• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Mediasi Perceived Novelty dan Peran Moderasi Consumer Innovation Pada Hubungan Perceived Green Product Innovation terhadap Green Purchase Intention - Repository Universitas Jenderal Soedirman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Peran Mediasi Perceived Novelty dan Peran Moderasi Consumer Innovation Pada Hubungan Perceived Green Product Innovation terhadap Green Purchase Intention - Repository Universitas Jenderal Soedirman"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

87 BAB V

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan anailisi yang telah dijelaskan sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Perceived green product innovation berpengaruh signifikan positif terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi inovasi produk ramah lingkungan oleh calon komsumen produk bandol merupakan faktor krusial untuk menimbulkan niat pembelian produk ramah lingkungan pada produk ini.

2. Perceived green product innovation tidak berpengaruh signifikan terhadap perceived novelty. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi inovasi produk ramah lingkungan oleh calon komsumen produk bandol tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi mereka mengenai kebaruan yang dirasakan pada produk bandol.

3. Perceived novelty berpengaruh signifikan positif terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi calon konsumen akan kebaruan yang dirasakan pada produk bandol dapat menimbulkan niat pembelian ramah lingkungan.

(2)

4. Peran perceived novelty tidak dapat memediasi hubungan antara perceived green product innovation terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi para calon konsumen akan persepsi inovasi produk bandol ramah lingkungan tidak memedulikan persepsi kebaruan yang dirasakan, tetapi yang para calon konsumen lihat pada produk tersebut.

5. Peran consumer innovation memoderasi hubungan antara perceived green product innovation terhadap perceived novelty. Hal tersebut dapat terjadi karena para calon konsumen yang sebelumnya tidak dipengaruhi persepsi inovasi produk bandol ramah lingkungan ketika merasakan kebaruan pada produk tersebut menjadi diperkuat dengan adanya peran moderasi consumer innovation.

6. Peran consumer innovation tidak memoderasi hubungan antara perceived novelty terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat terjadi karena para calon konsumen merasakan kebaruan pada produk bandol dapat menimbulan niat pembelian produk tersebut tidak dipengaruhi oleh inovasi konsumen sendiri.

B. Implikasi

1) Implikasi Teoritis

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perceived green product innovation berpengaruh signifikan positif terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi inovasi produk ramah lingkungan oleh calon komsumen produk bandol merupakan faktor krusial untuk menimbulkan niat pembelian produk ramah lingkungan pada produk ini.

(3)

Persepsi baik para calon konsumen akan inovasi produk bandol ramah lingkungan yang mereka peroleh akan membuat calon konsumen mempunyai niat pembelian.

Perceived green product innovation tidak berpengaruh signifikan terhadap perceived novelty. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi inovasi produk ramah lingkungan oleh calon komsumen produk bandol tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap persepsi mereka mengenai kebaruan yang dirasakan pada produk bandol. Persepsi baik dari calon konsumen pada inovasi produk bandol ramah lingkungan tidak memengaruhi kebaruan yang calon konsumen rasakan.

Perceived novelty berpengaruh signifikan positif terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi calon konsumen akan kebaruan yang dirasakan pada produk bandol dapat menimbulkan niat pembelian ramah lingkungan. Niat pembelian calon konsumen akan produk bandol ramah lingkungan yang tinggi dipengaruhi oleh kebaruan yang dirasakan para calon konsumen pada produk tersebut.

Peran perceived novelty tidak dapat memediasi hubungan antara perceived green product innovation terhadap green purchase intention. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi para calon konsumen akan persepsi inovasi produk bandol ramah lingkungan berpengaruh pada niat pembelian konsumen, tetapi tidak dijembatani oleh persepsi kebaruan yang dirasakan.

(4)

Peran consumer innovation dapat memoderasi hubungan antara perceived green product innovation terhadap perceived novelty. Hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan persepsi inovasi produk bandol ramah lingkungan terhadap kebaruan yang dirasakan pada produk tersebut dapat diperkuat hubungannya oleh consumer innovation. Sedangkan variabel consumer innovation tidak memperkuat atau memperlemah hubungan antara perceived novelty terhadap green purchase intention.

Pada penelitian selanjutnya diharapkan memperoleh lebih banyak responden yang bervariasi dalam menjawab secara menyeluruh kuesioner penelitian dengan lebih banyak menyebarkan kuesioner penelitian ke berbagai saluran dan platform yang cocok dengan penelitian, baik melalui banyak sosial media, komunitas atau grup, laman, maupun wadah lain yang tepat bagi penelitian.

Pendistribusian kuesioner secara langsung juga diharapkan pada penelitian selanjutnya dengan menemui langsung responden agar bias seleksi dapat dihindari serta jawaban lebih akurat dapat didapatkan.

2) Implikasi Manajerial

Hasil dalam penelitian ini dapat menjadi referensi pertimbangan dan saran masukan bagi para pelaku UMKM bandol baik produsen maupun pemasar dalam menentukan serta mengembangkan strategi pemasaran yang menarik niat pembelian pada produk bandol. Pengaruh persepsi calon konsumen akan inovasi

(5)

produk bandol ramah lingkungan dan kebaruan yang dirasakan dapat meningkatkan niat pembelian produk tersebut.

Hipotesis pertama yaitu Perceived green product innovation berpengaruh signifikan positif terhadap green purchase intention. Dengan adanya inovasi prodak yang dirasakan calon konsumen dari produk sendal ban bodol (Bandol) mendorong para konsumen membeli produk ramah lingkungan yang ditawarkan tersebut, dibuktikan dengan T Statistik 4,03 > 1,96 dan P value 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis tersebut diterima. Pada indikator ketiga dari variabel perceived green product innovation, yaitu PGPI 2 mempunyai nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,878 dengan indikator “Persepsi konsumen terhadap keramahan lingkungan dari produk ramah lingkungan” dan green purchase intention dengan indikator GPI 3 sebesar 0,872 dengan indikator “Harga dan kualitas produk yang dirasakan:

Persepsi konsumen terhadap harga dan kualitas produk ramah lingkungan”. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi calon konsumen mengenai keramah lingkungan pada produk bandol ramah lingkungan dapat memengaruhi cara calon konsumen memandangnya di sisi harga dan kualitas produknya, sehingga dapat diterapkan oleh para pelaku UMKM bandol agar mereka menjaga persepsi calon konsumen di sisi ramah lingkungan karena akan memengaruhi cara pandang mereka terhadap harga serta kualitas produk yang dirasakan.

Hipotesis kedua yaitu perceived green product innovation tidak berpengaruh positif signifikan terhadap perceived novelty. Pada penelitian yang

(6)

peneliti teliti calon konsumen yang mengetahui produk bandol dan tertarik dengan produk bandol ketika merasakan kebaruannya tidak dipengaruhi oleh persepsi inovasi pada produk ramah lingkungan dari produk tersebut, dibuktikan dengan T Statistik 0,599 > 1,96 dan P value 0,549 < 0,05 sehingga hipotesis tersebut ditolak.

Pada indikator keempat dari variabel perceived novelty, yaitu PN 4 mempunyai nilai factor loading tertinggi, yaitu sebesar 0,850 dengan indikator “Variasi yang dirasakan seperti; pengalaman baru dan pengalaman yang secara bergantian sudah dikenal”. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi calon konsumen terhadap inovasi produk bandol tidak memengaruhi persepsi yang mereka rasakan pada kebaruan produk tersebut baik pengalaman baru maupun pengalaman yang sudah mereka kenal.

Hipotesis ketiga yaitu perceived novelty berpengaruh positif signifikan terhadap green purchase intention. Para calon konsumen merasakan kebaruan produk bandol dibandingkan sebelumnya, memiliki ketertarikan pada hal baru terkait produk ramah lingkunga, dibuktikan dengan T Statistik 3.152 > 1,96 dan P value 0,002 < 0,05 sehingga hipotesis tersebut diterima. Hal tersebut disimpulkan bahwa persepsi yang calon konsumen rasakan akan kebaruan pada produk bandol memengaruhi harga dan kualitas yang mereka rasakan sehingga bagi para pelaku UMKM bandol dapat melestarikan pemanfaatan daur ulang ban meski sudah banyak inovasi produk menggunakan tambahan bahan spons karena pentingnya

(7)

persepsi yang dirasakan para calon konsumen terkait harga dan kualitas produk ramah lingkungan.

Hipotesis keempat yaitu perceived novelty tidak memediasi hubungan antara perceived green product innovation terhadap green purchase intention dari hasil hubungan secara langsung dan hubungan spesifik tidak langsung, dengan dibuktikan dengan T Statistik 0,560 > 1,96 dan P value 0,575 < 0,05 sehingga hipotesis tersebut ditolak. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan secara langung dari persepsi calon konsumen pada inovasi produk bandol ramah lingkungan terhadap niat beli produk ramah lingkungan sudah signifikan memengaruhi tanpa adanya variabel mediasi persepsi kebaruan yang dirasakan atau dengan kata lain sudah cukup bagi calon konsumen melihat inovasi produk bandol menjadikan mereka memiliki niat pembelian tanpa dijembatani pada kebaruan yang dirasakan pada produk tersebut.

Hipotesis kelima yaitu consumer innovation memoderasi hubungan antara perceived green product innovation terhadap perceived novelty. Hal ini dapat disimpulkan bahwa persepsi calon konsumen mengenai inovasi produk ramah lingkungan pada produk bandol yang pada hipotesis sebelumnya tidak memengaruhi kebaruan yang dirasakan dapat diperkuat hubungannya dengan menambahkan nilai lebih pada inovasi konsumen, dengan dibuktikan T Statistik 0,2,745 > 1,96 dan P value 0,006 < 0,05 sehingga hipotesis tersebut diterima.

Indikator ketiga dari variabel consumer innovation, yaitu CI 3 mempunyai nilai

(8)

factor loading tertinggi, yaitu sebesar 0,825 dengan indikator “Pengetahuan produk ramah lingkungan”. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai masukan bagi para pelaku UMKM bandol lebih mengedukasi inovasi produknya melalui pemasaran ramah lingkungan agar calon konsumen memiliki pengetahuan dan mengarahkan penerimaan konsep atau produk baru bandol pada sisi ramah lingkungannya sehingga mereka melihat serta merasakan kebaruan produknya.

Hipotesis keenam yaitu consumer innovation tidak memoderasi hubungan antara perceived novelty terhadap green purchase intention dibuktikan dengan nilai t-statistic 1,395 < 1,96 dan nilai p-value 0,163 > 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa inovasi konsumen pada keterbukaan akan hal baru tidak memperkuat hubungan antara persepsi kebaruan yang dirasakan calon konsumen sehingga menimbulkan niat pembelian produk bandol karena kebaruan yang dirasakan tanpa adanya penerimaan konsep baru produk tersebut sudah memengaruhi niat pembelian mereka.

C. Keterbatasan dan Saran Penelitian 1) Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan sehingga dapat menjadi hal krusial dalam mempertimbangan penelitian selanjutnya. Keterbatasan tersebut antara lain; penyebaran kuesioner yang telah dilakukan dengan skala Eks Keresidenan Banyumas hanya disebarkan melalui sosial media dan lingkungan sekitar peneliti sehingga dominan pada responden berdomisili Banyumas serta

(9)

berstatus pelajar atau mahasiswa ini membuat variasi jawaban dari responden dalam penelitian terbilang kurang. Disamping itu, tidak ada pertanyaan terbuka pada kuesioner penelitian yang terlah disebarkan sehingga menyebabkan kurangnya pemahaman peneliti mengenai alasan spesifik responden memilih jawaban yang tersedia. Peneliti menyadari keterbatasan penelitian ini karena skala penyebaran kuesioner masih sangat terbatas mengakibatkan sampel yang didapatkan kurang mewakili populasi dan variasi responden.

2) Saran Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat banyak faktor yang memengaruhi perceived novelty dan green purchase intention untuk akhirnya melakukan pembelian ramah lingkungan pada produk bandol. Oleh karena itu, bagi peneliti selanjutnya yang akan meneliti hal tersebut diharapkan dapat menambahkan variabel dan indikator lainnya yang diharapkan memengaruhi perceived novelty dan green purchase intention. Berdasarkan hasil-hasil yang sudah dijelaskan sebelumnya tidak dapat dibuktikan bahwa consumer innovation memoderasi hubungan perceived green product innovation dana perceived novelty serta hubungan antara perceived novelty dan green purchase intention sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat diobservasi kembali variaabel lain yang dapat memoderasi memoderasi hubungan perceived green product innovation dana perceived novelty serta hubungan antara perceived novelty dan green purchase intention. Hal ini diperlukan karena sebagai jembatan

(10)

permasalahan research gap pada penelitian. Di samping itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti pada wilayah atau lokasi baik yang lebih luas maupun fokus pada suatu wilayah tertentu agar penelitian lebih dapat mewakili populasi penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

dengan judul “ Pengaruh Product Placement Acceptance (Penerimaan Penempatan Produk) terhadap Consumer Purchase Intention (Niat Beli Konsumen) dengan Brand Recall

Pengaruh Sertifikasi Halal, Kesadaran Halal dan Bahan Makanan Terhadap Minat Beli Produk Makanan Halal Studi Pada Mahasiswa Muslim Institut Teknologi Sumatera.. Determinants of halal