• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN DI KLINIK NAUFAL HUSADA BERBASIS WEB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN DI KLINIK NAUFAL HUSADA BERBASIS WEB"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS

PASIEN DI KLINIK NAUFAL HUSADA

BERBASIS WEB

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga

AMELIA PRAMESWARI WIJAYA

12174915

Program Studi Sistem Informasi Kampus Kabupaten Karawang

Fakultas Teknik dan Informatika

Universitas Bina Sarana Informatika

2020

(2)

i

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Amelia Prameswari Wijaya

NIM : 12174915

Jenjang : Diploma Tiga (D3)

Program Studi : Sistem Infomasi Kampus Kota Karawang Fakultas : Teknik dan Informatika

Perguruan Tinggi : Universitas Bina Sarana Informatika

Dengan ini menyatakan bahwa Tugas Akhir yang telah saya buat dengan judul: “Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis di Klinik Naufal Husada” adalah asli (orsinil) atau tidak plagiat (menjiplak) dan belum pernah diterbitkan/dipublikasikan dimanapun dan dalam bentuk apapun.

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga. Apabila di kemudian hari ternyata saya memberikan keterangan palsu dan atau ada pihak lain yang mengklaim bahwa Tugas Akhir pada Program Diploma Tiga (D3) yang telah saya buat adalah hasil karya milik seseorang atau badan tertentu, saya bersedia diproses baik secara pidana maupun perdata dan kelulusan saya dari Nama Institusi dicabut/dibatalkan.

(3)

ii

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Amelia Prameswari Wijaya

NIM : 12174915

Jenjang : Diploma Tiga (D3)

Program Studi : Sistem Infomasi Kampus Kota Karawang Fakultas : Teknik dan Informatika

Perguruan Tinggi : Universitas Bina Sarana Informatika

Dengan ini menyetujui untuk memberikan ijin kepada pihak Universitas Bina Sarana Informatika, Hak Bebas Royalti Non- Eksklusif (Non-exclusive Royalti-Free Right) atas karya ilmiah kami yang berjudul: “Perancangan Sistem Informasi Rekam Medi di Klinik Naufal Husada”, beserta perangkat yang diperlukan (apabila ada).

Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini pihak Universitas Bina Sarana Informatika berhak menyimpan, mengalih-media atau mem-format-kan, mengelolanya dalam pangkalan data (database), mendistribusikannya dan menampilkan atau mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari kami selama tetap mencantumkan nama kami sebagai penulis/pencipta karya ilmiah tersebut.

Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak Universitas Bina Sarana Informatika, segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

(4)

iii

SURAT PERNYATAAN KESEPAKATAN PUBLIKASI

KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertandatangan di bawah ini, Penulis:

Nama : Amelia Prameswari Wijaya

NIM : 12174915

Program Studi : Sistem Informasi Kampus Kota Karawang (Program Diploma Tiga) Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika

dan Pihak Perusahaan tempat PKL/Riset: Nama : Eko Pujiyanto

Jabatan : Kepala Direktur Klinik Perusahaan : Klinik Naufal Husada Sepakat atas hal-hal di bawah ini:

1. KLINIK NAUFAL HUSADA menyetujui untuk memberikan kepada penulis dan Universitas Bina Sarana Informatika Hak Bebas Royalti Non-ekslusif atas penelitian dalam rangka penyusunan karya ilmiah dengan Judul, “Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis di Klinik Naufal Husada” yang disusun oleh penulis

2. KLINIK NAUFAL HUSADA memberikan persetujuan kepada penulis dan Universitas Bina Sarana Informatika untuk mengunggah karya ilmiah Penulis pada repository Universitas Bina Sarana Informatika https://repository.bsi.ac.id (Publikasi) terbatas hanya untuk keperluan akademis, tidak untuk tujuan/kepentingan komersial.

3. KLINIK NAUFAL HUSADA telah menyediakan data dan atau informasi yang diperlukan untuk penyusunan karya ilmiah Penulis. Dalam hal terjadi kesalahan ataupun kekurangan dalam penyediaan data dan atau informasi maka KLINIK NAUFAL HUSADA dalam bentuk apapun tidak bertanggung jawab dan tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban oleh siapapun termasuk atas materi/isi karya ilmiah penulis atau materi/isi dan publikasi di repository Universitas Bina Sarana Informatika. KLINIK NAUFAL HUSADA juga tidak bertanggung jawab atas segala dampak dan atau kerugian yang timbul dalam bentuk apapun akibat tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data dan atau informasi yang terdapat pada publikasi yang dimaksud. Demikian kesepakatan ini dibuat dengan sebenarnya.

(5)
(6)

v

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkatNya, sehingga saya bisa merampungkan laporan PKL (Praktek Kerja Lapangan) dengan baik dan tepat waktu

Terlaksananya laporan Tugas Akhir ini merupakan dukungan dari banyak pihak yang bersedia membantu saya sehingga Tugas Akhir ini bisa terlaksana dan berjalan dengan lancar. Dengan terlaksananya dan selesai kegiatan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat salah satu nya KLINIK NAUFAL HUSADA. yang telah bersedia memberikan kesempatan saya untuk melakukan Riset dan yang lainnya, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Laporan ini dibuat sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Keberhasilan dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini tidak luput dari bimbingan, arahan, dan semangat dari berbagai pihak, baik moril ataupun materil, maka pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih antara lain kepada :

1. Rektor Universitas Bina Sarana Informatika Dr. Mochamad Wahyudi MM, MKom, Mpd.

2. Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Bina Sarana Informatika Diah Puspitasari M.Kom.

3. Wakil Rektor Bidang Non Akademik Universitas Bina Sarana Informatika Suharyanto.

4. Surtika Ayumida.M.Kom, sebagai Dosen Pembimbing.Tugas Akhir 5. Lukmanul Hakim, S.I.P., M.M Sebagai Wakil Dosen Pembimbing

(8)

vii

6. Staff / karyawan / dosen di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika 7. Dr.Eko Pimpinan Yayasan KLINIK NAUFAL HUSADA.

8. Staff dan Karyawan KLINIK NAUFAL HUSADA

9. Orang Tua, kerabat, dan orang terdekat penulis yang selalu mendukung dalam kebaikan, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

10. Rekan-rekan mahasiswa kelas 12.6B.15.

Penyusunan Tugas Akhir ini disusun dengan sebaik-baiknya, walaupun masih ada banyak kekurangan dalam penyusunan Tugas Akhir ini, maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak. Harapan saya semoga Tugas Akhir ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menambah ilmu pengetahuan mengenai Praktek Lapangan Kerja.

(9)
(10)
(11)

x

ABSTRAKSI

Klinik merupakan salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan jasa kesehatan masyarakat. Pada zaman sekarang telah banyak di bangun Rumah Sakit akan tetapi di daerah pelosok atau desa yang ada masih Klinik yang berfungsi sebagai usaha preventif (pencegahan) dan operatif (penanggulangan) terhadap upaya-upaya kesehatan masyarakat. Semakin banyak Rumah Sakit dan Puskesmas yang dibangun maka sangatlah penting jika pihak Puskesmas berpikiran untuk meningkatkan mutu dari Puskesmas tersebut. Konsep perancangan sistem informasi ini mengacu pada kegiatan mengolah data-data rekam medis pasien yang terjadi di Puskesmas, Maka diperlukan sebuah sistem informasi rekam medis pasien di Puskesmas Pringkuku Kabupaten Pacitan yang terkomputerisasi untu menyelesaikan

premasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan menghasilkan aplikasi perangkat

lunak yang diharapkan dapat membantu Puskesmas Pakis Baru dalam memproses pengolahan data register pasien yang dapat mempermudah pencarian dan pembuatan laporan, Guna menunjang penelitian ini, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara atau interview, studi kepustakaan, analisis, perancangan sistem, membangun sistem, uji coba dan implementasi sistem. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah program aplikasi yang nantinya dapat menjawab kesulitan yang seringkali dihadapi oleh pengelola Puskesmas sehingga bisa jauh lebih efisien dan efektif.

(12)

xi

ABSTRACTION

The clinic is one of the agencies engaged in public health services. Nowadays many hospitals have been built, but in remote areas or villages there are still clinics that function as preventive (prevention) and operative (control) efforts for public health efforts. The more hospitals and health centers that are built, it is very important if the Puskesmas thinks to improve the quality of the Puskesmas. The concept of designing this information system refers to the activity of processing patient medical record data that occurs at the Puskesmas, so a computerized patient medical record information system is needed at Pringkuku Puskesmas, Pacitan Regency, to solve these problems. This study aims to produce a software application that is expected to assist Puskesmas Pakis Baru in processing patient register data which can facilitate search and report preparation. In order to support this research, data collection methods are carried out by observation, interviews or interviews, literature study, analysis, system design, system building, system testing and implementation. The result of this research is to produce an application program that will be able to answer the difficulties often faced by Puskesmas managers so that it can be much more efficient and effective.

(13)

xii

DAFTAR ISI

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ... 1

PASIEN DI KLINIK NAUFAL HUSADA ... 1

BERBASIS WEB ... 1

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR ... i

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... ii

SURAT PERNYATAAN KESEPAKATAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... iii

PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAKSI ... x

ABSTRACTION ... xi

DAFTAR SIMBOL ... xv

DAFTAR TABEL ... xxi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Tujuan dan Manfaat ... 2

1.3. Metode Penelitian ... 3

1.3.2 Teknik Pengumpulan Data ... 4

1.4. Ruang Lingkup ... 5

BAB II LANDASAN TEORI... 6

2.1. Konsep Dasar Sistem ... 6

2.1.1 Pengertian Sistem ... 6

2.1.2 Website ... 7

2.1.3 Bahasa Pemograman ... 8

2.1.4 Basis Data (Database) ... 10

2.1.5 Aplikasi Pendukung ... 11

2.1.6 Model Pengembangan Perangkat lunak ... 12

2.1.7 Pengertian Klinik ... 14

(14)

xiii

2.2 Teori Pendukung ... 15

2.2.1 Entity Relationship Diagram ... 15

2.2.2 Unfield Modeling Laguage ... 18

BAB III ANALISA SISTEM BERJALAN ... 23

3.1. Tinjauan Perusahaan ... 23

3.1.1 Sejarah institusi/Perusahaan ... 23

3.2. Struktur Organisasi dan Fungsi ... 24

3.2. Prosedur Sistem Berjalan ... 26

1.3.2 Pendaftaran Pasien ... 26

3.2.2 Prosedur Pemeriksaan Pasien ... 26

1.3.3 Prosedur Administrasi Obat ... 27

3.3. Activity Diagram ... 27

3.4. Spesifikasi Dokumen Masukan ... 28

3.5. Spesifikasi Dokumen Keluaran ... 28

3.6. Permasalahan Pokok ... 29

3.7. Pemecahan Masalah ... 29

BAB IV PERANCANGAN SISTEM USULAN ... 31

4.1. Tahapan Perancangan Sistem ... 31

4.1.1 Analisis Kebutuhan ... 31

4.1.2 Rancangan Diagram Usecase ... 32

4.1.3 Rancangan Activity Diagram ... 38

4.1.4 Rancangan Dokumen Susulan... 41

4.1.5. Rancangan Prototype ... 45

4.2. Perancangan Perangkat Lunak... 50

4.2.1 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 50

4.2.2 Logical Record Structure ... 51

4.2.1 Spesifikasi File ... 52

4.2.4 Class Diagram ... 57

4.2.5 Sequence Diagram ... 58

4.2.6 Spesifikasi Hardware dan Software... 61

BAB V PENUTUP ... 65

(15)

xiv

5.2. Saran ... 65

DAFTAR PUSTAKA ... 67

SURAT KETERANGAN RISET ... 71

(16)

xv

DAFTAR SIMBOL

Sumber: widuri.rahaja.info Gambar 1

(17)

xvi Sumber: majalahpendidikan.com

Gambar 2

(18)

xvii Sumber: badoystudio.com

Gambar 3

(19)

xviii Sumber: widuri.raharja.info

Gambar 4

(20)

xix

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Tahapan Metode Waterfall ... 14

Gambar III.1 Struktur Organisasi KLINIK NAUFAL HUSADA ... 23

Gambar III.2 Activity Diagram Rekam Medis ... 26

Gambar IV.1 Usecase Diagram ... 32

Gambar IV.2 Activity Diagram Kepala Admin ... 37

Gambar IV.3 Activity Diagram Admin ... 38

Gambar IV.4 Activity Diagram Rekam Medis ... 39

Gambar IV.5 Activity Diagram upload Laporan Rekam Medis ... 49

Gambar IV.6 Tampilan Login ... 44

Gambar IV.7 Tampilan Halaman Utama Kepala Admin ... 45

Gambar IV.8 Tampilan Halaman Utama Admin ... 45

Gambar IV.9 Tampilan Data Pasien ... 45

Gambar IV.10 Tampilan Daftar Pasien ... 46

Gambar IV.11 Tampilan Tampilan Data Dokter ... 46

Gambar IV. 12 Tampilan Data Obat ... 47

Gambar IV.13 Tampilan Data Poliklinik ... 47

Gambar IV.14 Tampilan Rekam Medis ... 48

Gambar IV.15 Tampilan Laporan Rekam Medis ... 48

Gambar IV.16 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 49

Gambar IV.17 Logical Record Structure (LRS) ... 50

Gambar IV.18 Class Diagram ... 56

Gambar IV.19 Sequence Diagram Data Pasien ... 57

(21)

xx

Gambar IV.21 Sequence diagram Data Obat ... 58

Gambar IV.22 Sequence diagram Data Poliklinik ... 59

Gambar IV.23 Sequence diagram Data Rekam Medis ... 59

(22)

xxi

DAFTAR TABEL

Table II.1 Simbol Activity Diagram ... 18 Tabel II.2 Simbol Usecase Diagram ... 19 Tabel II.3 Simbol Class Diagram ... 20 Table II.4 Simbol Sequence Diagram ... 20 Tabel IV.1 Deskripsi Usecase Diagram Login Admin ... 32 Tabel IV.2 Deskripsi Usecase Diagram Login Kepala Admin ... 33 Tabel IV.3 Deskripsi Usecase Data Pasien ... 33 Tabel IV.4 Deskripsi Usecase Data Dokter ... 34 Tabel IV.5 Deskripsi Usecase Data Poliklinik ... 34 Tabel IV.6 Deskripsi Usecase Data Obat ... 35 Tabel IV.7 Deskripsi Usecase Data Rekam Medis ... 35 Tabel IV.8 Deskripsi Usecase Data Transaksi ... 36 Tabel IV.9 Deskripsi Usecase Data Laporan ... 36 Tabel IV.10 Spesifikasi file Data Pasien ... 51 Tabel IV.11 Spesifikasi file Data Dokter ... 52 Tabel IV.12 Spesifikasi file Data Poliklinik ... 53 Tabel IV.13 Spesifikasi file Data Obat ... 54 Tabel IV.14 Spesifikasi file Data Rekam Medis ... 54 Tabel IV.15 Spesifikasi file Data Laporan Rekam Medis... 54 Tabel IV.16 Spesifikasi file Data Transaksi ... 55 Tabel IV.16 Spesifikasi file Jadwal Implementasi ... 63

(23)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi saat ini berpengaruh terhadap perkembangan daya saing suatu organisasi untuk memberikan layanan yang terbaik. Pelayanan dan pengelolaan informasi secara terintegrasi menjadi sangat penting di setiap Lembaga, termasuk di suatu klinik.

Salah satu pelayanan kesehatan di Indonesia adalah klinik. Klinik merupakan salah satu sarana kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan secara berkesinambungan kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu. Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di klinik sangat dibutuhkan seperti pengolahan data medis dan pelaporan data pasien yang cepat dan akurat. ”Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sarana pelayanan kesehatan yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan rekam medis meliputi kelengkapan, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan”. Diungkapkan oleh (Nurhaidah et al., 2016)

Pencatatan dokumentasi atau rekam medis pasien di Klinik Naufal Husada masih manual atau belum terkomputerisasi padahal klinik sendiri sering melakukan berbagai kesalahan dari semua itu. Oleh karena itu, Teknologi informasi memiliki potensi dalam memproses data menjadi informasi yang akurat dan berkualitas. Inovasi dari Perkembangan teknologi informasi sangat mendukung dalam manajemen rekam medis secara lebih efektif dan efisien.

(24)

2

1.2. Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis Pasien ini adalah :

1. Mengembangkan Sistem Informasi dalam pelayanan pengolahan data agar menjadi lebih efektif dan efisien.

2. Menerapkan ilmu yang sudah dipelajari selama diperkuliahan.

3. Memecahkan permasalahan terkait pengolahan data yang terjadi di klinik Naufal Husada.

Adapun manfaat dari penulisan Tugas Akhir Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis Pasien ini adalah :

1. Manfaat untuk penulis.

Sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga(D.III) Program Studi Universitas Bina Sarana Informatika Cikampek.

2. Manfaat untuk tempat riset.

a. Sebagai bahan perubahan sistem informasi yang terjadi di Klinik Naufal Husada.

b. Menghasilkan suatu informasi yang efisien terkait pengolahan data melalui sistem yang baru.

3. Manfaat untuk pembaca.

a. Pembaca dapat mengetahui dan memahami konsep sistem pengolahan data. b. Dapat menjadi sumber referensi bagi pembaca untuk mendalami pengolahan

(25)

3

1.3. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut:

1.3.1 Model Pengembangan Perangkat Lunak

Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini menggunakan model waterfall atau yang sering disebut metode air terjun sering dinamakan siklus hidup klasik (classic life cycle).

“Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambaran model air terjun.” (Rosa A.S, 2016)

Adapun tahapan yang digunakan adalah: 1. Analisis kebutuhan perangkat Lunak

Dalam tahap ini, peneliti melakukan analisis untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan sistem yang dirancang.

2. Desain

Dalam tahap ini,peneliti membuta program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak ,merancang sistem yang terdiri dari rancangan basis data, rancangan antar muka dan prosedur pengkodean.

3. Pembuatan kode Program

Desain perangkat lunak di buat sistem pengkodean agar sesuai dengan yang di inginkan.

(26)

4

4. Pengujian

Pengujian perangkat lunak yaitu untuk memastikan tidak adanya kesalahan (error) dan sesuai dengan yang di inginkan.

5. Pemeliharaan (Maintenance)

Instalasi dan proses pebaikan sistem sesuai yang disetujui

1.3.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam melakukan wawancara untuk pengumpulan data pembuatan Tugas Akhir adalah :

1. Pengamatan (Observation)

Penulis melakukan observasi dengan cara melakukan pengamatan atau tinjau langsung terhadap permasalahan yang akan diteliti, seperti mengumpulkan data- data yang dibutuhkan, serta sistem yang sedang berjalan.

2. Wawancara (Interview)

Setelah melakukan observasi, selanjutnya penulis melakukan suatu metode tanya jawab secara langsung dari pertanyaan – pertanyaan yang sudah di kumpulkan seperti menanyakan sistem berjalan yang sedang berlangsung,proses

pendistribusian,data pangkalan,data penyaluran, struktur organisasi, dan surat jalan dengan pemilik Klinik Untuk mendapatkan informasi secara lengkap mengenai semua kegiatan Rekam Medis.

3. Studi Pustaka

Setelah melakukan observasi dan wawancara saya juga melakukan studi pustaka atau referensi-referensi dari berbagai sumber buku dan jurnal yang berhubungan dengan pembahasan.

(27)

5

1.4. Ruang Lingkup

Berdasarkan indentifikasi masalah Sistem Informasi Rekam Medis Pasien di Klinik Naufal maka penulis membatasi ruang lingkup mengenai pengolahan pendataan pasien, pembuatan kartu rekam medis, serta pencatatan dan pelaporan pasien.

(28)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

2.1.1 Pengertian Sistem

A. Pengertian Sistem secara umum

“ Sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai suatu tujuan dari sistem tersebut. Maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran dalam ruang lingkup yang sempit. Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa sistem adalah sekumpulan sumber daya yang saling terkait untuk mencapai suatu tujuan. (Jogiyanto, 2017)

Adapun Menurut sumber lain mengatakan “Sistem merupakan sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.” (Min, 2017)

Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa sistem adalah sekumpulan sumber daya yang saling terkait untuk mencapai suatu tujuan.

B. Pengertian Informasi Secara Umum

“Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan”. (Anggraeni & Irviani, 2017)

(29)

7

Menurut sumber lain mengemkakan bahwa “Informasi adalah salah satu kata kunci salah satu kunci pada zaman ini. Untuk mendapatkan dan menghasilkan informasi, komputer dan teknologinya adalah salah satu alat bantu yang paling tepat.” (Utama, 2018)

C.

Pengertian Sistem Informasi

“Sistem Informasi merupakan sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi”. (Ahmad & Munawir, 2018)

Kemudian menurut sumber lain mengatakan bahwa “Sistem yang dinamakan sistem informasi manajemen ini dibentuk menjadi sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System). Pada era modern sekarang ini sistem informasi telah beroperasi secara terpadu dan dijalankan secara automatis.” (Yusuf, 2018)

Adapun menurut sumber lainnya mengemukakan “Sistem Informasi berperan sebagai sistem karena mempunyai ruang lingkup yang relatif lebih luas dan lebih kompleks.” (Pamungkas, 2017)

2.1.2 Website

Menurut Puspitosari dalam menjelaskan bahwa “Website adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet 9 sehingga bisa diakses diseluruh dunia, selama terkoneksi dengan jaringan internet” (Kesuma & Rahmawati, 2017)

(30)

8

Berdasarkan penjelsan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa Website adalah aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia teks, gambar, suara, animasi, video dan bisa diakses seluruh dunia melalui jaringan internet.

1. Internet

“Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang menghubungkan satu media elektonik dengan media yang lainnya. Standar teknologi pendukung yang dipakai secara global adalah Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (disingkat sebagai istilah TCP/IP).” (Yasha, 2019)

2. Web Server

“Web Server adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web komputer ini akan melayani permintaan dokumen-dokumen web dari kliennya.” (Vazquez & Vazquez, 2016)

Menurut sumber lain “Web server adalah suatu perangkat yang digunakan untuk menjadi server tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam World Wide Web, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan local.” (Tedyyana & Kurniati, 2016)

2.1.3 Bahasa Pemograman

“Bahasa pemograman adalah perintah-perintah atau instruksi yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu salah satunya adalah perintah untuk menyimpan dan mengolah data.” (Gusrion, 2018)

(31)

9

1. Hypertext Prepocessor (PHP)

PHP sering dipakai para programmer untuk membuat situs web yang bersifat dinamis karena gratis dan berguna dalam merancang aplikasi web. ”PHP (Hypertext

preprocessor) adalah bahasa script yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam

HTML. PHP banyak dipakai untuk membuat program situs web dinamis. PHP sering juga digunakan untuk membangun sebuah CMS.” (MADCOMS, 2016)

Sedangkan menurut sumber lain mengatakan “PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapaPHP atau Hypertext Preprocessor adalah bahasa pemrograman server side yang sudah banyak digunakan pada saat ini, terutama untuk pembuatan website dinamis. Untuk hal-hal tertentu dalam pembuatan web, bahasa pemrograman PHP memang diperlukan, misalnya saja untuk memproses data yang dikirimkan oleh pengunjung web. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web”. (Anshar, 2016)

Kumpulan kutipan diatas menerangkan bahwa hypertext preprocessor (PHP) merupakan bahasa pemrograman untuk membuat/mengembangkan aplikasi berbasis web dan bersifat open soure dan ditanamkan ke dalam script HTML.

2. Java Script

“Java adalah bahasa pemrograman yang dijaankan di berbagai komputer termasuk telepon gengam. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan

(32)

10

C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin – rutin atas bawah yang minimal.” (Rizky & Multi Amalia, 2018)

3. HTML (Hypertext Markup Language)

”HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup Language. Disebut hypertext karena di dalam HTML sebuah text biasa dapat berfungsi lain, kita dapat membuatnya menjadi link yang dapat berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya hanya dengan meng-klik text tersebut.Cascanding Style Sheet (CSS).” (Andre, 2017)

4. CSS (Cascading Style Sheet)

CSS (Cascading Style Sheet) adalah “Standard pembuatan dan pemakaian style untuk dokumen terstruktur, CSS digunakan untuk mempersingkat penulisan tag HTML seperti font,color,text, dan table menjadi lebih ringkas sehingga tidak terjadi pengulangan tulisan.” (Krause & Krause, 2016)

Adapun pendapat lain, ”CSS adalah bahasa Cascading Style Sheet dan biasanya digunakan untuk mengatur tampilan elemen yang tertulis dalam bahasa markup, seperti HTML. CSS berfungsi untuk memisahkan konten dari tampilan visualnya di situs”. (Christy, 2019)

2.1.4 Basis Data (Database)

1. Pengertian Basis Data

“Basis Data merupakan salah satu bagian dalam rekayasa perangkat lunak yang terkomputerisasi dan bertujuan utama memelihara data yang sudah diolah atau media peyipanan informasi agar dapat di akses dengan mudah dan cepat”. (Pamungkas, 2017)

(33)

11

2. Pengertian MySQL

”MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat Open Source dan paling populer saat ini. Sistem database MySQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multi-user, dan SQL database managemen system (DBMS). (MADCOMS, 2016)

2.1.5 Aplikasi Pendukung

1. Pengertian PhpMyAdmin

“PhpMyAdmin merupakan bahasa pemrograman yang dibuat secara khusus untuk membangun aplikasi berbasis Web, tergolong sebagai perangkat lunak open

source yang diatur dalam general purpose licences (GPL)”. (MADCOMS, 2016)

2. Sublime Text

“Sublime Text merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan untuk membuat atau meng – edit suatu aplikasi. Sublime Tekxt mempunyai fitur plugin tambahan yang memudahkan programmer. Elain itu sublime text terkesan elegan untuk sebuah syntax editor. Selain ringan, IDE ini memiliki kecepatan proses simpan dan buka file. Tidak heran kalau IDE ini paling banyak digunakan terutama dikalangan programmer berbasis web”. (Prayudi et al., 2018)

3. Pengertian Xampp

“XAMPP ialah perangkat lunak bebas yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan campuran dari beberapa program. Yang mempunyai fungsi sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri dari program MySQL database,

(34)

12

Apache HTTP Server, dan penerjemah ditulis dalam bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia di bawah GNU General Public License dan bebas, adalah mudah untuk menggunakan web server yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis”. (Ratnasari, 2018)

4. CodeIgniter

“Codeigniter adalah aplikasi open source yang berupa Framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP”. (Romadhon & Desmulyati, 2019)

2.1.6 Model Pengembangan Perangkat lunak

Metode yang digunakan pada perangkat lunak ini menggunakan metode waterfall dimana pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear.

“Metode SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linier) atau aluur hidup klasisk (classic life cycle). “Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, deasin, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support)”. (Rosa A.S, 2016)

(35)

13

1. Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami, perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk di dokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka dan prosedur pengkodean. Tahap ini mentraslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat di implementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu di dokumentasikan.

3. Pembuatan Kode Program

Desain harus mentranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian Sistem

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara segi logic dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang di inginkan.

(36)

14

Sisitem/Rekayasa Informasi

Analisis Desain Pengkodean Pengujian

5. Pendukung atau Pemeliharaan

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

Sumber (Rosa A.S, 2016)

Gambar II.1, Tahapan metode waterfall

2.1.7 Pengertian Klinik

“Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan (perawat dan atau bidan) dan dipimpin oleh seorang tenaga medis (dokter, dokter spesialis, dokter gigi atau dokter gigi spesialis).” (Indarti & Laraswati, 2018)\

(37)

15

2.1.8 Pengertian Rekam Medis

Dalam penjelasan Pasal 46 ayat (1) UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, yang dimaksud dengan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Menurut PERMENKES No:269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

“Keberadaan unit rekam medis pada suatu rumah sakit sangat penting. Hal ini karena sebagai sumber informasi yang berasal dari data rekam medis, oleh sebab itu perlu adanya manajemen mutu yang baik dalam penggelolaan rekam medis sehingga dapat digunakan sebagai landasan perencanaan dan untuk menilai kinerja unit pelayanan medis.”

Kemudian Mengemukakan bahwa “manfaat dari pencatatan rekam medis ini adalah sebagai dokumentasi mengenai diagnosa penyakit dan sebagai acuan bagi pemeriksaan pasien dikemudian hari.” (Dinkes, 2017)

2.2 Teori Pendukung

2.2.1. Entity Relationship Diagram A. Entity Relationship Diagram (ERD)

1. Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)

“ERD adalah suatu model untuk menjelaskan mengenai hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang memiliki hubungan antar

(38)

16

relasi. Entity Relationship Diagram oyi untuk memodelkan struktur data serta hubungan antar data, untuk dapat menggambarkannya digunakan beberapa notasi serta simbol.” (Ibeng, 2018)

Sedangkan menurut pemahaman sumber lain

ERD adalah tools yang digunakan untuk melakukan pemodelan data secara abstrak dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan struktur dari data yang digunakan”. (Mulyani, 2016)

Simbol–simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut:

Simbol Keterangan

Entitas yaitu kumpulan dari objek yang dapat didentifikasi secaraunik.

Relasi yaitu hubungan yang terjadi antara salah satu lebih entitas . jenis hubungan antara lain, one to one, one to many, many to many.

Atribut yaitu karakterstik dari entitas atau relasi yang merupakan penjelasan detail tentang entitas.

Alur yaitu Hubungan antara entitas dengan atributnya.

(39)

17

a. Kardinalitas Relasi

1. Satu ke satu (one to one), setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya. 2. Satu ke banyak (one to many), setiap anggota entitas A dapat

berhubungan dengan lebih dari satu anggota dengan lebih dari satu anggota entitas B, tetapi tidak sebaliknya.

3. Banyak ke banyak (many to many), setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.

B. Logical Relatioship Struktur (LRS)

“Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur record- record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas. Menentukan kardinalitas, jumlah tabel, dan ForeignKey (FK). (Fridayanthie & Mahdiati, 2016)

Logical Record Structure (LRS)”.

Menentukan kardinalitas, Jumlah tabel, dan ForeignKey(FK). Berikut adalah cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record Strutured) berdasarkan

Entity Relationship Diagram :

a. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada tau menyatukan kedua entitas tersebut.

b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many.

c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibuat “file konektor” yang berisi dua foreign key yang berasal dari kedua entitas.

(40)

18

2.2.2. Unfield Modeling Laguage

UML adalah bahasa pemodelan standar pada rekayasa perangkat lunak. Dengan menggunakan UML akan berdampak kepada peningkatan produktifitas dan kualitas serta pengurangan biaya dan waktu. (Munawar, 2018)

Ada 3 macam diagram dalam Uml diantaranya adalah:

1. Activity diagram

Activity diagram “Merupakan alur kerja atau kegiatan dari sebuah sistem atau menu

yang ada pada perangkat lunak.” (Mulyani, 2016)

GAMBAR NAMA KETERANGAN

PARTITION

Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi

.

ACTIVITY

Memperlihatkan

bagaimana masing-masing kelas antar muka saling berinteraksi satu sama lain.

ACTION

State dari sistem yang mencerminkan eksekusi dari suatu akal.

INITIAL NODE

Bagaimana objek dibentuk atau diawali.

FINAL NODE

Bagaimana objek dibentuk dan diakhiri.

(41)

19

DECISION Menggambarkan suatu

keputusan/tindakan yang harus diambil pada kondisi tertentu.

LINE CONECTOR

Digunakan untuk menghubungkan satu simbol dengan simbol lainnya.

Tabel II.1 Simbol Activity Diagram

2. Usecase diagram

Use Case diagram adalah “Gambaran graphical dari beberapa atau semua actor, use case, dan interaksi diantaranya yang memperkenalkan suatu sistem.” (Pratama, 2019)

GAMBAR NAMA KETERANGAN

ACTOR Menspesifikasikan himpunan

peran yang pengguna mainkan ketika berinteraksi dengan

usecase.

INCLUDE Menspesifikasikan bahwa

usecase sumber secara eksplisit.

EXTEND Menspesifikasikan bahwa

usecase target memperluas perilaku dari usecase sumber pada suatu titik yang diberikan.

ASSOCIATION Apa yang menghubungkan

(42)

20

lainnya.

SYSTEM Menspesifikasikan paket yang

menampilkan sistem secara terbatas.

USECASE Deskripsi dari urutan aksi-aksi

yang di tampilkan sistem yang menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu aktor

Tabel II.2 Simbol Usecase Diagram

3. Class diagram

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. (Lano, 2016)

GAMBAR NAMA KETERANGAN

CLASS Himpunan dari objek-onjek yang

berbagi atribut serta operasi yang sama.

ASSOCIATION Apa yang menghubungkan antara

objek satu dengan yang lain.

(43)

21

4. Sequence diagram

Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dengan massage yang dikirimkan dan diterima antar objek. (Rosa AS, 2017)

GAMBAR NAMA KETERANGAN

LIFELINE Objek entity,antarmuka yang

saling berinteraksi.

ACTOR Untuk menggambarkan

user/pengguna.

MESSAGE Spesifikasi dari komunikasi

antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

BOUNDARY Untuk menggambarkan sebuah

form. CONTROL CLASS Digunakan untuk menghubungkan boundary dengan tabel.

(44)

23

BAB III

ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1. Tinjauan Perusahaan

Klinik Naufal Husada bergerak dibidang layanan jasa kesehatan Memelihara kesehatan karyawan serta seluruh lapisan masyarakat. Memberi layanan kesehatan terpadu meliputi pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi.

Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis melakukan pendekatan untuk memperoleh data-data yang diperlukan dengan metode penelitian wawancara, observasi dan mendatangi langsung kelapangan bagaimana pelaksanaan dari sistem yang berjalan.

Setelah mengetahui sistem yang berjalan pada Klinik Naufal Husada, penulis dapat menganalisa dan mencari masukan, kekurangan-kekurangan pada sistem yang ada. Tinjauan terhadap sistem ini dibagi menjadi sejarah Klinik Naufal Husada, struktur organisasi serta fungsi yang berlaku hingga sekarang di Klinik Naufal Husada.

3.1.1. Sejarah institusi/Perusahaan

Klinik Naufal Husada berdiri pada tahun 2014 yang mana saat itu adalah klinik Naufal Husada menjadi sebuah layanan jasa kesehatan kedua setelah Puskesmas yang berada di Pabuaran, Klinik Naufal Husada bergerak dibidang layanan jasa kesehatan Memelihara kesehatan karyawan serta seluruh lapisan masyarakat. Memberi layanan kesehatan terpadu meliputi pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi.

(45)

24

PEMILIK

DOKTER Kepala Admin

Admin

Awalnya Klinik Naufal Husada berdiri dengan mengandalkan oleh hanya satu pasien yang kini namanya terkenal di Pabuaran yaitu Dr.Eko, beliau menjadi pemilik sekaligus Dokter yang berada di Klinik hingga sekarang, Beliau adalah sosok Dokter yang terkenal ramah hingga membuat banyak orang berminat untuk berobat ke Klinik.

3.2. Struktur Organisasi dan Fungsi

1. Struktur Organisasi

Sumber:Klinik Naufal Husada

(46)

25

2. Deskripsi Pekerjaan ( Job Description ) a. Pemilik

Pemilik klinik mempunyai tugas fungsi untuk mengelola klinik dan mengatur jalannya klinik, mengevaluasi administrasi dan pelayanan kesehatan, serta membuat konsep pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan tindakan medis.

b. Dokter

Dokter memiliki tugas fungsi untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan kepada pasien, memberikan pelayanan kesahatan umum, dan mencatat semua keluhan penyakit pasien.

c. Kepala Admin

Kepala Admin memiliki tugas sebagai orang yang bertanggung jawab dalam mengelolan mengenai Admin, mendaftarkan admin baru, mencari admin baru serta bertanggung jawab dalam menyampaikan laporan pada pemilik.

d. Admin

Staf memilik tugas fungsi dalam bagian administrasi, seperti mencatat data pasien, data kunjungan, mencatat data obat yang diinformasikan dari dokter, mencatat data janji pasien dengan dokter, serta membuat laporanlaporan yang nantinya akan diberikan kepada dokter dan pemilik klinik.

(47)

26

3.2. Prosedur Sistem Berjalan

1.3.2 Pendaftaran Pasien

Dalam kegiatan pengobatan umum atau berobat jalan, diawali ketika pasien datang untuk berobat dan mendaftarkan diri kebagian administrasi. Jika pasien yang datang berobat belum pernah berobat diklinik ini maka bagian adminsitrasi akan mendaftarkan pasien dan membuat form rekam medis baru untuk pasien tersebut. Jika pasien sudah pernah berobat, maka bagian administrasi akan meminta pasien menunjukan kartu pasien dan mencari berkas rekam medis didalam ruang rekam medis. Jika pasien sudah pernah berobat tetapi tidak bisa menunjukan kartu pasien bagian administrasi akan menanyakan identitas pasien untuk mencari berkas rekam medis. Jika berkas tidak ditemukan maka pasien akan dibuatkan kartu rekam medis yang baru.

3.2.2 Prosedur Pemeriksaan Pasien

Pasien yang sudah terdaftar diminta menunggu untuk diperiksa oleh dokter. Setelah mendapat giliran utuk diperiksa pasien dipersilahkan masuk ke ruang periksa. Setelah diperiksa dan menjelaskan keluhannya, dokter akan mendiagnosa penyakit pasien dan mencatatnya didalam berkas rekam medis. Setelah itu pasien akan diberikan resep obat dan diminta untuk membayar biaya berobat di bagian administrasi.

(48)

27

1.3.3 Prosedur Administrasi Obat

Setelah mendapatkan resep obat untuk di tebus pasien langsung bisa mengambil obat yang telah di resepkan oleh dokter di bagian Administrasi sekaligus membayar pemeriksaan dan pengobatan di bagian tersebut.

3.3. Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari

sebuah sistem dan user. Berikut ini adalah activity diagram dalam perancangan sistem informasi penerimaan siswa baru berbasis web di (Witanto & Solihin, 2015). Secara grafis juga digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun usecase. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

Sumber: Hasil Penelitian

(49)

28

3.4.Spesifikasi Dokumen Masukan

1. Nama Dokumen Masukan : Kartu Pasien

Fungsi : Tanda pengenal pasien

Sumber : Administrasi

Tujuan : Pasien

Media : Kertas

Frekuensi : Setiap pasien mendaftar

Format : Lampiran A-1

2. Nama Dokumen Masukan : Data register pendaftaran Fungsi : Mendaftarkan pasian

Sumber : Administrasi

Tujuan : Pasien

Media : Kertas

Frekuensi : Setiap pasien mendaftar

Format : Lampiran A-2

3.5. Spesifikasi Dokumen Keluaran

1. Nama Dokumen Masukan : Data resep obat

Fungsi : Mencatat rekam medis pasien

Sumber : Administrasi

Tujuan : Pasien

Media : Kertas

Frekuensi : Setiap pasien mendaftar

(50)

29

2. Nama Dokumen Masukan : Laporan pendaftaran

Fungsi : Melaporkan data kunjungan pasien

Sumber : Administrasi

Tujuan : Pasien

Media : Kertas

Frekuensi : Setiap pasien mendaftar

Format : Lampiran B-2

3.6. Permasalahan Pokok

Permasalahan yang timbul dalam pelayanan kesehatan pada Klinik Naufal Husada adalah masih menggunakan cara-cara manual, sehinggga masih sering terjadi hambatan-hambatan dalam proses pelaksanaannya. Hambatan-hambatan tersebut antara lain :

1. Sistem yang masih manual menyebabkan banyaknya dokumen yang harus disimpan dan Diperlukan waktu yang lama untuk mencari data-data pasien yang akan berobat.

2. Laporan yang kurang efektif karena kemungkinan terjadinya kerangkapan data.

3.7. Pemecahan Masalah

Untuk mengatasi semua permasalahan tersebut di atas, maka penulis memberi alternatif jalan keluarnya sebagai berikut :

1. Dengan menggunakan terkomputerisasi sistem, maka dalam proses penyimpanan data yang masih manual berupa arsip-arsip manual bisa dijadikan file-file yang apabila dibutuhkan dapat mudah dalam proses pencarian data.

(51)

30

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka penulis mengajukan sistem usulan dengan alat bantu komputer tanpa meninggalkan pekerjaan yang dilakukan secara manual sebab tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dengan alat bantu komputer.

(52)

31

BAB IV

PERANCANGAN SISTEM USULAN

4.1. Tahapan Perancangan Sistem

Analisa kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan gambaran perangkat yang akan dihasilkan ketika pengembang melaksanakan sebuah proyek pembuatan perangkat lunak.

4.1.1 Analisis Kebutuhan

Sistem informasi rekam medis berbasis web merupakan sebuah sistem informasi pencatatan riwayat pasien berobat disebuah Rumah Sakit/Puskesman/Klinik ataupun Layanan kesehatan.

A. Kebutuhan Pengguna

Berikut adalah skenario spesifikasi kebutuhan dari sistem informasi rekam medis yang telah di rancang untuk KLINIK NAUFAL HUSADA :

a) Skenario Halaman Kepala Admin a) Mengelola Sistem

b) Mendaftarkan Admin

c) Mengendalikan aktif dan nonaktif nya admin d) Menambahkan Admin

b) Skenario Halaman Admin a) Mengelola data pasien b) Mendaftarkan pasien baru c) Mengelola Obat

(53)

32

e) Mengelola Dokter f) Mengelola Transaksi g) Mengelola Laporan

B. Kebutuhan Sistem

1) Pengguna harus melakukan login terlebih dahulu untuk dapat mengakses aplikasi ini dengan memasukkan username dan password agar privasi masing-masing pengguna tetap terjaga keamanannya.

2) Pengguna harus melakukan logout setelah selesai menggunakan web.

4.1.2 Rancangan Diagram Usecase

Usecase adalah sebuah teknik untuk menangkap kebutuhan fusuinal sistem, usecase menggambarkan antar reaksi pengguna dengan sistem usecase juga menyediakan narasi bagaimana sistem digunakan.usecase juga memiliki beberapa elemen-elemen yang digunakan, diantarnya:

1. Aktor : Mewakili peran orang, sistem yang lain, atau alat ketika berkomunikasi dengan usecase.

2. Usecase : Interaksi anatara sistem dan aktor, ditempatkan didalam sistem

boundary (batasan sistem). Dilabeli dengan kata kerja – frase kata benda.

3. Boundary : Berisi nama dari sistem yang diletakkan di dalam atau dibagian atas boundary, mewakili ruang lingkup sistem.

4. Association Relationship : menghubungkan actor dengan usecase.

5. Include Relationship : perilaku yang harus terpenuhi agar sebuah event dapat terjadi.

(54)

33

A. Usecase Diagram

Gambar IV.1

Use Case Diagram

Tabel IV.1

Deskripsi Use Case Login Admin

Use Case Name Login

Requirements Memiliki username dan password

Goal Admin telah melakukan login

Pre-Conditions Admin memasukan username dan password

Post-Conditions Admin masuk menu utama

Failed end Condition Admin salah memasukan username atau

password

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 1. Admin dapat login

2. Admin dapat mengakses menu utama

Alternate Flow/Invariant Sistem masuk Form utama

uc Use Case sistem klinik

Admin Login Mengelola data pasien Mengelola data dokter Mengelola data obat Mengelola data poliklinik Mengelola rekam medis Transaksi Laporan Kepala admin Login mengelola admin Logout

(55)

34

Tabel IV.2

Deskripsi Use Case Login Kepala Admin

Use Case Name Login

Requirements Memiliki username dan password

Goal Kepala Admin telah melakukan login

Pre-Conditions Kepala Admin memasukan username dan

password

Post-Conditions Kepala Admin masuk menu utama

Failed end Condition Kepala Admin salah memasukan username atau

password

Actors Kepala Admin

Main Flow/ Basic Path 1. Kepala Admin dapat login

2. Agen dapat mengakses menu utama

Alternate Flow/Invariant Sistem masuk Form utama

Tabel IV.3

Deskripsi Use Case Data Pasien

Use Case Name Mengelola data pasien

Requirements Admin dapat menginput data pasien

Goal Admin dapat mengelola data pasien

Pre-Conditions Admin mengakses data pasien

Post-Conditions 1. Admin dapat menambahkan

2. Admin dapate menghapus 3. Admin dapat mengedit 4. Admin dapat mencetak 5. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 1. Admin gagal menambahkan

2. Admin gagal menghapus 3. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 1. Admin dapat mengakses data pasien

2. Admin dapat mengelola data pasien

(56)

35

Tabel IV.4

Deskripsi Use Case Data Dokter

Use Case Name Mengelola data dokter

Requirements Admin dapat menginput data dokter

Goal Admin dapat mengelola data dokter

Pre-Conditions Admin mengakses data dokter

Post-Conditions 6. Admin dapat menambahkan

7. Admin dapate menghapus 8. Admin dapat mengedit 9. Admin dapat mencetak 10. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 4. Admin gagal menambahkan

5. Admin gagal menghapus 6. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 3. Admin dapat mengakses data dokter

4. Admin dapat mengelola data dokter

Alternate Flow/Invariant Sistem masuk Form input data dokter

Tabel IV.5

Deskripsi Use Case Data Obat

Use Case Name Mengelola data obat

Requirements Admin dapat menginput data obat

Goal Admin dapat mengelola data obat

Pre-Conditions Admin mengakses data obat

Post-Conditions 11. Admin dapat menambahkan

12. Admin dapate menghapus 13. Admin dapat mengedit 14. Admin dapat mencetak 15. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 7. Admin gagal menambahkan

8. Admin gagal menghapus 9. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 5. Admin dapat mengakses data obat

6. Admin dapat mengelola data obat

(57)

36

Tabel IV.6

Deskripsi Use Case Data Poliklinik

Use Case Name Mengelola data poliklinik

Requirements Admin dapat menginput data poliklinik

Goal Admin dapat mengelola data poliklinik

Pre-Conditions Admin mengakses data poliklinik

Post-Conditions 16. Admin dapat menambahkan

17. Admin dapate menghapus 18. Admin dapat mengedit 19. Admin dapat mencetak 20. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 10. Admin gagal menambahkan

11. Admin gagal menghapus 12. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 7. Admin dapat mengakses data poliklinik

8. Admin dapat mengelola data poliklinik

Alternate Flow/Invariant Sistem masuk Form input data poliklinik

Tabel IV.7

Deskripsi Use Case Data Rekam Medis

Use Case Name Mengelola data rekam medis

Requirements Admin dapat menginput data rekam medis

Goal Admin dapat mengelola data rekam medis

Pre-Conditions Admin mengakses data rekam medis

Post-Conditions 21. Admin dapat menambahkan

22. Admin dapate menghapus 23. Admin dapat mengedit 24. Admin dapat mencetak 25. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 13. Admin gagal menambahkan

14. Admin gagal menghapus 15. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 9. Admin dapat mengakses data rekam medis

10. Admin dapat mengelola data rekam medis

(58)

37

Tabel IV.8

Deskripsi Use Case Data Transaksi

Use Case Name Mengelola data pasien

Requirements Admin dapat menginput data Transaksi

Goal Admin dapat mengelola data Transaksi

Pre-Conditions Admin mengakses data Transaksi

Post-Conditions 26. Admin dapat menambahkan

27. Admin dapate menghapus 28. Admin dapat mengedit 29. Admin dapat mencetak 30. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 16. Admin gagal menambahkan

17. Admin gagal menghapus 18. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 11. Admin dapat mengakses data Transaksi

12. Admin dapat mengelola data Transaksi

Alternate Flow/Invariant Sistem masuk Form input data Transaksi

Tabel IV.9

Deskripsi Use Case Data Laporan

Use Case Name Mengelola data laporan

Requirements Admin dapat mencetak data laporan

Goal Admin dapat mengelola data laporan

Pre-Conditions Admin mengakses data laporan

Post-Conditions 31. Admin dapat menambahkan

32. Admin dapate menghapus 33. Admin dapat mengedit 34. Admin dapat mencetak 35. Admin dapat menyimpan

Failed end Condition 19. Admin gagal menambahkan

20. Admin gagal menghapus 21. Admin gagal mengedit

Actors Admin

Main Flow/ Basic Path 13. Admin dapat mengakses data laporan

14. Admin dapat mengelola data laporan

(59)

38

4.1.3 Rancangan Activity Diagram

A. Activity Diagram Kepala Admin

Gambar IV.2

Activity Diagram Kepala Admin

act Activ ity Diagram Kepala Admin

Sistem Kepala Admin

Login Verifikasi Login

Tampilan halaman utama admin Mengaktifkan & Menonaktifkan user admin Menambahkan & Menghapus Admin Menyimpan data

(60)

39

B. Activity Diagram Admin

Gambar IV.3 Diagram Aktifitas Admin

act Activ ity Diagram Admin

Input username dan passw ord Admin

Login Menampilkan form login

Input username dan passw ord

Halaman utama

Pilih data pasien

Tampilan data pasien

Pilih data dokter

Tampilan data dokter

Pilih data obat

Tampilan data obat

Pilih data poliklinik

Tampilan data poliklinik

Pilih data rekam medis

Tampilan data rekam medis

Pilih data transaksi

Tampilan data rekam medis Pilih Laporan Tampilan Laporan T i dak T i dak Ya Ya Ya Ya Ya T i dak Benar Ya Sal ah T i dak T i dak

(61)

40

C. Activity Diagram Rekam Medis

Gambar IV.4

Diagram Aktifitas Rekam Medis

act Av tiv ity Diagram Rekam Medis

Sistem Admin

Melakukan Login

Input username dan passw ord

Cek username dan passw ord

Menampilkan halaman utama

Masuk halaman rekam medis Input keluhan Input Diagnosa Mendapatkan id_rekammedis input tanggal_periksa Input id_pasien input id_poliklinik Input nip

Klik tombol simpan Data rekam medis

tersimpan

Benar Salah

(62)

41

D. Activity Diagram Laporan Rekam Medis

Gambar IV.5 Diagram Aktifitas Laporan

4.1.4 Rancangan Dokumen Susulan

Suatu sistem informasi yang diusulkan memiliki beberapa keunggulan dan perbedaan dari proses sebelumnya. Sistem usulan yang telah direncanakan yaitu perancangan sistem informasi Rekam Medis baru pada Klinik Naufal Husada merupakan rancangan yang sebelumnya masih menggunakan cara yang manual dalam melakukan sistem pencatatan serta laporan nya. Sistem usulan terbaru telah terkomputerisasi sehingga dapat memudahkan pemilik serta staf Administrasi terjaga serta tidak akan lama dalam pembuatan data laporan pasien terbaru.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh penulis, yaitu menyarankan sebuah rancangan sistem informasi mengenai rekam medis pada Klinik Naufal Husada.

act Activ ity DIagram Laporan Rekam Medis

Admin Sistem Laporan

Login

Berhasil masuk dan langsung menuj u

halaman laporan

Data rekam medis

pilih data rekam medis yang akan di cetak

Hasil cetak hapus

semua cetak

(63)

42

A. Prosedur Sistem Usulan

Sistem yang diusulkan memiliki beberapa tahapan / prosedur dalam pelaksaan operasional sistem. Adapun tahapan / prosedur yang diusulkan sebagai berikut:

1. Pendaftaran Pasien

Bagian Administrasi akan lebih mudah melakukan pendaftaran bagi pasien yang akan melakukan pengobatan.

2. Data Pasien

Setiap riwayat data pasien akan bisa di simpan dengan mudah dan semua data akan tersimpan secara rapi tanpa adanya penumpukan serta data yang hilang.

3. Pemeriksaan data Transaksi

Pemilik bisa memantau mengenai keseluruhan Transaksi dan Petugas juga akan semakin mudah menyiapkan hasil data transaksi yang akurat untuk setiap pasien. 4. Mencetak Laporan Rekam Medis

Untuk memantau jalan nya pelayanan dan menginginkan hasil laporan yang akurat maka di sediakan laporan cetak mengenai laporan rekam medis yang secara keseluruhan berada di sistem.

B. Spesifikasi Rancangan Sistem Usulan

Spesifikasi rancangan sistem usulan akan membahas rincian bentuk dokumen-dokumen masukan dan keluaran yang diusulkan pada sistem Perancngan Sistem Informasi Rekam Medis di Klinik Naufal Husada. Disini penulis menjelaskan tentang spesifikasi sitem rancangan sistem usulan diantaranya:

(64)

43

1. Bentuk Dokumen Masukan a. Data Pasien

Nama Dokumen : Data Pasien

Fungsi : Mengelola Data Pasien Sumber : Administrasi

Tujuan : Sistem

Frekuensi : Setiap melakukan pendaftaran Jumlah : 1 Data Pasien

Media : Komputer Bentuk : Lampiran A-1 b. Rekam Medis

Nama Dokumen : Rekam Medi

Fungsi : Menginput Data Rekam Medis Sumber : Petugas

Tujuan : Sistem

Frekuensi : Setiap pasien melakukan pemeriksaan Jumlah : 1 File Data Rekam Medis

Media : Komputer Bentuk : Lampiran A-2 c. Data Obat

Nama Dokumen : Data Obat

Fungsi : Mengelola Data Obat Sumber : Petugas

Tujuan : Sistem

(65)

44

Jumlah : 1 Bulan Sekali Media : Komputer Bentuk : Lampiran A-3

2. Bentuk Dokumen Keluaran a. Laporan Stok Obat

Nama Dokumen : Laporan Stok Obat

Fungsi : Melaporkan data stok obat Sumber : Petugas

Tujuan : Kepala Klinik

Frekuensi : Setiap 2 Minggu sekali Jumlah : 1 Lembar

Media : Komputer Bentuk : Lampiran B-1 b. Kartu Data Pasien Terdaftar

Nama Dokumen : Kartu Pasien Terdaftar Fungsi : Bukti telah terdaftar Sumber : Pasien

Tujuan : Administrasi

Frekuensi : Setiap akan melakukan pemeriksaan Jumlah : 1 Lembar

Media : Kertas

Bentuk : Lampiran B-2 c. Laporan

(66)

45

Fungsi : Sebagai bukti data pasien Sumber : Petugas

Tujuan : Kepala Klinik

Frekuensi : Setiap Kepala Klinik meminta Jumlah : 1 Lembar Media : Kertas Bentuk : Lampiran B-3 4.1.5. Rancangan Prototype 1. Tampilan Login Gambar IV.6 Tampilan Login

(67)

46

2. Tampilan Sistem Kepala Admin

Gambar IV.7

Tampilan Halaman Utama Kepala Admin

3. Tampilan Halaman Utama Admin

Gambar IV.8

Tampilan Halaman Utama Admin

4. Tampilan Data Pasien

Gambar IV.9 Tampilan Data Pasien

(68)

47

5. Tampila Daftar Pasien

Gambar IV.10 Tampilan Daftar Login

6. Tampilan Data Dokter

Gambar IV.11 Tampilan Data Dokter

(69)

48

7. Tampilan data obat

Gambar IV.12 Tampilan Data Obat

8. Tampilan Data Poliklinik

Gambar IV.13 Tampilan Data Poliklinik

(70)

49

9. Tampilan Data Rekam Medis

Gambar IV.14 Tampilan Data Rekam Medis

10. Tampilan Laporan Rekam Medis

Gambar IV.15

(71)

50

4.2. Perancangan Perangkat Lunak

4.2.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Gambar IV.16

(72)

51

4.2.2 Logical Record Structure

Gambar IV.17

Logical Record Structure (LRS)

class LRS pasien - alamat: text - email: varchar - id_pasien*: int - jenis_kelamin: enum - nama_pasien: varchar - no_telp: varchar dokter - alamat: text - email: varchar - nama_dokter: varchar - nip*: char - no_telp: varchar - spesialis: varchar poliklinik - gedung: varchar - id_poliklinik*: int - nama_poliklinik: varchar rekam_medis - diagnosa: text - id_pasien**: int - id_poliklinik**: int - id_rekammedis*: int - keluhan: text - nip**: char - tgl_periksa: int laporan - id_rekammedis: int - nama_dokter: varchar - nama_pasien: varchar - tgl_periksa*: int obat - harga: int - id_obat*: int - keterangan: text - nama_obat: varchar transaksi - diagnosia: text - id_transaksi*: int - nama_dokter: varchar - nama_obat: varchar - nama_pasien: varchar - tgl_periksa: int - total_harga: varchar M menemui 1 M melakukan 1 1 mencatat M 1 mencatat 1 1 mempunyai 1 M mencetak 1

(73)

52

4.2.1 Spesifikasi File

Spesifikasi file yang ada pada sistem ini merupakan kumpulan data dari beberapa tabel yang terdapat dalam database. Berikut Spesifikasi file yang digunakan dalam Rekam Medis di Klinik Naufal adalah :

1. Spesifikasi file pasien

Nama file : pasien

Akronim : pasien.myd

Media : Harddisk

Tipe file : File transaksi

Kunci Field : id_pasien

Software : MySQL

Akses file : Random

Panjang record : 142byte

Tabel IV.10 Spesifikasi file Data Pasien

No Nama Field Tipe Size Keterangan

1. id_pasien Int 10 Primary key

2. nama_pasien Varchar 100 3. jenis_kelamin Enum

4. Email Varchar 100

5. no_telp Varchar 20

Gambar

GAMBAR  NAMA   KETERANGAN
Tabel II.1 Simbol Activity Diagram
Diagram  kelas  atau  class  diagram  menggambarkan  struktur  sistem  dari  segi  pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem
Diagram  sekuen  menggambarkan  kelakuan  objek  pada  use  case  dengan  mendeskripsikan  waktu  hidup  objek  dengan  massage  yang  dikirimkan  dan  diterima  antar objek
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ketidakpastian standar merupakan ketidakpastian tiap-tiap komponen yang merupakan nilai dari hasil ketidakpastian suatu pengukuran yang berupa perkiraan deviasi standar yang

Tanpa VLAN, sebuah Switch akan memperlakukan semua interface pada Switch tersebut berada pada broadcast domain yang sama – dengan kata lain, semua piranti yang terhubung ke

Perolehan data ini dilakukan dengan memberikan pernyataan dalam bentuk kuesioner kepada 32 karyawan yang meliputi karyawan tetap sebagai responden motivasi kerja

Syukur alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan berkah, rahmat, taufik, hidayah dan juga inayahnya sehingga penulis mampu

Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerja sama kelompok. Hal ini bertujuan untuk lebih jauh

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendapatkan data performans produksi kambing Boer pada lahan dataran rendah iklim basah; dan (2) Pengembangan dan perbanyakan

Menandatangani surat perjanjian dengan Direktorat Pembinaan SMK bagi SMK yang ditetapkan sebagai penerima bantuan;. Menandatangani Pakta Integritas bagi SMK yang

1. Aplikasi Katalog Interaktif Menggunakan Teknologi Augmented Reality Berbasis Android telah berhasil dibangun. Aplikasi membantu pengguna dalam mengetahui beberapa tipe