Puteri Indonesia
5 bahasa
Halaman
Pembicaraan
Baca
Sunting
Sunting sumber
Lihat riwayat Perkakas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Putri Indonesia)
Artikel ini bukan mengenai Miss Indonesia atau Puteri Muslimah Indonesia.
Untuk kompetisi tahun ini, lihat Puteri Indonesia 2024.
Puteri Indonesia
ꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦ
Logo Puteri Indonesia
Singkatan PI
PPI
Tanggal pendirian 8 Maret 1992; 31 tahun lalu
Didirikan di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Tipe Kontes kecantikan
acara televisi Lokasi
Indonesia Lokasi
Jakarta Convention Center (lokasi kompetisi)
Jumlah anggota Miss International
Miss Supranational
Miss Charm Bahasa resmi Indonesia dan Inggris
Presiden dan CEO Mooryati Soedibyo[1] [2]
Ketua Putri Kuswisnu Wardani
Slogan/Motto 3B (Brain, Beauty, Behavior)
Acara terkait Rendezvous with Miss Universe (2013–2020) Rendezvous Puteri Indonesia (2023–sekarang) Organisasi induk Yayasan Puteri Indonesia (dibawah naungan PT
Mustika Ratu Tbk[3] [4] )
Anak organisasi Puteri Indonesia Pariwisata
Puteri Indonesia Lingkungan
Anggaran US$100 juta (setiap tahun)[1][2]
Situs web www.puteri-indonesia.com
Puteri Indonesia (Jawa: ꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦꦦ; bahasa Inggris: Princess of Indonesia) adalah acara televisi–kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Kontes ini memilih pemenang untuk
mewakili Indonesia pada salah satu Empat Besar kontes kecantikan utama, yaitu Miss International. Kontes ini juga memilih perwakilan untuk Miss Supranational dan Miss Charm. Puteri Indonesia secara tradisional diadakan pada bulan Maret, bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional.[5][6][7]
Pemegang gelar terkini adalah Farhana Nariswari Wisandana dari Provinsi Jawa Barat 1 yang dinobatkan Puteri Indonesia 2023 pada tanggal 19 Mei 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Indonesia. Ia mewakili Indonesia di edisi ke-61 dari kontes kecantikan Miss International.[8]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Presiden dan CEO Puteri Indonesia, Puteri Tertinggi Kerajaan dari Kasunanan Surakarta, Mooryati Soedibyo bertemu dengan Presiden Joko
Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. Yayasan
Puteri Indonesia berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo, didampingi para
pemenang Puteri Indonesia 2022, Harnaaz Sandhu (Miss Universe 2021) dan Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia) di Istana Merdeka.
Presiden-pemilik Puteri Indonesia adalah Keluarga Tertinggi dari Kerajaan Kasunanan Surakarta, Putri Mooryati Soedibyo[1] [2][9] dan Putri Putri Kuswisnuwardhani.[10][11] Kontes ini didirikan pada tahun 1992 dan dianggap sebagai kontes kecantikan nasional tertua
di Indonesia, dengan Puteri Indonesia pertama adalah Indira Paramarini Sudiro yang dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 1992 dan memenangkan gelar Miss ASEAN 1991.
[12] Di mana Puteri Indonesia 1996, Alya Rohali menjadi pemegang gelar dengan masa jabatan terlama dalam sejarah kontes, dari tahun 1996 hingga 1999.[13]
Puteri Indonesia mulai memilih pemenang untuk peserta Miss Universe
1993 di Meksiko, tetapi pada saat malam karantina, pemenangnya ditarik dan terpaksa mengundurkan diri dari kontes tersebut oleh mantan Ibu Negara, Ibu Tien Suharto yang merupakan istri mendiang presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.[14] Begitu juga dengan Venna Melinda yang juga pemenang kontes tersebut untuk menjadi wakil Indonesia di Miss Universe 1994, namun hanya sebagai pengamat saja. Sementara itu, Susanty Manuhutu dan Alya Rohali adalah dua kontestan perwakilan resmi dari Indonesia untuk pertama kalinya dikirim sebagai peserta Miss Universe, yaitu di tahun 1995 dan 1996. Setelah era reformasi bergulir, pemenang Puteri Indonesia kembali dikirim ke Miss Universe (hingga tahun 2022), Miss World (hanya di tahun 2005), dan Miss International setelah mendapat dukungan dan izin yang besar dari Megawati Soekarnoputri yang terpilih sebagai Presiden Wanita Indonesia yang pertama. Sejak saat itu kontes Puteri Indonesia diadakan secara rutin setiap tahun dan pemenangnya dikirim ke kontes kecantikan tingkat internasional (Miss Universe, Miss International, Miss Supranational dan Miss Charm), dimulai dengan Artika Sari Devi Kusmayadi yang mewakili Indonesia pada Miss Universe 2005 di Thailand, diikuti dengan Rahma Landy Sjahruddin pada Miss International 2007 di Jepang, Alessandra Khadijah Usman pada Miss Asia Pacific World 2011 di Chili, Cok Istri Krisnanda
Widani pada Miss Supranational 2013 di Belarusia dan Lulu Zaharani Krisna WIdodo yang bertanding di Miss Charm 2024 di Vietnam.[15][16]
"Indonesian Pageant-Lover" memberikan
dukungannya saat para kontestan bertanding pada malam penobatan terakhir Puteri Indonesia 2020.
Kontes Puteri Indonesia secara tradisional diadakan pada bulan Maret, bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional. Puteri Indonesia diadakan setiap tahun untuk menobatkan tiga pemenang utama, yaitu Puteri Indonesia (Miss
International Indonesia), Puteri Indonesia Lingkungan (Miss Supranational Indonesia) dan Puteri Indonesia Pariwisata (Miss Charm Indonesia); masing-masing akan
mewakili Indonesia di kontes kecantikan Internasional masing-masing.[17] Seleksi calon Puteri Indonesia dimulai dari tingkat provinsi, calon terpilih akan bersaing dalam kontes nasional, yang diadakan setiap tahun di Jakarta. Biasanya setiap tahun,
pemenang Miss Universe (sebelum 2022), Miss International, Miss
Supranational dan Miss Charm (setelah 2022) menghadiri penobatan Puteri Indonesia sebagai bintang tamu kehormatan.[18] Organisasi Puteri Indonesia didukung secara luas oleh Presiden dan Kabinet Republik Indonesia.
Pada tahun 2019, Joko Widodo mengumumkan Puteri Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Indonesia,[19] yang mengusung nilai-nilai kebersamaan budaya dan masyarakat Indonesia, untuk merayakan peran perempuan dalam industri kreatif, lingkungan, pariwisata, pendidikan dan kesadaran sosial.[20] Umumnya, malam penobatan terakhir dari kontes ini disiarkan setiap tahun di Indosiar pada
edisi 2000 hingga 2018 dan sempat juga tayang di RCTI pada edisi 1995 dan 1996, tetapi pada edisi 1994, 2007 dan 2019 hingga sekarang ditayangkan di SCTV.[21][22]
Sejak 2023, pemenang utama Puteri Indonesia tidak lagi dikirim ke ajang Miss Universe karena kehilangan lisensi untuk Indonesia dari Organisasi Miss Universe Indonesia.[23] Ini menjadi berakhirnya kontrak lisensi antara Yayasan dengan Organisasi Miss Universe yang telah berjalan selama 30 tahun terakhir. Sebagai gantinya,
Yayasan telah mengumumkan secara resmi bahwa telah mendapatkan hak untuk mengirim perwakilan mereka dan menjadi pemegang lisensi nasional atas kontes kecantikan yang berbasis di Vietnam, Miss Charm.[24][25]