• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkenalkan Dokumen Tentang Matahari

N/A
N/A
abc

Academic year: 2024

Membagikan "Perkenalkan Dokumen Tentang Matahari"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………..

DAFTAR ISI ………

BAB I PENDAHULUAN ………

1.1 Latar Belakang ………

1.2 Rumusan Masalah ………...

1.3 Tujuan ……….

BAB II PEMBAHASAN ………..

2.1 Pengertian matahari ………

2.2 Terbentuknya Matahari ………

2.3 Dimensi Matahari ………...

2.4 Kepadatan Matahari ………

2.5 Gravitasi Matahari ………...

2.6 Suhu Matahari ………..

2.7.1 Permukaan (atau kulit) Matahari disebut (Fotosfer) ……….

2.7.2 Permukaan Matahari ………...

2.8 Ciri Khas Matahari ………..

2.8.1 Prominensa (lidah matahari) ………

2.8.2 Bintik Matahari ………

2.8.3 Angin Matahari ………

2.8.4 Badai Matahari ………

2.9 Spektrum Matahari ………...

2.11 Gerak Matahari ……….

2.11.1 Gerakan Semu Matahari ………

2.12 Unsur-unsur Kimia Matahari ………

2.13 Manfaat dan Peran Matahari ……….

BAB III PENUTUP ………..

3.1 Kesimpulan ……….

i ii

1 1 1 2

3 3 3 4 4 5 5 5 6 7 7 8 9 9 10 10 11 12 13 15 16 18

(2)

3.2 Saran ………... 19

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seandainya kita berada di dalam ruang angkasa beribu-ribu kilometer jauhnya dari planet kita anda akan melihat bumi itu seperti bola kecil sekali yang bergerak sepanjang lintasan luas di sekeliling sebuah bintang yang mungkin anda kenal sebagai Matahari. Anda juga akan melihat bahwa pada berbagai jarak pada matahari, delapan planet berjalan kearah yang sama sepanjang lintasan sirkuler di sekeliling matahari.

Pada dasarnya matahari merupakan salah satu bintang yang berada di tata surya dan menjadi pusatnya. Matahari termasuk bintang karena dapat menghasilkan energi cahaya sendiri. Cahaya matahari dibandingkan bintang yang lain terasa lebih cemerlang. Hal itulah yang menyebabkan pada waktu siang hari kita tidak dapat melihat bintang selain matahari.

Matahari menjadi pusat dan induk tata surya kita. Benda langit ini adalah sebuah bintang sejati. Matahari merupakan sebuah bintang yang sebenarnya hanyabiasa-biasa saja. Matahari berukuran sedang, banyak bintang yang lain yang lebih besar, lebih berat, lebih panas, dan cahaya lebih cerah lagi. Matahari tampak jauh lebih besar karena letaknya jauh lebih dekat kita dari pada bintang-bintang lainnya. Jauhnya kira-kira 149.600.000 km. bintang yang terdekat lainnya adalah bintang Alpha Centuri, Jauhnya lebih dari 40.000.000.000.000 km.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini yaitu : 1. Apa pengertian matahari ?

2. Bagaimana terbentuknya Matahari ? 3. Bagaimana peredaran Matahari ? 4. Bagaimana dimensi Matahari ? 5. Bagaimana kepadatan Matahari ? 6. Bagaimana gravitasi Matahari ? 7. Bagaimana suhu Matahari ?

8. Bagaimana susunan tubuh matahari ? 9. Apa saja ciri khas matahari ?

10. Bagaimana spektrum matahari ? 11. Bagaimana gerak Matahari ? 12. Apa manfaat dan peran Matahari ?

(4)

Tujuan

Tujuan dari makalah ini yaitu ?

1. Mengetahui pengertian matahari 2. Mengetahui terbentuknya Matahari 3. Mengetahui Peredaran Matahari 4. Mengetahui dimensi Matahari 5. Mengetahui kepadatan Matahari 6. Mengetahui gravitasi Matahari 7. Mengetahui suhu Matahari

8. Mengetahui susunan tubuh matahari 9. Mengetahui apa saja ciri khas matahari 10. Mengetahui spektrum matahari

11. Mengetahui apa- apa saja noda-noda matahari 12. Mengetahui gerak Matahari

13. Mengetahui unsur-unsur kimia Matahari 14. Mengetahui manfaat dan peran matahari

BAB II

PEMBAHASAN

(5)

2.1 Pengertian matahari

Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan. Panas Matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Tanpa Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.

Matahari menjadi pusat dan induk tata surya kita. Benda langit ini adalah sebuah bintang sejati. Matahari merupakan sebuah bintang yang sebenarnya hanyabiasa-biasa saja. Matahari berukuran sedang, banyak bintang yang lain yang lebih besar, lebih berat, lebih panas, dan cahaya lebih cerah lagi. Matahari tampak jauh lebih besar karena letaknya jauh lebih dekat kita dari pada bintang-bintang lainnya. Jauhnya kira-kira 149.600.000 km. bintang yang terdekat lainnya adalah bintang Alpha Centuri, Jauhnya lebih dari 40.000.000.000.000 km.

Nicolaus Copernicus adalah orang pertama yang mengemukakan teori bahwa Matahari adalah pusat peredaran tata surya pada abad 16. Teori ini kemudian dibuktikan oleh Galileo Galilei dan pengamat angkasa lainnya. Teori yang kemudian dikenal dengan nama heliosentrisme ini mematahkan teori geosentrisme (bumi sebagai pusat tata surya) yang dikemukakan oleh Ptolemeus dan telah bertahan sejak abad ke dua sebelum masehi. Konsep fusi nuklir yang dikemukakan oleh Subrahmanyan Chandrasekhar dan Hans Bethe pada tahun 1930 akhirnya dapat menjelaskan apa itu Matahari secara tepat.

2.2 Terbentuknya Matahari

Seperti semua bintang, Matahari terbentuk dari awan gas dan debu yang mengerut.

Partikel gas di tepi luar awan itu, atau nebula, mulai jatuh ke pusat, dan gravitasi partikel- partikel ini bersama-sama menarik atom lebih banyak lagi. Selama 10 juta tahun, awan gas itu bertambah mampat dan panas. Kemudian suatu perubahan penting terjadi pada intinya.

Karena tarikan gravitasi, tekanan yang makin besar memaksa inti-inti atom berpadu dalam proses fusi nuklir, dan mengeluarkan energi sangat besar. Begitu api intinya menyala, Matahari telah menjadi bintang.

Beberapa proses:

1. Awan Gas yang Mengerut

(6)

Kira-kira lima miliar tahun silam, debu dan gas (nebula) bercahaya mulai menggumpal dan mengerut. Seperti adonan piza yang dilempar dan berputar di udara, nebula ini memipih seperti cakram

2. Tarikan Gravitasi

Selagi nebula terus berputar, gravitasi menarik materi ke pusat. Atom gas yang tertarik jatuh ke tengah menuju inti semakin banyak, sehingga kemampatan dan suhu terus meningkat. Akibatnya, inti dalam yang panas mulai memijar.

3. Hampir Menjadi Bintang

Dengan mengerut lebih jauh lagi, inti yang cerah itu mengecil sampai kira-kira 50 kali ukuran Matahari sekarang. Atom-atom terus jatuh ke dalam inti, dan di situ gravitasi yang sangat kuat memampatkannya menjadi sangat padat.

4. Sebuah Bintang Lahir

Setelah mengecil terus selama 10 juta tahun, Matahari muda menjadi mantap pada ukuran sedikit di atas ukurannya sekarang. Suhu intinya telah mencapai 10 juta°

Kelvin dan reaksi inti pun mulai.

5. Matahari sekarang

Pada umurnya sekarang 4,6 miliar tahun, Matahari telah membakar kira-kira setengah hidrogen dalam intinya. Pembakaran ini akan terus berlangsung lima miliar tahun lagi.

2.3 Dimensi Matahari

Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil). Jarak Matahari ke Bumi ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 150 juta km.

Matahari merupakan bola gas mahabesar yang menyala dan panasnya luar biasa.

Diameter matahari kira-kira 1.400.000 km lebih dari 100 kali diameter bumi. Massa matahari sama dengan 333.420 kali massa bumi. Karena berat jumlah gasnya mahabesar , tekanan pada pusat matahari lebih dari satu juta metric ton setiap cm2..

2.4 Kepadatan Matahari

Meskipun massa matahari itu besar, kepadatan rata-rata berat suatu volume standar zatnya hanya 1,4 kali berat satu volume air yang sama. Sebaliknya, bumi 5,5 kali lebih padat dari pada air.

(7)

Keadaan matahari yang rendah ini dapat diterangkan dengan mudah. Pusat matahari, Karena tekanan yang maha besar, lebih dari 100 kali kepadatan air. Namun, sebagian besar matahari diluar pusatnya tersusun oleh gas yang sering kali lebih tipis dari pada atmosfer bumi. Bila berbagai kepadatan ini diambil rata-rata secara bersama, maka kepadatan umum matahari sangatlah rendah

2.5 Gravitasi Matahari

Gaya gravitasi di Matahari sebanding dengan 28 kali gravitasi di Bumi. Secara teori hal tersebut berarti bila seseorang memiliki berat 100 kg di Bumi maka bila berjalan di permukaan Matahari beratnya akan terasa seperti 2.800 kg. Gravitasi Matahari memungkinkannya menarik semua komponen-komponen penyusunnya membentuk suatu bentuk bola sempurna. Gravitasi Matahari jugalah yang menahan planet-planet yang mengelilinginya tetap berada pada orbit masing-masing. Pengaruh dari gravitasi Matahari masih dapat terasa hingga jarak 2 tahun cahaya.

2.6 Suhu Matahari

Matahari seperti tungku yang maha besar yang pusatnya di kobarkan oleh energi nuklir atau atom. Di pusatnya, suhunya mungkin mencapai 14.000.000 ˚C atau lebih. Namun, suhu pada permukaan matahari menjadi jauh lebih dingin yaitu 5.000 ˚C – 6.000 ˚C. suhu ini masih cukup panas untuk dapat menguapkan hampir semua zat yang ada di bumi, baik cair maupun gas.

2.7.1 Permukaan (atau kulit) Matahari disebut (Fotosfer)

Dari sinilah datangnya sinar cahaya yang dapat kita saksikan setiap saat sehingga matahari tampak bercahaya terang memutih seperti piringan perak. Di bagian pinggir bulatan itu cahaya fotosfer tidak begitu silau. Hal ini menjelaskan bahwa fotosfer terdiri atas gas-gas , bukan benda padat atau pun cair.

Fotosfer atau permukaan Matahari meliputi wilayah setebal 500 kilometer dengan tempratur 6.000 derajat Kelvin. Sebagian besar radiasi Matahari yang dilepaskan keluar berasal dari fotosfer. Energi tersebut diobservasi sebagai sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari.

Pada kenyataannya, permukaan dari fotosfer bukanlah bidang yang rata, tetapi berbintik-bintik (berbutir-butir) besar kecil yang disebut granulasi fotosfer.

Penyelidikan yang lebih teliti dengan tropong menyatakan bahwa fotosfer tidakklah

(8)

rata, tetapi menunjukan bagian-bagian yang lebih tinggi yang seakan-akan merupakan obor fotosfer (faculae)

2.7.2 Permukaan Matahari

Mungkin tampak aneh jika kita membicarakan permukaan sebuah bola gas seperti matahari. Akan tetapi, memang ada suatu lapisan permukaan yang mempunyai batas tertentu merupakan bagian matahari yang dapat kita lihat. Lapisan ini yaitu fotosfer.

Fotosfer merupakan daerah yang mempunyai kedalaman 320 km, kedalaman yang kurang dari 1/2000 jari-jari matahari. Dahulu fotosfer dianggap sebagai sebuah bola cahaya yang seragam dan sempurna. Akan tetapi, para pengamat pada zaman dahulu bahkan melihat berbagai noda di fotosfer. Pada awal tahun 1600-an Galileo galilie yaitu ilmuwan asal itali merupakan orang pertama yang melakukan penelaahan tentang matahari dan noda-nodanya dengan bantuan teleskop. Yang disebut noda-noda matahari ini ialah tambahan –tamabahan tak teratur dan gelap.

Noda-noda itu dianggap sangat penting, tetapi dalam beberapa hal masih merupakan cirri-ciri yang masih penuh misteri.

Disamping noda-noda matahari, permukaan matahari juga memperlihatkan dua ciri utama yaitu :

1. Daerah-daerah yang tak teratur yang disebut fakula 2. Sebuah jaringan sel halus yang disebut granulasi fotosfer

Fakula merupakan daerah yang panas dan menyala terbentuk dari tanda tanda kecil yang terang sekali sampai dengan corengan-corengan yang besar sekali.

Fakula ini mirip dengan plage dalam kromosfer.

Fakula mempunyai susunan butir-butir kasar. Banyak ahli astronomi menganggap bahwa fakula merupakan massa gas yang maha besar yang lebih panas dari pada bagian lainnya permukaan matahari yang bersifat gas.

Granulasi fotosfer tampak seperti butiran-butiran yang padat dan cerah. Butir- butiran itu dipisahkan satu dengan yang lainnya oleh batas-batas yang gelap.

Diameter sebuah butiran khusus atau sel berukuran sekitar 1.600 km yang

(9)

sebenarnya hanya merupakan daerah kecil jika dibandingkan dengan daerah permukaan matahari yang sangat luas lainya.

Para ahli astronomi beranggapan bahwa granulasi fotosfer merupakan gas fotosfer yang terkena panas bergerak secara hebat dan berkesinambungan. Telah dibuat film tentang sel-sel itu yang tampak seperti cair yang sedang mendidih dan menghembuskan gas dari kedalaman matahari.

2.8 Ciri Khas Matahari

2.8.1 Prominensa (lidah matahari)

Adalah bagian Matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta seringkali berbentuk loop (putaran). Prominensa hanya dapat dilihat dari bumi dengan menggunakan bantuan teleskop dan filter. Prominensa terbesar yang pernah ditangkap oleh SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) diestimasi berukuran panjang 350 ribu km.

(10)

2.8.2 Bintik Matahari

Adalah granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer Matahari dengan jumlah yang tak terhitung. Bintik Matahari tercipta saat garis medan magnet Matahari menembus bagian fotosfer. Ukuran bintik Matahari dapat lebih besar daripada Bumi. Bintik Matahari memiliki daerah yang gelap bernama umbra, yang dikelilingi oleh daerah yang lebih terang disebut penumbra.

bintik matahari adalah spot-spot kecil berwarna hitam di permukaan matahari 2.8.3 Angin Matahari

Angin Matahari terbentuk aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atomosfer Matahari, yang bergerak ke seluruh tata surya. Partikel-partikel tersebut memiliki energi yang tinggi, namun proses pergerakannya keluar medan gravitasi Matahari pada kecepatan yang begitu tinggi belum dimengerti secara sempurna. Kecepatan angin surya terbagi dua, yaitu angin cepat yang mencapai 400 km/s dan angin cepat yang

(11)

mencapai lebih dari 500 km/s. Kecepatan ini juga bertambah secara eksponensial seiring jaraknya dari Matahari. Angin Matahari yang umum terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer Matahari.

2.8.4 Badai Matahari

Badai matahari ini berkaitan langsung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai matahari. Solar flare adalah ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma. Partikel berenergi tinggi yang dilepaskan oleh peristiwa solar flare, jika mengarah ke Bumi, akan mencapai Bumi dalam waktu 1-2 hari. Sedangkan radiasi elektromagnetik energi tingginya, akan mencapai Bumi dalam waktu hanya sekitar 8 menit.

CME adalah pelepasan material dari korona yang teramati sebagai letupan yang menyembur dari permukaan Matahari. Dalam semburan material korona ini, sekitar 2×1011 – 4×1013 kilogram material dilontarkan dengan energi sebesar 1022 – 6×1024 joule. Material ini dilontarkan dengan kecepatan mulai dari 20 km/s sampai 2000 km/s, dengan rata-rata kecepatan 350 km/s. Untuk mencapai Bumi, dibutuhkan waktu 1-3 hari.

Matahari kita memiliki siklus keaktifan dengan periode sekitar 11 tahun. Siklus keaktifan ini berkaitan dengan pembalikan kutub magnetik di permukaan Matahari. Keaktifan Matahari ini bisa dilihat dari jumlah bintik matahari yang teramati. Saat keaktifan Matahari mencapai maksimum, kita akan mengamati bintik matahari dalam jumlah paling banyak di permukaan Matahari. Dan pada saat keaktifan Matahari mencapai maksimum inilah, angin matahari lebih

‘kencang’ dari biasanya dan partikel-partikel yang dipancarkan juga lebih energetik. Dan peristiwa solar flare dan CME dalam skala besar juga lebih dimungkinkan untuk terjadi.

Dengan kata lain, saat keaktifan Matahari mencapai maksimum, Bumi akan lebih banyak

(12)

dipapar dengan partikel-partikel bermuatan tinggi (lebih tinggi dari biasanya) dan radiasi elektromagnetik energi tinggi.

Partikel-partikel bermuatan yang dipancarkan dari peristiwa solar flare dan CME, saat mencapai Bumi, akan berinteraksi dengan medan magnetik Bumi. Interaksi ini akan menyebabkan gangguan pada medan magnetik Bumi buat sementara.

Badai Matahari seringkali terjadi bersamaan dengan luapan massa korona. Badai Matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi. Badai Matahari yang pertama kali tercatat dalam pustaka astronomi adalah pada tanggal 1 September 1859. Dua peneliti, Richard C. Carrington dan Richard Hodgson yang sedang mengobservasi bintik Matahari melalui teleskop di tempat terpisah, mengamati badai Matahari yang terlihat sebagai cahaya putih besar di sekeliling Matahari. Kejadian ini disebut Carrington Event dan menyebabkan lumpuhnya jaringan telegraf transatlantik antara Amerika dan Eropa.

2.9 Spektrum Matahari

Tiap-tiap bagian permukaan bumi itu secara tetap memancarkan energi sebesar 3,91023 kilowatt. Kira-kira seperdua billion darinya dalam bentuk sinar matahari dapat mencapai bumi. Sinar matahari itu adalah campuran dari warna-warna. Jika sinar itu melalui sebuah prisma gelas, beberapa sinar ini terbias lebih dari bagian-bagian yang lain. Sinar yang meninggalkan prisma ini terurai ke dalam beberapa berkas warna yang disebut spektrum.

Warna-warna itu berturut-turut bergeser dari warna merah melalui warna jingga, kuning, hijau, biru dan nila sampai ke warna violet.

Spektrum ini di belah-belah oleh garis-garis yang tajam-kelam. Peristiwa ini menandakan bahwa beberapa sinar yang mempunyai gelombang-gelombang tetentu telah di absorpsi waktu melalui lapisan gas yang “dingin” yang berada di atas permukaan matahari. Garis itu disebut garis-garis fraunhofar, sesuai nama orang yang telah menemukannya.

(13)

2.12 Gerak Matahari

Setiap hari matahari terbit di ufuk timur, lalu bergerak makin lama makin tinggi, pada tengah hari ia mencapai kedudukan tertinggi pada hari itu dan matahari dikatakan sedang berkulminasi. Setelah tengah hari ia meneruskan perjalanannya bergerak semakin lama semakin rendah dan senja hari terbenam di ufuk barat.

Perjalanan matahari menurut arah timur-barat, bukanlah gerak hakiki melainkan disebabkan oleh rotasi bumi, dalam waktu 24 jam menurut arah barat-timur. Salah satu bidang yang tegak lurus pada poros bumi adalah khatulistiwa bumi dan jika ditarik khayal hingga mencapai bola langit, akan memotong bola langit pada suatu lingkaran yang dinamakan ekuator langit.

Tempuhan harian matahari dan semua benda langit termasuk bulan, planet dan bintang- bintang yang tetap senantiasa berbentuk lingkaran yang sejajar dengan ekuator langit.

Lingkaran tempuhan harian matahari di bagi dua oleh horizon, yaitu bagian atas horizon = siang, bagian bawah horizon = malam.

Seperti bumi, matahari berputar pada sumbunya. Matahari juga berputar atau berotasi dari barat ke timur. Akan tetapi, matahari tidak berputar pada kecepatan yang sama dimana-mana.

Beberapa bagian berputar lebih cepat dari pada bagian-bagian. Para ahli astronomi mempunyai beberapa cara untuk menghitung kecepatan rotasi matahari.

Rotasi menjadi lebih lambat sewaktu menjauhi ekuator. Di kutub utara dan kutub selatan periode menjadi 34 hari. Perbedaan hampir sepuluh hari dalam periode di antara ekuator dan kutub-kutub matahari ini terjadi karena kenyataan bahwa matahari itu tidak padat.

Matahari mempunyai dua gerakan sekali “jalan” yaitu sebagai berikut :

a. Berputar mengelilingi sumbunya, lamanya 26,9 hari (di bumi) sekali putaran.

Ternyata bila, sekelompok noda-noda matahari pada suatu ketika tampak berada di sebelah pinggir kanan bulatan matahari., kira-kira dua minggu kemudian kelihatan lagi noda-noda matahari di sebelah kiri.

b. Selain itu matahari juga bergerak pula di antara rasi-rasi bintang dengan kecepatan 20 km/detik. Gerakan ini menuju ke suatu langit yang disebut apex Perputaran matahari dengan sumbunya ini ternyata arahnya sama dengan arah perputaran bumi dan bulan mengelilingi sumbunya masing-masing, searah pula dengan arah peredaran bumi mengelilingi bumi dan perputaran bulan mengelilingi bumi.

2.11.1 Gerakan Semu Matahari

(14)

Adanya pergantiam musim sepanjang tahun disebabkan oleh gerak semu matahari.

Gerak semu ini adalah peredaran matahari jika dilihat dari bumi sepanjang tahun.

Pada tanggal 21 Juni, matahari akan terbit di koordinat 23,5 derajat, atau sejauh 23,5 derajat arah utara dari khatulistiwa. Sebaliknya di bulan Desember tanggal 22, matahari terbit di -23,5 derajat, atau sejauh 23,5 derajat arah selatan khatulistiwa.

Karena kemiringan itu, wilayah yang diterangi matahari sepanjang tahun berbeda- beda. Selama setengah tahun, matahari lebih banyak menerangi wilayah utara ketimbang wilayah selatan, dan setengah tahun berikutnya hal sebaliknya yang terjadi. Jika fenomena ini diamati sepanjang tahun dari bumi, maka terlihat seolah-olah matahari itu bergerak dari utara ke selatan selama setengah tahun, dan kemudian balik lagi bergerak dari selatan ke utara pada setengah tahun berikutnya.

Dalam bola langit, lintasan gerak semu matahari itu disebut ekliptika.

(15)

Deklinasi Matahari

Lintasan semu matahari itu menggambarkan adanya perubahan deklinasi matahari secara periodik. Deklinasi adalah jarak sudut antara sebuah benda langit dengan

“khatulistiwa langit”. Khatulistiwa langit ini sendiri merupakan proyeksi khatulistiwa bumi terhadap bola langit – kalau diambil asumsi bahwa langit berbentuk bola. Jadi, deklinasi itu analog dengan lintang di bumi.

Deklinasi matahari selalu bertambah dan berkurang setiap hari secara periodik.

Pertambahan/pengurangannya per hari adalah kira-kira sebesar 0.9856 derajat.

Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk deklinasi matahari berubah dari +23,5 derajat ke -23,5 derajat adalah 182,6211 hari.

Equinoxes dan Solstices

Equinox maksudnya adalah saat malam dan siang sama panjang di seluruh permukaan bumi. Bagi orang di khatulistiwa, tiap saat malam dan siang itu sama saja panjangnya. Namun tidak demikian dengan orang lain yang ada di kawasan utara atau kawasan selatan. Pada musim dingin, orang Eropa merasakan malam yang lebih panjang ketimbang siang, dan pada saat yang bersamaan, orang di Australia merasakan siang yang lebih lama. Nah, pada saat equinox ini orang utara atau selatan itu merasakan panjang siang dan malam yang sama.

Solstice maksudnya “matahari tetap” kalau diterjemahkan dari bahasa Yunani.

Disebut begitu karena matahari pada tanggal-tanggal solstice tampak tidak banyak

(16)

bergerak ke utara ataupun ke selatan. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, sepanjang tahun matahari bergerak dari deklinasi +23,5 derajat ke -23,5 derajat lalu kembali lagi ke +23,5 derajat. Tanggal-tanggal solstice merupakan “titik balik” nya.

Equinox dan solstice terjadi dua kali dalam setahun, yakni tanggal 21 Maret dan 23 September (equinox) serta 21 Juni dan 22 Desember (solstice).

Bagi manusia yang tinggal di kawasan dengan 4 musim, saat equinox dan solstice ini juga menjadi penanda pergantian musim. Sebagai contoh, di kawasan utara, tanggal 21 Maret (Vernal Equinox) adalah penanda masuknya musim semi, 21 Juni (spring solstice) masuk musim panas, 23 September (autumnal equinox) masuk musim gugur dan 22 Desember (winter solstice) masuk musim dingin.

“Matahari Tak Pernah Tenggelam”

Di kawasan kutub utara dan selatan, ada waktu-waktu dimana siang itu berlangsung sepanjang hari, atau malam berlangsung sepanjang hari. Maksudnya, ada beberapa waktu dimana matahari tak pernah tenggelam (siang terus) walaupun jam tangan dan kalender sudah menunjukkan pergantian hari. Di waktu lain, matahari malah tak pernah terbit (malam terus).

Hal ini juga merupakan efek dari gerak semu matahari tadi. Ketika matahari beredar di belahan utara (deklinasi positif), orang eskimo di kutub utara akan melihat matahari terus sepanjang hari, dan pinguin di kutub selatan malah tak pernah melihat matahari.

Hal sebaliknya terjadi kalau matahari beredar di belahan selatan (deklinasi negatif).

2.13 Manfaat dan Peran Matahari

Matahari adalah sumber energi bagi kehidupan. Matahari memiliki banyak manfaat yang sangat penting bagi kehidupan seperti:

(17)

1. Panas Matahari memberikan suhu yang pas untuk kelangsungan hidup organisme di Bumi. Bumi juga menerima energi Matahari dalam jumlah yang pas untuk membuat air tetap berbentuk cair, yang mana merupakan salah satu penyokong kehidupanSelain itu panas Matahari memungkinkan adanya angin, siklus hujan, cuaca, dan iklim.

2. Cahaya Matahari dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan berklorofil untuk melangsungkan fotosintesis, sehingga tumbuhan dapat tumbuh serta menghasilkan oksigen dan berperan sebagai sumber pangan bagi hewan dan manusia. Mahluk hidup yang sudah mati akan menjadi fosil yang menghasilkan minyak Bumi dan batu bara sebagai sumber energi. Hal ini merupakan peran dari energi Matahari secara tidak langsung

3. Panel surya dipasang di atap rumah untuk menangkap sinar Matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

4. Pembangkit listrik tenaga Matahari adalah mode baru pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan. Pembangkit listrik ini terdiri dari kaca-kaca besar atau panel yang akan menangkap cahaya Matahari dan mengkonsentrasikannya ke satu titik. Panas yang ditangkap kemudian digunakan untuk menghasilkan uap panas bertekanan, yang akan dipakai untuk menjalankan turbin sehingga energi listrik dapat dihasilkan. Prinsip panel surya adalah penggunaan sel surya atau sel photovoltaic yang terbuat dari silikon untuk menangkap sinar Matahari. Sel surya sudah banyak dipakai untuk kalkulator tenaga surya. Panel surya sudah banyak dipasang di atap bangunan dan rumah di daerah perkotaan untuk mendapatkan listrik dengan gratis.

5. Pergerakan rotasi Bumi menyebabkan ada bagian yang menerima sinar Matahari dan ada yang tidak. Hal inilah yang menciptakan adanya hari siang dan malam di Bumi.

Sedangkan pergerak Bumi mengelilingi Matahari menyebabkan terjadinya musim.

6. Matahari menjadi penyatu planet-planet dan benda angkasa lain di sistem tata surya yang bergerak atau berotasi mengelilinya. Keseluruhan sistem dapat berputar di luar angkasa karena ditahan oleh gaya gravitasi Matahari yang sangat besar.

(18)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Matahari termasuk bintang berwarna putih yang berperan sebagai pusat tata surya. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan. Panas Matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Tanpa Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.

(19)

Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi, yaitu berjarak rata-rata 149.600.000 kilometer (92,96 juta mil). Jarak Matahari ke Bumi ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 150 juta km.

Matahari merupakan bola gas mahabesar yang menyala dan panasnya luar biasa.

Diameter matahari kira-kira 1.400.000 km lebih dari 100 kali diameter bumi. Massa matahari sama dengan 333.420 kali massa bumi. Karena berat jumlah gasnya mahabesar , tekanan pada pusat matahari lebih dari satu juta metric ton setiap cm2..

Beberapa proses terbentuknya matahari : 1. Awan Gas yang Mengerut 2. Tarikan Gravitasi

3. Hampir Menjadi Bintang 4. Sebuah Bintang Lahir 5. Matahari sekarang

3.2 Saran

Dengan adanya makalah ini, diharapkan para mahasiswa, khususnya bagi penulis sendiri agar lebih muda memahami secara mendalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi yang dikaji dalam mata kuliah KOSMOGRAFI.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian menunjukan sistem penjejak matahari telah berhasil mendeteksi posisi cahaya, kemudian rangka penjejak sinar matahari telah berhasil menggerakan dua buah

Namun, paparan terhadap sinar matahari dapat juga menyebabkan kanker kulit dan kelainan lain pada organ tubuh, termasuk mata, sehingga anda perlu mengetahui bagaimana menikmati

Ada beberapa cara meningkatkan intensitas berkas cahaya matahari yang menyinari permukaan sel surya antara lain: melewatkan berkas cahaya matahari melewati

Pembersih wajah yang mengandung minyak biji bunga matahari akan membantu mengurangi pigmentasi pada kulit sehingga kulit akan tampak sehat dan bercahaya, dan

Pengaruh perbedaan intensitas cahaya matahari terhadap jaringan epidermis tanaman Anggrek adalah adanya perbedaan jumlah stomata, dimana daun yang terkena sinar

Pada saat Bumi berevolusi, sinar matahari jatuh pada permukaan Bumi dengan sudut yang bervariasi untuk daerah yang berbeda di permukaan Bumi, karena sumbu rotasi

Ketika matahari terbenam di ufuk barat, permukaan bumi tidak langsung gelap. Hal ini disebabkan ada partikel-partikel di angkasa yang membias sinar matahari,

Bumi Matahari Sebuah planet Sebuah bintang Mengelilingi Matahari Memantulkan cahaya Bulan Memantulkan sinar Matahari Mengelilingi Bulan Revolusinya menyebabkan fase Bulan yang