• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Kehidupan Petani Sayur di Desa Cibodas: Studi Kasus Tahun 1992-2010

N/A
N/A
Ikra Wahyu Pratama

Academic year: 2025

Membagikan "Perkembangan Kehidupan Petani Sayur di Desa Cibodas: Studi Kasus Tahun 1992-2010"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

89

Umar Hadikusumah, 2013

KEHIDUPAN PETANI SAYUR DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG TAHUN 1992-2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Desa Cibodas merupakan salahsatu sentra sayuran yang berada di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan tersebut terjadi pada awal tahun 1993 semenjak berdirinya Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang berfungsi sebagai wadah persatuan para petani desa Cibodas untuk saling bertukar pengetahuan mengenai pertanian. Berkat dukungan pemerintah dan bantuan dana dari pihak swasta, beberapa petani bisa magang dibeberapa negara percontohan untuk menggali pengetahuan terkait pertanian seperti di negara Jepang dan Cina.

Setelah kembalinya para petani yang magang tersebut ke desa Cibodas, para petani mengaplikasikan ilmu pertaniannya dalam mengolah lahan pertanian di desa Cibodas.

Sistem agribisnis adalah solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Cibodas khususnya para petani sayuran. Sistem pertanian modern ini terdiri dari beberapa bagian-bagian yang membentuk satu kesatuan (totalitas) sistem yakni; bagian pengadaan sarana produksi pertanian (Agroinput), bagian produksi pertanian (Agro product), bagian pengolahan dan industri hasil pertanian (agroindustry), bagian pemasaran hasil pertanian (agromarketing) dan bagian kelembagaan penunjang kegiatan pertanian (agro supporting). Berbagai bagian yang dilaksanakan oleh para petani sayur di Desa Cibodas ini merupakan perkembangan pertanian yang tadinya tradisional menjadi modern.

Seiring dengan perkembangan pertanian di Desa Cibodas, berdampak terhadap perubahan sosial ekonomi dalam segi budaya, tingkat kesejahteraan dan politik. Tingkat ekonomi masyarakat Desa Cibodas menjadi lebih baik dengan pendapatan yang mereka dapatkan menjadikan mereka mampu untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya sekunder bahkan tersier seperti membeli sepeda motor atau mobil, membangun rumah dan sisanya ditabung. Perkembangan positif juga terlihat dari tingkat pendidikan yang semakin berkembang bahkan dengan pola

(2)

90

Umar Hadikusumah, 2013

KEHIDUPAN PETANI SAYUR DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG TAHUN 1992-2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

fikir yang lebih modern dan kritis, beberapa petani masuk ke bidang politik bahkan sampai ada yang menjadi anggota dewan. Perkembangan pertanian di Desa Cibodas tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh para petani sayur saja akan tetapi, oleh warga desa Cibodas yang bukan petani. Perkembangan tersebut juga menyerap tenaga kerja warga sekitar desa Cibodas seperti warga desa Suntenjaya, desa Lembang dan desa Langensari.

5.2 Saran

Pertanian di Desa Cibodas merupakan pertanian holtikultura yang menanam berbagai sayuran dan komoditi unggul seperti brokoli, tomat, cabai dan lainnya yang menjadi salahsatu mata pencaharian pokok masyarakat desa Cibodas. Oleh karena itu, pemerintah pusat khususnya pemerintah Kabupaten Bandung Barat diharapkan ikut andil dalam memperhatikan keberadaan para petani sayur. Permasalahan yang ditemukan selama proses penelitian pada umumnya merupakan permasalahan yang sering dialami oleh pertanian di beberapa desa yang ada di Jawa Barat khususnya Kabupaten Bandung Barat seperti kurangnya modal untuk menggarap lahan pertanian dan pengalihan lahan pertanian menjadi pemukiman yang dilakukan oleh masyarakat kota.

Masyarakat kota yang datang dan tinggal di Desa Cibodas pada umumnya membeli lahan dari petani untuk dijadikan villa. Hal tersebut merupakan salahsatu permasalahan yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah maupun petani itu sendiri. Banyaknya villa yang dibangun mengakibatkan lahan pertanian semakin sempit. Dengan demikian, petani terancam kehilangan mata pencaharian pokoknya sebagai petani sayuran dan dapat berdampak terhadap perekonomian terutama tingkat kesejahteraan petani di Desa Cibodas.

Peneliti mengharapkan pemerintah menyusun peraturan khusus terkait lahan pertanian. Misalnya saja dengan adanya keharusan penduduk Desa Cibodas menggunakan sebagian lahan yang dimilikinya untuk ditanami beberapa komoditi sayuran dan tidak diperbolehkan untuk menjual seluruh lahannya kepada masyarakat kota apabila lahan tersebut akan dijadikan villa atau bangunan lainnya. Selain kepada pemerintah, peneliti juga menyarankan kepada para petani

(3)

91

Umar Hadikusumah, 2013

KEHIDUPAN PETANI SAYUR DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG TAHUN 1992-2010 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

untuk lebih sadar dan terbuka lebar fikirannya tentang masa depan pertanian Desa Cibodas bahwa potensi pertanian yang dimiliki sangatlah besar dan jauh akan mensejahterakan masyarakat disekitarnya daripada mencari pekerjaan ke kota sekitar.

Referensi

Dokumen terkait

Total Biaya Pupuk Petani Sayur Kelurahan Tanah Enam Ratus Kelompok Tani Serba Jadi Sebelum Menggunakan Modal Bergulir Tahun 2004 dan Total Biaya Pupuk Petani Sayur Kelurahan

penulis untuk mencoba membahas dan mengangkat masalah tersebut dalam skripsi yang berjudul “EFEKTIFITAS PEMBIAYAAN AGRIBISNIS BANK SYARIAH DALAM PEMBERDAYAAN PETANI

Tabel 5.14 Gambaran Distribusi Stres Kerja dengan Efek Neurobehavioral pada Petani Penyemprot Tanaman Sayur dengan Pestisida di Desa Perbawati Kabupaten Sukabumi Tahun

Latar Belakang Dari Dokumen Pedoman Umum Proyek Pemberdayaan Petani dan Agribisnis di Pedesaan Tahun Anggaran 2004, upaya fasilitasi pemberdayaan petani dan pengembangan

TENGKULAK DAN PETANI: KAJIAN HISTORIS TERHADAP PERKEMBANGAN TENGKULAK SAYUR DI DESA NANGGERANG KECAMATAN CILILIN KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN

Agribisnis Syariah (Jakarta: Penebar Swadaya, 2005), hlm.. apabila dilakukan terus-menerus akan membuat kualitas tanah menurun dan merusak alam. Untuk itu,

Salah satu fungsi utama sosial ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia adalah melakukan kegiatan berbagai produksi, terutama sektor pertanian dengan orientasi

Modal social yang terbangun pada interaksi petani dalam wadah kelompok tani merupakan modal yang terus mengalami perubahan.Dengan demikian kedinamisan petani sayur