• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Sistem Klasifikasi

N/A
N/A
Andre Putra Lamuka

Academic year: 2024

Membagikan "Perkembangan Sistem Klasifikasi"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan Sistem Klasifikasi

Kelompok 1 :

1. Andre Putra Lamuka 2. Putri Liani Aliwu 3. Fadliawati Dunggio

(2)

Definisi Klasifikasi Tumbuhan

Suatu cara pengelompokan tumbuhan yang didasarkan pada sifat dan ciri-ciri tertentu.

Pertama kali diusulkan oleh John Ray

(Inggris) lalu disempurnakan oleh Carl Von

Linne (Swedia)

(3)

Tujuan Klasifikasi

1 . Mengelompokkan tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki

2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis

tumbuhan untuk membedakannya dengan tumbuhan dari jenis lain

3. Mengetahui hubungan kekerabatan 4. Memberi nama tumbuhan yang belum

diketahui namanya atau belum memiliki

nama

(4)

Sistem klasifikasi

(5)

Sistem alami (Natural)

Tokoh klasifikasi sistem alami adalah

Aristoteles, seorang berkebangsaan Yunani pada tahun 350 SM. Beliau membagi

makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan tumbuhan. Dalam tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan

strukturnya .

(6)

Sistem Buatan (Artifisial)

Klasifikasi ini pertama kali diperkenalkan

oleh Carl Von Linne (1707-1778) yang dikenal dengan nama Carolus Linnaeus, seorang ahli botani berkebangsaan Swedia. Beliau

dinobatkan sebagai “Bapak Taksonomi”.

(7)

Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus

didasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut:

a. Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup.

b. Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu kelompok, adapun yang

memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri.

(8)

Tingkatan klasifikasi yang digunakan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut:

Regnum

Filum/Divisio Klassis

Ordo Familia

Genus

Species

(9)

Klasifikasi Sistem Filogenik

 Didasarkan karena adanya hubungan antara klasifikasi dan evolusi. Sistem ini disusun berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang

lainnya.

 Sistem ini menjelaskan adanya persamaan

dan perbedaan morfologi, anatomi, fisiologi.

(10)

Tata Cara Penamaan Spesies

1) Nama suatu spesies terdiri atas dua kata, kata

pertama merupakan penunjuk genus dan kata kedua merupakan penunjuk jenis.

2) Huruf pertama nama genus ditulis dengan huruf kapital, sedangkan huruf pertama nama penunjuk jenisnya ditulis dengan huruf kecil.

3) Nama spesies menggunakan bahasa Latin atau yang dilatinkan.

Misalnya: Bambusa spinosa (bambu berduri), Carica papaya (pepaya).

4) Nama spesies dicetak miring, digaris bawah, atau dicetak dengan huruf yang berbeda dengan teks lain.

(11)

5) Apabila nama tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus

digabung atau diberi tanda penghubung.Misalnya:

Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa- sinensis.

6) Apabila nama hewan terdiri atas tiga kata dan nama tersebut bukan nama species melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah tingkat species maka ditulis terpisah,  contohnya Felis maniculata domestica (kucing rumah/piaraan).

7) Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama species tersebut, 

contohnya Zea mays L. (yang memberi nama jagung adalah Linnaeus).

(12)

Perbedaan Nama Ilmiah dan Nama Biasa (Awam)

Nama Ilmiah

Diatur dalam KITT

Menggunakan bahasa latin

Berlaku internasional

Terkadang sukar dihafalkan

Nama mengindikasi takson dengan jelas

Untuk setiap takson hanya ada satu nama yang benar

Nama Awam

Tidak beraturan

Menggunakan bahasa lokal

Berlaku hanya pada masyarakat lokal

Mudah dihafal

Nama tidak jelas untuk kategori takson yang mana

Satu takson dapat mempunyai lebih dari satu nama

(13)

Pisang (Bahasa Indonesia)

Gedang (Jawa Tengah

) Banana

(Bahasa Inggris)

Cauk (Bahasa

Sunda) Nama Biasa=Nama

Daerah=Nama Lokal=Common Name=Vernacular Nama=Local Name

Nama

Ilmiah=Scientifi c Name

(14)

Penyebab Lahirnya Nama

Ilmiah

(15)

Tingkatan Takson

• Bahasa Latin

– Regnum Plantarum – Divisio

– Classis – Ordo

– Familia – Genus – Species

• Bahasa Indonesia

– Dunia Tumbuhan – Divisi

– Kelas – Bangsa

– Suku Marga

– Jenis

(16)

Regnum (kerajaan tumbuhan)

• Regnum disebut juga sebagai Kingdom.

Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi dengan jumlah anggota takson terbesar.

• Dalam taksonomi tumbuhan nama

kingdomnya Plantae

(17)

Divisio

• Diambil /dibentuk berdasar ciri khas

divisio (nama deskriptif) ditambah akhiran PHYTA, kecuali divisio fungi berakhiran

MYCOTA

• Sub Divisi  dibentuk berdasar ciri yang sama dengan divisio ditambah dengan

akhiran PHYTINA, kecuali sub divisio

Fungi ditambah akhiran MYCOTINA

(18)

Classis

• Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila kelompok makhluk hidup dalam divisio/filum memiliki ciri-

ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas

• Dibentuk dengan cara sama ditambah akhiran:

PHYCEAE untuk Algae, MYCETES untuk Fungi,

dan OPSIDA untuk Cormophyta, EDONEAE untuk tumbuhan berbiji tertutup

• Nama Sub Classis  Cara sama ditambah akhiran:

PHYCIDAE untuk Algae, MYCETIDAE untuk Fungi, dan IDEA untuk Cormophyta

(19)

Ordo

• Pada tumbuhan, nama ordo pada umumnya diberi akhiran ales.

• Adapun pada tumbuhan contohnya kelas Dicotyledonae mempunyai ordo Graminales (bangsa rumput-rumputan), Rosales (bangsa mawar-mawaran).

• Sub Ordo  berdasarkan nama pangkal familia ditambah akhiran INAE, CONTOH: Malvinae

(20)

Familia

• Dibentuk dari pokok kata pada salah satu genus yang termasuk familia tadi ditambah akhiran

ACEAE, Contoh : Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).

• Subfamilia  dibentuk dari pokok kata pada salah satu genus yang termasuk dalam familia tadi

ditambah akhiran OIDEA, Contoh: Rosaidea

(21)

Genus

• Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis tegak

dengan digaris bawah.

• Contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar), Annona (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).

(22)

Species

• Merupakan suatu kombinasi ganda yang terdiri

nama genus diikuti penunjuk species. Bila penunjuk species terdiri atas 2 (dua) kata harus diberi

tanda penghubung

 Contoh: Hibiscus rosa-sinensis Atropa bella-donna

(23)

Nama Taksonomi di bawah Species

• Disebut intraspecifik takson

• Merupakan kombinasi nama spesies dan

merupakan penunjuk intraspesifik, Contoh : Saxifraga aizon sub forma sterculosa Engler Irnetohei

(24)

Nama penemu (Author) dicantumankan dibelakang nama ilmiah

• Orang yang pertama mempublikasikan nama takson dan harus valid

• Nama penemu tumbuhan dapat disingkat, kecuali nama relatif singkat/pendek

• Contoh : L. (Linnaeus), Bertol. (Bertoloni), dan Fr.

(Elias Magnees Friers)

(25)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

pengklasifikasian makhluk hidup dan ben-benda tak hidup sebagai bagian kerja ilmiah, serta mengklasifikasika n berbagai makhluk hidup dan benda-benda tak hidup berdasarkan

Sistem alami; takson yang terbentuk merupakan anggotaanggota yang sewajarnya diklasifikasikan dalam satu kelompok seperti dikehendaki oleh alam, terutama

Untuk megetahui perbedaan antara makhluk hidup dengan benda tak hidup, dapat kita lihat dari ciri-ciri makhluk hidup, yaitu: bergerak, makan, peka terhadap ransangan, bernafas,

pembelajaran tematik materi mengidenifikasi ciri-ciri makhluk hidup dan menuliskan ciri-ciri makhluk hidup dengan metode ceramah, kemudian guru memberikan kesempatan

Mengelompokkan makhluk  hidup berdasarkan persamaan ciriciri yang dimiliki Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis hidup berdasarkan persamaan ciriciri yang dimiliki

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Klasifikasi merupakan suatu cara yang sistematis dalam mempelajari obyek dengan melihat persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup Ilmu yang

KUNCI DIKOTOMI kunci determinasi yang terdiri atas dua keterangan yang berlawanan dari ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu jenis atau kelompok makhluk hidup... Membuat kunci

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Klasifikasi merupakan suatu cara yang sistematis dalam mempelajari obyek dengan melihat persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup Ilmu yang