• Tidak ada hasil yang ditemukan

perlindungan hukum bagi kelompok tani dalam hal

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "perlindungan hukum bagi kelompok tani dalam hal"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Mengingat masalah alih fungsi lahan pertanian pangan khususnya lahan pertanian (sawah) menjadi lahan non pertanian dimana konvensi lahan berlangsung setiap tahun. Mekanisme penetapan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian harus mendapat persetujuan dari instansi terkait. Negara juga memiliki kekuatan untuk melindungi lahan pertanian pangan dengan melarang alih fungsi lahan pertanian non pangan.

Sementara itu, lahan pertanian pangan di Indonesia semakin berkurang akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Strategi Pengendalian Konversi Fitur Lahan Pertanian Berbasis Partisipasi Masyarakat, Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian Volume 5 Nomor 2. Upaya Strategis Pengendalian Konversi Lahan Pertanian dan Perlindungan Lahan Pertanian Produktif Harus Didukung Peraturan Perundang-Undangan.

Analisis penyebab alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian di kabupaten/kota dalam Jurnal Eco-Regional Provinsi Jawa Tengah, Volume 10, Edisi 1. Berdasarkan izin drainase lahan yang dilakukan di Kota Kediri tahun 2006, terdapat mengubah lahan pertanian non pertanian seluas 19.562 ha7. Alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan pemukiman mencerminkan kepentingan pemilik modal dan melibatkan pemangku kepentingan lainnya di lingkungan pemerintahan.

Akibatnya, lahan sawah milik petani merupakan objek lahan pertanian yang paling rentan terhadap alih fungsi lahan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Secara Teoritis

Secara Praktis a. Bagi Petani

Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan referensi bagi masyarakat umum mengenai penentuan areal yang akan digunakan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan. Masyarakat dapat lebih memahami konsep perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, tujuan penerapan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan dengan pangan, dan juga dapat mengawasi pelaksanaan peraturan tersebut untuk memastikan bahwa peraturan tersebut dilaksanakan dengan baik.

Penelitian Terdahulu

Bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi kelompok tani jika terjadi alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi lahan non pertanian. Strategi alternatif prioritas adalah dari aspek ekologi, bahwa aspek lahan pertanian sangat erat kaitannya dengan kelestarian lingkungan. Bagaimana mekanisme penetapan alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang.

Jumlah konversi dalam lima tahun terakhir sebesar 1.898 hektar karena ditetapkannya kebijakan mengenai lahan pertanian pangan berkelanjutan 2.

Definisi Konseptual

Perlindungan hukum adalah pemberian perlindungan terhadap hak asasi manusia yang dirugikan oleh orang lain dan perlindungan ini diberikan kepada masyarakat agar mereka dapat menikmati semua hak yang diberikan oleh hukum. Petani sebagai perseorangan yang memiliki ciri-ciri perseorangan yang dapat dilihat oleh pelaku yang kasat mata dalam pelaksanaan kegiatan pertanian, menurut pasal 1 ayat (3) undang-undang no. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menyatakan bahwa petani adalah warga negara. orang perseorangan Indonesia dan/atau keluarganya yang melakukan kegiatan pertanian di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan/atau peternakan.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan adalah kawasan lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten dalam rangka menghasilkan pangan pokok untuk kemandirian, keamanan, dan kedaulatan pangan nasional. . Dalam penelitian ilmiah, definisi konseptual dan landasan teoritis merupakan landasan yang sangat penting untuk dijadikan acuan sebagai cara bagi penulis untuk memahami masalah dan menyelesaikannya dengan lebih baik. Teori berasal dari kata theoria dalam bahasa latin yang berarti kontemplasi, yang dalam kata thea dalam bahasa yunani yang pada hakikatnya mengandung arti sesuatu yang disebut realistik.

Dari akar kata thea muncul kata modern theater yang berarti pertunjukan atau tontonan. Teori hukum adalah cabang ilmu hukum yang menganalisis secara kritis dalam perspektif interdisipliner dari berbagai manifestasi (fenomena) hukum secara terpisah atau secara keseluruhan, baik dalam konsepsi teoritis maupun dalam implementasi praktis, dengan tujuan untuk pengetahuan yang lebih baik dan gambaran yang lebih jelas tentang hukum. bahan hukum ini14 . Uji teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kepastian Hukum dan Teori Perlindungan Hukum.

Konsep adalah salah satu bagian terpenting dari teori, Definisi Konseptual diterjemahkan sebagai upaya untuk mengungkapkan sesuatu dari abstrak ke dalam kata-kata, yang dapat membantu untuk memahami. Oleh karena itu, untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini, beberapa konsep dasar harus didefinisikan agar hasilnya secara konseptual sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Sistematika Penulisan

Pendahuluan

Tinjauan Pustaka

Metode Penelitian

Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Saran

Kebijakan konversi lahan pertanian yang dilakukan oleh suatu negara termasuk Indonesia bertujuan untuk mengatur ketersediaan lahan pertanian agar tetap stabil dan tidak menyusut, tidak mudah/cepat rusak (tetap berfungsi dengan baik) sebagai akibat dari tindakan/pemanfaatan. penduduknya, karena pada dasarnya alih fungsi lahan terjadi pada zaman dahulu yang bertujuan untuk melestarikan kehidupan manusia. Dengan demikian, alih fungsi lahan pertanian di sini dapat berupa tindakan untuk meningkatkan fungsi dan efisiensi lahan pertanian pada lahan sejenis dan atau mengubah/mengubah fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, yang sebagian secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kondisi tersebut. tanah, kecuali bahwa itu dapat menjadi sumber ketegangan atau konflik antara individu atau kelompok dan bahkan antar negara. Kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebenarnya merupakan langkah awal yang memerlukan tindak lanjut, yaitu bagaimana isi ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Lestari dimaknai secara keseluruhan, khususnya dalam kaitannya dengan politik hukum dan tujuan pembentukan hukum.

Peraturan Perundang-undangan Tata Ruang Tentang Perubahan Kebijakan Hukum Tata Ruang dalam Peraturan Daerah di Kota Semarang. Persoalan Hukum dan Keadilan dalam Konteks Implementasi Kebijakan di Bidang Pertanahan, Penataan Ruang dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Urgensi lahan pertanian pangan permanen dalam perspektif ketahanan pangan di Arsyad S dan Rustiadi E Menghemat lahan, air dan lingkungan.

Pengelolaan sumber daya lahan dan pertanian berkelanjutan di Arsyad dan Rustiadi E, menyelamatkan tanah, air dan lingkungan. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Alih Fungsi Lahan di Kawasan Perkotaan (studi kasus di Kota Bandung dan Yogyakarta), Jurnal Masalah Sosial Jilid 6 Nomor 2.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut (Arsyad, 2013), berpendapat bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, motivasi