• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Pembelajaran Satuan Pendidikan Sekolah

N/A
N/A
Sahal Mahfudz

Academic year: 2024

Membagikan "Perencanaan Pembelajaran Satuan Pendidikan Sekolah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

(2)

BAB V - PERENCANAAN PEMBELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN

A. Ruang Lingkup Satuan Pendidikan

Ruang lingkup Satuan Pendidikan sekolah: menggambarkan rencana pembelajaran selama satu tahun ajaran. Berisi alur pembelajaran/unit mapping (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi), program prioritas satuan Pendidikan

Bobot pembelajaran pada program keahlian Desain Komunikasi Visual yakni 70%

praktik dan 30% teori. Pembelajaran yang dikembangkan pada program keahlian pemasaran berlandasakan pada pendekatan Production Based Educational Training (PBET) dan Competency Based Training (CBT). Hal ini dilakukan untuk agar pembelajaran yang diberikan dapat relevan dengan kebutuhan industri Pemasaran saat ini dan menjamin lulusan dapat terserap dengan mudah di Industri retail.

PBET merupakan penggabungan pola kerja industri (workplace) dengan lingkungan pembelajaran siswa (learning environment), konsep ini dikenal pula dengan sebutan Teaching

Factory yang memiliki paradigma dasar market–oriented yang diwujudkan dalam bentuk Projek. Pendekatan ini merupakan penyempurnaan “Dual System”, dimana workplace menyatu ke dalam nuansa belajar siswa, sedang Sistem CBT melengkapinya untuk proses asesmen yang terukur, berdasarkan standar mutu lingkungan kerja industri.

Sehingga implementasi pembelajarannya mengandung unsur–unsur; hardskill, theoritical focus dan softskill yang masing-masing dilengkapi dengan metoda perencanaan, pelaksanaan dan pendampingan serta pengukuran dan pengujian yang adil dan transparan.

Siklus pembelajaran berbasis CBT dan PBET adalah :

1. Tahap Perencanaan Pembelajaran, hal ini meliputi pemahaman capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran, dimana secara konten sudah ditentukan dalam kurikulum SMK PK. Kemudian pola penyajian berupa modul atau perangkat ajar, sebagai upaya pencapaian hardskill - softskill. Perangkat ajar yang digunakan dalam bentuk modul ajar yang dikembangkan dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dokumen modul ajar dan alur tujuan pembelajaran terlampir.

2. Tahap Proses Pembelajaran, pemenuhan media dan bahan ajar, sumber belajar, metode dan model pembelajaran, rasio jumlah alat dan bahan terhadap peserta didik, pendampingan proses pembelajaran, beban jam pembelajaran dan pengukuran keterserapan materi pembelajaran.

Tahap Pengukuran dan Pengujian, sebagai bentuk evaluasi hasil belajar peserta didik yang pengukuran capaian Hardskill dan softskill, sebagai dasar evaluasi, dengan menggunakan prinsip Fair, Valid, Relible, dan Flexible.

(3)

Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.

B. Ruang Lingkup Kelas

1. Mengidentifikasi sumber belajar

Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas, maka guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau modul ajar. Pada langkah awal, guru perlu mengidentifikasi buku teks yang sesuai dengan tujuan-tujuan pembelajaran dan eviden yang diperlukan. Jika tersedia buku yang tepat maka guru bisa menggunakan buku itu untuk kegiatan belajar para peserta didik, dan guru dapat mencantumkan poin-poin yang akan digunakan dalam RPP. Namun, bila tidak tersedia buku yang tepat, guru dipersilakan untuk mencari inspirasi dari sumber-sumber yang lain, buku yang lain, internet, contoh modul ajar, untuk selanjutnya bisa memodifikasi modul ajar yang ada, atau membuat modul ajar sendiri.

a. Program Tahunan/ Program Semester

Guru menyusun Program Tahunan dan Program semester berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang telah dibuat, sesuai dengan kalender pendidikan yang berlaku. Pada program tahunan dan program semester ini dicantumkan tujuan-tujuan pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran selama satu tahun (program tahunan) dan pada setiap semester (program semester) serta jumlah jam pelajaran yang akan digunakan.

b. Rencana Pembelajaran Klasikal

Sistem pembelajaran dilakukan dengan sistem blok. Pengaturan jadwal melalui sistem blok dengan berpusat pada blok mata pelajaran kejuruan. Kelas X menggunakan system blok harian yaitu proses pembelajaran kejuruan dalam satu hari tidak bergabung dengan mata pelajaran umum.

2. Proses Penyusunan Modul Ajar ESENSIAL

MENARIK, BERMAKNA DAN MENANTANG

RELEVAN DAN KONTEKSTUAL

BERKESINAMBUNGAN

Keterkaitan antara alur pembelajaran dengan fase belajar murid.

Menyesuaikan konteks diri dan lingkungan murid.

Menumbuhkan minat untuk belajar, melibatkan murid, berkaitan dengan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya, serta menyesuaikan capaian belajarnya.

(4)

3. Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Program Kokulikuler pada Program keahlian Desain Komunikasi Visual dilaksanakan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Profil Pelajar Pancasila terdiri atas :

(1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia (2) Berkebhinekaan global

(3) Gotong royong (4) Mandiri (5) Bernalar kritis (6) Kreatif.

Profil Pelajar Pancasila berbentuk softskill dan harus diterapkan dalam proses pembelajaran, bukan dipisahkan dalam pembelajaran.

Adapun indikator perilaku belajar peserta didik dalam rangka implementasi profil pelajar Pancasila dan Budaya Kerja sebagai berikut:

No Profil Pelajar Pancasila

Indikator perilaku belajar peserta didik 1 Beriman, Bertakwa

kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Ahlak beragama

Ahlak pribadi

Ahlak kepada manusia

Ahlak kepada alam

Ahlak bernegara

03

01 02

BERBAGI

PENGALAMAN

Dengan rekan guru lain

RKOLABORASI

Dengan rekan guru dengan mata pelajaran yang sama

PEMBAGIAN PERAN

Dengan rekan guru

satu fase

(5)

2 Berkebhinekaan global Belajar bahasa asing

Mengenal dan menghargai budaya

Kemampuan komunikasi intercultural dalam berinteraksi dengan sesama

Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman

Kebinekaan

3 Gotong royong Kerjasama antar semua peserta didik pada kegiatan operasional

Kolaborasi

Kepedulian

Berbagi

4 Mandiri Mengerti dan bertanggung jawab pada tugas masing- masing

Tidak bergantung pada orang lain

5 Bernalar kritis Menganalisis dan mengevaluasi kebutuhan retail pada saat pandemic

Mengambil keputusan untuk mengimplementasikan perencanaan yang disusun oleh TIM dalam menghadapi suatu masalah

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan’

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Merefleksi pemikiran dan proses akhir

Mengambil keputusan

6 Kreatif Menciptakan ide kreatif dalam fotografi dan desain grafis

Menghasilkan gagasan yang orisinal

Menghasilkan karya dan Tindakan yang orisinal

Pada tahun pelajaran 2024/ 2025, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja dilaksanakan di kelas X dengan bobot 288 Jam Pelajaran.

Tema yang dipilih meliputi dua tema wajib (kebekerjaan dan budaya kerja) dan tema pilihan (Gaya Hidup berkelanjutan dan kewirausahaan).

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja di kelas X dilaksanakan dengan menggunakan sistem blok menggunakan sistem blok harian, yaitu setiap hari jam ke 0 dan jam ke 1 -2 setiap hari sabtu siswa kelas X medapatkan materi P5 sebanyak 8 jam per

(6)

minggu seperti tergambar pada tabel berikut:

Tema

Pelaksanaan/Alokasi Waktu

Semester Bulan Jumlah JP

Gaya Hidup Berkelanjutan 1 Agustus

September 2024

48 JP Setiap bulan

Kewirausahaan 1 Oktober

November Desember 2024

48 JP Setiap bulan

Budaya kerja 2 Januari dan

Februari 2025

48 JP setiap Bulan

Kebekerjaan 2 Maret

April Mei 2025

48 JP setiap Bulan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) di Sekolah

Variabel penelitian yaitu hal-hal yang mempengaruhi dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan tahun ajaran

Untuk mengetahui pengembangan strategi pembelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri I Rakit tahun ajaran 2008/2009 sehubungan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

ANALISIS PELAKASANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP).. DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Studi Kasus di Kelas VII SMP N

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada sekolah dasar, mengetahui pelaksanaan pembelajaran Matematika

- Izin pendirian satuan pendidikan berlaku untuk 1 (satu) satuan pendidikan pada 1(satu) lokasi.. Khusus Satuan

Model Mahmud Menyenangkan, Hangat, dan Mudah Pada Pembelajaran Sains Bagi Anak Usia 4- 6 Tahun di PAUD.. Pengelolaan Pembelajaran Sebagai Salah Satu Teknologi Dalam

TUJUAN TFUNJUGASNI LATARBELAKANG A B C Dokumen Perencanaan Satuan Pendidikan DPS adalah suatu rencana strategis yang disusun oleh lembaga pendidikan, seperti sekolah, untuk