PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA
Dosen Mata Kuliah:
Karta Sasmita, S.Pd, M.Si., Ph.D Disusun Oleh:
IKA MUTI RAHMAH NIM: 1411621048
PROGRAM STUDI GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2022
i
ABSTRAK
Pendidikan kewarganegaraan dalam perkembangannya diperuntukkan sebagai bekal dasar bagi para mahasiswa selaku calon pemimpin bangsa Indonesia sebagai rasa kecintaannya terhadap tanah air, kesadaran berbangsa bernegara, keyakinan akan Pancasila dan Undang undang Dasar 1945, serta kerelaannya berkorban bagi bangsa negara. Pendidikan Kewarganegaraan saat awal kemerdekaan lebih banyak diungkapkan melalui cara tataran sosial kultural yang dilakukan oleh pemimpin bangsa Indonesia. Perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk kedalam perkembangan ilmu pendidikan kewarganegaraan, perkembangan tersebut karena adanya gejolak politik dan kenegaraan yang memang semakin menuntut pada kemantapan dalam PKn untuk menjamin kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia dimulai sejak masa sebelum proklamasi kemerdekaan, sesudah proklamasi kemerdekaan, dan perkembangan pendidikan kewarganegaraan pada masa transisi demokrasi. Sejalan dengan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan, adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa/mahasiswa agar mampu menjadi warga negara yang berperan serta secara aktif dalam sistem pemerintahan yang demokratis (smart and good citizenship).
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK ... i
DAFTAR ISI... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penulisan ... 2
1.4 Metodologi ... 2
BAB 2 PEMBAHASAN ... 4
2.1 Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia ... 4
2.2 Sikap dan Tanggapan Mengenai Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan ... 7
BAB 3 PENUTUP ... 9
3.1 Kesimpulan ... 9
3.2 Saran ... 10 DAFTAR PUSTAKA
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Warga negara merupakan bagian dari penduduk di suatu negara. Warga negara.
Sedangkan kaitannya dengan kewarganegaraan adalah Kewarganegaraan memiliki keanggotaan yang menunjukan hubungan atau ikatan antar negara dan warga negara atau dengan kata lain, Kewarganegaraan adalah segala hal yang berhubungan dengan negara.
Kedudukan dari warga negara harus memiliki posisi yang kuat dan partisipatif untuk mendukung penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berkesinambungan. Mekanisme penyelenggaraan sistem pemerintahan yang demokratis, berkewajiban memiliki pemahaman yang baik dan kemampuan untuk mengaktualisasikan demokrasi di kalangan warga negara yang dapat dikembangkan melalui Pendidikan Kewarganegaraan.
Karena tujuan dari pendidikan kewarganegaraan sendiri adalah untuk membentuk warga negara yang baik. Pendidikan Kewarganegaraan definisinya menurut Budimansyah tahun 2010 adalah Pendidikan Kewarganegaraan diartikan sebagai mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia.
Agar pendidikan kewarganegaraan dapat dijalankan dan dimaksimalkan manfaatnya, maka pendidikan kewarganegaraan mengalami perkembangan yang terjadi dari masa ke masa. Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan yang diajarkan di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup panjang dalam peranannya untuk mempersiapkan warga negara yang baik sesuai dengan hak dan kewajibannya. Seiring dengan berkembangnya zaman, perkembangan-perkembangan tersebut menyesuaikan terhadap perubahan zaman dari waktu ke waktu. Konsep kurikulum yang berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan yang bervariasi sesuai kurikulum yang berlaku. Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang saling beriringan atau sejalan dengan perkembangan pendidikan kewarganegaraan melandasi jiwa dan tekad semangat kebangsaan yang mampu mendorong proses terwujudnya negara kesatuan Republik Indonesia dalam wadah nusantara. Oleh karena itu, pada penulisan paper kali ini, penulis akan membahas mengenai perkembangan pendidikan
2
kewarganegaraan yang akan menjelaskan bagaimana perkembangan ilmu pendidikan kewarganegaraan itu muncul hingga saat ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia era sebelum proklamasi kemerdekaan?
2. Bagaimana perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia era sesudah proklamasi kemerdekaan?
3. Bagaimana perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia pada masa transisi Demokras
4. Bagaimana Sikap dan Tanggapan Mengenai Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan ?
1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan paper kali ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk mengetahui bagaimana perkembangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia yang kemudian dianalisis oleh penulis dengan tujuan:
● Mendapatkan pengetahuan mengenai perkembangan pendidikan kewarganegaraan yang ada di Indonesia.
● Dapat memahami dan melaksanakan hak serta kewajiban sebagai warga negara secara demokrasi.
● Mengetahui dan dapat bersikap dengan semestinya menanggapi berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara dengan kritis dan bertanggung jawab.
● Memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan cinta tanah air.
1.4 Metodologi
Metode pengumpulan data pada pembuatan Paper pada kesempatan kali ini berfokus pada studi literatur dari beberapa sumber yang valid. Pengumpulan data pada penulisan topik ini berfokus pada data sekunder yang telah ada dari jurnal-jurnal dan buku serta sumber yang relevan dengan topik pembahasan. Setelah sekumpulan informasi mengenai topik yang akan dibahas pada kali ini dikumpulkan, beberapa studi literatur akan ditelaah dan dibandingkan. Sehingga informasi yang disampaikan dapat
3
diterima dengan baik oleh para pembaca. Dalam pengumpulan data dan sumber informasi, haruslah jelas dan mendalam mengenai topik yang akan dibahas pada penulisan paper kali ini. Kemudian dilakukan reduksi data dengan menganalisis atau menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, dan membuang yang tidak perlu dengan cara sedemikian rupa sehingga didapatkan suatu informasi atau hasil yang baik dan mudah dipahami. Selanjutnya, sekumpulan informasi tersebut disusun dalam pembahasan topik secara runtut untuk memahami suatu permasalahan atau topik yang akan dibahas dalam paper kali ini sehingga terciptalah suatu kesimpulan dari informasi- informasi yang sudah penulis dapatkan.
4
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 PerkembanganPendidikan Kewarganegaraan di 1. Sebelum Proklamasi Kemerdekaan
Perkembangan pendidikan kewarganegaraan pada zaman Hindia Belanda saat itu menggunakan 2 macam buku yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda, diantaranya:
A. Indische Burgerschap Kunde, membicarakan tentang masalah masyarakat pribumi.
B. Recht en Plich membicarakan masalah Undang-Undang, administrasi, dan alat pembayaran dan kesejahteraan.
Tujuan dari pemerintah Hindia Belanda mencetak buku tersebut adalah agar rakyat pribumi memahami kewajiban dan haknya untuk memberi dukungan kepada pemerintah Belanda dengan penuh kesadaran dan dalam jangka waktu yang lama.
Tahun 1932, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan bahwa setiap guru yang mengajar harus mempunyai izin resmi dengan persetujuan Hindia Belanda.
Pendidikan yang dilaksanakan pada masa Hindia Belanda, membawa cikal bakal tokoh-tokoh pergerakan nasional yang pada prinsipnya ditandai sebagai cikal bakal pendidikan politik atau kewarganegaraan di zaman tersebut.
2. Sesudah Proklamasi Kemerdekaan A. Kewarganegaraan (1957)
Tahun 1957, mata pelajaran kewarganegaraan mulai dikenalkan, isinya mengenai pokok isi bagaimana memperoleh hak dan kewajiban warga negara.
Pada masa ini juga diperkenalkan mengenai tata negara dan tata hukum.
Selanjutnya terjadi pergolakan politik Indonesia yang terjadi pada tanggal 5 Juli 1959 muncul Dekrit Presiden mengenai berlakunya kembali Undang-undang Dasar 1945 dan tidak berlakunya Undang-undang Dasar Sementara tahun 1950.
Peristiwa ini menggagas dikeluarkannya Surat Keputusan No.122274/s pada 10 Desember 1959 mengenai pembentukan panitia untuk menyusun buku pedoman kewajiban dan hak warga Indonesia dan hal-hal yang menginsafkan warga negara tentang sebab-sebab sejarah dan tujuan Revolusi Indonesia. Buku sumber yang
5
digunakan yaitu, “Civics Manusia Indonesia Baru” dan “Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi” yang lebih dikenal dengan singkatan “TUBAPI”. Namun, dalam metode pengajarannya bersifat indoktrinasi
B. Civics (1961)
Civis lebih banyak membahas mengenai sejarah kebangkitan Nasional, Undang-Undang Dasar, dan pidato-pidato politik yang disampaikan oleh petinggi negara. Pembahasan ini bertujuan untuk membentuk “nation and character building” bangsa Indonesia. Kemudian tahun 1962, istilah Civic diganti dengan Kewargaan Negara atas anjuran Dr. Sahardjo, S.H. yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Perubahan nama tersebut dimaksudkan dengan tujuan yang ingin dicapai pada masa itu, yaitu membentuk warga negara yang baik. Namun, sejak masa pemerintahan Orde Baru tahun 1966, isi dari mata pelajaran Civics versi Orde Lama hampir seluruhnya dibuang karena pelajaran tersebut dianggap sudah tidak relevan atau sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman kala itu.
C. Pendidikan Kewarga Negara (1968)
Muncul kurikulum pendidikan tahun 1968, menyebutkan bahwa istilah pelajaran Civis yang sebelumnya digunakan diganti dengan istilah Kewargaan Negara atau yang dikenal dengan istilah PKN. Pendidikan Kewargaan Negara pada masa ini sudah tidak lagi menggunakan metode indoktrinasi dalam pengajarannya. Kemudian keluarlah Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 yang mengubah nama PKN tersebut menjadi Pendidikan Moral Pancasila yang dimunculkan pada kurikulum 1975. Menurut Departemen Pendidikan dan kebudayaan, hakikat PMP merupakan pelaksanaan dari P4 melalui jalur pendidikan formal. Hingga pada tahun 1994, dimana Pendidikan Moral Pancasila berubah namanya menjadi PPKN. Dan pada tahun 1999, materi P-4 tidak lagi digunakan dalam kurikulum pendidikan. Pada masa ini belum adanya buku resmi yang dikeluarkan pemerintah untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Setiap murid atau guru mengambil kebijaksanaan sendiri akan sumber pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang digunakan. Pada masa ini, kurangnya pembentukan penekanan moral kepada peserta didik sehingga metode
6
pembelajaran yang diambil tersebut dianggap kurang berhasil dalam pembentukan moral.
D. Pendidikan Kewarganegaraan (1970)
Pada tahun 1970, Pendidikan Kewarganegaraan dimasukkan kedalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dalam seminar Tawamangu Surakarta, muncul istilah baru yakni IKN (Ilmu Kewarga negaraan) sebagai istilah Civic Education. Perbedaan yang mendasar kedua istilah tersebut adalah IKN dianggap lebih bersifat teoritis dan PKN bersifat lebih praktis dan saling berkaitan karena dalam perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan sangat diperlukan oleh Ilmu Kewarga Negaraan. Kemudian tahun 1975, tim Kurikulum Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyusun sebuah kurikulum dan garis besar pengajaran untuk pelajar pendidikan moral Pancasila. Seiring berkembangnya waktu, kurikulum 1975 menunjukkan kelemahan mengenai keselarasan yang menyangkut tata urutan pokok bahasan dan kesesuaian materi dengan perkembangan baru. Pada kurikulum 1975, walaupun disadari bahwa PMP adalah pendidikan moral, namun titik beratnya masih ranah pengetahuan. Pada tahun 1978, dikeluarkanlah Ketetapan MPR No II/MPR/1978 yang memuat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau Ekaprasetia Pancakarsa. Ketetapan ini mengenai pendefinisian atau pengertian secara sederhana dan mudah dipahami mengenai nilai-nilai yang ada dalam Pancasila (P4) yang lebih menitikberatkan pada ranah moral (afektif), disamping secara integratif. Selanjutnya diterapkan sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara oleh seluruh warga negara Indonesia.
3. Perkembangan PKn pada masa transisi Demokrasi
Sejak tahun 1994, istilah Pendidikan Moral Pancasila diganti dengan nama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Mata pelajaran ini memadukan konsep antara pendidikan moral Pancasila dengan pendidikan kewarganegaraan.
Karena pendidikan Pancasila memiliki arti yang lebih utuh dan luas dibandingkan dengan pendidikan moral Pancasila, sebab Pancasila tidak hanya memiliki dimensi moral, tetapi juga mempunyai konsep, nilai, dan norma yang terkandung di dalamnya. Isi dari pokok bahasan yang terkandung dalam PPKn tidak jauh berbeda dengan apa yang terdapat dalam pendidikan moral Pancasila. Kemudian pada tahun
7
2000 dimasukkan materi tambahan PPKn setelah Indonesia masuk ke dalam era reformasi yang menyebabkan bidang pendidikan mengalami perubahan.
Selanjutnya karena adanya tuntutan mengenai kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik, makan pada kurikulum tahun 2006, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan mempunyai tujuan untuk membentuk kemampuan peserta didik menjadi: (1) berpikir kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan, (2) berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara, serta anti korupsi, (3) berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama- samadengan bangsa lain, (4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Budimansyah, 2010, pp. 121–122).
Kurikulum 2013 yang digunakan pada sistem pendidikan Indonesia saat ini, mempunyai perbedaan dibanding kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk menyesuaikan siswa pada perubahan teknologi di abad 21 serta perubahan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik. Adanya tuntutan mengenai kebutuhan kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, menimbulkan kurikulum berbasis komputer (KBK). Kurikulum ini tampaknya telah berarah pada tiga komponen Pendidikan Kewarganegaraan yaitu civic knowledge (pengetahuan kewarganegaraan), civic skills (keterampilan kewarganegaraan), dan civic disposition (karakter kewarganegaraan).
2.2 Sikap dan Tanggapan Mengenai Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan saat awal kemerdekaan lebih banyak diungkapkan melalui cara tataran sosial kultural yang dilakukan oleh pemimpin bangsa Indonesia.
Dalam pidatonya, mengajak masyarakat untuk menanamkan rasa nasionalisme atau cinta tanah air untuk mengusir penjajah yang ingin menduduki Indonesia. Para pejuang kemerdekaan melantangkan suaranya untuk membela saudara tanah air dan mempertahankan tanah air Indonesia yang merupakan dimensi sosial kultural dalam pendidikan kewarganegaraan.
8
Pendidikan kewarganegaraan dalam perkembangannya diperuntukkan sebagai bekal dasar bagi para mahasiswa selaku calon pemimpin bangsa Indonesia sebagai Kecintaannya terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dan kerelaan berkorban bagi bangsa negara dengan kesadaran bela negara dan nasionalisme serta mampu berpikir secara komprehensif. Perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk kedalam perkembangan ilmu pendidikan kewarganegaraan, perkembangan tersebut karena adanya gejolak politik dan kenegaraan yang memang semakin menuntut pada kemantapan dalam PKn untuk menjamin kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Perkembangan-perkembangan tersebut selagi masih dalam arah yang positif dan demokratis, harus diakui sebagai hal yang positif bagi perkembangan ilmu pendidikan kewarganegaraan yang belakangan ini termasuk ekses yang sekaligus merupakan tantangan bagi proses demokratisasi itu sendiri.
Kita sebagai warga negara yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan sikap kewarganegaraan akan menjadi warga negara smart and good citizenship. Jika hal itu sudah tercapai, maka tujuan dari pengajaran pendidikan kewarganegaraan sendiri sudah tercapai. Untuk memaksimalkan tercapainya tujuan tersebut dibutuhkan aturan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan warga negara Republik Indonesia untuk menjadi pendukung dinamika dan perkembangan yang ada dalam pendidikan kewarganegaraan. Seperti yang disebutkan oleh Wahab dan Sapriya, dimana warga negara yang baik adalah yang memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial serta mampu memecahkan masalahnya sendiri dan kemasyarakatan secara cerdas berdasarkan fungsi dan peranannya. Bisa kita sebutkan bahwa tujuan daripada Pendidikan Kewarganegaraan adalah membentuk warga negara yang baik. Namun, Pengertian warga negara yang baik itu berbeda sesuai dengan kondisi dan masa pemerintahan kala itu.
Pada masa Orde Lama, warga negara yang baik adalah warga negara yang berjiwa revolusioner, anti imperialisme, kolonialisme, dan neokolonialisme. Pada masa Orde Baru ,warga negara yang baik adalah warga negara yang Pancasilais, manusia pembangunan dan sebagainya. Sejalan dengan visi Pendidikan Kewarganegaraan, misi mata pelajaran ini adalah meningkatkan kompetensi siswa/mahasiswa agar mampu menjadi warga negara yang berperan serta secara aktif dalam sistem pemerintahan yang demokratis.
9
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kewarganegaraan adalah segala hal yang berhubungan dengan negara.
Kedudukan dari warga negara harus memiliki posisi yang kuat dan partisipatif untuk mendukung penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berkesinambungan. Mekanisme penyelenggaraan sistem pemerintahan yang demokratis, berkewajiban memiliki pemahaman yang baik dan kemampuan untuk mengaktualisasikan demokrasi di kalangan warga negara yang dapat dikembangkan melalui Pendidikan Kewarganegaraan.
Karena tujuan dari pendidikan kewarganegaraan sendiri adalah untuk membentuk warga negara yang baik.
Secara umum, berikut ini disebutkan secara kronologis sejarah timbulnya pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Dalam tatanan kurikulum pendidikan nasional terdapat mata pelajaran yang secara khusus mengembanisasi demokrasi di Indonesia, yakni:
a. Pendidikan kemasyarakatan yang merupakan integrasi negara , ilmu bumi, dan kewarganegaraan (1954)
b. Civics (1957/1962)
c. Ditingkat perguruan tinggi pernah ada mata kuliah Manipol dan USDEK, Pancasila dan UUD 1945 (1960-an)
d. Filsafat Pancasila (1970- sampai sekarang)
e. Pendidikan kewarganegaraan civics dan hukum (1973) f. Pendidikan moral atau PMP (1975/1984)
g. Pendidikan kewiraan (1989-1990-an)
h. Pendidikan kewarganegaraan (2000-sekarang)
Agar pendidikan kewarganegaraan dapat dijalankan dan dimaksimalkan manfaatnya, maka pendidikan kewarganegaraan mengalami perkembangan yang terjadi dari masa ke masa.
Konsep kurikulum yang berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan yang bervariasi sesuai kurikulum yang berlaku. Perjalanan panjang
10
sejarah bangsa Indonesia yang saling beriringan atau sejalan dengan perkembangan pendidikan kewarganegaraan melandasi jiwa dan tekad semangat kebangsaan yang mampu mendorong proses terwujudnya negara kesatuan Republik Indonesia dalam wadah nusantara. Oleh karena itu, pada penulisan paper kali ini, penulis akan membahas mengenai perkembangan pendidikan kewarganegaraan yang akan menjelaskan bagaimana perkembangan ilmu pendidikan kewarganegaraan itu muncul hingga saat ini.
3.2 Saran
Atas dasar dari penulisan kesimpulan tersebut, maka kita sebagai warga negara yang bijak, sudah sepatutnya mengenal dan memahami bagaimana sejarah dan perkembangan pendidikan kewarganegaraan secara baik, karena pendidikan kewarganegaraan mempunyai berbagai manfaat mengenai kewajiban dan hak kita sebagai warga negara agar dalam melaksanakan tugas dan kewajiban tersebut tidak terjadi kesalahan. Diharapkan pula agar penerapan pendidikan kewarganegaraan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dapat berjalan dengan maksimal agar melekat dan ditanamkan sejak dini dalam diri karakter setiap individu warga negara.
DAFTAR PUSTAKA
Arliman, L.S. 2020. Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Revolusi 4.0. Jurnal Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia. Vol.2 (3).
Hal.333.
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan.
Jakarta: Ristekdikti.
Hidayat dkk. 2020. Peranan Teknologi dan Media Pembelajaran Bagi Siswa Sekolah Dasar di Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha. Vol.8 (2).
Kartika N.K. 2011. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Buku Pegangan Mahasiswa PKN.
Mufidah, Nastiti. n.d. Tinjauan Atas Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Rumpun Ilmu Sosial. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.
Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan. 2011. Universitas Negeri Yogyakarta.
Sunarso. 2009. Dinamika Pendidikan Kewarganegaraan dari Rezim ke Rezim. Jurnal HUMANIKA. Vol. 9 (1). Hal.67.
Wardhana, Y.C. 2019. Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Malang.
Yani, Ahmad. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan. UIN Alauddin Makassar.