Al-Qur'an dan Ilmu Tajwid, (Jakarta: Perpustakaan Al-Kautsar, 2010), hlm.
Peran Ustadz
- Pengertian Peran Ustadz
- Peran Ustadz dalam Proses Pembelajaran
Selain itu syarat wajib dalam peran ustadz adalah dalam meningkatkan kemampuan santri qira'ah dalam memberikan pendidikan tentang kaidah-kaidah tajwid dalam bacaan Al-Qur'an yang baik dan benar. Jika ketiga syarat tersebut diterapkan dalam membaca Al-Qur'an, maka langkah selanjutnya peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan qira'ah santri adalah dengan mengajarkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan qira'. Peneliti memperoleh data bahwa Taman Pendidikan Al-Qur'an di Desa Tanjung Qencono ini berdiri pada tanggal 25 Maret 2008.
Pendidikan Darul Hikmah Al-Qur'an untuk memberikan pembelajaran tentang cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar. 35. Al-Qur'an adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan membacanya adalah ibadah. Jika orang tua tidak tahu cara membaca Al-Qur'an, setidaknya mereka tidak hanya harus mengajari mereka, tetapi juga harus mendampingi mereka.
Ustadz mengajar dengan metode yang sangat sederhana yaitu dengan membaca Al-Qur'an kemudian diikuti oleh para santri. Ahmad Annuri, Pembimbing Tahsin Tahsin Ilmu Al-Qur'an dan Tajwid, Jakarta: Perpustakaan Al-Kautsar, 2010. Hatta Abdul Malik, “Pemberdayaan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Alhusna Pasadena Semarang, Semarang: Jurnal oleh Dimas, 2013.
Peran ustadz dalam Penigkatan Kemampuan Qira‟ah
METODOLOGI PENELITIAN
- Jenis dan Sifat Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Penjaminan Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada dokumentasi profil Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang terletak di desa Tanjung Qencono Rt 005/ Rw 002. Untuk memberikan identitas pada pendidikan Al-Qur' yang baru didirikan sebuah Taman bernama Taman Pendidikan Darul Hikmah Al-Qur'an. Salah satu contoh ilmu sederhana yang membawa manfaat adalah ketika seorang santri mampu menguasai kaidah tajwid, makhorijul huruf dan tahsin dalam membaca Al-Qur'an.
Al-Quran adalah bacaan yang paling utama dan mempunyai keistimewaan berbanding bacaan lain. Setelah membaca Al-Qur'an dengan kaedah qira'ati, ustadz akan bertanya kepada santri tentang hukum bacaan setiap ayat yang telah dibaca. Ustadz mempunyai cabaran tersendiri agar mutu bacaan al-Quran oleh pelajar menjadi baik dan betul mengikut syariatnya dalam membaca al-Quran.
Peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan sifat huruf hanyalah mengenalkan, menerapkan cara membacanya dan terus mengulang bacaan Al-Qur'an. Selama ini sudah banyak prestasi yang diraih oleh para santri, namun alangkah lebih baik lagi untuk menambah ilmu tajwid agar mereka bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil tes tertulis berupa pilihan ganda, ternyata dari 74 siswa Al Quran yang menjalani tes tertulis, 50% siswa sudah memahami kaidah membaca dan tehsin.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Umum
- Sejarah Singkat Berdirinya TPA Darul Hikmah
- Visi dan Misi TPA Darul Hikmah
- Keadaan Santri TPA Darul Hikmah
- Keadaan Prasarana dan Sarana TPA Darul Hikmah
- Tata tertib TPA Darul Hikmah
Selain belajar qira'ah, ustadz TPA Darul Hikmah juga mengadakan kegiatan berupa lomba-lomba untuk memotivasi santrinya meningkatkan prestasi akademiknya, seperti lomba adzan, kaligrafi, qira'ah dan hafalan surat pendek. Sejak dikembangkan pada tahun 2008, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak di TPA Darul Hikmah sangat besar. Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan TPA Darul Hikmah menjadi motivasi tersendiri bagi para pengurus TPA Darul Hikmah dalam mengembangkan lembaga ini.
Dengan dukungan masyarakat sekitar berupa kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anaknya untuk dididik di TPA Darul Hikmah, TPA Darul Hikmah tetap eksis hingga saat ini. Untuk itu Ustadz di TPA Darul Hikmah fokus pada kesinambungan evaluasi bulanan untuk meningkatkan kemampuan santrinya. TPA Darul Hikmah Desa Tanjung Qencono merupakan lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pendidikan agama Islam untuk anak-anak khususnya usia sekolah dasar (SD) yang mengajarkan anak-anak membaca dan menulis huruf Al-Qur' Lakukan dengan baik dan benar agar kedepannya tetap baik. akan menjadi kebiasaan dan hobi karena telah tertanam dalam jiwa kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh TPA Darul Hikmah merupakan sarana pembinaan intelektual bagi para santri. Hasil observasi menunjukkan bahwa jumlah fasilitas di atas sudah mencukupi kebutuhan mahasiswa yang belajar di TPA Darul Hikmah. Sarana dan prasarana yang baik dan memadai yang ditata secara teratur akan memberikan rasa nyaman bagi setiap anggota TPA Darul Hikmah.
Temuan Khusus
- Peran ustadz
- Hambatan-Hambatan Peran Ustadz Dalam Peningkatan
Oleh karena itu, pembelajaran kurang optimal dan ilmu yang diperoleh siswa hanya mengaji setiap hari tanpa mengetahui hukum Al-Qur'an dengan baik dan benar. Berdasarkan pemaparan di atas, demikianlah gambaran dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti mengenai peran udstadz dalam meningkatkan kemampuan qira’ah siswa mengenai pentingnya mempelajari kaidah-kaidah ilmu tajwid saat membaca Al-Qur’an. . a dengan metode qira'ati. Tidak ada bacaan seperti Al-Qur'an yang diatur tata cara membacanya, yang dipersingkat, diperpanjang, ditebalkan atau dilunakkan, dan juga yang kata-katanya dilarang atau boleh, harus dimulai dan dihentikan, bahkan lagu dan iramanya pun diatur. , sampai ke etika membacanya.
Dalam ilmu tajwid, siswa harus menguasai teori dan praktek huruf dan huruf Makhorijul. Sifat huruf adalah sifat yang hanya muncul pada saat huruf muncul dari makhojnya yaitu bening, lembut dan sebagainya. Tujuan mempelajari sifat-sifat surat adalah agar surat-surat yang keluar dari mulut kita lebih sesuai dengan keaslian surat-surat Al-Qur'an.
Karena ketika pelajaran ini akan membawa para pembaca Al-Qur'an untuk memiliki bacaan Al-Qur'an dengan sajak itu, gunakan lagu qiraet yang membuatnya lebih indah dan merdu selama bacaan mereka, selain itu tujuan dari kewajiban untuk pelajari kaidah ilmu tajwid, huruf Asmaul dan huruf Makhorijul agar tidak mengalami kesalahan makna saat membaca Al Qur'an. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti berpendapat bahwa kendala peran guru dalam meningkatkan kemampuan kiraet siswa terletak pada tenaga pengajar. Dari pemaparan hasil wawancara di atas, peneliti telah menemukan solusi atas kendala yang terjadi ketika seorang ustadz/ustadzah berusaha meningkatkan kemampuan hafalan santri melalui metode tilawati.
Pembahasan
Bidang keagamaan disini lebih menekankan pada pemahaman ustaji tentang kaidah tajwid dan tata cara mengaji kirae. Mengenai metode pengajaran yang beliau gunakan dalam mengajar menurut saya kurang maksimal, karena dalam mengajarkan kirae dan tajwid beliau hanya menitik beratkan pada apa dia membaca, tetapi tidak pada hukum membaca, yaitu membaca. Karena proses pembelajaran disana tidak mengacu pada peran ustaz dalam meningkatkan kemampuan qiro'ah santri. Sedangkan untuk surat makhorijl, qira'ah dan tes tajwid 70% dari 141 santri mampu menirukan bacaan yang dibacakan ustadz.
Faktor pendukung lain yang mendukung santri untuk segera melakukan qira'ah adalah santri tersebut aktif berlatih sendiri ketika berada di rumah. Berdasarkan hasil analisis di atas, peneliti menyatakan bahwa dengan hasil tes tertulis, meskipun tenaga pengajar hanya satu orang, ternyata pembelajaran di TPA Darul Hikmah sudah sepenuhnya mengajarkan prinsip-prinsip tajwid dan tahsin, ustadz yang mengajar. di TPA Darul Hikmah mengajarkan qira'ah dengan metode qira'ati yaitu metode dimana santri hanya mengikuti setiap bacaan yang dibacakan oleh ustadz. Peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan qira'ah santri sebagai pembimbing, guru, penasehat, panutan dan sebagai pengajar yang memberikan ilmu yang bermanfaat dalam membaca Al-Qur'an secara baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid, huruf makhorijul, tahsin dan mengajar murid-muridnya tentang qira'ah.
Berdasarkan kesimpulan di atas, berikut saran yang berkaitan dengan penelitian ini bagi ustadz tentang peran ustadz dan hambatan peran ustadz dalam meningkatkan kemampuan santri qira'ah untuk memahami peran ustadz dalam proses pembelajaran, karena peran ustadz adalah sebagai pembimbing, penasehat, panutan yang baik, serta guru yang memberikan ilmu yang bermanfaat bagi anak didiknya. Selanjutnya untuk kendala ustadz dalam meningkatkan kemampuan qira'ah santri hendaknya ustadz mencari tenaga pengajar yang berkualitas, berkualitas yang dimaksud disini adalah tenaga pendidik yang mampu juga menjalankan peran ustadz seperti mendidik, memberikan keteladanan, memberikan ilmu Ilmu yang bermanfaat seperti siswa belajar tentang tata cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar dan juga ustadz harus mencari buku-buku tentang hukum membaca Al-Qur'an dan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dalam proses pembelajaran. Penguatan Seni Baca Tulis Al Quran melalui Kegiatan Qiro’ah dan Kaligrafi Siswa Kelas VI Mi Nu Miftahut Tholibin Mejobo Kudus Jurnal SD Tahun 2013.
PENUTUP
Kesimpulan
Apalagi tenaga pengajar adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pengajaran, mengingat peran ustadz, pendidik berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang menyenangkan dan kreatif dalam meningkatkan mutu pendidikan, memberi teladan yang baik dan menyimpan. nama baik lembaga sesuai dengan kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya. Selain kekurangan tenaga pengajar, kendala yang dihadapi ustadz dalam proses pengajaran terletak pada minimnya buku-buku ilmu tajwid, tahsi, huruf makhorijul, serta tartil yang digunakan dalam proses pengajaran dan kurang tepat. infrastruktur untuk membantu. dalam proses pembelajaran, agar siswa cepat memahami apa yang diajarkan oleh guru.
Saran
Dede Abdurrohman, Efektifitas Program Pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an di TPA Al-Hikmah Desa Natar Sidosari Lampung Selatan, diunduh 12 Desember 2018. Gilang Saputro, Peran Ustadz Dalam Mencegah Kognisi Anak Melalui Pembinaan Akhlak di Desa Karangreja Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Syahlani, Peran Ustadz-ustadzah Dalam Membina Kecerdasan Spiritual Santri Bustanul Arifinndo Islamic School Board Arifiny Kabupaten Bener Merah, Skripsi diunduh di 26 Juni 2019.
Uswatun Khasanah, Peran Ustadz Dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Pancasila Salatiga, Skripsi Diunggah pada 26 Juni 2019.