DINAMIKA PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Latar Belakang
Penjelasan mengenai kebijakan impor dan analisis neraca perdagangan Indonesia serta peran Indonesia dalam rantai pasok global. Konsep kolaboratif ini kemudian berkembang menjadi manajemen rantai pasokan elektronik (e-scm) dengan menggunakan internet, intranet, dan ekstranet sebagai media komunikasi online real-time untuk memastikan bahan baku dari pemasok dan produk jadi selalu tersedia bagi konsumen sesuai kebutuhan.(Rudy , Agustinus, Chandra, Tanring, 2008).
LINGKUP PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Teori Perdagangan Internasional
Teorema Pemerataan Harga Faktor (Teorema Heckscher-Ohlin-Samuelson) adalah sebagai berikut: Perdagangan internasional akan mendorong pemerataan harga faktor, baik relatif maupun absolut, di antara negara-negara yang terlibat di dalamnya. Dari teori-teori perdagangan tersebut dapat disimpulkan bahwa perdagangan internasional membawa keuntungan bagi negara-negara yang terlibat.
Konsep Pertumbuhan Ekonomi
- Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
- Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja dinilai sebagai salah satu faktor positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. -Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua jenis faktor, yaitu: faktor ekonomi dan faktor non ekonomi (Jhingan 2007:67).
Konsep Global Supply Chain (GSC)
- Definisi Supply Chain
- Definisi Supply Chain Management
- Entitas Supply Chain Management
- Komponen Dasar Supply Chain Management
- Tujuan Supply Chain Management
- Manfaat Supply Chain Management
- Analisis Proses Supply Chain Management
- Prelimenary Step
- Mengembangkan Strategi e-Supply Chain
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor-faktor risiko dalam konteks manajemen rantai pasokan organisasi manufaktur (Basu, Modak dan Pranab, 2011). Manajemen rantai pasokan adalah sekumpulan entitas yang bersama-sama menghasilkan produk dan menjualnya kepada pelanggan.
Konsep Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor (VPTI)
- Definisi VPTI
- Peran VPTI
- Tujuan VPTI
- Manfaat VPTI
- Ruang Lingkup VPTI
- Mekanisme VPTI
- Alur Proses VPTI
- Produk Wajib VPTI
- Dasar Hukum VPTI
- Pokok Pengaturan Impor Produk Tertentu
- Aplikasi VPTI
Saat mengimpor barang konsumsi, masyarakat umumnya menggunakan barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri; Di sini, selain mendapat peluang untuk mengembangkan industri dalam negeri melalui impor barang modal, juga bisa terjadi sebaliknya, dimana industri dalam negeri tidak berkembang karena harus berhadapan dengan kompetitor di luar negeri; Instrumen kebijakan pendukung arah tersebut yang aktif hingga saat ini adalah Program Verifikasi Impor Penelusuran Teknis (VPTI) yang diawasi oleh Kementerian Perdagangan.
VPTI adalah instrumen yang digunakan untuk melakukan verifikasi teknis atau pelayanan penelusuran di tempat asal/muat barang oleh surveyor independen. Verifikasi atau penelusuran teknis impor (VPTI) merupakan salah satu instrumen dalam kebijakan pengendalian impor yang dikenakan terhadap impor barang melalui pemeriksaan di tempat pemuatan barang oleh surveyor yang ditunjuk oleh Menteri Perdagangan, yang hasilnya adalah: dideklarasikan. dalam Laporan Surveyor (LS) sebagai salah satu dokumen yang diperlukan untuk pengeluaran barang impor. Nomor sertifikasi produk penggunaan merek SNI (SPPT. f. SNI) untuk Produk tertentu yang diberlakukan SNI secara wajib;.
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/7/2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 83/M-DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Produk tertentu. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 124/M-DAG/KEP/2/2013 tentang Penunjukan Surveyor Sebagai Pelaksana Verifikasi Dalam Penelusuran Teknis Impor Produk Tertentu.
Pengertian Neraca Perdagangan
Perekonomian Indonesia pada triwulan I tahun 2019 tumbuh sebesar 5,07 persen (YoY), sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2018. Pada triwulan I tahun 2019, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) membukukan surplus sebesar USD 2,4 miliar, turun dari dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai USD5,4 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun ini (persen, YoY) dan triwulan sebelumnya (4,33 persen, YoY).
Di sisi lain, impor turun lebih dalam dibandingkan ekspor sebesar -7,75 persen (YoY), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya dan triwulan I tahun 2018. Nilai tambah sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan pertama triwulan tahun 2019 sebesar Rp675 triliun atau tumbuh sebesar 4,80 persen dibandingkan triwulan I tahun 2018 (YoY). Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun sebelumnya, sehingga kontribusi industri pengolahan nonmigas pada triwulan I turun menjadi 17,86 persen dibandingkan triwulan I tahun ini.
Pada triwulan I tahun 2019, nilai PMDN sektor industri pengolahan mencapai 16,09 miliar dolar atau turun sebesar 24,78 persen (tahunan). Pada triwulan I tahun 2019, nilai FDI sektor industri pengolahan mencapai 1,87 miliar dolar atau turun sebesar 39,37 persen (tahunan).
KEBIJAKAN IMPOR INDONESIA
Hambatan Perdagangan Internasional
Perbedaan komparatif dan kompetitif antar negara serta menjaga kepentingan nasional mendasari penerapan kebijakan perdagangan internasional. Akibat dari penerapan tarif terhadap produksi, konsumsi, perdagangan, dan tingkat kesejahteraan di suatu negara kecil yang mempunyai hubungan dagang atau kekuatan ekonomi yang terbatas, sehingga tidak mampu mempengaruhi harga di pasar internasional, dapat dijelaskan melalui analisis keseimbangan umum. Ketika suatu negara kecil mengenakan tarif terhadap barang-barang impor, yang berubah hanyalah harga barang-barang tersebut di pasar dalam negerinya sendiri, sehingga pihak yang menanggung segala akibat kenaikan harga tersebut adalah konsumen dan produsen di negara kecil tersebut. Khawatir.
Meskipun masing-masing produsen dan konsumen menghadapi kenaikan harga barang impor, hal tersebut meningkat seiring dengan besarnya tarif yang dikenakan, namun harga untuk perekonomian negara kecil secara keseluruhan tetap konstan karena kenaikan harga akibat tarif tersebut diimbangi. dengan menghasilkan pendapatan pajak bagi pemerintah. Negara kecil diartikan sebagai negara yang tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga-harga di pasar dunia. Pada Px/Py = 1 di pasar dunia, negara 2 akan berproduksi di titik B dan mengkonsumsi di titik E.
Penerapan kuota impor mempunyai dampak terhadap konsumsi dan produksi yang serupa dengan dampak yang ditimbulkan oleh penerapan tarif impor terkait. Berbagai jenis pembatasan atau hambatan non-tarif sebelumnya telah menggantikan peran bea cukai, hal ini menjadi ancaman bagi kelangsungan dan perkembangan perdagangan internasional bebas.
Strategi Pengendalian Impor dan Subtitusi Impor
Syarat agar industri substitusi dapat bertahan lama adalah output dari industri substitusi impor harus sama dengan barang sejenis yang berasal dari luar negeri (bersaing dalam harga dan kualitas). Setelah industri substitusi impor berkembang maka industri tersebut harus mencari pasar di luar negeri (yang di dalam negeri sudah penuh). Industri substitusi impor lebih ditujukan untuk memacu pertumbuhan perekonomian nasional, yaitu membangun industri nasional yang kuat.
Industri substitusi impor sebagai kebijakan perdagangan menghadapi beberapa kendala, antara lain: pertama, substitusi impor mungkin kontraproduktif pada saat ini sedangkan industri tersebut memiliki keunggulan komparatif di masa depan; kedua, perlindungan produksi hanya akan berhasil jika hal tersebut menjadikan industri lebih kompetitif; Negara-negara berkembang umumnya lebih memilih kebijakan industri substitusi impor karena hingga tahun 1970-an masih terdapat skeptisisme terhadap kemampuan mengekspor produk manufaktur, sehingga industrialisasi terfokus pada industri dalam negeri untuk menggantikan barang impor. India telah meliberalisasi perdagangannya sejak tahun 1984, yang sebelumnya didominasi oleh industri substitusi impor yang kurang menguntungkan.
Pada tahun 1984, Perdana Menteri Rajiv Gandhi memberikan pengecualian substitusi impor kepada 25 jenis industri dan pada tahun 1991, Rarashima Rao memperluas liberalisasi ke semua cabang industri dan membuka pintu bagi investasi asing. Pada dasarnya kebijakan perekonomian suatu negara erat kaitannya dengan kebijakan perekonomian dalam negeri dan kebijakan perekonomian luar negeri.
Perkembangan Ekonomi Nasional
- Perkembangan Ekonomi Indonesia
- Perkembangan Ekonomi Sektor Industri
Pertumbuhan industri pengolahan sebesar 3,86 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan I 2018 dan triwulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 4,6 persen dan 4,25 persen. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2018 yang sebesar 8,1 persen dan triwulan sebelumnya sebesar 10,79 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,01 persen pada triwulan ini, lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2018 yang sebesar 5,08 persen, namun lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2018 persen (year-on-year).
Pertumbuhan investasi sebesar 5,03 persen melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (6,01 persen, secara tahunan) dan triwulan I tahun 2018 yang mencapai 7,94 persen. Aktivitas ekspor barang dan jasa yang turun menyebabkan total pertumbuhan ekspor menyusut -2,08 persen pada triwulan I tahun 2019. Seiring dengan menurunnya aktivitas ekspor dan impor barang pada triwulan I tahun 2019, impor jasa yang dikontrak untuk jasa transportasi juga mengalami penurunan.
Pada triwulan I tahun 2019, industri makanan dan minuman masih memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yakni masing-masing sebesar 48,9 persen dan 2,35 persen dari 4,8 persen. Pada triwulan I tahun 2019, nilai ekspor produk manufaktur Indonesia mencapai USD 29,9 miliar atau turun 6,61 persen dibandingkan triwulan I tahun 2018.
PEMBAHASAN
Analisis Kebijakan Impor
- Kebijakan Impor sebagai Instrument Pengamanan
- Komitmen Pemerintah Indonesia mengenai Pelaksanaan
- Hambatan Perdagangan
Pemerintah Indonesia menggunakan kebijakan impor sebagai instrumen strategis untuk melindungi kepentingan ekonomi dan sosial yang lebih luas. Artinya, isu kebijakan impor dapat dijadikan instrumen pengaturan arus komoditas untuk menjamin produk dalam negeri akibat meningkatnya barang impor di pasar dalam negeri. Selain itu, pemerintah Indonesia juga mengambil kebijakan impor untuk melindungi kepentingan nasional guna melindungi dan melindungi konsumen dalam negeri dari sudut pandang kesehatan.
Berdasarkan uraian di atas, Kebijakan Impor merupakan bagian dari kebijakan perdagangan Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional dari dampak impor barang dari negara lain. Berdasarkan ketentuan tersebut, perizinan impor otomatis merupakan kebijakan impor yang harus diperlakukan sama pada setiap permohonan dan merupakan izin yang berlaku dalam segala hal, dengan tujuan untuk menunjang kebutuhan sistem statistik. Ketentuan lain yang berlaku adalah setiap kebijakan impor non-otomatis harus dipublikasikan dan memuat informasi mengenai keterkaitan, pengecualian, jumlah kuota, tanggal pembukaan dan penutupan serta pengaturan mengenai alokasi pemberian kuota kepada negara.
Kementerian Perdagangan merupakan penerbit kebijakan impor di Indonesia dimana kebijakan impor Indonesia diarahkan untuk kepentingan nasional sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan. Yang tidak kalah penting, kebijakan impor Indonesia ditujukan untuk memberikan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), perlindungan sosial, budaya, dan moral masyarakat, serta perlindungan kepentingan pembangunan ekonomi nasional lainnya.
Analisis Neraca Perdagangan
- Neraca Perdagangan Indonesia
- Kebijakan Indonesia Menghadapi Defisit Neraca
Pada September 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar US$160 juta. Pada akhirnya, pengendalian impor merupakan solusi jangka pendek; mereka tidak bisa digunakan selamanya untuk mengatasi defisit perdagangan. Surplus neraca perdagangan yang sehat bagi Indonesia muncul pada bulan Maret 2019 seiring dengan peningkatan ekspor dan impor, dengan pertumbuhan ekspor melebihi pertumbuhan impor.
Fase kedua terjadi pada minggu terakhir bulan April hingga pertengahan Mei 2019, sebagai akibat dari arus keluar modal jangka pendek dari Indonesia sebagai respons terhadap defisit perdagangan. Hal ini kurang menguntungkan karena ekspor lebih rendah dibandingkan impor sehingga menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sepanjang tahun berjalan dan mencerminkan buruknya kinerja perekonomian akibat rendahnya produktivitas dan tingginya ketergantungan terhadap impor. Pemerintah menyikapi secara bijak gejolak perekonomian global saat ini melalui dua kebijakan ekonomi, yaitu pertama, upaya pengendalian neraca perdagangan dengan meningkatkan ekspor dan menekan impor.
Salah satu implementasi strategi pengendalian impor dan pengamanan pasar dalam negeri yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan neraca perdagangan dan menjaga pertumbuhan ekonomi adalah melalui penerapan instrumen kebijakan yang mendukung arah tersebut, dan yang sedang berjalan selama ini adalah, Impor. Program Verifikasi atau Penelusuran Teknis (VPTI) diawasi oleh Kementerian Perdagangan. Mendorong pemerintah untuk mempercepat upaya peningkatan ekspor dan mengarahkan investasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dalam menghadapi kondisi global saat ini.
KESIMPULAN