Dalam teori pembangunan terdapat perbedaan pemahaman tentang apa saja yang termasuk dalam pembangunan dan bagaimana pembangunan itu berlangsung, namun terdapat beberapa prinsip umum yang didukung oleh hampir semua ahli. Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam pembangunan dan memegang peranan penting adalah faktor eksternal, misalnya faktor eksternal. Pangan, makanan atau gizi mempunyai pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang anak, zat-zat yang diperlukan untuk tumbuh kembang terdapat pada makanan, sehingga makanan yang baik kualitas maupun kuantitasnya sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Perkembangan motorik akan mengikuti hukum cephalocaudal, yaitu perkembangan yang menjalar ke seluruh tubuh mulai dari kepala hingga kaki, artinya kemajuan struktur dan fungsi berlangsung mula-mula di kepala, kemudian di badan, dan terakhir di kaki. Ciri-ciri tertentu dalam perkembangan juga dapat diprediksi, baik perkembangan fisik maupun mental.
Teori Perkembangan
Sekolah ini meyakini bahwa hasil belajar anak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sekolah ini berangkat dari tradisi Lockean yang menekankan rangsangan eksternal dalam perkembangan siswa. Tokoh aliran empiris ini adalah John Locke yang mengembangkan teori Tabula Rasa yang artinya anak dilahirkan ke dunia ini seperti kertas putih bersih. Jadi menurut pembelajaran empiris ini, keberhasilan anak ditentukan oleh kemampuan pendidik dalam mendidiknya.
Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan individu didasarkan pada bakat (keturunan) dan lingkungan, yang keduanya mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang anak. Pelopor aliran ini, Wilian Stem, mengklaim bahwa seorang anak dilahirkan ke dunia dengan sifat-sifat baik dan buruk. Aliran nativisme dan aliran empiris mempunyai kelemahan karena sifatnya yang ekslusif dan bersifat ekstrim, sedangkan aliran konvergensi secara umum diterima secara luas sebagai pandangan yang benar dalam memahami tumbuh kembang anak.
Menurutnya, cara berpikir tertentu sangat sederhana bagi orang dewasa, namun tidak sederhana bagi anak-anak. Masa perkembangan pada tingkat ini didasarkan pada informasi yang diperoleh dari indra (sensorik) dan dari tindakan atau gerak tubuh bayi (motorik). Kepuasan anak mulai menyatu, anak mulai menggunakan energi fisik dan psikis untuk mengeksplorasi pengetahuan dan pengalamannya secara fisik dan sosial.
Anak mulai berinisiatif belajar aktif mencari pengalaman baru dalam melakukan aktivitas melalui kemampuan indranya.
Teori Perkembangan Anak Menurut Para Ahli
Prinsip lain dalam metode Montesori adalah absen mind, yaitu anak mempunyai kemampuan alami untuk menyerap (absorb) pengetahuan secara langsung ke dalam kehidupan psikologisnya. Sejak lahir hingga usia 3 tahun, anak menyerap segala sesuatu tanpa disadari, mulai dari apa yang dilihat, didengar, disentuh, dicicipi, dicium. Namun, pada usia 3 hingga 6 tahun, anak mulai secara sadar dan selektif menyaring apa yang mereka ketahui.
Prinsip dari metode Montessori adalah Masa sensitif yaitu timbulnya masa kepekaan yang terjadi pada setiap anak, masa dimana anak mengalami kepekaan yang lebih besar dalam mempelajari sesuatu. Perkembangan anak Menurut Jean Piaget (John. Santrok, 2007) mengatakan bahwa anak secara aktif membangun pemahaman tentang dunia dan melalui empat tahap perkembangan kognitif dan dua proses yang mendasari perkembangan tersebut adalah organisasi dan adaptasi. Tahap sensorimotor (lahir – 2 tahun), bayi membangun pemahaman tentang dunia dengan mengoordinasikan pengalaman sensorik dengan tindakan fisik.
Tahap praoperasional (2-7 tahun), anak mulai menjelaskan dunia dengan kata-kata dan gambar, merefleksikan pemikiran simbolik, dan melampaui hubungan antara informasi sensorik dan tindakan fisik. Tahap Operasional Formal (11 tahun ke atas) Kaum muda bernalar dengan cara yang lebih abstrak, idealis, dan logis. Perkembangan anak menurut Vigotsky (Papalia, 2013:67) menekankan bahwa perkembangan seorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya dimana anak tersebut tinggal.
Ciri- ciri Perkembangan Anak
Otot-otot besar pada anak usia dini lebih berkembang dibandingkan kontrol jari dan tangan. Oleh karena itu, anak biasanya belum mahir melakukan aktivitas rumit seperti mengikat tali sepatu. Anak perempuan lebih terampil dibandingkan anak laki-laki dalam melakukan tugas-tugas praktis, terutama keterampilan motorik halus.
Pada umumnya anak cepat beradaptasi secara sosial dan mempunyai satu atau dua orang teman, namun teman tersebut cepat berubah. Teman yang dipilih biasanya berjenis kelamin sama, namun kemudian muncul teman yang berjenis kelamin berbeda. Ada di antara mereka yang suka berbicara, dan ada pula yang dilatih untuk menjadi pendengar yang baik.
Terdapat perubahan pada aspek fisik (perubahan berat badan dan organ tubuh) dan aspek psikologis (kematangan kemampuan berpikir, mengingat dan berkreasi). Terjadi perubahan proporsi; aspek fisik (hubungan tubuh anak berubah sesuai fase perkembangannya) dan aspek psikologis (perubahan imajinasi dari khayalan ke kenyataan). Hilangnya tanda-tanda lama; tanda-tanda fisik (hilangnya kelenjar timus (kelenjar anak) seiring bertambahnya usia) aspek psikologis (hilangnya gerakan-gerakan kekanak-kanakan dan perilaku impulsif).
Memperoleh tanda-tanda baru; tanda-tanda fisik (perubahan gigi dan ciri-ciri seksual pada masa remaja) tanda-tanda psikologis (perkembangan rasa ingin tahu tentang pengetahuan, moralitas, interaksi dengan lawan jenis).
Karakterisktik Perkembangan Anak
Dalam hal ini anak mulai belajar berperilaku sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya karena ia mulai merasa membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Syamsu Yusuf mengatakan bahwa : Ciri yang paling terlihat pada anak usia dini adalah suka meniru dan bermain. Dan anak senang bermain, artinya setiap anak usia dini merupakan masa bermain, artinya anak akan mengisi kesehariannya dengan bermain.
Istilah moralitas berasal dari kata latin “mos” (moris) yang berarti kebiasaan, adat istiadat, aturan/nilai atau tata cara hidup. Sedangkan moralitas adalah kemampuan menerima dan melaksanakan aturan, nilai atau prinsip moral. Nilai moral tersebut antara lain (a) seruan berbuat baik kepada orang lain, menjaga ketertiban dan keamanan, menjaga kebersihan dan melindungi hak orang lain, dan (b) serta larangan mencuri, berzina, membunuh, minum-minuman keras, dan berjudi. . .
Seseorang boleh dikatakan berakhlak, apabila tingkah laku seseorang itu sesuai dengan nilai-nilai moral yang dipegang tinggi oleh kelompok sosialnya. Seseorang boleh dikatakan berakhlak, apabila tingkah laku seseorang itu sesuai dengan nilai-nilai moral yang dipegang tinggi oleh kelompok sosialnya. Salah satu kelebihan manusia sebagai makhluk Allah SWT ialah dikurniakan fitrah (perasaan dan kemampuan) untuk mengenal Allah dan melaksanakan ajaran-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan khususnya keluarga sangat berperan dalam perkembangan sifat religius anak. Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa keutamaan manusia sebagai makhluk Allah SWT adalah dikaruniai fitrah (perasaan dan kemampuan) untuk mengenal Allah dan melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa kemampuan bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi baru lahir.
Tugas Perkembangan Anak
Aspek Perkembangan Anak
Selain faktor bawaan, tumbuh kembang fisik juga dipengaruhi oleh faktor gizi dan gizi, serta faktor kesehatan. Anak mengembangkan kecerdasannya melalui pengalaman langsung di lingkungan fisik, latihan langsung inilah yang menjadi dasar kemampuan otak berpikir. Aspek Perkembangan Bahasa : Bahasa anak mulai berkembang sejak bayi, diawali dengan gumaman dan celotehan yang tidak bermakna.
Pada dasarnya perkembangan bahasa anak dapat diketahui melalui bunyi bahasanya, bentuk kata, makna kata yang diucapkan, gabungan kata dan makna bahasa dalam percakapan. Perkembangan bahasa dalam pengembangan perkembangan bahasa pada anak usia dini dapat dilakukan dengan menggunakan metode naratif. Metode mendongeng ini dilakukan dengan mendengarkan suara binatang, menebak suara, mendengarkan cerita, merangkai peran, menirukan suara, menirukan kalimat, menjawab pertanyaan, mendengarkan radio, mendengarkan kaset cerita anak, lagu anak dan lain sebagainya.
Dapat juga diartikan sebagai proses belajar beradaptasi dengan norma, moral, dan tradisi kelompok, melebur menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi, serta bekerja sama. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat, serta dorongan dan keteladanan kepada anaknya tentang bagaimana menaati norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari. .terapkan kehidupan. Nilai moral tersebut antara lain berupa seruan untuk berbuat baik kepada sesama, menjaga ketertiban dan keamanan, menjaga kebersihan, serta melindungi hak orang lain.
Pada awal hidupnya, seorang kanak-kanak dibentuk oleh nilai orang dewasa yang menyemai nilai dan budaya tertentu.
Lingkungan keluarga merupakan penanggung jawab utama bagi pertumbuhan jasmani dan rohani anak-anaknya, yaitu melalui ilmu membesarkan dan membimbing anak-anaknya. Berhasil tidaknya pendidikan seorang anak dapat berkaitan dengan perkembangan sikap dan kepribadian orang tuanya, serta hubungan komunikasi dan teladan dalam keluarga. Lingkungan keluarga dapat berperan penuh dalam perkembangan keluarga untuk memberikan sistem pendidikan yang menyeluruh dan berkesinambungan, dimulai dari masa tumbuh kembang anak hingga memasuki masa dewasa dan memasuki perkawinan, namun saat ini banyak orang tua yang sibuk dengan urusannya sendiri. tanggung jawab pekerjaan, sehingga tugas utamanya memperhatikan tumbuh kembang anak, keluarga mencurahkan waktunya untuk beraktivitas di luar rumah untuk menyibukkan perhatiannya dalam keluarga, waktu yang seharusnya dicurahkan untuk kesejahteraan keluarga tetap ada. terbengkalai sehingga keadaan keluarga yang bekerja di luar rumah sulit memperhatikan tumbuh kembang anaknya, mengakibatkan banyak anak yang kini mengalami masalah dan mengalami gangguan psikis, sebagian besar anak yang mengalami masalah tersebut sangat terpengaruh. oleh permasalahan lingkungan keluarga.
Selain itu, rumah juga menjadi tempat berlangsungnya proses sosialisasi ketika seseorang diperkenalkan dengan norma dan adat istiadat yang berlaku dalam suatu masyarakat. Bisa jadi rumah pada sebagian keluarga mungkin merupakan tempat yang kotor, atau sekedar asrama, flat, apartemen atau gedung, namun tempat anak berinteraksi dengan orang tuanya sangatlah penting. Melalui interaksi anak dengan orang lain dan keterlibatan dalam aktivitas yang dilakukannya, kekuatan dan keterampilan anak akan berkembang.
Tetapi persekitaran rumah boleh memberikan banyak perkara yang baik jika sesebuah keluarga komited untuk membesarkan dan menjaga anak-anak mereka di rumah. Dan sebaliknya, ibu bapa yang berkelakuan baik dalam keluarga, anak-anak juga cenderung untuk berkelakuan baik. Keluarga khususnya ibu bapa mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan sahsiah anak khususnya corak keibubapaan yang diterapkan kepada anak.
Anak belum dilahirkan cukup bersosialisasi untuk menjadi dewasa dalam hubungan sosial, anak belajar beradaptasi dengan orang lain, norma kelompok dan tradisi.