BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL (BAN PAUD DAN PNF)
PERANGKAT AKREDITASI
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL TAHUN 2021
Khusus Untuk Asesor BAN PAUD dan PNF
PERANGKAT AKREDITASI
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL TAHUN 2021
(Khusus Untuk Asesor BAN PAUD dan PNF)
TIM PENULIS
Prof. Dr. Supriyono, M.Pd.
Dr. Irma Yuliantina, M.Pd.
Dr. Nugaan Yulia Wardhani Siregar, M.Si.
Dr. Hj. Atiyah Suharti, M.Pd.
Dr. Eneng Darol Afiah, M.Si.
Dr. H. Habiburrahman, M.Pd.
Dr. Gutama, M.Pd.
Dr. Hj. Hibana, S.Ag., M.Pd.
Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si.
Bahruddin
Ade Cahyana, M.Sc.
Prof. Dr. Biyanto, M.Ag.
Dr. Firman Hadiansyah, M. Hum.
Nasrulloh, S.E., M. Si. (Han)
BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL (BAN PAUD DAN PNF)
SEKRETARIAT
Komplek Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, Gedung F Lantai 2 Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan 12410
Telepon: (021) 7658424, Fax: (021) 7698141 e-mail: [email protected]
website: www.banpaudpnf.kemdikbud.go.id
PERANGKAT AKREDITASI
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL TAHUN 2021
(Khusus Untuk Asesor BAN PAUD dan PNF)
Penulis:
Prof. Dr. Supriyono, M.Pd.
Dr. Irma Yuliantina, M.Pd.
Dr. Nugaan Yulia Wardhani Siregar, M.Si.
Dr. Hj. Atiyah Suharti, M.Pd.
Dr. Eneng Darol Afiah, M.Si.
Dr. H. Habiburrahman, M.Pd.
Dr. Gutama, M.Pd.
Dr. Hj. Hibana, S.Ag., M.Pd.
Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si.
Bahruddin
Ade Cahyana, M.Sc.
Prof. Dr. Biyanto, M.Ag.
Dr. Firman Hadiansyah, M. Hum.
Nasrulloh, S.E., M. Si. (Han) ISBN: 978-623-97112-1-4
Editor:
Muhammad Najib, S.Kom.
Jaka Aulia Pratama, S.Si., M.Stat.
Alfiannor Luthfi Hasain, S.Psi., M.Si.
Rani Andriani, S.Si., M.Stat.
Desain Sampul & Tata Letak:
Haris Dwijayanto
Penerbit:
BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL (BAN PAUD DAN PNF)
Redaksi:
SEKRETARIAT
Komplek Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, Gedung F Lantai 2 Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan 12410
Telepon: (021) 7658424, Fax: (021) 7698141 e-mail: [email protected]
website: www.banpaudpnf.kemdikbud.go.id Cetakan Pertama, Mei 2021
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit.
KATA PENGANTAR
Hingga memasuki tahun 2021, Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF) berusaha untuk menyesuaikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu kebijakan Kemendikbud meminta BAN PAUD dan PNF menyelenggarakan kegiatan akreditasi sesuai kondisi pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19). Sebagai konsekwensinya, BAN PAUD dan PNF merevisi hamper semua kebijakan, mekanisme, dan program kerja akreditasi, baik secara virtual/daring atau luring.
Yang patut disyukuri, pada 2021, BAN PAUD dan PNF dapat menyelenggarakan kegiatan akreditasi untuk satuan PAUD dan PKBM. Padahal pada 2020 lalu, BAN PAUD dan PNF harus menjalankan kebijakan moratorium akredtasi dari Kemendikbud.
Kebijakan moratorium dimanfaatkan untuk mengembangkan perangkat akreditasi dan aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena 3.1). Hasil pengembangan sistem akreditasi, yakni perangkat akrediatsi, kini sudah ditetapkan Mendikbud RI. Dengan demikian, pelaksanaan akreditas tahun 2021 menggunakan perangkat akreditasi yang baru.
Untuk melaksanakan tahapan-tahapan akreditasi dengan perangkat yang baru dibutuhkan kesamaan pemahaman tentang perangkat akreditasi PAUD dan PNF.
Kegiatan Pembekalan Asesor (PAA) untuk penilaian dalam tahapan Klasifikasi Permohonan Akreditas (KPA), Visitasi, serta Validasi dan Verifikasi juga akan dilaksanakan di setiap BAN PAUD dan PNF Provinsi. Untuk mendukung pelaksanaan PAA itulah disusun buku berisi manual untuk Penilaian Prasyarat Akreditasi (PPA) dan Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) satuan PAUD dan PKBM.
Melalui manual ini satuan PAUD dan PKBM dapat menjadikan rujukan tatkala mengikuti proses akreditasi. Sementara untuk Asesor, manual ini penting sebagai panduan penilaian dalam tahapan KPA, Visitasi Akreditasi, serta Validasi dan Verifikasi. Untuk itulah kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan buku Perangkat Akreditasi PAUD dan PNF Tahun 2021.
Buku ini disusun menjadi dua, yakni, Perangkat Akreditasi PAUD dan PNF Tahun 2021 untuk Asesi serta Perangkat Akreditasi PAUD dan PNF Tahun 2021untuk Asesor.
Seluruh masukan dan saran untuk perbaikan buku ini tetap kami harapkan demi penyelenggaraan akreditasi yang berkualitas. Akhirnya, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan rahmat-Nya dan meridhoi upaya kita bersama untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional. Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin.
Jakarta, 03 Mei 2021
Ketua Badan Akreditasi Nasional
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non formal
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... - 2 -
KATA PENGANTAR ... - 4 -
DAFTAR ISI ... - 5 -
DASAR HUKUM ... - 7 -
PRATINJAU ... - 8 -
MANUAL PPA DAN IPV PAUD 2021 ... - 11 -
A. MANUAL PENILAIAN PRASYARAT AKREDITASI (PPA) SATUAN PAUD ... - 19 -
1. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK ... - 19 -
1.1 Deteksi Pertumbuhan Anak ... - 19 -
1.2 Deteksi Perkembangan Anak ... - 20 -
2. STANDAR ISI ... - 20 -
2.1 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ... - 20 -
2.2 Acuan Kurikulum ... - 20 -
2.3 Layanan Menurut Kelompok Usia ... - 21 -
3. STANDAR PROSES... - 21 -
3.1 Perencanaan Pembelajaran ... - 21 -
3.2 Supervisi Pembelajaran ... - 22 -
3.3 Keterlibatan Orangtua ... - 22 -
3.3.1Komunikasi antara Orangtua dengan Pendidik ... - 22 -
3.3.2Pertemuan/Aktivitas Satuan yang Melibatkan Orangtua ... - 23 -
4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ... - 23 -
4.1 Pendidik ... - 23 -
4.2 Tenaga Kependidikan ... - 24 -
5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA ... - 24 -
5.1 Sarana ... - 24 -
5.1.1 Ketersediaan dokumen daftar inventaris keberadaan sarana bermain pada Dapodik ... - 24 -
5.1.2Ketersediaan Sarana Umum pada Dapodik ... - 25 -
5.2 Prasarana ... - 26 -
5.2.1Luas Lahan ... - 26 -
5.2.2Status Lahan ... - 26 -
5.2.3Prasarana yang Digunakan oleh Satuan PAUD ... - 26 -
6. STANDAR PENGELOLAAN ... - 27 -
6.1 Perencanaan Satuan ... - 27 -
6.2 Pengorganisasian ... - 27 -
6.3 Pelaksanaan ... - 27 -
7. STANDAR PEMBIAYAAN ... - 28 -
7.1 Rencana Anggaran ... - 28 -
7.2 Administrasi Keuangan ... - 28 -
8. STANDAR PENILAIAN ... - 29 -
8.1 Penilaian Perkembangan Anak ... - 29 -
8.2 Laporan Perkembangan Anak ... - 29 -
B. MANUAL INSTRUMEN PENILAIAN VISITASI SATUAN PAUD ... - 29 -
MANUAL PPA DAN IPV PKBM 2021 ... - 58 -
A. MANUAL PENILAIAN PRASYARAT AKREDITASI (PPA) SATUAN PKBM ... - 70 -
1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN ... - 70 -
1.1 Kompetensi Lulusan ... - 70 -
1.2 Profil Lulusan ... - 70 -
2. STANDAR ISI ... - 71 -
2.1 Muatan Kurikulum ... - 71 -
2.2 Kalender Pendidikan ... - 71 -
3. STANDAR PROSES... - 72 -
3.1 Silabus/RPPM ... - 72 -
3.2 RPP/RPPH ... - 72 -
3.3 Pengawasan Pembelajaran ... - 72 -
4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ... - 73 -
4.1 Dokumen Jumlah dan Kualifikasi Akademik Pendidik ... - 73 -
4.2 Dokumen Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) ... - 73 -
4.3 Dokumen Pengalaman Pekerjaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)... - 74 -
5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA ... - 75 -
5.1 Ketersediaan Peralatan Pembelajaran ... - 75 -
5.2 Penggunaan Media Pembelajaran ... - 75 -
5.3 Prasarana Ruangan ... - 76 -
5.4 Kepemilikan Prasarana ... - 76 -
6. STANDAR PENGELOLAAN ... - 76 -
6.1 Dokumen Profil Pimpinan/Ketua ... - 76 -
6.2 Diklat/Kursus Manajerial yang Pernah Diikuti oleh Pimpinan/Ketua PKBM atau Satuan PNF Sejenis .... - 77 -
6.3 Visi, Misi dan Tujuan ... - 77 -
6.4 Kemitraan ... - 77 -
6.5 Pelaksanaan ... - 78 -
7. STANDAR PEMBIAYAAN ... - 78 -
8. STANDAR PENILAIAN ... - 78 -
8.1 Dokumen Panduan/Pedoman Penilaian ... - 78 -
8.2 Pelaksanaan Penilaian ... - 79 -
8.3 Data Peserta Didik yang Terdaftar dan Selesai Mengikuti Pembelajaran ... - 79 -
B. MANUAL INSTRUMEN PENILAIAN VISITASI SATUAN PKBM ... - 79 -
DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 13 Tahun 2018 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal;
4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 71/P/2021 tentang Perangkat Akreditasi PAUD dan PNF; dan
5. Kebijakan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF).
PRATINJAU
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Pasal 50
1. Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan satuan dan/atau program Pendidikan.
2. Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.
3. Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik oleh:
a. Pemerintah Pusat; dan/atau b. lembaga mandiri.
Pasal 51 ayat 1
1. Akreditasi oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf a dilakukan terhadap:
a. Satuan Pendidikan anak usia dini;
b. Satuan Pendidikan pada Jenjang Pendidikan dasar dan menengah;
Pasal 3 ayat 1 dan 2
1. Standar Nasional Pendidikan mencakup a. standar kompetensi lulusan;
b. standar isi;
c. standar proses;
d. standar penilaian Pendidikan;
e. standar tenaga kependidikan;
f. standar sarana dan prasarana;
g. standar pengelolaan; dan h. standar pembiayaan.
2. Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum dan penyelenggaraan Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikannasional.
Pasal 4 ayat 1
Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kesatuan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan.
Pasal 5 ayat 1 dan 2
1. Standar kompetensi lulusan pada pendidikan anak usia dini merupakan standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini.
2. Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) difokuskan pada aspek perkembangan anak yang mencakup:
a. nilai agama dan moral;
b. fisik motorik;
c. kognitif;
d. bahasa; dan e. sosial emosional.
Pasal 8 ayat 1
Standar isi merupakan kriteria minimal yang mencakup ruang lingkup materi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan tertentu.
Pasal 10 ayat 1
Standar proses merupakan kriteria minimal proses pembelajaran berdasarkan jalur, jenjang, dan jenis Pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.
Pasal 16 ayat 1
Standar penilaian Pendidikan merupakan kriteria minimal mengenai mekanisme penilaian hasil belajar Peserta Didik.
Pasal 20 ayat 1
Standar pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki pendidik untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai teladan, perancang pembelajaran, fasilitator, dan motivator Peserta Didik.
Pasal 23 ayat 1
Standar tenaga kependidikan selain pendidik merupakan kriteria minimal kompetensi yang dimiliki tenaga kependidikan selain pendidik sesuai dengan tugas dan fungsi dalam melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses Pendidikan pada Satuan Pendidikan.
Pasal 25 ayat 1
Standar sarana dan prasarana merupakan kriteria minimal sarana dan prasarana yang harus tersedia pada Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan Pendidikan.
Pasal 27 ayat 1
Standar pengelolaan merupakan kriteria minimal mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan yang dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan agar penyelenggaraan Pendidikan efisien dan efektif.
Pasal 32 ayat 1
Standar pembiayaan merupakan kriteria minimal mengenai komponen pembiayaan Pendidikan pada Satuan Pendidikan.
MANUAL
PPA DAN IPV PAUD
2021
KEPMEN NOMOR 71/P/2021
A. MANUAL PENILAIAN PRASYARAT AKREDITASI (PPA) SATUAN PAUD
Seluruh dokumen yang diunggah dalam PPA merupakan dokumen terbaru yang dimiliki oleh satuan PAUD.
1. STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK
1.1 Deteksi Pertumbuhan Anak A. Deskripsi:
Ketersediaan rekapitulasi data pertumbuhan semua anak dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Data berat badan menurut usia (sangat kurang/kurang/normal/risiko berat badan lebih)
2) Data tinggi badan menurut usia (sangat pendek/pendek/normal/tinggi)
3) Data berat badan menurut tinggi badan (gizi buruk/gizi kurang/gizi baik/ berisiko gizi lebih/gizi lebih/obesitas)
4) Informasi lingkar kepala menurut usia dan jenis kelamin (macrocephaly/normal/microcephaly)
Dokumen diambil dari data pertumbuhan semua anak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan atau Pendidik terlatih dari data KMS/KIA atau dari sumber lain yang terkait baik dalam bentuk aplikasi online maupun offline.
Dokumen yang diunggah adalah rekapitulasi pertumbuhan seluruh anak minimal 1 kelas.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan data rekapitulasi pertumbuhan anak dinyatakan memiliki nilai tertinggi apabila memenuhi semua unsur di bawah ini:
Data berat badan menurut usia (sangat kurang/kurang/normal/risiko berat badan lebih).
Data tinggi badan menurut usia (sangat pendek/pendek/normal/tinggi).
Data berat badan menurut tinggi badan (gizi buruk/gizi kurang/gizi baik/ berisiko gizi lebih/gizi lebih/obesitas)
Data lingkar kepala tersedia kategori status lingkar kepala berupa normal dan tidak normal yakni lingkar kepala lebih dari normal (macrocephaly) dan lingkar kepala kurang dari normal (microcephaly)1.2 Deteksi Perkembangan Anak A. Deskripsi:
Ketersediaan rekapitulasi data capaian perkembangan anak sesuai kelompok usia, yang dapat diukur menggunakan beberapa instrumen:
1) DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak) 2) KMS (Kartu Menuju Sehat) Terpadu
3) KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) dalam buku Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
4) Data perkembangan anak dari sumber lain yang terkait
Perkembangan anak dapat dilihat secara utuh dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), atau sumber lain yang terkait baik dalam bentuk aplikasi online maupun offline.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan rekapitulasi data capaian perkembangan anak sesuai kelompok usia dinyatakan memiliki nilai jika memiliki salah satu dari DDTK, KMS, KPSP atau sumber lainnya yang terkait.
2. STANDAR ISI
2.1 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) A. Deskripsi:
Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terkini yang minimal terdapat muatan/materi pembelajaran, metode pembelajaran dan lembar pengesahan minimal dari pimpinan Lembaga.
B. Cara Penilaian:
Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dinyatakan memiliki nilai apabila terdapat unsur-unsur di bawah ini:
Muatan/materi Pembelajaran yang dikembangkan sendiri oleh satuan.
Metode pembelajaran.
Lembar pengesahan KTSP, minimal dari pimpinan lembaga.2.2 Acuan Kurikulum A. Deskripsi:
Acuan kurikulum adalah referensi yang digunakan oleh satuan pendidikan berupa standar nasional, campuran standar nasional
dengan internasional; atau campuran nasional dan lokal. Untuk Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) kurikulum disusun mengacu pada standar nasional pendidikan yang dapat diperkaya kurikulum satuan pendidikan negara lain yang mempunyai keunggulan di bidang pendidikan.
B. Cara Penilaian:
Dokumen acuan kurikulum memiliki nilai apabila memenuhi salah satu unsur di bawah ini:
standar nasional
campuran standar nasional dengan internasional; atau
campuran nasional dan lokal2.3 Layanan Menurut Kelompok Usia A. Deskripsi:
Dokumen data terbaru anak didik yang dilayani dan jumlah pendidik di satuan pendidikan adalah dokumen data daftar anak didik sesuai dengan kelompok usia yang dilayani yang terdapat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pengelompokan data meliputi: sejak lahir – 2 tahun atau 2 – 4 tahun atau 4 – 6 tahun (sesuai kondisi yang ada). Data terdiri dari daftar anak didik, jumlah anak dan jumlah Pendidik.
B. Cara Penilaian:
Dokumen layanan menurut kelompok usia dinyatakan memiliki nilai jika terdapat data daftar anak didik setiap kelompok usia sesuai layanannya dan jumlah Pendidik.
3. STANDAR PROSES
3.1 Perencanaan Pembelajaran A. Deskripsi:
Dokumen perencanaan pembelajaran meliputi: Program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan(RPPM), dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yang terbaru.
Dokumen program semester adalah perangkat pembelajaran semester yang diturunkan dari KTSP. Dokumen RPPM adalah perangkat perencaan pembelajaran mingguan yang diturunkan dari program semester. Dokumen RPPH adalah perangkat perencanaan pembelajaran harian yang diturunkan dari RPPM.
B. Cara Penilaian:
Dokumen perencanaan pembelajaran dinyatakan memiliki nilai apabila memiliki unsur-unsur di bawah ini:
Program Semester (Tema, Alokasi waktu, Kompetensi Dasar)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) yang memuat identitas program layanan (nama satuan, semester, bulan/minggu, tema sub tema, kelompok usia), Aspek Perkembangan dan Kompetensi Dasar yang dipilih, Materi pembelajaran, Rencana kegiatan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang memuat identitas program layanan (nama satuan, semester, bulan/minggu, tema sub tema, kelompok usia), Materi pembelajaran, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, alat dan bahan serta kegiatan penutupKeterangan:
Dalam kondisi Belajar Dari Rumah (BDR) perencanaan menyesuaikan dengan kebutuhan orangtua. Jika orangtua hanya memerlukan sampai RPPM maka dapat dimaknai memiliki nilai RPPH.
3.2 Supervisi Pembelajaran A. Deskripsi:
Supervisi Pembelajaran adalah pengawasan yang dilakukan oleh kepala satuan PAUD terhadap proses pembelajaran yang meliputi waktu pelaksanaan supervisi; nama Pendidik yang disupervisi;
temuan supervisi; dan tindak lanjut hasil supervisi.
Dokumen supervisi pembelajaran yang digunakan adalah dokumen terbaru.
B. Cara Penilaian:
Dokumen hasil supervisi pembelajaran dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur-unsur di bawah ini:
Waktu pelaksanaan supervisi
Nama Pendidik yang disupervisi
Temuan supervisi
Tindak lanjut hasil supervisi3.3 Keterlibatan Orangtua
3.3.1 Komunikasi antara Orangtua dengan Pendidik A. Deskripsi:
Keterlibatan orangtua dalam satuan PAUD bisa berupa komunikasi antara orangtua dengan pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan PAUD.
Ketersediaan dokumen komunikasi antara orangtua dengan pendidik dapat berupa laporan/foto buku penghubung atau format komunikasi lainnya antara orangtua dengan pendidik.
B. Cara Penilaian:
Dokumen komunikasi antara orangtua dengan pendidik pada satuan PAUD dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi salah satu unsur di bawah ini:
Laporan perkembangan anak dari orangtua kepada satuan PAUD atau sebaliknya
Foto buku penghubung orangtua dengan Pendidik
Format komunikasi lainnya3.3.2 Pertemuan/Aktivitas Satuan yang Melibatkan Orangtua A. Deskripsi:
Keterlibatan orangtua dalam satuan PAUD bisa berbentuk pertemuan atau aktivitas satuan yang melibatkan orang tua dalam rangka meningkatkan kualitas layanan PAUD.
Ketersediaan dokumen pertemuan/aktivitas satuan yang melibatkan orangtua dapat berupa laporan/foto pertemuan/aktivitas yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang melibatkan orangtua.
B. Cara Penilaian:
Dokumen pertemuan/aktivitas satuan yang melibatkan orangtua pada satuan PAUD dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi salah satu unsur di bawah ini:
Laporan terkait pertemuan/aktivitas yang dilakukan antara satuan PAUD dengan orangtua (misalnya berperan dalam kegiatan akhir tahun)
Foto/video pertemuan/aktivitas yang melibatkan orangtua (misalnya aktivitas orangtua dalam mendampingi anak belajar di rumah)4. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
4.1 Pendidik
A. Deskripsi:
Dokumen pendidik PAUD meliputi kualifikasi akademik dan kompetensi. Ketersediaan dokumen kualifikasi dan kompetensi pendidik yang bekerja di satuan yang terdapat dalam Dapodik.
Pastikan satuan PAUD sudah
memasukkan/melengkapi/memperbaharui data pendidik PAUD di
Dapodik terkait kualifikasi dan kompetensi pendidik yang bekerja di satuan.
B. Cara Penilaian:
Data pendidik PAUD di Dapodik mendapat nilai apabila:
minimal berkualifikasi akademik SMA
mengikuti pelatihan tentang PAUD (diklat berjenjang PAUD, diklat teknis pendidik PAUD atau diklat lain yang relevan)4.2 Tenaga Kependidikan A. Deskripsi:
Dokumen tenaga kependidikan PAUD meliputi kepala sekolah/pengelola, tenaga administrasi dan tenaga penunjang lainnya yang dibedakan menurut kualifikasi akademik dan kompetensi lainnya.
Ketersediaan dokumen kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan yang bekerja di satuan dalam Dapodik.
Pastikan satuan sudah melengkapi data tenaga kependidikan di Dapodik terkait kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan yang bekerja di satuan.
B. Cara Penilaian:
Data tenaga kependidikan PAUD di Dapodik mendapat nilai apabila:
minimal berkualifikasi akademik SMA
mengikuti pelatihan yang menunjang pekerjaannya (diklat berjenjang PAUD, diklat teknis tenaga pendidik PAUD, atau diklat lain yang relevan)5. STANDAR SARANA DAN PRASARANA
5.1 Sarana
5.1.1 Ketersediaan dokumen daftar inventaris keberadaan sarana bermain pada Dapodik
A. Deskripsi:
Data ketersediaan dokumen daftar inventaris keberadaan sarana bermain yang digunakan dalam proses pembelajaran terdiri dari:
balok; bahan media dan alat pengembangan seni dan budaya, bahan; media dan alat pengembangan keaksaraan dan angka; alat tulis; alat lukis/gambar; bahan, media dan alat main peran;
bahan, media dan alat memasak; bahan, media dan alat pengembangan agama; bahan, media dan alat pengembangan fisik motorik; bahan, media dan alat bersumber lingkungan alam/sekitar; permainan luar (bak pasir, papan titian, perosotan, ayunan); dan buku bacaan anak.
Pastikan satuan sudah melengkapi Dapodik terkait daftar inventaris keberadaan sarana bermain yang dimiliki.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan data dokumen daftar inventaris keberadaan sarana bermain dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur- unsur di bawah ini:
balok,
bahan media dan alat pengembangan seni dan budaya,
bahan, media dan alat pengembangan keaksaraan dan angka
alat tulis
alat lukis/gambar
bahan, media dan alat main peran
bahan, media dan alat memasak
bahan, media dan alat pengembangan agama
bahan, media dan alat pengembangan fisik motorik
bahan, media dan alat bersumber lingkungan alam/sekitar
permainan luar (bak pasir, papan titian, perosotan, ayunan)
buku bacaan anak5.1.2 Ketersediaan Sarana Umum pada Dapodik A. Deskripsi:
Data ketersediaan sarana umum meliputi antara lain:
listrik/penerangan lain, Instalasi Air, instalasi jamban/toilet dengan air bersih, instalasi fasilitas cuci tangan dengan air mengalir, fasilitas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Pastikan satuan sudah melengkapi Dapodik terkait daftar inventaris keberadaan sarana umum yang terdapat di satuan.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan data sarana umum dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur-unsur di bawah ini:
🗆
satuan sudah memutakhirkan data Dapodik terkait data ketersediaan listrik/penerangan lain🗆
satuan sudah memutakhirkan data Dapodik terkait data ketersediaan Instalasi Air🗆
satuan sudah memutakhirkan data Dapodik terkait data ketersediaan instalasi jamban/toilet dengan air bersih🗆
satuan sudah memutakhirkan data Dapodik terkait data ketersediaan instalasi fasilitas cuci tangan dengan air mengalir🗆
satuan sudah memutakhirkan data Dapodik terkait data kepemilikan fasilitas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)5.2 Prasarana
5.2.1 Luas Lahan A. Deskripsi:
Data luas lahan adalah dokumen yang berisi ukuran luas lahan yang tersedia (data mutakhir).
B. Cara Penilaian:
Data luas lahan mendapat nilai jika data di Dapodik terdapat bukti dokumen yang menyebutkan luas lahan tersebut.
5.2.2 Status Lahan A. Deskripsi:
Data status lahan adalah dokumen yang berisi status lahan yang digunakan oleh satuan pendidikan, baik milik sendiri atau sewa/pinjam pakai (data mutakhir).
B. Cara Penilaian:
Data status lahan mendapatkan nilai jika data di Dapodik terdapat bukti legalitas penggunaan lahan (milik sendiri/hibah/sewa/pinjam pakai).
5.2.3 Prasarana yang Digunakan oleh Satuan PAUD A. Deskripsi:
Dokumen ketersediaan prasarana antara lain meliputi dokumen yang berisi ketersediaan bangunan dan ruang bermain/belajar (data mutakhir).
B. Cara penilaian:
Ketersediaan dokumen prasarana mendapatkan nilai jika data di Dapodik terdapat:
🗆
Data ketersediaan bangunan di satuan PAUD🗆
Data ketersediaan ruang bermain/belajar di satuan PAUD6. STANDAR PENGELOLAAN
6.1 Perencanaan Satuan A. Deskripsi:
Perencanaan Satuan merupakan rencana yang dimiliki oleh satuan PAUD yang meliputi: visi, misi, tujuan satuan pendidikan;
rencana kegiatan satu tahun; dan kalender pendidikan tahun berjalan yang dibuat oleh satuan pendidikan.
B. Cara penilaian:
Ketersediaan dokumen perencanaan satuan dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur-unsur di bawah ini:
Visi, Misi dan Tujuan satuan pendidikan
Rencana kegiatan satuan pendidikan dalam satu tahun
Kalender Pendidikan tahun berjalan yang dibuat oleh satuan pendidikan6.2 Pengorganisasian A. Deskripsi:
Pengorganisasian adalah bagian dari manajemen yang mengatur tugas, wewenang dan tanggungjawab setiap individu/personal di dalam satuan PAUD, yang ditunjukkan dengan struktur organisasi satuan PAUD, deskripsi tugas pokok dan fungsi, serta tata tertib pendidik dan tenaga kependidikan.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan dokumen pengorganisasian dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur-unsur di bawah ini:
Struktur organisasi satuan PAUD
Deskripsi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)
Tata tertib pendidik dan tenaga kependidikan6.3 Pelaksanaan A. Deskripsi:
Pelaksanaan adalah bagaimana suatu rencana dilaksanakan oleh satuan PAUD yang ditunjukkan dengan memiliki dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) masing-masing kegiatan.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan dokumen pelaksanaan dinyatakan memiliki nilai apabila salah satu memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) di bawah ini:
Penerimaan siswa
Pembelajaran
Pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan
Pembiayaan
Pelibatan orangtua/keluarga7. STANDAR PEMBIAYAAN
7.1 Rencana Anggaran A. Deskripsi:
Dokumen Rencana Anggaran tahun berjalan yang meliputi biaya investasi (pembelian tanah/gedung, dll), biaya operasional (gaji, pembelian alat dan bahan main, alat tulis kantor, dll) dan biaya personal (pengadaan seragam, makanan tambahan anak, peralatan habis pakai untuk anak, dll).
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan dokumen Rencana Anggaran tahun berjalan dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur-unsur di bawah ini:
Dokumen biaya investasi
Dokumen biaya operasional Dokumen biaya personal satuan PAUD pada tahun berjalan7.2 Administrasi Keuangan A. Deskripsi:
Administrasi keuangan adalah manajemen yang mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan keuangan, minimal meliputi catatan pemasukan dan catatan pengeluaran.
B. Cara penilaian:
Ketersediaan dokumen administrasi keuangan dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi unsur-unsur di bawah ini:
Dokumen pembukuan (catatan pemasukan dan pengeluaran)
Laporan keuangan (bulanan atau tahunan)8. STANDAR PENILAIAN
8.1 Penilaian Perkembangan Anak A. Deskripsi:
Dokumen penilaian perkembangan anak adalah dokumen penilaian harian terhadap capaian seluruh aspek perkembangan anak yang dilaksanakan melalui observasi yang bersifat penilaian otentik antara lain dalam bentuk ceklis/catatan anekdot/hasil karya/dokumentasi/bentuk penilaian lainnya.
B. Cara Penilaian:
Dokumen terbaru terkait penilaian perkembangan anak mendapatkan nilai apabila memenuhi salah satu unsur di bawah ini:
ceklis
catatan anekdot
hasil karya
dokumentasi
bentuk penilaian lainnya.8.2 Laporan Perkembangan Anak A. Deskripsi:
Laporan perkembangan anak adalah laporan hasil penilaian terhadap capaian perkembangan anak kepada orangtua peserta didik dengan frekuensi pelaporan secara berkala dan setiap semester.
B. Cara Penilaian:
Ketersediaan dokumen laporan perkembangan anak dinyatakan memiliki nilai apabila memenuhi salah satu unsur di bawah ini:
Berkala (mingguan/bulanan/triwulan)
Setiap semesterB. MANUAL INSTRUMEN PENILAIAN VISITASI SATUAN PAUD PETUNJUK UMUM:
1) Instrumen Penilaian Visitasi (IPV) PAUD terdiri dari 26 butir. Setiap butir memiliki bobot nilai yang berbeda.
2) Pelajari seluruh butir instrumen sebelum melaksanakan visitasi/penilaian ke satuan PAUD.
3) Lakukan pengamatan langsung atau melalui foto/video/dokumen lainnya terhadap seluruh proses kegiatan pembelajaran.
4) Jika tidak semua indikator butir teramati saat visitasi, maka dilakukan penelusuran dari bukti lainnya antara lain: foto, video, dokumen atau hasil wawancara; setiap bukti wawancara dituliskan dalam bentuk narasi catatan per butir dan dapat ditambahkan dengan rekaman suara;
5) Penggalian data melalui wawancara dapat dilakukan kepada: kepala sekolah, Pendidik, tenaga kependidikan lainnya, orangtua, serta pihak lain yang terkait.
6) Dokumen lainnya dapat berupa kurikulum satuan pendidikan, perencanaan (semester, mingguan, harian), hasil penilaian yang berupa catatan anekdot atau hasil karya anak.
7) Unggah semua data pendukung hasil visitasi dan hasil penelusuran bukti/dokumen pada setiap butir instrumen.
8) Asesor harus menuliskan catatan hasil penilaian per butir berupa antara lain: alasan pemberian jawaban, penjelasan foto/video/dokumen lainnya, atau hal-hal khusus yang ditemukan.
9) Asesor mengisi format data satuan PAUD yang divisitasi/dinilai sebagaimana berikut ini.
Nama dan alamat satuan PAUD yang divisitasi/dinilai:
………
………
………
………
………
Kab/Kota ………
………
………
………
Provinsi ………
………
………
………
NPSN ………
………
………
………
No telp/HP ………
………
………
………
Email ………
………
………
………
Kepala/Pengelola Satuan Pendidikan:
………
………
Badan Hukum (kelembagaan):
………
………
Kelompok usia anak yang dilayani:
0 – 1 tahun = ………… anak
1 – 2 tahun = ………… anak
2 – 3 tahun = ………… anak
3 – 4 tahun = ………… anak
4 – 5 tahun = ………… anak
5 – 6 tahun = ………… anakData pendidik dan tenaga kependidikan:
• Jumlah pendidik …… orang
• Jumlah tenaga kependidikan …… orang
Nama Lengkap Asesor :
………
………
………
Pelaksanaan Visitasi:
• Tgl … / bl ……… / th 202 …
• Pukul ………… s.d. pukul …………
MANUAL IPV PAUD
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
1. Pendidik menstimulasi anak untuk mempraktikkan berbagai pengalaman keagamaan dalam konteks keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan anak mempraktikkan berbagai pengalaman keagamaan dalam konteks keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
melalui:
Pendidik menanamkan nilai-nilai keagamaan/keimanan melalui dialog, dongeng, cerita baik dengan alat maupun tanpa alat, dan/atau membaca buku cerita (story telling).
Pendidik mengenalkan makhluk ciptaan Tuhan (manusia/matahari/bulan/
bintang/pelangi) dan
mengenalkan benda hasil karya
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pada tahapan fairy tale stage (3-6 tahun) menjelang realistic stage (7-12 tahun) Pendidik menanamkan nilai- nilai keagamaan/keimanan melalui dialog, dongeng, cerita imajiner baik dengan alat maupun tanpa alat,
dan/atau membaca buku cerita (story telling) dalam proses pembelajaran
• Sikap/perilaku anak mengenal Tuhan YME melalui dialog, dongeng, cerita.
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik saat mengenalkan makhluk ciptaan Tuhan (manusia/matahari/
bulan/ bintang/ pelangi) dan
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
manusia (rumah/meja /sepatu/makanan).
Pendidik memberikan contoh perilaku baik sesuai dengan nilai agama terhadap manusia sebagai ciptaan Tuhan YMEmengenalkan benda hasil karya manusia (rumah/meja/sepatu/
makanan) dalam proses pembelajaran
• Respon/tanggapan anak ketika Pendidik/orang dewasa menanyakan siapa yang menciptakan
manusia/matahari/ bulan/ bintang/
pelangi/langit dan benda hasil karya manusia;
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik saat memberikan contoh perilaku baik sesuai dengan nilai agama terhadap manusia sebagai ciptaan Tuhan YME, misalnya melalui dialog, mendongeng, bercerita baik dengan alat maupun tanpa alat, membaca buku cerita (story telling) dalam proses pembelajaran
• Sikap dan perilaku baik anak sesuai dengan nilai agama terhadap manusia sebagai ciptaan Tuhan YME dalam berbagai aktivitas seperti
mengucapkan salam, mengucapkan terima kasih, memohon maaf.
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Pendidik memberikan contoh perilaku baik terhadap makhluk ciptaan Tuhan YME melaluikegiatan memelihara tanaman dan kegiatan menyayangi binatang
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik saat memberikan contoh perilaku baik terhadap makhluk ciptaan Tuhan YME melalui kegiatan memelihara tanaman dan kegiatan menyayangi binatang.
• Sikap dan perilaku baik anak terhadap makhluk ciptaan Tuhan YME seperti menyiram
tanaman/memberi makan binatang 2. Pendidik menstimulasi
anak
untuk
mempraktikkan ibadah sesuaiagama/ keyakinan yang dianut.
Indikator pembelajaran dalam
menstimulasi anak untuk melakukan praktik ibadah sesuai
agama/keyakinan yang dianut, melalui:
Pendidik menstimulasi anak untuk dapat mengucapkan do’a sesuai dengan agamanya.
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Saat Pendidik memberikan contoh mengucapkan doa kepada anak melalui bacaan langsung atau memperdengarkan doa-doa sesuai dengan agamanya
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Pendidik menstimulasi anak untuk mengucapkan salam/ membalas salam kepadateman/Pendidik/orangtua/orang lain
Pendidik menstimulasi anak untuk dapat menirukan praktik ibadah sesuai agamanya
Pendidik mengenalkan tempat ibadah sesuai agama anak• Respon/tanggapan anak ketika Pendidik/orang dewasa meminta anak mengucapkan do’a
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik memberikan contoh mengucapkan salam/ membalas salam kepada teman/Pendidik/
orangtua/orang lain
• Respon/Tanggapan anak ketika mendapatkan ucapan salam
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik memberi stimulasi dan contoh praktik ibadah tertentu sesuai agama anak
• Respon/tanggapan anak ketika Pendidik/orang dewasa meminta anak mempraktikan ibadah tertentu sesuai agamanya
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
• Pendidik memfasilitasi anak untuk mengenal tempat ibadah (melalui kunjungan langsung atau melalui foto/video)
• Respon/tanggapan anak ketika dikenalkan tempat ibadah (melalui kunjungan langsung atau melalui foto/video)
3.
Pendidik menstimulasi anak dalam pembiasaan
untuk
berperilakuterpuji/ berbudi
luhur.
Indikator pembelajaran terkait pembiasaan anak berperilaku terpuji/berbudi luhur, antara lain melalui:
Pendidik membiasakan anak untuk menghormati orang yang lebih tua
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik membiasakan anak menghormati orang yang lebih tua melalui contoh langsung, dialog, dongeng, cerita baik dengan alat maupun tanpa alat, membaca buku cerita/story telling
• Respon/tanggapan anak saat berinteraksi dengan Pendidik atau orang yang lebih tua
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Pendidik membiasakan anak untuk bersikap jujur
Pendidik menstimulasi anak untuk menolong orang lain
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik membiasakan anak untuk bersikap jujur untuk: mengatakan apa adanya jika berbicara (tidak berbohong); mengambil sesuai jatah/haknya jika ada pembagian sesuatu (pembagian permen); anak menceritakan apa yang dia lakukan;
anak menyatakan perasaannya;
mengakui salah jika ternyata melakukan kesalahan
• Respon/tanggapan anak ketika diminta mengambil sesuai
jatah/haknya jika ada pembagian sesuatu (pembagian permen)
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:• Pendidik menstimulasi anak untuk menolong orang lain: membantu
teman yang kesulitan/ membutuhkan pertolongan; turut serta pada
kegiatan bere-beres saat selesai bermain; bersedia membantu Pendidik/temannya yang sedang
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
kesulitan; bersedia
menunda/menghentikan
permainannya ketika ada temannya yang tiba-tiba menemui musibah (misalnya jatuh, terpeleset, sakit);
sabar menunggu giliran.
• Respon/tanggapan ketika melihat teman atau orang sekitarnya perlu pertolongan
4. Pendidik menstimulasi anak untuk menunjukkan
kemampuan motorik kasar
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan motorik kasar anak, antara lain:
Berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, skipping (lompat tali), dan lain-lain
Menekuk dan meregang, mendorong dan menarik,mengangkat dan menurunkan, dan lain-lain
Memutar, mengocok, melingkar, melambungkan, dan lain-lain
Melempar, menangkap,menendang, memukul dan lain- lain
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik menstimulasi motorik kasar anak melalui: berjalan, berlari,
melompat, meloncat, meluncur, skipping (lompat tali), dan lain-lain;
menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, mengangkat dan
menurunkan, dan lain-lain; memutar, mengocok, melingkar, melambungkan, dan lain-lain; melempar, menangkap, menendang, memukul dan lain-lain
• Kemampuan motorik kasar anak yang ditunjukkan dengan: berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur,
skipping (lompat tali), dan lain-lain;
menekuk dan meregang, mendorong
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
dan menarik, mengangkat dan
menurunkan, dan lain-lain; memutar, mengocok, melingkar, melambungkan, dan lain-lain; melempar, menangkap, menendang, memukul dan lain-lain 5. Pendidik menstimulasi anak
untuk menunjukkan
kemampuan motorik halus
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan motorik halus anak, antara lain:
Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya
Mencoret-coret/menggambar/melukis
Menyusun balok/puzzle/benda lainnya
Meremas/membentuk/mengguntin g/merobek
Menggunakan alat tulisAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik menstimulasi motorik halus anak melalui: memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya;
mencoret-coret/menggambar/melukis;
menyusun balok/puzzle/benda lainnya;
meremas/membentuk/menggunting/me robek; menggunakan alat tulis dengan luwes dan tepat (posisi jempol, telunjuk dan jari tengah menggenggam pensil)
• Kemampuan motorik halus anak yang ditunjukkan dengan: memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya; mencoret-
coret/menggambar/melukis; menyusun balok/puzzle/benda lainnya;
meremas/membentuk/menggunting/me robek; menggunakan alat tulis dengan luwes dan tepat (posisi jempol, telunjuk dan jari tengah menggenggam pensil)
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
6. Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal dan
membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Indikator pembelajaran terkait pengenalan dan pembiasaan hidup bersih dan sehat adalah anak terbiasa untuk:
Mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun
Menggosok gigi dan memotong kuku
Menaruh sampah pada tempatnya
Membersihkan lingkungan setelah bermain
Standar penanganan covid-19Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik mengenalkan dan
membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun; menggosok gigi dan memotong kuku; menaruh sampah pada
tempatnya; membersihkan lingkungan setelah bermain; menggunakan
masker/face shields, menjaga jarak aman, menutup mulut saat
bersin/batuk, selalu mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer
• Anak terbiasa melakukan PHBS dengan cara: mencuci tangan dengan air
mengalir menggunakan sabun;
menggosok gigi dan memotong kuku;
menaruh sampah pada tempatnya;
membersihkan lingkungan setelah bermain; menggunakan masker/face shields, menjaga jarak aman, menutup mulut saat bersin/batuk, selalu
mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
7. Satuan pendidikan
mengupayakan keamanan anak dan lingkungan
Indikator satuan pendidikan dalam mengupayakan keamanan anak dan lingkungan antara lain:
Memastikan satuan pendidikan menerapkan standar dan prosedur keselamatan anak
Melakukan safety talk(mengkampanyekan prosedur kesalamatan dan keamanan) secara berkala kepada peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.
Mengadakan emergency drills (praktik menghadapi keadaan darurat) secara berkala.Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik dan/atau tenaga kependidikan menerapkan standar dan prosedur keamanan dan keselamatan anak, seperti waspada terhadap orang tidak dikenal, melindungi anggota tubuh yang sensitif, menghindari diri dari benda berbahaya;
• Pendidik dan/atau tenaga kependidikan melakukan safety talk
(mengkampanyekan prosedur
kesalamatan dan keamanan) secara berkala kepada peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan;
• Pendidik dan/atau tenaga kependidikan melakukan emergency drills (praktik menghadapi keadaan darurat) secara berkala.
8. Pendidik menstimulasi kemampuan anak dalam proses pemecahan masalah
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan anak dalam proses pemecahan masalah:
Menstimulasi anak agar bisa mengidentifikasi masalah yang dihadapi sesuai dengan tingkat usiaAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pengamatan terhadap Pendidik:• Pendidik menstimulasi kemampuan mengidentifikasi masalah yang
dihadapi anak sesuai dengan tingkat
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Menstimulasi anak untuk mencari solusi masalah yang dihadapi
Memberikan dukungan(scaffolding) kepada anak untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
Memberikan penghargaan kepada anak apabila masalah sudah terpecahkanusia melalui berbagai kegiatan main sesuai dengan ide anak (contoh:
mengapa bangunanku selalu jatuh kalau sudah tinggi?)
• Pendidik menstimulasi kemampuan anak untuk mencari solusi melalui berbagai kegiatan main (contoh: coba ditambah dengan balok yang lebih kecil ukurannya.)
• Pendidik memberikan dukungan (scaffolding) untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi melalui
penguatan dalam bentuk pertanyaan, pernyataan, atau bentuk lain yang relevan (contoh: Jika sudah tegak boleh ditambah kembali baloknya.).
• Pendidik memberikan penghargaan kepada anak dalam bentuk memberi jempol/tepuk tangan/apresiasi lain yang relevan
Pengamatan terhadap anak:• Kemampuan anak untuk
mengidentifikasi dan memecahkan masalah (contoh: membagi 1 kue kepada 3 temannya, membuat bangunan dari alat dan bahan yang ada di sekitarnya)
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
9. Pendidik menstimulasi kemampuan anak untuk
berpikir logis, kritis dan kreatif
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan anak untuk berpikir logis, kritis dan kreatif sesuai dengan tingkat usia antara lain:
Memahami persamaan
Memahami perbedaan
Memahami konsep menghubungkan
Mengklasifikasi berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna
Memahami konsep sebab-akibatAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik menstimulasi kemampuan berpikir logis, kritis dan kreatif sesuai dengan tingkat usia berdasarkan contoh konkret melalui:• pemahaman persamaan dan perbedaan;
• pemahaman konsep menghubungkan
• Pengklasifikasian berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna
• Pemahaman konsep sebab-akibat
Kemampuan anak berpikir logis, kritis dan kreatif yang ditunjukkan dengan:memahami persamaan; memahami perbedaan; memahami konsep menghubungkan; mengklasifikasi berdasarkan bentuk, ukuran, dan
warna; memahami konsep sebab-akibat.
10. Pendidik menstimulasi kemampuan anak untuk berpikir simbolis
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan anak untuk berpikir simbolis sesuai dengan tingkat usia antara lain:
Mengenal konsep bilangan dan/atau huruf.Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik menstimulasi kemampuan berpikir simbolis sesuai dengan tingkat usia berdasarkan contoh konkretmelalui:
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Menyebutkan dan menggunakan konsep bilangan dan/atau huruf.
Mempresentasikan berbagai benda dalam bentuk karya.
Mempresentasikan berbagaiimajinasinya dalam bentuk karya.
• Pengenalan konsep bilangan dan/atau huruf.
• Memotivasi anak untuk
menyebutkan dan menggunakan konsep bilangan dan/atau huruf.
• Memotivasi anak untuk
mempresentasikan berbagai benda dalam bentuk karya.
• Memotivasi anak untuk mempresentasikan berbagai
imajinasinya dalam bentuk karya.
Kemampuan anak berpikir simbolis yang ditunjukan dengan: Mengenal konsep bilangan dan/atau huruf;Menyebutkan dan menggunakan konsep bilangan dan/atau huruf;
Mempresentasikan berbagai benda dalam bentuk karya; Mempresentasikan berbagai imajinasinya dalam bentuk karya.
11. Pendidik memfasilitasi proses pembelajaran agar anak memahami bahasa reseptif
Indikator pembelajaran dalam memahami bahasa reseptif (menyimak) antara lain melalui:
Cerita sederhana
Pertanyaan sederhana
Pernyataan sederhanaAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik menstimulasi keterampilan menyimak pada anak, melalui:
bercerita, tanya jawab, menyampaikan pernyataan melalui kegiatan main.
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
• Anak menjawab pertanyaan Pendidik, memberikan tanggapan atas pernyataan Pendidik (sesuai tingkat usia anak
melalui kegiatan main).
12. Pendidik memfasilitasi proses pembelajaran dalam
menstimuliasi anak untuk mengungkapkan bahasa (ekspresif)
Indikator pembelajaran dalam mengungkapkan bahasa ekspresif antara lain melalui:
Bertanya/menjawab pertanyaan
Berkomunikasi secara lisan
Bercerita/menceritakan kembali yang diketahui
Mengekspresikanperasaan/ide/keinginan dalam bentuk coretan/tulisan
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik menstimulasi keterampilan mengungkapkan bahasa pada anak, melalui: tanya jawab, dialog
(komunikasi lisan),
bercerita/menceritakan kembali yang diketahui, mengekspresikan
perasaan/ide/keinginan melalui kegiatan main.
• Anak bertanya tentang berbagai hal, berdialog, bercerita/menceritakan kembali yang diketahui,
mengekspresikan
perasaan/ide/keinginan (sesuai tingkat usia anak melalui kegiatan main).
13. Pendidik memfasilitasi proses pembelajaran keaksaraan (pra membaca dan pra menulis)
Indikator pembelajaran keaksaraan antara lain melalui:
Mengamati/memegang/menyentuh bahan bacaan dalam bentuk gambar/tulisan cetak maupun non cetak
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
• Pendidik menstimulasi keterampilan keaksaraan anak dengan menyediakan dan menggunakan bahan bacaan dalam bentuk gambar/tulisan baik cetak
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Kegiatan pra membaca dengan berbagai media (alat dan bahan) sesuai dengan tingkat usia melalui bermain
Kegiatan pra menulis dengan berbagai alat dan bahan sesuai dengan tingkat usia melalui bermainmaupun non cetak; membacakan buku setiap hari kepada anak; mengajak anak untuk mengenal bentuk huruf-huruf besar dan huruf kecil, bunyi huruf- huruf vokal dan konsonan melalui berbagai media (alat dan bahan);
mengajak anak untuk menuliskan huruf/kata melalui berbagai alat dan bahan melalui kegiatan bermain sesuai dengan tingkat usia serta merawat buku dengan baik..
• Anak membolak-balikkan halaman buku, membawa buku kesayangannya, pura-pura membaca, membaca gambar, mengenali huruf-huruf pada namanya, menuliskan huruf/kata melalui
berbagai alat dan bahan melalui
kegiatan bermain sesuai dengan tingkat usia serta merawat buku dengan baik.
14. Kemampuan Pendidik untuk menstimulasi anak dalam mengendalikan diri
Indikator pembelajaran dalam menstimulasi anak mengendalikan diri, antara lain:
Kebiasaan antri
Disiplin
BertanggungjawabAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik menstimulasi kebiasaan antri, disiplin dan bertanggungjawab kepada anak, melalui kegiatan main sambil belajar
Anak terbiasa melaksanakan:NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
• Kebiasaan antri: jika masuk ke ruang kelas tidak berebut saling mendahului;
jika mendapatkan pembagian sesuatu dari Pendidik mengikuti sesuai
urutan/gilirannya; jika akan bertanya sesuatu kepada Pendidik atau teman mengikuti urutan mana yang lebih dahulu mengacungkan tangan (tidak berebut); jika mau keluar melalui pintu memberi kesempatan kepada teman yang lebih dahulu berdiri atau
berjalan
• Disiplin: terbiasa menaruh tas/sepatu pada tempatnya; terbiasa merapikan permainannya setelah selesai
bermain; selalu cuci tangan setelah selasai bermain/ makan/mengerjakan sesuatu; terbiasa menaruh/membuang sampah pada tempat sampah;
terbiasa menutup pintu jika masuk ke kamar kecil/toilet; terbiasa menyiram closet jika selesai buang air
kecil/besar
• Bertanggungjawab: anak
menuntaskan kegiatan main yang telah dipilih sesuai dengan tingkat usia; anak mematuhi aturan bermain (anak merapikan kembali alat
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
permainannya setelah selesai bermain)
15. Pendidik menstimulasi anak
untuk berperilaku prososial Indikator pembelajaran terkait perilaku prososial anak antara lain:
Peduli teman/lingkungannya
Tolong menolong
Bekerjasama
Main bergantianAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik menstimulasi anak untuk berperilaku prososial melaluipembiasaan peduli teman/lingkungan, tolong menolong, bekerjasama, main bergantian.
Anak terbiasa melaksanakan:• Peduli teman/lingkungannya: respon anak ketika ada temannya yang bersedih; respon anak ketika ada temannya yang tidak kebagian APE;
respon anak ketika ada alat main yang berceceran di lantai; respon anak ketika mereka mengetahui kran air kamar mandi lupa tidak dimatikan.
• Tolong menolong: respon anak ketika ada temannya meminta pertolongan;
perilaku membantu teman lain ketika anak sedang kerja kelompok.
• Bekerjasama: perilaku anak-anak ketika melakukan kegiatan bersama, bekerjasama dalam tim.
• Main bergantian: perilaku anak terhadap temannya dalam
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
menggunakan alat dan bahan main;
perilaku anak untuk berbagi
kesempatan dengan temannya (saling mengalah).
16. Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal dan mencintai negara melalui simbol dan lambang negara
Indikator pembelajaran anak dalam mengenal dan mencintai negara melalui simbol dan lambang negara meliputi:
Bendera negara (Sang Merah Putih)
Garuda Pancasila
Lagu kebangsaan dan/atau lagu Nasional
Presiden RI dan Wakil Presiden RIAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal dan mencintai negara melalui simbol dan lambang negara yangmeliputi Bendera negara (Sang Merah Putih); Garuda Pancasila; Lagu
kebangsaan dan/atau lagu Nasional;
Presiden RI dan Wakil Presiden RI.
Anak mengenal simbol dan lambang negara yang meliputi Bendera negara (Sang Merah Putih); Garuda Pancasila;Lagu kebangsaan dan/atau lagu Nasional; Presiden RI dan Wakil Presiden RI.
17. Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal keragaman budaya daerah
Indikator pembelajaran anak dalam mengenal keragaman budaya daerah meliputi antara lain:
Bahasa daerah
Lagu-lagu daerah
Tarian daerah
Pakaian daerahAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik menstimulasi anak untuk mengenal keragaman budaya daerah meliputi bahasa daerah, lagu-lagu daerah, tarian daerah dan pakaian daerah.NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Anak mengenal keragaman budaya daerah meliputi bahasa daerah, lagu- lagu daerah, tarian daerah dan pakaian daerah.18. Pemanfaatan sumber belajar berbasis potensi lingkungan sekitar (ruangan, bahan, alat, serta sumber lainnya)
Indikator pembelajaran terkait
pemanfaatan sumber belajar berbasis potensi lingkungan sekitar antara lain adalah:
Menggunakan ruangan atau tempat di lingkungan sekitar sebagi sumber belajar
Memanfaatkan mahluk hidup di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar
Memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk sumber belajarAsesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik memfasilitasi anak untuk memanfaatkan sumber belajar berbasis potensi lingkungan sekitar antara lain:• Memfasilitasi ruangan atau tempat di lingkungan sekitar sebagi sumber belajar (seperti lapangan,
toko/warung, pasar, tempat ibadah)
• Memfasilitasi mahluk hidup di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar (seperti tanaman, binatang)
• Memfasilitasi bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk sumber belajar (seperti daun, ranting, batu, pasir, bunga, buah)
Anak memanfaatkansumber belajar berbasis potensi lingkungan sekitar seperti: ruangan atau tempat di lingkungan sekitar
sebagi sumber belajar (seperti lapangan, toko/warung, pasar, tempat ibadah);
mahluk hidup di lingkungan sekitar
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
sebagai sumber belajar (seperti
tanaman, binatang); bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk sumber belajar (seperti daun, ranting, batu, pasir, bunga, buah)
19. Pendidik menyediakan berbagai pilihan kegiatan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan minat anak
Indikator pembelajaran terkait
penyediaan berbagai pilihan kegiatan bermain sesuai dengan tahap
perkembangan dan minat anak antara lain:
Tersedianya berbagai pilihan kegiatan bermain yangmemfasilitasi kemerdekaan anak untuk belajar
Tersedianya berbagai pilihan kegiatan bermain yang terkait dengan konteks lingkungan
Tersedianya berbagai pilihan kegiatan bermain yangmengandung tiga jenis main
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
Pendidik memfasilitasi penyediaan berbagai pilihan kegiatan bermainsesuai dengan tahap perkembangan dan minat anak antara lain:
• Yang memfasilitasi kemerdekaan anak untuk belajar (memungkinkan anak memilih kegiatan sesuai dengan minatnya)
• yang terkait dengan konteks
lingkungan (kemaritiman, pertanian, industri)
• yang mengandung tiga jenis main (main sensori motor, main peran dan main pembangunan)
Anak memilih berbagai kegiatan bermain sesuai dengan minatnya.20. Pendidik memfasilitasi
kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik
Indikator pembelajaran terkait kegiatan yang dilakukan dengan pendekatan saintifik ditandai dengan Pendidik mengajak anak-anak untuk:
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
NO. BUTIR INDIKATOR TEKNIK PENGGALIAN DATA
Mengamatibenda/gambar/foto/video terkait pengetahuan yang akan
disampaikan
Bertanya terkait pengetahuan yang akan dikenalkan
Mengumpulkan informasi menggunakan berbagai media terkait dengan pengetahuan yang akan dikenalkan
Mengasosiasikan pengetahuan melalui berbagai kegiatan main anak
Mengomunikasikan pengetahuan melalui berbagai kegiatan main anak
Pendidik memfasilitasi pendekatan saintifik sesuai dengan tingkat usia anak yang ditandai oleh antara lain:• Mengajak anak untuk mengamati benda/gambar/foto/video terkait pengetahuan yang akan disampaikan
• Memotivasi anak untuk bertanya terkait pengetahuan yang akan dikenalkan
• Memfasilitasi anak untuk mengumpulkan informasi
menggunakan berbagai media terkait dengan pengetahuan yang akan dikenalkan
• Mendorong anak untuk
mengasosiasikan pengetahuan
melalui berbagai kegiatan main anak
• Mendorong dan memfasilitasi anak untuk mengomunikasikan
pengetahuan melalui berbagai kegiatan main anak
Anak mengeksplorasi kegiatan main dengan pendekatan saintifik sesuai dengan tingkat usia.21. Pendidik menstimulasi anak agar dapat berkarya sesuai ide dan minatnya dengan
Indikator pembelajaran terkait kegiatan menstimulasi anak agar dapat berkarya sesuai ide dan minatnya dengan menggunakan
Asesor mengamati secara langsung maupun melalui foto/video/dokumen lainnya:
NO.