Ting Nong Permainan
Permainan Ting Nong Permainan Ting Nong
Deskripsi
Deskripsi Sasaran Permainan Sasaran Permainan
2. Nilai kerja keras
5. Nilai Kesehatan 3. Nilai Kebersamaan
4. Nilai Ketangkasan dan Keseimbangan Diperlukan koordinasi dan keseimbangan yang baik dalam
melakukan permainan ting nong. Gerakan melompat bisa
melatih keseimbangan, koordinasi, dan refleks tubuh.
Dilihat dari aspek perkembangan anak yang memainkan permainan ting nong dapat melatih syaraf motorik. Kegiatan melompat pada permainan ini merupakan suatu kegiatan yang baik bagi tubuh. Secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat yang dalam permainan
ini memang memerlukan keterampilan tersendiri. Lama kelamaan, bila sering dilakukan, anak dapat tumbuh menjadi cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat serta terlatih. Permainan ini juga dapat membantu
mengurangi kejadian obesitas pada anak.
Keunggulan Keunggulan
Istilah “ting nong” pada permainan ini diibaratkan sebagai bunyi bel rumah. Secara sederhana permainan ini diartikan sebagai usaha pemain dalam memasuki rumah melewati 2 penjaga yang
digambarkan sebagai pagar masuk dengan cara menyelesaikan tantangan terlebih dahulu agar
dapat menempati rumah yang diinginkan.
Tantangan yang harus ditempuh adalah dengan cara melompat menggunakan 1 kaki.
Kata “ting nong” akan diucapkan penjaga ketika pemain telah menyelesaikan putaran yang dilakukan, kemudian pada hitungan terakhir putaran pemain dapat membentuk posisi kaki berbentuk V selebar-lebarnya dan mematung pada posisi yang dipilih. Hal ini menandakan bahwa
pemain telah berhasil menempati rumah atau daerah kekuasaannya.
Dalam arti lain permainan ting nong merupakan permainan lompat-lompatan melewati 2 penjaga
yang saling berpegangan tangan dengan posisi berjongkok. Kemudian, pemain melompat dengan satu kaki melewati tangan penjaga dan bergerak
pada arah yang diinginkan.
Nilai kebersamaan dan sosial terletak pada saat anak
bermain yang melibatkan interaksi
antar sesama.
Nilai sportivtas diperoleh anak melalui pembiasaan mengikuti aturan yang ada dalam permainan ting
nong.
Kerja keras pada permainan tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar
dapat melompati tangan penjaga dan berusaha menyelesaikan setiap putaran
dengan baik.
Saat melompat, anak telah melakukan olah raga sehingga mendapatkan
tubuh yang sehat, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan berat
badan, membantu meninggikan badan, serta membantu otot-otot dalam bekerja sehingga menjadi lebih sehat.
Permainan ini diperuntukkan bagi anak usia 10-12 tahun.
Karakteristik jasmani umur 10-12 tahun (kelas V dan VI) yang dimiliki antara lain; (1) pertumbuhan otot lengan, dan tungkai makin bertambah, (2) ada kesadaran mengenai badannya, (3) anak laki-laki menguasai permainan kasar, (4) pertumbuhan
tinggi dan berat badan tidak beda baik, (5) kekuatan otot tidak menunjang pertumbuhannya, (6) waktu reaksi makin baik, (7) perbedaan akibat jenis kelamin makin nyata, (8) koordinasi makin baik, (9) badan lebih sehat dan kuat, (10)
tungkai mengalami masa pertumbuhan yang lebih kuat bila dibandingkan dengan bagian anggota atas.
1. Nilai Sportivitas
Nilai-Nilai Permainan
Nilai-Nilai Permainan
Aturan Bermain Cara Bermain
#3 #6
#5
#1
#2
Sebelum bermain, pemain
#4
melakukan “hompimpah”
atau “ping sut” untuk menentukan siapa yang berhak bermain lebih dulu.
2 orang yang terakhir yang kalah hompimpah akan bertugas sebagai penjaga.
Pemain yang salah melakukan jumlah loncatan dan tidak memenuhi kriteria lebar
serta jarak kaki yang ditentukan, maka dianggap gugur. Pemain
yang gugur akan digantikan oleh salah satu
penjaga.
Pada putaran 7, pemain yang telah berhasil melakukan putaran diperbolehkan tidak ikut melakukan gerakan yang sama saat pemain lain
memulai gerakan.
Permainan akan dinyatakan selesai ketika pemain telah berhasil menyelesaikan
putaran dan berhasil memenuhi syarat dan ketentuan permainan.
Pemain yang telah melakukan putaran sebelumnya juga akan ikut melakukan gerakan
pemain yang mendapat giliran setelahnya.
Dalam permainan ting nong, pemain akan melakukan 7 kali putaran. Setiap putaran, pemain akan melompat menggunakan 1 kaki. Pada setiap hitungan terakhir putaran, pemain akan mencari posisi untuk membentuk posisi kaki berbentuk V selebar-lebarnya dan mematung pada posisi yang dipilih.
Pada putaran 1 pemain tidak perlu melompat menggunakan 1 kaki. Pemain hanya perlu melompati tangan penjaga kemudian membentuk posisi kaki berbentuk V. Sementara itu, pada putaran ke 7, pemain melompat tidak hanya dengan 1 kaki melainkan menggunakan 2 kaki. Gerakan dilakukan dengan menekuk kaki ke belakang dimana tumit diarahkan ke bokong sebanyak 7 kali kemudian barulah menggambil posisi V.
Sementara itu, penjaga bertugas menghitung jumlah lompatan pemain dalam putaran yang dilakukan.
Penjaga juga akan menghitung lebar posisi kaki pemain yang telah mematung dan berbentuk V serta menghitung jarak antara kaki pemain 1 dan pemain lainnya menggunakan hitungan jengkal tangan penjaga.
Misalnya, lebar kaki yang ditentukan adalah 5 jengkal dan jarak antara kaki pemain 1 dan yang lainnya adalah 2 jengkal tangan.
Jika jumlah lompatan, lebar serta jarak kaki pemain tidak sesuai dengan yang telah disepakati, maka pemain dianggap gugur. Pemain yang gugur akan digantikan oleh salah satu penjaga. Penjaga kemudian dapat melakukan “suit” untuk menentukan siapa yang akan menggantikan pemain yang gugur tersebut.
SCAN QR CODE FOR VIDEO TUTORIALS Pemain dapat memulai
permainan sesuai giliran
“hompimpah” tadi dari putaran ke 1. Setelah
pemain 1 selesai melakukan putaran,
pemain lain dapat memulai permainan.