• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Pemikiran Pendidikan Islam Hasan Al-Banna dan HAMKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perbandingan Pemikiran Pendidikan Islam Hasan Al-Banna dan HAMKA"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Dengan menyebut nama Allah SWT, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan disertasi yang berjudul 'Perbandingan Pemikiran Pendidikan Islam Hasan' ini. . Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Akhir kata, pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah banyak berjasa dalam memberikan bantuan berupa bimbingan, bimbingan dan semangat selama proses penyelesaian skripsi ini. Yanggo, MA, Rektor Institut Ilmu Al-Quran. Yang mendidik penulis semasa menjadi mahasiswa Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.

Ahmad Munif Suratmaputra, MA, Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an yang berperan dalam memberikan dorongan dan kebijakan akademik yang formal, disiplin, jujur ​​dan serius dalam perkuliahan, sehingga kebijakan tersebut menjadi landasan bagi menyelesaikan tesis. Dan seluruh dosen Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta yang berperan dalam memberikan ilmu melalui perkuliahan dan seminar, baik dengan memberikan materi, metode,. AZIZ atas doa dan semangat yang ditujukan kepada penulis, semoga Allah memberi pahala yang lebih baik.

Rekan-rekan mahasiswa Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur'an, baik teman sekelas, kakak kelas maupun adik kelas, yang telah menjadi sumber semangat. Nyonya. Shofi dan seluruh staf IIQ, satpam yang telah berperan besar dalam menyediakan nomor ponsel dosen, informasi penting dan berbagai bantuan lainnya yang sangat berharga dalam penyelesaian skripsi ini dari awal sampai akhir. Perpustakaan Umum Kota Pamekasan Madura, Perpustakaan Universitas 45 (UNISMA) Bekasi, Perpustakaan Pondok Pesantren YAPINK Tambun Bekasi dan Perpustakaan Umum Kota Bekasi telah berperan dalam pemberian izin dan pemberian referensi.

Dan kepada semua pihak yang telah banyak membantu namun tidak dapat disebutkan satu persatu karena keterbatasan halaman.

ABSTRAK

ABSTRACT

سحثٌا صرٍِ

211810086يا ،

اٍُعٌا خاؼاضسٌا حِأطت(

ع سهعٌّا

اذطوادت ْآطمٌا)

ع اّهطىف ْأت إٌ جطهاظ

ع ًّر ذ حُتطرٌا طصإٌا

حُِلاؼلإا حُتطرٌا زاىِ

حثؼاحٌّا."

إثٌا ٓؽح "

مُثطرٌا ٍُُعذ ىه

ضاىفأ ِٓو

حوضا ِ حخاح اضَأو

حُصر ٌا خاؼاضسٌا "

ىهو

دؽٔو ،حثطرٌا عطمِ ِٓ

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Permasalahan
    • Identifikasi Masalah
    • Pembatasan Masalah
    • Perumusan Masalah
  • Metode Penelitian
    • Jenis Penelitian
    • Sumber Data
    • Tekhnik Pengumpulan Data
    • Analisis Data
  • Telaah Pustaka
  • Sistematika Pembahasan

Apa pendapat Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) tentang pendidikan Islam? Adakah persamaan dan perbedaan pemikiran Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Adakah relevansi pemikiran Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) terhadap Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tahun 2003?

Bagaimana implementasi pendidikan Islam di Indonesia berdasarkan pemikiran Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) tentang pendidikan Islam. Apa yang melatarbelakangi pemikiran Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) mengenai pendidikan Islam. Apa saja materi pendidikan Islam menurut Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka).

Apa tujuan pendidikan Islam menurut Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Bagaimana pandangan Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) mengenai guru dan siswa. Agama Islam memberikan taraf pendidikan yang tinggi dan juga memberikan landasan bahwa pendidikan merupakan kegiatan seumur hidup, maka dari itu penulis mengkaji permasalahan dalam skripsi ini yang berkaitan dengan “PERBANDINGAN PENDIDIKAN ISLAM PIKIRAN HASAN AL-BANNA DAN HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH”.

Apa persamaan dan perbedaan pemikiran Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Menemukan persamaan dan perbedaan pemikiran pendidikan Islam Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Menjelaskan pemikiran Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) tentang pendidikan Islam dan relevansinya dengan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Tahun 2003. Setidaknya ada dua hal yang bermanfaat dari hasil penelitian ini, yaitu.

Dalam hal ini pemikiran Hasan Al-Banna dan Buya Hamkalah yang bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkapkan serta menjelaskannya.51. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan mengenai tesis/disertasi yang mengulas Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah mengenai pendidikannya memang cukup banyak, namun penulis belum menemukan hal yang bersifat komparatif. Sedangkan dalam penelitian ini peneliti ingin mengkaji pemikiran Hasan Al-Banna dan Buya Hamka dari sudut pandang pendidikan Islam dan mengaitkannya dengan konteks pendidikan di Indonesia.

Mengungkap biografi Hasan Al-Banna dan pemikirannya tentang pendidikan Islam yang meliputi: materi pendidikan agama Islam, metode pendidikan agama Islam, konsep pendidikan agama Islam, lembaga pendidikan agama Islam, tujuan pendidikan agama Islam, pendidik dan peserta didik serta sebagai evaluasi pendidikan Islam. Membahas persamaan dan perbedaan pemikiran pendidikan Islam Hasan Al-Banna dan Haji Abdul Malik Karim Amrullah serta titik temu kedua tokoh tersebut dengan sistem pendidikan nasional tahun 2003.

PENUTUP

Kesimpulan

Kemudian dari sisi pendidik dan peserta didik, kedua tokoh ini juga sepakat bahwa seseorang yang berprofesi sebagai guru harus “ada di suatu tempat” dalam segala aspek kehidupannya. berpandangan sama bahwa penilaian dapat dilakukan secara perseorangan atau dapat dilakukan secara umum. Selain itu, kedua tokoh ini menegaskan, hal yang paling mendesak dalam melakukan evaluasi adalah “kejujuran”. Selain persamaan pandangan antara Hasan Al-Banna dan Buya Hamka, terdapat pula perbedaan pandangan.

Perbedaan pemikiran antara Hasan al-Banna dan Buya Hamka adalah mengenai metode pendidikan Islam dan konsep pendidikan Islam.Menurut Hasan Al-Banna, metode pendidikan Islam harus selaras dengan konsep dan harkat dan martabat manusia sebagai kholifah fil ardh. Di antara metode yang dilakukan Hasan al-Banna adalah: metode keteladanan, metode pendidikan melalui cerita, metode ceramah dan demonstrasi, serta metode pendekatan. Berbeda dengan Buya Hamka, ia berpendapat agar proses pendidikan dapat terlaksana secara efektif dan efisien, ia menggunakan metode diskusi, karyawisata, dan metode pengajian.

Sedangkan dalam pandangan Buya Hamka mencakup konsep penyucian jiwa yang ada dalam dunia pendidikan, yaitu keyakinan bahwa ilmu pengetahuan hanyalah anugerah Tuhan kepada hambanya. Pemikiran pendidikan Hasan Al-Banna dan Buya Hamka ternyata berkaitan dengan UU No. Pendapat kedua tokoh tersebut yang penting bagi UU Sistem Pendidikan Nasional antara lain adalah pertama perlunya umat Islam mendapat kesempatan belajar dan mendapat layanan pendidikan dengan tujuan membentuk manusia unggul, jujur, dan berakhlak mulia.

Saran-saran

Membangun kesadaran akan pentingnya melaksanakan kerjasama terpadu antara orang tua, guru dan masyarakat sebagai pendidik sejati yang bertanggung jawab penuh atas berhasil tidaknya peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. Maka lembaga pendidikan Islam perlu menata ulang dan memformat ulang sistem pendidikan dari yang terfragmentasi menjadi sistem pendidikan terpadu seperti yang direncanakan oleh Hasan Al-Banna dan Buya Hamka. Lembaga pendidikan Islam diharapkan tidak hanya sebatas mewariskan ilmu pengetahuan, sudah saatnya melahirkan generasi yang utuh, unggul dalam ilmu pengetahuan, unggul dalam amalan, dan unggul dalam akhlak.

DAFTAR PUSTAKA

Ez-z, Xhemati Amin Abd, Fahm el-Islam Fii Zhilal el-Ushmi el-Isyr-n li el- Imam Hasan el-Benna, Mesir: Dar el-Dakwah, 1997. Risalah el-Mu'tamar el-Khamis, Dalam; Mexhmu'ah Rasa'il el- Imam Asy-Syahid Hasan el Banna, Bejrut: Dar al-Andalus, 1965. Banna, Iskandariah: Wan al-Dakwah, 1993.

Hatta, Moh, “AL Ikhwan al Muslimin Sebuah Kajian Konsep en Srategi Dakwah” Disertasi, Jakarta: IAIN Syarif Hidayatullah, 2001. Inain, Ali Kholil al, Falsafat al Tarbiyah al Islamiyah Fii al Qur'an al Karim, Kairo: Dar al Fikr al Araby, 1980. Jundi, Anwar al, Hasan al-Banna Addaiyah al Imam Wa al-Mujaddid al-Syahir, Bairut: Dar al-Qolam, 1978.

Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Zaman Nabi hingga Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007. Qardawi, Yusuf, Tarbiyah Hasan Al Banna dalam Jama'ah Al Ikhwan Al Muslimun, Jakarta: Rabbani Press, 2005. Saidan “Perbandingan Pemikiran Pendidikan Islam antara Hasan al Pisang dan Mohammad Natsir” Skripsi, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011.

Sulaiman, Rusdy, “Dakwah Hasan al Banna, Tinjauan Strategi Gerakan Dakwah Islam di Mesir” Skripsi, Jakarta: IAIN syarif hidayatullah Jakarta, 1997.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dari penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil sebagai berikut: Pemikiran Hasan Al Banna tentang agama dan politik secara tidak langsung memiliki kesamaan terhadap

Dalam hal ini sejauh mana pemikiran Hasan Al Banna berpengaruh terhadap Idiologi Partai Keadilan Sejahtera, sehingga Partai Keadilan Sejahtera yang bernafaskan islam bisa bertahan

Pemikiran politik Hasan Al-Banna terutama ide-ide politiknya dalam Ikhwanul Muslimin telah merangsang semangat juang masyarakat Islam agar tidak tertinggal, kembali ke

Dari hasil penelitian, konsep pendidikan Hasan Al-Banna dalam pendidikan Islam meliputi pengertian pendidikan Islam merupakan sebagai proses pengembangan segala potensi

Hasil penelitian mununjukkan bahwa Haji Abdul Malik Karim Amrullah dalam aktivitas kehidupannya banyak terlibat diberbagai bidang misalnya bidang keagamaan beliau bergelut di MUI

Hassan al-Banna disebut-sebut sebagai neo-salafie dengan pemikiran tiga pandangan dasar yaitu 1) Islam adalah sebuah sistem komprehensif yang mampu berkembang sendiri,

Hasan al-Banna dan organisasi ikhwanul Muslimin ingin mengembalikan sisten pemerintahan yang berdasarkan Islam seperti sistem Khalifah, karena menurut pandangan mereka

Penelitian pemikiran al-Banna sudah banyak dilakukan, hanya saja masih terbatas dalam bidang dakwah, sosial, ekonomi, politik maupun bidang pendidikan, tetapi tidak banyak menyinggung