• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW PEMIKIRAN POLITIK BARAT HASAN AL-BANNA

N/A
N/A
Lusia dayana

Academic year: 2024

Membagikan "REVIEW PEMIKIRAN POLITIK BARAT HASAN AL-BANNA "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA : LUSIA DAYANA SETIAWAN MANGATTA NIM : E041221059

TUGAS : PEMIKIRAN POLITIK ISLAM

REVIEW PEMIKIRAN POLITIK BARAT HASAN AL-BANNA

Hasan Al-Banna dilahirkan di desa Al-Mahmudiyah yang berada di wilayah AlBahirah, arah Timur Laut dari Kairo, di kawasan pedalaman Mesir, pada bulan Sya’ban 1324 Hijriah, bertepatan dengan bulan September 1906 Masehi. Ia berasal dari keturunan keluaga yang taat beragama dan terpandang. Ayahnya bernama syekh Ahmad Abdur Rahman Al-Banna, seorang ulama yang hafal al-Qur’an. Keulamaan ayahnya dikenal juga dalam bidang ilmu hadis. Dalam kemasyarakatan, ayahnya dikenal sebagai imam Masjid serta pegawai syari’ah di desanya. Pada masa kecil, ia belajar tahfizh al-Qur’an langsung melalui ayahnya

memboyong gerakan Ikhwan Muslimun kesana sehingga IM menjadi gerakan nasional di Mesir pada 1932. Setelah sepuluh tahun kemudian, organisasi tersebut telah mempunyai pers sendiri. Pada 1936, Hasan Al-Banna mulai mengintegrasikan gerakan IM dengan cara

mengirimkan surat kepada raja, perdana menteri dan penguasa Arab lainnya. Dua tahun kemudian, ia menyerukan kepada Mesir untuk membubarkan partai politik karena tindakan korupsi yang mereka lakukan.

AL-Ikhwan Al- Muslimin(MI) Sebagai Gerakan dan Dakwa

Pada tahun 1928, Hasan Al-Banna. mendirikan organisasi AI-Ikhwan Muslimun (IM). Al- Ikhwan Al-Muslimun adalah sebuah gerakan Islam yang aktif menerapkan dan mempromosikan ajaran agama berdasarkan Qur’an dan Sunnah secara ketat dalam kehidupan umat. Al-Ikhwan al- Muslimun (IM) yang berarti “saudara-saudara Muslim“ di dirikan di kota Ismailiyah, Mesir pada tahun 1928 dengan nama Jam’iyat Al-Ikhwan al-Muslimin

Setelah Hasan Al-Banna kembali ke Kairo, ia memboyong gerakan Ikhwan Muslimun kesana sehingga IM menjadi gerakan nasional di Mesir pada 1932. Setelah sepuluh tahun kemudian, organisasi tersebut telah mempunyai pers sendiri. Pada 1936, Hasan Al-Banna mulai mengintegrasikan gerakan IM dengan cara mengirimkan surat kepada raja, perdana menteri dan penguasa Arab lainnya.

Konsep Dakwa

Dakwah bagi Hasan Al--Banna mengandung makna yang kompleks, yang berarti alat, metode dan sekaligus tujuan. Hal ini sebagaimana terlihat dalam konsep gerakannya dan upaya- upaya yang dilakukan dalam rangka penerapan ajaran Islam secara menyeluruh, Sebagai hasil dari program dakwahnya ini, pada tahun 1928 terbentuk organisasi Ikhwan al-Muslimin yang selanjutnya menjadi wadah bagi misi pembaruan Hasan Al-Banna. Jika sebelumnya dakwah Hasan Al-Banna terbatas pada lisan, setelah terbentuknya organisasi ini kemudian dakwahnya dikembangkan lewat berbagai media seperti, koran, tabloid, majalah disamping bentuk-bentuk aktivitas sosia

(2)

Konsep pendidikan

Pendidikan merupakan instrumen terpenting bagi terwujudnya suatu perubahan dan pembinaan uma, menurut Hasan Al-Banna, Islam cukup mencakup segala aspek dimana satu dengan yang lainnya saling terkait dan terintegral, Adapun tujuan pendidikan yang dicanangkan Hasan Al-Banna dengan kurikulum tersebut adalah pembentukan pribadi muslim yang

mempunyai dedikasi tinggi, dan punya semangat untuk melakukan perubahan dimana ia berada, dan tidak menyerah dengan kondisi yang ada.

Konsep ekonomi

Dengan demikian ada dua persoalan yang dihadapi oleh umat Islam, yaitu: kondisi

geografis yang kurang menguntungkan dan monopoli asing yang mencekik perekonomian Mesir.

Berangkat dari kondisi tersebut, Hasan Al-Banna mencurahkan perhatian pada peningkatan ekonomi masyarakat, disamping upaya pembebasan diri dari cengkeraman pihak asing

Seperti negara-negara Islam lainnya, Mesir termasuk negara berkembang dimana mayoritas penduduknya berpenghasilan dibawah rata-rata standar. Kondisi ini tidak lepas dari faktor geografis, yaitu lahan pertanian yang tandus, sementara mata pencaharian pokok mereka bertumpu pada pertanian. Di pihak lain, adanya monopoli pihak asing, yaitu Inggris.

Konsep sosial

Realitas sosial masyarakat Mesir ini tidak luput dari pengamatan Hasan Al-Banna. Maka alternatif pemecahannya tidak kalah pentingnya dari ide dan gerakan pembaharuan al-Banna.

Masyarakat Mesir ketika itu hidup dalam kemiskinan sebagai akibat dari monopoli Inggris.

Konsekuensi lain dari Inggris adalah kebodohan, rendahnya tingkat kesehatan dan ekadensi moral. Berhadapan dengan realitas sosial yang demikian rupa, maka sangat tepat jika Hasan al- Banna melontarkan gagasan perlunya dilakukan kegiatan ekonomi bersama dan penghapusan dominasi minoritas dalam perekonomian

Pemikiran politik hasan Al-Banna

Pemikiran Hasan Al-Banna tentang negara sangat dipengaruhi oleh kondisi sosialpolitik ketika Khilafah Turki Usmani diruntuhkan sehingga umat Isam tidak memiliki kekuatan formal

mempersatukan visi dan misi mereka. Umat Islam terjebak dan tidak dapat melepaskan diri dari sistem pemerintahan yang diadopsi dari Barat. Agar umat Islam bisa kembali bersatu, kebutuhan terhadap negara Islam yang mampu mengakomodasi nilai Islam sangat mendesak. Setelah menyadari perlunya pembentukan negara, menurut Hasan Al-Banna, bentuk pemerintahan yang ideal adalah Khilafah. Khilafah yang dimaksudkan oleh Hasan Al-Banna harus mampu

mengoordinasikan seluruh negara muslim. Polanya adalah bahwa negara-negara muslim yang sepakat Khilafah bermusyawarah untuk memilih mediator yang disepakati sebagai pemimipin seluruh kepentingan umat. Khilafah dalam perspektif Hasan Al-Banna terbentuk melalui koordinasi negara-negara muslim yang sepakat untuk menerapakan nilai-nilai ajaran Islam.

(3)

Dengan kata lain, Khilafah hanya melaksanakan fungsi koordinatif saja sebab kekuasaan para penguasa negara-negara muslim masih tetap eksis. Keberadaan Khilafah dalam konteks ini adalah untuk mewujudkan penerapan prinsip-prinsip Islam di negara-negara muslim. Hal ini tidak dilakukan secara cepat tetapi bertahapUntuk mewujudkan negara, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah perbaikan individu, perbaikan rumah tangga, perbaikan masyarakat, perbaikan pemerintah, pembebasan tanah air, pengembalian peran internasional umat Islam (dengan cara memerdekakan, menyatukan, dan mengumumkan Khilafah yang menjadi model bagi dunia). Strategi dalam mendirikan negara adalah melalui dakwah

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini tentu saja akan berupaya untuk merunut alur pemikiran Hasan al Banna tentang agama dan politik hingga pada pengaruhnya terhadap idiologi Partai Keadilan

Penelitian ini tentu saja akan berupaya untuk merunut alur pemikiran Hasan al Banna tentang agama dan politik hingga pada pengaruhnya terhadap idiologi Partai Keadilan

Dari penelitian yang dilakukan maka didapatkan hasil sebagai berikut: Pemikiran Hasan Al Banna tentang agama dan politik secara tidak langsung memiliki kesamaan terhadap

Dalam hal ini sejauh mana pemikiran Hasan Al Banna berpengaruh terhadap Idiologi Partai Keadilan Sejahtera, sehingga Partai Keadilan Sejahtera yang bernafaskan islam bisa bertahan

Dari hasil penelitian, konsep pendidikan Hasan Al-Banna dalam pendidikan Islam meliputi pengertian pendidikan Islam merupakan sebagai proses pengembangan segala potensi

Itulah sebabnya ketika negara Islam Khilafah di Turki diruntuhkan pada tahun 1924, Hasan Al-Banna berjuang bersama atau melalui IM untuk mendirikan kembali Khilafah negara yang diatur

Ilham Tri, 2021 Pengaruh Pemikiran Hasan Al Banna dalam gerakan Islam Ikhwȃnul Muslimȋn dengan hasil Penelitian bahwa Hasan Al-Banna adalah pejuang Islam dari Mesir yang bertujuan

1 KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT HASAN AL-BANNA Skripsi Diajukan untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar sarjana pendidikan agama islam S.Pd Program Studi Pendidikan