• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Perpindahan Panas Pemanas HEATER-01

N/A
N/A
Novita Ramadani

Academic year: 2024

Membagikan "Perhitungan Perpindahan Panas Pemanas HEATER-01"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

HEATER-01 (H-01)

Fungsi : Untuk memanaskan feed sebelum masuk Reaktor - 01.

Type : Shell and Tube Heat Exchanger

Gambar :

Fluida Panas : Saturated Steam T1 = 300 0C = 572 0F T2 = 300 0C = 572 0F

W = 13565,3846 kg/jam = 29906,5182 lb/jam

Fluida Dingin : Campuran bahan baku sebelum masuk Reaktor 01 t1 = 86,35 0C = 187.43 0F

t2 = 180 0C = 356 0F

W = 54210,1546 kg/jam = 119512,7910 lb/jam

Perhitungan berdasarkan “Process Heat Transfer’, D Q. Kern.

1. Beban Panas Condensor, Q Q = 19071574.2606 kJ/jam

= 18076364,2081 Btu/jam

(2)

2. Menghitung selisih temperatur rata-rata (∆T = LMTD)

No Fluida Panas Keterangan Fluida Dingin Selisih

1 572 Temperatur Tinggi 356 216

2 572 Temperatur Rendah 187.43 385.57

Selisih 168.57 168.57

LMTD =

1 2

1 2

t t ln

t t

 

=

385.57216 ln

57 . 168

= 292,23 0F

Ta = ½ (572 + 572) 0F = 572 0F ta = ½ (356 + 187.43) 0F = 271.72 0F 3. Trial UD

Untuk Gas

UD = 5 – 50 Btu/ jam ft2 0F (Tabel 8, Kern) Asumsi : UD = 45 Btu/jam ft2 0F

a. Area perpindahan panas (surface area), A A = UQ t

D

A = 18076364,245292,23081 , = 1374,61 ft2

Karena surface area A > 200 ft2, maka direncanakan menggunakan Shell and Tube Heat Exchanger dengan spesifikasi : (Tabel 10, Kern)

(3)

 Panjang tube = 20 ft

 Outside Diameter = 0,75 inchi

 BWG = 16

 Pass = 2, 1 in triangular pitch

 a” = 0,1963 ft

4. Menghitung Jumlah tube, Nt

Nt =

L.a"

A

=201374,61ft x 0,1963 ft ft

2

= 350,13

Ambil Nt pada tabel 9 Kern (hal. 842) yang mendekati, sesuai dengan ukuran tube yang telah dipilih, Nt = 352

5. Koreksi design overall coefficient of heat transfer, UD

A = Nt.L.a”

= 352 x 20 ft x 0,1963 ft

= 1381,952 ft2 UD=

T A.

Q

= 1381,952ft x 292,23 F Btu/jam

081 18076364,2

o 2

= 44,76 Btu/jam ft2 oF

Karena UD mendekati asumsi, maka dari tabel 9 Kern diperoleh data sebagai berikut :

(4)

Shell Side :

ID = 23,25 in

PT = 1 in triangular pitch C” = (PT – OD tube)

= 1 in – 0,75 in = 0,25 in Baffle space = 0,5 x 23,25 in = 11,6 in Tube Side :

OD = 0,75 in ID = 0,62 in

BWG = 16

Panjang = 20 ft

PT, Pitch = 1 in triangular pitch

Pass = 2

TUBE SIDE : Fluida panas

1. Menghitung flow area fluida panas yang mengalir pada tube side, at

ao = 0,302 in2 (flow area per tube) at =

n . ft / in 144

a . N

2 2

o

t (Pers. 7.48, Kern)

= 144in /ft .2 in 0,302 x 352

2 2

2

= 0,369 ft2

(5)

2. Menghitung laju alir massa fluida panas pada tube side, Gt

Gt = at

W (Pers. 7.1, Kern)

= 0,369ft2

lb/jam 29906,5182

= 81023,0776 lb/ft2 jam

3. Menghitung bilangan reynold fluida pada tube side, Ret

Pada temperatur rata-rata, tc = 572 oF diperoleh data sebagai berikut : µ = 0,0203 Cp = 0,0490 lb/ft hr

De= ID = 0,62 in = 0,0517 ft Cp = 0,481 Btu/lb oF

k = 0,025 Btu/hr ft oF Ret= Gt x De

= 81023,07760,0490 lb/jamlb/ft ft hr x 0,0517ft

2

= 85423,7801

Dengan menghitung reynold number maka diperoleh :

Heat transfer factor, JH = 215 (Fig. 24, Kern) 4. Menghitung koefisien perpindahan panas inside fluida, hio

hi =

14 , 0

w 1/3

H .

k Cp . D . k

J 



(Pers. 6.15a, Kern)

1

14 , 0

w





(6)

= .1

025 , 0

0,481 x 0490 , . 0 0,0517

0,025 225.

3 / 1

hi = 106,872 Btu/ft2 jam oF

Nilai hi yang diperoleh digunakan untuk menghitung heat transfer coefficient outside diameter, hio

hio= hi x (ID/OD)

= 106,872 Btu/ ft2 hr oF x (0,62/0,75)

= 88,348 Btu/ft2 hr oF

SHELL SIDE :Fluida dingin

1. Menghitung flow area fluida dingin yang mengalir pada shell side, as

as =

P

T

x 144

B x C"

x ID

(Pers. 7.1, Kern)

= 144 x 1 11,63 x 0,25 x 23,25

= 0,4692 ft2

2. Menghitung laju alir massa fluida dingin pada shell side, Gs

Gs= as

W

= 2

ft 0,4692

lb/jam 119512.791

= 238272,08 lb/jam ft2

3. Menghitung bilangan reynold fluida pada shell side, Res

(7)

Pada temperatur rata-rata, Tc = 271,82 oF diperoleh data sebagai berikut : µ = 0,015 Cp = 0,0363 lb/ft jam

De= 0,73 in = 0,061 ft Cp = 0,6553 Btu/lb oF k = 0,0708 Btu/hr ft oF Res= Gs x De

= 238272,080,0363 lb/jamlb/ft ftjam2 x 0,061ft

= 398802,9735

Dengan menghitung reynold number maka diperoleh :

Heat transfer factor, JH = 400 (Fig. 28, Kern)

4. Menghitung koefisien perpindahan panas, ho

ho=

14 , 0

w 1/3

H .

k c . D . k

J 



, (Pers.

6.15b, Kern)

1

14 , 0

w





= .1

0708 , 0

0,6553 x

0363 , . 0 061 , 0 0,0708 400.

3 / 1

ho = 323,8974 Btu/ft2 jam oF

6. Menghitung clean overall coefficient, U

Uc=

o io

o io

h h

h x h

(Pers. 6.7, Kern)

(8)

= (84,421Btu/ft jam F) (323,8974 Btu/ft jam F) F) jam Btu/ft 74 F).(323,89 jam

Btu/ft (84,421

o 2 o

2

o 2 o

2

= 69,4140 Btu/ft2 jam oF 7. Menghitung dirt factor, Rd

Rd=

D C

D C

x U U

U

U 

= (69,4140Btu/ft jam F) x (44,76Btu/ft jam F) F) jam Btu/ft (44,76 -

F) jam Btu/ft (69,4140

o 2 o

2

o 2 o

2

= 0,0079 jam ft2oF/Btu

PRESSURE DROP

TUBE SIDE : Fluida panas 1. Friction factor, f

Ret= 85423,7801

f = 0,00011 (Fig. 26, Kern)

s = 0,0203 2. Pressure drop

ΔPt =

x s x D x x10 22 , 5

n x L x G x f

t e

10 2 t

(Pers. 7.47, Kern)

= 5,22x10 x 0,0517 x 0,0203 x 1 2 x 20 x 81023,0776 x

0,00011

10

2

= 0,5276 psi 3. Persamaan velocity head :

(9)

Gt = 81023,0776 lb/ft2jam

Dari fig.27 Kern (hal. 837) dengan Gt = 81023,0776 lb/ft2jam, maka V2/2g = 0,001 lb/ft2jam

Perubahan arah adanya penambahan pressure drop (ΔPt) disebut return loss dan dihitung untuk 4 velocity head per pass, maka return loss untuk beberapa fluida menjadi :

ΔPr = x 0,001 0.3941psi

0203 . 0

2 . 4 2g x v s

4.n 2

Total tube side pressure drop (ΔPT) menjadi : ΔPT = ΔPt + ΔPr

= (0,5276 + 0,3941) psi = 0,9217psi

SHELL SIDE : Fluida dingin

Pressure drop yang terjadi pada shell HE sebanding dengan jumlah fluida yang melewati sekat (bundle) di antara baffle.

1. Friction factor, f Res= 398802,9735

f = 0,00105 (Fig. 29, Kern)

s = 2,0052 2. Jumlah lintasan

Jumlah sekat (bundle) yang dilalui (N+1), dimana N yaitu jumlah baffle dan L yaitu panjang tube

Nt + 1 = 12.LB 1211,63 x 20ftft 20,65

(10)

Ds= 12

ID 1,9375

12 23,25

3. Persamaan isotermal untuk pressure drop fluida yang dipanaskan atau didinginkan dan termasuk yang diserap atau hilang yaitu :

ΔPs =

x s x D x x10 22 , 5

) 1 (N x D x G x f

s e

10

t s 2 s

(Pers. 7.44, Kern)

= 5,22x10 x 0,061 x 2,0052 x 1 ) (20,65 x x1,9375 238272,08

x 0,00105

10

2

= 0,3745 psi

SUMMARY

Nama Alat Heater – 02

Kode H-02

Operasi Kontinyu

Jumlah 1 Unit

Fungsi Menaikkan temperatur campuran gas sebelum masuk reaktor DATA DESAIN

Tipe Shell and Tube Heat Exchanger

(11)

Bahan Konstruksi Carbon Steel

Luas area 3951,368 ft2

MTD 283,27 oF

UC 91,2131 Btu / hr. ft2oF

UD 50,21 Btu / hr. ft2oF

Rd 0,009

Shell Tube

ho 94,9239 Btu/jam ft2 hio 2333,2505 Btu/jam ft2oF

∆P 0,0084 Psi ∆P 6,1937 Psi

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekasaran buatan tipe chamfered continuous rib pada solar air heater pelat datar untuk meningkatkan perpindahan

Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil perhitungan perpindahan panas pada rectangular duct dengan cara mengetahui temperatur pada tiap node antara

PERPINDAHAN PANAS HALAMAN 55 Dalam penentuan laju aliran perpindahan kalor dan temperatur fluida keluar saluran maka terdapat dua kondisi dinding saluran, yaitu fluks

Untuk menjaga suhu pada ujung pitot tube dari pengaruh suhu ambient dan suhu pema- nas, besar rata-rata perpindahan panas secara konveksi sama dengan besar perpindahan

Analisa Panas Udara Gambar 6 memperlihatkan bahwa semakin besar beban panas Q* dengan temperatur ruang oven pengering Tro konstan maka semakin akselerasi pula laju perpindahan panas

Analisis perubahan tekanan vakum kondensor terhadap laju perpindahan panas dan efektivitas kondensor PLTU Unit 6

Efektivitas perpindahan panas dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk luas permukaan, di mana bentuk dengan luas permukaan lebih besar cenderung memiliki perpindahan panas lebih

Efektivitas perpindahan panas dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk luas permukaan, di mana bentuk dengan luas permukaan lebih besar cenderung memiliki perpindahan panas lebih