Pembantu Pengelola Barang Milik Daerah adalah kepala perangkat daerah yang mempunyai tugas dan tugas pengelolaan barang milik daerah. Gudang barang milik daerah adalah seorang pekerja yang diserahi tugas menerima, menyimpan, dan mengantarkan barang. Pemanfaatan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pengguna barang dalam penatausahaan dan pengelolaan barang milik daerah sesuai dengan tugas fungsional instansi terkait.
Menyewa adalah penggunaan Barang Milik Daerah oleh pihak lain untuk jangka waktu tertentu dan penerimaan imbalan berupa uang. Penjualan adalah peralihan kepemilikan Barang Milik Daerah kepada pihak lain dengan mendapat imbalan berupa uang. Pertukaran adalah perpindahan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, antar pemerintah daerah, atau antar pemerintah daerah.
Inventarisasi adalah kegiatan atau tindakan pengumpulan data, pencatatan dan pelaporan hasil pendataan barang milik daerah. Pejabat Pengelola Barang Milik Daerah; kebijakan dan pedoman, pengawasan dan pengendalian; pengelolaan barang milik daerah oleh Badan Layanan Umum;
PENGADAAN
Pengelola Real Estat bersama Pengguna Real Estat menilai usulan Rencana Kebutuhan Real Estat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan memperhatikan data properti Pengguna Real Estat dan/atau Pengelola Real Estat dan menetapkannya sebagai Real Estat Daerah. Rencana Kebutuhan Perkebunan; Pengguna Real Estat mengumpulkan usulan rencana kebutuhan barang yang diajukan oleh otoritas Pengguna Real Estat pada Unit Wilayah yang dipimpinnya; Pengelola Real Estat bersama-sama Pengguna Real Estat menilai usulan Rencana Kebutuhan Real Estat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dengan memperhatikan data properti Pengguna Real Estat dan/atau Pengelola Real Estat dan menetapkannya sebagai Real Estat Daerah. Rencana Kebutuhan Perumahan.
PENGGUNAAN
Barang milik Daerah dapat ditentukan status penggunaannya untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh pihak lain dalam rangka menyelenggarakan pelayanan publik sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Daerah yang bersangkutan. Barang Milik Daerah yang status penggunaannya telah dialihkan kepada Pengguna Barang, dapat digunakan sementara oleh Pengguna Barang lain untuk jangka waktu tertentu tanpa mengubah status penggunaan Barang Milik Daerah tersebut setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan Bupati. Penetapan status penggunaan barang milik daerah dilakukan dengan syarat barang tersebut diperlukan untuk keperluan pelaksanaan tugas dan fungsi pengguna barang dan/atau wakil sah pengguna barang yang bersangkutan.
PEMANFAATAN
Bangun untuk Serah Terima dan Bangun untuk Serah Terima; dan e. 1) Barang milik daerah dapat disewakan kepada pihak lain berdasarkan perjanjian. Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan kepada Bupati oleh Pengguna Barang; Barang Milik Daerah berupa sebidang tanah dan/atau. bangunan yang masih digunakan oleh Pengguna Barang; atau c. Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan.
Badan Usaha Milik Daerah; dan/atau c. 3) Jangka waktu kerja sama penyediaan infrastruktur paling lama 50 (lima puluh) tahun dan dapat diperpanjang.
PENILAIAN
Penetapan nilai barang milik daerah dalam penyusunan neraca daerah dilakukan berdasarkan standar akuntansi pemerintahan (SAP). Pemindahan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) dilakukan oleh Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Bupati. 1) Pemindahtanganan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan senilai paling banyak Rp. Pengguna barang melalui pengelola barang mengajukan usul kepada Bupati untuk penjualan Barang Milik Daerah kecuali tanah dan/atau bangunan, disertai dengan pertimbangan aspek teknis, keekonomian, dan hukum;
Pengguna Real Estate melalui Pengelola Real Estate mengajukan usulan penukaran Real Estate Daerah berupa tanah dan/atau bangunan kepada Bupati dengan disertai pertimbangan dan data yang lengkap; Bupati mengkaji dan mengkaji pertimbangan mengenai perlunya pertukaran barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dari segi teknis, ekonomi, dan hukum; Pengguna Real Estate mengajukan usulan penukaran Barang Daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Real Estate dengan disertai pertimbangan, kelengkapan data dan hasil penilaian oleh tim internal Real Estate. lembaga pengguna;
Apabila memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Pengelola Barang dapat menyetujui usulan penukaran Barang Milik Daerah, kecuali tanah dan/atau bangunan dalam batas kewenangannya; Proses persetujuan penukaran Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan dilakukan berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54; Pengguna barang melalui pengelola barang mengajukan usul kepada Bupati untuk pemberian Barang Milik Daerah berupa tanah dan/atau bangunan disertai pertimbangan dan data yang lengkap;
Bupati mengkaji dan menilai usulan pemberian kepemilikan daerah berdasarkan pertimbangan dan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63; Pengguna Real Estat mengajukan usulan penyediaan Real Estat Daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Real Estat, disertai pertimbangan, data lengkap dan hasil penyelidikan tim internal instansi Pengguna Real Estat; Pengguna Real Estate melalui Pengelola Real Estate mengajukan usulan penyertaan modal pemerintah daerah pada real estate daerah berupa tanah dan/atau bangunan kepada Bupati dengan disertai pertimbangan dan data yang lengkap;
PEMUSNAHAN
Pengguna Real Estat mengajukan usulan penyertaan modal Pemerintah Daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada Pengelola Real Estat, disertai pertimbangan, kelengkapan data, dan hasil penilaian oleh tim internal Pengguna Real Estat. Agen; Pengelola Barang meneliti dan menilai usulan penyertaan modal Pemerintah Daerah yang diajukan oleh Pengguna Barang berdasarkan pertimbangan dan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (2) dan kelengkapan data; Pengelola Barang menyusun rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dengan melibatkan instansi terkait;
Pengguna barang akan menyerahkan barangnya kepada Perusahaan Daerah yang memilikinya, sebagaimana tercantum dalam berita acara serah terima barang setelah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi tentang Penyertaan Modal. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, memusnahkan, membuang, menenggelamkan atau dengan cara lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PENGHAPUSAN
PENATAUSAHAAN
UMUM
Kewenangan dan tanggung jawab Menteri Keuangan dalam pengelolaan kekayaan negara diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Ruang lingkup Pengelolaan Real Estate Daerah merupakan siklus logistik yang lebih rinci sebagai penjelasan mengenai siklus logistik sebagaimana ditentukan dalam nota penjelasan Pasal 49 ayat (6) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Kementerian Keuangan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Real Estat Daerah perlu diganti untuk mengatasi permasalahan dan praktik yang tidak tercakup dalam Peraturan Pemerintah ini.
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 mengatur bahwa Pengguna Barang wajib menyerahkan Barang Milik Daerah yang tidak dipergunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Barang milik daerah yang status penggunaannya telah ditetapkan kepada pengguna barang, dapat dialihkan status penggunaannya kepada pengguna barang lain atau untuk sementara digunakan oleh pengguna barang lain. Tertib Penatausahaan Barang Milik Daerah sekaligus dapat mewujudkan pengelolaan Barang Milik Daerah yang tertib, efektif dan optimal.
Pengelolaan barang milik daerah dilaksanakan sesuai dengan kebijaksanaan umum pengelolaan barang milik daerah yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Hasil Pengelolaan Real Estate Daerah dilaksanakan berdasarkan kebijakan umum Pengelolaan Real Estate Daerah yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Laporan real estat daerah disusun berdasarkan perkiraan neraca yang terdiri dari aset lancar, aset tetap, dan aset lainnya.
Pengamanan Barang Milik Daerah dilakukan untuk menciptakan ketertiban administrasi, ketertiban fisik, dan ketertiban hukum dalam pengelolaan Barang Milik Daerah. Penilaian Barang Milik Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca pemerintah, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan Barang Milik Daerah. Dalam kondisi tertentu, barang milik daerah yang nilainya ditentukan dalam neraca Pemerintah Daerah dapat dinilai kembali.
Barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak akan digunakan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan sedang tidak dipergunakan, harus diserahkan kepada Pengelola Barang. Penggunaan dan pemindahtanganan barang milik daerah dilakukan dalam rangka optimalisasi penggunaan barang milik daerah dan untuk menunjang pengelolaan keuangan daerah. Pemusnahan barang milik daerah hendaknya memperhatikan tidak adanya unsur kerugian bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
PASAL DEMI PASAL Pasal 1
Pemusnahan barang milik daerah dilakukan dalam hal barang milik daerah sudah tidak dapat dipergunakan lagi, tidak dapat digunakan, atau karena sebab lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penghapusan Barang Milik Daerah merupakan kegiatan akhir pelaksanaan Pengelolaan Barang Milik Daerah, sebagai upaya membersihkan pembukuan dan pelaporan Barang Milik Daerah dari pencatatan Barang Milik Daerah yang tidak lagi dikuasai Pengelola Barang/Pengguna Barang. pengacara. para pengguna Barang senantiasa memperhatikan asas asas dalam pengelolaan Barang Milik Daerah.