• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbandingan kebugaran jasmani antara mahasiswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perbandingan kebugaran jasmani antara mahasiswa"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN KEBUGARAN JASMANI ANTARA MAHASISWA ANGKATAN 2017 DENGAN MAHASISWA ANGKATAN 2018

SETELAH MELAKUKAN SENAM RUTIN JUM’AT DI STKIP BBG BANDA ACEH

Skripsi

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat kelengkapan

akademik guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

PUTRI INDAH SARI

NIM : 1611040068

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH TINGGI BINA BANGSA

GETSEMPENA BANDA ACEH

2020

(2)
(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... iii

DAFTARISI... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar BelakangMasalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 4

1.3Pembatasan Penelitian ... 4

1.4Rumusan Masalah ... 4

1.5Tujuan Penelitian ... 5

1.6Manfaat Penelitian ... 5

1.7 Hipotesis ... 6 BAB II LANDASAN TEORI ... 7

2.1 Deskripsi Teoritik ... 7

2.1.1 Pengertian Perbandingan ... 8

2.1.2 Pengertian Kebugaran Jasmani ... 8

2.1.4 Kebugaran Jasmani yang Berkaiatan dengan Keterampilan Gerak ... 12

2.1.5 Tujuan Kebugaran Jasmani ... 15

2.1.6 Faktor Penunjang Kebugaran Jasmani ... 17

2.1.7 Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani ... 18

2.1.8 Pengertian Senam ... 22

2.1.9 Sejarah Senam di Indonesia ... 24

2.1.10 Seluk Beluk Senam ` ... 25

2.1.11 Senam Kebugaran Jasmani sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kesegaran Jasmani ... 27

2.1.12 Komponen Kondisi Fisik Anak Usia 21-23 Tahun ... 28

2.2 Kajian Penelitian yang Relevan ... 30

2.3 Kerangka Berpikir ... 32

BAB III METODE PENELITIAN ... 33

3.1Pendekatan Penelitian ... 33

3.2 Populasi dan Sampel ... 33

3.3Variabel Penelitian ... 35

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 35

3.5 Alat dan Perlengkapan Penelitian ... 43

3.6 Teknik Analisis Data ... 44

3.7 Jadwal Kegiatan ... 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 46

4.1 Hasil Penelitian ... 46

4.2 Pembahasan ... 51

(4)

BAB V PENUTUP ... 57

5.1 Kasimpulan ... 57

5.2 Saran ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 59

(5)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Dalam pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik, strategi permainan dan aktifitas olahraga, sportivitas, jujur, kerjasama, dan pembiasaan pola hidup sehat. Namun hal ini tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh partisipasi mahasiswa secara aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Pelaksanaannya bukan melalui pembelajaran sederhana di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur jasmani, mental, intelektual, emosi, dan sosial.

Aktifitas yang diberikan di dalam pengajaran harus mendapat sentuhan didaktik-metodik, sehingga aktifitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui proses penerapan pendidikan jasmani diharapkan mahasiswa dapat lebih kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan dan memelihara kebugaran jasmani serta pemahaman dan kebutuhan terhadap gerak manusia dalam kehidupan.

Kebugaran jasmani adalah kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupan untuk melakukan pembelajaran secara optimal dan efektif. Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik sebaik mungkin dengan lingkungannya. Dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya berfungsi dalam kehidupan bermasyarakat. Permasalahan pendidikan tidak hanya terletak pada mahasiswa atau guru, akan tetapi masyarakat dan pemerintah juga ikut turut andil dalam masalah pendidikan ini.

Kebugaran jasmani adalah kondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupan yang berfungsi dalam melakukan pelajaran secara optimal dan efektif.

Pendidikan jasmani adalah wahana untuk mendidik mahasiswa. Para ahli sepakat, bahwa

(6)

pendidikan jasmani merupakan “alat” untuk membawa anak muda agar kelak mereka mampu membuat keputusan terbaik tentang aktifitas gerak jasmani yang dilakukan, dan menjalani hidup secara sehat sepanjang hayatnya.

Menurut pendapat Neimen (2006), bahwa: “kebugaran jasmani adalah kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan dan masih mempunyai cadangan energi untuk mengisi waktu luang dalam menghadapi keadaan darurat”. Ada banyak

faktor yang dapat mempengaruhi partisipasi mahasiswa dalam berolahraga, faktor-faktor itu berasal dari internal dan eksternal. Kita bisa mengetahui dan membedakan faktor mana saja yang bisa meningkatkan dan menurunkan semangat mahasiswa dalam berolahraga.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebugaran jasmani menggambarkan keadaan mahasiswa, dimana mahasiswa mampu melakukan aktifitas belajar mulai pagi sampai siang hari atau mulai siang sampai sore. Kemudian mahasiswa masih sanggup melakukan aktifitas fisik lainnya, seperti jalan-jalan dan kegiatan lainnya. Kebugaran jasmani merupakan faktor penentu dalam penguasaan keterampilan motorik yang dilakukan menekankan keadaan kebugaran jasmani yang baik.

Dengan kebugaran jasmani yang baik, seorang mahasiswa telah memiliki dasar untuk menguasai keterampilan motorik atau dengan kata lain memiliki potensi untuk menguasai suatu keterampilan dengan cepat. Bagi mahasiswa, kebugaran jasmani diperlukan untuk mempercepat dalam penguasaan dalam setiap jenis keterampilan yang dipelajari setelah melakukan aktifitas senam, dalam hal senam dari senam rutin tiap jumat oleh mahasiswa penjas STKIP BBG Banda Aceh yang ada dalam kegiatan rutin. Hal ini perlu untuk diperhatikan oleh semua pihak baik dosen penjas dan orang tua dimana mahasiswa sedang dalam masa belajar.

Pengalaman penulis yang didapat di lapangan mengenai kebugaran jasmani, yaitu adanya anggapan orang-orang bahwa senam dapat meningkatkan kebugaran jasmani. Hal ini

(7)

penulis temui berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa sumber yang sedang melakukan senam setiap jumat tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka timbul suatu ide untuk meneliti kebenaran anggapan orang-orang tersebut, bahwa kebugaran jasmani disini penulis menggunakan senam sebagai aktifitas tersebut dapat meningkatkan kebugaran jasmani.

Kegiatan senam di STKIP BBG Banda Aceh khusus nya prodi penjas khususnya prodi penjas dilakukan setiap pagi Jumat secara rutin oleh seluruh angkatan, kecuali angkatan yang sedang melakukan PPL dari hasil yang penulis amati terlihat bahwa angkatan yang rajin dan yang rutin mengikuti kegiatan senam setiap pagi Jumat ialah angkatan 2017 dan 2018. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti perbandingan kebugaran jasmani setelah melakukan senam angkatan 2017 dan angkatan 2018 setelah melakukan senam rutin pagi Jumat.

Agar penelitian ini lebih akurat maka penulis mencoba megambil judul “Perbandingan Kebugaran Jasmani antara Mahasiswa Angkatan 2017 dengan Mahasiswa Angkatan 2018 Setelah Melakukan Senam Rutin Jum’at di STKIP BBG Banda Aceh”.

1.2Identifikasi Masalah

Kebugaran jasmani yang terdapatpada mahasiswa angkatan 2017 dengan mahasiswa 2018 belum tercapai dengan baik. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, yaitu:

1. Banyak mahasiswa yang tidak mengikuti senam kebugaran jasmani dengan baik.

2. Mahasiswa tidak melakukan gerakan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan.

3. Mahasiswa kurang termotivasi dalam mengikuti senam.

1.3Pembatasan Masalah

Penelitian ini hanya dibatasi pada perbandingan kebugran jasmani antara mahasiswa Angkatan 2017 dengan angkatan 2018. Penelitian ini hanya dibatasi pada mahasiswa setelah melakukan senam rutin Jum’at.

(8)

1.4Rumusan Masalah

Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah perbandingan kebugaran jasmani antara mahasiswa angkatan 2017 dengan mahasiswa angkatan 2018 setelah melakukan senam rutin jumat di STKIP BBG Banda Aceh”?

1.5Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah “untuk mengetahui perbandingan kebugaran jasmani antara mahasiswa angkatan 2017 dengan mahasiswa angkatan 2018 setelah melakukan senam rutin jumat di STKIP BBG Banda Aceh”.

1.6Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak, yaitu:

1.6.1 Secara Teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa dalam melakukan aktifitas olahraga

1.6.2 Secara Praktis

a. Menjadi ilmu pengetahuan terutama bagi penulis sendiri dan bagi yang memerlukan tentang seberapa besar daya kebugaran jasmani seseorang yang sering dan yang tidak sering melakukan aktivitas olahraga.

b. Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan tentang penting nya kebugaran jasmani bagi tubuh.

(9)

1.7Hipotesis

Menurut Arikunto (2001:63) “Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang harus diuji kebenarannya”. Dalam penelitian ini yang menjadi hipotesis

adalah:

Ha= t-hitung≥ t-tebal, artinya terdapat perbedaan yang signifikan tentang kebugaran jasmani antara mahasiswa angkatan 2017 dengan mahasiswa angkatan 2018 setelah melakukan senam rutin jumat di STKIP BBG Banda Aceh tahun 2019.

Ho: = t-hitung < t-tebal, tidak terdapat perbedaan yang signifikan tentang kebugaran jasmani antara mahasiswa angkatan 2017 dengan mahasiswa angkatan 2018 setelah melakukan senam rutin jumat di STKIP BBG Banda Aceh tahun 2019.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbandingan Tingkat Kebugaran Jasmani Anggota Resimen Mahasiswa Satya Nagara Universitas Negeri Medan dengan

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kebugaran jasmani antara mahasiswa perokok dan bukan perokok dengan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara perokok dan tidak perokok pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera

Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui jumlah presentase dari kategori kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal

Dapat dikatakan bahwa lebih dari 50% mahasiswa program studi pendidikan jasmani memiliki tingkat kebugaran jasmani yang kurang baik.. Mahasiswa perlu mengatur pola

Menurut Pawaria, dkk (2017), kebugaran jasmani adalah sesuatu yang penting agar dapat melakukan berbagai aktivitas, kebugaran jasmani seseorang dicerminkan dari kebugaran

Rangkaian tes kebugaran jasmani yang dilaksanakan antara lain: lari 60 meter, gantung angkat tubuh/gantung siku tekuk, baring duduk 60 detik, loncat tegak dan lari 1000/1200

Hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran jasmani pada