PENGHITUNGAN PAJAK BAGI PELAKU USAHA KECIL DAN MENENGAH PADA MOMO CHEESE TEA DI BUKIT
BARISAN
Mata Kuliah : Akuntansi Perpajakan Dosen Pengampu : Dr. Zulia Hanum, SE.M.Si
Disusun Oleh :
Hartati Mustafa (2105170128) Puput Febriyanti (2105170130) Suci Tri Handayani Tarigan (2105170136)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA MEDAN
2023
i
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan banyak nikmat dan karunia-nya kepada kita semua sehingga kita dapat berfikir dan merasakan segalanya. Satu dari sekian banyak nikmat-nya,sehingga kami mampu dalam menyelesaikan tugas mata kuliah akuntansi perpajakan dengan berjalan lancar.
Terlepas dari semua itu,kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi penyusunan kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala kritik dan saran dari pembaca makalah ini agar kami dapat memperbaiki kekurangan yang ada pada makalah kami ini.Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang penghitungan pajak bagi pelaku usaha kecil dan menengah pada momo cheese tea di bukit barisan ini dapat memberikan manfaat serta wawasan terhadap para pembaca.
Medan, November 2023
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penelitian ... 2
BAB II PEMBAHASAN ... 3
2.1 Profil Usaha ... 3
2.2 Modal Usaha ... 3
2.3 Lokasi Usaha ... 3
2.4 Pemasaran ... 3
2.5 Strategi Pasar ... 4
2.6 Analisis Swot ... 4
2.7 Struktur Organisasi Bisnis Momo Cheese Tea ... 6
2.8 Proses Produksi ... 6
2.9 Bahan Baku dan Biaya Lainnya ... 7
2.10 Modal dan Pemasukan ... 7
2.11 Lama Balik Modal ... 9
BAB III PENUTUP ... 10
3.1 Kesimpulan ... 10
3.2 Saran ... 10
3.3 Lampiran ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Bisnis atau usaha yang akan didirikan bergerak dibidang kuliner yaitu minuman yang saat ini sedang menjadi tren dikalangan masyarakat yaitu minuman racikan seperti susu keju Taiwan yang diberi varian rasa yang menarik.
Sebelum akan mendirikan usaha ini terlebih dahulu diperhitungkan segala macam persiapan dalam memulai usaha seperti modal, rencana pemasaran, dan tujuan.
Rencana pemasaran dalam penjualan momo cheese tea ini akan dijual disebuah lokasi pasar atau wisata kuliner anak muda. Lokasi yang akan dipilih cukup strategis karena berada disekitar kampus, dan perumahan warga. Selain dijajakan ditempat tersebut, akan secara online dengan menggunakan fasilitas sosial media seperti instagram, whatsapp, dan lain-lain.
Cheese tea merupakan salah satu minuman seperti susu keju Taiwan yang sangat tren dikalangan masyarakat. Dengan rasa yang khas dan nikmat, sangat cocok di tenggorokan apabila cuaca sedang terik maupun sebagai pelengkap saat santai bercengkrama bersama orang terdekat maupun keluarga. Maka dari itu bisnis ini dinilai cukup menarik untuk dipilih karena masyarakat sudah tidak asing dengan cita rasanya.
2
Di era sekarang ini banyak konsumen yang semakin selektif dalam berperilaku untuk mengkonsumsi dan memilih produk yang diinginkan dan dibutuhkannya. Oleh sebab itu, perusahaan atau pengusaha harus semakin cerdas dan inovasi dalam menciptakan produk yang sesuai dengan selera konsumen dan juga harus pandai memilih untuk menciptakan suatu lokasi usaha dimana lokasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk tersebut. Konsumen biasanya yang dilihat sebelum membeli yaitu harga dan lokasinya setelah itu dilihat bagaimana produk yang telah ditawarkan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apakah Pengertian Cheese Tea
2) Bagaimana Rencana Pemasaran Dan Penjualan Momo Cheese Tea 3) Apa Saja Bahan Baku Yang Terdapat Di Momo Cheese Tea 4) Bagaimana Susunan Laporan Keuangan
1.3 Tujuan Penelitian
1) Untuk mengetahui pengertian cheese tea
2) Agar mengetahui rencana pemasaran dan penjualan momo cheese tea
3) Agar mengetahui bahan baku yang terdapat pada momo cheese tea 4) Dapat mengetahui susunan laporan keuangannya
3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Profil Usaha
Cheese tea adalah bentuk usaha penjualan minuman susu, dengan berbagai aneka rasa kenikmatan, dan diharapkan konsumen dapat memilih jenis minuman sesuai dengan keinginannya. Karena bahan baku yang telah disediakan adalah susu, dan berbagai varian rasa seperti cheese tea taro milk, cheese tea,dan berbagai varian lainnya.
2.2 Modal Usaha
Dalam proses usaha yang telah kami wawancarai bahwa usaha tersebut membutuhkan modal awal sebesar Rp.10.000.000,00
2.3 Lokasi Usaha
Pemilik tersebut mendirikan usaha ini di Jalan Bukit Barisan. Menurut kami tempatnya sangat strategis, karena berada di lingkungan ruko, perumahan warga dan kost kostan.Sehingga dapat mudah di ketahui masyarakat yang banyak, dan pemilik tersebut membuka usaha menggunakan etalase, meja, kursi dan lain-lain.
2.4 Pemasaran
Dalam kegiatan pemasaran produk yang pemilik jual ini, pemilik memasang spanduk di etalase, pemasaran dari mulut ke mulut, dan menggunakan promosi di media sosial gratis yang di akses oleh banyak masyarakat pada saat ini
4
yaitu facebook, twitter, serta instagram. Sehingga konsumen dapat mengetahui produk pemilik dan tertarik untuk mencoba membelinya.
2.5 Strategi Pasar
Agar rencana mendirikan bisnis ini berjalan dengan lancar, upaya yang dilakukan dalam melakukan strategi pasar antara lain:
。 Segmenting
Segmenting pasar adalah dengan menjadikan pembeli sebagai target yang akan dicapai, produk yang pemilik buat yaitu produk yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dari masyarakat dengan tingkatan berbeda, minuman cheese tea ini juga dapat di nikmati dari anak anak hingga orang dewasa.
。 Targeting
Target pasar yang dituju yaitu kalangan masyarakat setempat, mahasiswa, anak-anak hingga orang dewasa.
。 Positioning
Agar jenis minuman cheese tea ini mudah dikenali oleh masyarakat, pemilik berinovasi dengan cara menambahkan minuman kekinian yang banyak disukai oleh berbagai kalangan mastyarakat.
2.6 Analisis Swot
Setiap kegiatan untuk memulai usaha harus mengukur kemampuannya terhadap lingkungan atau pesaing yang melalui analisi swot antara lain sebagai berikut:
5 1. Strength (Kekuatan)
a. Menjual cheese tea berbahan dasar susu dan keju yang berkualitas 100%
b. Harga jual yang terjangkau untuk berbagai kalangan masyarakat c. Lokasi tempat usaha yang yang mudah terjangkau.
2. Weakness (Kelemahan)
a. Kurangnya varian dan inovasi baru dari produk momo cheese tea b. Produk yang dijual tidak tahan lama
c. Harga bahan baku yang sulit didapat dan tidak stabil.
3. Opportunity (Peluang)
a. Dengan modal yang cukup dan minat pasar terhadap cheese tea yang terus meningkat dapat melebarkan atau memajukan usaha dengan membuat cabang dimanapun.
b. Jika momo cheese tea dapat berinovasi lebih baik lagi seperti menambah rasa baru atau topping baru yang bermacam-macam
c. Membuat variasi produk jenis baru yang berbahan dasar susu dan keju d. Cara membuat cheese tea itu sangat mudah
4. Threaty (Ancaman)
a. Makin maraknya usaha penjualan cheese tea dengan gerobak atau kios- kios yang ada di pinggiran jalan
b. Pesaing dengan usaha cheese tea lainnya lebih popular di kalangan masyarakat.
c. Berubahnya minat masyarakat dengan trend minuman baru lainnya.
6
2.7 Struktur Organisasi Bisnis Momo Cheese Tea
2.8 Proses Produksi
Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan usaha ini yaitu:
1. Mengembangkan ide pembuatan produk minuman cheese tea yang kekinian dengan varian rasa yang baru dengan membaca kebutuhan konsumen terhadap produk yang sedang popular yaitu kuliner.
2. Menentukan bahan penunjang dalam bahan baku utama hal ini, pemilik melakukan survei kepasar guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif dasar pasar.
3. Proses pembuatan dilakukan dengan rangkaian varian rasa cheese tea yang mengedepankan kebersihan dalam pembuatan minuman agar terciptanya kepercayaan konsumen kepada kehigienisan jenis minuman yang pemilik tersebut jual.
4. Menyusun laporan keuangan untuk membuat sistem manajemen yang baik dalam kegiatan usaha agar keuangan tersusun dengan baik dan kegiatan produksi akan berjalan lancar serta maksimal.
Pendiri Usaha
Pemasaran Produksi Distribusi Keuangan
7 2.9 Bahan Baku dan Biaya Lain-Lain
Dalam proses produksi pemilik menggunakan bahan baku rincian sebagai berikut:
No Bahan Biaya (Rp)
1 Gelas 550.000
2 Sealer 130.000
3 Sedotan 80.000
4 Bubuk 2.000.000
5 Bubble 600.000
6 Susu 1.500.000
7 Brownsugar 100.000
8 Es batu dan air mineral
500.000
TOTAL 5.460.000
Biaya Lain – Lain
No Operasional Biaya (Rp)
1 Gaji Karyawan 2.800.000
2 Sewa Tempat 1.000.000
3 Biaya Tak Terduga 500.000
TOTAL 4.300.000
2.10 Modal dan Pemasukan
Modal bahan baku yang harus dikeluarkan dalam satu hari penjualan minuman cheese tea adalah sebesar
Rincian :
Modal / cup = Rp 5.410.000
Harga jual / cup = Rp 12.000
Penjualan rata rata harian = 50 cup
8
Hari Berjualan = 25 hari
Total Biaya = Bahan Baku + Biaya Lain Lain
= Rp 5.460.000 + Rp 2.500.000
= Rp 7.960.000 Pemasukan per bulan :
Minuman cheese tea = 40 cup per hari × Rp 12.000 × 25 hari = Rp 12.000.000 Keuntungan penjualan minuman cheese tea per cup :
Harga Jual/ cup – Modal/ cup
Rp 12.000.000 – Rp 5.410.000 = Rp 6.590.000
Keuntungan penjualan minuman cheese tea per hari :
Total Keuntungan/ hari × Penjualan rata rata harian Rp 6.590.000 × 50 cup = Rp 329.500
Keuntungan penjualan minuman cheese tea per bulan :
Total Keuntungan/ hari × Hari Berjualan Rp 329.500 × 25 hari = Rp 8.237.500
Keuntungan Bersih : Rp 8.247.500 – Rp 2.500.000 = Rp 5.737.000 Penghitungan Pajak
9 aryawan = Rp 2.800.000
- Sewa Tempat = Rp 1.000.000 - Biaya Tak Terduga = Rp 500.000 + Total Biaya Operasional = Rp 4.300.000
- Bahan Baku = Rp 6.000.000 + Total Biaya Lain- Lain = Rp 10.300.000
Laba Kotor Sebulan = Rp 18.000.000 Biaya Lain – Lain = Rp 10.300.000 -
Rp 7.700.000
PPh Final Sebulan : 0,005 × Rp 7.700.000 = Rp 38.500 PPh Final Setahun : Rp 38.500 × 12 = Rp 462.000
2.11 Lama Balik Modal
10 BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Makalah usaha ini dibuat untuk mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai usaha Cheese Tea. Mulai dari biaya, lokasi target pemasaran, analisis swot hingga tarif pajak nya . Dari makalah yang telah dibuat dapat disimpulkan bahwa usaha ini cukup menguntungkan walaupun modal yang dikeluarkan sedikit. Selain itu usaha ini tidak terlalu sulit untuk dijalankan sehingga sangat cocok dijalankan untuk bagi para pemula bisnis.
3.2 Saran
Agar usaha berjalan dengan lancar dan menguntungkan, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1) Pandai memasarkan atau memperkenalkan usaha kepada calon pelanggan 2) Percaya diri dan yakin bahwa usaha ini dapat menghasilkan dan berjalan
dengan lancar
3) Sabar dan tidak mudah putus asa 4) Semangat, disiplin dan berkerja keras
5) Mengutamakan kepuasan pelanggan dan kecepatan pelayanan 6) Menerima saran dan kritik dari pelanggan
11 3.3 Lampiran
Foto dengan pemilik usaha
Foto tempat usaha nya
12
DAFTAR PUSTAKA
ADI KURNIA HERMAWAN, M. R. (2020). PENGARUH PERUBAHAN TARIF PPH UMKM TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK DI KPP PRATAMA BOYOLALI.
APRILIANA, V. S. (2020). KEWIRAUSAHAAN USAHA SYUKA CHEESE TEA.
HENDRA SANJAYA KUSNO, D. I. (2021). PENGARUH PEMAHAMAN KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN DAN PERATURAN
PEMERINTAH TENTANG PAJAK UMKM TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM.
NINGSIH, S. S. (2019). ANALISIS PEMAHAMAN WAJIB PAJAK PELAKU UMKM TERHADAP PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TARIF UMKM .
WAHYU SINTA ELIYSABET, S. N. (t.thn.). ANALISIS PENGETAHUAN WAJIB PAJAK TERHADAP PEMENUHAN KEWAJIBAN
PERPAJAKAN UMKM : SEBUAH STUDI PEMETAAN SISTEMATIS.