• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODI PERBANKAN SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Desember 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PRODI PERBANKAN SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Desember 2018"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Jurusan Ekonomi Islam

Program studi Perbankan Syariah

Oleh :

HANNAH FAIZATUL AMALIAH NIM. 083 143 274

Dosen Pembimbing : Ahmadiono, M.E.I NIP. 19760401 200312 1 005

PRODI PERBANKAN SYARIAH JURUSAN EKONOMI ISLAM

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER

Desember 2018

(2)
(3)
(4)

Modal Kerja Terhadap profitabilitas PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

Menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat merupakan salah satu fungsi pokok Bank Syariah yang dilakukan dengan spirit tolong menolong dan kebajikan. Pengusaha berbadan hukum maupun perseorangan dapat menikmati manfaat dari produk Pembiayaan Modal Kerja (PMK) yang disalurkan oleh Bank Syariah untuk mendapatkan tambahan modal dan memenuhi kebutuhan usahanya. Permodalan adalah hal pokok dalam menjalankan suatu usaha dan menyalurkan pembiayaan merupakan fungsi pokok dari Bank Syariah, dengan begitu kedua belah pihak akan dapat saling diuntungkan.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Pembiayaan Modal Kerja berpengaruh terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk?; 2) Seberapa besar Pembiayaan Modal Kerja berpengaruh terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk?

Sesuai rumusan maalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Untuk mengetahui pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk; 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Variable independen dalam penelitian ini adalah PMK sedangkan variable dependennya adalah profitabilitas (ROA) dan teknik analisis yang digunakan adalah regresi sederhana, uji t, serta uji koefisien determinas (R2).

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa 1) Variabel PMK dengan menggunakan uji t tidak bepengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil perhitungan SPSS yang menunjukan t hitung memiliki nilai -0,715 dan t tabel 2,10092. 2) adapun besaran tingkat pengaruh PMK terhadap profitabilitas (ROA) sangatlah kecil yaitu sebesar -0,055 (-5,5%) yang didapat dari hasil Adjusted RSquare.

Kata kunci: PMK dan profitabilitas (ROA).

(5)

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 10

1. Variable Penelitian ... 10

2. Indikator Variabel ... 11

F. Definisi Operasional... 12

G. Asumsi Penelitian ... 14

H. Hipotesis ... 14

(6)

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 16

4. Analisis Data ... 16

J. Sistematika Pembahasan ... 21

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 23

A. Penelitian Terdahulu ... 23

B. Kajian Teori ... 31

BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 47

A. Gambaran Objek penelitian... 47

B. Penyajian Data ... 54

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 55

D. Pembahasan ... 63

BAB IV PENUTUP ... 67

A. Kesimpulan ... 67

B. Saran ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 69

(7)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara umum bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat. Dalam proses pembangunan dunia perekonomian nasional, peran perbankan sangat penting. hak sebagai lembaga keuangan utamanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali pada masyarakat disebut dengan kredit, sedangkan dalam bank islam penyaluran dana kepada masyarakat disebut dengan pembiayaan.1

Bank adalah lembaga kepercayaan. Oleh karena itu, manajemen bank harus menggunakan semua perangkat operasionalnya agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Salah satu perangkat yang sangat strategis dalam menopang kepercayaan adalah permodalan yang memadai. Modal merupakan faktor yang amat penting bagi perkembangan dan kemajuan bank sekaligus berfungsi sebagai penjaga kepercayaan masyarakat. Setiap penciptaan aktiva, disamping berpotensi menghasilkan keuntungan juga berpotensi menimbulkan risiko. Oleh karena itu, modal juga harus dapat digunakan untuk menjaga kemungkinan terjadinya risiko kerugian atas investasi pada aktiva, terutama yang berasal dari dana–dana pihak ketiga atau masyarakat. Peningkatan peran aktiva sebagai penghasil keuntungan harus serentak bersama dengan

1Syafi’i Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Insani, 2001), 4.

(8)

pertimbangan risiko yang mungkin timbul guna melindungi kepentingan para pemilik dana.2

Bank sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dapat digolongkan dalam beberapa macam, diantaranya sebagai berikut: Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah, serta Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah. Istilah perkreditan dalam Bank Perkreditan Rakyat Syariah tidak digunakan setelah diberlakukannya Undang- Undang Perbankan Syariah. Di dalam penjelasan Undang-Undang tersebut dijelaskan tentang jenis bank syariah yakni terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.3

Bank Umum Syariah adalah bank yang segala kegiatannya mengacu pada hukum islam dan tidak mengandalkan bunga dalam kegiatan operasionalnya. Operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada al-Qur’an dan hadits. Sedangkan imbalan yang diterima oleh bank syariah maupun yang dibayarkan kepada nasabah bergantung pada akad dan perjanjian antara bank dan nasabah. Perjanjian tersebut didasarkan pada hukum syariah baik dalam perjanjian penghimpunan dana ataupun penyalurannya.

Menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat merupakan salah satu fungsi pokok Bank Umum Syariah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang

2Muhammad Syafi’i Antonio, Dasar – Dasar Manajemen Bank Syariah (Bandung: CV Pustaka Setia, 2001), 135.

3Jundiani, Pengaturan Hukum Perbankan Syariah di Indonesia (Malang: UIN-Malang Press, 2009), 114.

(9)

Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008. Penyaluran pembiayaan tersebut merupakan salah satu bisnis utama dan oleh karena itu menjadi sumber utama pendapatan Bank Umum Syariah. Seiring dengan berjalannya waktu, pembiayaan syariah dengan segala jenis akad dan karakteristiknya masih belum dipahami dengan baik oleh masyarakat. Pembiayaan merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan suatu usaha baik untuk usaha perorangan, industri rumahan, ataupun suatu perusahaan besar yang lama berdiri. Hal ini disebabkan karena suatu usaha membutuhkan biaya untuk menjalankan kegiatan operasional.4

Pembiayaan dalam Bank Umum Syariah dilakukan dengan spirit tolong-menolong dalam kebaikan dan kebajikan sehingga aspek ibadah dan akhlak menjadi hal yang fundamental dalam kegiatan bisnis. Penyaluran pembiayaan bukan sekedar bisnis untuk mencari keuntungan, namun sebagai upaya penyebaran kemaslahatan bagi masyarakat. Hal tersebut dinyatakan secara eksplisit dalam al-Qur’an Surat al-Jumu’ah ayat 10 :

































4Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Bisnis Pembiayaan Bank Syariah (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018), 2.

(10)

Artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Pelaksanaan penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Umum Syariah harus lebih ekstra karena tidak hanya menyangkut prudential banking seperti credit risk, operasional risk, liquidity risk, dan operasional risk, tetapi lebih komprehensif berkenaan dengan moral, etika dan spiritual.

Sama halnya dengan Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah juga menawarkan nasabah dengan beragam bentuk produk, hanya saja perbedaannya dengan Bank Umum Konvensional adalah dalam hal penentuan harga baik terhadap harga jual maupun harga belinya. Dalam menyalurkan dananya kepada nasabah, secara garis besar produk pembiayaan syariah terbagi kedalam empat kategori yang dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu: Pembiayaan dengan prinsip jual beli, pembiayaan dengan prinsip sewa, pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, dan pembiayaan dengan akad pelengkap.5

Dalam penyaluran pembiayaan, sering kali karyawan atau pejabat yang terlibat dalam prosesnya dihadapkan pada dilema antara idealisme dan realitas. Sering terjadi benturan kepentingan antara bank dengan nasabah, target volume dengan profitabilitas, serta prinsip kehati-hatian dengan

5Adiwarman Karim, Bank Islam (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), 97.

(11)

pencapaian target sehingga mereka yang terlibat harus memiliki integritas, kompetensi berupa attitude, knowladge, dan skill, serta sikap profesional.6

Produk pembiayaan modal kerja (PMK) merupakan salah satu produk yang ditawarkan oleh Bank Umum Syariah. PMK merupakan suatu pembiayaan jangka pendek yang diberikan pada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah. PMK merupakan salah satu kombinasi dari pembiayaan likuiditas (cash financing), pembiayaan piutang (receivables financing), dan pembiayaan persediaan (inventory financing). Akad yang digunakan umumnya merupakan akad yang berdasarkan prinsip bagi hasil seperti mudharabah dan musyarakah, dan atau akad lain yang bersesuaian dengan kebutuhan nasabah.

Profitabilitas merupakan salah satu dari rasio keuangan yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.7

Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari pinjaman dan investasi. Indikator yang biasa digunakan untuk mengukur profitabilitas bank adalah Return On Equity (ROE) yaitu rasio yang menggambarkan besarnya kembalian atas total modal untuk menghasilkan keuntungan, dan Return On Asset (ROA) yaitu rasio yang

6Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Bisnis Pembiayaan Bank Syariah, 38.

7Irham Fahmi, Pengantar Manajemen Keuangan (Bandung: Alfabeta, 2016), 80.

(12)

menunjukan kemampuan keseluruhan aktiva yang ada dan digunkan untuk menghasilkan keuntungan. Persaingan antar bank yang semakin ketat secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pencapaian profitabilitas bank syariah. Meskipun bank syariah tidak hanya memiliki motivasi sekedar bisnis saja, kemampuan bank syariah dalam menghasilkan profit menjadi indikator penting keberlanjutan entitas bisnis. Selain itu kemampuan menghasilkan profit untuk mengukur kemampuan bersaing antar bank syariah dalam jangka panjang.

Keterlibatan penyediaan dana secara syariah dalam dunia usaha sangat penting, karena dengan demikian perekonomian masyarakat dapat terarah kemasyarakat secara baik sesuai dengan tuntunan agama. Dengan adanya modal kerja yang dikeluarkan oleh penyedia dana, maka usaha akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk merupakan salah satu dari Bank Umum Syariah yang ada di Indonesia, setelah beberapa kali melakukan perubahan nama PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk mendapatkan izin operasi syariah dari Bank Indonesia pada tanggal 6 Oktober 2009 dan kemudian resmi beroperasi sebagai Bank Umum Syariah pada tanggal 2 Desember 2009. Pada tanggal 30 Desember 2013 memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat dan menjadi Bank Syariah pertama yang go public di pasar

(13)

Indonesia.8 Sebagaimana halnya Bank Umum Syariah yang ada, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk juga menawarkan berbagi produk kepada nasabahnya salah satu produk yang ditawarkan adalah Pembiayaan Modal Kerja (PMK) Pas iB, pembiayaan ini menjawab kebutuhan nasabah dalam hal kebutuhan modal kerja baik untuk modal kerja pembiayaan jangka berulang, tetap langsung dan tetap angsuran. Nasabah dapat memanfaatkan pembiayaan tersebut untuk membiayai pembelian inventory baik berupa bahan baku maupun barang dagangan, dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja operasional serta untuk aktifitas produktif lainnya.9

Disinilah peran perbankan syariah yang ada selama ini sangat dirasakan oleh sebagian pihak dan itu betul-betul sangat bermakna, karena dengan produk-produk yang ditawarkannya terutama melalui produk-produk modal kerja yang ada. Para pengusaha, terutama para pengusaha kecil dan menengah, dengan adanya pembiyaan modal kerja sangatlah tertolong dan terbantu didalam mengatasi masalah permodalan yang mereka hadapi.

Pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan yang berkelanjutan, dan senantiasa berada pada kualitas yang baik. Kualitas pembiayaan yang kurang baik, atau bahkan memburuk akan berdampak secara langsung pada penurunan pendapatan dan laba yang diperoleh bank syariah. Penurunan pendapatan dan laba tersebut

8 https://m.merdeka.com/uang/panin-bank-syariah-jadi-bank-syariah-pertama-ipo-di- indonesia.html (15 Januari 2019)

9https://www.paninbanksyariah.co.id (11 Juli 2018)

(14)

selanjutnya menurunkan kemampuan bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan.10

Penelitian terdahulu dilakukan oleh Linda Hardiani Rukmana (2015).

Linda melakukan penelitian tentang pengaruh pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan konsumsi terhadap profitabilitas industri bank syariah di Indonesia periode 2009-2014.

Hasil dari penelitian tersebut adalah hanya pembiayaan modal kerja yang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas industri bank syariah di Indonesia dengan hasil uji t sebesar 3,334. dengan t tabel sebesar 2,776 yang diperoleh dari df= 4 dan α/2= 0,025. Sedangkan pembiayaan investasi dan pembiayaan konsumsi secara parsial tidak berpengaruh terhadap profitabilitas dengan masing-masing hasil uji t sebesar 0,689 (pembiayaan investasi) dan 0,389 (pembiayaan konsumsi). Namun hasil uji simultan menunjukkan bahwa pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan konsumsi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas industri bank syariah dengan signifikansi 0,000.11

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut dengan mengambil judul “ANALISIS PENGARUH PENYALURAN PEMBIAYAAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PT BANK PANIN DUBAI SYARIAH Tbk”.

10Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Bisnis Pembiayaan Bank Syariah, 2.

11Linda Hardiyani Rukmana, Pengaruh pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan konsumsi terhadap profitabilitas industri bank syariah di Indonesia periode 2009- 2014, (Surabaya: Universitas Airlangga, 2015)

(15)

B. Rumusan Masalah

1. Apakah pembiayaan modal kerja berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu dan konsisten dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah.

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah pembiayaan modal kerja berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

2. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh pembiayaan modal kerja terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan bersifat teoritis dan kegunaan praktis. Seperti kegunaan bagi penulis, instansi, dan masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus realistis.12

12Babun Suharto dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 38.

(16)

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk memperluas wawasan perbankan terutama tentang teori yang mengungkapkan bahwa pembiayaan modal kerja berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas industri Bank Syariah di Indonesia.13 2. Manfaat Praktis

Penelitian ini mempunyai beberapa manfaat praktis bagi beberapa pihak yaitu:

a. Bagi peneliti

Penelitian ini di harapkan dapat mengembangkan wawasan pengetahuan peneliti dalam menulis sebuah karya ilmiah yang baik dan benar, dan untuk menjadi bekal bagi peneliti dalam penelitian yang akan dilakukan di kemudian hari. Serta dapat meningkatkan pemahaman peneliti tentang kontribusi penyaluran pembiayaan modal kerja terhadap profitabilitas perbankan syariah.

b. Bagi mahasiswa IAIN Jember

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bacaan dan informasi bagi seluruh mahasiswa khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dalam penyusunan tugas akhir dengan pokok permasalahan yang sama.

13Rukmana, “Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan Konsumsi Terhadap Profitabilitas Industri Bank Syariah di Indonesia Periode Januari 2009 Hingga April 2014”, vi.

(17)

c. Bagi perbankan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas perbankan dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi dalam mengambil keputusan aktivitas perbankan guna mengembangkan usaha perusahaan.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Adapun ruang lingkup dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Variabel Penelitian

Pada bagian ini peneliti harus menentukan variabel secara jelas dan tegas. Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya.

Variabel penelitian ini di bagi menjadi dua variabel yaitu, variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) dengan uraian sebagai berikut:

a. Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (variabel terikat). Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah pembiayaan modal kerja PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

b. Variabel dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang di- pengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel

(18)

independen (variabel terikat). Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

2. Indikator Variabel

Setelah variabel penelitian terpenuhi, kemudian dilanjutkan dengan mengemukakan indikator–indikator variabel yang merupakan rujukan empiris dari variabel yang akan diteliti.

a. Indikator penyaluran pembiayaan modal kerja

1. Jumlah Pembiayaan Modal Kerja yang disalurkan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

b. Indikator profitabilitas

1. ROA PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

F. Definisi Operasional 1. Pembiayaan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, khususnya pasal 1 ayat (25) mendefinisikan pembiayaan sebagai penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa14:

a. Transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah.

b. Transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik.

14Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Bisnis Pembiayaan Bank Syariah, 27.

(19)

c. Transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna’.

d. Transaksi pinjam-meminjam dalam bentuk piutang qordh.

e. Transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multi jasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank syariah dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang di biayai atau yang diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi hasil.

2. Modal Kerja

Modal kerja adalah investasi sebuah perusahaan pada aktiva- aktiva jangka pendek-kas, sekuritas, persediaan, dan piutang. Adapun menurut shiegel dan shim modal kerja merupakan suatu ukuran dari likuiditas perusahaan. Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan suatu konsep modal kerja yang sesuai dengan pengharapan pihak perusahaan, maka harus diterapkannya suatu ilmu manajemen yang bisa memberikan arah konsep yang sesuai dengan yang di maksud dalam kaidah manajemen modal kerja. Manajemen modal kerja berkaitan dengan manajemen aktiva lancar-kas, piutang dan persediaan, dan prosedur pendanaan aktiva tersebut.15

15Fahmi, Pengantar Manajemen Keuangan, 100.

(20)

3. Profitabilitas

Rasio profitabilitas ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dari setiap penjualan yang dilakukan.

Rasio profitabilitas selain bertujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga akan memberikan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan dalam menjalankan operasional perusahaan. Upaya menghasilkan laba dilakukan dengan penyaluran dana kepada masyarakat dengan sistem pembiayaan.

4. Pembiayaan Modal Kerja

Pembiayaan Modal Kerja (PMK) adalah pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja usahanya. Jangka waktu pembiayaan modal kerja maksimal satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

G. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian bisa disebut juga sebagai anggapan dasar atau postulat, yaitu sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti.16 Asumsi penelitian dalam penelitian ini adalah: Terdapat pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

H. Hipotesis

Hipotesis merupakan proposisi yang akan di uji keberlakuannya, atau merupakan suatu jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Berdasarkan

16Suharto dkk, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39.

(21)

pada latar belakang, rumusan masalah, dan penelitian-penelitian sebelumnya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

Ho: Tidak terdapat pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

Ha: Terdapat pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

I. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dan informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

Metode penelitian yang akan digunakan peneliti adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan pada dasarnya adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah yang digunakan dengan menerapkan metode ilmiah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, sedangkan jenis pada penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, pada penelitian ini minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan, terdapat tiga jenis hubungan antar variabel yaitu: simetris kausal dan interaktif.

Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah PMK dan

(22)

profitabilitas (ROA) dan menggunakan hubungan kausal yaitu hubungan sebab akibat.17

2. Populasi dan sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.18

Populasi dalam penelitian ini yaitu data Pembiayaan Modal Kerja yang diperoleh dari laporan bulanan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

selama periode bulan Maret 2015 – September 2017. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah Pembiayaan Modal Kerja, dan ROA PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk yang terdiri dari 31 data.

3. Teknik dan instrumen pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan studi kepustakaaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder laporan bulanan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan telah di publikasikan. Teknik pengumpulan data dengan dokumen dapat berbentuk tulisan misalnya sejarah, biografi, peraturan kebijakan, dan lain sebagainya.19

17Sugiyono, Metode Penelitian Administratif, (Bandung: Alfabeta, 2017), 12.

18Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Bandung : Alvabeta, 2015), 80.

19Ibid., 240.

(23)

4. Analisis data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul.

Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dari seluruh responden, metabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.20

a. Uji Asumsi Klasik

Untuk mendapatkan model regresi yang baik harus terbebas dari penyimpangan data. Uji asumsi klasik yang digunakan sebagai berikut:

1) Uji Asumsi Klasik Normalitas

Pengujian terhadap asumsi klasik normalitas berguna untuk menentukan analisis data. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak sehingga langkah selanjutnya tidak menyimpang dari kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan.21

Residual data model regresi yang baik adalah yang residual datanya berdistribusi normal. Jika residual data tidak ada terdistribusi normal maka kesimpulan statistik menjadi tidak valid

20Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi (Bandung: Alfabeta, 2017), 169.

21Achmad Agus Priyono, Analisis Data dengan SPSS (Malang: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang), 31.

(24)

atau bias. Terdapat beberapa metode untuk menguji normalitas data, antara lain: Grafik, Kolmogorof-Smirnov, Uji Chi-kuadrat, Shapiro Wilk, dan Uji Liliefors. Ada dua cara yang akan dilakukan dalam penelitian ini untuk mendeteksi apakah residual data berdistribusi normal ataukah tidak yaitu dengan grafik. Uji normalitas dengan menggunakan metode grafik ini adalah dengan memperhatikan penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standardized residual. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila sebaran titik-titik berada pada sekitar garis dan mengikuti garis diagonal. Apabila grafik Normal P-P Plot of regression standardized residual tidak tampak bahwa ada titik-titik menyebar berhimpit di sekitar garis diagonal searah mengikuti garis diagonal maka akan dilakukan dengan pengujian lebih lanjut pada metode Kolmogorov-smirnov test. Jika di dapat nilai signifikan >0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data distribusi normal.

b. Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana merupakan teknik analisis regresi yang menganalisis model secara sederhana dengan hanya menggunakan satu variabel independen dan satu variabel dependen saja.

(25)

Adapun variabel bebas dari penelitian ini adalah pembiayaan modal kerja, sedangkan variabel terikatnya adalah profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.

Persamaan umum regresi sederhana adalah:

Y = α + βX + e Keterangan:

Y =Variabel dependen profitabilitas bank α =Konstanta

β =Koevisien variabel pembiayaan modal kerja e =Error

c. Uji koefisien determinasi (R2)

R2 adalah koefisien determinasi yaitu suatu nilai yang menggambarkan total variasi dari Y (variabel terikat) dari suatu persamaan regresi. Nilai koefisien determinasi yang besar menunjukan bahwa regresi tersebut mampu dijelaskan secara besar pula.

Pada intinya koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. Nilai koefisien determinasi yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Untuk menunjukan nilai koefisien determinasi dinyatakan dengan nilai adjusted R squer.22

22Imam Ghazali, Aplikasi Multivariate dengan SPSS (Semarang: Universitas Ponorogo, 2011), 83.

(26)

d. Uji hipotesis 1) Analisis Uji T

Uji t digunakan untuk menguji apakah parameter (koefisien regresi dan konstanta) mampu menjelaskan perilaku variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen. Untuk mengetahui signifikansi uji t yaitu jika nilai signifikansi yang dihasilkan uji t P < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa secara persial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Cara lain untuk enguji signifikan uji t adalah dengan membandingkan thitung, jika thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa secara persial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

2) Penerapan tingkat signifikansi

Penetapan hipotesis akan dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 (α = 5%) atau tingkat keyakinan sebesar 0,95% karena tingkat signifikansi itu yang umum digunakan pada penelitian dan dianggap cukup tepat untuk mewakili hubungan antar variabel yang diteliti.23

J. Sistematika Pembahasan

Dalam sistematika penulisan akan dijelaskan kerangka pemikiran yang akan digunakan dalam menyusun skripsi ini, adapun sistematika pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

23Nazir, Metode Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia,1999), 460.

(27)

BAB I: yaitu pendahuluan; bab ini merupakan dasar dalam penelitian yang terdiri dari: Latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian yang terdiri dari: variabel dan indicator variabel, devinisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis, metode penelitian yang terdiri dari: pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrument pengumpulan data, dan analisis data, dan poin terakhir dari BAB I ini adalah sistematika pembahasan.

BAB II: dalam bab ini membahas tentang kajian kepustakaan, yang berisi penelitian terdahulu dan kajian teori.

BAB III: Bab ini membahas tentang penyajian data dan analisis yang meliputi: gambaran objek penelitian, penyajian data, analisis dan pengujian hipotesis, dan pembahasan.

BAB IV: pada bab terakhir ini merupakan penutup yang berisikan kesimpulan dan saran-saran dari hasil penelitian.

(28)

BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya). Dengan melakukan langkah ini, maka akan dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan perbedaan penelitian yang hendak dilakukan. Penelitian yang peneliti lakukan dengan judul Analisis Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap Profitabilitas PT Bank Panin Dubai Syatiah Tbk tidak lepas dari adanya peneliti-peneliti terdahulu, adapun diantaranya yakni:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Noer Fariza pada tahun 2017 dengan judul “Pengaruh Rekening Dormant dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Profitabilitas Bank di PT. Bank Syariah Mandiri” (Skripsi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember).

Bertujuan untuk menjelaskan pengaruh rekening domart terhadap profitabilitas Bank, menjelaskan pengaruh DPK terhadap profitabilitas bank, dan untuk menjelaskan pengaruh rekening domart dan DPK terhadap profitabilitas bank secara bersama-sama. Metode yang digunakan adalah kuantitatif diskrit.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1.1 Rekening dormant secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA.

22

(29)

1.2 Rekening dormant secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE. 1.3 Rekening dormant secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap NIM. 1.4 Rekening dormant secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap BOPO. 2.1 DPK secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA. 2.2 DPK secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROE. 2.3 DPK secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap NIM. 2.4 DPK secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap BOPO. 3.1 Rekening dormant dan DPK secara simultan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA. 3.2 Rekening dormant dan DPK secara simultan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROE. 3.3 Rekening dormant dan DPK secara simultan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap NIM. 3.4 Rekening dormant dan DPK secara simultan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap BOPO

2. Penelitian yang dilakukan oleh Imam Romadhan pada tahun 2016 yang berjudul “Pengaruh Likuiditas dan Kecukupan Modal terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2012-2015” (Skripsi Institut Agama Islam Negeri Jember). Bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Likuiditas dan Kecukupan Modal terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2012- 2015 secara simultan, menjelaskan pengaruh Likuiditas terhadap

(30)

Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2012-2015 secara persial, dan menjelaskan pengaruh Kecukupan Modal terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2012-2015 secara Persial. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Likuiditas dan Kecukupan Modal secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia dengan tingkat pengaruh cukup besar yaitu sebesar 67,2%. Sedangkan dengan uji persial, masing-masing berpengaruh: likuiditas berpengaruh sebesar 0,044 dan kecukupan modal berpengaruh sebesar 0,022.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Arik Cahyono, pada tahun 2016 dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan Syariah (BUS dan UUS) Periode 2012-2015”

(Skripsi Institut Agama Islam Negeri Jember) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas (ROA) Bank syariah di Indonesia dan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan analisis regresi linier sederhana.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembiayaan musyarakah menggunakan uji hipotesis dengan menggunakan uji t secara persial berpengaruh terhadap profitabilitas dengan tingkat

(31)

signifikansi di bawah 0,005 yakni 0,000. Adapun besaran tingkat pengaruh antar variabel pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas berpengaruh kecil yaitu hanya sebesar 13,8%.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Diyah Ayu Legowati, pada tahun 2016 dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan Konsumsi Terhadap Non Performing Financing (NPF) Industri Bank Syariah di Indonesia Periode Januari 2009 Sampai dengan Desember 2015” (Skripsi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya). Bertujuan untuk mengetahui secara parsial pengaruh pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan konsumsi terhadap NPF Industri Bank Syariah di Indonesia, dan untuk mengetahui secara simultan pengaruh pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan konsumsi terhadap NPF Industri Bank Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan statistik perbankan syariah yang dipublikasikan oleh otoritas jasa keuangan.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Variabel PMK dan Pembiayaan Investasi secara persial berpengaruh signifikan terhadap rasio NPF, Variabel Pembiayaan Konsimsi secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap rasio NPF, dan PMK, Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan konsumsi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap rasio NPF.

(32)

5. Penelitian yang dilakukan oleh Taudlikhul Afkar, pada tahun 2014 dengan judul “Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Investasi, Dan Pembiayaan Konsumsi Terhadap Likuiditas Perbankan Syariah Indonesia” (jurnal). Bertujuan untuk mengetahui pengaruh PMK terhadap likuiditas perbankan syariah di Indonesia, mengetahui pengaruh pembiayaan investasi terhadap likuiditas perbankan syariah di Indonesia, mengetahui pengaruh pembiayaan konsumsi terhadap likuiditas perbankan syariah di Indonesia, untuk mengetahui pengaruh PMK, investasi, dan konsumsi secara simultan terhadap likuiditas perbankan syariah di Indonesia, serta bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh PMK, Investasi, dan konsumsi secara simultan terhadap likuiditas perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa PMK berpengaruh positif terhadap tingkat likuiditas internal perbankan syariah Indonesia, pembiayaan investasi berpeng-aruh negatif terhadap tingkat likuiditas perbankan syariah Indonesia, pembiayaan konsumsi berpengaruh positif terhadap tingkat likuiditas perbankan syariah Indonesia, dan PMK, Pembiayaan investasi, dan Pembiayaan konsumsi secara simultan berpengaruh positif terhadap likuiditas dengan tingkat signifikansi 0,000.

(33)

6. Penelitian yang dilakukan oleh Ririn Setiorini, pada tahun 2013 dengan judul “Analisis Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)” (Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta). Bertujuan untuk menganalisa pengaruh modal kerja (sales growth ratio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventory turnover ratio, receivable turnover ratio) terhadap profitabilitas (ROA) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda.

Hasil dari penelitian ini adalah melalui ujistatistik dengan pembuktian hipotesis, terdapat hasil yang menunjukkan bahwa secara simultan dan persial terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel modal kerja (sales growth rasio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, dan receivable turnover ratio) terhadap profitabilitas (return on total asset ratio) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan Hasil uji regresi menunjukan bahwa dari lima variabel independen yaitu sales growth rasio, financial debt ratio, fixed financial assets ratio, inventories turnover ratio, receivable turnover ratio, karena mempunyai nilai t statistik paling besar dan probabilitas paling kecil.

(34)

Tabel 2.1 Peneliti Terdahulu

No Nama

Tahun Judul Persamaan Perbedaan

a b c D E

1 Siti Noer Fariza 2017

Pengaruh Rekening Dormant dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap

Profitabilitas Bank di PT. Bank Syariah Mandiri.

Dalam penelitian ini sama-sama mencari pengaruh terhadap

profitabilitas dan pengumpulan data menggunakan teknik

dokumentasi.

Penelitian ini menjadikan rekening domart dan dana pihak ketiga sebagai variabel

independen, dan

menggunakan analisis regresi berganda.

2 Imam Romadh an 2016

Pengaruh Likuiditas dan Kecukupan Modal terhadap Profitabilitas

Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2012-2015

Sama-sama mencari pengaruh terhadap

profitabilitas dan pengumpulan data menggunakan teknik

dokumentasi.

Penelitian ini menggunakan likuiditas dan kecukupan modal sebagai variabel

independen, analisis yang digunakan adalah regresi linier

berganda.

(35)

3 Arik Cahyono 2016

Pengaruh Pembiayaan Musyarakah terhadap

Profitabilitas (ROA) Perbankan Syariah (BUS dan UUS) Periode 2012-2015.

Sama-sama menggunakan metode pendekatan kuantitatif,

analisis yang digunakan regresi linier sederhana.

Penelitian ini mencari

pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas.

4 Diah Ayu Legowati 2016

Pengaruh

Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan

Konsumsi Terhadap Non Performing Financing (NPF) Industri Bank Syariah di Indonesia Periode Januari 2009 Sampai dengan Desember 2015.

Penelitian ini sama-sama

meneliti pengaruh pembiayaan modal kerja terhadap

profitabilitas.

Penelitian ini menggunakan tiga variabel independen sedangkan peneliti hanya menggunakan Pembiayaan Modal Kerja saja.

5 Taudlikh ul Afkar 2014

Pengaruh

Pembiayaan Modal Kerja,

Pembiayaan

Investasi, dan Pembiayaan

Konsumsi Terhadap Likuiditas Perbankan Syariah Indonesia.

Penelitian ini sama-sama

menggunakan Pembiayaan Modal Kerja sebagai fariabel independen.

Penelitian ini meneliti

pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Investasi, dan Pembiayaan Konsumsi

(36)

Terhadap Likuiditas . 6 Ririn

Setiorini 2013

Analisis Pengaruh

Modal Kerja

Terhadap

Profitabilitas Pada Perusahaan

Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penelitian ini sama-sama

meneliti pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, terhadap

profitabilitas.

Letak perbedaan penelitian ini ada pada objek penelitian, penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur sebagai objek penelitian.

B. Kajian Teori

Kajian teori berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai dasar pijakan dalam penelitian. Pembahasan secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.24

Kajian teori yang dibahas dalam penelitian ini meliputi:

1. Konsep Modal Kerja

Konsep modal kerja mencakup tiga hal, yakni:

a. Modal kerja (working capital assets)

Modal kerja adalah modal lancar yang dipergunakan untuk mendukung operasional perusahaan sehari-hari sehingga perusahaan dapat beroperasi secara normal dan lancar. Beberapa

24Suharto, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 39.

(37)

penggunaan modal kerja antara lain adalah untuk pembayaran persekot pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, dan lain- lain.

b. Modal kerja bruto (gross working capital)

modal kerja bruto (gross working capital) merupakan keseluruhan dari jumlah aktiva lancar (current assets) . Pengertian modal kerja bruto di dasarkan pada jumlah atau kuantitas dana yang tertanam pada unsur-unsur aktiva lancar. Aktiva lancar merupakan aktiva yang sekali berputar akan kembali dalam bentuk semula.

c. Modal kerja netto ( net working capital)

Modal kerja netto ( net working capital) merupakan kelebihan aktiva lancar atas hutang lancar. Dengan konsep ini, sejumlah tertentu aktiva lancar harus digunakan untuk kepentingan pembayaran hutang lancar dan tidak boleh dipergunakan untuk keperluan lain.

2. Pengelolaan Modal Kerja

Berdasarkan penggunaanya, modal kerja dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) golongan, yaitu:25

a. Modal kerja permanen

Modal kerja permanen berasal dari modal sendiri atau dari pembiyaan jangka panjang. Sumber pelunasan modal kerja

25Adiwarman Karim, Bank Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), 232.

(38)

permanen berasal dari laba bersih setelah pajak ditambah dengan penyusutan.

b. Modal kerja seasonal

Modal kerja seasonal bersumber dari modal jangka pendek dengan sumber pelunasan dari hasil penjualan barang dagangan.

Penerimaan hasil tagihan termin, atau dari penjualan hasil produksi.

3. Unsur-Unsur Modal Kerja

Unsur-unsur modal kerja permanen terdiri dari:

a. Kas

Kas perusahaan harus dipelihara dalam jumlah yang cukup agara dapat memenuhi kebutuhan setiap saat diperlukan.

Pemeliharaan sejumlah tertentu kas dimaksud untuk transaksi sehari-hari, juga antisipasi.

Jumlah kas yang cukup memungkinkan perusahaan melakukan hal-hal sebagai berikut:

1) Memanfatkan peluang potongan harga dari pemasok jika pembayaran dilakukan sebelum jatuh tempo, atau pembayaran dilakukan di muka.

2) Memanfaatkan peluang diskon dari pemasok jika pembayaran dilakukan secara tunai.

(39)

3) Memberikan keleluasaan bagi menejemen perusahaan dalam memanfaatkan peluang bisnis yang datangnya tidak dapat diperkirakan.

b. Piutang dagang

Pemberian piutang dagang oleh perusahaan kepada pelangggan merupakan salah satu strategi mengantisipasi persaingan dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan hubungan dengan pelanggan.

Besar kecilnya piutang dagang perusahaan ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut:

1) Kebijakan penjualan yang diterapkan 2) Volume penjualan kredit

3) Kebijakan pengagihan 4) Konstinuitas penjualan c. Persedian (stock) bahan baku

Jumlah persediaan (stock) bahan baku yang selalu tersedia di perusahaan dapat digolongkan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

1) Stock untuk memenuhi kebutuhan untuk produksi normal 2) Stock untuk antisipasi guna menjaga konstinutas produksi

(iron stock).

(40)

4. Perputaran Modal Kerja

Peningkatan penjualan perusahaan harus didukung oleh peningkatan produksi sehingga keberlangsungan penjualan dapat terjamin. Peningkatan produksi sampai dengan batas maksimum kapasitas yang ada membutuhkan tambahan modal kerja. Tambahan modal kerja dapat dipenuhi dari sejumlah kas yang tersedia dari hasil penjualan. Selanjutnya kas dimaksud digunakan untuk membeli bahan baku sehingga proses produksi dapat berkesinambungan.

5. Filosofi Pembiayaan

Filosofi kredit bank konvensional berbeda dengan pembiayaan pada bank syariah. Penyaluran kredit hanya untuk mendapatkan keuntungan bagi bank, sedangkan pembiayaan merupakan fungsi agent karena memperoleh mandate dari pemilik modal (mudharib) untuk mengelola dananya sebagai suatu amanah yang harus di jalankan secara baik.

Kredit merupakan penyaluran dana untuk jangka waktu tertentu yang akan dikembalikan beserta kelebihan nilai yang telah ditentukan pada awal kesepakatan dan berbasis bunga, sehingga penyaluran dana dari bank konvensional bersifat tunggal meski dapat berupa kredit modal kerja, kredit investasi, kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan, atau kredit usaha tani yang hakikatnya adalah pinjaman. Pembiayaan bank syariah dapat berupa transaksi jual beli, sewa-menyewa, sewa beli, berbagi modal atau berbagi hasil sehingga

(41)

bank memperoleh margin, pendapatan sewa, bagi hasil, atau bayaran jasa (ujrah).

Perbedaan tersebut menunjukan bahwa produk penyaluran dana bank konvensional hanya menggunakan akad kredit, sedangkan bank syariah terdiri dari berbagai akad dan tujuan pembiayaannya.26

Tabel 2.2

Tujuan Pembiayaan

AKAD

TUJUAN PEMBIAYAAN

Konsumer

Komersial

Modal

Kerja Investasi Proyek

Non- Funded Facility

Murabahah

Mudharabah

Musyarakah

Ijarah

Qardh

Hawalah

Wakalah

Kafalah

Dari gambar 1 diatas dapat diketahui bahwa beragam akad yang digunakan dalam bank syariah memiliki tujuan tersendiri yaitu: Akad Murabahah ditujukan untuk pembiayaan konsumer dan pembiayaan komersial seperti PMK dan pembiayaan investasi. Akad Mudharabah

26 Ikatan Bankir Indonesia, Mengelola Bisnis Pembiayaan Bank Syariah, 26

(42)

ditujukan untuk pembiayaan komersial seperti PMK, pembiayaan investasi, pembiayaan proyek, dan pembiayaan non-funded facility.

Akad Musyarakah ditujukan untuk pembiayaan komersial seperti PMK, pembiayaan investasi, pembiayaan proyek, dan pembiayaan non-funded facility. Akad Ijarah ditujukan untuk pembiayaan konsumer dan pembiayaan komersial seperti PMK dan pembiayaan investasi. Akad Qardh ditujukan untuk pembiayaan konsumer dan pembiayaan komersial seperti PMK. Akad Hawalah ditujukan untuk pembiayaan komersial berupa PMK. Akad Wakalah ditujukan untuk pembiayaan komersial berupa non-funded facility. Akad Kafalah ditujukan untuk pembiayaan komersial berupa pembiayaan non-fanded facility.27

6. Pembiayaan Modal Kerja

Secara umum, yang dimaksud dengan PMK adalah pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah.Jangka waktu PMK maksimal 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Perpanjangan fasilitas PMK dilakukan atas dasar hasil analisis terhadap debitur dan fasilitas pembiayaan secara keseluruhan.28

27Ibid., 26

28Karim, Bank Islam, 234.

(43)

7. Akad Produk Pembiayaan Modal Kerja

Berdasarkan akad yang digunakan dalam produk pembiayaan syariah untuk pembiayaan modal kerja dapat dibagi menjadi 5 macam, yaitu:

a. Mudharabah

Mudharabah merupakan akad kerja sama antara dua pihak, dimana pihak pertama menyediakan seluruh modal dan pihak lain menjadi pengelola. Keuntungan dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Apabila rugi, maka ditanggung pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat dari kelalaian si pengelola.

Apabila kerugian diakibatkan kelalaian pengelola, maka si pengelolah yang bertanggung jawab.

Dalam praktik mudharabah terbagi dalam dua jenis, yaitu mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah. Pengertian mudharabah mutlaqah merupakan kerja sama antara pihak pertama dan pihak lain yang cakupannya lebih luas. Maksudnya tidak dibatasi oleh waktu, spesifikasi usaha dan daerah bisnis.

Sedangkan mudharabah muqayyah merupakan kebalikan dari mudharabah mutlaqah dimana pihak lain dibatasi oleh waktu spesifikasi usaha dan daerah bisnis.

Dalam dunia perbankan mudharabah biasanya di- aplikasikan pada produk pembiayaan atau pendanaan seperti, pembiayaan modal kerja. Dana untuk kegiatan mudharabah di

(44)

PEMODAL

“Shahibul Mall” Akad Mudharabah

SKILL

PENGUSAHA

“Mudharib”

MODAL 100%

KEGIATAN USAHA

KEUNTUNGAN

Bagian keuntungan Y Bagian

keuntungan X

MODAL Modal

100%

ambil dari simpanan tabungan berjangka seperti tabungan haji atau tabungan kurban. Dana juga dapat dilakukan dari deposito biasa dan deposito spesial yang dititipkan nasabah untuk usaha tertentu.29

Gambar 2.1 Skema akad murabahah

b. Istishna’

Pengertian akad istishna’ adalah akad penjualan antara pembeli dengan produsen. Kedua belah pihak harus saling menyetujui atau sepakat lebih dulu tentang harga dan sistem pembayaran. Spesifikasi barang yang dipesan harus disepakati sejak awal, dan harga barang yang dipesan bisa dibayar tunai atau dicicil sesuai termin.30

29Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, 172

30Irma Devita Purnamasari, Akad Syariah (Bandung: Kaifa, 2011), 70.

(45)

Gambar 2.2 Skema Akad Istishna

c. Salam

Salam adalah akad pembelian barang yang diserahkan kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Prinsip yang harus dianut adalah harus diketahui terlebih dahulu jenis, kualitas dan jumlah barang dan hukum awal pembayaran harus dalam bentuk uang. Biasanya berlaku untuk jual beli yang objeknya di bidang agrobisnis seperti padi, gandum, tebu, dan semacamnya.31

Gambar 2.3 Skema Akad Salam

31Purnamasari, Akad Syariah, 56.

PRODUSEN

“Shani”

2. Negosiasi &

akad Istisna

1. Pesanan dengan spesifikasi

Mashnu

5. Kirim barang PEMBELI

“Mustasni”

4. Produksi sesuai pesanan 3. Bayar dimuka,

dicicil

PENJUAL

“Muslam’Ilaih”

2. Negosiasi &

akad Salam

1. Pesanan dengan spesifikasi

Muslam fiih

5. Kirim barang PEMBELI

“Muslam”

4. Produksi sesuai pesanan 3. Bayar dimuka,

(46)

d. Murabahah

Murabahah merupakan kegiatan jual beli pada harga pokok dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam hal ini penjual harus terlebih dulu memberitahukan harga pokok yang ia beli ditambah keuntungan yang diinginkannya. Kegiatan murabahah ini baru dilakukan setelah ada kesepakatan dengan pembeli, baru kemudian dilakukan pemesanan. Dalam dunia perbankan kegiatan murabahah pada pembiayaan produk barang- barang investasi baik dalam negeri maupun luar negeri bank membeli barang dari produsen.

Gambar 2.4 Skema Akad Murabahah

BANK

3a. Akad Murabahah

1. Negosiasi &

persyaratan

2. Beli barang tunai

NASABAH

4. Bayar kewajiban

3b. Serah terima barang

SUPLIER PENJUAL

3c. Kiriman barang

(47)

e. Ijarah

Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Pembiayaan dengan akad ijarah dapat dilakukan dengan dua pola yaitu:32

a) Ijarah, merupakan transaksi sewa menyewa atas suatu barang atau jasa antara pemilik objek dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakannya.

Dalam konsep ini yang disewakan tidak hanya berupa manfaat atas suatu barang melainkan juga manfaat atas suatu jasa 33 b) Ijarah muntahiya bittamlik (IMBT), merupakan transaksi sewa

menyewa antara pemilik objek dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakannya dengan opsi perpindahan hak milik objek sewa. Janji pihak yang menyewakan untuk memindahkan kepemilkan objek setelah masa sewa berakhir harus dinyatakan dalam akad IMBT.

32Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, 52.

33Purnamasari, Akad Syariah, 107

(48)

Gambar 2.5 Skema Akad Ijarah

8. Jenis PMK

PMK merupakan salah satu jenis pembiayaan yang ditinjau dari segi tujuan penggunaannya. Jenis-jenis PMK adalah sebagai berikut:34

a. PMK Ekspor

PMK ekspor adalah pembiayaan modal kerja untuk membiayai:

a. Pre Shipment Financing, yaitu untuk membiayai:

a) Kegiatan dalam mengumpulkan barang ekspor hingga dikapalkan untuk diekspor, atau juga disebut juga dengan pembiayaan pengumpulan barang-barang ekspor termasuk pengolahan, penggudangan, pengepakan, dan pengapalan b) Produksi barang yang dimaksudkan untuk diekspor

maupun pembelian/impor bahan yang akan diproduksi menjadi barang untuk diekspor.

34Veitzhzal Rivai, Islamic Banking Sebuah Teori, Konsep, dan Aplikasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), 718.

Objek Sewa

3b. Akad IMB 2. Beli objek sewa

SUPLIER PENJUAL

3c. Pengiriman NASABAH

Musta’jir Mu’jir

4. Bayar sewa

1. Pesan Objek Sewa BANK

Mu’jir Kepemilikan

(49)

c) Kegiatan produksi tertentu yang selama ini memasarkan produksinya di dalam negri, tetapi sekarang mendapat pesanan.

b. Post Shipment Financing, yaitu pembiayaan untuk membiayai kebutuhan selama masa tenggang antara setelah barang dimuat di kapal dengan ekspektasi wesel berjangka atau dibayarnya wesel tunai di luar negeri. Berdasarkan cara pembayaran ekspor yang berlaku di dalam perdagangan internasional, maka pemberian pembiayaan ekspor ini adalah sebagai berikut:

a) Pembayaran di muka (advance payment).

b) Ekspor dengan L/C.

c) Ekspor dengan wesel inkaso (collection draft).

b. PMK Perdagangan Dalam Negeri

1) PMK perdagangan dalam negeri adalah pembiayaan modal kerja yang diberikan kepada pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan dalam negeri yang telah memiliki izin usaha perdagangan. Sedangkan yang dimaksud dalam perdagangan dalam negeri adalah membeli dan menjual barang-barang untuk dan dari daerah Indonesia.35

2) Perdagangan dalam negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

a) Distribusi 9 bahan pokok.

35Ibid., 719.

(50)

b) Perdagangan umum.

c. PMK Industri

PMK industri yang diberikan kepada pengusaha- pengusaha industri yang telah memiliki izin usaha (izin perdagangan dan izin industri). Yang dimaksud dengan industri disini adalah usaha untuk menambah nilai guna suatu barang dengan melakukan pengubahan bentuk (processing) dari sesuatu atau bahan menjadi barang.

d. PMK Perkebunan

1) PMK untuk perkebunan adalah pembiayaan pemeliharaan tanaman menghasilkan dan panen, pengolahan lahan dan penanaman serta pemeliharaan tanaman sampai panen (untuk tanaman musiman) dan biaya pengolahan di pabrik sampai bahan tersebut siap untuk dijual.

2) PMK untuk kehutanan adalah pembiayaan, mengelolah hasil hutan sampai barang tersebut siap untuk dijual.

3) PMK untuk peternakan adalah pembiayaan pembelian bibit, biaya pemeliharaan termasuk upah, dan biaya penjualan.

e. PMK prasarana/jasa-jasa

PMK prasarana/jasa-jasa adalah pembiayaan modal kerja usaha-usaha prasarana yang meliputi:36

1) Pengangkutan darat.

36Ibid., 720.

(51)

2) Pengangkutan laut.

3) Pengangkutan udara.

4) Kontraktor/pemborong bangunan dan leveransir, usaha-usaha yang bergerak dibidang jasa pemborong bangunan-bangunan.

5) Biro perjalanan.

6) Hotel.

7) Proyek pasar.

8) Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dan jasa lainnya.

9) Real estate.

9. Profitabilitas

Rasio profitabilitas ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.

a. Return On Asset (ROA)

Menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajak. Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi evektifitas dan efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aktiva perusahaan. Semakin besar ROA, berarti semakin efisien penggunaan aktiva perusahaan atau dengan

(52)

kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar , dan sebaliknya.37

37I Made Sudana, Manajemen Keuangan Perusahaan, (Jakarta: Erlangga, 2011), 22.

Earning After Tax Total Asset

Gambar

Tabel 2.1  Peneliti Terdahulu
Gambar 2.1 Skema akad murabahah
Gambar 2.2 Skema Akad Istishna
Gambar 2.3 Skema Akad Salam
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian di Bank Aman Syariah Sekampung Lampung Timur menunjukkan bahwa Bank Aman Syariah telah melakukan proses pengembangan sumber daya manusia dengan baik, antara lain

Pembahasan Penyebab dan Penyelesaian Pembiayaan yang Bermasalah pada BRISyariah KCP Tulang Bawang Barat Dalam pelaksanaan pembiayaan pada sektor KUR di BRI Syariah KCP Tulang Bawang

Akibatnya jika salah menganalisis nasabah, maka pembiayaan yang diberikan akan mengalami kemacetan, langkah yang dilakukan bank adalah berupaya menyelamatkan pembiayaan tersebut dengan

Upaya Bank Syariah Indonesia KC Parepare dalam memberdayakan pedagang di Pasar Lakessi Kota Parepare melalui pembiayaan KUR usaha yaitu Bank Syariah Indonesia berkewajiban untuk

ii PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH PADA BANK TABUNGAN NEGARA KANTOR CABANG PEMBANTU SYARIAH PAREPARE ANALISIS PERBANKAN SYARIAH Skripsi Sebagai

Untuk mengurangi risiko tersebut, jaminan pemberian kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah dalam arti keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan Nasabah Debitur untuk melunasi

Operasional bank syariah yang menggunakan prinsip bagi hasil ini ternyata menjadi solusi terhadap wabah penyakit negative spread yang dialami oleh bank konvensional, karena konsekuensi

Sampai dengan saat ini investasi berkebun emas masih dapat dikatakan investasi yang sesuai dengan kaidah syariah islam namun, jika perkembangan investasi ini kedepannya tidak dapat