• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkenalkan Dokumen Tentang Biologi

N/A
N/A
fal

Academic year: 2023

Membagikan "Perkenalkan Dokumen Tentang Biologi"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Biologi

Solusi yang dapat dilakukan untuk budidaya padi di lahan salin meliputi dua cara yaitu pemilihan varietas tahan kadar garam tinggi dan penambahan bahan organik. Sifat varietas padi yang dapat hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi melibatkan beberapa gen dengan peran masing-masing. Secara umum, perakitan varietas padi tahan salinitas memerhatikan karakter utama pada tanaman yang bertanggungjawab terhadap salinitas yaitu berupa karakter morfologi dan fisiologi (Krisnawati & Adie 2009; Hairmansis & Nafisah, 2020). Karakter tersebut didapatkan dari gene pool padi yang terdiri atas varietas unggul, varietas lokal dan padi liar, serta dari luar gene pool padi yang dapat diperoleh melalui pendekatan rekayasa genetika (Hairmansis & Nafisah, 2020). Sejumlah plasma nutfah yang merupakan padi lokal Indonesia juga telah diidentifikasi memiliki toleransi yang cukup baik terhadap salinitas seperti Siputih, Lahatan Jambu, Sirendah, Ketan Nangka, Raden Ayu, Cingri, dan Celebes Maros (Hairmansis, et al., 2017). Keragaman toleransi plasma nutfah padi terhadap salinitas membuka peluang penyatuan mekanisme toleransi dalam satu genotipe, sehingga diharapkan tingkat toleransi padi dapat meningkat (Hairmansis, dkk., 2014)

Selain plasma nutfah, pemilihan metode pemuliaan juga harus dilakukan dengan memperhatikan karakter yang diinginkan. Pemanfaatan bioteknologi dapat digunakan untuk merakit varietas baru, seperti penanda molekuler dan rekayasa genetika yang dikombinasikan dengan teknik-teknik pemuliaan konvensional. Hal tersebut berpotensi besar dalam mempercepat dan meningkatkan presisi dalam pemuliaan padi toleran salinitas (Hairmansis & Nafisah, 2020).

Rekayasa genetik dapat dilakukan dengan perakitan tanaman transgenik toleran salinitas dengan mengekspresikan faktor transkripsi seperti dehydration-responsive element binding (DREB) (Wang et al., 2008; Hairmansis & Nafisah, 2020). Pengembangan padi transgenik toleran salin dapat memodifikasi transpor Na+ untuk meningkatkan toleransi tanaman terhadap pengaruh negatif Na+ (Hairmansis & Nafisah, 2020). Secara konvensional, metode yang umum digunakan yaitu metode silang balik, bulk, pedigree, dan kombinasi bulk dan pedigree (Singh et al., 2010;

Hairmansis & Nafisah, 2020). Metode silang balik dapat digunakan untuk memindahkan sifat yang dikendalikan oleh gen mayor ke dalam varietas unggul yang peka terhadap salinitas.

Sedangkan penerapan kombinasi metode bulk dan pedigree memungkinkan untuk menggabungkan sifat toleran salin dengan sifat-sifat unggul lainnya dalam satu populasi pemuliaan dengan penyeleksian yang relatif efisien (Hairmansis & Nafisah, 2020).

(2)

Penggunaan bahan organik di lahan dengan cekaman lingkungan dapat menurunkan DHL tanah sehingga tanaman padi dapat beradaptasi terhadap salinitas (Kahlon et al., 2012; Masganti et al., 2022). Hal tersebut adpat diamati dari jumlah anakan per rumpun yang lebih banyak.

Bahan organik dapat mempercepat pencucian Na+ dan menurunkan DHL tanah akibat infiltrasi dan stabilitas agregat tanah yang meningkat, bahan organik juga memiliki kemampuan dalam menyimpan air dan mengurangi penguapan (Mahdy 2011; Masganti et al., 2022). Menurut Murtaza et al. (2013), pemberian bahan organik efektif dalam menurunkan pH tanah salin, salinitas, dan sodisitas tanah salin. Bahan organik yang dapat diaplikasikan yaitu berupa pupuk kandang ataupun SP-50 yang terdiri dari biochar 50% dan pupuk kandang 50%. Pupuk kandang memiliki berperan dalam merangsang granulasi, menurunkan plastisitas dan kohesi tanah, memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah, dan meningkatkan kapasitas tanah dalam menahan air, menstabilkan kelembaban dan temperatur tanah (Cha-um et al. 2011; Masganti et al., 2022). Sedangkan biochar mempunyai keunggulan menahan air dan menampung bahan- bahan terlarut lainnya dalam rongga-rongganya.

PGPR

Solusi yang dapat dilakukan untuk budidaya padi di lahan salin secara Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yaitu dengan inokulasi bakteri fungsional. Beberapa jenis bakteri yang hidup di lahan salin dan bersifat basa, mampu memperbaiki kesuburan tanah, menyediakan unsur hara utamanya nitrogen dan fosfat, serta memproduksi hormon pertumbuhan.

Contohnya yaitu bakteri penambat Azospirillum yang mampu memproduksi enzim fosfatase sehingga dapat menyediakan unsur fosfor, menyediakan unsur nitrogen, dan memproduksi hormon tumbuh IAA untuk memacu pertumbuhan, dan dapat hidup pada kondisi kondisi salin (Widawati & Muharam 2014; Widawati, 2015). Penelitian berhasil membuktikan bahwa bakteri fungsional PGPR tahan salin menunjang pertumbuhan dan produksi padi di tanah salin dengan hasil yang baik, terutama pada tanaman yang diberi inokulan campuran Bacilus megaterium strain, Bacillus thuringiensis strain, Bacillus pantothenticus strain, Azospirillum lipoferum strain, dan Azotobacter crococcum strain. Inokulasi bakteri tersebut dapat mengurangi sensititifitas tanaman pada stres salinitas (Widawati, 2015).

(3)

Hairmansis, A., Nafisah, A. Jamil. 2017. Towards Developing Salinity Tolerant Rice Adaptable for Coastal Regions in Indonesia. 2nd International Conference on Sustainable

Agriculture and Food Security: A Comprehensive Approach. KnE Life Sciences, 72–79.

Masganti, A. M. A., Agustina, R., Alwi, M., Noor, M., Rina, Y., Pangan, P. R. T., & Pangan, B.

R. 2022. Pengelolaan Lahan dan Tanaman Padi di Lahan Salin. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(2), 83-95.

Murtaza G, Murtaza B, Usman HM, Ghafoor A. 2013. Amelioration of Saline-sodic Soil using Gypsum and Low Quality Water in Following Sorghumberseem Crop Rotation. Inter. J.

Agric. Biol, 15: 640-648

Widawati, S. 2015. Peran Bakteri Fungsional Tahan Salin (PGPR) pada Pertumbuhan Padi di Tanah Berpasir Salin. Prosiding Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1, 1856-1860.

Referensi

Dokumen terkait

Plasma nutfah yang digunakan sebagai tetua persilangan berasal dari beberapa varietas unggul nasional yang memilki keragaman genetik yang berbeda disilangkan dengan

Hasil di atas menunjukkan bahwa marka RC 12 secara signifikan dapat menandai sifat padi beras merah seperti pada aksesi plasma nutfah Cempo merah dan Pulut mandoti, sehingga marka

KERAGAMAN KARAKTER MORFOLOGIS PLASMA NUTFAH PADI LOKAL DATARAN TINGGI TANA TORAJA, SULAWESI SELATAN.. Sahardi, Herniwati, dan Fadjry Djufry Balai Pengkajian Teknologi

Nampak bahwa luas lahan yang ditanami padi beras hitam meningkat seiirng dengan meningkatnya kesadaran petani dalam melestarikan plasma nutfah padi beras hitam lokal,

Di sisi lain, beberapa varietas padi kurus dapat berkecambah bahkan pada kedalaman 13 cm di bawah tanah, yang menunjukkan bahwa toleransi terhadap kedalaman tanam yang lebih besar