PERANCANGAN CRM PADA KLINIK KESEHATAN BUDI MULIA
DISUSUN OLEH:
ADELLIAS RESTANTI 200441100118
DOSEN PENGAMPU:
ROSIDA VIVIN NAHARI S.Kom., M.T
PTOGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2023
Permasalahan :
1. Pada klinik budi mulia masih melayani pasien secara manual tanpa adanya system.
2. Pelayanan yang kurang cekatan pada saat pasien mau berobat dan mengantri di loket pendaftaran.
3. Tidak adanya wadah untuk menyampaikan keluhan pelayanan yang diberikan baik berupa kritik ataupun kotak saran.
4. Sistem pembayarannya masih menggunakan cara manual.
5. Tidak adanya sistem yang memberikan informasi tentang jadwal waktunya balik kontrol setelah dilakukan pemeriksaan.
6. Data pasien masih menggunakan penyimpanan manual sehingga dikhawatirkan berkasnya akan hilang karena keteledoran atau faktor lain.
CRM
Activity diagram - Register
Menu register ini dapat digunakan oleh pengguna baru ketika belum memiliki akun pada web klinik Budi Mulia. Dengan membuka tampilan register maka pengguna akan melakukan register dengan mengisi form yang tertera. Pengguna di haruskan menginputkan data sesuai form yang ada. Seperti data diri, kelengkapan berkas dll.
Setelah itu pengguna di haruskan menyimpan data yang sudah di inputkan. Jika ada data yang masih kurang maka pengunjung diharuskan untuk menginputkan Kembali data yang kurang sempurna. Jika data sudah benar maka pengguna akan diperintahkan untuk melakukan input username dan password. Kemudian pengguna dapat menyimpan username dan password yang sudah dibuat. Proses registrasi selesai.
- Login
Pada menu login, pengguna seharusnya sudah memiliki password dan juga username pribadi. Sebelum itu pengguna harus membuka tampilan login terlebih dahulu. Kemudian pengguna harus menginputkan username dan password yang sudah dibuat sebelumnya.
Setelah penginputan selesai, maka pengguna diharuskan mengklik tombol login sampai memunculkan pop up login berhasil agar dapat masuk dan mengakses sistem
DFD Level 0
DFD level 0 ini terdapat beberapa tahapan proses sebuah system web klinik Budi mulia yaitu : - Admin dapat mengakses Login, data dari pasien, data dokter, data pengguna, dan data
jadwal praktik.
- Apoteker dapat mengakses Login dan Data Obat
- Dokter dapat melakukan Login dan mengakses info profil dokter juga info jadwal praktek - Pasien atau pengguna dapat mengakses Register, login, kritik/saran dan juga ingo jadwal
kontrol.
- Kepala klinik dapat login juga mengakses laporan kritik dan saran jika ada
DFD Level 1
DFD Level 1 ini menjelaskan seluruh kegiatan dari pengguna web klinik Budi Mulia.
Disini petigas administrasi dapat mengakses semua data dari pasien, dokter, pengguna yang kemudian dapat disimpan ke dalam databasenya. Kemudian petugas admin juga dapat mengakses atau melihat laporan kritik dan juga saran dari pengguna. Lalu Apoteker dapat mengaskes data obat jika ada kekurangan maupun tambahan kemudian data tersebut disimpan dalam database obat. Kepala klinik mengirimkan permintaan laporan pada petugas admin kemuda kepala klinik dapat mengakses semua laporan kritik dan juga saran. Pasien dapat menginput registrasi pendaftaran kemudian data akan disimpan dalam data pendaftaran. Jika sudah maka pendaftaran pasien telah berhasil. Selanjutnya jika dokter ingin mengakses data pasien dokter dapat mengakses data dari pasien, kemudian dokter juga dapat mengakases jadwal praktiknya dan juga dapat melihat info profil jika melakukan login
Segmentasi Pelanggan
1. Tujuan segmentasi pelanggan
Tujuan segmentasi pelanggan adalah untuk meningkatkan loyalitas pelanggan agar pelanggan dapat terus merasakan kepuasan terhadap klinik budi mulia. Perilaku pelanggan yang sering berubah-ubah dapat menyebabkan pelanggan di klinik budi mulia mengalami naik turun sehingga dengan meningkatkan loyalitas pada pelanggan mencegah penurunan yang signifikan dan dapat memberi kepuasan tersendiri terhadap pelanggan. Dengan memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, perusahaan dapat mengembangkan produk yang lebih relevan dan memberikan layanan yang lebih baik.
2. Identifikasi variabel segmentasi
Identifikasi variabel segmentasi yang relevan dengan permasalahan yang ada di klinik budi mulia yaitu :
1. Demografi
Karena segmentasi ini salah satu segmentasi yang penting karena beberapa variabel mempengaruhi secara langsung permintaan. Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografis seperti usia, ukuran keluarga, siklus kehidupan keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, agama, ras, generasi kewarganegaraan, dan kelas sosial.
2. Segmentasi Harga
Segmentasi harga, dengan menggunakan segmentasi harga lebih mudah mempertimbangkan tentang kekuatan ekonomi dari calon konsumen yang berbeda- beda. Ada yang mampu dengan harga tinggi, ada juga yang hanya mampu membeli harga yang rendah. Apabila memang segmentasi pasarnya luas, maka bisa menerapkan harga mulai dari harga rendah, menengah, dan tinggi agar semua kalangan bisa masuk.
3. Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penelitian berupa survey, diskusi, wawancara, observasi, studi pustaka dan juga teknik lainnya, untuk mendapatkan variabel pada tiap jenis segmentasi. Validitas pengumpulan data serta kualifikasi pengumpul data sangat diperlukan untuk memperoleh data yang berkualitas. Dari penelitian tersebut dapat diperoleh data yang berisi informasi komprehensif melalui pengumpulan data dari audiens sehingga dapat diolah untuk mendapatkan segmentasi yang di inginkan.
4. Analisis data
Analisis data menggunakan analisis klaster karena teknik ini digunakan untuk mengelompokkan pelanggan ke dalam segmen yang homogen berdasarkan karakteristik tertentu, seperti demografi, perilaku pembelian, atau preferensi produk. Dalam analisis ini, setiap segmen harus memilikiciri-ciri yang unik dan berbeda dari segmen lainnya.
5. Identifikasi segmentasi
Identifikasi segmentasi pelanggan yang muncul dari analisis data. Setiap segmentasi memiliki ciri-ciri yang unik dan berbeda dari segmen lainnya. Segmentasi demografis membagi pasar berdasarkan karakteristik suatu populasi. Variabel yang biasanya digunakan adalah:
1. Usia: anak-anak, remaja, dewasa, dewasa dan lansia.
2. Jenis kelamin: laki-laki, perempuan.
3. Pendidikan: pendidikan dasar, pendidikan menengah, perguruan tinggi, atau berdasarkan gelar akademik dan gelar professional.
4. Pekerjaan (occupation): kerah biru, kerah putih, professional, atau berdasarkan sektor ekonomi.
5. Penghasilan: kaya, menengah, miskin
6. Generasi: baby boomers, generasi X, generasi Y, dan generasi Z.
6. Profil segmen
Profil segmen menggambarkan karakteristik segmen dari demografi yang meliputi :
Anak (0-12 tahun) = penyakit yang menyerang paada umumnya penyakit yang ringan seperti flu, batuk, diare dll
Remaja (13-18 tahun) = penyakit yang menyerang remaja pada umumnya kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan (stunting), kurang energi kronis (kurus), dan kegemukan atau obesitas.
Dewasa (19-59 tahun) = penyakit yang menyerang dewasa pada umumnya yaitu penyakit yang lumayan berat seperti kolesterol, asam urat, jantung dll.
Lansia (60 tahun ke atas) = penyakit yang menyerang lansia pada umumnya seperti stroke, radang sendi, katarak mata, pikun dll.
7. Pilih segmen
Dari beberapa tahap diatas segmentasi yang dapat dipilih adalah segmentasi demografi berdasarkan usia karena dapat membedakan tingkat kesehatan dan penyakit yang diderita oleh pasien. Klinik budi mulia menggunakan variabel demografi sebagai dasar segmentasi karena beberapa keuntungan seperti keinginan atau kebutuhan pasien cocok dengan kategori demografi. Oleh karena itu, variabel demografi berdasarkan kategori usia adalah dasar yang tepat untuk menentukan segmentasi pasien.
8. Pengembangan strategi pemasaran 1. Mengadakan Promo
Klinik harus memikirkan cara agar bisa memberikan kesan yang baik terhadap pasien hingga membuatnya selalu ingat dengan klinik. Misalnya seperti membuat promo atau diskon yang berlaku hanya pada tanggal tua. Dengan begini, pasien akan ingat
kalau klinik memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mungkin saja mengalami kekurangan dana simpanan ketika 'tanggal tua'. Klinik akan mendapatkan kesan tersendiri di mata pasien.
2. Memperbaiki Pelayanan Pasien
Selain mendapatkan promo atau diskon, pelayanan yang ramah dan mudah dapat menjamin kenyamanan pada pasien sehingga pasien suka untuk dating lagi ke klinik.
3. Memanfaatkan media sosial
Channel pemasaran dan promosi yang wajib dirambah pelaku bisnis apapun, termasuk kesehatan, yakni media sosial. Memakai media sosial untuk memperkenalkan dan promosi bisnis kesehatan. Semakin banyak dikenal, makin banyak pula konsumen atau pasiennya. Untuk mengelola media sosial ini, dapat merekrut admin khusus yang dapat memantau setiap saat maupun update informasi terbaru.
9. Implementasi dan pengawasan
Implementasi strategi pemasaran yaitu dengan mengimplementasi strategi seperti yang telah diuraikan dalam tahapan-tahapan diatas untuk mendapatkan hasil dari strategi tersebut. Melakukan pengawasan juga diperlukan untuk menjamin ketetapan pelaksanaan tugas sesuai dengan rencana. Evaluasi juga harus dilakukan terus menerus dan melakukan penyesuaian strategi pemasaran jika diperlukan.