Harmianti, 2021, Perilaku Menyimpang Geng Motor pada Balapan Remaja Ilegal Sinjai Barat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Lukman, S.Sos, Ketua Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, dan masyarakat Desa Arabika yang telah memberikan bantuan kepada penulis untuk memperoleh informasi tentang perilaku menyimpang remaja pada balapan liar, sehingga mendukung kesimpulan dari penelitian ini. tesis ini. .
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana dampak perilaku rasial ilegal terhadap masyarakat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Operasional
Kajian Konsep
- Perilaku Menyimpang
- Geng Motor
- Balap Liar
Perilaku menyimpang atau yang bisa disebut dengan kenakalan remaja merupakan suatu perbuatan yang melanggar norma, namun juga peraturan atau hukum yang berlaku di masyarakat dan dilakukan pada masa remaja. Perilaku remaja dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.
Kajian Teori
Dengan kata lain, anomie menggambarkan masyarakat yang mempunyai banyak norma dan nilai, atau norma yang dapat diikuti secara konsisten dan diterima secara luas. Teori anomie berasumsi bahwa penyimpangan merupakan akibat dari ketegangan struktur sosial, sehingga ada individu yang mengalami tekanan dan akhirnya melakukan penyimpangan (Robert Merton dalam Elly M. Setiadi & Usman Kolip). Backer (Dwi J. Narwoko dan Bagong Suyanto, 2007) mengatakan bahwa teori pelabelan penyimpangan merupakan akibat dari penggunaan aturan dan saksi orang lain terhadap penyimpangan.Penyimpangan merupakan sesuatu yang bersifat relatif bahkan menyesatkan.
Sebab untuk memahami apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang harus diuji dengan reaksi orang lain. Teori ini mencoba menjelaskan mengapa individu tertentu tertarik atau terlibat dalam perilaku menyimpang, namun penekanannya lebih pada pentingnya definisi sosial dan sanksi sosial negatif terkait tekanan individu untuk terlibat dalam perilaku menyimpang. Analisa pelabelan difokuskan pada orang lain, atau orang yang memberikan julukan atau label negatif pada individu.
Teori ini menggambarkan bagaimana perilaku menyimpang seringkali berujung pada serangkaian peristiwa yang justru menekankan pada keadaan tertentu, sehingga memberikan julukan yang mendorong munculnya penyimpangan-penyimpangan berikutnya. Pada keadaan tertentu lainnya, pemberian julukan akan mendorong kembalinya orang yang berperilaku menyimpang dari normal.
Kerangka Konsep
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berupaya menganalisis kehidupan sosial dengan cara mendeskripsikan dunia sosial dari sudut pandang atau penafsiran individu (informan) dalam latar alam. Dengan kata lain, penelitian kualitatif berupaya memahami bagaimana seseorang melihat, memaknai atau menggambarkan dunia sosialnya di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Alasan peneliti menggunakan pendekatan studi kasus adalah untuk melakukan penelitian mendalam terhadap individu, kelompok, organisasi, program kegiatan, dan sebagainya pada waktu tertentu.
Waktu yang dibutuhkan peneliti untuk melaksanakan penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal dikeluarkannya izin penelitian kurang lebih 2 bulan.
Fokus Penelitian
Informan Penelitian
Subjek yang akan dipilih peneliti di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai berjumlah 13 orang informan yang terdiri dari 7 orang pembalap liar (remaja), 2 orang orang tua pembalap liar, 6 orang warga Desa Arabika, 1 orang tokoh masyarakat. Masyarakat Desa Arabika dan tokoh masyarakat menjadi subyek pertanyaan langsung mengenai penyebab terjadinya balapan liar dan dampak dari balapan liar di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Jenis dan Sumber Data
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Teknik Pengabsahan Data
- Sejarah Singkat Kabupaten Sinjai
- Keadaan Geografis dan Iklim a. Secara geografis
- Topografi dan bahasa a. Topografi
Kabupaten Sinjai merupakan sebuah kabupaten yang terdiri dari beberapa kerajaan, seperti kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam federasi Tellu Limpoe dan kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam federasi Pitu Limpoe. Kabupaten Sinjai terletak di pesisir timur Provinsi Sulawesi Selatan dengan luas kurang lebih 819,96 km2 (81.996 ha). Kabupaten Sinjai secara geografis terdiri dari dataran rendah di kecamatan Sinjai Utara, Tellu Limpoe dan Sinjai Timur.
Kabupaten Sinjai terletak di pesisir timur provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 223 km dari kota Makassar. Bone (bagian timur), Kabupaten Bulukumba (bagian selatan) dan Kabupaten Gowa (bagian barat). Secara administratif Kabupaten Sinjai terdiri atas 9 (sembilan) kecamatan dan sebanyak 80 (delapan puluh) desa/kelurahan. distrik. Daerah ini mempunyai iklim subtropis sepanjang tahun yang mempunyai 2 (dua) musim yaitu musim hujan pada periode April-Oktober dan musim kemarau pada periode Oktober-April. Secara spesifik, Kabupaten Sinjai memiliki curah hujan berkisar mm/tahun, dengan hari hujan bervariasi antar hari hujan/tahun.
Kabupaten Sinjai Secara Geografis terdiri atas wilayah pesisir, dataran rendah, dan dataran tinggi dengan ketinggian 0-2.871 meter diatasnya. Pesisir di Kabupaten Sinjai berada di sepanjang perbatasan timur dan relatif sempit, meliputi Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Utara, dan Kecamatan Tellu Limpoe. Menurut statistik bahasa tahun 2019 dari badan bahasa, terdapat satu bahasa di Kabupaten Sinjai yaitu bahasa Bugis (khususnya dialek Sinjai).
Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Desa Arabika
- Letak Geografis dan Luas Wilayah
- Aspek Demografi Desa Arabika
- Visi Misi Desa a. Visi
- Sarana dan Prasarana Desa
- Penyebab perilaku menyimpang geng motor di desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai
- Dampak perilaku balapan liar terhadap masyarakat di desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai
Desa Arabika merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Secara umum tipologi desa Arabika terdiri atas (sawah, budidaya, perkebunan, pertanian rakyat dan industri kecil, industri menengah dan besar, jasa dan perdagangan). Penyebab Perilaku Menyimpang Geng Motor di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai.
Peneliti menemukan bahwa sebagian warga dan remaja belum terbangun keharmonisan dalam masyarakat, dan para informan (remaja) kurang baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan kampung Arabika karena cenderung sering bertemu dan bergaul dengan teman serta balapan liar di jalan raya. Dampak Perilaku Balapan Liar Pada Masyarakat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kecamatan Sinjai Kecamatan Sinjai Barat Kecamatan Sinjai Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Kegiatan balap liar yang dilakukan oleh remaja Desa Arabika dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum, karena kegiatan balap liar tersebut dilakukan di jalan raya atau jalan umum dan juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat sangat resah dengan adanya balap liar di kampung-kampung Arabika khususnya yang berada di Jalan Kasuarang karena mengganggu pengendara lain dan kebisingan kendaraannya, namun saya sebagai pemerintah setempat melakukan sosialisasi khususnya kepada anak-anak agar hal tersebut tidak pernah terjadi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Desa Arabika dapat dikatakan bahwa balap liar memberikan dampak yang besar bagi masyarakat khususnya pengguna jalan karena dapat mengganggu aktivitas mereka. berlomba-lomba untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain karena dapat menimbulkan kematian. Kegiatan balap liar yang dilakukan oleh para remaja di Kampung Arabika membuat para orang tua dari para remaja tersebut merasa khawatir dan sangat merugikan orang tuanya karena kegiatan balap liar itu sendiri sangat beresiko bagi pelakunya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Di saat yang sama, warga juga menginginkan ketenangan dalam beribadah, dengan adanya balapan liar yang menimbulkan kebisingan kendaraan oleh remaja jelas mengganggu ibadah warga kampung Arabika. Dari hasil wawancara di atas dapat dikatakan bahwa walaupun balap liar banyak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat desa Arabika, namun balap liar juga mempunyai dampak positif khususnya di Jalan Kasuarang yang membawa kebahagiaan bagi sebagian kecil masyarakat. . Warga desa Arabika.
Pembahasan
- Penyebab perilaku menyimpang geng motor di desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai
- Dampak perilaku balapan liar terhadap masyarakat di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai
Komunikasi sangat penting dalam hubungan anak dan orang tua agar keakraban terjalin dengan baik, pada dasarnya remaja menginginkan perhatian lebih dari seorang ibu untuk menanyakan keberadaannya dan apa yang sedang dilakukannya dan seorang ayah juga memberikan perhatian walaupun waktu bersama terbatas. Senada dengan hasil wawancara sebelumnya, para remaja yang melakukan balap jalanan hanya sekedar mencari kesenangan dan hobi karena tidak ada kegiatan lain selain mengutak-atik sepeda motornya, akibat dari adanya Covid-19 saat ini, anak-anak sekolah diperbolehkan untuk pergi. ke sekolah untuk belajar melalui pembelajaran online. Berdasarkan hasil wawancara sebelumnya, warga di wilayah penelitian kurang memberikan banyak perhatian kepada generasi muda khususnya remaja, sehingga anak-anak kurang ikut gotong royong karena warga sendiri tidak bisa memeluk anak dengan baik.
Hubungan antara teori dan rumusan masalah menjadi fokus penelitian yaitu penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada geng motor khususnya di kalangan remaja. Adanya kompetisi ilegal dikalangan remaja di Desa Arabika tentunya membawa dampak, baik positif maupun negatif. Berdasarkan hasil wawancara sebelumnya, mereka mengatakan bahwa dampak balap liar terhadap mereka memang memberikan dampak buruk bagi sebagian warga, terutama yang rumahnya dekat dengan tempat remaja melakukan balap liar dan pengguna jalan raya, namun berbeda dengan mereka. yang mempunyai usaha kecil-kecilan dan yang mempunyai bengkel, beliau merasakannya, alangkah baiknya anak-anak datang karena membawa keberkahan tersendiri bagi pemilik usaha.
Setiap daerah pasti menginginkan para remajanya menjadi remaja-remaja berprestasi negeri ini sebagai pengganti generasi sebelumnya, dan masyarakat desa Arabika juga menginginkan hal yang sama. Sebagaimana kita ketahui, kegiatan balap liar ini telah melanggar berbagai norma dan aturan yang berlaku di masyarakat, bagaimana remaja bisa menjadi individu yang matang dan dapat mengembangkan tugas dengan baik jika pada usia remaja mereka hanya menghabiskan waktunya di balap? kesadaran menurut sebelumnya melalui wawancara dengan kepala desa, beliau mengatakan bahwa perlu adanya peningkatan kesadaran. Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan dengan beberapa informan, dapat disimpulkan bahwa balap liar yang dilakukan oleh remaja menimbulkan ketidaknyamanan, karena kebisingan kendaraan mereka mengganggu ketentraman warga sekitar tempat anak-anak melakukan balap.
PENUTUP
Saran
Bagi para remaja sendiri, jangan melakukan balap liar di jalan-jalan utama karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya dan masih banyak lagi hal bermanfaat yang bisa dilakukan tanpa menimbulkan resiko, dan hendaknya para pelanggar balap liar mendengarkan aspirasi masyarakat dan mempertimbangkannya. agar pengembangan hobi dan bakatnya tidak mengganggu orang lain. Disarankan untuk mengadakan pertemuan antara anggota masyarakat, remaja peserta balap liar dan pemerintah daerah sebagai mediator dan pengambil keputusan. Balapan liar di kalangan remaja (studi kasus siswa SMP dan SMA, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru).
Kajian Sosiologis Peran Polisi Dalam Mengatasi Persaingan Ilegal di Kalangan Pemuda di Kota Makassar Makassar: Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Apa dampak sosial terhadap ayah/ibu yang melakukan balap liar di kalangan remaja? Apa dampak sosial bapak bapak terhadap balap liar yang dilakukan remaja?
Jawab: Dampaknya kita tidak bisa menempuh jalan tersebut. Kalau remaja-remaja ini sedang balapan, takutnya ada resikonya, kalau misalnya kita terguling lalu terjatuh, pasti pengendara lain juga ikut dalam bahaya. . Sikap orang tua yang ikut lomba ilegal Orang tua yang ikut lomba ilegal tidak mengetahui anaknya ikut lomba. Adanya sosialisasi kepada remaja yang melakukan lomba lari karena sangat beresiko bagi diri sendiri dan orang lain.