PERKEMBANGAN PERTANIAN PERMASALAHAN USAHATANI DAN
WIWIT RAHAYU, S.P., M.P.
PERTANIAN
MATA PENCAHARIAN:
1) Pengumpulan 2) Pertanian
3) Industri
4) Perdagangan
5) Jasa-jasa
Struktur Pertanian
Berdasarkan Ruang Lingkup:
Pertanian dalam arti sempit meliputi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
Pertanian dalam arti luas meliputi pertanian dalam arti sempit dan termasuk perikanan, peternakan, dan kehutanan
Berdasarkan Cara Pengusahan:
Pertanian rakyat adalah usaha pertanian yang dilakukan oleh keluarga petani.
Pertanian perusahaan besar biasanya dilakukan pengelolaaan
secara lebih profesional, jelas struktur organisasinya, dan bentuk
badan usahanya formal
Perkembangan Pertanian Di Indonesia
Awalnya pertanian dilakukan hanya untuk dapat bertahan hidup, masyarakat menanam apa saja yang diperlukan.
Kelompok masyarakat yang suka bercocok tanam mencari lahan yang mudah ditanami sesuai dengan kebutuhan hidupnya.
Setiap tiga tahun mereka berpindah, sistem pertanian tersebut dikenal dengan nama “berladang” yang berpindah-pindah (shifting cultivation).
Sistem bersawah di temukan, orang mulai bermukim ditempat yang tetap. Pada persawahan ini, belum mengenal bajak, pengolahan tanah dikenal dengan cara menginjak-injak tanah basah sampai menjadi
lumpur……..Lahir sistem usaha tani pekarangan dan tegalan yang permanen.
Selanjutnya usaha pertanian menjalar ke semua arah baik kearah pegunungan maupun pantai
Di Jawa, sejak VOC menguasai Batavia, mulailah dilakukan penjualan atau pemberian tanah yang luas oleh VOC kepada pihak-pihak yang berjasa kepada Belanda.
VOC menentukan perdagangan monopoli dan melakukan gerakan
tanam kopi paksa terhadap penduduk, di Jawa Barat hingga tahun 1921
Tahun 1830 mulai dikenal tanaman tebu yang berkembang pesat di Jawa.
Tahun 1839 mulai dikenal tanaman tembakau yang dipelopori oleh Mr.
Birnies’s yang mengerahkan 60 tenaga kerja, 500 mandor dan 350.000 penduduk pribumi
Dilakukan pengembangan sarana pertanian seperti irigasi dan pendidikan untuk memenuhi tenaga rendahan di perusahaan kuat Swasta Belanda .
Undang-undang Pokok Agraria mengenai pembagian tanah, telah muncul sejak 1870, namun kenyataanya tanam paksa baru berakhir tahun 1921
Setelah Indonesia merdeka, kebijakan pemerintah terhadap pertanian tidak banyak mengalami perubahan. Banyak tanah yang dikuasai oleh penguasa dan pemilik modal besar.
Pada permulaan tahun 1970-an pemerintah Indonesia meluncurkan program Revolusi Hijau yang dikenal dengan program BIMAS. Tujuan utamanya untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Pada tahun 1998 usahatani di Indonesia mengalami keterpurukan karena adanya krisis multi-dimensi.
Pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi
7
Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV
PERKEMBANGAN PERTANIAN/
USAHATANI
Mengumpulkan/
Berburu/menangkap Tidak pakai
saprotan Menghasilkan Segala macam
Kebutuhan sendiri
Budidaya : -Tanaman
- Hewan Saprotan dr dlm
pertanian Menghasilkan Segala macam
Kebutuhan sendiri
Budidaya &
Pengolahan (sederhana) Saprotan lebih byk
dr dlm pertanian Menghasilkan Segala macam Kebutuhan sendiri
& Pasar Tata Niaga
Lokal/Dalam Negeri
Budidaya Saprotan dr luar pertanian
Utk pasar, Spesialisasi Komoditi & fungsi
agribisnis Pengolahan
Tata Niaga Dalam Negeri Ekspor
PROSPEK USAHA PERTANIAN DI INDONESIA
Amanat konstitusi & landasan politis ➔ UUD 1945 Ps 33 ➔ pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan
Sektor pertanian memberi sumbangan yg besar thd Product Domestic Bruto (PDB)
Sektor pertanian merupakan sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia
Sektor pertanian mampu menyediakan keragaman menu pangan ➔ konsumsi & gizi masyarakat
Sektor pertanian mampu mendukung sektor industri (industri hulu &
industri hilir)
Sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang devisa negara
➔ produk ekspor (bahan mentah)
8
....PROSPEK USAHA PERTANIAN DI INDONESIA
Lokasinya di garis khatulistiwa, menyebabkan adanya sinar matahari yg cukup bagi perkembangan sektor budidaya pertanian
Kondisi lahan relatif subur
Keadaan sarana & prasarana (DAS, bendungan irigasi, jalan, dll)
Adanya kemauan politik (good will) pemerintah yg masih menempatkan sektor pertanian mjd sektor andalan.
9
❖ Lemahnya permodalan
❖ Kurangnya partisipasi lembaga-lembaga keuangan utk memberikan akses permodalan bg pengusaha & calon pengusaha di bidang pertanian ➔ resiko kredit macet
❖ Kurang adanya jaminan produk pertanian akan terjual minimal dgn harga yg sama dgn harga patokan terendah yg ditentukan & kurangnya jaminan
pemerintah untuk menjaga kestabilan harga produk pertanian.
❖ Harga komoditas pertanian di pasar dunia terus mengalami penurunan (supply bahan mentah melimpah, ttp permintaan menurun krn industri tjd stagnasi produksi
❖ Ketergantungan utk memproduksi bahan mentah ➔ nilai tambah produk rendah
❖ Besarnya ketidakpastian di sektor pertanian (tgt faktor alam curah hujan, angin, suhu udara, hama, jenis tanah, dll) ➔ resiko kerugian besar ➔ taksiran biaya tinggi
10
MASALAH UTAMA PENGEMBANGAN
USAHA PERTANIAN DI INDONESIA
Lambannya perluasan pasar produk pertanian (pasar dlm negeri & luar negeri), krn :
1) Adanya “batas kejenuhan” konsumsi utk produk bahan panga sejenis 2) Elastisitas pendapatan bg produk pertanian relatif kecil
3) Sikap “import-minded” & pergeseran nilai-nilai penghargaan sosial yg lebih bersifat materialistis dlm masy.
4) Semakin meluasnya restriksi yg dikenakan negara-negara yg potensial utk menyerap produk pertanian (kuota, pajak, biaya pengiriman) ➔
“competition power” produk pertanian
5) lemah dibandingkan produk sejenis & substitusi di negara tujuan ekspor
6) Masih lemahnya saluran pemasaran & teknik pemasara di luar negeri
➔ jaringan pemasaran terbatas
7) Adanya “ekonomi dgn biaya tinggi” (biaya sarana & prasarana, birokrasi, penggajian tenaga ahli, rendahnya
8) nilai tukar rupiah, dll) 11
MASALAH UTAMA PENGEMBANGAN
USAHA PERTANIAN DI INDONESIA...
❖ Kurang terjaminnya kontinyuitas supply produk pertanian bg industri pengolahan, krn sifat produksinya musiman & tdk tahan lama
❖ Masih lemahnya jiwa kewirausahaan di bidang pertanian :
1. Jumlah pengusaha yg qualified dlm usaha pertanian masih sangat kurang 2. Masih kurangnya kreatifitas utk diversifikasi produk
3. Belum ada jalinan kerjasama yg optimal antar tingkatan manajemen
4. Orientasi pengusaha utk cepat menghasilkan & kurang berani spekulasi
5. Pengusaha krg lincah bergerak, krg kerja keras, tdk cepat tanggap & kurang jeli melihat peluang baru
❖ Masih belum dikuasainya teknologi madya & tinggi yg diperlukan dlm
pengembangan usaha pertanian, terutama dlm pengolahan hasil pertanian ➔ mutu produk rendah & peralatan dari luar negeri ➔ biaya produksi tinggi
12
MASALAH UTAMA PENGEMBANGAN
USAHA PERTANIAN DI INDONESIA...
MUARA PEMBANGUNAN PERTANIAN...
KETIKA PETANI BANGGA MJD PETANI, GENERASI MUDA TDK MALU MJD PETANI,
& KONSUMEN BANGGA DGN PRODUK PETANI...
13
TugasKelompok: membuat ringkasan
Masalah – Masalah Komtemporer Pengembangan Usahatani
Land shrinking, conversion, & fragmentation
Climate change
Ageing farm workers
Covid-19
Geographic indication
Globalization