• Tidak ada hasil yang ditemukan

perlindungan konsumen terhadap driver ojek online

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perlindungan konsumen terhadap driver ojek online"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Banyak pemberitaan di media massa yang membuat para driver Go-Jek khawatir dengan pemesanan Go-Food yang dilakukan oleh konsumen tidak bertanggung jawab yang melakukan pemesanan fiktif. Jika pemesanan dengan metode pembayaran tunai di tempat tujuan (konsumen) dilakukan oleh konsumen yang tidak bertanggung jawab dan beritikad buruk, maka akan sangat merugikan pengemudi Go-Jek.

Rumusan Masalah

Perlindungan hukum yang diberikan kepada driver Go-Jek yang mengalami pesanan fiktif yang dilakukan oleh konsumen yang tidak bertanggung jawab tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, hal ini juga berkaitan dengan adanya hak dan kewajiban, dalam hal ini yang ditimbulkan oleh seseorang harus dimiliki secara sah. subjek dalam kaitannya dengan sesama manusia dan lingkungannya. Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti terdorong untuk menyusun, mengkaji dan meneliti penulisan skripsi yang berjudul “PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP DRIVER OJEK ONLINE DALAM MELAKUKAN PESANAN FIKTITIUS PADA APLIKASI GO-JEK UNTUK GO-FOOD PESANAN DI KOTA SURABAYA”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

Suatu perjanjian ada apabila suatu perjanjian memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata, antara lain sebagai berikut. Kata “setuju” mengandung arti bahwa suatu perjanjian tidak boleh timbul karena kesalahan atau ketidaktahuan, termasuk adanya paksaan ketika seseorang melakukan suatu perbuatan karena takut akan suatu ancaman (Pasal 1324 KUHPerdata). Suatu perjanjian harus menentukan jenis-jenis hal yang telah disepakati. Jika tidak ada hal yang disepakati, maka perjanjian itu batal.

Sistem terbuka berarti bahwa mereka yang tunduk pada suatu perjanjian bebas menentukan hak dan kewajibannya. Asas ini juga dapat dikatakan sebagai asas kebebasan berkontrak, yaitu suatu perjanjian yang dibuat secara sah, sah menurut hukum bagi yang membuatnya. Asas ini mengandung arti bahwa suatu perjanjian lahir sejak tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak.

Prinsip ini bermaksud bahawa sebarang perjanjian hanya mengikat pihak yang membuat perjanjian.

Metode Penelitian

Bahan hukum primer ini merupakan bahan hukum yang diperoleh dari sumber informasi terpilih yaitu melalui wawancara atau dokumentasi selama berada di lapangan untuk memperoleh bahan hukum yang berkaitan dengan rumusan masalah skripsi. Bahan hukum sekunder adalah bahan hukum yang dapat diambil dari berbagai sumber tertentu yang kemudian digunakan sebagai penunjang atau pelengkap bahan hukum primer. Bahan hukum sekunder penelitian ini berasal dari jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, artikel, literatur dan dokumentasi yang berkaitan dengan tesis.

Wawancara merupakan suatu cara pengumpulan bahan hukum secara tatap muka atau dapat juga dilakukan melalui media tertentu. Penulis menggunakan metode pengumpulan bahan hukum dengan mewawancarai responden secara langsung melalui tanya jawab. Metode pengumpulan bahan hukum melalui literatur yang ada dalam kajian literatur yang dikorelasikan dengan permasalahan yang diteliti.

Penelitian ini menggunakan metode induktif yang menganalisis bahan hukum tertentu atau bahan hukum yang diperoleh dari lokasi langsung.

Sistematika Penulisan

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGEMUDI GO-JEK

Gambaran Umum Perusahaan Go-Jek

Hingga saat ini, Go-Jek memiliki 20 layanan yang dapat digunakan penggunanya, mulai dari transportasi, pemesanan dan pengantaran makanan, pengantaran barang, pembayaran, pijat hingga layanan membantu membersihkan segala sesuatu mulai dari rumah hingga kendaraan. Perusahaan yang kini berlogo Solv ini menandakan keinginan Go-Jek Indonesia untuk dapat memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam menjalani kehidupan melalui teknologi yang sudah mapan. Solv dapat menjadi simbol yang dapat diingat oleh pengguna bahwa Go-Jek mempunyai berbagai solusi yang dibutuhkan oleh penggunanya dalam kondisi apapun, memberikan kekuatan untuk mengatasi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pengingat bahwa dalam suatu permasalahan pasti ada solusinya. dan konsisten memiliki tagline karena bersama Go-Jek,.

Go-Jek turut serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian sosial di Indonesia. Dampak ekonomi yang diberikan oleh Go-Jek Indonesia adalah memberikan kontribusi sekitar US$3 miliar atau sekitar Rp. dalam perekonomian di Indonesia. Keberadaan Go-Jek juga menjadi pilihan banyak orang, ketika mereka bergabung dengan Go-Jek dan menjadi mitra driver maka kualitas hidup mitra meningkat -100%.

Bukan hanya mitra driver saja yang merasakan manfaatnya, namun mitra dagang di Indonesia dan Go-Jek telah membantu berkembangnya usaha UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), sebanyak 93% mitra UMKM mengalami peningkatan pesanan dan 55% .

Orderan Fiktif Go-Food yang di Peroleh Pengemudi Go-Jek

Syarat di atas harus dipenuhi jika ingin bergabung dengan layanan Go-Ride sebagai mitra Go-Jek, tidak ada persyaratan pendidikan saat menyewa driver. Pengemudi Go-Jek yang telah terdaftar sebagai mitra akan memiliki akun yang dapat digunakan untuk mengoperasikan dan menerima pesanan konsumen yang dapat dipilih dari seluruh layanan yang ada di aplikasi Go-Jek sehingga pengemudi dapat langsung menggunakan layanan tersebut untuk mendapatkan penghasilan. pendapatan dan konsumen juga menggunakan layanan untuk membantu mobilitas dan kenyamanan yang diinginkan. Pada layanan ini, pengemudi bertugas memesan makanan yang dipilih konsumen melalui aplikasi Go-Jek, kemudian pengemudi mengantarkan makanan tersebut ke lokasi yang diinginkan konsumen.

Apabila pengemudi telah membeli dan membayar pesanan yang dipesan oleh konsumen, maka pengemudi akan mengantarkannya kepada konsumen di lokasi yang ditentukan oleh konsumen. Pesanan fiktif terjadi apabila pesanan yang dilakukan oleh konsumen melalui layanan Go-Food dilakukan oleh suatu restoran dan diterima serta dibayar terlebih dahulu oleh driver Go-Jek, namun ketika sudah sampai di lokasi konsumen yang melakukan pemesanan tersebut. , mereka tiba-tiba tidak berada di lokasi pengiriman dan menunggu untuk tiba. mereka sudah beberapa lama tidak berada di lokasi. Perbuatan konsumen merupakan suatu perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata yaitu “Setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian pada orang lain, mengharuskan orang yang kesalahannya menimbulkan kerugian itu diberi ganti kerugian.” Penyebab tindakan konsumen terhadap driver Go-Jek adalah kerusakan harta benda akibat penggunaan uang pribadi driver Go-Jek untuk melakukan pemesanan konsumen melalui aplikasi Go-Jek untuk layanan Go-Food.

Tindakan konsumen ini merupakan tindakan itikad buruk yang dapat merugikan para eksekutif Go-Jek di layanan Go-Food.

Perlindungan Hukum Pengemudi yang Mendapatkan Orderan Fiktif

Mitra adalah penyedia layanan yang dipilih dan dipesan oleh pengguna dalam aplikasi Go-Jek. Go-Jek Indonesia mempunyai peran untuk bertanggung jawab sesuai dengan peran atau tugasnya untuk bertanggung jawab secara hukum. Sesuai dengan undang-undang dan tampak dari ketentuan perjanjian kemitraan Go-Jek yaitu PT.

Aplikasi Karya Anak Bangsa adalah pemilik aplikasi dengan merek Go-Jek yang sah untuk mendapatkan izin jasa penjemputan dan pengantaran barang dan/atau orang, jasa pengantaran barang atau jasa lainnya dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau empat. kendaraan atau jasa lainnya.20 . Aplikasi Karya Anak Bangsa dan Go-Jek Indonesia wajib bertanggung jawab kepada mitra yang menjadi korban. Karena bertugas memantau, mengawasi, memeriksa dan mengevaluasi sebelum pesanan fiktif dilakukan atau tidak, PT. Go-Jek Indonesia dan PT adalah.

Aplikasi Karya Anak Bangsa, sudah sesuai dengan tanggung jawab dan tugas penyelenggara aplikasi Go-Jek.

PERTANGGUNGJAWABAN DIPEROLEH PENGEMUDI GO-

Pengertian Tanggungjawab

Secara akal sehat, asas tanggung jawab ini dapat diterima karena memberikan keadilan kepada orang yang melakukan perbuatan salah untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan kepada korban yang merasa dirugikan. Dengan kata lain, tidak adil jika orang yang tidak berbuat salah harus mengganti kerugian orang lain. Prinsip vicarious liabilitas atau dikenal juga dengan istilah (respondeat superior, biarkan master yang menjawab), mengandung makna bahwa pemberi kerja atau atasanlah yang bertanggung jawab.

Dari segi tanggung jawab jelas bahwa jika suatu kesalahan terjadi dan ada yang melakukannya, maka yang terkena dampak harus bersedia mempertanggungjawabkan apa yang menimpa seseorang. Seperti dalam kasus ini, pemesanan aplikasi Go-Jek fiktif konsumen pada layanan Go-Food terjadi pada mitra driver Go-Jek saat ia sedang memenuhi kewajibannya memesan apa yang dipesan konsumen melalui layanan Go. -Aplikasi Jek. Oleh karena itu, Go-Jek harus bersedia bertanggung jawab atas pesanan palsu yang dialami mitra Go-Jek, memberikan kompensasi penuh kepada pengemudi Go-Jek yang terkena dampak pesanan palsu di layanan Go-Food.

Tanggung jawab diberikan kepada driver Go-Jek yang menerima pesanan layanan Go-Food fiktif.

Tanggungjawab yang Diberikan Untuk Pengemudi Go-Jek yang

Dengan kata lain, pesanan fiktif adalah pesanan palsu yang dilakukan oleh pengguna aplikasi Go-Jek pada layanan Go-Food. Sepuluh driver Go-Jek ini mempunyai pengalaman buruk saat menjadi mitra Go-Jek, di layanan Go-Food mereka menjadi korban pesanan fiktif yang dilakukan konsumen menggunakan aplikasi Go-Jek. Beberapa pengemudi Go-Jek bahkan menerima pesanan fiktif dari konsumen pengguna layanan Go-Food lebih dari dua kali.

Go-Jek terkena dampak pesanan fiktif yang dilakukan oleh konsumen yang tidak bertanggung jawab menggunakan layanan Go-Food di aplikasi Go-Jek, yang mana pihak PT. Jika nilai konsumen dalam memesan makanan buruk, pengelola harus mewaspadai pesanan fiktif yang dilakukan konsumen pengguna layanan Go-Food di aplikasi Go-Jek. Go-Jek Indonesia sangat baik dalam memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami mitra driver Go-Jek akibat pesanan fiktif yang dilakukan konsumen pengguna layanan Go-Food.

Tidak hanya layanan Go-Food saja, namun seluruh layanan tersedia di aplikasi Go-Jek.

KESIMPULAN

Go-Jek Indonesia selaku pengelola aplikasi Go-Jek memberikan kompensasi berupa materi berupa uang sesuai dengan kerugian yang dialami mitra pengelola Go-Jek yang dialami oleh pengguna aplikasi Go-Jek dalam layanan Go-Food. disebabkan. Go-Jek berupaya meningkatkan sistem keamanan pada aplikasi Go-Jek khususnya pada layanan Go-Food, sehingga dapat mengurangi bahkan mencegah terulangnya pesanan fiktif yang dilakukan konsumen. Go-Jek Indonesia bisa mengetahui apakah suatu pesanan memiliki indikasi fiktif atau tidak. Jika terdapat indikasi pesanan fiktif, maka sistem secara otomatis akan membatalkan pesanan yang dilakukan oleh konsumen yang memiliki indikasi pesanan fiktif tersebut.

SARAN

Referensi

Dokumen terkait

Melihat dari ketentuan penggunaan aplikasi GO-JEK saat ini bahwa secara keseluruhan isi dalam aplikasi tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1320

Pengguna aplikasi Go-Jek rata-rata bernada positif dan rating aplikasi Go-Jek terus meningkat setiap bulannya pada Google Play dan Apple Store. Ojek online salah satu

Dibalik kemudahan-kemudahan dari berbagai layanan yang ditawarkan oleh pihak Go-Jek salah satunya dalam hal pengiriman barang atau yang disebut Go-send terdapat

Aplikasi mobile GO-JEK menjadi objek penelitian dengan tagline “Hidup Tanpa Batas” dimana pengguna dapat memesan suatu layanan transportasi, gaya hidup, dan logistik dalam

Saat ini belum ada payung hukum yang mengatur tentang Go-jek online sebagai sarana transportasi yang digunakan oleh masyarakat, sehingga timbul keresahan pada

Penulis jurnal tersebut hanya menerangkan bagaiman menurut hukum Islam transaksi yang dilakukan melalui aplikasi Go-Jek dengan layanan Go-Food, yaitu transaksi layanan jual

Melihat tentang berbagai layanan yang disediakan GO-JEK Indonesia dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna sehingga akan membentuk sebuah citra pada

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa subjek yang mengetahui adanya garansi dan jaminan kesehatan dari layanan Go-Jek lebih banyak memiliki loyalitas pelanggan yang