PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
Aris Mutoyo,SH
Widyaiswara Madya
Pendahuluan
Bagaimana Membangun Semangat ASN
UU No.5 Th 2014
ASN sbg Profesi
ASAS, PRINSIP, NILAI DASAR, SERTA KODE
ETIK
DAN KODE PERILAKU
Pasal 86 UUASN
a. Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja dan pelayanan PNS seiring dengan pelaksanaan reformasi birokrasi.
b. Penyesuaian kewenangan bagi pejabat yang berhak menjatuhkan hukuman disiplin seiring dengan adanya otonomi daerah.
c. Penjatuhan hukuman disiplin yang sama terhadap jenis pelanggaran disiplin yang sama dengan mengkaitkan antara kewajiban dan larangan yang dilanggar dengan tingkat dan jenis hukuman yang dijatuhkan.
d. Mempertegas pendelegasian kewenangan secara berjenjang kepada setiap pejabat struktural untuk dapat menjatuhkan hukuman disiplin terhadap PNS yang melakukan pelanggaran disiplin.
e. Menumbuhkan keberanian kepada setiap pemegang jabatan struktural untuk menjatuhkan hukuman disiplin kepada pegawai dilingkungannya.
Alasan ditetapkannya PP 53 Tahun 2010
3
1. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib dalam kelancaran pelaksanaan tugas, PNS wajib mematuhi disiplin PNS.
2. Instansi Pemerintah wajib melaksanakan penegakan disiplin terhadap PNS serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan disiplin.
3. PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai disiplin
5. sebagaimana dimaksud diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 86 UUASN (Disiplin)
PP No.53 Th 2010
Perka BKN No.21 Th 2010
Content
Ketentuan Umum
Kewajiban dan Larangan
Hukuman Disiplin
Upaya Administratif
Berlakunya Hukuman Disiplin dan
Pendokumentasian Keputusan Hukuman Disiplin
Ketentuan Peralihan
Ketentuan Penutup
DASAR HUKUM
1. UU 5/2014;
2. PP 53/2010;
3. PP 24/2011 ;
4. Perka. BKN 21/2010.
WNI
diangkat sebagai pns
?
sejak saat itu dan seketika itu pula ia (pns)
menyerahkan sebagian
"kedaulatan pribadinya"
kepada Negara dan Pemerintah RI
KEPATUHAN HUKUM PNS SBG WNI
PERDA PERPRES
PP UU UUD 1945
PANCA SILA
UU ASN
PP No.53 Th 2010
PERDA PERPRES
PP UU UUD 1945
PANCA SILA
WNI PNS WNI NON PNS
Mengendalikan perilaku yang berasal dari dalam diri Seseorang
Pengertian DISIPLIN
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya
Dictionary of Psychology.
Psikodiagnostik adalah suatu upaya untuk menilai karakteristik individu melalui suatu observasi tanda-tanda luar, dalam hal ini baik dari bentuk tubuh, maupun cara-cara bertingkah laku
James Drever
Pratt Fairshild John Macquarrie
Suatu kemauan dan perbuatan seseorang
dalam mematuhi seluruh peraturan
(etika).
Pengertian DISIPLIN
“kesanggupan menaati kewajiban dan menghindari larangan ……
tidak ditaati di jatuhi hukdis
(PP 53/2010).
KEWAJIBAN PNS (17) POIN
Pasal 3
1. Mengucapkan sumpah / janji PNS;
2. Mengucapkan sumpah / janji jabatan;
3. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila,UUD 45, NKRI dan Pemerintah;
4. Menaati segala ketentuan Peraturan Per-UU;
5. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab;
6. Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah dan martabat PNS;
7. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang dan atau
golongan;
8. Memegang rahasia jabatan
9. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan
bersemangat utk kepentingan negara
10.Melaporkan kpd atasan apabila mengetahui ada hal yg dapat membahayakan/merugikan negara, atau Pemerintah terutama dibidang keamanan, keuangan dan materiil;
11.Masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja;
12. Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
13.Menggunakan dan memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik-baiknya;
14.Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat 15.Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas
16.Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan karier
17.Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang
13
Telat masuk
kerja
Pulang cepat
71/2 jam
= 1 hari kerja
KETENTUAN JAM KERJA
Perka BKN 21/2010
• Tegoran lisan
.5 hari
• Tegoran tertulis
6 s/10 hari
• Pernyataan tidak puas secara tertulis
11 s/d 15 hari
• Penundaan Kenaikan Gaji berkala selama 1 tahun
16 s/d 20 hari
• Penundaan Kenaikan Pangkat selama 1 tahun
21 s/d 25 hari
5 hari
6 s.d. 10 hari
11 s.d. 15 hari
16 s.d. 20 hari
21 s.d. 25 hari
PELANGGARAN
KEWAJIBAN
TAAT JAM KERJA
• Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun
26 s/d 30 hari
• Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun
31 s/d 35 hari
• Turun jabatan
36 s/d 40 hari
• Pembebasan dari jabatan 41 s/d 45 hari
• Pemberhentian 46 s/d lebih
• 7 ½ jam = 1 hari Tidak mentaati
jam kerja
26 s.d. 30 hari 31 s.d. 35
hari 36 s.d. 40
hari 41 s.d. 45
hari 46 s.d…
hari
Terlambat / Pulang cepat
PELANGGARAN
KEWAJIBAN
TAAT JAM KERJA
LARANGAN PNS (15) POIN
Pasal 4
1. Menyalahgunakan wewenang;
2. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau org lain dgn menggunakan kewenangan org lain;
3. Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan atau lembaga atau organisasi internasional;
4. Bekerja pada perusahaan atau LSM asing;
5. Memiliki, menjual, membeli,
menggadaikan, menyewakan atau
meminjamkan barang-barang baik
bergerak atau tidak bergerak,
dokumen atau surat berharga milik
negara secara tidak sah;
6. Melakukan kegiatan bersama dgn
atasan, teman sejawat, bawahan / org lain di dlm maupun di luar lingkungan kerjanya utk keuntungan pribadi,
golongan / pihak lain yg merugikan negara;
7. Memberi/menyanggupi akan memberi sesuatu kpd siapapun baik secara
langsung/tdk langsung utk diangkat dlm jabatan;
8. Menerima hadiah/suatu pemberian apa saja dari siapapun yg
berhubungan dgn jabatan dan / pekerjaannya;
9. Bertindak sewenang-wenang thdp bawahannya;
10. Melakukan suatu tindakan / tdk melakukan suatu tindakan yg dpt menghalangi /
mempersulit salah satu pihak yg dilayani sehingga mengakibatkan kerugian bagi yg dilayani;
11. Menghalangi jalannya tugas kedinasan;
12. Memberikan dukungan kpd capres/cawapres dengan cara :
- ikut serta sbg pelaksana kampanye
- menjadi peserta kampanye dgn
menggunakan atribut partai / atribut PNS
- sbg peserta kampanye dgn mengerahkan PNS lain dan /
- sbg peserta kampanye dgn menggunakan fasilitas negara
13. Memberikan dukungan kpd capres /cawapres dgn cara:
Membuat keputusan dan/ tindakan yg meng-
untungkan/merugikan salah satu pasangan Calon selama masa kampanye dan/
Mengadakan kegiatan yg mengarah kpd
keberpihak-an terhadap pasangan calon yg menjadi peserta pemilu sebelum, selama, & sesudah masa
kampanye meliputi pertemuan, ajakan himbauan, seruan / pemberian barang kpd PNS dlm lingkung- an unit kerjanya, anggota keluarga, &
masyarakat
14. Mendukungan kpd calon anggota DPD/calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dgn cara
memberikan surat dukungan disertai fotocopy KTP/Surat Keterangan Tanda Penduduk
15. Memberikan dukungan kpd cakada/
cawakada dgn cara:
Terlibat dlm kegiatan kampanye utk mendukung cakada /cawakada;
Menggunakan fasilitas yg terkait dgn jabatan dlm kegiatan kampanye
Membuat keputusan dan/tindakan yg menguntungkan / merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye
Mengadakan kegiatan yg mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yg menjadi peserta pemilu sebelum, selama,
& sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kpd PNS dlm
lingkungan unit kerjanya, angota keluarga
& masyarakat
Pelanggaran Disiplin
Setiap Ucapan, tulisan dan perbuatan
Dilakuan di dalam/diluar jam kerja
Yg tdk menaati
kewajiban &/melanggar
larangan
Kewaji ban Larang an
HUKUMAN DISIPLIN
Ringan Sedang
Berat
Tingkat dan jenis hukuman disiplin:
1. Hukuman disiplin ringan:
a. Teguran lisan b. Teguran tertulis
c. Pernyataan tidak puas secara tertulis 2. Hukuman disiplin sedang:
a. Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun b. Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun
c. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun
3. Hukuman disiplin berat:
a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
b. Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan dalam jabatan setingkat lebih rendah
c. Pembebasan Jabatan
d. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS
e. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS
UU ASN
tidak mengenal
pemberhentian tidak dengan hormat
sebagai PNS
karena pelanggaran disiplin
Pasal 87 ayat (3) UU 5 Tahun 2014
PNS diberhentikan dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri karena melakukan pelanggaran
disiplin
PNS tingat berat
SUBSTANSI DISIPLIN (TUJUAN)
TERWUJUDNYA : KETERTIBAN, KETERATURAN, KEPATUHAN,
KETENTRAMAN, KETAATAN,
PENINGKATAN KINERA DAN
PRESTASI KERJA
Membangun Kepribadian
Menghargai Karya
Membangun Kerjasama
MEMBANGUN KARIR
POLA PEMBINAAN DISIPLIN
Tujuan Penjatuhan Hukuman Disiplin :
PEMBINAAN PNS
Memperbaiki, Mendidik
Adil dan Proporsional
Berdasarkan Bukti
Jelas dan Tegas
PERTIMBANGAN DLM MENJATUHKAN HD
Akibat, Dampak dan Jenis,
Kesesuaian
Aturan, Kejujuran
dan Penyesalan
PERAN PEJABAT
1. Jika mengetahui adanya pelanggaran disiplin PERIKSA
REKOMENDASIKAN Dukung dengan bukti-bukti
2. Sampaikan dampak dari pelanggaran itu Pengawasan Melekat (tidak memeriksa diperiksa)
Pejabat yang Berwenang Menghukum
PELANGGARAN DISIPLIN PNS
Di Luar Kantor
Di Dalam Kantor
Di Luar Jam Kerja
Di Dalam Jam Kerja
BUKAN DELIK ADUAN
PANGGIL
PERIKSA
JIKA TERBUKTI RUJUK DENGAN PASAL 3 DAN 4 PP NO.53 TH 2010
HUKUM ATAU REKOMENDASIKAN
Prinsip Dasar Penjatuhan Hukuman Disiplin.
1. Pembinaan dan penegakan disiplin PNS, menjadi tugas dan tanggung jawab atasan langsung, Terjadi pelanggaran disiplin!, maka yang wajib memanggil dan memeriksa pertama kali adalah atasan langsung.
2. Apabila dugaan pelanggaran disiplin benar, maka sepanjang hukuman yg setimpal dgn pelanggaran tsb masih kewenangan atasan langsung, maka atasan langsung tsb wajib menghukum 3. Apabila menurut pertimbangan atasan langsung jenis hukuman
yg setimpal utk PNS tsb adalah kewenangan atasan yg lebih tinggi, maka atasan langsung tsb wajib melaporkan disertai BAP yg telah dibuatnya
4. Apabila dalam pemeriksaan ternyata PNS tsb melakukan
beberapa pelanggaran disiplin, kepadanya hanya dijatuhi
hukuman disiplin yg terberat.
Apabila PNS sebelumnya pernah dijatuhi hukuman disiplin, kemudian mengulangi lagi
melakukan pelanggaran disiplin yg sifatnya sama, kepadanya dijatuhi hukuman disiplin yg
lebih berat dari sebelumnya.
Apabila PNS sebelumnya pernah dijatuhi hukuman disiplin, kemudian mengulangi lagi
melakukan pelanggaran disiplin yg sifatnya sama, kepadanya dijatuhi hukuman disiplin yg
lebih berat dari sebelumnya.
Satu pelanggaran disiplin hanya
boleh dijatuhi hukuman disiplin 1 kali
KEWENANGAN PEJABAT DALAM MENJATUHKAN
HUKUMAN DISIPLIN
Presiden menetapkan penjatuhan hukuman disiplin bagi PNS yang menduduki jabatan struktural eselon I dan jabatan lain yang pengangkatan dan pemberhentiannya
menjadi Beliau
Hukuman berat, jenis HD :
− Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
− Pembebasan dari jabatan
− Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS
− Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS
Keterangan:
Penjatuhan Hukuman Disiplin ditetapkan berdasarkan usul PPK
Pasal 16 - 22
PEJABAT YANG BERWENANG DALAM MENJATUHKAN
HUKUMAN DISIPLIN
TINGKAT PUSAT
Eselon V
Eselon IV
Eselon III
Eselon II Eselon I
Kepala Perwakilan RI
Sesuai Kewenangan
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 2
PEJABAT PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
A. YG MENDUDUKI JABATAN :
1. Struktural eselon I
dilingkungannya a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang
c. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
2. Fungs Utama
dilingkungannya a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang c. Hukuman berat 3. Fungs Umum golru IV/d
dan IV/e dilingkungannya a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang
c. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
INSTANSI PUSAT
36
O N PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN
PEJABAT PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
A. YG MENDUDUKI JABATAN ....
4. Struktural eselon II, dilingkungannya 5. Fungs Madya dan
Penyelia
dilingkungannya
a. Hukuman sedang b. Hukuman berat
6. Struktural eselon II dilingk instansi vertikal dan pejabat yang setara yg berada dibawah dan bertanggungjawab
kepada PPK
a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang c. Hukuman berat
7. Fungs Umum golru IV/a
s/d IV/c dilingkungannya a. Hukuman sedang b. Hukuman berat
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
INSTANSI PUSAT
37
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
A. YG MENDUDUKI JABATAN ....
8. Struktural eselon III ke bawah, dilingkungannya 9. Fungs Muda dan Penyelia
ke bawah
dilingkungannya
a. Hukuman sedang, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun
b. Hukuman berat 10.Fungs Umum golru III/d
ke bawah
dilingkungannya
a. Hukuman sedang, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun
b. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
INSTANSI PUSAT
38
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
B. YG DIPEKERJAKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon I Hukuman ringan 2. Fungs Utama a. Hukuman ringan
b. Hukuman berat, jenis HD
– Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
– Pembebasan dari jabatan
3. Fungs Umum golru IV/d
dan IV/e Hukuman ringan
4. Struktural eselon II ke bawah
5. Fungs Madya dan Penyelia ke bawah
Hukuman berat, jenis HD
– Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
– Pembebasan dari jabatan
INSTANSI PUSAT
39
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon I a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang
c. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
2. Fungs Utama a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang
c. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
– Pembebasan dari jabatan
INSTANSI PUSAT
40
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA ....
3. Fungs Umum golru IV/d
dan IV/e a. Hukuman ringan
b. Hukuman sedang
c. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
4. Struktural eselon II
5. Fungs Madya a. Hukuman sedang
b. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
– Pembebasan dari jabatan
6. Fungs Umum golru IV/a
s/d IV/c a. Hukuman sedang
b. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
INSTANSI PUSAT
41
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA ....
7. Struktural eselon III ke bawah
8. Fungs Muda dan Penyelia ke bawah
a. Hukuman sedang, jenis HD
− Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun
b. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
– Pembebasan dari jabatan
9. Fungs Umum golru III/d
ke bawah a. Hukuman sedang, jenis HD
− Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun
b. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
INSTANSI PUSAT
42
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
D. YG DIPEKERJAKAN KELUAR INSTANSI INDUKNYA YG
MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon I a. Hukuman sedang
b. Hukuman berat, jenis HD
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
2. Struktural eselon II ke bawah
3. Fungs Utama ke bawah 4. Fungs Umum golru IV/e
ke bawah
a. Hukuman sedang b. Hukuman berat
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
INSTANSI PUSAT
43
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
E. YG DIPERBANTUKAN KELUAR INSTANSI INDUKNYA YG
MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon II ke
bawah
2. Fungs Utama ke bawah 3. Fungs Umum golru IV/e
ke bawah
Hukuman berat, jenis HD
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
F. YG DIPEKERJAKAN
ATAU DIPERBANTUKAN PADA PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI
Hukuman sedang Hukuman berat
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
INSTANSI PUSAT
44
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN PEJABAT
PEMBINA
KEPEGAWAIAN PUSAT
G. YG DIPEKERJAKAN
ATAU DIPERBANTUKAN PADA NEGARA LAIN ATAU BADAN
INTERNASIONAL, ATAU TUGAS DI LUAR NEGERI
a. Hukuman ringan b. Hukuman sedang c. Hukuman berat
– Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun
– Pemberhentian dgn hormat tidak atas permintaan sendiri sbg PNS
– Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS
INSTANSI PUSAT
45
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 3 Pejabat eselon I
dan pejabat yang setara
A. YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon II dilingkungannya 2. Fungs Madya
dilingkungannya
3. Fungs Umum golru IV/a s/d IV/c dilingkungannya
Hukuman ringan
4. Struktural eselon III dilingkungannya
5. Fungs Muda dan Penyelia dilingkungannya
6. Fungs Umum golru III/b s/d III/d dilingkungannya
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
46
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN Pejabat eselon I
dan pejabat yang setara
B. YG DIPEKERJAKAN
ATAU DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon II 2. Fungs Madya
3. Fungs Umum golru IV/a s/d IV/c
Hukuman ringan
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon III
2. Fungs Muda dan Penyelia 3. Fungs Umum golru III/b
s/d III/d
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
47
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 4 Pejabat eselon
II dan pejabat yang setara
A. YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural es III dilingkungannya
2. Fungs Muda dan Penyelia dilingkungannya
3. Fungs Umum golru III/c s/d III/d dilingkungannya
Hukuman ringan
4. Struktural es. IV dilingkungannya 5. Fungs Pertama dan
Pelaksana Lanjutan dilingkungannya
6. Fungs Umum golru II/c s/d III/b dilingkungannya
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
48
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN Pejabat eselon
II dan pejabat yang setara
B. YG DIPEKERJAKAN ATAU DIPERBANTUKAN
DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon III
2. Fungs Muda dan Penyelia 3. Fungs Umum golru III/c s/d
III/d
Hukuman ringan
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon IV 2. Fungs Pertama dan
Pelaksana Lanjutan
3. Fungs Umum golru II/c s/d III/b
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
49
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 5 Pejabat eselon
II yang atasan langsungnya : a. PPK; dan b. Pejabat
Struktural eselon I yang bukan PPK
A. YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon III dilingkungannya
2. Fungs Muda dan Penyelia dilingkungannya
3. Fungs Umum golru III/c s/d III/d di lingkungannya
Hukuman ringan
4. Struktural eselon IV ke bawah dilingkungannya 5. Fungs Pertama dan
Pelaksana Lanjutan dilingkungannya
6. Fungs Umum golru III/d kebawah dilingkungannya
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
−Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
50
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN Pejabat eselon
II yang atasan langsungnya : a. PPK; dan b. Pejabat
Struktural eselon I yang bukan PPK
B. YG DIPEKERJAKAN ATAU DIPERBANTUKAN
DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon III
2. Fungs Muda dan Penyelia 3. Fungs Umum golru III/c s/d
III/d
Hukuman ringan
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon IV 2. Fungs Pertama dan
Pelaksana Lanjutan
3. Fungs Umum golru II/c s/d III/b
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
51
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 6 Pejabat eselon
III dan pejabat yang setara
A. YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon IV dilingkungannya 2. Fungs Pertama dan
Pelaksana Lanjutan dilingkungannya
3. Fungs Umum golru II/c s/d III/b dilingkungannya
Hukuman ringan
4. Struktural eselon V dilingkungannya
5. Fungs Pelaksana dan Pelaksana Pemula dilingkungannya
6. Fungs Umum golru II/a s/d II/b dilingkungannya
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
52
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN Pejabat eselon
III dan pejabat yang setara
B. YG DIPEKERJAKAN ATAU DIPERBANTUKAN
DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon IV 2. Fungs Pertama dan
Pelaksana Lanjutan
3. Fungs Umum golru II/c s/d III/b
Hukuman ringan
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon V 2. Fungs Pelaksana dan
Pelaksana Pemula
3. Fungs Umum golru II/a s/d II/b
Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
53
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 7 Pejabat eselon
IV dan pejabat yang setara
A. YG MENDUDUKI JABATAN
1. Struktural eselon V dilingkungannya
2. Fungs Pelaksana dan Pelaksana Pemula dilingkungannya
3. Fungs Umum golru II/a s/d II/b dilingkungannya
Hukuman ringan
4. Fungs Umum golru I/a s/d
I/d Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
54
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN Pejabat eselon
IV dan pejabat yang setara
B. YG DIPEKERJAKAN ATAU DIPERBANTUKAN
DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN 1. Struktural eselon V 2. Fungs Pelaksana dan
Pelaksana Pemula
3. Fungs Umum golru II/a s/d II/b
Hukuman ringan
C. YG DIPERBANTUKAN DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN
Fungs Umum golru I/a s/d I/d Hukuman sedang, jenis HD :
−Penundaan KGB selama 1 (satu) tahun
−Penundaan KP selama 1 (satu) tahun
INSTANSI PUSAT
55
N
O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN 8 Pejabat eselon
V dan pejabat yang setara
A. YG MENDUDUKI JABATAN
Fungs Umum golru I/a s/d I/d
dilingkungannya Hukuman ringan B. YG DIPEKERJAKAN ATAU
DIPERBANTUKAN
DILINGKUNGANNYA YG MENDUDUKI JABATAN
Fungs Umum golru I/a s/d I/d Hukuman ringan
INSTANSI PUSAT
56
N O PEJABAT TERHADAP PNS JENIS HUKUMAN DISIPLIN
9 Kepala
Perwakilan RI YANG DIPERKERJAKAN ATAU DIPERBANTUKAN PADA PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI
a. Hukuman ringan
b. Hukuman berat, jenis HD
– Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
– Pembebasan dari jabatan
57
KEWENANGAN PEJABAT DALAM MENJATUHKAN
HUKUMAN DISIPLIN
Pasal 18 s/d 20
1. PPK Provinsi
2. PPK Kabupaten/Kota 3. Sekda Provinsi
4. Sekda Kabupaten Kota
5. Eselon II sampai dengan Eselon V Provinsi
6. Eselon II sampai dengan Eselon V Kabupaten/
Kota
Sesuai Kewenangan
Tata Cara Pemanggilan,
Pemeriksaan, Penjatuhan, dan Penyampaian Keputusan
Hukuman Disiplin
PEMANGGILAN PEMANGGILAN
PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dipanggil secara tertulis oleh atasan langsung untuk dilaku- kan pemeriksaan
Pemanggilan paling lambat 7 hari sebelum pemeriksaaan
tidak hadir
.
pemanggilan kedua paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal seharusnya ybs diperiksa pada pemanggilan pertama
ybs tdk hadir juga maka pejabat yg berwenang menghukum menjatuhkan
HD berdasarkan alat bukti dan keterangan yg ada tanpa dilakukan
pemeriksaan
PEMERIKSAAN
Wajib Diperiksa
Pelaku Pelanggaran
Disiplin
Hasilnya
dlm bentuk
BAP
BAP di tandatang
ani
Dalam hal PNS yg diperiksa tdk bersedia menandatangani BAP, BAP tsb tetap dijadikan sebagai dasar utk menjatuhkan HD
PNS yg diperiksa berhak mendapat foto copy BAP
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pejabat yg berwenang menghukum menjatuhkan HD
Dalam keputusan HD harus disebutkan pelanggaran disiplin yg
dilakukan oleh PNS ybs
Tata Cara Pembuatan BERITA ACARA PEMERIKSAAN
W 5
H 1
Kepastia
Hukum n
5 W + I H
HOW (bagaimana
cara yg ditempuh
dlm melakukan pelanggaran
disiplin)
WHY (mengapa yg menyebabkan
terjadinya pelanggaran
disiplin
WHERE (dimana lokasi
terjadinya pelanggaran
disiplin)
WHEN (kapan waktu dilakukannya pelanggaran
disiplin)
WHAT (apa pelanggaran
disiplin yg dilakukan)
WHO (siapa yg
melakukan pelanggaran
disiplin)
TEHNIK PEMBUATAN BAP
Ada Perintah Ada Perintah
Pangkat Pemeriksa tdk boleh lebih
rendah dari yg diperiksa
Pangkat Pemeriksa tdk boleh lebih
rendah dari yg diperiksa
Membuat Surat Panggilan Membuat Surat
Panggilan
Mampu Mengidentifikasi
Pelanggaran Mampu Mengidentifikasi
Pelanggaran
Mampu Mengumpulkan
Bukti Mampu Mengumpulkan
Bukti
Pemeriksaan dilakukan secara
tertulis Pemeriksaan dilakukan secara
tertulis
Hubungan Keluarga dihindarkan
Hubungan Keluarga dihindarkan
Terperiksa bukan sekedar Obyek Terperiksa bukan
sekedar Obyek
Dilarang
melakukan Tindak Kekerasan
Dilarang
melakukan Tindak Kekerasan
Pertanyaan Dilarang Menjebak Pertanyaan
Dilarang Menjebak
Tidak Mengarahkan
Tidak
Mengarahkan Obyektif & Adil Obyektif & Adil
KompetensiTim Pemeriksa
Pembuatan BAP dan LHP
Hari, Tanggal, dan Tempat pemeriksaan
Nomor, tanggal surat keputusan Instansi serta nama dan jabatan pemeriksaan apabila
pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim pemeriksa
Tanyakan dan Tulis Identitas Terperiksa
Nama,NIP,Pangkat,Jabatan,Unit Kerja
Tanyakan apakah ybs mengerti maksud diperiksa (pembuka)
Tanyakan apakah msh ada yg belum jelas (penutup)
PELAKSANAAN PEMERIKSAAN
Tulislah dalam BAP (Wajib)
KEWAJIBAN DALAM PEMERIKSAAN
Mengajukan pertanyaan pembuka
- apakah PNS yang diperiksa sudah mengerti tujuan dan alasan dipanggil
- apakah PNS yang bersangkutan dalam keadaan sehat
- apakah yang
bersangkutan bersedia menjawab pertanyaan dengan jujur
Mengajukan pertanyaan penutup
- apakah PNS yang diperiksa merasa dipaksa atau tidak dalam memberikan jawaban - apakah PNS yang diperiksa bersedia diperiksa kembali - apakah PNS yang diperiksa memberikan
jawaban/keterangan secara
jujur.
Perlu Diperhatikan Pembuatan
BAP dan LHP :
A. Untuk BAP, harus dibuat tertulis dan antara lain memuat : 1) Hari, tanggal, bulan dan tahun pemeriksaan;
2) Nama dan identitas pejabat pemeriksa dan PNS yang diperiksa;
3) Dasar pemeriksaan (surat perintah untuk melakukan pemeriksaan);
4) Kesediaan PNS untuk diperiksa dan menjawab pertanyaan;
5) Pasal - pasal peraturan yang dilanggar;
6) Kondisi kesehatan PNS yang akan diperiksa;
7. BAP harus mencerminkan kepastian hukum melalui pertanyaan siapa,
mengapa, dimana, kapan & kenapa / bagaimana pelanggaran bisa terjadi;
8. Pemeriksaan harus secara teliti dan objektif;
9. Pemeriksaan juga harus menanyakan apakah sebelumnya sudah pernah dijatuhi HD atau belum, kalau pernah terhadap kasus apa harus dijelaskan;
10. BAP memuat keterangan, apakah dalam pemeriksaan dilakukan dalam keadaan terpaksa / dibawah tekanan;
11. BAP memuat kesediaan PNS untuk dipanggil /
diperiksa ulang;
12) Pernyataan PNS atas kebenaran pertanyaan &
jawaban-nya dalam BAP;
13) Sebelum ditandatangani, BAP harus dibaca oleh PNS dan
setiap halaman diparaf, kecuali lembar yang ada
tandatangannya;
14) Pada saat yang sama, BAP ditanda tangani oleh PNS
yang diperiksa dan
pemeriksa.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
• Bukti
• Saksi dan Terdakwa
Berdasar Jawaban
• Tdk
overlapping
• Sesuai BAP LHP dilarang
menyimpang • Memberatka n
• Meringankan
Saran
berdasar Fakta
Contoh Kasus dlm LHP
Pelanggaran PP
No.10 Th 1983 Jo PP No.45 Th 1990.
Penipuan Tenaga Kerja
Status yang
bersangkutan, sudah berkeluarga / belum, punya anak / belum, hubungan intim dilakukan
dimana, kapan,
berapakali, punya anak / tidak, akhirnya dikawin atau tidak
Mengakui perbuatannya atau tidak
Sudah berapa lama bekerja
Sudah pernah dijatuhi hukuman disiplin atau belum
Yang menjadi tanggungan siapa saja
Dan sebagainya
MEMBUAT LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN (LHP) :
( bila kewenangan menjatuhkan jenis hukuman disiplin ada pd atasan
yg lebih tinggi atau pejabat lain.) 1. LHP dibuat setelah pemeriksaan
atau setelah ybs tdk hadir untuk diperiksa.
2. LHP memuat intisari dari hasil pemeriksaan.
3. LHP memuat ringkasan hasil
pemeriksaan berupa fakta, analisa, dan pertimbangan - pertimbangan yg meringankan dan yg memberatkan sesuai data dan fakta dalam BAP
serta saran sanksi hukuman disiplin .
E V A L U A S I
a.Tuduhan tersebut melanggar Pasal … huruf … dan Pasal … ayat ….. huruf
….. PP.53 Tahun 2010 Yang Meringankan :
(1). Belum pernah dijatuhi HD.
(2). Mempunyai masa kerja … (3). Usia … Thn, … Bln.
(4). Tanggungan.
(5). Keadaan Rumah Tangganya.
Berita Acara Pemeriksaan
Saran hukuman disiplin didasarkan atas pertimbangan yang meringankan dan yang memberatkan.
1) Apakah terhadap PNS tersebut sebelum di BAP sudah dilakukan pembinaan oleh atasannya ?
2) Apakah pelanggaran yang dilakukan murni inisiatif PNS tersebut atau rekayasa / desakan pihak lain.
HAL - HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH PEJABAT YANG BERWENANG MENGHUKUM,
ANTARA LAIN :
Berita Acara Pemeriksaan
• Untuk tidak merugikan PNS, PYBM harus benar - benar jeli
& bijaksana dalam menerapkan hukuman disiplin terhadap pelanggaran yang dilakukan karena penjatuhan hukuman disiplin pada dasarnya adalah dalam rangka Pembinaan terhadap PNS tersebut & merupakan tindakan prefentif bagi PNS yang lainnya agar tidak berbuat hal yang sama.
• Usia.
• Masa kerja.
• Tanggungan keluarga.
• Pangkat/golongan ruang, jabatan.
• Pendidikan.
• Jabatan di kantor.
• Prestasi kerja/kondite.
• Status sosial.
• Pengaruh terhadap lingkungan tempat tinggal.
• Instansi/Unit kerja.
• Sosial Budaya, dan sebagainya.
Berita Acara Pemeriksaan
Berita Acara Pemeriksaan
Yang
Memberatkan Tidak mematuhi Per-UU-an
yang berlaku
Tidak bisa sebagai contoh PNS yang baik
Tidak bertanggung jawab terhadap isteri dan anaknya Sudah dinasehati oleh atasannya, tetapi yang bersangkutan tetap melakukannya
Tidak ada rasa Penyesalan
Pelanggaran dDilakukan berulang-ulang
76
Anak Lampiran Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010
Surat Panggilan
Surat Panggilan Surat Perintah
Memeriksa BAP Rekomendasi
Pembentukan Tim Pembebasan Jabatan
SK Hukuman Disiplin
Surat Panggilan Utk menerima SK
HD
Keputusan Keberatan
Surat Pemberitahuan Keputusan Batal
Demi Hukum
Permohonan Masuk Bekerja selama Banding
Adm
SK Ijin/Tdk diijinkan Bekerja
selama Banding Adm
Kartu Hukuman
Disiplin
Apabila menurut hasil pemeriksaan, kewenangan utk menjatuhkan HD kepada PNS tsb merupakan kewenangan
atasan langsung ybs, maka atasan langsung tsb wajib menjatuhkan HD
pejabat yang lebih tinggi, maka atasan langsung tsb wajib melaporkan secara hierarki disertai BAP
Khusus utk pelanggaran disiplin yg ancaman hukumannya sedang dan berat
dapat dibentuk Tim Pemeriksa oleh PPK atau pejabat lain yang ditunjuk (Pasal 25 PP
53 Thn 2010)
PENJATUHAN HD
79
80
Tim Pemeriksa
Atasan Langsung
Unsur Pengawas
an
Unsur Kepegawa
ian
Pejabat Lain yg ditunjuk
Apabila diperlukan, atasan langsung, Tim Pemeriksa atau pejabat yg
berwenang menghukum dapat meminta
keterangan dari orang lain
PENYAMPAIAN HD
Setiap penjatuhan HD ditetapkan dgn keputusan pejabat yg berwenang
menghukum
disampaikan secara tertutup
tembusannya disampaikan kpd pejabat instansi terkait
dilakukan paling
lambat 14 (empat
belas) hari kerja sejak
keputusan ditetapkan
Jika PNS yg dijatuhi Hukuman Disiplin tidak hadir pada saat
penyampaian keputusan HD, keputusan dikirim kpd ybs
Pembebasan Sementara dari Jabatan
1. Pembebasan sementara dilakukan oleh atasan langsungnya.
2. Pembebasan sementara berlaku sejak ybs diperiksa sampai dengan ditetapkannya HD.
3. PNS yang dibebaskan sementara tetap diberikan hak kepegawaian-nya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
4. Apabila atasan langsungnya tidak ada, maka pembebasan sementara dilakukan oleh pejabat yang lebih tinggi
Pasal 27 PP 53 Tahun 2010
kemungkinan akan dijatuhi HD tingkat
berat
dapat dibebaskan sementara dari
tugas jabatannya
a. PNS yang meninggal dunia sebelum ada keputusan atas upaya administratif, diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dan diberikan hak-hak kepegawaiannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. PNS yang mencapai BUP sebelum ada keputusan atas keberatan, dianggap telah selesai menjalani HD dan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS serta diberikan hak- hak kepegawaiannya berdasarkan peraturan perundang-un- dangan.
c. PNS yang sedang mengajukan banding administratif dan telah mencapai BUP apabila meninggal dunia maka ybs diberhen- tikan dengan hormat sebagai PNS dan diberikan hak-hak kepegawaiannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan.
d. PNS yang mencapai BUP sebelum ada keputusan atas banding administratif, dihentikan pembayaran gajinya sampai dengan
ditetapkannya keputusan banding administratif.
84Hak-hak kepegawaian
1) PNS yang berdsrkan hasil pemeriksaan ternyata melakukan beberapa pelanggaran disiplin, terhadapnya hanya dapat dijatuhi satu jenis HD yg terberat setelah mempertimbangkan pelanggaran yg dilakukan.
2) PNS yg pernah dijatuhi HD kemudian melakukan pelanggaran disiplin yg sifatnya sama, kepadanya dijatuhi jenis Hukuman Disiplin yg lebih berat dari HD terakhir yg pernah dijatuhkan kepadanya.
3) PNS tdk dapat dijatuhi HD dua kali atau lebih untuk satu pelanggaran disiplin.
4) Dalam hal PNS yang dpk/dpb dilingkungannya akan dijatuhi HD yg bukan menjadi kewenangannya, Pimpinan instansi atau Kepala Perwakilan mengusulkan penjatuhan HD kepada PPK instansi induknya disertai BAP
Dasar Penjatuhan Hukuman
Disiplin
berlaku sejak tanggal keputusan utk HD yg ditetapkan oleh : PRESIDEN
PPK untuk jenis HD,
berupa Semua jenis HD ringan
Semua HD sedang HD berat berupa
Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun
Pemindahan dlm rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
Pembebasan dari jabatan
BERLAKUNYA HUKUMAN DISIPLIN
GUBERNUR selaku wakil pemerintah untuk jenis HD, berupa
Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah
Pembebasan dari Jabatan PERWAKILAN RI.
Semua Jenis Hukuman Disiplin Tingkat Ringan yang dijatuhkan pejabat
yang berwenang menghukum
Tingkat dan jenis Hukuman Disiplin yg dijatuhkan oleh pejabat selain Presiden
PPK utk Tingkat dan Jenis HD Ringan dan HD Sedang berupa Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan
Gubernur selaku Wakil Pemerintah utk HD Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah Pembebasan dari Jabatan
Semua Jenis Hukuman Disiplin Tingkat Ringan yang dijatuhkan pejabat yang berwenang menghukum
tidak diajukan keberatan maka mulai berlaku pada hari ke 15 (lima belas) setelah keputusan HD diterima
diajukan keberatan maka mulai berlaku pada tanggal
ditetapkannya keputusan atas keberatan
HD yg dijatuhkan oleh PPK atau Gubernur selaku wakil pemerintah untuk jenis HD berat berupa :
1. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; dan
2. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
apabila :
a. tidak diajukan banding administratif maka mulai berlaku pada hari ke 15 (lima belas) setelah keputusan HD diterima.
b. diajukan banding administratif maka mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya keputusan banding administratif
Apabila PNS yang dijatuhi HD tidak hadir pada waktu penyampaian
keputusan HD maka HD berlaku pada hari ke 15 (lima belas) sejak
tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan HD.
Hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh :
a. Presiden
b. Pejabat Pembina Kepegawaian untuk jenis hukuman disiplin Ringan dan Sedang serta Berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan
c. Gubernur selaku Wakil Pemerintah untuk Jenis Hukuman Disiplin Berat berupa pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan
d. Kepala Perwakilan Republik Indonesia
e. Pejabat yang berwenang menghukum untuk jenis Hukuman Disiplin Ringan
UPAYA ADMINISTRATIF
keberatan dan banding administrasi
HUKUMAN DISIPLIN YANG DAPAT DIAJUKAN KEBERATAN
a.penundaan KGB selama 1 thn; dan
b.penundaan KP selama 1 thn yang dijatuhkan oleh :
1) Pejabat strukt. eselon I dan pejabat yg setara 2) Sekda /Pejabat strukt. eselon II Kab/Kota 3) Pejabat eselon II di lingk. Instansi vertikal
4) Pejabat strukt. eselon II di lingk. instansi vertikal (memimpin satuan organisasi di daerah yang bersifat mandiri) dan unit dgn sebutan lain yg atasan langsungnya pejabat struktural
eselon I yg bukan PPK (mis. Kanwil Bea Cukai dan Kanwil Pajak) ditambah kewenangan menjatuhkan HD berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun utk eselon IV kebawah dan golru III/d kebawah (Psl 16 ayat (4)
5) Pejabat strukt. eselon II di lingk. instansi vertikal (memimpin satuan organisasi di daerah yang bersifat mandiri) dan Kantor Perwakilan Provinsi dan unit setara dgn sebutan lain yg berada di bawah dan bertanggung jawab kpd PPK (mis.
Kanreg BKN, Kanwil Agama, Ktr Perw. BPKP, dll) ditambah kewenangan menjatuhkan HD berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun utk eselon IV kebawah dan golru III/d kebawah (Psl 16 ayat (4);
Diajukan
tertulis dlm jangka 14 hari sejak
menerima keputusan HD
Pejabat wajib memberi
tanggapan dlm jangka waktu 6 hari
Atasan pejabat wajib
mengambil keputusan
selama 21 hari apabila tidak keputusan
batal demi
hukum
a. PNS yang sedang mengajukan banding administratif gajinya tetap dibayarkan sepanjang PNS ybs tetap masuk kerja dan melaksanakan tugas.
b. Untuk dapat tetap masuk kerja dan melaksanakan tugas, PNS ybs harus mengajukan permohonan izin kepada PPK.
c. Penentuan dapat atau tidaknya PNS tersebut masuk kerja dan melaksanakan tugas menjadi kewenangan PPK dengan mempertimbangkan dampak pelanggaran disiplin yang dilaku-kannya terhadap lingkungan kerja yang ditetapkan dengan keputusan.
d. PPK dapat mendelegasikan atau memberikan kuasa kepada pejabat lain dilingkungannya untuk menetapkan keputusan dapat atau tidaknya PNS tersebut masuk kerja dan melaksana-kan tugas.
91
Banding Administratif ke BAPEK
e. PNS yang sedang melakukan banding administratif dan tetap masuk kerja dan melaksanakan tugas, apabila melakukan pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan yang dapat dikenakan hukuman disiplin, maka PPK membatalkan keputusan tentang izin masuk kerja dan melaksanakan tugas bagi PNS yang sedang melakukan banding administratif ke BAPEK, kemudian diikuti dengan penghentian pembayaran gaji.
f. Apabila tidak mengajukan banding administratif, maka gajinya dihentikan terhitung mulai bulan berikutnya sejak hari ke 15 (lima belas) keputusan hukuman disiplin diterima.
g. PNS yang mengajukan banding administratif kepada BAPEK tidak diberikan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, dan pindah instansi sampai dengan ditetapkannya
keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
92a. PNS yang mencapai BUP atau meninggal dunia pada saat menjalani HD:
1) Penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun;
2) Penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun;
3) Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun;
4) Penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun,
dianggap telah selesai menjalani HD dan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS
b. PNS yg meninggal dunia sebelum ada keputusan atas upaya adminis-tratif diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.
c. PNS yang mencapai BUP sebelum ada keputusan atas keberatan, dianggap telah selesai menjalani hukuman disiplin dan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.
d. PNS yang sedang mengajukan banding adminsitratif dan telah mencapai BUP, apabila meninggal dunia maka ybs diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.
Dalam hal PNS ybs sebelumnya dijatuhi HD berupa pemberhentian tidak dengan hormat maka keputusan pemberhentiannya ditinjau kembali oleh pejabat yang berwenang menjadi keputusan pember-hentian dengan hormat .
93
Hapusnya Kewajiban Menjalani Hukuman
Disiplin
a. Dalam hal seorang PNS diusulkan untuk dijatuhi HD berupa pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, terlebih dahulu diperhatikan jabatan yang lowong dan kompetensinya.
b. PNS yang sedang mengajukan upaya administratif tidak diberikan kenaikan pangkat dan/atau kenaikan gaji berkala sampai dengan ditetapkannya keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
c. PNS yang sedang dalam proses pemeriksaan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin atau sedang mengajukan upaya administratif, tidak dapat disetujui untuk pindah instansi.
d. PNS yang sedang dalam proses pemeriksaan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin tidak dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya.
e. PNS yang sedang menjalani HD tidak dapat dipertimbangkan kenaikan gaji berkala dan kenaikan
pangkatnya.
94Ketentuan lain-lain
f. PNS yang sedang menjalani HD dan melakukan pelanggaran disiplin, dijatuhi HD.
g. Hasil pemeriksaan pihak berwajib dan unsur pengawasan dapat digunakan sebagai bahan utk melakukan pemeriksaan atau melengkapi BAP terhadap PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.
h. Surat panggilan, BAP, surat keputusan dan bahan lain yang mengangkut HD adalah bersifat rahasia.
i. Calon PNS yang dijatuhi HD tingkat sedang atau berat, dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS dan diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Calon PNS.
j. Apabila PNS masih menjalani HD karena melanggar kewajiban masuk kerja dan tidak menaati ketentuan jam kerja dan melakukan pelanggaran tidak masuk kerja lagi, maka kepada ybs dijatuhi hukuman yang lebih berat dan sisa hukuman yang harus dijalani dianggap selesai dan berlanjut dengan HD yang
baru ditetapkan.
95k. Dalam hal PNS yang sebelumnya dijatuhi HD penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun dan baru menjalani sebagian dari masa hukuman, apabila ybs kemudian dijatuhi HD berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun, maka PNS ybs hanya menjalani masa hukuman selama 3 (tiga) tahun kedepan.
l. Pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati ketentuan masuk kerja dihitung secara kumulatif sampai dengan akhir tahun berjalan yaitu mulai bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun ybs.
m. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS terhadap pelanggaran disiplin tidak masuk kerja dan menaati ketentuan masuk kerja selama 46 (empat puluh enam) hari atau lebih didasarkan atas pertimbangan obyektif dari PPK
96
97
No KEWAJIBAN Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran
KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6
1 Mengucapkan sumpah/janji PNS;
Mengucapkan sumpah/janji PNS tanpa alasan yang sah
2 Mengucapkan sumpah/janji jabatan;
Mengucapkan sumpah/janji Jabatan tanpa alasan yang sah
3
Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemerintah;
Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
4 Menaati kepada segala peraturan perundang undangan;
Pelanggaran
berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran
berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran
berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
5
Melaksanakan tugas
kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
Pelanggaran
berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran
berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran
berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
MATRIKS TENTANG KEWAJIBAN DAN LARANGAN BAGI PNS DIKAITKAN DENGAN TINGKAT HUKUMAN DISIPLIN
I. KEWAJIBAN
98
No KEWAJIBAN Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran
Ringan Sedang Berat KET
1 2 3 4 5 6
6
Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan martabat PNS;
Pelanggaran
berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran
berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran
berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 7
Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang dan/atau golongan;
Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 8
Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan;
Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara 9
Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara;
Pelanggaran
berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran
berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran
berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
10
Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara atau Pemerintah
terutama di bidang keamanan, keuangan, dan materiil;
Pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
99
No KEWAJIBAN Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran
KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6
11 Masuk kerja dan
menaati ketentuan jam kerja;
•5 hari kerja (teguran lisan)
•6-10 hari kerja (teguran tertulis)
•11-15 hari kerja (pernyataan tidak puas secara tertulis)
•16-20 hari kerja (penundaan gaji berkala selama 1 (satu) tahun)
•21-25 hari kerja (penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun)
•26-30 hari kerja (penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun)
•31-35 hari kerja (penurunan pangkat pada pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun)
•36-40 hari kerja (pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jab. Struk atau fungs tertentu)
•41-45 hari kerja (pembebasan dari jabatan bagi PNS yg menduduki jab. struk atau fungs tertentu)
•46 hari kerja atau lebih (pemberhentian dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS)
Keterlambatan masuk kerja dan/atau pulang cepat dihitung secara kumulatif dan dikonversi 7½ jam dihitung 1 (satu) hari kerja
100
No KEWAJIBAN Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran
Ringan Sedang Berat KET
1 2 3 4 5 6
12 Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan;
Pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun hanya mencapai 25% s/d 50%
Pencapaian sasaran kerja pada akhir tahun kurang dari 25%
13
Menggunakan dan
memelihara barang-barang milik negara dengan sebaik- baiknya;
Pelanggaran
berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran
berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran
berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
14 Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;
Pelayanan tidak sesuai dengan peraturan perundang- undangan
Pelayanan tidak sesuai dengan peraturan perundang- undangan
Pelayanan tidak sesuai dengan peraturan perundang- undangan
15 Membimbing bawahan dalam melaksanakan tugas;
Tidak sengaja tidak membimbing
bawahan
Sengaja tidak membimbing bawahan 16 Memberikan kesempatan
kepada bawahan untuk mengembangkan karier; dan
Tidak sengaja tidak memberi
kesempatan
Sengaja tidak
memberi kesempatan
17 Menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.
Pelanggaran
berdampak negatif pada unit kerja
Pelanggaran
berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan
Pelanggaran
berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara
101
No LARANGAN Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran
KET
Ringan Sedang Berat
1 2 3 4 5 6
1 Menyalahgunakan wewenang Menyalahgunakan
wewenang
2
Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain;
Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain
3
Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional
Tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara asing dan/atau lembaga internasional
4 Bekerja pada perusahaa