Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENGGUNAAN PERANGKAT NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG STANDAR KUALIFIKASI JABATAN PADA PERANGKAT NEGARA. Standar kualifikasi ASN yang ditetapkan oleh Menteri dan mempunyai kode jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 berlaku di tingkat nasional.
PENDAHULUAN
UMUM
Untuk mendukung terwujudnya profesionalisme aparatur sipil negara dan penerapan sistem merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara, diperlukan standar kompetensi kerja yang terdiri atas kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial budaya. Standar kompetensi kerja merupakan persyaratan kompetensi minimal yang harus dimiliki seorang pejabat negara dalam menjalankan tugas jabatannya.
MAKSUD DAN TUJUAN
Standar kompetensi kerja yang ditetapkan menteri menjadi standar kinerja manajemen aparatur sipil negara yang diterapkan di tingkat nasional.
RUANG LINGKUP
PENGERTIAN
TIM PENYUSUN KAMUS KOMPETENSI TEKNIS DAN TIM PENYUSUN STANDAR KOMPETENSI JABATAN
Penyusunan standar kompetensi jabatan ASN memerlukan kamus kompetensi teknis, kamus kompetensi manajemen, dan kamus kompetensi sosial budaya. Kamus kompetensi sosial budaya disusun dan ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sebagaimana tercantum dalam Lampiran III.
TIM PENYUSUN KAMUS KOMPETENSI TEKNIS 1. Penyusunan Kamus Kompetensi Teknis
Tim Penyusunan Kamus Kompetensi Teknis dan Tim Penyusunan Standar Kompetensi Profesi dibentuk untuk menyusun Kamus Kompetensi Teknis dan Standar Kompetensi Profesi. Tim penyusunan kamus kompetensi teknis dibentuk di lingkungan kementerian/lembaga berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya.
TIM PENYUSUN STANDAR KOMPETENSI 1. Penyusunan Standar Kompetensi
TATA CARA PENYUSUNAN KAMUS KOMPETENSI TEKNIS Tahapan penyusunan Kamus Kompetensi Teknis, meliputi
Identifikasi kompetensi teknis dan unit kompetensi yang diperlukan atau dibutuhkan oleh para pemegang jabatan diperlukan untuk mencapai kinerja unggul dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Kompetensi umum (generik) adalah kompetensi teknis yang harus dimiliki oleh semua (setiap pekerjaan) yang menjalankan urusan negara.
PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN
Menyelenggarakan workshop dengan mengundang instansi terkait, pakar urusan pemerintahan, asosiasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat terkait untuk memperoleh masukan yang komprehensif terhadap seluruh aspek kompetensi yang diperlukan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Instansi penyusun kamus kompetensi teknis dan Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Kementerian Luar Negeri wajib menginformasikan kamus kompetensi teknis yang telah ditetapkan kepada instansi pemerintah melalui surat atau media informasi lainnya, sehingga dapat digunakan oleh instansi pengguna untuk menyusun standar kompetensi kerja. .
PENGUMPULAN DATA
IDENTIFIKASI KOMPETENSI
MENYUSUN PERSYARATAN JABATAN
Misalnya: untuk jabatan administratif, ukuran kinerjanya adalah jumlah dokumen, laporan, dan lain-lain (kuantitas); kelengkapan, kerapian dan kebenaran administrasi (mutu) dan/atau kecepatan waktu penyelesaian. Untuk posisi analis, ukuran kinerjanya adalah jumlah dokumen, laporan, dan lain-lain (kuantitas); kelengkapan, keakuratan data dan ketajaman hasil analisis (kualitas) dan/atau kecepatan waktu penyelesaian hasil analisis.
VALIDASI STANDAR KOMPETENSI DAN PERSYARATAN JABATAN
Tujuan konfirmasi adalah untuk memastikan bahwa kompetensi yang dirumuskan dalam standar kompetensi telah sesuai dengan uraian tugas atau uraian tugas jabatan yang akan ditetapkan kompetensinya. Hasil pengukuhan konsep standar kompetensi divalidasi dan disempurnakan dengan memperhatikan kesesuaian dan keterpaduan antara Job Description/Deskripsi Pekerjaan dengan standar kompetensi dan kategori kompetensi;
PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI JABATAN
KODE STANDAR KOMPETENSI JABATAN
PENUTUP
KERJASAMA
Mengupayakan dan memprioritaskan pengambilan keputusan berdasarkan penerapan standar keadilan dan etika yang tinggi di tingkat nasional. Menciptakan konsep kebijakan dan strategi untuk menerapkan sikap integritas dalam pelaksanaan tugas dan norma yang sejalan dengan nilai-nilai strategis organisasi. Memfasilitasi beragamnya kepentingan unit kerja lain untuk menciptakan sinergi guna mencapai tujuan kerja organisasi.
Mengembangkan sistem yang menghargai kolaborasi antar unit dan memberikan dukungan/dorongan untuk memastikan tercapainya sinergi untuk mencapai tujuan kerja organisasi. Menciptakan hubungan kerja yang konstruktif dengan menerapkan standar/etos/nilai kerja yang baik di dalam dan di luar organisasi;
KOMUNIKASI
Menggunakan saluran komunikasi formal dan informal untuk mencapai kesepakatan dengan tujuan meningkatkan kinerja di tingkat lembaga/nasional. Memulai sistem komunikasi yang melibatkan pemangku kepentingan sejak dini untuk mencari solusi dengan tujuan meningkatkan kinerja di tingkat lembaga/nasional.
ORIENTASI PADA HASIL Kode Kompetensi : M.04
Memberikan contoh kepada orang-orang di unit kerjanya untuk berusaha menerapkan metode kerja yang lebih efektif yang telah diterapkannya. Mendorong penggunaan sumber daya bersama antar unit kerja untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi. Memastikan mutu memenuhi standar dan konsistensi hasil kerja organisasi yang berkontribusi terhadap pencapaian tujuan prioritas nasional.
Membuat kebijakan untuk menerapkan metode kerja yang lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan prioritas nasional.
PELAYANAN PUBLIK Kode Kompetensi : M.05
Menggunakan keterampilan dan pemahaman lintas organisasi untuk secara efektif memfasilitasi kebutuhan kelompok yang lebih besar dengan cara yang mengikuti standar yang objektif, transparan, dan profesional sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang berada dalam wilayah pelayanan publik satuan kerja; 5 Mampu memberikan kebijakan pelayanan publik yang menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang obyektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif dan tidak diskriminatif. Mampu menciptakan kebijakan pelayanan publik yang menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang obyektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik pribadi/kelompok/partai.
Menginternalisasikan nilai dan semangat pelayanan publik yang mengikuti standar obyektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, transparan dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi/kelompok setiap individu di lingkungan instansi/nasional. Menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi/kelompok/partai politik.
PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN Kode Kompetensi : M.06
4 Mampu memantau, mengevaluasi, menghitung dan mengantisipasi dampak isu, peluang atau kekuatan politik jangka panjang terhadap bisnis. Menerapkan strategi jangka panjang yang fokus pada pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan dengan mengikuti standar yang obyektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif dan transparan, tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi/kelompok. Cobalah untuk meningkatkan diri Anda dengan belajar dari orang-orang ahli lainnya dalam organisasi.
Menciptakan situasi yang mendorong individu, kelompok, unit kerja untuk mengembangkan keterampilan belajar berkelanjutan di tingkat lembaga; Memberikan inspirasi bagi individu atau kelompok untuk terus belajar penerapannya di tingkat instansi.
MENGELOLA PERUBAHAN Kode Kompetensi : M.07
Mengembangkan program pengembangan jangka panjang bersama bawahan, termasuk penetapan tujuan, bimbingan, tugas dan pengalaman lainnya, serta mengalokasikan waktu untuk pelatihan/pendidikan/. Mengadaptasi cara kerja lama dengan menerapkan metode/proses baru sesuai peraturan yang ada tanpa bimbingan orang lain. Menginstruksikan unit kerja agar lebih siap menghadapi perubahan, termasuk memitigasi risiko yang mungkin timbul.
Secara berkesinambungan, mencari cara-cara baru untuk memberikan nilai tambah terhadap perubahan yang diterapkan agar memberikan manfaat yang lebih besar kepada pemangku kepentingan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN Kode Kompetensi : M.08
Definisi: Kemampuan mengambil keputusan yang baik secara tepat waktu dan percaya diri, dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, dirumuskan secara sistematis dan hati-hati berdasarkan berbagai informasi, alternatif pemecahan masalah dan akibat yang ditimbulkannya, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Pertimbangkan kemungkinan solusi yang dapat diterapkan ke dalam pekerjaan rutin berdasarkan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. Pemilihan alternatif solusi terbaik, pengambilan keputusan operasional mengenai alternatif solusi terbaik berdasarkan analisis data yang sistematis, menyeluruh, dengan mengikuti prinsip kehati-hatian.
Menghasilkan solusi terhadap berbagai permasalahan kompleks terkait ruang lingkup pekerjaan yang berdampak pada pihak lain.
PEREKAT BANGSA Kode Kompetensi : SK.01
Setiap jenjang jabatan mempunyai standar kompetensi yang dirancang sesuai kebutuhan kompetensi dan dipenuhi berdasarkan kamus kompetensi sesuai Lampiran II dan Lampiran III peraturan menteri ini. Standar kompetensi jabatan pegawai negeri sipil disusun sesuai formulir pada Lampiran IV Peraturan Menteri ini. Pada setiap jenjang jabatan, ditetapkan standar minimum kompetensi manajerial dan standar kompetensi sosial budaya berdasarkan Lampiran IV peraturan menteri ini.
Setiap instansi pemerintah dilarang mengubah kategori dan menurunkan tingkat standar minimal kompetensi manajemen dan kompetensi sosial budaya pada setiap jenjang jabatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Menteri ini. Formulir diisi sesuai petunjuk pengisian pada akhir Lampiran IV peraturan menteri ini.
JABATAN PIMPINAN TINGGI
Menjamin ketersediaan sumber daya organisasi untuk menjamin tercapainya tujuan lembaga/sasaran prioritas nasional; .. menggunakan cara kerja yang lebih efektif dan sukses dalam mencapai tujuan prioritas nasional 5 Pelayanan publik 5 Mampu .. pelayanan publik yang menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang obyektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan. pribadi/grup/ . Partai-partai politik. Menjamin ketersediaan sumber daya organisasi untuk menjamin tercapainya tujuan lembaga/sasaran prioritas nasional; ..menggunakan cara kerja yang lebih efektif dan berhasil dalam mencapai tujuan prioritas nasional. Menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, dan tidak memihak. diskriminatif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan. pribadi/kelompok/partai politik 6 Pengembangan diri.
Memastikan kebijakan pelayanan publik yang dilaksanakan lembaga selaras dengan standar pelayanan yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan. Menerapkan strategi jangka panjang yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan dengan mengikuti standar yang obyektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, transparan, dan tidak terpengaruh.
JABATAN ADMINISTRASI
Menerapkan cara-cara efektif untuk memantau dan . menilai permasalahan yang dihadapi oleh pemangku kepentingan. kepentingan/masyarakat dan mengantisipasi kebutuhannya dalam melaksanakan tugas pelayanan publik di unit kerjanya. Berbagi informasi penting atau berguna dengan anggota tim; Mempertimbangkan masukan dan keahlian anggota tim/kelompok kerja dan bersedia belajar dari orang lain;. 5 Pelayanan publik 2 Terampil. mengawasi/mengawasi/mengawasi dan menjelaskan prosesnya. transparansi pelaksanaan tugas pemerintahan/pelayanan publik.
Mampu mengenali dan memanfaatkan kebiasaan, prosedur, situasi tertentu, dan sebagainya. menjadi perhatian para pemangku kepentingan dalam kaitannya dengan penyelesaian tugas umum, pembangunan, dan pelayanan publik. Pejabat pada jabatan senior mempunyai tanggung jawab melaksanakan kegiatan pelayanan publik serta penyelenggaraan negara dan pembangunan.
JABATAN FUNGSIONAL
Mendorong pemanfaatan sumber daya bersama antar unit kerja untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan organisasi 5 Pelayanan Publik 4 Mampu. Memastikan kebijakan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut konsisten dengan standar pelayanan yang obyektif, netral, tidak memihak, n. Menerapkan strategi jangka panjang yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan dengan berpegang pada standar yang objektif, netral, tidak memihak, dan tidak memihak.
Menjadi wakil pemerintah yang mampu membangun hubungan psikososial dengan masyarakat.. sehingga tercipta ikatan yang kuat antara ASN dengan pemangku kepentingan serta antar pemangku kepentingan.. berkomunikasi. dampak risiko yang teridentifikasi dan merekomendasikan tindakan perbaikan. berdasarkan pertimbangan perbedaan latar belakang, agama/keyakinan, suku, gender, sosial ekonomi, preferensi politik untuk membangun hubungan jangka panjang. Menciptakan situasi kerja yang mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menghormati nilai, norma dan etika organisasi dalam segala situasi dan kondisi. Menyampaikan informasi secara persuasif untuk mendorong pemangku kepentingan menyepakati langkah bersama yang mempunyai tujuan.
Menunjukkan sikap percaya diri dalam pelaksanaan tugas pemerintahan/pegawai negeri, mampu mengawasi dan menjelaskan secara obyektif jika ada... 2.2 Aktif mencari informasi untuk mengidentifikasi kebutuhan pemangku kepentingan dalam rangka melaksanakannya. melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik secara cepat dan tanggap;