PENDAHULUAN
KonteksPenelitian
7 Tim dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Pendidikan Islam, Pedoman Pendirian Madrasah Diniyah Takmiliyah (Jakarta: 2009), h Hal ini dibuktikan dengan adanya sebagian santri yang mengikuti pendidikan Diniyah Takmiliyah dan sebagian yang tidak mengikuti pelatihan Diniyah Takmiliyah.
Apa perbedaan hubungan sosial antara siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah tingkat ulya di MA Al-Intishor bendega tanjung karang, mataram tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini tentang “perbedaan hubungan sosial antara siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah pada tingkat ulya di MA. Perbedaan hubungan sosial antara siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah pada tingkat ulya di MA Al – Intishor.
Dari uraian di atas dapat dikatakan tanggapan positif atau negatif dari mahasiswa yang mengikuti dan tidak mengikuti pelatihan di MDT. Perbedaan Sikap Sosial Siswa yang Menghadiri dan Tidak Menghadiri Madrasah Diniyah Takmiliyah Tingkat Ulya MA Al-Intishor.
FokusMasalah
TujuandanManfaatPenelitian
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi tambahan bagi pimpinan madrasah dan guru/usta Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam memajukan dan mengembangkan pola pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) guna meningkatkan hubungan sosial siswa ke arah yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, kami berharap dapat memberikan masukan kepada wali murid, guru/ustas dan kepala MA Al-Intishor atau kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dengan mengarahkan siswanya untuk menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan memastikan motivasi bagi siswa untuk bersemangat mengikuti pendidikan MDT sehingga apa yang diharapkan tercapai.
RuangLingkupdan Setting Penelitian
Tempat penelitian disini adalah MA Al-Intishor Bendega Tanjung Karang, Mataram. Dimana MA Al-Intishor beralamat di Jalan Sultan Salahuddin, Lingkungan Bendega, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
TelaahPustaka
Siska Difki Rufaida, “Pengembangan Hubungan Sosial Siswa Dengan Pendekatan Standar Dalam Pembelajaran IPS Kelas VB SD Mangiran Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul”. Peneliti ketiga menggunakan pendekatan standar pembelajaran IPS di kelas VB SD Negeri Mangiran untuk mengembangkan hubungan sosial siswa.
Kerangka Teoritik
- SikapSosial
Madrasah Diniyah Takmiliyah adalah pendidikan agama Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam sebagai pelengkap bagi peserta didik pendidikan umum. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang mengikuti pendidikan umum dapat menyelesaikan pendidikan agamanya pada diniyah takmiliyah, baik pada jenjang SD, SMP, SMA, dan sederajat. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan agama siswa yang rata-rata mengenyam pendidikan agama pada umumnya dengan jam mata pelajaran 2 jam pelajaran per minggu. Diniyah Takmiliyah Awaliyah, Wustha dan Ulya sebagai satuan pendidikan agama Islam nonformal di lingkungan Kementerian Agama berada di bawah pimpinan dan bertanggung jawab kepada kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota dalam hal ini kepala dinas. Pendidikan Agama dan Pesantren atau organisasi yang setingkat.
Sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal, Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dan lebih luas dalam mencetak generasi Islam. Khususnya di pedesaan tempat tinggal seseorang, Madrasah Diniyah atau Diniyah Takmiliyah sering disebut sebagai sekolah agama. Istilah ini tidak salah mengingat Madrasah Diniyah diartikan dalam bahasa Madrasah sebagai tempat menuntut ilmu. Diniyah artinya religi, artinya tempat belajar ilmu agama. Penyelenggaraan Diniyah Takmiliyah adalah segala upaya bersama untuk menata sumber daya, baik tenaga maupun materiil secara efektif dan efisien guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan Diniyah Takmiliyah secara optimal.
Metode Penelitian
- PendekatanPenelitian
- KehadiranPeneliti
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data
- MetodePengumpulan Data
- TeknikAnalisis Data
- PengecekanKeabsahan Data
Tujuan utama peneliti datang ke lokasi penelitian adalah untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Sumber primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari subjek yang diteliti, yaitu melalui wawancara atau observasi langsung terhadap siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah. Sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek yang diteliti di lapangan, seperti dokumen dan sebagainya, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Metode atau teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Oleh karena itu triangulasi adalah teknik yang mencoba memeriksa keabsahan data yang diperoleh peneliti atau yang sudah ada dari penelitian yang dilakukan dari sumber lain. Mengenai perolehan data yang valid, data dalam triangulasi ini adalah data yang diperoleh dari observasi, dokumentasi dan data yang diperoleh dari wawancara, kemudian dibandingkan dengan menggunakan pengecekan data yaitu triangulasi.
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
Sedangkan untuk Madrasah Diniyah MA Al-Intishor, madrasah ini berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Intishor. Dari hasil observasi dan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa santri yang mengikuti pendidikan di MDT patuh dan bersikap sopan kepada ustadznya, ketika ustadz menjelaskan pelajaran di depan santri, mereka diam mendengarkan dan mendengarkan ustadz, hal ini Pembiasaan semacam itu akan membentuk sikap dan perilaku yang baik dan positif. Belum lagi dalam acara sholat dhuha yang rutin dilaksanakan pada pagi hari, ternyata yang menjadi sasaran hukuman karena tidak mengikuti sholat dhuha di mushalla adalah siswa yang tidak hadir di Madrasah Diniyah Takmiliyah tidak.
Saiful Fahmi MF., mengatakan, “Saya sering melihat para santri dihukum karena tidak mengikuti shalat berjamaah Ruh, dan kebanyakan dari mereka adalah santri yang tidak mengikuti pengajian di MDT”70. Dari hasil observasi dan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan respon yang diamati antara siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti Madrasah Diniyah Takmiliyah, siswa yang mengikuti pengajian tidak sering melanggar tata tertib di sekolah, sedangkan siswa yang tidak mengikuti MDT, kurang sopan kepada gurunya atau orang lain. Perbedaan ini juga terlihat ketika siswa yang tidak mengikuti pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah pada program Jum'at Bersih yang rutin diadakan di Sekolah MA Al-Intishor pada sore hari, sering dan banyak yang tidak mengikuti acara Jum'at Bersih atau partisipasi bersama, padahal guru mengumumkannya di sekolah.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sikap siswa yang mengikuti MDT berespon positif dan sikap siswa yang tidak mengikuti MDT berespon negatif sesuai dengan norma yang berlaku di MA Al Intishor. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti terhadap siswa yang menempuh pendidikan di madrasah diniyah takmiliyah lebih santun dalam berbicara atau berperilaku terhadap guru dan teman dibandingkan siswa yang tidak menempuh pendidikan di MDT, hal ini menggambarkan perbedaan dalam sikap para siswa. melalui perilaku mereka sehari-hari di sekolah.
DeskripsiLokasidanHasilPenelitian di Madrasah Diniyah Takmiliyah
PerbedaanSikapSosialSiswa MA Al - Intishor
Hasil observasi peneliti terhadap pembelajaran siswa di kelas menunjukkan bahwa ada beberapa siswa yang bahkan tidak memperhatikan guru menjelaskan pelajaran kepada mereka karena terlihat sibuk berbicara, bermain dengan pelajaran, siswa yang bermain dan itupun dihukum oleh guru.66 Hal ini ditegaskan oleh salah satu guru yang mengatakan ketika peneliti menanyakan tentang kejadian tersebut. Murid-murid yang dulu dihukum sering seperti ini, mereka sering bermain ketika guru sedang menjelaskan kepada mereka, bahkan ada banyak laporan tentang mereka, saya juga melihat bahwa mereka tidak sopan dalam percakapan mereka dengan guru dan sikap serta perilaku mereka.67 Peneliti juga mewawancarai salah satu siswa Ulul Azmi yang sebelumnya pernah dihukum karena ribut dan tidak memperhatikan gurunya, terungkap. Dari hasil observasi, siswa yang mengikuti pendidikan di MDT terlihat lebih patuh dan patuh, meskipun ada juga beberapa siswa yang tidak hadir dalam kegiatan gotong royong atau jumat murni dan salat rohani, meskipun mereka adalah siswa yang mengikuti pengajian di madrasah Diniyah Takmiliyah, namun hal tersebut tidak jarang dilanggar oleh para siswa tersebut. Di sisi lain, siswa yang tidak mengikuti MDT sering dan berulang kali tidak hadir dan dihukum. 69.
Saiful Fahmi MF., diatas juga dibenarkan oleh kepala Madrasah Sukraeni yang mengatakan “siswa yang mengikuti pengajian di MDT memang lebih patuh dan taat kepada gurunya”. Ariadi, salah satu guru juga mengungkapkan, “Pernah kami juga memanggil siswa yang berkelahi dengan temannya dan memanggil orang tua siswa untuk menyelesaikan masalah siswa tersebut.”
Faktor – Faktor Yang MempengaruhiSikapSosial
Interaksi dan komunikasi dengan lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap pembentukan sikap, seperti yang terjadi di Madrasah Diniyah Takmiliyah yang hanya ada ustadz, santri dan masyarakat yang belajar disana, sehingga keterbatasan komunikasi santri hanya berpusat pada ilmu-ilmu, adalah dipelajari, sehingga sedikit atau bahkan hampir tidak ada waktu tersisa untuk membahas masalah lain. Sultan yang merupakan santri di MDT mengatakan “di Madrasah Diniyah Takmiliyah hari-hari saya penuh dengan pengajian dan teman kita berkomunikasi hanya mengaji teman dan ustadz, jadi akhlak yang baik, berbicara sopan ditunjukkan oleh ustadz dan sahabat. melihat dan mengikuti pengajian yang menjadi pengalaman kami di MDT 77. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ustadz Basri, beliau mengatakan “dengan adanya siswa yang mengikuti Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), waktu bermain bisa berkurang karena hari-hari diisi dengan bacaan, interaksi dan komunikasi yang akan membentuk sikap dan perilaku siswa. 78.
Ketika salah satu orang tua Rohimah ditanya tentang masalah anaknya tidak mengikuti Al-Qur'an di MDT, dia berkata, “Saya sudah sering memintanya untuk mengikuti Al-Qur'an di MDT, tetapi dia tidak mau dan saya Mengerjakan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor pembentuk sikap tidak hanya berasal dari individu itu sendiri, tetapi sangat mudah dipengaruhi dari luar individu itu sendiri, baik melalui pengasuhan orang tua maupun pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah. Faktor yang membentuk sikap yang baik karena adanya kepedulian orang tua dan masyarakat di lingkungan MDT, menunjukkan perilaku yang baik, berkomunikasi dengan santun dan kompak, hal ini akan mempengaruhi sikap dan perilaku peserta didik peserta pengajian di MDT.
PEMBAHASAN
PerbedaanSikapSosialAntaraSiswa Yang MengikutidanTidakMengikuti
Faktor – faktor Yang MempengaruhiSikapSosial MA Al - Intishor