• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Pembangunan Inklusif Desa – Kota

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Perencanaan Pembangunan Inklusif Desa – Kota"

Copied!
861
0
0

Teks penuh

Khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (LMC), pemerintah juga membangun perumahan dan kawasan pemukiman baru, namun belum dimanfaatkan dengan baik. Sesuai dengan tema utama seminar nasional “Perencanaan dan Pembangunan Inklusif Pedesaan-Kota”, maka makalah dan diskusi pada subtema “Perencanaan dan Pembangunan Perumahan dan Permukiman” mampu mengisi berbagai pemikiran dan solusi terkait sosial, masalah budaya, ekonomi dan lingkungan untuk keberlanjutan perumahan dan permukiman, kawasan pemukiman di kota-kota besar dan kecil.

Tidak untuk disalin

Analisis Kebutuhan Lahan Pertanian Pangan Sebagai Dasar Perencanaan dan Pembangunan Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Konawe Selatan. 671 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota Gabungan Tani Tanjung Sehati Dalam Kegiatan Kelompok Di Kabupaten Merangin.

MAKALAH PANEL

Sedangkan dalam pengembangan industri kreatif di Kota Cimahi, masyarakatlah yang lebih berperan dalam memunculkan industri kreatif. Perbedaan karakteristik interaksi quadruple helix pada industri kreatif di Kota Cimahi. Kondisi di Pusat Inovasi. Kondisi di Cimahi.

Tabel 1. Parameter Desa-Kota
Tabel 1. Parameter Desa-Kota

TEMA A

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DAN INDUSTRI

KREATIF

Strategis Pengembangan kawasan obyek wisata Air Terjun Dlundung

  • POSISI KOTA DENPASAR DALAM KONTEKS PARIWISATA
  • KOTA DENPASAR DALAM KONTEKS PARIWISATA
    • Denpasar dalam dimensi masa depan Pariwisata
    • Potensi Pariwisata Denpasar berbasis Budaya Unggul
    • Konsep pengembangan
    • Pengelompokan dan Tematik
    • Fasilitas Penunjang
    • Pengelolaan
  • Saran

Tingkatkan promosi baik online maupun offline serta penataan dengan desain menarik di kawasan wisata air terjun Dlundung. Kawasan Balubur Tamansari merupakan salah satu dari 6 (enam) kawasan kota perkotaan kreatif binaan Pemerintah Kota Bandung. Konsep pengembangan kawasan wisata Gunung Bungsu Resort sebagai ... http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-peplanan-pembangunan-inklusif-desa-kota.

Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yaitu terciptanya Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Gunung Bungsu sebagai kawasan wisata alam dan olah raga di Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan mengikutsertakan partisipasi masyarakat pada wilayah penelitian diharapkan juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Rencana Kebijakan Pengembangan “Penyusunan rencana pengembangan sarana dan prasarana sarana dan daya tarik wisata di kawasan wisata Gunung Bungsu Resort.”

Gambar 1. Langkah-langkah Penelitian  Sumber: Modifikasi dari berbagai sumber 2016
Gambar 1. Langkah-langkah Penelitian Sumber: Modifikasi dari berbagai sumber 2016

PUNCAK GUNUNG BUNGSU

Resor Gunung Bungsu meliputi Menhir Gurun, Batu Munjuang, Benteng Tuangku Nan Garang, Tungka View, Bukik Lontiak Paralayang, Puncak Gunuang Bungsu, Aie Sonsang dan Panorama Bukik Tapuang. Gunung Bungsu Resort muncul sebagai objek wisata yang memadukan wisata olah raga paralayang dengan keindahan alam, dan pada tahun 2013 diadakan Pameran Paralayang Internasional Bungsu Resort yang mempertemukan lebih dari 20 atlet asing dan 60 atlet dalam negeri, serta menyelenggarakan kejuaraan daerah. Dari kafe ini kita bisa menikmati indahnya panorama alam seluruh Kota Payakumbuh dan sebagian Kabupaten Limapuluh Kota serta bisa melihat Gunung Merapi, Singgalang dan Gunung Bungsu.

Kawasan ini memang belum tersedia untuk menunjang aktivitas wisata di Bukik Gunung Bungsu, namun keindahan alam di kawasan perbukitan Gunung Bungsu telah disulap menjadi arena motorcross. Selain tradisi Basaf ke Gunung Bungsu dan objek wisata Aia Songsang, Taeh Bukik merupakan sebuah nagari yang luasnya 2.691 ha, berpenduduk 3.350 jiwa, dan memiliki arena olah raga yang menantang yaitu olah raga motorcross. arena.

Gambar 4.Kondisi Eksisting menuju Puncak Gunung Bungsu Fasilitas
Gambar 4.Kondisi Eksisting menuju Puncak Gunung Bungsu Fasilitas

BENTENG TUANKU NAN GARANG

TUNGKA VIEW

Fasilitas wisata yang bisa dinikmati antara lain panorama alam dan arena paralayang. Kegiatan yang dapat dilakukan di kawasan ini adalah gantole, berkemah, serta pertunjukan seni dan budaya. Tungka View mempunyai keindahan alam di kaki Gunung Bungsu, lokasi ini sangat cocok untuk dibangun kawasan wisata terpadu karena menyatu dengan kawasan Gunung Bungsu, dimana juga terdapat benda cagar budaya “Batu Borobono”. Kawasan ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan empat dengan kondisi jalan yang bagus, mudah untuk dikunjungi.

Jenis wisata daerah ini merupakan jenis wisata alam dengan luas sekitar ± 1 Ha yang terletak di Jorong Pabatungan Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh yang berjarak ± 14 km dari IKK (Sarilamak). Sedangkan fasilitas objek wisata di kawasan ini antara lain: kolam alami, area parkir, dan warung makan.

Gambar 8. Kondisi eksisting Tungka View  4.  AIA SONSANG
Gambar 8. Kondisi eksisting Tungka View 4. AIA SONSANG

MENHIR GURUN

Objek wisata ini dapat dijangkau dengan menggunakan angkutan roda dua dan roda empat.

BATU MUNJUANG

PANORAMA BUKIK TOPUANG/BUKIK LONTIAK PARALAYANG

Perlu adanya penyesuaian regulasi dalam pengelolaan tempat wisata di kawasan Gunung Bungsu Resort agar lebih optimal. Adanya daya tarik yaitu daya tarik atau fasilitas wisata yang menarik, unik, bernilai tinggi dan dapat diandalkan. Analisis potensi daya tarik wisata dan fasilitasnya dilakukan dengan cara mengevaluasi variabel-variabel yang mempengaruhi suatu daya tarik wisata, variabel-variabel tersebut merupakan faktor penentu berkembangnya daya tarik wisata.

Aksesibilitas atau tingkat pencapaian, mencakup kemudahan mencapai suatu objek wisata (mengacu pada pusat wilayah, karena di pusat ini terkonsentrasi fasilitas pendukung pariwisata seperti akomodasi, dll), ketersediaan jalan, dan kualitas jalan. jaringan. Pengembangan daya tarik wisata yang dapat dilakukan di Gunung Bungsu Resort adalah: rekreasi alam terbuka.

Bidang Sarana dan Prasarana Arahan Rencana Kegiatan Fisik, seperti

Aksesibilitas, yaitu kemudahan akses terhadap tempat wisata dan kemudahan akses terhadap rumah atau fasilitas pendukung lainnya. Daya tarik meliputi keunikan, keindahan fasilitas, keragaman daya tarik, daya dukung fisik dan sosial lingkungan, serta faktor berapa lama daya tarik tersebut dapat mempertahankan seseorang untuk bertahan. Dukungan meliputi ketersediaan akomodasi, prasarana pendukung pariwisata, fasilitas di dalam objek wisata itu sendiri, link ke tempat wisata lain dan peluang pengembangan.

Dampak terhadap Ekonomi dan Lingkungan, yaitu pengaruh suatu daya tarik wisata terhadap lingkungan, perekonomian, dan sosial budaya. Kawasan yang ditetapkan sebagai objek wisata tidak boleh diganggu atau diubah fungsi dan penggunaan lahannya.

Bidang Penawaran Paket Wisata

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang budidaya ikan lele di Kota Padang adalah Family Pisces Group. Salah satu pelaku yang terlibat dalam budidaya ikan lele di kota Padang adalah kelompok Family Pisces. Salah satu risiko yang terkait dengan kegiatan Family Pisces Group adalah risiko produksi.

Salah satu produk premium yang dihasilkan oleh Family Pisces Group adalah Bibit Ikan Lele Sangkuriang. Alur kegiatan pembenihan ikan lele Sangkuriang kelompok keluarga Pisces ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 12.Green Map Kawasan Gunung Bungsu Resort  Perencanaan zonasi di Kawasan Gunung Bungsu Resort ini yaitu :
Gambar 12.Green Map Kawasan Gunung Bungsu Resort Perencanaan zonasi di Kawasan Gunung Bungsu Resort ini yaitu :

Analisis Risiko Produksi Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang 1. Hama

Family Pisces Group berlokasi di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Kelompok Family Pisces melaksanakan kegiatan produksi mulai dari pemeliharaan pembenihan, pemijahan alami, penetasan telur, pemeliharaan larva, pemeliharaan benih hingga pemanenan benih lele sangkuriang. Kematian larva atau benih yang terjadi pada kelompok keluarga Ikan disebabkan karena kadar pH air yang rendah atau di bawah 5.

Pada kelompok keluarga ikan, kematian yang disebabkan oleh kualitas air (pH asam dan perubahan suhu drastis) masing-masing sebanyak 327.686 benih dari jumlah benih awal 2. Keterlambatan penyortiran juga dapat menyebabkan tingkat kanibalisme yang tinggi. Kematian terbanyak pada benih di Kelompok Keluarga Ikan yang disebabkan oleh kanibalisme terjadi pada bulan Mei, yaitu sebesar 47% dari total kematian.

Analisis Probabilitas Sumber Risiko Produksi

Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan kematian larva atau benih sehingga dapat merugikan usaha. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan Mei 2016 di lokasi penelitian, jumlah kematian benih yang terjadi pada bulan Mei akibat kualitas air (pH asam dan perubahan suhu drastis) sebanyak 30.490 benih dibandingkan jumlah benih semula yaitu sebanyak 186.750 benih. Biasanya benih yang mutunya baik (lincah dan aktif) akan memangsa benih yang mutunya buruk (pasif), padahal ukuran tubuh benih yang bersifat kanibal lebih kecil dibandingkan dengan benih yang diburu.

Penyakit merupakan sumber risiko produksi yang dihadapi oleh sekelompok keluarga ikan dengan nilai probabilitas ketiga setelah kanibalisme dan kualitas air. Hama merupakan sumber risiko produksi yang dihadapi Family Pisces dengan nilai probabilitas paling rendah dibandingkan sumber risiko produksi lainnya.

Analisis Dampak Sumber Risiko Produksi

Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai pengembangan infrastruktur pariwisata yang mendukung pengembangan desa Plumbon Gabang sebagai desa wisata. Di Desa Plumbon Gabang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, masyarakat sudah mulai meningkatkan pendapatannya melalui pengembangan usaha kecil dan mikro berupa pengembangan usaha kecil menengah kerajinan manik-manik dan turunannya. Dari 121 pengusaha yang ada di Desa Plumbon Gambang mampu mempekerjakan 1007 pekerja tetap dan 600 pekerja tidak tetap.

Di Desa Plumbon Gambang juga terdapat Asosiasi Pengusaha Manik-manik dan Aksesoris (APMA), Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan Koperasi Wanita Sejahtera. Pedoman pengembangan Infrastruktur Pariwisata Tingkat Desa Plumbon Gabang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang berdasarkan aspirasi masyarakat meliputi pengembangan ODTW, akses jalan, fasilitas penunjang pariwisata dan pelayanan perhotelan.

Gambar 2 Peta Partisipatif Aspek Fisik Termasuk Permasalahan Infrastruktur Pengairan Pertanian
Gambar 2 Peta Partisipatif Aspek Fisik Termasuk Permasalahan Infrastruktur Pengairan Pertanian

Zaman Pertengahan (Abad 2-14 M)

Imam Santoso mendirikan lembaga pendidikan psikologi independen pertama pada tahun 1960. Lembaga ini sejajar dengan fakultas lain di UI dan kemudian berkembang menjadi UNPAD dan UGM [3]. Kebutuhan psikologi sosial di Indonesia sama besarnya dengan negara-negara barat lainnya. namun penerapannya kurang menyentuh dan komprehensif dalam kajian lembaga kemasyarakatan khususnya koperasi. Berdasarkan fenomena tersebut, maka kajian mengenai ledakan perkembangan koperasi di Indonesia hendaknya dilihat dari sudut pandang psikologi sosial, baik dari pemikiran para tokoh klasik maupun emerging, karena koperasi merupakan lembaga ekonomi yang bersifat sosial yang didalamnya terdapat kelompok-kelompok. orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama, mempunyai konsep dan perilaku sosial (yang memuat norma-norma, perilaku dalam hubungan, kerjasama dan interaksi antar individu dan kelompok, serta peraturan). Secara khusus artikel ini bertujuan untuk (1). Mendeskripsikan periodisasi sejarah perkembangan psikologi (teori dan cara pandang) guna melahirkan ilmu psikologi sosial dengan memperdalam faktor-faktor yang mempengaruhinya, (2). perkembangan kajian kolaboratif dan psikologi sosial di Indonesia dan (3).

Memberikan gambaran kebijakan pengembangan koperasi di Indonesia terkait psikologi sosial dalam konteks perencanaan pembangunan pedesaan melalui koperasi perkebunan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2016 dan merupakan kajian literatur atau studi literatur. Data sekunder penelitian ini berasal dari buku, artikel ilmiah, surat kabar, buletin tentang sejarah lahirnya psikologi dan psikologi sosial serta pendekatan-pendekatan yang berkaitan dengan sosiologi dan psikologi sosial.

Zaman Renaissance (Abad 14-17 M)

Periode ini ditandai dengan cara dimana pengetahuan berbasis pengalaman diterima sebagai fakta dengan sikap pikiran reseptif (semua informasi terhubung dengan dunia magis). Tokoh-tokoh tersebut adalah Pythagoras (580-500 SM), Democritus (460-370 SM) yang terkenal dengan konsep atom, Zeno (490 SM) berhasil mengembangkan metode reductio ad absurdum hingga sampai pada kesimpulan yang benar. dari mazhab Miletoic, mazhab Pythagoras, mazhab Elea, mazhab pluralistik, mazhab atomistik, dan mazhab sofistik.5 Pada era ini terdapat mazhab Socrates dengan filsuf Yunani Socrates (470-399 SM). Selanjutnya ada aliran dualisme dari Plato (428-348 SM) dan ada pula aliran psikologi Cartian dari Rene Descartes yang menjelaskan perilaku hewan dalam prinsip mekanistik.

Zaman Modern (Abad 17-19 M)

Zaman Kontemporer (Abad 20 dan Seterusnya)

  • Sistem religi – agama yang dianut sebagian besar Suku Tengger adalah Hindu, Islam, dan Kristen
  • Sistem Kemasyarakatan – ada kelompok-kelompok desa yang dipimpin oleh tetua dan seluruh perkampungan ini dipimpin oleh seorang kepala adat
  • Sistem Pengetahuan – masih tradisional dan berorientasi pada kebudayaan lama, namun saat ini mulai mengacu ke sistem pengetahuan yang modern
  • Ketersediaan Produk
  • Aksesibilitas
  • Fasilitas

Kabupaten Kamang Magek merupakan salah satu daerah penghasil makanan tradisional Sumatera Barat yaitu kerupuk Kamang. Merumuskan aspek internal dan eksternal agroindustri kerupuk Kamang di Kecamatan Kamang Magek. Mengkaji aspek-aspek yang dapat dikembangkan dalam usaha kerupuk Kamang di Kecamatan Kamang Magek sebagai produk unggulan daerah (PUD).

Gapoktan ini bernama Kamek (Kamang Magek) yang khusus mengembangkan usaha kerupuk Kamang di kecamatan Kamang Magek. Dari hasil wawancara dan observasi lapangan, 38 narasumber cukup untuk menggali informasi mengenai profil pelaku usaha kerupuk Kamang di Kecamatan Kamang Magek. Secara umum pelaku pembajakan Kamang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.

Faktor lain yang menjadi permasalahan dalam usaha kerupuk Kamang adalah perbedaan harga yang ditetapkan oleh para pelaku usaha.

Tabel 1. SWOT Potensi Sosial dan Ekonomi dalam Pengembangan Wisata  STRENGTH
Tabel 1. SWOT Potensi Sosial dan Ekonomi dalam Pengembangan Wisata STRENGTH

Gambar

Gambar 2. Social Network Graph Closeness Centrality dalam Pengembangan Industri Kreatif   Sumber: Hasil Analisis, 2016
Gambar 1. Social Network Graph Degree Centrality dalam Pengembangan Industri Kreatif Sumber: Hasil Analisis, 2016
Gambar 2. Social Network Graph Closeness Centrality dalam Pengembangan Industri Kreatif   Sumber: Hasil Analisis, 2016
Gambar 1. Peta lokasi penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Koordinasi perencanaan pembangunan desa merupakan salah satu cara untuk mempersatukan usaha dari setiap lembaga yang ada di desa dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan oleh