Institut Teknologi Nasional Januari 2018
Perancangan Environmental Graphic Design Taman Sri Baduga Purwakarta
Oksa Aditya Putra Aldrian Agusta, S.Sn., M.Ds.
Asri Radhitanti, S.Sn., M.Ds.
Contact person :
Oksa Aditya Putra
Jln. Trs. Ibrahim Singadilaga, No.24 Purwakarta 0812 2133 5525 / [email protected]
Abstrak
Purwakarta merupakan kota yang berada di Jawa Barat. Purwakarta merupakan salah satu kota yang memiliki warisan budaya. Tempat wisata budaya tersebut terletak ditengah kota, yaitu bernama Situ Buleud. Pada tahun 2013 Situ Buleud dibangun kembali dan mempunyai banyak perubahan seperti perubahan tempat fasilitas yang ada dan nama Situ Buleud diubah menjadi Taman Sri Baduga Purwakarta. Peresmian taman Sri Baduga yaitu pada tahun 2013 oleh Bupati Purwakarta. Namun sejalannya perkembangan pariwisata di Taman Sri Baduga Purwakarta, muncul beberapa masalah.
Pengunjung masih merasa kesulitan saat mengakses pintu masuk dan menggunakan fasilitas yang ada di taman tersebut. Masalah tersebut terdapat pada kurangnya fasilitas prasarana yang ada terkhusus dalam penyampaian informasi, keberadaan fasilitas, dan regulasi. Maka dari itu perlu adanya media yang menginformasikan kepada pengunjung yang datang ke Taman Sri Baduga dengan cara yang lebih tepat, agar pengunjung merasa lebih nyaman saat berada di lingkungan Taman Sri Baduga melalui Environmental Graphic Design. Dengan adanya Environmental Graphic Design ini memberi tahukan Informasi dan petunjuk untuk pengunjung agar merasa nyaman dan tertib saat berada di taman.
Kata Kunci : EGD, Taman Sri Baduga Purwakarta, Tertib, Nyaman.
Abstract
Purwakarta is a city located in West Java. Purwakarta is one of the city that has cultural heritage.
Cultural attractions are located in the middle of the city, namely Situ Buleud. In 2013 Situ Buleud was rebuilt and has many changes such as the change of existing facility place and the name of Situ Buleud changed to Taman Sri Baduga Purwakarta. The inauguration of Sri Baduga park is in 2013 by the Regent of Purwakarta. But along with its development in Taman Sri Baduga Purwakarta, there are some problems. Visitors still feel difficult when accessing the entrance and use the existing facilities in the park. The problem lies in the cost of existing facilities especially in the delivery of information, facility grants, and regulations. Therefore it is necessary for the media to inform visitors who come to the Garden Sri Baduga with a more appropriate way, to make people feel more comfortable while in the environment of Taman Sri Baduga through Environmental Graphic Design. With the Environmental Graphic Design is to provide information and instructions for visitors to feel comfortable and orderly while in the park.
Key Words : Environmental Graphic Design, Park, Orderly, Comfortable.
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Kabupaten Purwakarta merupakan kota yang berada di Jawa Barat. Purwakarta merupakan salah satu kota yang memiliki warisan budaya. Tempat wisata budaya tersebut terletak ditengah kota, yaitu bernama Situ Buleud. Pembangunan Situ Buleud mulai dirintis pada 1830 oleh pendiri Purwakarta, yaitu R.A. Suriawinata. Pada saat itu Situ Buleud biasa digunakan sebagai tempat untuk berolah raga dan hanya seperti taman-taman biasanya. Pesatnya perkembangan pembangunan di Purwakarta, terutama taman-taman kota membuat Situ Buleud pun menjadi banyak perubahan. Situ Buleud terubah menjadi taman Sri Baduga. Nama taman tersebut terinspirasi dari nama seorang raja Siliwangi kerajaan Sunda Jawa Barat. Peresmian taman Sri Baduga yaitu pada tahun 2013 oleh Bupati Purwakarta.
Tercatat pada data statistik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi jawa Barat, 20 ribu orang mendatangi Purwakarta diakhir pekan untuk berwisata. Dan taman Sri Baduga menjadi tujuan wisata utama di Purwakarta. Salah satu faktor yang menjadi daya tarik taman Sri Baduga Purwakarta yaitu air mancur yang terletak di tengah taman. Air mancur tersebut mempunyai sembilan tahap. Sementara ini, air mancur tersebut berada ditahap kedua. Menurut bupati Purwakarta, air mancur tahap sembilan akan rampung pada tahun 2019.
Namun sejalannya perkembangan pariwisata di Taman Sri Baduga Purwakarta, muncul beberapa masalah. Pengunjung masih merasa kesulitan saat mengakses pintu masuk dan menggunakan fasilitas yang ada di taman tersebut. Masalah tersebut terdapat pada kurangnya fasilitas prasarana yang ada terkhusus dalam penyampaian informasi, keberadaan fasilitas, dan regulasi. Maka dari itu perlu adanya media yang menginformasikan kepada pengunjung yang datang ke Taman Sri Baduga dengan cara yang lebih tepat, agar pengunjung merasa lebih nyaman saat berada di lingkungan Taman Sri Baduga.
2 IDENTIFIKASI MASALAH 2.1 Masalah Umum
Masalah umum dapat disebut juga sebagai induk masalah yang merupakan sebuah permasalahan kompleks. Terdiri dari banyak unsur dan solusi penyelesaiannya memerlukan waktu yang relatif lama, selain itu juga diluar dari jangkauan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual (DKV). Berikut ini beberapa masalah umum yang di temukan:
1. Pengunjung masih belum mengetahui akses menuju gerbang masuk dan keluar, parkir kendaraan, dan fasilitas yang ada di lingkungan Taman Sri Baduga.
2. Pengunjung seringkali bertindak tidak tertib dalam beraktifitas.
2.2 Masalah DKV
Masalah DKV disebut juga sebagai anak masalah yang merupakan bagian atau salah satu masalah dari masalah umum yang solusi penyelesaian masalahnya dapat diselesaikan oleh bidang keilmuan DKV.
Berikut ini beberapa masalah DKV yang di temukan:
1. Sarana informasi yang kurang mendukung dan beberapa penempatan informasi yang belum sesuai untuk kebutuhan pengunjung.
2. Belum ada upaya untuk perancangan dan penataan mengenai sistem informasi.
3 ANALISIS MASALAH 3.1 Analisis EGD menurut Wayne Hunt
Interpretive Design.
Adalah bagian dari EGD yang berisikan informasi fakta, atau penjelasan terhadap suatu objek atau aktifitas. Dalam segi interpretive di lingkungan taman belum tersedia. Hal ini mengakibatkan pengunjung tidak memahami kondisi lingkungan Taman Sri Baduga.
Wayfinding System.
Taman Sri Baduga belum memiliki wayfinding system yang lengkap dan penataan yang baik.
Biasanya Wayfinding system merupakan bagian yang banyak dicari pengguna atau target dari EGD untuk mencari arah tujuan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Placemaking.
Adalah bagian dari EGD yang
membentuk suasana, karakteristik, dan identitas dari sebuah lingkungan. Bagian ini juga berfungsi sebagai “Brand Reminder” bagi pengguna EGD kepada suatu lingkungan.
3.2 Matrik SWOT
S+O
Taman Sri Baduga menjadi wisata budaya utama di Purwakarta yang menata sistem informasi yang baik untuk menimbulkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.
S+T
Dengan meningkatkan kembali tentang kesadaran dan kepedulian pengunjung agar tidak terjadinya resiko kecelakaan dan kerusakan.
W+O
Belum adanya penataan ulang sistem informasi didalam taman untuk pengunjung, sehingga perlu memperbaiki penataan sistem informasi dengan baik, agar timbulnya kembali rasa kepedulian terhadap taman.
W+T
Pengunjung kurang mengetahui akses, fasilitas yang ada di Taman Sri Baduga, sehingga menambah angka kecelakaan dan kerusakan fasilitas di Taman Sri Baduga.
3.5 Problem Statement
Penempatan sistem informasi yang kurang baik berpengaruh kepada ketertiban pengunjung.
3.6 Problem Solution
“Membuat perancangan Environmental Graphic Design untuk menyampaikan informasi yang sesuai”.
4 SEGMENTASI TARGET 4.1 Demografis
Segemntasi berdasarkan dinamika kependudukan manusia yang meliputi ukuran, struktur, perkejaan, jenis kelamin dan sebagainya.
Usia:
22-27 tahun
Jenis Kelamin:
Pria dan Wanita
4.2 Psikografis
Segmentasi berdasarkan gaya hidup, kelas sosial, kebiasaan, dan sebagainya.
1. Kurang memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sekitar jika ia merasa dirugikan.
2. Memiliki kepedulian tentang kebudayaan.
3. Menyukai datang ke tempat yang baru.
4. Senang terhadap hiburan.
5. Senang berdiskusi
6. Senang melakukan hal yang menantang.
4.3 Geografis
Segmentasi berdasarkan wilayah yang berbeda seperti negara, negara bagian, provinsi, kota, dan sebagainya.
Jawa Barat.
5 STRATEGI KOMUNIKASI 5.1 Alur Perancangan menurut David Gibson
1. Planning
Research and Analysis
Pencarian Data, Problem statement, Analisis Data.
Strategy
Tone Manner, Konsep Visual, Referensi Visual, Work list.
Programming
Location planning, Pemilihan data.
3. Design
Schematic Design
Skema perancangan sign, pemilihan visual, pemilihan tipografi, pemilihan warna.
Design Development
Pengembangan jenis tanda, Penjabaran material jenis-jenis signage.
Construction Doc
Penerapan EGD (Mockup suasana).
4. Implementation
Review and Finishing
Evaluasi pengerjaan rancangan, dan finishing.
6 KONSEP PERANCANGAN
6.1 What To Say
“Tertib berwisata, menjaga Situ tetap nyaman”.
6.2 How To Say
Tertib berwisata berati membantu pengunjung untuk merasa nyaman di Taman Sri Baduga, adapun menjaga Situ tetap nyaman guna untuk memperindah sarana dengan cara memberikan informasi mengenai wayfinding dan wayshowing sebagai panduan para pengunjung.
6.3 Tone and Manner Fresh
Kesan fresh dibangun agar lingkungan taman yang dikelilingi tanaman dan pepohonan yang asri tergambar. Sehingga pengunjung merasakan dan tergerak hatinya untuk menjaga lingkungan dan mengikuti aturan Taman Sri Baduga.
Dinamis
Kesan dinamis dibangun agar dapat dilihat dengan simple dan mudah ditemukan. Bentuk dinamis disini juga akan menggambarkan efek yang fleksibel dan menyatu dengan taman.
6.4 Tujuan Perancangan Jangka Pendek
Pengunjung mudah untuk mengenali dan mencapai gerbang masuk dan keluar, parkir kendaraan, dan fasilitas saat berada di lingkungan Taman Sri Baduga Purwakarta.
6.5 Tujuan Perancangan Jangka Panjang
Meningkatkan kenyamanan pengunjung yang datang ke taman Sri Baduga Purwakarta.
6.6 Media Pictogram
Gambar 1 Pictogram
Picktogram ini diterapkan di Taman Sri Baduga, di tempatkan di berbagai tempat sesuai dengan kebutuhan.
Wayfinding Design 1. Orientation Sign
Gambar Orientation Sign 1
Gambar Orientation Sign 2
Gambar Orientation Sign 3
2. Regulatory Sign
Gambar Regulatory Sign
3. Identity Sign
Gambar Identity Sign
4. Direction Sign
Gambar Direction Sign
Mockup Visual
1. Orientation Sign
Gambar Implementation Orientation Sign 1
Gambar Implementation Orientation Sign 2
2. Regulatory Sign
Gambar Implementation Regulatory Sign 1
Gambar Implementation Regulation Sign 2
3. Identity Sign
Gambar Implementation Identity Sign
7 KESIMPULAN
Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana taman memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai hal di Purwakarta, salah satunya yaitu meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. Tempat yang sering dikunjungi yaitu Taman Sri Baduga Purwakarta, dan masih banyak pengunjung yang tidak tertib saat berkunjung. Faktor yang membuat pengunjung menjadi tidak tertib yaitu kurangnya penataan sistem informasi dan petunjuk arah yang baik. Maka penulis berusaha untuk mengembangkan Environmental Graphic Design yang mampu membantu kebutuhan tersebut.
Pada perancangan tugas akhir berjudul “Perancangan Environmental Graphic Design Taman Sri Baduga Purwakata” diharapkan dapat membantu pengunjung yang datang, sehingga diharapkan timbulnya rasa nyaman saat berwisata dan merhargai fasilitas yang ada di Taman Sri Baduga Purwakarta.
DAFTAR PUSTAKA
Joel Katz (2012). Designing Information. New Jersey: Jogn Wiley & Sons, Inc., Hoboken.
David Gibson (2009). The Wayfinding Handbook: Information Design for Public Places. New York: Princeton Architectural Press.
Per Mollerup (2005). Wayshowing>Wayfinding: Basic & Interactive.Consortium Book Sales & Dist, 2013
Chris Calori (2015). Signage and Wayfinding Design: A Complete Guide to Creating Environmental Graphic Design System. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, Hoboken.
Gumelar S.Sastrayuda (2010). Pengembangan Kawasan Wisata Budaya. [Online].
Tersedia:
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/LAINNYA/GUMELAR_S/HAND_OUT_MATKUL_KONSEP_RESORT_A ND_LEISURE/PENGEMBANGAN_KAWASAN_WISATA_BUDAYA.pdf
Lynda (2013). Pariwisata dan Wisatawan. [Online]. Tersedia:
http://kajianpariwisata.blogspot.co.id/2015/01/kajian-pariwisata-source-dalam-pdf-dan.html
Dedis, Lesmana. (2016). Situ Buleud Purwakarta. [Online]. Tersedia: http://cidahu- cyber.blogspot.co.id/2013/11/sejarah-situ-buleud-purwakarta.html