• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PELAYANAN PENDAFTARAN Klinik Dharma Mulia 2

N/A
N/A
siti nur amami

Academic year: 2023

Membagikan "PEDOMAN PELAYANAN PENDAFTARAN Klinik Dharma Mulia 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PELAYANAN PENDAFTARAN

KLINIK DHARMA MULIA 2

TAHUN 2019

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga Klinik Dharma Mulia 2 pada Tahun 2019 ini mendapat kesempatan untuk melaksanakan akreditasi.

Akreditasi bagi Klinik Dharma Mulia 2 sangatlah penting untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan bagi pasien serta masyarakat. Untuk menunjang pelaksanaan akreditasi di Klinik Dharma Mulia 2maka diperlukan pedoman pelayanan di Klinik Dharma Mulia 2.

Harapan kami mudah mudahan pedoman pelayanan ini dapat member manfaat dan bagi Klinik Dharma Mulia 2, sehingga akreditasi di Klinik Dharma Mulia 2 berjalan lancar dan menjadi Klinik yang lebih baik.

Direktur Klinik Dharma Mulia 2

dr. Mietha Ferdiana Putri

NIP. 19870429 201411 2 001

(3)

BAB I PENDAHULUA

N

A. LATAR BELAKANG

Klinik adalah Unit sebagai garda terdepan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerjanya. Klinik Dharma Mulia 2 adalah salah satu unit pelaksana pelayanan kesehatan yang menjadi bagian dari klinik yang ada diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur..

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Klinik Dharma Mulia 2 adalah

Menjadikan Klinik Dharma Mulia 2 sebagai klinik unggulan di wilayah Jakarta Timur

Untuk mencapai visi tersebut, Klinik Dharma Mulia 2 menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, salah satunya adalah pendaftaran pasien. Dalam menyelenggarakan upaya pendaftaran pasien di Klinik perlu ditunjang dengan pelayanan pendaftaran yang bermutu.

Sesuai dengan perkembangan di bidang kesehatan telah terjadi pergeseran orientasi pelayanan kesehatan dari pelayanan kuratif menjadi pelayanan promotif dan prefentif, maka lebih luasnya pelayanan mencakup pelaksanaan proses pendaftaran pasien, pemberian informasi untuk mencegah kesalahan dalam mengidentifikasi pasien dan memperlancar pelayanan di Klinik.

Dalam melaksanakan pelayanan pendaftaran di Klinik, agar dapat berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan pasien maka Klinik Dharma Mulia 2 menyusun PEDOMAN PELAYANAN PENDAFTARAN KLINIK DHARMA MULIA 2.

B. TUJUAN PEDOMAN

1. TUJUAN UMUM

Terlaksananya pelayanan Pendaftaran yang bermutu di Klinik Dharma Mulia 2.

2. TUJUAN KHUSUS

Sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pelayanan Pendaftaran di Klinik Dharma Mulia 2.

C. SASARAN PEDOMAN

Sasaran Pedoman Pelayanan Pendaftaran adalah Petugas Pelayanan di Pendaftaran.

D. RUANG LINGKUP PEDOMAN

Ruang lingkup pelayanan pelayanan meliputi ruangan Pendaftarandan tempat penyimpanan Rekam Medis

(4)

BAB II STANDAR

KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk dapat melaksanakan fungsinya dan menyelenggarakan pelayanan Pendaftarandi Klinik, dibutuhkan sumber daya manusia yang mencukupi baik jumlah maupun mutunya. Pola ketenagaan minimal harus dimiliki oleh Klinik. Adapun tenaga di PendaftaranKlinik sebagai berikut :

No JENIS TENAGA KUALIFIKAS

I

JUMLAH

1 Penanggung jawab SMA 1

pelayanan loket pendaftaran 2 Pelaksana pelayanan loket

pendaftaran

SMA 2

Untuk pembagian kerja masing masing petugas berdasarkan TUPOKSI yang sesuai kompetensinya.

1. Penanggung jawab pendaftarandi Klinik mempunyai tugas:

a. Menyusun rencana kegiatan pelayanan di pendaftaran berdasarkan data program Klinik.

b. Melaksanakan kegiatan pelayanan di pendaftaran dan koordinasi dengan unit terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan.

c. Melakukan evaluasi hasil kegiatan pelayanan di pendaftaransecara keseluruhan.

d. Membuat pencatatan dan pelaporan serta visualisasi data kegiatan pelayanan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada Direktur Klinik.

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh penanggungjawab klinik.

2. Pelaksana pelayanan pendaftarandi Klinik mempunyai tugas :

a. Melaksanakan kegiatan pelayanan di pendaftaran dan koordinasi dengan unit terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan

b. Membuat pencatatan dan pelaporan serta visualisasi data kegiatan pelayanan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada Penanggung jawab pendaftarandi Klinik yang akan dilaporkan kepada penanggungjawab klinik

(5)

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN

STRUKTUR ORGANISASI KLINIK DHARMA MULIA 2

DIREKTUR/PEMILIK

PENANGGUNG JAWAB

PENGELOLA

PJ POLIKLINI K UMUM

PJ YANKES GIGI &

MULUT

PJ YANKE S KIA

PJ YANKES LABORATORIU M

PJ REKAM MEDIS &

UMUM/peralatan RT

Dokter Praktek

Umum Dokter Praktek

Gigi Bidan Pelaksana Analis Kesehatan Bagian

pendaftaran

&

Logum

(6)

Dalam melaksanakan tindakan medis dan keperawatan, petugas harus selalu melaksanakannya sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Identifikasi pasien yang akan mendapatkan tindakan medis dan keperawatan perlu dilakukan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemberian prosedur.

5. Pengurangan terjadinya risiko infeksi di Klinik

Agar tidak terjadi risiko infeksi, maka semua petugas Klinik Dharma Mulia 2 wajib menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan 7 langkah dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Tujuh langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) harus dilaksanakan pada lima keadaan, yaitu:

a. Sebelum kontak dengan pasien b. Setelah kontak dengan pasien c. Sebelum tindakan aseptik

d. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien

e. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.

6. Tidak terjadinya pasien jatuh

Setiap pasien yang dirawat di Klinik Dharma Mulia 2 dilakukan pengkajian terhadap kemungkinan risiko jatuh untuk meminimalkan risiko jatuh. Pencegahan terjadinya pasien jatuh dilakukan dengan cara:

a. Memberikan identifikasi jatuh pada setiap pasien dengan pada setiap pasien yang beresiko jatuh dengan memberi tanda gelang berwarna kuning.

b. Memberikan intervensi kepada pasien yang beresiko serta memberikan lingkungan yang aman.

(7)

BAB VII KESELAMATAN KERJA

Untuk keamanan dan kenyamanan bagi setiap petugas yang memberikan pelayanan kesehatan, terutama untuk mencegah tertularnya penyakit, maka petugas dalam melaksanakan pelayanan diwajibkan memperhatikaan keamanan diri dengan menerapkan prinsip PPI, termasuk di Unit Pendaftaran.

(8)

BAB VIII PENGENDALIAN MUTU

Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan di pendaftaran perlu diperhatikan keselamatan pasien dengan melakukan identifikasi resiko terhadap segala kemungkinan yang dapat terjadi pada saat pelaksanaan kegiatan. Upaya pencegahan resiko terhadap pasien harus dilakukan untuk tiap-tiap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Pengendalian mutu pelayanan klinis merupakan kegiatan untuk mencegah terjadinya masalah terkait pelayanan pengobatan atau mencegah terjadinya kesalahan pengobatan / medikasi (medication error), yang bertujuan untuk keselamatan pasien.

Unsur-unsur yang mempengaruhi mutu pelayanan sebagai berikut:

a. Unsur masukan (input), yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketersediaan dana, dan Standar Prosedur Operasional.

b. Unsur proses, yaitu tindakan yang dilakukan, komunikasi, dan kerja sama.

c. Unsur lingkungan, yaitu kebijakan, organisasi, manajemen, budaya, respon dan tingkat pendidikan masyarakat.

Pengendalian mutu pelayanan klinis terintegrasi dengan program pengendalian mutu pelayanan klinis Klinik yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

Kegiatan pengendalian mutu pelayanan klinis meliputi:

a. Perencanaan, yaitu menyusun rencana kerja dan cara monitoring dan evaluasi untuk peningkatan mutu standar.

b. Pelaksanaan, yaitu:

1. Monitoring dan evaluasi capaian pelaksanaan rencana kerja(membandingkan antara capaian dengan rencana kerja)

2. Memberikan umpan balik terhadap hasil capaian.

c. Tindakan hasil monitoring dan evaluasi yaitu:

1. Melakukan perbaikan kualitas pelayanan standar

2. Meningkatkan kualitas pelayanan jika capaian sudah memuaskan.

Monitoring merupakan kegiatan pemantauan selama proses berlangsung untuk memastikan bahwa aktifitas berlangsung sesuai dengan yang direncanakan. Monitoring dapat dilakukan oleh tenaga medis dan paramedis yang melakukan proses. Aktifitas monitoring perlu direncanakan untuk mengoptimalkan hasil pemantauan.

Contoh ; monitoring pelayanan pasien, monitoring kinerja tenaga kesehatan

Sedangkan untuk menilai hasil atau capaian pelaksanaan pelayanan klinis, dilakukan evaluasi.

Evaluasi dilakukan terhadap data yang dikumpulkan yang diperleh melalui metode berdasarkan waktu, cara dan teknik pengambilan data.

Berdasarkan waktu pengambilan data, terdiri atas:

(9)

BAB VIII PENUTU

P

Pedoman Pelayanan PendaftaranKlinik Dharma Mulia 2 ini digunakan sebagai acuan pelaksanaan pelayanan Pendaftarandi Klinik Dharma Mulia 2. Untuk keberhasilan pelaksanaan Pedoman Pelayanan PendaftaranKlinik Dharma Mulia 2 diperlukan komitmen dan kerja sama semua pihak.

Hal tersebut akan menjadikan Pelayanan Pendaftarandi Klinik Dharma Mulia 2 semakin optimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pasien dan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra Klinik dan kepuasan terhadap proses pelayanan pendaftaran kepada pasien maupun masyarakat.

(10)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2014 Tentang Kewajiban Rumah Sakit Dan Kewajiban Pasien

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2014 tentang Klinik .

Referensi

Dokumen terkait

 Pelayanan paliatif pasien kanker adalah pelayanan terintegrasi oleh tim paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan dukungan bagi keluarga

Penelitian ini berjudul Pelayanan Bimbingan dan Konseling Islam dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Pasien HIV/AIDS di Klinik VCT Rumah Sakit Islam Sultan Agung

7al tersebut diperlengkapi dengan keselamatan pasien, keselamatan kerja dan ..  proteksi radiasi agar diperoleh mutu yang optimal. Untuk mengukur mutu

1) Pasien datang mengambil nomor antrian. 2) Petugas pendaftaran memanggil pasien berdasarkan nomer antrian. 3) Petugas menyapa pasien dengan 3S (Senyum, Salam, Sapa). 4)

Berbagai strategi yang dilakukan oleh klinik adalah untuk mempertahankan pasien dan juga untuk menambah pasien baru, memberikan pelayanan yang baik adalah salah satu

Ruang Pelayanan Medik: 1 Ruang pemeriksaan umum/ruang konsultasi/diagn ostik 2 Ruang pelayanan kesehatan gigi dan mulut Wajib untuk Klinik Pratama yang menyelenggarakan pelayanan

Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum pasien dan keluarganya, PIHAK PERTAMA sebagai Badan Penyelenggara Pelayanan Klinik PKU Muhammadiyah Wanareja sepakat

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi pelayanan klinik berbasis website yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan di Klinik Berkah