Jl. Raya Curug RT.06 RW.01 Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok 16517 Telp: 0251-8617795, Email:[email protected], Website:sman10depok.sch.id
@2021
LEMBAR PENGESAHAN
Peraturan Akademik SMA Negeri 10 Depok telah diperiksa kemudian disahkan dan dinyatakan berlaku penggunaannya pada Tahun Pelajaran 2021/2022. Peraturan Akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
, ditetapkan di : Depok
Tanggal : 23 Juli 2021
Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum
Didi Supardi, M. Pd. Bheny Kisworo, S. Pd.
NIP. 19651103 198610 1003 NIP. 19830521 200902 1005
KATA PENGANTAR
Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan mencakup perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi manajemen.
Salah satu komponen standar pengelolaan adalah pelaksanaan rencana kerja sekolah.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun 2007 untuk melaksanakan rencana kerja sekolah diperlukan berbagai pedoman pengelolaan sebagai petunjuk pelaksanaan operasional. Peraturan akademik adalah Bagian utama dari pedoman pengelolaan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran.
Tujuan penyusunan peraturan akademik SMA Negeri 10 Depok adalah sebagai petunjuk operasional dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan layanan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 10 Depok.
Mengingat peraturan akademik sangat penting fungsinya bagi pengembangan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMAN 10 Depok ini, masukan konstruktif sangat kami harapkan, supaya peraturan akademik ini lebih sempurna dan dapat dilaksanakan dengan baik.
Tim Kurikulum
2021/2022
DAFTAR ISI
Cover---i
Lembar Pengesahan---ii
Kata Pengantar---iii
Daftar Isi---iv
A. Ketentuan Umum---1
B. Persyaratan Minimal Kehadiran Peserta Didik---2
C. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Adaptif---3
D. Penilaian---3
E. Ketuntasan Belajar---4
F. Ketentuan Pelaksanaan Penilaian dan Ujian 1. Pelaksanaan Penilaian Harian---4
2. Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester---5
3. Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun---5
4. Pelaksanaan Ujian Sekolah---5
5. Pelaksanaan Assesmen Nasional---5
G. Ketentuan Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan 1. Remedial---6
2. Pengayaan---7
H. Ketentuan Peminatan---8
I. Ketentuan Kenaikan Kelas---8
J. Ketentuan Kelulusan---9
K. Ketentuan Mutasi Peserta Didik--- 1. Mutasi Masuk---9
2. Mutasi Keluar---11
L. Hak dan Kewajiban Peserta Didik---11
M. Layanan Konsultasi Siswa---12
N. Lain-Lain---12
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 10 DEPOK TAHUN PELAJARAN 2021/2022
A. Ketentuan Umum
1. Peraturan Akademik SMA Negeri 10 Depok adalah semua peraturan yang mengikat elemen- elemen di dalam pelaksanaan sistem penilaian di SMAN 10 Depok.
2. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian dan pelajaran, serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
3. Kurikulum SMA Negeri 10 Depok adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh warga SMA Negeri 10 Depok.
4. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berfikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
5. Kompetensi Inti (KI) merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan.
6. Kompetensi Dasar (KD), merupakan penjabaran KI peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan KI.
7. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
8. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan.
9. Kurikulum di SMA Negeri 10 Depok dikelompokkan dalam 4 (empat) kelompok yaitu:
a. kelompok mata pelajaran wajib a;
b. kelompok mata pelajaran wajib b;
c. kelompok mata pelajaran peminatan;
d. kelompok mata pelajaran lintas minat atau pendalaman minat atau mata pelajaran pilihan atau Informatika;
2. Kelompok mata pelajaran wajib a adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral, peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
3. Kelompok mata pelajaran wajib b adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga
mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis, potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.
4. Kelompok mata pelajaran peminatan adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
5. Kelompok mata pelajaran lintas minat, pendalaman minat atau mata pelajaran pilihan adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk memperoleh kompetensi pada keilmuan lintas minat.
B. Persyaratan Minimal Kehadiran Peserta Didik 1. Kehadiran
Syarat persentase minimal kehadiran siswa adalah 90% dari pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran, sebagai bahan pertimbangan untuk kenaikan kelas. Peserta didik dianggap alpa jika tidak memberikan informasi keterangan (izin atau sakit) kepada wali kelas dari mata pelajaran di jam pertama hingga jam terakhir.
2. Penyelesaian Tugas-Tugas
Syarat minimal penyelesaian tugas-tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran, baik penugasan terstruktur maupun tugas mandiri tidak terstruktur masing-masing adalah 100
% dari seluruh tugas yang diberikan.
C.
Pelaksanaan Proses Pembelajaran Adaptif1. Satu tahun pelajaran terdiri dari dua semester yaitu semester ganjil dan genap
2. Jumlah minggu efektif untuk proses pembelajaran dalam satu tahun adalah 34 minggu 3. Satu minggu terdiri dari 22 jam pelajaran
4. Satu jam pelajaran setara dengan 45 menit
5. Setiap hari selama 30 menit, dilaksanakan kegiatan kerohanian a. 20 menit untuk pembacaan kitab suci pukul 06.30 – 06.50 WIB b. 10 menit untuk kegiatan sholat duha 06.50 – 07.00 WIB
c. Setiap pekan sekali pada hari Jum’at pukul 06.30 WIB – 07.00 WIB dilaksanakan pembacaan kitab suci bersama-sama oleh siswa, guru dan tenaga kependidikan. Untuk peserta didik yang beragama non-Islam menyesuaikan dengan karakteristik agama masing- masing.
2. Waktu pembelajaran dimulai pukul 07.00 – 11.15 WIB untuk hari Senin dan Selasa sedangkan untuk hari Rabu hingga Jum’at dimulai pada pukul 07.00 – 10.30 WIB.
3. Peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran untuk setiap tingkat.
4. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas sesuai karakteristik mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap mata pelajaran.
5. Peserta didik diizinkan minum saat KBM berlangsung.
6. Peserta didik tidak diizinkan makan saat KBM berlangsung
7. Peserta didik menggunakan seragam sesuai jadwal harinya selama proses pembelajaran D. Penilaian
1.
Lingkup penilaian meliputi 3 (tiga) ranah atau aspek yaitu; pengetahuan (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan), keterampilan (aspek unjuk kerja, produk, dan portofolio), dan sikap (aspek spiritual dan sosial).2.
Aspek pengetahuan (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan) berkaitan dengan kemampuan intelektual.Nilai mata pelajaran dari aspek ini dinyatakan dengan bilangan 0 – 100, predikat (A, B, C, atau D), dan deskripsi.
3.
Aspek keterampilan berkaitan dengan kesanggupan untuk melakukan berbagai aktivitas.Kemampuan pada aspek ini antara lain meniru, mengatur, melakukan dengan bimbingan, melakukan dengan baik, melakukan dengan sangat baik, menemukan, menganalisis, dan menyimpulkan. Nilai mata pelajaran dari aspek ini dinyatakan dengan bilangan 0 – 100, predikat (A, B, C, atau D), dan deskripsi.
4.
Aspek minat atau sikap berkaitan dengan perkembangan minat, sikap, motivasi dan nilai- nilai, serta perkembangan apresiasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan tuntutan Kurikulum. Nilai mata pelajaran dari aspek ini dinyatakan dengan huruf, SB (Sangat Baik), B (Baik), C (Cukup) dan D (Kurang).E. Ketuntasan Belajar
1.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk masing-masing mata pelajaran ditentukan oleh Guru Mata Pelajaran. mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu kompleksitas materi/kompetensi, intake (kualitas peserta didik), serta guru dan daya dukung satuan pendidikan.2. Setelah KKM setiap mata pelajaran ditentukan, satuan pendidikan dapat menetapkan satu KKM yang sama dengan mempertimbangkan nilai terendah, rata-rata, atau modus dari seluruh KKM mata pelajaran
3.
Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal SMAN 10 Depok adalah 70 dengan pertimbangan nilai KKM terendah dari semua mata pelajaran.B.
Ketentuan Pelaksanaan Penilaian dan Ujian1.
Pelaksanaan penilaian harianPenilaian harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD).
Teknis pelaksanaan penilaian harian dapat berupa ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan untuk: 1. mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik; 2. menetapkan program perbaikan dan/atau pengayaan
berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; 3. memperbaiki proses pembelajaran; dan 4.
menyusun laporan kemajuan hasil belajar. Bagi peserta didik yang karena alasan tertentu tidak dapat mengikuti penilaian harian pada waktu yang ditetapkan, kepadanya diberikan kesempatan untuk mengikuti penilaian susulan.
2.
Pelaksanaan Penilaian Akhir SemesterPenilaian akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan penilaian akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Bagi peserta didik yang karena alasan tertentu tidak dapat mengikuti penilaian akhir semester pada waktu yang ditetapkan, kepadanya diberikan kesempatan untuk mengikuti penilaian susulan yang dikoordinir oleh panitia.
3.
Pelaksanaan Penilaian Akhir TahunPenilaian akhir tahun adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap.
Cakupan penilaian akhir tahun meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester genap.
Bagi peserta didik yang karena alasan tertentu tidak dapat mengikuti penilaian akhir tahun pada waktu yang ditetapkan, kepadanya diberikan kesempatan untuk mengikuti penilaian susulan yang dikoordinir oleh panitia.
4. Ujian Sekolah
Ujian sekolah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Cakupan penilaian materi ujian sekolah meliputi KD yang merepresentasikan pencapaian SKL.
5. Assesmen Nasional
Assesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, dan
program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan
dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan
karakter) serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang
mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga
instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan
Survei Lingkungan Belajar.
G. Ketentuan Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan
1.
Remedial merupakan program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai KKM dalam satu KD tertentu. Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai KKM. Pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi kebutuhan/hak peserta didik. Dalam pembelajaran remedial, pendidik membantu peserta didik untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapi secara mandiri, mengatasi kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar dan sikap belajarnya yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal. Dalam hal ini, penilaian merupakan assessment as learning. Langkah – langkah pembelajaran remedial:a. Mendiagnosis kesulitan belajar untuk mengetahui kesulitan belajar ringan, sedang, dan berat dengan cara wawancara dan pengamatan.
b.
Memberikan perlakuan (treatment) dengan cara :a)
Pembelajaran ulang dengan media dan metode yang berbeda. Pembelajaran ulang dapat disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Pembelajaran ulang dilakukan bilamana sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik perlu memberikan penjelasan kembali dengan menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.b) Pemberian bimbingan secara khusus . Misalnya perorangan.
c) Pemberian tugas – tugas kelompok.
d)
Pemanfaatan tutorial teman sebaya. Tutor sebaya adalah teman sekelas yang memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka perlu dimanfaatkan untuk memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.c.
Diakhiri dengan tes ulang dilakukan diluar jam tatap muka . Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial agar dapat diketahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi yang telah ditentukan. Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KKM dengan waktu hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester pembelajaran remedial belum bisa membantu peserta didik mencapai KKM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut dapat dihentikan.d. Peserta didik diberi nilai sesuai capaian yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti remedial pembelajaran
2.
Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai dan/atau melampaui KKM. Fokus pengayaan adalah pendalaman dan perluasan darikompetensi yang dipelajari. Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan satu kali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remedial.
Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan penilaian. Jadi dalam hal ini berbeda perlakuannya dengan remedial.
Bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan melalui:
a. Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberi tugas untuk memecahkan permasalahan, membaca di perpustakaan terkait dengan KD yang dipelajari pada jam pelajaran sekolah atau di luar jam pelajaran sekolah. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik berupa pemecahan masalah nyata. Selain itu, secara kelompok peserta didik dapat diminta untuk menyelesaikan sebuah proyek atau penelitian ilmiah.
b. Belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati, menjadi tutor bagi teman yang membutuhkan. Kegiatan pemecahan masalah nyata, tugas proyek, ataupun penelitian ilmiah juga dapat dilakukan oleh peserta didik secara mandiri jika kegiatan tersebut diminati secara individu.
c.
Pembelajaran berbasis tema, yaitu pembelajaran terpadu yang memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu. Melalui pembelajaran tematik dapat mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran tematik, peserta didik akan memahami konsep- konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya.H. Peminatan
Kriteria Peminatan SMAN 10 Depok
a.
Pelaksanaan peminatan program MIPA dan IPS dimulai di semester 1 (satu) kelas Xb.
Peminatan dilakukan berdasarkan atas pilihan (minat), kemampuan akademik, dan berdasarkan hasil tes potensi dasar peserta didik (psikotes).c.
Pindah Jurusan peminatan dilaksanakan selama 1 minggu dengan melihat kuota yang ada pada jurusanKriteria Khusus SMA Negeri 10 Depok
Apabila minat dan kemampuan akademik peserta didik ke MIPA atau IPS melebihi kapasitas daya tampung, maka mekanisme yang digunakan untuk seleksi menggunakan hasil tes penempatan (placement test)
I. Ketentuan Kenaikan Kelas Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas SMA Negeri 10 Depok mengacu pada :
a.
Ketentuan Umum :1) Menyelesaikan seluruh Program pembelajaran dalam 2 (dua) semester pada tahun pelajaran yang diikuti
2)
Predikat sikap minimal BAIK yaitu memenuhi indikator kompetensi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan3) Predikat kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan minimal BAIK sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan
4) Tidak memiliki lebih dari 2 mata pelajaran yang masing-masing capaian pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KKM.
Ketentuan khusus SMA Negeri 10 Depok
Peserta didik dinyatakan tidak Naik Kelas, Jika Memiliki kehadiran tanpa keterangan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar 90% dari jumlah hari efektif yaitu 12 hari. Sekolah pun mengatur mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar siswa yang mengacu pada Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian oleh pendidik, Satuan pendidikan dan Pemerintah, yaitu:
1)
Rancangan strategi penilaian oleh pendidik terintegrasi pada penyusunan silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).2)
PH (Penilaian Harian) dan PPHTS (Pekan Penilaian Harian Tengah Semester) dilakukan oleh Guru mata pelajaran.3)
PAS (Penilaian Akhir Semester) dan PAT (Penilaian Akhir Tahun) dilakukan secara mandiri oleh SMA Negeri 10 Depok.4) Hasil ulangan harian diinformasikan sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.
5)
Kegiatan PAS dan PAT dilakukan dengan langkah-langkah:a)
Menyusun kisi-kisi penilaianb)
Menyusun soal penilaianc) Mengembangkan instrumen penilaian
d)
Mengolah dan menentukan nilai J. KelulusanKelulusan kelas XII SMA Negeri 10 Depok mengacu pada:
1.
Permendikbud Nomor 5 Tahun 2015 tentang kriteria kelulusan peserta didik, penyelenggaraan ujian Nasional, dan Penyelenggaraan Ujian sekolah/madrasah/ pendidikan kesetaraan pada SMP/MTs atau yang sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang sederajat2. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan.
3. Hasil rapat pleno Dewan Guru SMAN 10 Depok Dengan ketentuan sebagai berikut :
a.
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.b.
Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baikc.
Lulus US (Ujian Sekolah)Kriteria Khusus SMAN 10 Depok
Rata-rata Nilai US semua mata pelajaran paling rendah 70 dan nilai US setiap mata pelajaran paling rendah 67.
K.
Ketentuan Mutasi Peserta DidikSMA Negeri 10 Depok menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah, melalui suatu mekanisme yang selalu obyektif dan transparan antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Masuk
a.
Pelaksanaan Mutasi harus mendapat izin atau rekomendasi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II.b. Pendaftaran siswa Mutasi masuk dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran
c.
SMA Negeri 10 DEPOK menerima calon siswa mutasi sesuai dengan formasi yang ada.d. Tidak menerima siswa mutasi di kelas XII
e. Siswa calon mutasi mendaftar dengan cara melengkapi berkas pendaftaran berupa:
1) SMA sekolah asal menggunakan kurikulum 2013
2) Akreditasi sekolah asal minimal sama dengan akreditasi SMA Negeri 10 Depok dibuktikan dengan Foto Copy Akreditasi Sekolah Asal yang dilegalisir
3) Surat Keterangan Pindah dari sekolah asal
4) Peserta Didik antar sekolah dalam wilayah KCD (Kantor Cabang Dinas) menunjukkan Surat persetujuan dari Kepala KCD Wilayah 2
5) Peserta Didik antar sekolah dalam Provinsi Jawa Barat harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
6) Kartu NISN/Surat Keterangan NISN dari sekolah asal
7) Buku Raport Asli dari sekolah asal yang memenuhi semua KKM 8) Foto Copy Raport sekolah asal yang dilegalisir rangkap 2
9) Keterangan pindah pada bagian belakang buku raport 10) Foto Copy Ijazah SMP yang dilegalisir rangkap 2
11) Pas Foto Berwarna dengan pakaian seragam SMA dengan backdrop warna biru Ukuran 2 X 3 dan 3 X 4 Masing-masing sebanyak 2 Lembar.
12) Form 8355 (Format Biodata Siswa dalam kelas yang ditinggalkan dari sekolah Asal) 13) Surat keterangan kelakuan baik dari Sekolah Asal
14) Surat permohonan Orang Tua Bermaterai 10000 yang ditujukan ke SMAN 10 Depok 15) Semua dokumen dimasukkan ke dalam map snail hecter warna biru untuk laki-laki
dan warna kuning untuk perempuan.
16) Form Biodata Peserta Didik (disediakan sekolah) 17) Form Surat pernyataan Orang Tua (disediakan sekolah) 18) Form Surat Pernyataan Siswa (disediakan sekolah)
f. Mengikuti tes masuk yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 10 Depok
g. Bagi yang telah mengikuti tes tertulis, maka diwajibkan mengikuti tes wawancara.
h.
Siswa diterima berdasarkan hasil seleksi berkas, tes tulis, dan hasil wawancara oleh panitia mutasi SMA Negeri 10 Depok.2. Keluar
a. Melaporkan keinginan mutasi kepada wali kelas.
b. Melaporkan keinginan mutasi kepada tata usaha.
c. Membuat surat pengunduran diri ditujukan kepada Kepala SMAN 10 Depok d. Mengisi formulir permohonan mutasi.
e. Menyelesaikan administrasi ke tata usaha.
L. Hak dan Kewajiban Peserta Didik Menggunakan Fasilitas Belajar
1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa:
a. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika b. Media Pembelajaran
c. Alat/perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan Keterampilan
d.
Komputer dan Internet untuk praktik mata pelajaran TIK dan pembelajaran daring.e. Alat praktik (Lab. Bahasa) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
2. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam bentuk meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di perpustakaan sesuai prosedur.
3. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku referensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi Kurikulum.
4.
Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan, Lab. Fisika, Lab. Kimia, Lab. Biologi, Lab. Bahasa, dan Lab. Komputer.M. Layanan Konsultasi Siswa
Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik dapat melakukan konsultasi akademik kepada guru mata pelajaran, wali kelas, maupun Bimbingan Konseling dengan jadwal yang telah ditentukan oleh guru masing-masing.
N. Lain-Lain
a.
Peraturan akademik ini berlaku untuk tahun pelajaran 2021/2022b. Hal-hal yang belum ditentukan/diatur dalam peraturan akademik ini akan diatur kemudian
Peraturan akademik ini ditentukan dalam rapat kerja dewan pendidik pada Hari Jum’at Tanggal 23 Juli 2021.
Depok, 23 Juli 2021
Kepala SMA Negeri 10 Depok
Didi Supardi, M.Pd.
NIP 196651103 1986 101003