• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan eban Kurikulum 2013 naen Dampaknya eban Pendidikan Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perbandingan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan eban Kurikulum 2013 naen Dampaknya eban Pendidikan Islam"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

Indentifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

Faktor penghambat penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran keyakinan moral untuk meningkatkan karakter siswa kelas VII terdiri dari faktor internal dan eksternal. Ada pula yang mengkaji implementasi Kurikulum 2013, khususnya topik keyakinan moral dalam upaya meningkatkan karakter siswa.

Metodologi Penelitian

Makna adalah data aktual, data terdefinisi yang merupakan nilai di balik data yang terlihat. Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang ada.34 Sedangkan Lexy J. Moleong menyatakan bahwa triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu selain data untuk tujuan pengendalian atau sebagai perbandingan dengan data.

Jadi dapat diasumsikan bahwa triangulasi adalah suatu teknik untuk memeriksa silang sumber data, baik melalui sumber data yang berbeda maupun melalui teknik yang berbeda dengan menggunakan sumber data yang sama. Teknik triangulasi digunakan untuk memperkuat keyakinan data yang diperoleh melalui teknik berbeda dari sumber data yang sama. Kedua segitiga ini diharapkan memperoleh tingkat validasi terhadap data yang diperoleh dan kemudian menganalisis data tersebut sebagai hasil data yang dapat dipercaya.

Sistematika Penulisan

Bab ini membahas tentang Kurikulum Tingkat Unit dan evaluasinya, persamaan dan perbedaan mendasar antara Kurikulum PSK 2006 dan Kurikulum 2013, serta mengkaji apakah ada dampak Kurikulum 2013 terhadap Pendidikan Agama Islam (IRE). Kemudian membuat catatan penting mengenai rendahnya mutu dan permasalahan pendidikan kita, Kurikulum sebagai modal pengembangan pendidikan, optimalisasi penerapan Kurikulum 2013, yang menjamin keberhasilan penerapan Kurikulum 2013. Pertama, Kurikulum yang ideal, yaitu kurikulum yang ideal. kurikulum yang memuat sesuatu yang baik, yang dimaksudkan sebagaimana tercantum dalam pedoman kurikulum.

Kedua, kurikulum aktual, yaitu kondisi aktual/sebenarnya dari kurikulum yang direncanakan sebagaimana tertuang dalam manual kurikulum. Pembelajaran merupakan pelaksanaan kurikulum secara nyata dan bertahap, yang memerlukan peran aktif peserta didik. Sebaliknya Glatthorn sebagaimana dikutip Rosyada7 memandang kurikulum tersembunyi sebagai kurikulum yang bukan merupakan bagian dari pembelajaran tetapi memberikan perubahan pada nilai, persepsi, dan perilaku siswa.

Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan

Menurut Mauritz Johnson, “kurikulum menentukan (atau setidaknya mengantisipasi) hasil pengajaran.9 Kurikulum juga merupakan rencana pendidikan yang memberikan pedoman dan pedoman mengenai jenis, ruang lingkup dan urutan isi, serta proses pendidikan. 10. Kurikulum berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 1 angka 19 diartikan sebagai: “..seperangkat rencana dan aturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan tertentu.”. Kurikulum sebagai rencana: Kurikulum sebagai rencana kegiatan belajar mengajar dikembangkan berdasarkan tujuan yang diinginkan.

Kurikulum sebagai penataan: Penataan dalam kurikulum dapat diartikan sebagai pengorganisasian bahan pelajaran (isi) ke arah horizontal dan vertikal. Kurikulum sebagai pedoman: Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembelajaran, kurikulum harus mempunyai kejelasan seputar gagasan dan tujuan yang ingin dicapai melalui penerapan kurikulum. Tentunya fungsi-fungsi tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan peserta didik sejalan dengan arah tujuan pendidikan, yaitu mampu memberikan bangunan perkembangan kepada peserta didik 16.

Kurikulum dan Pengajaran

Tanpa kurikulum sebagai suatu rencana, maka pembelajaran atau pengajaran tidak akan efektif, demikian pula tanpa pembelajaran atau pengajaran sebagai pelaksanaan suatu rencana, maka kurikulum tidak akan ada artinya.18 Dalam praktiknya, hubungan antara kurikulum dan pengajaran menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Faktor-faktor Perkembangan Kurikulum

Kurikulum 2013

Saat ini telah diterapkan kurikulum 2013 yang merupakan pengayaan dan penyempurnaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Kedua, terkait perubahan kurikulum, penulis ingin mengkaji lebih jauh perbandingan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (UTL) 2006 dengan Kurikulum 2013. Ketiga, penulis ingin melihat pengaruh dan dampak dari penerapan Kurikulum 2013. tentang Pendidikan Agama Islam.

Penulis memfokuskan dan membatasi ruang lingkup penelitian hanya pada perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 menjadi Kurikulum 2013 saja. Kedua, dampak penerapan perubahan manajemen Kurikulum KTSP 2006 ke Kurikulum 2013 terhadap proses pembelajaran yaitu: (a) peran Bimbingan dan Konseling (BK), (b) Penandaan jurusan (peminatan), ( c), Buku guru dan buku siswa, (d) Konsep mata pelajaran, (e) Konsep penilaian dan (f) Pendekatan saintifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 8 Tangerang Selatan telah menerapkan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dengan cukup baik.

Misalnya melihat implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam, pembelajaran dari proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Penelitian ini mencoba membandingkan silabus pada tingkat satuan pendidikan dengan silabus tahun 2013 serta dampaknya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI).

Perkembangan Kurikulum Sebuah Keniscayaan

Sejalan dengan perkembangan otonomi daerah, diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (UTL) yang tetap berbasis kompetensi namun juga menilai berbagai karakteristik daerah dalam penyusunan kurikulum. Argumentasi tersebut diperkuat dengan landasan pengembangan kurikulum sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 36 ayat 1 yang menyatakan bahwa pengembangan kurikulum dalam KTSP dilaksanakan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan dan dilaksanakan dengan mengacu pada potensi satuan pendidikan dan peserta didik daerah.3. Sebelum berlakunya undang-undang ini, kurikulum dikembangkan secara terpusat, namun sejak diberlakukannya KTSP, penyusunan dan

1 Umiarso dan Dina Mardiana, “Relevansi Ayat Edukatif dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam di Indonesia”, dalam Pendidikan Islam, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. Menurut Puskur dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, fokus pengembangan kurikulum 2013 adalah pengurangan jumlah mata pelajaran, pengurangan materi pelajaran dan penambahan jumlah jam. Perubahan standar kelulusan/SKL (Permendikbud no. 54 Tahun 2013), perubahan standar isi (Permendikbud no. 64 Tahun 2013), perubahan standar proses (Permendikbud no. 65 Tahun 2013) dan perubahan aspek penilaian (Permendikbud no. 66 ) tahun 2013).

Transformasi Kurikulum

Begitu pula dengan NSP amandemen 2006 terhadap kurikulum 2013 juga memuat rasionalisasi yang dijadikan bahan pertimbangan pengembangan kurikulum sebelumnya. 2 Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah. 2 Standar isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran) yang dibagi menjadi Standar Kompetensi dan Kompetensi Inti Mata Pelajaran.

10 Lihat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, makalah yang disampaikan pada Lokakarya Implementasi Kurikulum 2013 di Pondok Cabe, 14 Januari 2014, hal. Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja) menjadi penilaian otentik (mengukur seluruh kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). Sumber: Seluruh sumber isi inovasi Kurikulum 2013 diambil dari pemaparan pengembangan Kurikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 11.

TABEL 1. Alasan Pengembangan Kurikulum
TABEL 1. Alasan Pengembangan Kurikulum

Perbandingan KTSP 2006 dengan Kurikulum 2013

Tidak sepenuhnya bergantung pada guru, tapi juga pada buku-buku yang disediakan pemerintah.Titik penyimpangan Banyak, sedikit yang utama. Langkah-langkah penguatan tata kelola dilakukan dengan: (1) menyiapkan buku pedoman pengajaran yang terdiri dari buku siswa dan buku guru; (2) mempersiapkan guru untuk menggunakan bahan ajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang mungkin mereka gunakan; (3) penguatan peran pendampingan dan pemantauan pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembelajaran.

TABEL 7. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum 12 Elemen  Ukuran Tata
TABEL 7. Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum 12 Elemen Ukuran Tata

Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 dengan KTSP 2006

Berbagai pakar pendidikan sudah mulai meneliti penerapan kurikulum 2013 dan melihat dampaknya terhadap Pendidikan Agama Islam. Ninik BK dan Hendro Widodo yang meneliti pengembangan model kurikulum 2013 pendidikan agama Islam di SD Muhammadiyah Yogyakarta.21. 21 Mustaqim dan Darnoto, “Permasalahan Implementasi Kurikulum 2013 Pada Aspek Pembelajaran di Madrasah, dalam Jurnal Tarbawi Vol.

Konon untuk membiayai implementasi Kurikulum 2013 dimulai dari pelatihan guru, dengan anggaran lebih dari satu triliun. Artinya, dukungan banyak pihak termasuk individu akan sangat penting untuk menjamin keberhasilan penerapan Kurikulum 2013. 7 D. Andryan, Deo, “Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 8 Tangsel,” Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Ninik BK dan Hendro Widodo, “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Model Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah Yogyakarta”, Majalah MUADDIB: Pendidikan dan Kajian Keislaman. “Implementasi Mata Pelajaran Keyakinan Moral Kurikulum 2013 Dalam Upaya Peningkatan Karakter Siswa Kelas VII Madresah Tsanawiyah Pembagunan UIN Jakarta.”

TABEL 9. Perbedaan Esensial Kurikulum SD 14
TABEL 9. Perbedaan Esensial Kurikulum SD 14

Dampak Implementasi Kurikulum 2013 pada PAI

Kurikulum Sebagai Modal Pembangunan Pendidikan

Kualitas bangsa di masa depan tergantung pada pendidikan yang dinikmati anak-anak saat ini, terutama pada pendidikan formal yang diterima di sekolah. Jadi siapapun yang menguasai kurikulum akan memegang peranan penting dalam menentukan nasib bangsa dan negara di masa depan.3 Di sinilah kita dapat memaknai bahwa kurikulum dapat menjadi modal bagi pembangunan pendidikan. Belen meyakini bahwa kurikulum bukanlah satu-satunya penentu mutu pendidikan, dan bukan pula satu-satunya alat untuk menguraikan visi pendidikan.

Peran kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk visi juga bergantung pada kemampuan guru, termasuk isi kurikulum dalam buku teks dan proses evaluasi pembelajaran. Meski demikian, Agus Suwignyo menambahkan bahwa kurikulum tetap menjadi alat strategis yang dikenal untuk memuaskan kepentingan dan membentuk ide dan perilaku individu. Indratno mengatakan kurikulum adalah program dan isi sistem pendidikan yang bertujuan untuk melaksanakan proses pengumpulan pengetahuan antar generasi dalam masyarakat.

Penanggung Jawab Keberhasilan Kurikulum 2013

Dengan demikian, banyak lembaga, organisasi, dan individu yang terlibat dalam proyek nasional perubahan Kurikulum 2013. Artinya, dukungan banyak pihak, termasuk individu, akan sangat penting dalam menjamin keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.7.

Kunci Sukses Kurikulum 2013

Keberhasilan kurikulum 2013 memerlukan kepala sekolah yang demokratis dan profesional sehingga mampu mendorong terciptanya iklim demokrasi di sekolah, yang akan mendorong terciptanya iklim yang kondusif bagi terciptanya pendidikan dan pembelajaran. Semua murid. potensi 9. Guru merupakan faktor penting yang mempunyai pengaruh besar, bahkan menentukan berhasil tidaknya siswa dalam belajar. Agar penerapan Kurikulum 2013 berhasil dan mempersiapkan guru yang bersedia menjadi fasilitator pembelajaran, perlu diadakan diskusi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, dan komite sekolah.

Selain itu, guru-guru yang telah mengikuti pelatihan juga berinisiatif kreatif untuk memahami guru-guru lain di sekolahnya, sehingga semua orang siap mendukung keberhasilan penerapan kurikulum 2013. Untuk mendorong dan mengembangkan aktivitas siswa, guru harus mampu membantu siswa. mengembangkan pola perilaku mereka; meningkatkan standar perilaku dan menegakkan aturan sebagai sarana menegakkan disiplin dalam setiap aktivitas. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan tertib, optimisme dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah dan kegiatan yang berpusat pada siswa merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangat belajar.

Optimalisasi Implementasi Kurikulum 2013

Keberhasilan pendidikan di suatu sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam memberdayakan seluruh warga sekolah, khususnya tenaga kependidikan yang ada. Membangun tim; Team building bertujuan untuk mendidik seluruh tenaga kependidikan di sekolah pada semua tingkat pekerjaan, dengan teknik manajemen kepala sekolah yang efektif. Pengembangan Program Percepatan; Program akselerasi dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk melewati masa pembelajaran sekolah dengan relatif cepat.

Sebagai mitra masyarakat, sekolah akan dipengaruhi oleh sifat pengalaman seseorang di masyarakat; bahan bacaan, kacamata dan kondisi sosial ekonomi dapat mempengaruhi kegiatan pendidikan di sekolah. Di sisi lain, kesadaran siswa dalam memanfaatkan komunitas sebagai sarana pembelajaran dipengaruhi oleh kegiatan belajar dan pengalaman yang mereka ikuti di sekolah.19. Kualitas manajemen puncak tersebut dapat memberikan inspirasi kepada seluruh tingkatan manajemen untuk memproyeksikan kualitas kepemimpinan yang diperlukan untuk menghemat biaya pendidikan di sekolah.20.

Temuan Hasil Penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

DAFTAR PUSTAKA

RIWAYAT HIDUP

Gambar

Tabel 1. Alasan Pengembangan Kurikulum  Tabel 2. Identifikasi Kesenjangan KTSP  Tabel 3
TABEL 1. Alasan Pengembangan Kurikulum
TABEL 2. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum  Kondisi Saat Ini  Konsep Ideal
TABEL 3. Pola Pikir Perumusan Kurikulum
+7

Referensi

Dokumen terkait

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan

Informasi yang ingin diperoleh dari wawancara dengan guru mata pelajaran Akidah Akhlak adalah bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter, nilai-nilai pendidikan karakter apa saja

Tulungagung ? Fokus: 1) Bagaimana Implementasi Kurikulum 2013 mata pelajaran Akidah Akhlak pada kompetensi pengetahuan dalam membentuk karakter siswa di MTs Darul

ba gaimana “Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Akidah Akhlak Dalam Membentuk Karakter Siswa Di MTs Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung ”,. yang diperoleh melalui

Untuk mendeskripsikan perencanaan yang dilakukan guru mata pelajaran akidah akhlak dalam implementasi kurikulum 2013 pada kelas X Madrasah Aliyah Bilingual Batu..3.

(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD, dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu

Mata Pelajaran Akidah Akhlak dalam Kurikulum 2013 di Madrasah. Tsanawiyah Negeri Kunir

Penyusunan buku paket PAI pada SMA tentu berbeda dengan penyusunan pada materi buku PAI di madrasah yang menyebar menjadi empat mata pelajaran yaitu Akidah